Minat jadi HRD? Ini dia daftar tugas dan gaji HRD

Minat jadi HRD? Ini dia daftar tugas dan gaji HRD

Apa itu HRD? HRD adalah Human Resource Departemen, di mana arah pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari perusahaan yang bertanggung jawab untuk sumber daya manusia (SDM) manajemen dalam bisnis.

Dari perencanaan sumber daya manusia, perekrutan, pengembangan, manajemen kinerja, penetapan gaji / upah, dan menumbuhkan hubungan kerja.

Yang lain mengatakan bahwa konsep pengembangan sumber daya manusia merupakan serangkaian kegiatan dalam organisasi yang sekarang terorganisir dan sementara dalam rangka meningkatkan kualitas kerja dan kemampuan karyawan.

Dengan kata lain, HRD adalah unit yang mengelola segala sesuatu pada karyawan, karyawan, manajer dan pekerja lain untuk mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan tertentu.

Fungsi HRD Secara Umum

Mengacu pada pengertian HRD dijelaskan di atas, pada dasarnya unit ini memiliki fungsi untuk menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Dalam prakteknya, fungsi SDM dapat dibagi menjadi dua bagian, internal dan fungsi eksternal.

1. Fungsi internal

Secara umum, fungsi internal dari Departemen Sumber Daya Manusia adalah untuk melakukan perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen, orientasi, pengembangan sumber daya manusia, manajemen kinerja, penetapan gaji / remunerasi, dan untuk mempromosikan hubungan kerja.

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga bertanggung jawab untuk akuisisi Sumber Daya Manusia pelatihan untuk bekerja sesuai dengan harapan masyarakat.

2. Fungsi Eksternal

Berfungsi memberikan Sumber Daya Manusia saran di luar tenaga kerja perusahaan. Namun, dalam kursus praktek harus mempertimbangkan kemampuan dan kemauan dari para pihak akan mengikuti saran tersebut.

Tugas dan Tanggung Jawab HRD

Tugas dan tanggung jawab dari unit sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan tergantung pada ukuran perusahaan, jumlah sumber daya manusia dan isu-isu lain yang diperlukan perusahaan.

Menurut pemahaman HRD dijelaskan di atas, untuk tugas-tugas HRD tertentu dan tanggung jawab adalah sebagai berikut:

1. Persiapan dan seleksi

Persiapan SDM (persiapan); dalam persiapan, pengembangan sumber daya manusia harus memperhitungkan internal dan faktor eksternal.

Dalam hal ini, dalam persiapan faktor internal meliputi jumlah kebutuhuhan sumber daya manusia, struktur organisasi, dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal dalam persiapan termasuk hukum perburuhan, pangsa kondisi kerja, dan lain-lain.

HRD Recruitment (rekrutmen); Ini adalah proses mencari karyawan potensial untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Dalam proses rekrutmen, HRD harus melakukan analisis pekerjaan dan menjelaskan deskripsi pekerjaan dan karakteristik pekerjaan.

Seleksi HR (seleksi); Ini adalah proses seleksi karyawan yang diterapkan kepada perusahaan untuk menemukan karyawan yang paling sesuai.

Dalam proses ini, CV merupakan perhatian utama, untuk tes awal dan wawancara psikologis, wawancara kerja, dan proses lainnya.

2. Pengembangan dan Evaluasi

Pengembangan dan evaluasi karyawan (pengembangan dan evaluasi) sangat penting untuk melakukan itu semua pekerja dapat membuat kontribusi yang maksimal kepada masyarakat.

Dalam proses ini, karyawan menerima briefing untuk mengendalikan lapangan dan meningkatkan kinerjanya.

3. Kompensasi dan perlindungan

Gaji adalah remunerasi kepada seorang karyawan atas kontribusinya kepada masyarakat.

Kompensasi ini dilakukan secara teratur oleh perusahaan tempat dia bekerja, dan harus sesuai dengan kondisi kerja yang ada di pasar lingkungan luar untuk isu-isu perburuhan atau menghindari kerusakan masyarakat.

4. Mengembangkan dan memastikan pelatihan karyawan

Produktivitas karyawan adalah penting bagi perusahaan untuk dapat berjalan lagi. produktivitas karyawan yang baik tentu akan menjadi perusahaan tumbuh lebih cepat, jika tidak, jika produktivitas menurun, perusahaan akan menurun. Untuk mengatasi kebiasaan ini sekarang hadir masalah ke departemen sumber daya manusia.

HRD harus mampu memberikan pelatihan pada pekerjaan yang seharusnya dilakukan, menjalankan fungsi misi dan visi sendiri bahwa karyawan memahami dan dapat melaksanakan visi dan misi yang telah terbukti, dan isu-isu lainnya pada pengembangan karyawan berkualitas.

5. Mengevaluasi tingkat kehadiran karyawan

Salah satu fungsi SDM bertanggung jawab untuk tingkat partisipasi karyawan. HRD harus mampu pendisiplinan karyawan yang tersebar efek negatif pada masyarakat.

Salah satu efek negatif yang tidak boleh didistribusikan adalah masalah disiplin pegawai. Karyawan yang disiplin cenderung lebih sering hadir di perusahaan.

Oleh karena itu, HRD ditugaskan untuk mengevaluasi tingkat ketidakhadiran yang tinggi. HRD ditugaskan untuk menilai tingkat absensi, mencatat karyawan sering sakit, terlambat dan tidak hadir tanpa otorisasi.

Besaran Gaji HRD

Mengenai gaji HRD tentu saja berbeda dari perusahaan ke perusahaan lain. Sementara itu, perusahaan dengan program kelas menengah yang besar diberikan upah nominal untuk jajaran manajer/HRD yang berbeda.

Namun, tidak ada salahnya jika Anda tahu gaji nominal terkait dengan menerima seorang manajer sumber daya manusia. Tidak ada sedikit orang yang berpendapat bahwa HRD tidak begitu menguntungkan di sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, gaji HRD cendrung tinggi ketika dibangun setelah bisnis secara umum lebih maju dan berkembang.

Adapun perusahaan yang baru didirikan atau masih rendah, fungsi HRD biasanya dipegang oleh Direktur atau pemilik perusahaan.

Tidak seperti perusahaan besar yang benar-benar membutuhkan kinerja dan fungsi dari garis keturunan. Mereka dibangun untuk kualitas sumber daya manusia dan mampu berfungsi secara optimal untuk kemajuan perusahaan.

Relatif Gaji HRD

Gaji HRD di perusahaan multinasional rata-rata adalah sekitar Rp 35 juta-45 juta/bulan. Pasalnya, perusahaan ini terkenal di dunia. Posisi menjadi manajer dapat dicapai dalam waktu yang lama, yang dapat puluhan tahun. Dalam melakukannya, kesetiaannya tidak bisa dipertanyakan.

Sementara itu, gaji HRD di sebuah perusahaan nasional yang relatif besar seperti bank atau perusahaan itikad baik nasional sekitar 25-35 juta per bulan.

Untuk direktur sumber daya manusia di gaji dari bisnis lokal pada skala yang lebih kecil (intermediate) adalah sekitar 10 juta ke 15 juta per bulan.

Namun, di sejumlah perusahaan kecil, gaji HRD sekitar Rp 8-12000000 per bulan.

Dengan beberapa gambar di atas seperti yang tertulis, Anda akan lebih akrab dengan sistem penggajian pada saat yang sama bahwa gaji, seorang HRD menerima setiap bulan. Kesimpulannya, ukuran gaji yang diterima tergantung pada posisi keuangan perusahaan atau pembiayaan yang bersangkutan.

Sementara perusahaan besar dengan omset besar, maka sangat mungkin membayar adalah harga dari seorang manajer dapat puluhan Hingan puluhan juta Rupiah.

Bagaimana seharusnya HR manajemen modern bekerja?

Bagaimana seharusnya HR manajemen modern bekerja?

Tidak bisa dipungkiri bahwa seiring dengan kemajuan teknologi informasi manajemen sumber daya manusia juga mengalami perubahan, oleh karenanya kita yang berada di divisi HRD harus bisa beradaptasi.

Perubahan yang terjadi juga bukan tanpa maksud dan tujuan, yakni memiliki alasan untuk efisiensi waktu dan biaya. Oleh karena itu saat ini banyak software HR bermunculan yang menawarkan fitur manajemen dan automation yang canggih, yang dapat memudahkan penggunanya.

Berkaitan akan perubahan tentang cara pengelolaan SDM dari yang tradisional ke modern atau HR digital, juga mengalami beberapa kendala, beberapa di antaranya adalah software yang tidak easy to use, pengguna (HRD) tidak dapat beradaptasi, sampai software HR yang tidak dapat mengakomodir regulasi perusahaan.

Oleh karenanya penting bagi kita sebagai HRD untuk menemukan sebuah software HR yang penggunaannya mudah dipahami, fitur lengkap, serta yang terpenting fleksibel untuk semua perusahaan sehingga segala regulasi perusahaan apapun dapat terpenuhi.

Dan bagaimana seharusnya software HR modern manajemen bekerja, dan memudahkan tugas dari HRD? Berikut adalah uraiannya.

Baca juga : Pakai sosmed untuk media perekrutan? Ini tipsnya! 

Cara software HR modern membantu anda

One for all

Software HR zaman sekarang harus memiliki banyak fitur yang dapat membantu HRD dalam mengerjakan hal lainnya, seperti fitur penghitungan penggajian dan absensi.

Terintegrasi dengan perangkat lain

Syarat ini menjadi penting mengingat banyak perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang sangat banyak membutuhkan pengelolaan data yang terpusat. Contoh pengelolaan absen karyawan seluruh cabang yang dapat dikelola dari satu tempat, dan juga aktivitas adminstrasi karyawan dapat dipantau dikerjakan dari pusat.

Fleksibilitas dan aksesbilitas tinggi

Guna mendukung kinerja HRD dalam pengelolaan SDM di perusahaan software HR harusnya dapat mempermudah akses tersebut, contohnya memungkinkan software tersebut dapat di akses dimana saja, kapan saja (online) dan dapat dibuka dari gadget apapun (smartphone, tablet, laptop).

Dengan begini tidak ada pekerjaan HRD yang berkaitan dengan tata kelola dan tata laksana SDM terhambat, semua dapat dikerjakan segera mungkin.

Layanan mandiri karyawan

Apa yang dimaksud dengan layanan mandiri karyawan? Layanan mandiri karyawan atau self service bertujuan untuk memberikan akses kepada seluruh karyawan dalam melakukan adminstrasi kepersonaliaan mereka sendiri.

Dengan memberikan akses ini pelayanan adminstrasi seperti pengajuan izin, pinjaman, lembur dan lainnya menjadi lebih cepat, dan para Approver juga bisa lebih cepat dalam memberikan keputusan.

Beberapa software HR seperti Aplikasi PayrollBozz memberikan fitur self service employee kepada seluruh karyawan di aplikasi smartphone, Fitur ini memungkinkan semua karyawan melakukan pengajuan dan absen dari aplikasi, begitu juga decision maker untuk mengambil keputusan (Approve atau reject) via smartphone.

Memiliki automation

Automation selain bermanfaat untuk meringankan pekerjaan HRD juga memiliki manfaat lainnya yakni meminimalisir kesalahan.

Contoh yang paling sering terjadi adalah kesalahan penghitungan gaji karyawan, hal tersebut bisa disebabkan kesalahan perhitungan dengan menggunakan metode tradisional, yakni kalkulasi secara manual.

Dengan menggunakan automation system hal seperti ini bisa terhindari, karena semua penghitungan dilakukan oleh sistem, tentunya sistem penghitungan juga telah disesuaikan dengan komponen-komponen penggajian yang sebelumnya telah dirumuskan.

Kesalahan penghitungan pajak, BPJS, dan penggajian dapat diminimalisir apabila menggunakan software HR & Payroll. Namun perlu dicatat sebaiknya kita memilih software yang sudah bisa menerapkan aturan penggajian, pajak, dan lainnya sesuai UU dengan baik.

Keamanan yang lebih baik

Keamanan dari manipulasi data yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab juga peril kita pikirkan. Software HR modern bekerja dengan menjaga data transaksi lebih aman, tidak ada campur tangan orang selain sistem yang bekerja.

Dengan begini data-data yang ditampilkan di laporan juga sesuai, misalnya data absensi karyawan yang akurat mulai dari kedatangan, jam pulang, lembur, izin dan lainnya semua asli tanpa manipulasi, sehingga pembayaran gaji pun bisa lebih akurat.

Baca juga : Tips mengoptimasi iklan lowongan kerja di Linkedin

Dukungan dari developer

Sama seperti layanan after sales setelah kita membeli barang di toko, dukungan dari developer setelah kita memutuskan software mereka juga penting. Setiap software HR yang di buat oleh developer berbeda-beda, oleh sebabnya walaupun kita telah berpengalaman menggunakan software HR modern belum tentu bisa menggunakan software yang lainnya.

Pastikan pengembang software tersebut memberikan fasilitas training bagi para konsumen barunya, dan tim IT support untuk membantu konsumen yang mengalami kesulitan dalam menjalankan software HR mereka.

Hemat dan paperless

Dengan menggunakan software HR modern seharusnya perusahaan juga bisa melakukan penghematan, termasuk biaya dan waktu. Tidak hanya dapat menghemat dalam segi financial menggunakan HR software zaman sekarang juga dapat mengurangi penggunaan kertas karena semuanya sudah dikerjakan digital.

Demikian adalah pemaparan tentang bagaimana cara kerja software HR modern bekerja, untuk membantu HRD perusahaan dalam mengelola SDM, payroll dan data absensi karyawan.

Perhatikan!! Begini Sistem Reward dan Punishment Perusahaan yang Tepat

Perhatikan!! Begini Sistem Reward dan Punishment Perusahaan yang Tepat

Saat ini setiap organisasi sedang menghadapi tantangan terbesar dalam mengelola organisasi untuk mencapai titik keseimbangan. Salah satu tantangan tersebut adalah pengelolaan kinerja karyawan yang akan mempengaruhi kinerja unit kerja dan sehingga menguntungkan pihak perusahaan. Salah satu pengelolaan kinerja karyawan adalah sistem reward dan punishment dalam pekerjaan berdasarkan penilaian kinerja karyawan (merit-based system). Kedua sistem ini telah lama dikenal di dunia kerja.

Pemberlakuan sistem reward dan punishment merupakan hal penting yang digunakan oleh perusahaan untuk memotivasi karyawan demi kebaikan dan meningkatkan prestasi karyawan. Berikut ulasan lengkap tentang sistem reward dan punishment dalam perusahaan.

“Carrot and stick” artinya “reward and punishment”.

Pengertian dan Fungsi sistem Reward perusahaan

Istilah dalam reward adalah hadiah, penghargaan dan insentif, yang merupakan suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, buruh dan atau suatu lembaga. Reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para karyawan agar mereka dapat bekerja tidak hanya untuk mencapai tujuan organisasi. Tetapi juga untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.

Adapun 3 fungsi penghargaan yang berperan dalam pembentukan tingkah laku karyawan:

  1. Memperkuat motivasi untuk meningkatkan kepercayaan karyawan yang bekerja dalam menciptakan kinerja yang baik
  2. Memberikan tanda bagi karyawan dengan kemampuan lebih
  3. Bersifat universal

Contoh sistem Reward perusahaan

Setiap perusahaan yang menawarkan reward besar bagi karyawan yang berprestasi dan mampu mencapai target dan tujuan tertentu. Berikut 5 jenis reward yang diterima oleh para pekerja, antara lain:

1. Pujian tulus, salah satu bentuk reward yang tidak dapat diberi dengan uang. Pujian yang tulus dapat mengena dalam hati dan membuat karyawan lebih termotivasi.

2. Kenaikan gaji bulanan merupakan salah satu bentuk reward yang sangat pantas diberikan perusahaan kepada karyawan yang telah setia kepada perusahaan, atau karyawan dengan produktivitas yang sangat baik. Kenaikan gaji bulanan juga memberikan promosi kenaikan jabatan dan posisi yang lebih tinggi kepada karyawan tersebut.

3. Uang bonus dan atau voucher bagi karyawan dengan kinerja dan dedikasinya yang mampu membawa perusahaan mencapai tingkat prestasi dan atau kemajuan tertentu.

4. Hadiah berupa penghargaan tahunan, merupakan ajang puncak keberhasilan perusahaan secara tahunan. Ajang tersebut berperan besar bagi perusahaan yang ingin merayakan keberhasilan bersama teman kantor.

5. Akomodasi liburan kepada karyawan tetap yang ingin jalan-jalan sambil belajar ke luar negeri dan atau melepas penat di sela-sela kesibukan kerja. Pemberian akomodasi liburan terkadang nilainya jauh di atas pemberian bonus.

Pengertian dan Fungsi sistem Punishment perusahaan

Kebalikan dari reward adalah hukuman atau sanksi (punishment) yang digunakan oleh perusahaan untuk merubah perilaku para karyawan, dengan mempertimbangkan waktu, intensitas, jadwal, klarifikasi dan impersonalitas. Berikut 3 fungsi hukuman yang berperan dalam pembentukan tingkah laku karyawan:

  1. Membatasi perilaku karyawan untuk mencegah terjadinya pengulangan tingkah laku mereka yang tidak sesuai
  2. Bersifat memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik
  3. Memperkuat motivasi karyawan untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan

Contoh sistem Punishment perusahaan

Punishment hanya diberikan kepada karyawan yang melakukan kesalahan terhadap perusahaan. Cara yang efektif untuk dilakukan dalam memberikan punishment dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu:

1. Sanksi berat dapat berakibat pada turunnya jabatan atau bahkan dibebaskan dari jabatan, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Caranya adalah memberikan konseling khusus karyawan yang kedapatan pelanggaran dalam bekerja, dan setelah pemberian surat peringatan (SP) pun tidak ada perubahan. Tujuannya adalah mengetahui permasalahan apa yang dialami karyawan, sehingga dia bisa kembali bekerja secara optimal.

2. Sanksi sedang dapat berakibat pada pemotongan gaji dan atau tunjangan tidak tetap bagi karyawan yang kedapatan melakukan pelanggaran dengan sengaja. Hal itu dapat membantu karyawan lebih berhati-hati dalam bekerja supaya gajinya tidak akan dipotong lagi.

3. Sanksi ringan biasanya diberikan dalam bentuk teguran, baik lisan maupun tulisan. Jika karyawan yang kedapatan melakukan pelanggaran, maka dia akan diberikan teguran beserta alasan dan maksud tujuan itu. Dengan teguran ringan, diharapkan bahwa karyawan tersebut mau berubah.

Demikian informasi tentang sistem reward dan punishment perusahaan yang tepat. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Cara membuat KPI Sales dan Marketing

Cara membuat KPI Sales dan Marketing

Peningkatan kepuasan pelanggan terhadap produk yang dijual, antusiasme karyawan dan perusahaan dengan reputasi terbaik merupakan ketiga karakteristik perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran. Ketiga karakteristik tersebut adalah Key Performance Indicator (KPI) Sales dan Marketing, yang diterapkan dalam mengikuti tips meningkatkan produktivitas marketing perusahaan Anda. Artikel kali ini membahas tentang KPI Sales dan Marketing.

KEY PERFORMANCE INDICATOR

Definisi KPI

Key Performance Indicator (KPI) disebut juga Key Success Indicator (KSI) adalah sebuah nilai terukur yang memberikan informasi sejauh mana perusahaan dapat mengukur mengukur kinerja karyawan dan memastikan mereka tetap pada jalur untuk memperbaiki dan atau mencapai target kerja perusahaan yang sesuai dengan tujuan bisnis. Hal itu membantu para manajemen bisa tahu tentang aspek atau komponen apa saja yang membuat karyawan tersebut unggul. Sehingga dapat tercipta mekanisme penilaian karyawan yang obyektif.

KPI Sales dan Marketing bisa juga salah satu ukuran kuantitatif yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan atau tenaga pemasaran dalam hal memenuhi tujuan strategis dari program yang dijalankan oleh bagian penjualan dan pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu proses yang berkelanjutan tentang perencanaan dan pelaksanaan bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P (Product, Price, Place, Promotion). Pemasaran yang tujuannya untuk menciptakan pertukaran antara karyawan atau tenaga pemasaran dan perusahaan.

Pengukuran KPI

Berikut 6 hal penting harus diketahui dalam pengukuran kinerja para karyawan yang bekerja di bidang sales dan marketing ini.

  1. Sales revenue atau pendapatan penjualan merupakan ukuran yang biasanya dijadikan sebagai acuan utama dari pengukuran efektivitas suatu kinerja bisnis pemasaran. Bentuknya berupa persentase pertumbuhan omset serta pendapatan yang diterima dalam satuan Rupiah.
  2. Berbeda dengan sales revenue, sales volume atau volume penjualan yang biasanya dijadikan sebagai acuan pengukuran penjualan itu sendiri. Sales volume diukur dalam bentuk unit, barang, produk dan atau jasa yang terjual.
  3. Market share atau saham pasar yang acuan pengukurannya adalah pangsa pasar dari produk yang dijual dibandingkan dengan produk sejenis dari pesaing. Bentuknya berupa persentase dari angka pangsa pasar yang diambil dari berbagai jenis produk dari berbagai jenis industri.
  4. Untuk mengukur indeks kepuasan pelanggan terhadap produk dan atau jasa yang ditawarkan, pengukurannya dilakukan dengan customer satisfaction index. Skor dalam pengukuran ini skalanya sebesar 1-5 atau 1-10. Angka ini bisa diperoleh dari riset lembaga independen yang melakukan penelitian untuk pengukuran tersebut.
  5. Untuk mengetahui sejauh mana konsumen tahu dan menyukai produk dan atau jasa yang ditawarkan dari segi merek (brand) suatu perusahaan, pengukurannya dilakukan dengan brand awareness index. Skor dalam pengukuran ini skalanya sebesar 1-5, demikian juga untuk mendapatkan nilainya.
  6. Diukur dengan menggunakan customer acquisition and retention, perusahaan bisa meneliti berapa jumlah pelanggan, baik pelanggan lama, yang bertahan maupun pelanggan baru. Ukuran jumlah pelanggan ini juga dipisahkan dari jumlah belanja atau pendapatannya. Jika pendapatan setiap pelanggan dan jumlah belanja ini naik, maka pendapatan perusahaan pun akan semakin naik.

Daftar KPI Sales dan Marketing

KPI Sales dan Marketing dapat membantu memberikan wawasan bagi karyawan yang tidak bersentuhan dengan penjualan, kemudian akan terlibat dalam penyusunan Balance Scorecard (BSC) di perusahaan. Berikut 9 daftar KPI di bidang Sales dan Marketing, antara lain:

1. Persentase pertumbuhan pendapatan penjualan (sales revenue) yang diukur dalam unit persentase: %

2. Jumlah sales revenue per kategori produk yang diukur dalam satuan harga (Rupiah)

3. Rasio jumlah total biaya iklan atau pemasaran yang dibandingkan dengan jumlah pertumbuhan nilai penjualan yang diiukur dalam satuan harga (Rupiah) untuk mengukur efektivitas apakah sebuah iklan atau pemasaran yang dilakukan telah memberikan hasil yang memadai.

4. Jumlah produk baru yang dikembangkan dibandingkan dengan produk kompetitor. Pengukurannya dalam bentuk angka.

5. Nilai merk (brand value) disesuaikan dengan tingkat persepsi pelanggan yang diukur dalam satuan indeks.

6. Tingkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction) terhadap produk yang diukur dalam satuan indeks.

7. Persentase dari kesesuaian antara peramalan dari permintaan barang dengan permintaan riil yang diukur dalam unit persentase: %

8. Tingkat profitabilitas produk per kategori produk dan atau jasa yang diukur dalam satuan harga (Rupiah).

9. Persentase dari biaya iklan atau promosi terhadap total sales revenue yang diukur dalam unit persentase: %

Demikian informasi tentang cara membuat KPI sales dan Marketing. Semoga bermanfaat bagi para pembaca!

Cuti bersama lebaran masih masuk ? Ini dia Tips kerja saat cuti lebaran

Cuti bersama lebaran masih masuk ? Ini dia Tips kerja saat cuti lebaran

Tips kerja saat cuti lebaran – Hari raya idul fitri adalah hari raya keagamaan di Indonesia yang memiliki jadwal cuti bersama, itu sebabnya lebaran menjadi kesempatan bagi semua orang untuk melaksanakan silaturahmi ke kampung halaman, terlebih cuti lebaran tahun ini adalah yang terpanjang yang pernah di adakan.

Namun tidak semua perusahaan atau instansi meliburkan karyawannya, ada beberapa perusahaan yang berada di industri jasa dan pelayanan yang harus tetap berjalan, karena tanggung jawab perusahaan.

Dan supaya perusahaan tetap beroperasi maka harus ada karyawan yang “menjaga gawang”, nah bagi anda karyawan yang harus bekerja di hari libur atau kena jatah menjadi “penjaga gawang” mungkin bisa mengikuti tips-tips dibawah ini, agar tetap bisa produktif di hari libur.

Tips kerja saat cuti lebaran

Atur ulang jadwal liburan anda

Merayakan lebaran memang paling afdol jika bersama keluarga besar, namun walau begitu berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga tidaklah harus tepat di hari H.

Anda bisa merayakan lebaran dan bersilaturahmi bersama keluarga setelah hari raya. anda bisa mengambil jatah cuti setelah mendapatkan giliran libur untuk berkunjung ke rumah sanak famili.

Keuntungan dari pergi setelah moment-moment idul fitri adalah jalanan dan tempat objek wisata juga lebih sepi, ya memang sisi negatifnya anda tidak bisa kumpul keluarga secara lengkap.

Bernegosiasi tentang pekerjaan

Tips kerja saat cuti lebaran yang satu ini mungkin bisa benar-benar membantu, walaupun sebenernya kemungkinannya kecil untuk bisa negosiasi soal kerjaan yang dibawa pulang ke rumah.

Ada beberapa pekerjaan dan tugas-tugas yang sebenernya bisa di kerjakan tanpa harus ke kantor, yang penting selesai tepat waktu. dengan memanfaatkan kebijakan perusahaan mungkin permintaan anda bisa di penuhi.

Namun apabila hal tersebut tidak memungkinkan anda bisa bernegosiasi soal waktu, agar tetap tidak ketinggalan mobil lebaran. Seperti contohnya kamu bisa masuk di hari H sampai H+2, kemudian digantikan oleh orang lain.

Dengan begitu anda akan bisa ikut libur lebaran di hari berikutnya sampai masa cuti bersama berakhir, dan menanyakan kepada atasan untuk kemungkinan mengambil cuti setelah cuti bersama.

Tetap produktif

Bekerja dibawah bayang-bayang liburan memang tidak mengnenakan, terlebih waktu yang seharusnya kita habiskan bersama keluarga besar malah dihabiskan untuk bekerja.

Namun walau begitu kita tidak boleh mengesampingkan profesionalitas, tugas adalah tugas yang menjadi kewajiban. tipsnya adalah anda bisa membuat daftar tugas, kemudian nyalakan musik agar pikiran tetap rileks.

Jangan buka sosial media saat kerja di hari cuti

Menyedihkan memang disaat orang lain liburan dan bertemu dengan famili anda justru terjebak di kantor besama tumpukan pekerjaan. Nah demi tetap menjaga produktivitas kerja usahakan anda tidak membuka sosial media.

Karena membuka sosmed akan membuat fokus anda bubar, tidak hanya itu perasaan iri dan malas pun karena melihat postingan teman yang sedang berlibur di kampung halaman.

Demikian adalah tips-tips kerja saat cuti yang bisa anda praktikan, tetap jaga produktivtas anda walau harus bekerja di hari cuti, dan bersamaan artikel kali ini juga kami dari tim Payrollbozz mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1439H, mohon maaf lahir dan batin.

Tren HR 2019

Tren HR 2019

Tak terasa kita sudah Memasuki pertengahan tahun 2018, rasa-rasanya baru kemarin kita membuat wishlist dan resolusi baru di tahun ini. Dan selalu setiap tahun memiliki trennya masing-masing, termasuk tren HR 2018 ini.

Walaupun tidak ada yang benar-benar mencolok dengan tren HR dari tahun sebelumnya, namun transformasi HR adalah sesuatu yang wajib kita ikuti terutama bagi para pemilik perusahaan maupun manajer HRD.

Masih banyak waktu dan ruang bagi kita untuk memperbaiki atau meningkatkan efiseinsi SDM, Tahun 2018 ini akan menjadi campuran kemajuan teknologi dan perubahan dalam pola pikir tentang bagaimana memimpin dan mengawasi tenaga kerja dan operasi perusahaan.

Dengan itu, mari kita lihat 10 tren HR 2018 sebagai bahan referensi dan evaluasi untuk pengelolaan SDM.

7 TREN HR 2018

1 ) Memahami karyawan

Banyak para pemimpin perusahaan mulai menyadari bahwa karyawan bukanlah sekedar mesin yang menggerakan bisnis, melainkan sebuah kekuatan utama.

Tak bisa dipungkiri seiring berjalannya waktu dan pekembangan teknologi membuat pengalaman karyawan semakin matang, ini yang membuat mereka pantas untuk dijadikan sebagai asset.

Oleh karena itu mendengar dan memahami keinginan, kebutuhan, dan kemampuan mereka membantu membangun tenaga kerja yang berkinerja tinggi dan tangguh.

2 ) Work remotely

Tren kerja jarak jauh mungkin bukanlah sesuatu yang baru, tetapi belum banyak perusahaan yang memaksimalkan teknologi informasi untuk metode atau cara kerja baru karyawan mereka.

Tidak mudah memang mengawasi karyawan yang bekerja di tempat lain, Namun perusahan bisa menyiasatinya dengan memberlakukan fleksibel worktime bagi para pekerja profesional.

Tren seperti ini sangat populer di kalangan profesional muda dari Amerika Serikat dan Eropa. Meskipun produktivitas pekerja jarak jauh telah menjadi topik hangat, penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan rekan kantor mereka, pekerja jarak jauh lebih produktif.

3 ) Posisi yang tidak aman di pasar bisnis

faktanya saat ini tidak ada satu perusahaan manapun yang bisnisnya tidak terancam. Hal tersebut disebabkan oleh munculnya produk dan layanan baru serta evolusi teknologi yang cepat.

pendekatan yang tidak konvensional diperlukan untuk mempertahankan status perusahaan Anda. Start-up kecil dapat mengubah seluruh industri secara terbalik. 2018 akan mengharuskan CEO dan tim mereka untuk waspada dan selalu mengikuti perkembangan terbaru.

4 ) Menggunakan analisis dan algoritma saat perekrutan

Tren HR 2018 memang mengacu pada pemanfaatan teknologi, tidak terkecuali saat melakukan perekruran karyawan. Beberapa HRD senior mungkin tidak terlalu senang dengan ide mengandalkan algoritma, namun, terbukti jauh lebih dapat diandalkan daripada naluri manusia yang bias.

Dengan menggunakan algoritma pada resume digital untuk mengidentifikasi kandidat dengan ciri-ciri yang disukai jauh lebih baik. Dan juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak mengabaikan atau melewatkan pelamar yang berpotensi.

5 ) Memberikan sorotan pada pelamar pasif

Sayangnya saat ini banyak perusahaan yang masih atau lebih memilih karyawan yang berstatus kerja, dibandingkan dengan karyawan yang tidak. padahal mereka yang aktif juga belum tentu memiliki skill yang memupuni atau memenuhi kriteria yang perusahaan butuhkan.

Mencari kandidat yang pasif akan memperbesar peluang perusahan mendapatkan karyawan seperti yang mereka butuhkan.

Media sosial, pencarian hashtag, sub-forum, dan sarana komunikasi online lainnya adalah cara yang mudah dan simpel dalam mengidentifikasi bakat pelamar yang pasif.

6 ) Teknologi menyingkirkan tenaga kerja

Perkembangan teknologi memangkas tenaga kerja manusia. salah satu contohnya adalah keberadaan software HR yang mampu menggeser perang admin-admin HRD.

Penggunaan software HR terbukti bisa mengelola data SDM lebih baik, cepat dan akurat dibandingkan mengandalkan admin HRD. Namun jangan khawatir karena mereka yang memiliki kemampuan profesional bisa menjadi konsultas, yang mana saat ini cukup dibutuhkan.

7 ) Digitalisasi SDM

Tren HR 2018 yang terakhir adalah bisa dikatakan yang paling penting saat ini, yakni digitalisasi tempat kerja itu sendiri. Saat ini hampir setiap perusahaan sedang mengalami transformasi digital.

Setiap aspek bisnis sekarang dapat diubah dengan Cloud, komputasi mobile, dan peningkatan otomatisasi. Penggunaan software-software pembantu yang semakin marak di perusahaan ini bukan tanpa alasan.

pasalnya mereka percaya dengan menggunakan software atau aplikasi dapat memangkas waktu adminstrasi dan juga lebih efisien, serta dapat di akses secara online sehingga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

7 Simple Things You Can Motivate Yourself

7 Simple Things You Can Motivate Yourself

Although you are assumed as the ones who are capable of running in multitasking mode, nobody concludes that you are a robot. Here human is different from the other things. Sometimes you want for a moment to take a break while there are many unfinished things to do. There are a plenty of deadlines which you should complete and sometime can make you feel stressed. However, life must go on. No matter what happens you should keep yourself to run steadily. Thus, it is meaningful to know the ways how to motivate yourself.

Things to Boost Your Motivation

1 ) Taking a break

how-to-motivate-yourself-1

You probably can rush your time to work on many things and get your target immediately. However, the quality of your works can be the second aspect. In this case, it is better for you to take a break for a while to return you to find your optimal performance.

2 ) Sharing the good of you

how-to-motivate-yourself-2

Another way how to motivate yourself is to share what you have already done in good ways. As the result, your surrounding people are likely to appreciate in positive responses. Thus, you will obtain more power to go on the future achievements. The benefit of this tip is to inspire your surrounding people to do the same way.

3 ) Remembering your death

remembering-your-death-3

As you remember about that day, you simply remember about what you have done. You probably also question how many legacies you have already resulted. The sharp point here is whether you have been a beneficial person or not. Some people even plan their death for the purpose of maximizing their time for the positive things.

4 ) Celebrating the little champion

how-to-motivate-yourself-4

To celebrate your win also means that you are the person who wants to share the happiness with your surrounding people. Many executives in the great companies implement this simple tip to motivate yourself to obtain the support from the working partners and inspire them to collectively achieve the corporate goals. Thus, there will be more people who feel happy.

5 ) Arrange the realistic list of to-do

how-to-motivate-yourself-5

The next way how to motivate yourself is closely related to the realistic plan. Some people feel much obsessed as they are asked to enlist their wishes. In fact, everyone is different and you should achieve them step by step. In arranging the plan, it is better for you to be realistic. With the realistic setup, it is possible for you achieve them and then you will be more motivated to run for the other target. It is likely to be the wise way how to motivate everyone.

6 ) Set yourself free

how-to-motivate-yourself-6

It is not wise to compare your achievements from the others. What you have already achieved by bursting out everything that you own will be pointless as you always try to compare with your neighbors. Everyone has already known that your plan can be as not good as you implement and the reality is not always as bad as you think. You are the one who knows you how to be motivated.

7 ) Think positive

how-to-motivate-yourself-7

As you decide to wake up an earlier, you may not perceive that it decreases your sleep time. In fact, you have more time to deal with your productive activity. Suppose you wish to be different, your real action can contribute to the significant result which is the necessary thing that you have got to do.

Description: It is necessary for you to consider some simple ways to turn yourself to be always motivated. The following tips how to motivate you can be meaningful to practice.

How to Write Sales Marketing Resume Correctly?

How to Write Sales Marketing Resume Correctly?

Writing a resume can be a difficult task for some people. Yes, it is sometimes difficult for some of them if they don’t know what important parts of a resume are. There are a lot of things that you need to write, add, check, rephrase, check, double and triple check. And sometimes, you still have some things missing. Wow, it is very problematic. And well yeah, these are few things about sales marketing resume that looked by a manager when she or he looks for a good sales marketing.

Try to Write Your Own Resume on Sales Marketing

sales-marketing-resume-1

There are some ultimate things you need to understand when you write a sales marketing resume. They are: length, writing quality, formatting, school/college/concentration/major, dates of employment, hobbies, and interest. Let’s discuss them one by one. Here is how to write a resume for sales marketing.

1 ) Length

One ultimate point about sales marketing resume is the length. You need to limit your resume just in one page. It will only take 6 seconds for the hiring manager to decide whether she or he loves your resume or not. If they love it, they will continue reading. If they don’t like it, well, your resume will be skipped. So, the chance that they will go on to the next page is gone. If you have a lot of achievements and experiences, it is okay to make another page, but one more page? No.

2 ) Writing Quality

The next ultimate thing is the writing quality. What does it mean? Well, the hiring manager will quickly throw the resume that has spelling errors. And it sometimes goes with some simple spelling mistakes. Presenting data and writing the data in the meaningful way is one kind of critical skill for many positions. Use concise sentences in order to convey the accomplishment and performance you have. The verb tense must be consistent as well.

3 ) School / Concentration

One of ultimate tips on how to write sales resume is about the school from where you graduate.  It is sometimes confusing, what is the more important? The field you study or the school. But it often depends on the job you apply for. In the most cases, the degree you have must have ultimate role that makes sense. The manager will consider the position with what you have done in your school or college. For example, for sales marketing, it does not always have marketing majors, but the manager will hire marketing team form creative students such as graphic design, liberal arts, or writing.

4 ) Interest and Hobbies

The last important thing about sales marketing resume is about the interest and hobbies you have. You need to consider this. Your hobbies sometimes can be one consideration for the company or the hiring manager. If you apply sales marketing position, of course skill such as skydiving and swimming are not relevant and have no role in your job. But, they sometimes think that you are a risky taker that can manage the money. So, what do you think about those tips? Do you have more tips on writing a resume for applying a job as a sales marketing? If yes, let’s share.

Description: Sales marketing resume must have good spelling and communication skills. It is used as sales marketing concerns on the front part for the consumers in a company.

5 Important Reasons Why Every Junior HR Professional Should Have a Mentor

5 Important Reasons Why Every Junior HR Professional Should Have a Mentor

How to become a professional HR? It is complicated question, but there is the answer for it. You can always develop your skill and knowledge through some ways. You can join a group of discussion, seminar, or you can also have a partner in the workplace. But, what is the most ultimate when you are a junior HR professional and wants to be a professional HR? Having a mentor could probably be the best answer!

There have come times in which you are judged by some people. They say that your work is not good or even not as good as theirs. But, a Junior HR professional needs someone to criticize her or him to make the work better. So, this is the function of a mentor. She or he is going to pin point the shortcomings you have in the way that he or she will not affect the self-confidence or morale of you. Mentor will make your mistake seen by you not only others as we, as human beings, often make mistakes. Mentor will help you from falling to pitfalls in the career you have. So, here are 5 ultimate reasons on why junior HR professional needs a mentor. And why it will answer on the question on how to become a professional HR.

Why Having a Mentor Is a Must for Junior HR

how-to-become-a-professional-hr-1

 

  1. A mentor will help you a lot in setting your things straight. It is done by providing constructive as well as relentlessly and honest feedbacks for your actions and perceptions. Knowing some weaknesses from the perspective of someone who is more experienced will make it easier to work actually on those.
  2. Mentor function to be HR professional can be the one that will give you more knowledge. It is called as knowledge exchange. You will have a 2 way relationship with your mentor. So, you need to interact in the way that it sheds some light to your perception of an event and a thing.
  3. Why a mentor is important when you ask about how to become a professional HR is that a mentor can be one example for you. Just like a child who grows into an adult from the example of their parents, you will forward the career by the mentor’s guidance. You will know what are needed to do, specific responsibilities, etc.
  4. Another thing why you need a mentor is that a mentor is the one who knows well the tools and trade to get you through the destination you intend. You will master some small details that make up a big picture. You will see the small details in for your performance.
  5. The last reason why a mentor is needed is that you can adapt mentality as well as the mindset of a successful mentor. You can achieve success by doing this. When you start doing and acting things that they have done, you will see advantageous results in a quick and right time. So, if you decide to be a professional HR, find the best mentor from now on.

Description: How to become a professional HR can be achieved by the help of a mentor. So, make sure that you find a leading figure in your field/company to be the mentor leading your success.

5 easy steps to resolve the problem of human resources that you need to try

5 easy steps to resolve the problem of human resources that you need to try

The Problem is something that is always present in human life ranging from small to large problems. Everyone has his own way of solving the problem. Each issue should be resolved properly with the best solution to solve it. Although everyone has a different opinion on solving the problem, there are five ways that can be used as a reference to address the problem, especially in the world of workplace with HR problem solving techniques.

Worth-Trying HR Problem Solving Techniques

1 ) Identify the problem

hr-problem-solving-techniques-1

Find a problem that really becomes the problem to be solved. If necessary, ask yourself if this is really the major problem being faced. Find the root of the problem with a view from all sides while thinking about a variety of solutions that can help to solve the problem. No need to think of other things as a secondary character in the matter. Just identify the main problem that is happening in the place. The other problems that follow can be considered again later.

2 ) Analyze the problem

hr-problem-solving-techniques-2

Right after finding the root of the problems, gather much information about the situation that is causing a problem develops. Discover facts that exist to determine who is likely to be involved in it. It is necessary to then gather these people together and find solutions together to overcome these problems. After all information is acquired, developed possibilities that could be done. In the HR problem solving techniques, group process is best way to find the best solution.

3 ) Develop the Plan

hr-problem-solving-techniques-3

Develop a troubleshooting plan is important and is the key to reach a successful completion as what is being expected. When we already have a few selection HR problem solutions, then how to choose one that is considered the most successful to solve the problem? One way is to take your time to think whether you believe in the solution, whether you feel sure that you can do it, and whether you sure it will work well.

4 ) Set a Deadline

hr-problem-solving-techniques-4

After all the preparation is done, then it is time to plan for implementation. It is another HR technique to solve problem. Without a deadline, then the problem will not be finished and the discussion is not cleared too. It is useful to ensure that the solution should be run and go as it is planned and the target completion. Everyone certainly does not want to delay in case of finding the answer to a problem, because the longer it delays, it could have been revealed other problems that may arise later.

5 ) Take the Action

hr problem solving techniques

HR Problem finishing techniques then can be carried out in accordance with the outcome of the discussion. Moreover, learn also what it has obtained from this experiment. If it deserves a less result to the earlier plan, use plan B and develop the next plan. This step can also be done while you are still at the discussion step. The key is to narrow down the problem. Do not forget to also evaluate the work result that is obtained based on new facts gained when doing problem solving techniques.

Description: HR problem solving techniques can be one inspiring idea to find the best solution to solve a problem as in the workplace. You should do some steps for a successful result.