5 Hal di sosial media ini dapat membuat anda sebagai karyawan dipecat oleh perusahaan

5 Hal di sosial media ini dapat membuat anda sebagai karyawan dipecat oleh perusahaan

Pada era modern ini sosial media menjadi sesuatu hal yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. Kemudahan akses serta kepuasaan tersendiri setelah mengakses sosial media memang menjadi alasan mengapa new media society, menjadi tren saat ini. Di sosial media kita dapat menemukan banyak hal, seperti hiburan, viral konten, bahkan sampai ke leowongan pekerjaan.

Pengguna sosmed juga beragam demografinya, ada yang berlatar belakang pelajar, pengusaha, pekerja dan lainnya. Namun kita sendiri mungkin telah mendengar banyak kejadian karyawan yang dipecat karena ulahnya di sosial media seperti yang terjadi pada Ashley Johnson, harus menerima kenyataan dipecat dari pekerjaannya. Wanita berusia 22 tahun ini sebelumnya mengejek dua pelanggannya di Facebook karena memberi uang tip yang cukup sedikit dan membuatnya lambat dalam bekerja. Dia juga menyebutkan nama tempatnya bekerja. Dia dipecat karena melanggar peraturan perusahaan dan menjelek-jelekan konsumen.

Selain Ashley Johnson masih banyak lagi orang yang dipecat karena ulahnya di sosial media. Kemudian hal apa saja yang dapat membuat karyawan dipecat karena sosial media, berikut adalah ulasannya.

 

 

5 kelakuan di sosial media yang membuat karyawan dapat dipecat

 

1. Membuat unggahan dengan kata-kata kasar

Seringkali kita menemukan postingan sosial media yang disertai dengan caption kasar, yang berpotensi menimbulkan kegaduhan atau konflik. Walaupun kata-kata kasar tersebut bukan ditujukan untuk perusahaan atau karyawan tertentu, Namun nama baik perusahaan tempat ia bekerja juga bisa tercemar akibat perbuatannya di sosial media. Untuk itu karena alasan ini juga perusahaan dapat melakukan pemutusan hubunan kerja secara sepihak.

 

2. Membocorkan rahasia perusahaan di sosmed

Seperti yang kita tahu bahwa rahasia perusahaan bukanlah konsumsi bagi publik. Rahasia perusahaan harus benar-benar tersimpan dan hanya boleh diketahui di lingkungan kerjaan. Rahasia perusahan bisa berbagai macam, seperti master business plan, strategi pemasaran sampai resep makanan. Pembocor rahasia ini bahkan bisa di tuntut secara hukum.

Tidak jarang karyawan melakuka kecerobohan dengan membocorkan rahasia perusahaan ke sosial media, baik itu disengaja maupun tidak. Dan hal tersebut juga yang dapat menyebabkan karyawan dipecat.

 

3. Mengeluh atas kebijakan perusahaan

Sebaiknya karyawan menghindari komentar tentang kebijakan perusahaan yang sifatnya hanya opini, apalagi menuliskannya ke sebuah status. Banyak karyawan yang terlalu berlebihan dalam mengeluhkan peraturan dan kebijakan perusahaan, yang mereka rasa mempersulit kinerja mareka. Hal ini bukanlah perbuatan baik yang dilakukan ketika kebijakan perusahaan bergesekan dengan kepentingan karyawan, karena dapat berakibat buruk pada karirnya. Sebaiknya hal-hal tersebut dibicarakan oleh pihak perusahaan ataupun HRD.

 

4. Membicarakan hal negatif tentang atasan

Kemudian penyebab karyawan yang dipecat adalah suka menjelek-jelekan atasannya, atau berbicara negatif tentang atasannya. walaupun karyawan tersebut tidak berteman di sosial media oleh karyawan tersebut, namun bisa jadi seseorang dari teman mengenal atasan karyawan tersebut.

 

5. Bergosip/bergunjing di sosial media

Sebanyak 13 pramugari cantik dipecat dari maskapai Virgin Airlines setelah ketahuan bergosip mengenai pekerjaannya di Facebook. Ketigabelas pramugari ini saling berbalas komentar dan membahas berbagai hal terkait maskapai yang sebenarnya tidak boleh diketahui publik, bahkan mereka juga mengejek penumpang maskapai tersebut.

Bergosip di ruang terbuka seperti sosial media sebaiknya harus dihindari, terlebih hal tersebut mengenai perusahaan ataupun berkaitan dengan hal yang sensitif.

Demikian adalah 5 hal yang dapat menyebabkan karyawan dipecat dari perusahaan karena sosial media. Kita sebagai pengguna internet dan soslal media yang bijaksana, baiknya mengendalikan diri untuk mengunggah dan menulis sesuatu.

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Karyawan generasi millenial - Kehadiran generasi millenial di dunia kerja memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk bisa memfasilitasi generasi yang sedang dalam masa keemasan ini. Kemajuan teknologi informasi juga memilki andil yang besar atas pesatnya perkembangan dan pengetahuan anak-anak muda millenial. Pada dasarnya generasi millenial adalah anak-anak di tahun kelahiran 80 sampai akhir 90, dimana generasi ini lahir bersamaan dengan geliat kemajuan teknologi canggih, sehingga tidak heran banyak dari mereka yang sudah menguasai teknologi di usia yang masih sangat dini.

Tetapi tidak jarang generasi millenial membuat perusahaan jengkel, karena reputasi loyalitas mereka yang rendah. Gen millenial memang terkenal suka gonta-ganti tempat kerja dengan alasan jenuh, itulah sebabnya perusahaan harus sangat teliti ketika memutuskan mencari karyawan yang berasal dari generasi ini. Pintar, jujur, dan rajin saja tidak cukup untuk membuat generasi ini bisa berkembang dan loyal pada perusahaan, diperlukan kecocokan antara jobdesk, lingkungan pekerjaan, dan salary agar mereka dapat berkontribusi besar untuk perusahaannya.

Dan pada artikel kali ini mari kita bahas perihal apa saja yang harus perusahaan siapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial, agar dapat memaksimalkan potensi mereka untuk perusahaan.

 

 

7 fasilitas yang perlu disiapkan untuk karyawan generasi millenial

 

1. Jam kerja yang fleksibel

Kaum millenial adalah kaum yang anti dikekang, mereka adalah jiwa muda yang merdeka yang menginginkan kebebasan. Jam kerja yang ketat dan statis hanya akan membuat mereka terkekang, yang mengakibatkan produktivitas dan efektivitas menurun. Kebanyakan gen millenial bekerja dengan cara mereka sendiri, mereka akan sungguh-sungguh bekerja apabila diberikan kebebasan untuk berkembang. Sebaiknya perusahaan membuat jam kerja yang fleksibel, yang lebih mementingkan efektivitas dari pada jam kerja yang lama.

 

2. Sudut kantor dengan mesin pembuat kopi

Ada fakta menarik tentang generasi millenial, mayoritas dari mereka adalah penikmat kopi autentik dan percaya bahwa kopi dapat membuat hari mereka menjadi baik. Sudut ruangan untuk berkumpul dengan desain yang unik serta dilengkapi dengan mesin kopi bukanlah ide yang buruk, karena disana karyawan bisa saling bertemu, untuk membahas banyak hal termasuk pekerjaan.

 

3. jaringan Internet cepat 

Apa rasanya kantor tanpa Wifi? di zaman yang serba online ini karyawan dituntut bekerja dengan cepat, dan untuk memfasiltiasi hal tersebut, perlu disiapkannya akses internet yang cepat, walaupun terkadang fasilitas ini sering di salah gunakan. Namun setidaknya dapat membuat karyawan generasi millenial ini produktif.

 

4. Napping room

Mengapa perlu napping room di kantor ? mungkin fasilitas ruang tidur ini tidak begitu familiar di tahun-tahun 90’an sampai awal tahun 2000’an, namun sudah banyak perusahaan terutama start up menyiapkan napping room untuk karyawannya. Seperti yang sudah dibahas tadi bahwa millenial adalah generasi pekerja cerdas, mereka tidak terbiasa bekerja dengan effort yang tinggi.

 

5. Ruang kerja kreatif, leluasa untuk bergerak

Ruang kerja kreatif dibutuhkan agar karyawan tidak merasa bosan dan jenuh, hal ini penting karena ini bisa menjadi barometer produktivitas dan efektivitasan kerja seorang karyawan. Tanpa sekat serta leluasa untuk bergerak karena gen millenial suka berpindah-pindah tempat saat sedang bekerja, hal ini dilakukan agar mereka tidak jenuh kepada pekerjaannya.

 

6. Softdrink dan cemilan

Mungkin fasilitas ini tidak ada kaitannya dengan jobdesk mereka, namun karyawan sangat loyal kepada perusahaan yang memperhatikan mereka, termasuk urusan perut. Softdrink atau cemilan dapat meningkatkan semangat bekerja serta mengusir rasa bosan karyawan.

 

7. Ruang bermain di kantor

Salah satu perusahaan teknologi raksasa yakni google, menetapkan ruangan bermain adalah standar untuk kantor mereka di seluruh dunia, tidak terkecuali di indonesia. Karena google sadar segmentasi dari karyawan mereka kebanyakan anak muda yang termasuk generasi millenial. Fasilitas ini berfungsi sebagai wahana penyegaran otak, serta dapat mengurangi rasa prustasi akibat bekerja, sehingga karyawannya tidak mudah stress, dan dapat bekerja dengan masimal.

Demikian adalah 7 hal yang perlu disiapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial. Walaupun hal-hal di atas terkesan berlebihan, atau terkesan terlalu memanjakan karyawan, namun banyak perusahaan start-up sukses yang menerapkan cara-cara di atas guna membuat karyawannya bekerja lebih produktif, dan terbukti berhasil.

4 faktor yang mengharuskan  hijrah dari pengelolaan SDM tradisional ke Modern

4 faktor yang mengharuskan hijrah dari pengelolaan SDM tradisional ke Modern

Pada abad ke-21 ini teknologi informasi mengalami kebangkitan besar-besaran, dan terjadi dalam segala lini kehidupan manusia. Terbukti dari segala hal yang terjadi pada kehidupan kita saat ini, hampir semuanya terpengaruh dari informasi yang di dapat dari global, dengan menggunakan teknologi informasi dan gadget.

Banyak tren positif yang terjadi pada kehidupan kita setelah adanya perkembangan teknologi, dan hadirnya internet membuat manusia diberikan kemudahan untuk mengerjakan segala sesuatu.

Salah satu tren positif yang dibawa teknologi adalah cara bergaul dan berorganisasi sebuah kelompok. saat ini kita tidak perlu melakukan pertemuan hanya untuk bertukar informasi, ide ataupun gambar, cukup membuat grup pada aplikasi chatting sepertin Whatsapp semuanya sudah bisa dilakukan, serta jauh lebih hemat, cepat, dan mudah.

 

Dan hal tersebut juga terjadi pada dunia kerja saat ini, khususnya dalam pengelolaan SDM yang terkenal begitu rumit. Zaman sudah modern dan gadget semakin canggih, inilah saatnya dunia HR management juga hijrah (pindah) ke dalam sebuah sistem yang modern, agar dapat bisa bersaing dalam persaingan global.

Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk memindahkan metode HR manajemen ke modern, salah satunya adalah dengan menggunakan HR software atau aplikasi seperti Payrollbozz. dan pada artikel kali ini akan dipaparkan 4 faktor yang mengharuskan hijrah dari HR manajemen dengan metode tradisional ke yang modern.

 

 

1. Sistem pencatatan dan pengumpulan data lebih terorganisir

Dengan sistem atau metode lama HRD harus mengambil data secara manual dari mesin absensi dan kemudian dipindahkan ke komputer untuk di olah. Cara manual seperti ini akan memakan waktu dan juga rentan di manipulasi, diperlukan sebuah sistem HRIS yang sudah dapat mengintegrasikan software yang ada pada mesin absen ke software penggajian atau software HRD, yang nanti datanya akan langsung di olah pada satu sistem yang bernama HRIS tersebut.

Sistem HRIS yang memilki fitur payroll atau kalkulasi penggajian, juga dapat menghitung gaji dengan otomatis. Laporan pun bisa dilihat secara digital. Selain itu dengan menggunakan sistem makan pengolahan data akan jauh lebih rapih dan terorganisisr, hal ini akan mempermudah HRD atau atasan dalam memantau kinerja para karyawannya.

 

2. Tantangan zaman

Faktor yang kedua adalah tantangan zaman. Bagi perusahaan yang tidak bisa menjawab perbuahan zaman atau mengikuti perkembangan bisnis dengan cepat, maka mungkin bisa di prediksikan bahwa perusahan tersebut tidak akan berumur lama. Perusahaan perlu memberikan perhatian yang khusus kepada segmen HR managemen, mengapa ini penting? singkat saja, karena karyawan adalah aset berharga, yang kinerja perlu perusahaan dukung.

Dengan menggunakan sistem HRD yang modern, urusan adminstrasi karyawan dengan perusahaan bisa diselasikan dengan cepatdan online. Segala jenis pengajuan seperti pengajuan penggantian biaya,lembiur, dan cuti semua bisa dikerjakan melalui sistem mulai dari pengajuannya hingga penyetujuannya secara online. Dan masih banyak lagi yang bisa anda dapatkan dari sebuah software HRD yang dibekali dengan pemrograman HRIS.

 

3. Menjunjung tinggi transparansi

Selain cepat dan efektif urusan adminstrasi perusahaan yang langsung berkaitan dengan karyawan juga harus transparan. Transparansi dibutuhkan agar semua aktivitas dapat dipertanggung jawabkan dan juga jujur, terlebih aktivitas yang melibatkan dana keuangan. Dengan menggunakan sistem yang transparan maka semua aktivitas akan dapat dengan mudah terekam, hal ini akan menguntungkan 2 belah pihak baik itu dari perusahaan maupun karyawan.

Perusahaan akan mengetahui segala aktivitas yang dilakukan oleh karyawannya dan sebaliknya karyawan juga akan mengetahui apabila saat penggajian nanti terdapat potongan. dengan menggunakan sistem maka potongan upah kerja akan diketahui, seperti potongan karena telat, tidak masuk kerja, izin dan sakit serta terdapat juga rinciannya.

 

4. Efisiensi dan terintegrasi

Kemudian hal yang terakhir yang membuat perusahaan harus hijrah dari metode kelola SDM yang tradisional ke sebuah sistem yang modern adalah integrasi. Jika semua data sudah terintegrasi ke dalam satu tempat, maka jauh lebih mudah mengontrolnya. Dengan sistem yang sudah terintegrasi maka efisiensi pun akan meningkat.

Demikian adalah 4 faktor yang mengharuskan perusahaan untuk pindah ke sistem HR manajemen yang lebih modern. Anda juga dapat menggunakan payrollbozz sebagai HR software dengan basis sistem HRIS, yang bisa anda sesuaikan dengan regulasi perusahaan anda.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia