Rekrutmen Generasi Z: Apa yang Mereka Cari di Tempat Kerja?

Rekrutmen Generasi Z: Apa yang Mereka Cari di Tempat Kerja?

Generasi Z — mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 — kini mulai mendominasi pasar tenaga kerja. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z dibesarkan dalam dunia digital, lebih terbuka dengan isu sosial, dan memiliki ekspektasi yang unik terhadap dunia kerja. Untuk perusahaan yang ingin menarik dan mempertahankan talenta muda ini, memahami apa yang mereka cari adalah langkah awal yang krusial.

  1. Tujuan yang Jelas dan Nilai yang Selaras

Gen Z ingin bekerja di perusahaan yang memiliki misi dan nilai yang mereka yakini. Mereka lebih cenderung memilih organisasi yang peduli pada isu lingkungan, keberagaman, dan dampak sosial, dibandingkan hanya sekadar gaji besar.

? Tips HR: Tampilkan nilai dan misi perusahaan secara jelas di website karier dan media sosial. Gunakan testimoni karyawan dan cerita nyata untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai itu diterapkan.

  1. Fleksibilitas Kerja

Pandemi telah mengubah ekspektasi terhadap model kerja. Gen Z sangat menghargai fleksibilitas—baik dalam hal waktu kerja maupun lokasi.

? Tips HR: Tawarkan pilihan kerja hybrid atau remote, serta kebijakan kerja fleksibel yang memungkinkan mereka mengatur ritme kerjanya sendiri.

  1. Perkembangan Karier yang Jelas

Alih-alih menunggu promosi selama bertahun-tahun, Gen Z ingin tahu bagaimana mereka bisa berkembang dalam perusahaan. Mereka haus akan pelatihan, mentoring, dan jalur karier yang terstruktur.

? Tips HR: Siapkan roadmap karier, sediakan program pengembangan karyawan, dan komunikasikan peluang belajar sejak awal proses rekrutmen.

  1. Teknologi yang Modern dan Lingkungan Kerja Digital

Sebagai generasi digital native, Gen Z berharap perusahaan menggunakan alat dan sistem kerja yang efisien. Platform kuno atau proses manual bisa membuat mereka frustrasi.

? Tips HR: Pastikan proses rekrutmen, onboarding, hingga penilaian kinerja dilakukan lewat sistem yang user-friendly dan berbasis digital.

  1. Keseimbangan Hidup dan Kerja

Meski ambisius, Gen Z juga sangat menghargai work-life balance. Mereka sadar akan pentingnya kesehatan mental dan tidak ingin hidupnya dikuasai oleh pekerjaan.

? Tips HR: Promosikan budaya kerja yang sehat, batasi komunikasi di luar jam kerja, dan berikan akses ke program kesejahteraan mental.

  1. Keterlibatan dan Suara dalam Organisasi

Gen Z ingin merasa terlibat dan didengar. Mereka tidak hanya ingin menjadi roda kecil dalam sistem besar, tapi ingin kontribusinya terlihat dan dihargai.

? Tips HR: Libatkan mereka dalam diskusi, minta feedback secara rutin, dan ciptakan budaya kerja yang kolaboratif.

 

Penutup: Adaptif adalah Kunci

Merekrut Gen Z bukan soal membuat kantor penuh bean bag atau memperbanyak postingan di TikTok. Yang dibutuhkan adalah pendekatan yang autentik, transparan, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru. Dengan memahami kebutuhan mereka, perusahaan bisa membangun hubungan yang kuat dan menciptakan lingkungan kerja yang saling menguntungkan.

 

10 Langkah Mengembangkan SDM Saat kondisi keuangan perusahaan sangat terbatas

10 Langkah Mengembangkan SDM Saat kondisi keuangan perusahaan sangat terbatas

Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam kondisi keuangan perusahaan yang terbatas memerlukan pendekatan yang cerdas dan fokus pada penggunaan sumber daya yang efisien. Berikut adalah beberapa tips untuk mengembangkan SDM dalam situasi seperti ini:

  1. Identifikasi Prioritas: Tentukan area atau bidang yang paling membutuhkan pengembangan SDM. Fokuskan upaya pada aspek-aspek yang paling kritis dan strategis bagi pertumbuhan perusahaan.
  1. Pengembangan Internal: Utamakan pengembangan karyawan yang sudah ada di perusahaan. Ini lebih ekonomis daripada merekrut karyawan baru atau mengandalkan pelatihan eksternal. Berikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tanggung jawab baru dan belajar melalui pengalaman.
  1. Pemanfaatan Sumber Daya Internal: Identifikasi karyawan yang memiliki keterampilan khusus dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada rekan-rekan mereka. Ini dapat meningkatkan kolaborasi tim dan memungkinkan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat.
  1. Pelatihan On-the-Job: Gunakan pendekatan “learning by doing” dengan memberikan pelatihan langsung di tempat kerja. Karyawan dapat belajar sambil menjalankan tugas sehari-hari, yang bisa lebih hemat biaya dibandingkan dengan pelatihan eksternal.
  1. Pelatihan Dalam Jaringan (Networking): Fasilitasi peluang bagi karyawan untuk terlibat dalam acara, seminar, atau konferensi di industri mereka. Ini tidak hanya memperluas pengetahuan mereka, tetapi juga membangun jaringan yang bermanfaat.
  1. Kemitraan dengan Perguruan Tinggi atau Institusi Pendidikan: Jalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk memberikan pelatihan atau program pengembangan karyawan. Ini bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat dan biaya yang lebih terjangkau.
  1. Pendekatan Berbasis Proyek: Buat proyek-proyek khusus yang memungkinkan karyawan belajar dan berkembang sambil berkontribusi pada tujuan perusahaan. Ini juga dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan.
  1. Penggunaan Teknologi: Manfaatkan teknologi, seperti platform pembelajaran online atau webinar, untuk memberikan pelatihan kepada karyawan. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih hemat biaya daripada pelatihan tatap muka.
  1. Pemberian Tanggung Jawab: Berikan tanggung jawab lebih kepada karyawan yang telah menunjukkan potensi dan minat dalam pengembangan diri. Ini tidak hanya meningkatkan motivasi mereka, tetapi juga membantu dalam perkembangan keterampilan.
  1. Pantau Kemajuan dan Evaluasi: Selalu pantau kemajuan karyawan dan evaluasi dampak dari upaya pengembangan yang telah dilakukan. Ini akan membantu Anda mengukur efektivitas program dan membuat penyesuaian jika diperlukan.

Ingatlah bahwa pengembangan SDM tidak selalu harus menghabiskan banyak uang. Dengan kreativitas, fokus pada kebutuhan inti, dan pemanfaatan sumber daya yang ada, Anda masih bisa mengembangkan tim Anda dalam kondisi keuangan yang terbatas.

Berikut adalah ruang lingkup pekerjaan dan penghasilan seorang HRD Staff/Manager

Berikut adalah ruang lingkup pekerjaan dan penghasilan seorang HRD Staff/Manager

HRD (Human Resource Department) adalah sebuah unit/departemen yang sangat penting terutama pada setiap perusahaan professional karena berhubungan dengan pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia). Jika Anda tertarik dan ingin mengambil peluang karir di bidang ini, Anda bisa mulai dengan mempelajari tugas dan mengetahui gaji HRD.

Apa Pekerjaan Seorang HRD?

Jenjang karier pertama seorang HRD umumnya adalah sebagai staf. Sebelum sampai ke level manajemen, Anda harus merangkak dari bawah. Pertanyaannya, staf HRD kerjanya apa?

  • Melakukan program perencanaan seputar SDM.
  • Rekrutmen dan seleksi pegawai baru.
  • Mengembangkan dan melatih kualitas SDM dengan berbagai program.
  • Merancang program kompensasi (upah, bonus, dll)
  • Melaksanakan tugas administrasi yang berhubungan dengan kepegawaian.
  • Melakukan penilaian kinerja.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang bermanfaat.

 

Namun sebagai staf, bisa jadi tugas Anda nanti akan fokus pada beberapa pekerjaan saja. Misalnya payroll staf yang mengurusi gaji atau rekruitmen staf yang kerjanya berhubungan dengan perekrutan pegawai.

Gaji HRD di Indonesia

Gaji HRD fresh graduate tentu saja berbeda dengan yang sudah senior dan memiliki jabatan. Bagi lulusan baru, biasanya akan mendapatkan posisi staf terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan Indeed, rata-rata gaji HRD perusahaan yang ada di Indonesia adalah Rp4.000.000 per bulan. Ini berlaku umum untuk berbagai jenis staff.

Kota-kota besar umumnya dapat memberi gaji di atas standar. Namun jika perusahaan tempat Anda bekerja nantinya ada di kota yang lebih kecil, bisa jadi di bawah standar.

Berikut ini standar gaji di berbagai daerah:

  • Bekasi : Rp4.600.000
  • Tangerang: Rp4.500.000
  • Jakarta: Rp4.500.000
  • Bandung: Rp4.000.000
  • Bogor: Rp3.800.000
  • Surabaya: Rp3.700.000

Jika Anda bekerja dengan baik dan mendapatkan kepercayaan menjadi HR Manager, gajinya bisa jauh lebih besar. Rata-rata gaji untuk jabatan ini adalah Rp8.000.000.

Di kota dengan UMR tinggi seperti Bekasi, jabatan ini bisa mendapatkan upah hingga Rp15.000.000 per bulan.

Meskipun pekerjaannya berhubungan dengan dengan pemberian upah, bukan berarti seorang HRD bisa bebas menentukan gajinya sendiri. Ia tetap harus mengikuti standar dan kebijakan dari jajaran pimpinan perusahaan.

Oia, apakah di tempat Anda bekerja sudah menggunakan HRIS? Sebuah sistem pengelolaan data karyawan yang terintegrasi berkat teknologi “cloudbase” yang memungkinkan perusahaan mengelola administrasi  kepersonaliaan dari mana saja dan kapan saja.

Sekarang Anda dapat melakukan Absensi, request/approval cuti, lembur, reimburce, dll hanya dari smartphone secara realtime. Tidak hanya itu software HRIS seperti PayrollBozz juga memungkinkan perusahaan untuk menghitung atau memproses gaji secara otomatis untuk semua karyawan, di seluruh cabang.

Penasaran dengan sistem cloudbase HRIS Payrollbozz? Klik link berikut untuk mencoba (GRATIS) dan mempelajari lebih lanjut bit.ly/CobaPayrollBozz

Solusi cerdas mengatasi jadwal shift “manual” di perusahan Anda

Solusi cerdas mengatasi jadwal shift “manual” di perusahan Anda

Mengatur jadwal shift karyawan adalah tugas yang krusial dalam manajemen sumber daya manusia, dan aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menjalankan tugas ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa solusi cerdas dalam mengatasi jadwal shift karyawan dengan bantuan aplikasi HRIS.

 

1. Otomatisasi Proses Penjadwalan

Salah satu keunggulan utama menggunakan aplikasi HRIS dalam mengatur jadwal shift karyawan adalah otomatisasi. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuat jadwal secara otomatis berdasarkan parameter yang telah Anda tentukan. Anda dapat menentukan batas waktu kerja, kebijakan cuti, preferensi karyawan, dan sejumlah faktor lainnya, lalu sistem akan menghasilkan jadwal yang optimal. Ini menghemat waktu dan upaya yang diperlukan untuk membuat jadwal secara manual.

 

2.  Keterlibatan Karyawan

Aplikasi HRIS seringkali menyediakan portal karyawan yang memungkinkan karyawan untuk mengakses jadwal mereka sendiri. Ini memungkinkan mereka untuk melihat jadwal mereka, meminta perubahan, dan mengkomunikasikan preferensi mereka. Keterlibatan karyawan dalam proses penjadwalan dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan membantu meminimalkan konflik terkait jadwal.

 

3. Pelacakan Ketersediaan dan Kecukupan Tenaga Kerja

Aplikasi HRIS dapat dengan mudah mengintegrasikan data tentang ketersediaan karyawan, termasuk cuti, izin, dan libur. Dengan demikian, Anda dapat dengan cepat melihat apakah ada kekurangan atau kelebihan tenaga kerja pada suatu waktu tertentu dan mengambil tindakan yang sesuai. Ini membantu Anda menghindari masalah penjadwalan yang mungkin terjadi.

 

4. Rotasi Shift yang Lebih Adil

Untuk menghindari kelelahan dan memberikan keseimbangan dalam pembebanan kerja, aplikasi HRIS memungkinkan Anda untuk mengatur rotasi shift yang lebih adil. Anda dapat memastikan bahwa karyawan memiliki kesempatan yang seimbang untuk mengambil shift siang, malam, atau akhir pekan. Ini juga membantu dalam meningkatkan kepuasan karyawan.

 

5. Pelaporan dan Analisis

Aplikasi HRIS seringkali dilengkapi dengan fitur pelaporan dan analisis yang kuat. Anda dapat melacak kinerja jadwal, mengidentifikasi tren penjadwalan yang efisien, dan membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan manajemen jadwal. Ini memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan operasi bisnis Anda.

 

6. Penghematan Waktu dan Biaya

Mengatur jadwal shift karyawan dengan aplikasi HRIS tidak hanya menghemat waktu tetapi juga biaya. Dengan otomatisasi, Anda dapat menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dalam penjadwalan manual. Selain itu, Anda dapat meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh jadwal yang tidak efisien atau konflik karyawan.

 

Mengatur jadwal shift karyawan dengan aplikasi HRIS adalah solusi yang cerdas untuk mengatasi tugas yang rumit dan sering kali melelahkan. Dengan otomatisasi, keterlibatan karyawan, dan fitur pelaporan yang kuat, aplikasi HRIS membantu perusahaan dalam mengatur jadwal shift yang lebih efisien dan adil. Hal ini membantu meningkatkan produktivitas, kepuasan karyawan, dan efisiensi operasional secara keseluruhan, dan pada akhirnya, mendukung kesuksesan bisnis Anda.

Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan di Tempat Kerja

Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan di Tempat Kerja

Konflik antar karyawan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam lingkungan kerja. Berbagai perbedaan pendapat, kepentingan, dan karakter sering kali menjadi pemicu utama munculnya konflik. Namun, konflik yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu produktivitas, menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman, dan menurunkan moral karyawan. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi konflik antar karyawan di tempat kerja:

  1. Identifikasi Akar Masalah

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi akar masalah yang menyebabkan konflik. Dengan memahami sumber masalah, Anda dapat mencari solusi yang tepat. Misalnya, apakah konflik disebabkan oleh perbedaan tugas, gaya kerja, atau masalah pribadi?

  1. Dengarkan Kedua Pihak

Penting untuk mendengarkan kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik. Berikan mereka kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan pandangan mereka tanpa interupsi. Hal ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda peduli, tetapi juga membantu Anda memahami perspektif masing-masing pihak.

  1. Jaga Netralitas

Sebagai pemimpin atau mediator, sangat penting untuk menjaga netralitas. Hindari berpihak pada salah satu pihak agar tidak memperburuk situasi. Berfokuslah pada mencari solusi yang adil dan bisa diterima oleh kedua belah pihak.

  1. Gunakan Komunikasi yang Efektif

Komunikasi adalah kunci dalam menyelesaikan konflik. Gunakan bahasa yang jelas dan tidak mengandung unsur menyalahkan. Ajak karyawan untuk berkomunikasi dengan cara yang konstruktif dan menghindari serangan pribadi.

  1. Cari Solusi Bersama

Setelah mendengarkan kedua belah pihak dan memahami akar masalah, ajak mereka untuk bersama-sama mencari solusi. Dorong mereka untuk memberikan masukan dan berpartisipasi dalam menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

  1. Tetapkan Batasan dan Aturan yang Jelas

Kadang-kadang, konflik muncul karena ketidakjelasan aturan atau batasan. Pastikan semua karyawan memahami tugas dan tanggung jawab mereka, serta aturan yang berlaku di tempat kerja. Hal ini dapat mencegah terjadinya konflik di masa depan.

  1. Latih Kemampuan Penyelesaian Konflik

Memberikan pelatihan tentang penyelesaian konflik kepada karyawan dapat membantu mereka menangani situasi konflik dengan lebih baik. Latihan ini dapat mencakup keterampilan komunikasi, negosiasi, dan mediasi.

  1. Libatkan Pihak Ketiga Jika Diperlukan

Jika konflik tidak bisa diselesaikan secara internal, pertimbangkan untuk melibatkan pihak ketiga seperti mediator profesional atau konsultan HR. Mereka dapat memberikan perspektif yang objektif dan membantu menemukan solusi yang tepat.

  1. Fokus pada Penyelesaian, Bukan Kesalahan

Alih-alih mencari siapa yang salah, fokuslah pada bagaimana menyelesaikan masalah. Pendekatan ini dapat membantu meredakan ketegangan dan mendorong kedua belah pihak untuk bekerja sama dalam menemukan solusi.

10. Antisipasi Konflik Melalui Fitur KPI pada Aplikasi HRIS

Salah satu cara yang efektif untuk mengantisipasi dan mengelola konflik antar karyawan adalah dengan memanfaatkan fitur Key Performance Indicators (KPI) pada aplikasi Human Resources Information System (HRIS) seperti Payrollbozz. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Pengukuran Kinerja yang Transparan: Dengan menggunakan KPI, kinerja karyawan dapat diukur dan dipantau secara objektif dan transparan. Hal ini dapat mengurangi potensi konflik yang disebabkan oleh ketidakadilan atau ketidakjelasan dalam penilaian kinerja.
  • Identifikasi Masalah Sejak Dini: Fitur KPI pada HRIS memungkinkan manajer untuk mengidentifikasi masalah kinerja sejak dini. Jika ada karyawan yang mengalami penurunan kinerja atau tidak mencapai target, masalah tersebut dapat ditangani sebelum berkembang menjadi konflik.
  • Penetapan Tujuan yang Jelas: KPI membantu dalam menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik bagi setiap karyawan. Ketika semua orang memahami apa yang diharapkan dari mereka, potensi konflik yang disebabkan oleh ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab dapat diminimalkan.
  • Feedback Berkala: Melalui HRIS, manajer dapat memberikan feedback berkala berdasarkan data KPI. Feedback ini tidak hanya membantu karyawan untuk memperbaiki kinerja mereka, tetapi juga membuka saluran komunikasi yang dapat mencegah timbulnya konflik.
  • Pengakuan dan Penghargaan: Aplikasi HRIS memungkinkan perusahaan untuk memberikan pengakuan dan penghargaan kepada karyawan yang mencapai atau melebihi target KPI mereka. Penghargaan ini dapat meningkatkan moral dan mengurangi rasa iri yang bisa memicu konflik.
  • Pengembangan Karyawan: Berdasarkan data KPI, perusahaan dapat merancang program pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Ini membantu dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan meminimalkan konflik yang disebabkan oleh kurangnya kesempatan untuk berkembang.
7 Strategi Mengurangi Angka Turnover Karyawan di Perusahaan

7 Strategi Mengurangi Angka Turnover Karyawan di Perusahaan

Turnover karyawan yang tinggi dapat menjadi tantangan besar bagi perusahaan. Hal ini tidak hanya menyebabkan biaya yang signifikan, tetapi juga dapat mengganggu produktivitas dan moral tim. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi turnover karyawan di perusahaan Anda.

 

  1. Perekrutan yang Tepat

Perekrutan yang tepat adalah langkah pertama untuk mengurangi turnover karyawan. Pastikan proses perekrutan Anda tidak hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga kesesuaian budaya calon karyawan dengan perusahaan.

  • Wawancara yang Mendalam: Lakukan wawancara mendalam untuk memahami calon karyawan lebih baik.
  • Referensi: Periksa referensi untuk mendapatkan gambaran tentang performa calon karyawan di pekerjaan sebelumnya.
  • Tes Kecocokan: Gunakan tes kecocokan untuk menilai apakah calon karyawan sesuai dengan nilai dan budaya perusahaan Anda.
  1. Program Onboarding yang Efektif

Program onboarding yang baik membantu karyawan baru beradaptasi dengan cepat dan merasa diterima di perusahaan.

  • Orientasi Menyeluruh: Berikan orientasi yang mencakup semua aspek pekerjaan dan budaya perusahaan.
  • Mentorship: Sediakan mentor untuk membimbing karyawan baru selama beberapa bulan pertama.
  • Pelatihan Berkelanjutan: Lanjutkan pelatihan setelah masa onboarding untuk memastikan karyawan baru terus belajar dan berkembang.
  1. Lingkungan Kerja yang Positif

Lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan mengurangi turnover.

  • Keseimbangan Kerja-Hidup: Dukung keseimbangan kerja-hidup dengan kebijakan fleksibel seperti jam kerja fleksibel atau opsi kerja dari rumah.
  • Budaya Penghargaan: Ciptakan budaya yang menghargai dan mengakui kontribusi karyawan.
  • Kesehatan dan Kesejahteraan: Sediakan program kesehatan dan kesejahteraan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental karyawan.
  1. Pengembangan Karir

Karyawan yang melihat peluang pengembangan karir di perusahaan lebih cenderung bertahan.

  • Rencana Pengembangan Karir: Buat rencana pengembangan karir yang jelas untuk setiap karyawan.
  • Peluang Pelatihan: Sediakan peluang pelatihan dan pengembangan keterampilan.
  • Promosi Internal: Berikan prioritas kepada karyawan internal untuk promosi dan pengisian posisi yang lebih tinggi.
  1. Kompensasi dan Benefit yang Kompetitif

Kompensasi dan benefit yang kompetitif dapat menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.

  • Gaji yang Kompetitif: Pastikan gaji yang Anda tawarkan kompetitif dengan pasar.
  • Benefit yang Menarik: Sediakan benefit tambahan seperti asuransi kesehatan, tunjangan transportasi, atau tunjangan pendidikan.
  • Bonus dan Insentif: Berikan bonus dan insentif berdasarkan kinerja untuk meningkatkan motivasi karyawan.
  1. Feedback dan Komunikasi yang Terbuka

Komunikasi yang terbuka dan feedback yang konstruktif dapat meningkatkan hubungan antara karyawan dan manajemen.

  • Survey Kepuasan Karyawan: Lakukan survey kepuasan karyawan secara berkala untuk mengidentifikasi area perbaikan.
  • One-on-One Meeting: Adakan pertemuan satu-satu antara manajer dan karyawan untuk mendiskusikan kinerja dan harapan.
  • Saluran Komunikasi Terbuka: Sediakan saluran komunikasi terbuka dimana karyawan dapat menyampaikan masukan dan keluhan tanpa takut akan dampak negatif.
  1. Evaluasi dan Penyesuaian

Evaluasi secara berkala kebijakan dan strategi yang Anda terapkan untuk mengurangi turnover karyawan.

  • Analisis Data Turnover: Analisis data turnover untuk mengidentifikasi tren dan penyebab utama.
  • Penyesuaian Kebijakan: Sesuaikan kebijakan berdasarkan hasil analisis dan feedback dari karyawan.
  • Penilaian Berkala: Lakukan penilaian berkala terhadap program dan inisiatif yang diterapkan untuk memastikan efektivitasnya.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda dapat menciptakan lingkungan kerja yang menarik dan mendukung, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi turnover karyawan dan meningkatkan produktivitas serta kepuasan kerja di perusahaan Anda.

Tips Memulai Bisnis Tanpa Harus Keluar Dari Pekerjaan Anda

Business
Business

Pada postingan kali ini kita akan membahas tips memulai bisnis. Apakah Anda ingin menjadi bos Anda sendiri atau Anda hanya ingin memulai bisnis untuk mendapatkan uang sampingan, ada banyak cara untuk mengubah keterampilan dan minat Anda menjadi penghasilan.

Menjalankan bisnis online yang sukses pasti memiliki daya tarik, tetapi hai itu hadir dengan serangkaian tantangannya sendiri. Yang benar adalah, memulai bisnis apa pun adalah kerja keras, tetapi tak terhitung telah banyak orang membuat lompatan untuk berwirausaha dengan ide-ide yang tepat dan banyak modal keringat, tentu saja Anda juga bisa.

Ini bukan tentang satu trik sederhana mengubah hidup. Memulai bisnis tidak berjalan seperti itu. Sebaliknya, cara sederhana untuk memulai bisnis tanpa berhenti dari pekerjaan harian Anda, untuk membantu Anda menemukan ide produk atau model bisnis yang sesuai dengan gaya hidup Anda.

1. Mulai Dari Pakaian Milik Anda Terlebih Dahulu

Selama Anda memiliki beberapa desain dalam pikiran anda, Anda bisa mendapatkan perusahaan pakaiyan anda sendiri mulai dari sekarang yang merupakan salah satu tips memulai bisnis.

Jika Anda sudah memiliki pakaiyan yang ingin di jual buatlah akun untuk mempromosikan usaha anda, Anda dapat menggunakan aplikasi seperti Lazada dan Bukalapak. Mereka secara otomatis menghubungkan toko anda ke banyak konsumen.

Mengapa memulai Pakaiyan Milik Anda?

  • Tidak ada yang lebih memuaskan daripada membuat produk yang akan digunakan orang setiap hari.
  • Segera setelah Anda membangun toko Lazada dan Bukalapak Anda, Anda akan dapat langsung mulai menjual.
  • Transformasikan kreativitas Anda menjadi sesuatu yang nyata dan menguntungkan. Anda akan menyukai perasaan melihat desain Anda menjadi luar biasa.

2. Jual Karya Seni Anda Secara Online

Satu ide toko online adalah menjual karya seni dan memperkuat kreativitas Anda. Baik Anda seorang pelukis, desaigner, atau musisi , ada banyak cara untuk memulai bisnis dan mengubah karya terbaru Anda menjadi sumber pendapatan dengan situs web ecommerce yang dirancang dengan penuh kemudahan.

Jika Desaigner atau fotografi adalah keahlian anda, Anda dapat menjual karya Anda sebagai cetakan, kanvas, dan poster berbingkai. Ini adalah cara fantastis untuk mengubah desain menjadi sesuatu yang nyata dan menghasilkan tentu saja ini adalah tips memulai bisnis.

Mengapa Menjual Karya Senimu?

  • Jadilah bagian dari kehidupan banyak orang. Dapatkan pekerjaan dan karya anda dihargai oleh orang lain.
  • Sebagai seorang desaigner, menciptakan seni bukan hanya hobi – itu adalah cara hidup. Ini adalah kesempatan Anda untuk mengubah gairah Anda menjadi aliran pendapatan dan berpotensi melakukan apa yang Anda cintai untuk mencari nafkah.

3. Menjadi Penulis, Perancang atau Freelancer

Penulis, pengembang, dan desainer grafis dapat memulai bisnis berdasarkan bakat mereka. Sebagai pekerja lepas, Anda akan dapat menggunakan keterampilan Anda dengan baik dengan membantu orang di seluruh dunia dengan proyek mereka (Sementara menghasilkan uang sendiri untuk anda).

Pekerja lepas tidak berarti melakukan proyek selama sebulan yang juga menggerogoti waktu luang Anda. Anda dapat dengan mudah mengambil tugas seukuran semut yang sesuai dengan jadwal Anda.

Untuk menemukan orang yang membutuhkan bantuan Anda, cobalah membuka situs seperti Fiverr dan Sribulancer.com.

Perlu dicatat bahwa Fiverr sedikit berbeda. Seperti namanya, semua pekerjaan yang diposting memiliki biaya seharga lima dolar. Kunci untuk menghasilkan uang besar di Fiverr dengan hati-hati mengatur penawaran Anda sehingga Anda dapat dengan mudah meningkatkan klien untuk mendapatkan lebih banyak uang.

Misalnya, Anda dapat menawarkan untuk menulis pengenalan 150 kata untuk posting blog sebagai layanan $ 5.00 awal Anda. Sebagai upsell, Anda dapat menagih $ 10.00 lagi untuk setiap 150 kata tambahan. Anda dapat menyesuaikan layanan Anda sampai Anda menemukan kombo yang membuatnya bernilai saat itu.

Mengapa freelance?

  • Ketika Anda menjadi freelance, Anda memilih proyek mana yang ingin Anda kerjakan, dan mengatur jadwal dan tempat kerja Anda sendiri.
  • Dibayar untuk melakukan sesuatu yang Anda kuasai adalah perasaan yang berharga.
  • Jika Anda baru untuk menulis, merancang adalah cara terbaik untuk membangun portofolio Anda dan mendapatkan pengalaman nyata dalam berbagai industri.

Itulah beberapa informasi tips memulai bisnis, dan mengetahui informasi ini sekarang anda memiliki bayangan mulai dari mana. Semoga informasi ini berguna untuk anda.

if(window.strchfSettings === undefined) window.strchfSettings = {}; window.strchfSettings.stats = {url: “https://payrollbozz.storychief.io/memulai-bisnis-tanpa-berhenti-pekerjaan?id=1261141240&type=2”,title: “Tips Memulai Bisnis Tanpa Harus Keluar Dari Pekerjaan Anda”,id: “36edbfc9-a668-425e-a9c2-570a54864f1d”}; (function(d, s, id) { var js, sjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {window.strchf.update(); return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “https://d37oebn0w9ir6a.cloudfront.net/scripts/v0/strchf.js”; js.async = true; sjs.parentNode.insertBefore(js, sjs); }(document, ‘script’, ‘storychief-jssdk’))

Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan yang Benar

Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan yang Benar

Tak jarang, setiap perusahaan membutuhkan seorang akuntan untuk mencatat setiap transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Demi kelangsungan bisnis, perusahaan tentunya menjalankan proses akuntansi dengan mencatat saldo pendapatan dan pengeluaran uang dalam bentuk jurnal akuntansi. Maka dari itu, artikel kali ini membahas tentang definisi jurnal dan contoh jurnal akuntansi keuangan yang benar.

Akuntansi Keuangan

Definisi Jurnal

Istilah ‘’jurnal’’ sudah tak asing lagi dalam kamus Akuntansi. Dalam bidang akuntansi, jurnal disebut juga book of original entry, yang menjadi tempat terjadinya pencatatan transaksi keuangan yang dicatat menunjukkan efek debit dan kredit pada akun tertentu. Tidak hanya itu, jurnal ini juga menjadi tempat terjadinya penyesuaian pemasukan ayat jurnal penyesuaian.

Definisi Jurnal Akuntansi Keuangan

Jurnal akuntansi keuangan adalah sebuah catatan berisi data seluruh transaksi yang berkaitan dengan keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran uang dari perusahaan. Transaksi keuangan mulai dari nama, jumlah dan waktu transaksi berjalan akan dicatat di dalam jurnal secara kronologis sehingga akan memudahkan pendataan secara rinci ke dokumen asli.

Cara Membuat Jurnal Akuntansi Keuangan

Untuk membuat jurnal akuntansi keuangan, Anda harus memahami dasar akuntansi terlebih dahulu, yaitu siklus akuntansi. Siklus akuntansi adalah suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang disesuaikan dengan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.

Kegiatan pencatatan transaksi pertama yang dilakukan dalam siklus akuntansi adalah penjurnalan, yang menjadi sebuah proses memasukkan data transaksi keuangan yang telah dilakukan ke dalam jurnal. Tujuan utamanya adalah untuk mencatat perubahan transaksi dari waktu ke waktu dan membandingkan jumlah debit dan kredit dari tiap transaksi. Sehingga dapat mengurangi resiko adanya kesalahan dalam pencatatan tersebut.

Sebelum menjurnal, Anda harus mengumpulkan dan menganalisa data transaksi keuangan terlebih dahulu. Untuk menghasilkan jurnal akuntansi keuangan yang benar, pastikan bukti transaksi yang datanya apakah sudah jelas dan benar.

Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan

Salah satu jenis jurnal yang paling dasar dalam akuntansi, yaitu jurnal umum yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan perusahaan secara terperinci dan biasanya memiliki kolom dalam jumlah yang sedikit. Berikut ilustrasi transaksi keuangan:

Pak Heri mulai membuka PT. XYZ pada tanggal 1 Januari 2018. Untuk memfasilitasi pengendalian keuangan bisnis yang dimilikinya itu, Pak Heri akan menyiapkan laporan keuangan dalam jurnal umum:

Jurnal Umum

1. Pada tanggal 1 Januari 2018, pemilik PT. XYZ membuka rekening bank atas nama Heri dan menyetorkan uangnya sebesar Rp 100.000.000,00 ke akun tersebut sebagai modal awal perusahaan. Jurnal akuntansi untuk mencatat transaksi pendanaan ini adalah:

Kas (Debit) Rp 100.000.000

Modal (Kredit) Rp 100.000.000

2. Pada tanggal 6 Januari 2018 dilakukan pembelian peralatan untuk mendukung usaha PT.XYZ sebesar Rp 25.000.000,00 dan dibayarkan secara kredit

Peralatan (Debit) Rp 25.000.000

Hutang Usaha (Kredit) Rp 25.000.000

3. Pada tanggal 8 Januari 2018, PT. XYZ membeli polis asuransi selama satu tahun. Biaya perolehan polis asuransi itu adalah Rp 3.000.000,00 terhitung sejak tanggal 1 Januari.

Asuransi dibayar di muka (Debit) Rp 3.000.000

Kas (Kredit) Rp 3.000.000

4. Pada tanggal 9 Januari 2018 dilakukan pembelian perlengkapan untuk mempermudah usaha PT. XYZ sebesar Rp 9.000.000,00 dan dibayarkan secara tunai.

Perlengkapan (Debit) Rp 9.000.000

Kas (Kredit) Rp 9.000.000

5. Pada tanggal 13 Juli 2018, PT. XYZ menerbitkan faktur tagihan sebesar Rp 5.600.000,00 kepada klien untuk jasa pembukuan yang telah diselesaikan.

Piutang Usaha (Debit) Rp 5.600.000

Pendapatan Honorarium (Kredit) Rp 5.600.000

6. Pada tanggal 17 Januari 2018 PT. XYZ menerima pendapatan jasa dari pelanggan sebesar Rp 35.000.000,00

Kas (Debit) Rp 35.000.000

Pendapatan Jasa (Kredit) Rp 35.000.000

7. Pada tanggal 22 Januari 2018 PT. XYZ melakukan pelunasan peralatan yang dibeli sebesar Rp 25.000.000 pada tanggal 6 Januari 2018

Hutang Usaha (Debit) Rp 25.000.000

Kas (Kredit) Rp 25.000.000

8. Pada tanggal 27 Januari 2018 PT. XYZ melakukan pembayaran listrik dan telepon sebesar Rp 2.500.000,00

Beban Listrik & Telepon (Debit) Rp 2.500.000

Kas (Kredit) Rp 2.500.000

9. Pada tanggal 31 Januari 2018 pemilik perusahaan mengambil sebagian modalnya untuk keperluan pribadi sebesar Rp 3.000.000,00

Prive (Debit) Rp 3.000.000

Kas (Kredit) Rp 3.000.000

Demikian informasi tentang definisi jurnal dan contoh jurnal akuntansi keuangan yang benar. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

10 Aplikasi Wajib untuk Start-Up Owner

10 Aplikasi Wajib untuk Start-Up Owner

Pada zaman now, perkembangan dunia kewirausahaan tidak pernah dilepaskan dari perkembangan dunia digital. Munculnya berbagai jenis aplikasi baru yang bermanfaat bagi pengusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan bisnis.

Start-Up owner seperti Anda dituntut untuk tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas dalam mengelola bisnis. Dimulai dari mengatur jadwal rapat dengan para karyawan hingga mengelola keuangan. Untuk mempersingkat waktu, gunakanlah aplikasi smartphone yang dapat menunjang produktivitas kerja Anda. Berikut adalah 10 aplikasi wajib untuk start-up owner.

Aplikasi Manajemen Hubungan Pelanggan

1 ) Slack

Aplikasi chatting online untuk tujuan kerjasama tim bisnis dengan cara berkomunikasi dengan tim Anda untuk mengelompokkan tim sesuai perannya dan memberikan ruang kepada karyawan yang berdiskusi dengan rekan mengenai setiap topik. Karyawan bagian Keuangan berbicara dengan tim Finance tentang arus kas dan tagihan piutang.

2 ) SugarCRM Mobile

Aplikasi smartphone yang memiliki sistem personal bagi Anda secara efisien membangun hubungan kuat dengan klien dalam segala aspek. Melalui SugarCRM Mobile, Anda dapat dengan mudah membuat akun kontak pelanggan, mengatur jadwal meeting dan menjadwalkan proyek kerja tertentu.

Aplikasi Manajemen Proyek Bisnis

3 ) Trello

Merupakan salah satu aplikasi ini layaknya to-do list untuk mengorganisir berbagai macam hal secara bersamaan yang bisa diakses melalui internet. Sehingga dapat meningkatkan efektivitas kinerja Anda maupun bisnisnya. Kelebihan aplikasi ini adalah (1) ada sebuah papan (board) dengan fitur lengkap dan nyaman digunakan untuk berkolaborasi tanpa harus saling bertemu face to face. (2) Menambahkan lebih dari satu tim kerja yang bisa diatur sebagai public atau private. (3) Menyusun catatan dengan rapi dan secara kronologis di seluruh board.

4 ) Evernote

Aplikasi buatan Evernote Corp yang sudah mulai dikenal sebagai aplikasi lintas platform yang dapat menyimpan catatan Anda. Aplikasi wajib untuk start-up owner seperti Anda bisa membuat jadwal harian, menyimpan halaman web dan menghubungkannya dengan device lain. Selain itu, Anda juga bisa berfoto dan merekam segala aktivitas di setiap rapat melalui audio dan video. Bahkan, aplikasi ini juga bisa mendikte apa yang Anda ucapkan menjadi teks.

5 ) Teamwork Project

Semua proyek kerja yang sudah selesai atau yang sedang berlangsung dapat disimpan dalam aplikasi ini. Sehingga Anda bisa melihat riwayat suatu proyek dan menyimpan file tugas yang terkait dengan proyek tersebut dalam satu tempat.

Aplikasi Manajemen Media Sosial

6 ) Spark

Aplikasi ini bekerja untuk membua akun email pribadi dan bisnis Anda secara bersamaan dengan berbagai layanan email, seperti Gmail, iCloud, Yahoo Mail dan Microsoft Outlook. Aplikasi ini dengan fitur lengkap, seperti folder, notifikasi, signature dan mengatur shortcut. Aplikasi ini juga sangat compatible dengan aplikasi lain, seperti Evernote, Dropbox dan Google Drive.

7 ) Hootsuite

Aplikasi ini sangat cocok buat Anda yang memiliki online shop dan punya lapak jualan di berbagai media sosial. Fungsinya adalah untuk memanage akun bisnis Anda, menyimpan berbagai postingan yang akan diunggah dalam bentuk draft. Nantinya, draft tersebut akan dipublikasikan secara otomatis sesuai waktu tertentu. Aplikasi ini hemat waktu dengan menggunakan fitur auto-scheduling dan analytics UTM.

Aplikasi Pelacak Waktu

9 ) RescueTime

Berfungsi sebagai time-tracker yang bekerja secara otomatis, aplikasi wajib untuk start-up owner seperti Anda bisa melacak semua kegiatan yang dilakukan di depan laptop maupun pada smartphone. Aplikasi ini menjadi tempat servis berbasis web yang dapat menghitung berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk suatu kegiatan. Nantinya, semua kegiatan yang telah Anda lakukan dalam seminggu akan dikumpulkan untuk menilai sendiri seberapa produktif diri Anda.

Aplikasi Pemasangan Lowongan Kerja

10 ) LinkedIn Job Search

Salah satu aplikasi lowongan kerja app store dan play store buatan LinkedIn Group. Cocok ini buat Anda sebagai pengusaha sekaligus recruiter dapat dengan mudah memasang lowongan kerja bagi calon kandidat ingin mencari pekerjaan dan atau bekerja di perusahaan Anda.

Aplikasi Pengelolaan Uang

10 ) Expensify

Aplikasi ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran uang dalam pembukuan bisnis Anda. Aplikasi ini juga membantu Anda memindai setiap nota pembayaran yang ada, mendata setiap nota tersebut dan menghitung total pengeluaran yang akan dimasukkan ke laporan pengeluaran.

Dengan 10 aplikasi wajib untuk start-up owner, dijamin bisa membantu Anda lebih produktif dalam mengembangkan bisnis. Selamat membaca!

Cara Pengisian SPT Masa PPN, Mudah & Cepat

Cara Pengisian SPT Masa PPN, Mudah & Cepat

Pajak di Indonesia sangat lazim diterapkan dalam program kerja pemerintah demi perbaikan kesejahteraan dan kualitas Wajib Pajak (WP). Tak jarang, bayar pajak sebagai kontribusi wajib kepada Negara menjadi salah satu kewajiban Wajib Pajak (WP) yang telah terdaftar, baik perorangan maupun badan. Dengan membayar pajak, Wajib Pajak wajib melaporkan kegiatan perpajakan dalam bentuk Surat Pemberitahuan. Salah satunya adalah Surat Pemberitahuan Masa (SPT Masa). Berikut ulasan lengkap tentang definisi, kewajiban pelaporan dan tutorial cara pengisian SPT Masa PPN.

Cara Pengisian SPT PPN

Definisi SPT Masa PPN

SPT Masa PPN merupakan sebuah formulir pajak laporan bulanan yang digunakan oleh Wajib Pajak sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk melaporkan penghitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang terhutang. Fungsinya adalah untuk melaporkan harta dan kewajiban, pembayaran atau pelunasan pajak serta penyetoran pajak dari pemungut pajak. Formulir yang kini digunakan saat ini adalah SPT Masa PPN 1111 terdiri dari 1 form induk dan 6 form lampiran.

Kewajiban Melapor SPT Masa PPN

SPT Masa PPN harus dilapor setiap bulan, tanpa adanya perubahan neraca atau nilai Rupiah pada masa pajak terkait nihil sebesar 0. Jatuh tempo pelaporan adalah pada tanggal 30 atau 31 setiap bulan berikutnya setelah akhir masa pajak yang bersangkutan. Jika tidak melapor SPT Masa PPN, maka akan dikenakan denda sebesar Rp 500.000,00 sesuai dengan UU KUP Pasal 7 ayat 1. Untuk administrasi pemenuhan kewajiban dalam melapor SPT PPN, sistem PPN yang diterapkan sesuai dengan struktur dan juga faktor penetapan penghitungan gaji karyawan di perusahaan.

Cara Mengisi SPT Masa PPN

Jika tidak ada barang masuk ataupun keluar dalam kegiatan operasional perusahaan, maka SPT PPN-nya menjadi nihil. Maka dari itu, Wajib Pajak atau PKP harus melaporkan SPT Masa PPN 1111 Nihil dengan menggunakan aplikasi E-Faktur berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Pasal 5 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-29/PJ/2015. Di samping itu, Wajib Pajak harus menyampaikan laporan SPT PPN dalam bentuk CSV dan PDF dari E-SPT.

Aplikasi E-Faktur Pajak

Yuk, download aplikasinya di Aplikasi E-Faktur Pajak Terbaru. Setelah itu, Anda bisa install dan registrasi Aplikasi E-Faktur Pajak Anda. Berikut ini tutorial cara pengisian SPT Masa PPN 1111 di aplikasi E-Faktur, antara lain:

  1. Pilih Lokal Database dan klik Connect
  2. Masukkan Username dan Password sesuai dengan setting awal untuk menginstall E-faktur
  3. Buka menu SPT pada aplikasi E-Faktur dan klik menu posting
  4. Pilih masa pajak dan tahun pajak sesuai dengan masa yang akan dilaporkan. Misalnya masa bulan Januari 2018, 01-01-2018. Isilah Pembetulan dengan kode 0, klik cek jumlah dokumen PKPM (Pajak Keluaran Pajak Masukan) apakah sudah sesuai. Setelah itu, klik menu posting sampai muncul keterangan Data SPT Berhasil Dibentuk
  5. Klik menu SPT, pilih menu Buka SPT. Akan muncul daftar SPT yang sudah Anda buat, pilih masa pajak, klik menu buka SPT untuk diubah
  6. Setelah itu, jika SPT PPN Anda menjadi nihil, maka Anda harus membuka induk SPT yang dipilih namanya Formulir Induk-11. Klik menu SPT, pilih Formulir Induk dan klik menu 1111
  7. Klik bagian VI, isi Tempat dan Tanggal Waktu Laporan, klik menu Simpan, jika muncul pesan Data Berhasil Disimpan, klik OK
  8. Setelah simpan, pilih kembali di menu SPT, klik menu Buka SPT, pilih masa pajak SPT yang akan dilaporkan, klik Buat File SPT (CSV), klik OK jika muncul pesan CSV SPT berhasil dibuat dan cetak SPT Induk beserta lampiran AB dalam SPT Masa PPN 1111.
  9. Simpan file PDF tersebut di Document dengan klik Save sampai dengan muncul pesan PDF SPT Induk dan AB Berhasil Dibuat, kemudian klik OK
  10. Cetak file CSV/PDF yang sudah tersimpan di file Document serta masukkan CSV/PDF dalam flashdisk
  11. Siap untuk dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan selanjutnya melaporkan SPT PPN di sistem E-Filling Pajak

Demikian informmasi tentang definisi, kewajiban pelaporan dan tutorial cara pengisian SPT masa PPN. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca!

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia