Mau minta kenaikan gaji ? Ini dia tips yang harus diikuti dan faktor yang harus dipertimbangkan

Mau minta kenaikan gaji ? Ini dia tips yang harus diikuti dan faktor yang harus dipertimbangkan

Tips meminta kenaikan gaji - Menurut berita dari BBC bahwa rata-rata pekerja di inggris dan amerika akan mengajukan surat pengunduran diri apabila dalam 12 bulan kedepan mereka tidak mendapatkan kenaikan gaji. Di indonesia sendiri sebenarnya hal ini juga biasa terjadi, banyak pekerja resign di karenakan tidak adanya kenaikan gaji selama bekerja satu tahun. Dan jika adapun kenaikan gaji pastinya tidak sebesar apa yang di harapkan, biasanya hanya 1 sampai 2 persen saja setiap tahunnya.

Namun apabila anda adalah karyawan yang merasa memilki andil besar dalam memajukan perusahaan, dan berhak atas kenaikan gaji dengan nilai seperti yang di harapkan, maka harus ada beberapa hal yang anda pertimbangkan seperti melihat kondisi keuangan perusahaan, apabila kondisi keuangan sedang tidak baik maka kemungkinan besar permintaan anda akan di tolak, dan juga anda patut mempertimbangkan kontribusi dan prestasi anda belakangan ini sebelum melakukan pengajuan, karena ini bisa memperbesar peluang anda dalam usaha meminta kenaikan gaji.

Sebaiknya sebelum melakukan pengajuan kenaikan gaji anda sudah mempersiapkan itu sedari lama, dengan prestasi dan kinerja yang baik. Kemudian jika anda berpikir telah melakukan semua pekerjaan dengan baik, dan sudah memantapkan diri untuk melakukan pengajuan ini adalah tips meminta kenaikan gaji yang bisa anda terapkan.

 

 

5 Tips meminta kenaikan gaji yang terbukti efektif

 

1. Cari timing yang tepat

Yang pertama adalah anda harus mencari waktu yang tepat, seperti yang dikatakan di atas, anda harus menganalisa konidisi keuangan perusahaan terlebih dahulu, setelah dilihat baik-baik saja yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mencari waktu yang tepat untuk berbicara kepada atasan. Ini penting, karena suatu tindakan baikpun apabila dilakukan di waktu yang salah, akan menimbulkan masalah. Jadi tunggu, dan bersabar hingga anda dan atasan menemukan waktu yang tepat untuk dapat membicarakan hal yang sensitif ini.

 

2. Jangan membandingkan gaji anda dengan orang lain yang lebih tinggi

Perbedaan gaji dipengaruhi oleh banyak hal seperti geografis, jabatan, kontribusi pekerjaan, pengalaman kerja, latar belakang pendidikan dan masih banyak lainnya. Jadi meminta kenaikan gaji dengan mengkomparasi dengan gaji teman anda adalah langkah yang tidak tepat, yang perlu anda lakukan hanyalah fokus kepada diri anda sendiri, fokus mengapa anda layak untuk menerima kenaikan gaji.

 

3. Jangan melakukan geretakan

Melakukan geratakan dengan mengancam pindah kerja apabila permintaan tidak dituruti adalah sebuah tindakan yang tidak bijak, karena mungkin anda bisa saja kehilangan respect dari atasan. Dan pada dasarnya tidak ada seorangpun yang suka di ancam, apabila anda menekan dengan cara seperti ini, maka peluang anda untuk bisa naik gaji justru akan semakin menipis.

 

4. Realistis

Tips meminta kenaikan gaji yang berikutnya adalah Realistis ,artian realistis ini bukan bermaksud untuk membatasi anda dalam meminta kenaikan yang diinginkan. Namun ada baiknya sebelum anda menghitung persenan terlebih dahulu menganalisa dari banyak aspek, dari keuangan perusahaan, kontribusi dari anda untuk perusahaan, dan prestasi kerja. dengan memperhitungkan 3 hal tersebut maka anda dapat menemukan angka-angka yang realistis.

 

5. Persiapkan argumen ataupun alasan

Ketika anda mengajukan proses kenaikan gaji, maka yang terjadi biasanya adalah interview ulang mengenai negosiasi gaji. Lakukan komunikasi sebaik mungkin, persiapkan diri anda untuk pertanyaan-pertanyaan seperti “Apa prestasi kamu selama ini ?” dan “apa yang akan kamu lakukan setelah adanya kenaikan gaji ?” ,jika anda orang yang tidak terlalu baik dalam verbal, disarankan untuk mencatatnya kemudia menghafalkannya.

Demikian adalah tips kenaikan gaji dan hal apa saja yang harus anda pertimbangkan sebelum melakukan hal tersebut. Semoga artikel ini bisa membantu.

7 Tips Meningkatkan Manajemen karyawan yang Membawa Harmoni ke Tempat Kerja

7 Tips Meningkatkan Manajemen karyawan yang Membawa Harmoni ke Tempat Kerja

Tips meningkatkan manajemen karyawan – Bekerja di sebuah perusahaan dengan tensi kerja yang cukup tinggi dapat memicu emosi karyawan, apalagi jika segala sesuatunya tidak terorganisir dengan baik. Akibatnya karyawan yang terkena kondisi seperti ini akan terpengaruh produktivitasnya karena emosi, dan berpengaruh kepada keharmonisan mereka di kantor.

Untuk menciptakan situasi yang terkendali di dalam perusahaan dengan tensi kerja yang tinggi, perlu adanya pengelolaan manajemen karyawan yang baik, yang memperhatikan segala aspek dari karyawan tersebut. sehingga walaupun mereka terbebani oleh pekerjaan yang berat, namun tetapi tidak emosi dan tetap menjaga keharmonian di dalam kantor.

Dan untuk menciptakan manajemen karyawan yang baik memerlukan kiat-kiat khusus, untuk membuat karyawan bahagia dan tetap produktif, berikut adalah Kiat dan tips meningkatkan manajemen karyawan di perusahaan.

 

 

7 Tips Meningkatkan Manajemen karyawan yang Membawa Harmoni ke Tempat Kerja

 

1. Mengelola perekrutan yang bijak

Tips meningkatkan manajemen karyawan yang pertama adalah dengan menganalisa kebutuhan kerja, dengan seperti ini anda bisa melihat serta mengecek apakah ada sebuah perangkat atau tenaga kerja yang kurang. Jika ada sebaiknya segera anda penuhi demi menunjang produktivitas karyawan, dan apabila juga membutuhkan SDM, maka libatkanlah karyawan senior untuk melakukan perekrutan bersama divisi HR. Sistem akan berjalan dengan baik apabila perangkat kerja, pendukung, dan SDM nya memadai, maka dari asepek ini juga bisa mengurangi ketegangan dalam bekerja karena tugas yang menumpuk atau sistem yang tidak berjalan dengan lancar.

2. Reward sistem

Tidak ada satu orangpun yang bisa bahagia apabila mereka bekerja di perusahaan yang tidak menghargai kerja kerasnya. Tim HR memerlukan reward sistem yang setidaknya bisa memperhatikan atau menghargai kerja keras dari karyawannya, bisa juga memberikan hadiah, ataupun promosi kenaikan jabatan. ataupun juga dapat memberikan hal-hal kecil yang bisa membuat karyawan senang, seperti cuti spesial di hari ulang tahun mereka.

 

3. Komunikasi dan pendekatan yang beradab

HR manajemen perlu memberi tahukan kepada supervisor ataupun manajer yang memimpin tim kerja untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan melakukan pendekatan yang lebih manusiawi. walaupun zaman sudah modern yang memungkinkan manusia berkomunikasi hanya melalui gadget, namun komunikasi personal secara langsung harus tetap di dahulukan, agar bisa mengetahui apa yang sebenarnya karyawan butuhkan dan yang paling terpenting antara supervisor dan anak buah bisa saling mendukung.

 

4. Dengarkan karyawan anda baik-baik 

Seorang pembisnis yang baik tahu betul betapa pentingnya mendengarkan karyawan mereka, karena hal itu dapat membuat perusahaan akan semakin maju. dan Dengan mendengarkan saran karyawan juga itu barti anda telah mengajak karyawan untuk aktif dan kreatif dalam memajukan perusahaan.

 

5. Terapkan jam kerja yang fleksibel 

Anda akan mendapatkan banyak benefit ketika mulai berani menerapkan kebijakan jam kerja yang fleksibel. Berikan waktu yang fleksibel untuk karyawan anda agar bisa bekerja dengna lebih tenang. Walaupun minimal jam kerja dalam waktu satu pekan tetap harus di adakan, namun setidaknya adanya kebijakan jam kerja fleksibel ini akan lebih memberikan banyak opsi untuk karyawan. Pembisnis yang modern tahu betul bahwa membiarkan karyawan bekerja dengan cara yang praktis dengan menggunakan berbagai macam aplikasi akan membuat mereka senang yang pastinya juga dibarengi dengan efektivitas kerja.

 

6. Tunda project baru

Tunda proyek baru yang bisa membuat beban perusahaan semakin berat. setiap orang memiliki kapasitas jangan sampai karyawan dipaksa untuk melahap pekerjaan melebihi apa yang bisa mereka makan. Proyek-proyek yang tidak bisa ditangani dengan baik, justru akan menimbulkan ketegangan pada kubu internal perusahaan, yang juga akan memudarkan keharmonisan.

 

7. Menaruh investasi kepada karyawan 

Terakhir kiat dan tips meningkatkan manajemen karyawan agar terjadinya keharmonisan pada perusahaan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendidikan karyawan secara berjenjang. Pelatihan berfungsi untuk mengevaluasi sejauh mana ketarampilan bekerja karyawan, dan pendidikan di butuhkan untuk menambah pengetahuan mereka, dan juga persiapan ke jabatan yang lebih tinggi.

Perhatikan Kesalahan-kesalahan dalam perekrutan karyawan yang sering terjadi

Perhatikan Kesalahan-kesalahan dalam perekrutan karyawan yang sering terjadi

Perekrutan karyawan baru -  Salah satu keputusan penting setiap perusahaan ataupun organisasi adalah dengan melakukan perekrutan, hal ini sekaligus juga menjadi tantangan besar bagi tim rekrut untuk bisa mencari orang yang tepat. Namun perekrutan karyawan tidak jarang bisa menjadi tidak menguntungkan atau bahkan petaka apabila tidak bisa memasukan orang yang tepat. Lalu sebenarnya apa yang terjadi ketika perusahaan bisa salah merekrut orang? apakah ada proses yang salah atau metode yang digunakan tidak tepat? Mari kita bahas 7 kesalahan perekrutan karyawan baru yang biasa dilakukan oleh tim rekruitmen.

 

 

7 kesalahan perekrutan karyawan baru yang justru merugikan perusahaan 

 

1. Tergesah-gesah dalam mencari kandidat

Perusahaan yang tergesah-gesah dalam mencari kandidat karyawan biasanya kurang memperhatikan proses seleksi. Walaupun kebutuhan pekerja sedang meningkat namun proses seleksi tetap harus di kedepankan demi mendapatkan SDM yang memang berkapabilitas, dan tepat sesuai dengan apa yang perusahaan butuhkan.

 

2. Merekrut karena kenal, atau referensi orang lain

Merekrut calon kandidat karena kenal atau memilki hubungan keluarga dan kerabat memang tidak salah, namun merekrut tanpa evaluasi yang ketat sama saja membiarkan masuk singa melalui pintu utama. Kejadian ini sering terjadi hampir di semua perusahaan, bahkan sampai menimbulkan kerugian yang cukup besar.

 

3. Merekrut karyawan karena dia seperti anda

Kebanyakan atasan, HRD, atau user menerima karyawan karena merasakan bahwa orang tersebut mirip dengannya, sehingga memilki firasat baik atas orang tersebut. Melibatkan firasat atau perasaan ke dalam proses rekrutmen bukanlah keputusan yang bijak. Walau secara emosional memiliki keterikatan namun penggunaan logika saat proses perekrutan haruslah tetap di kedepankan.

 

4. Tidak memilki Visi jangka panjang saat melakukan rekrut

Kebanyakan lowongan pekerjaan di buka untuk meringankan tugas atasannya, dan hanya karena alasan inilah mereka rela mengeluarkan biaya untuk melakukan perekrutan. Padahal manfaat dari merekrut karyawan baru bukanlah untuk meringankan pekerjaan atasan, namun untuk membantu perusahaan untuk lebih berkembang serta menjalankan visi perusahaan, dan bukan hanya mengisi kekosongan belaka.

 

5. Tidak objektif dan mengabaikan kebutuhan perusahaan

Ketika tim rekrutmen melakukan proses interview atau pengetesan kandidat, maka akan sering terjadi interaksi personal. dalam interaksi tersebut apabila interviewer menemukan suatu kecocokan secara pribadi, misalkan kesamaan hobi tempat asal dan lainnya, maka biasanya faktor-faktor tersebut justru akan menyingkirkan penilaian secara objektif, dan hal ini pula yang membuat kesalahan dalam perekrutan karyawan baru.

 

6. Merekrut orang yang sering berpindah kerja (Kutu loncat)

Bisakah perusahaan berkembang dan maju bersama para karyawan yang tidak loyal? .mempertimbangkan alasan mengapa calon kandidat mengundurkan diri dari perusahaaan lamanya dan melihat track record kerjanya adalah hal sepela yang harus tetap diperhatikan, agar perusahaan bisa mendapatkan SDM berkualitas yang memiliki loyalitas tinggi kepada perusahaannya.

 

7. Kurang melibatkan karyawan senior

yang terakhir adalah Ketika perusahaan memutuskan untuk membuka sebuah lowongan pekerjaan dan kemudian melakukan perekrutan, salah satu pihak yang harus di ikut sertakan dalam proses perekrutan adalah karyawan senior yang sudah mengenal seluk beluk jenis pekerjaannya, sehingga dia tahu betul kualifikasi seperti apa yang harus ada pada diri si kandidat.

Solusi dan tips menghindari gesekan atau konflik yang terjadi di tim kerja

Solusi dan tips menghindari gesekan atau konflik yang terjadi di tim kerja

Dari banyaknya konflik di dalam perusahaan atau yang lebih spesifiknya di dalam sebuah tim kerja, komunikasi adalah yang paling sering menjadi sumber permasalahan atau konflik, baik itu antar karyawan, karyawan dan atasan, karyawan dengan HRD atau perusahaan. Apabila di diamkan saja tentunya ini akan menjadi sebuah bom waktu aktif yang hanya tinggal menunggu meledak saja, sekecil apapun permasalahan yang hadir harus di selesaikan secepat-cepatnya.

Pada artikel kali ini mari kita membahas solusi perihal masalah-masalah, konflik dan perpecahan yang hadir karena “miss communication” dan tips menghindari gesekan antar kolega kerja karena beda gaya kerja dalam sebuah tim.

 

 

Miss komunikasi antara karyawan dan atasannya

Kasus yang pertama yang paling sering terjadi biasanya antara karyawan dan atasannya, lagi-lagi komunikasi menjadi sumber permasalahan, salah penyampaian dan salah penafsiran akan menimbulkan konflik. Misalnya dalam penyampaian penugasan dari atasan ke bawahanya, yang memilki tujuan untuk menguji kelayakan si bawahan untuk di promosikan ke jabatan yang lebih tinggi:

Bayu (Atasan) : Dani hari ini rian tidak masuk kerja karena sakit, tapi ada beberapa dokumennya yang harus di selesaikan. Dokumen penting! Soalnya menyangkut Pajak perusahaan ke negara. Saya minta kamu yang selesaikan!

Fajar (Bawahan) : Loh kenapa harus saya pak? Padahal kan saya sedang sibuk juga! kenapa gak Angga atau martin saja ? kayanya mereka gak lagi sibuk-sibuk banget.

Pada situasi tertentu dengan cara berbicara seperti ini bisa menimbulkan sebuah permasalahan. Padahal maksud dari semua itu adalah pengujian kelayakan karyawan yang akan di promosikan.

Proses penyampaian dengan tujuan yang positif seperti pemberdayaan karyawan, baiknya dilakukan secara transparan dengan penyampaian yang bertahap. seperti mengawali perintah dengan keterangan yang jelas, pemberian pemahaman di awal bahwa tugas ini hanyalah bersifat sementara karena rekan kerja tidak masuk, dan sekaligus juga sebagai proses empowerment untuk membantu karyawan mengembangkan dirinya, dengan cara mengerjakan hal baru.

Apabila perintah di awali dengan komunikasi yang baik, dan keterangan tujuan yang jelas, maka konflik antara atasan dan bawahan karena perintah mendadak seperti ini tidak akan terjadi lagi.

 

 

Konflik karena “Beda gaya kerja” 

Konflik yang ditimbulkan karena perbedaan gaya kerja juga sering menjadi sumber perpecahan di tim kerja, baik itu antara karyawan dengan atasan, ataupun sesama karyawan. Umumnya ada 2 jenis gaya kerja yang sering kita temukan, pertama tipe kerja keras dan kerja cepat, namun dengan akurasi keberhasilan yang rendah (Kurang efektif), yang kedua kerja cerdas dengan ciri-ciri kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi (Lebih efektif namun cenderung lambat dan dapat mempengaruhi sistem kerja di perusahaan)

Apakah solusi yang tepat untuk permasalahan di atas? yang jika tidak cepat di tuntaskan akan menimbulkan konflik kedepannya. Perusahaan juga tidak bisa dengan asal memilih gaya kerja seperti apa yang akan digunakan. Cara yang terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan asesmen terhadap gaya kerja masing-masing gaya kerja karyawan.

Hal ini perlu dilakukan oleh HRD sebagai bahan eveluasi untuk penetapan standar kerja di perusahaan, dan juga sebagai data pengambilan keputusan untuk memposisikan karyawan ke posisi yang tepat sesuai klasifikasi kemampuan dan gaya kerja masing-masing.

Dengan memposisikan karyawan secara tepat akan mengoptimalkan kemampuannya dan juga untuk menghindari konflik yang terjadi karena perbedaan gaya kerja. dan yang terpenting apabila setiap karyawan bisa memahami satu sama lain serta bisa saling menyesuaikan diri dapat menciptakan hasil yang maksimal dalam sebuah tim kerja.

 

 

Masalah personal karyawan

Yang terakhir yang sering terjadi adalah konflik dalam diri karyawan masing-masing, masalah yang datang biasanya dari external atau juga dari perusahaan. Walaupun sebenarnya HRD sekalipun tidak bisa ikut campur dalam urusan pribadi karyawannya, namun sebagai departemen yang mengurus kepagawaian wajib memperhatikan perubahan perilaku atau sifat si karyawan, apalagi perubahan perilaku kearah yang negatif.

Gejala-gejala karyawan yang terkena konflik pribadi bisa dikenali dari perubahan kebiasaan di kantor, semisalkan yang tadinya karyawan tersebut periang, tiba-tiba menjadi murung kemudian yang biasa rajin, sekarang menjadi sering tidak masuk dengan berbagai macam alasan, tidak bersosialisasi ke sesama teman kerja, dan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan jarang diselesaikan.

Perubahan ke arah negatif ini bisa membahayakan karir karyawan itu sendiri, dan pastinya juga akan merugikan perusahaan. HRD wajib mempertanyakan gejala ini kepada yang bersangkutan secara hati-hati, serta memberikan coaching dan conselling. Setelah di adakannya yang bersangkutan konsolidasi ke HRD, HRD wajib mengamati perubahan-perubahan paska adanya konsolidasi tersebut , dan tetap melakukan konsolidasi juga pelatihan secara bertahap untuk kembali memulihkan mood positif si karyawan.

Demikian adalah tips menghindari konflik dan gesekan antar karyawan ataupun atasan, di dalam sebuah tim kerja. gesekan yang terjadi dalam dunia kerja memang tidak akan bisa di hindarkan, namun apabila anda mengetahui bagaimana cara menanggulanginya, maka konflik atau permasalahan yang terjadi tidak akan berlangsung lama dan tidak akan menjadi bom waktu yang dapat menimbulkan kerugian.

 

Cara menemukan kandidat terbaik dengan iklan lowongan kerja (Tips rekrutmen)

Cara menemukan kandidat terbaik dengan iklan lowongan kerja (Tips rekrutmen)

Cara memasang iklan lowongan kerja – Mencari kandidat yang tepat sesuai kebutuhan dan keinginan perusahaan memang bukanlah perkara mudah, perlu adanya filterirsasi yang ketat guna mendapatkan calon terbaik. namun hanya dengan memperlakukan cara-cara biasa rasanya masih sulit untuk mendapatkan SDM berkualitas.

Untuk membuat orang-orang yang memiliki skilll terbaik tertarik pada perusahaan anda adalah, dengan mengoptimalkan iklan yang anda pasang di jobstreet, jobsDB ataupun yang lainnya. Kesalahan dalam memasang iklan ini adalah permasalahan utama mengapa HRD sulit mendapatkan SDM yang diinginkan, perlu ada alat ukur dan segmentasi yang jelas agar usaha HRD dalam mencari kandidat, tidak sia-sia.

Disini mari kita bahas beberapa cara memasang iklan lowongan pekerjaan dan tips dalam melakukannya. Tips dan trik ini pastinya akan menambah potensi anda dalam menemukan kandidat yang tepat.

 

 

5 Cara memasang iklan lowongan pekerjaan

 

1. Analisa pekerjaan yang tersedia untuk para kandidat

Kebanyakan HRD mencari kandidat tanpa mengetahui pekerjaan apa yang ia sediakan, kebanyakan terlalu menganggap remeh, karena berpikir ada user yang akan mengetes si calon. Padahal dengan menganalisa pekerjaan yang tersedia akan sangat membantu dalam menentukan segementasi, dan menentukan standar keterampilan. analisa pekerjaan dilakukan agar usaha dalam memasang iklan tidaklah sia-sia, walaupun HRD tidak menguji sampai ke tahap keterampilan, namun penyaringan yang tepat akan membantu dalam mendapatkan SDM berkualitas.

Tidak hanya menganalisa pekerjaan saja, sebelum HRD memasang iklan ada baiknya ia mengerti dan paham betul bagaimana departemen itu bekerja, karakteristik seperti yang tepat untuk bekerja di tempat tersebut. Dengan analisa seperti ini maka HRD bisa dengan tepat dalam memasang iklan loker.

 

2. Lakukan branding company pada iklan

Pastinya sangat merugikan bila kita sudah mengeluarkan biaya untuk memasang iklan, namun tidak ada pelamar yang berminat. Kasus seperti ini sering terjadi, karena dalam deskripsi perusahaan tidak menerangkan bahwa perusahaan adalah perusahaan berkembang yang menawarkan karir cemerlang kepada karyawannya. Kebanyakan pelamar berkualitas dan berpengalaman hanya mau bekerja pada perusahaan yang jelas, dan bereputasi baik.

Tambahkan kata-kata yang menerangkan bahwa perusahaan anda adalah perusahaan yang sedang berkembang, dengan manajerial yang jelas dan setiap karyawan yang bekerja mendapatkan jaminan yang layak, serta karir yang terbuka lebar bagi mereka yang memilki prestasi. Contohnya seperti : “Kami perusahaan percetakan yang sedang berkembang dan berusaha mengekspansi bisnis, memiliki 3 outlet dan akan mengembangkan menjadi 6 outlet di tahun ini, untuk itulah kami membutuhkan kandidat untuk di posisikan sebagai…”

 

3. Efisiensi screening CV

Tahapan screening CV adalah tahapan yang paling memakan waktu banyak, karena setiap minggunya pastinya adalah ribuan pelamar yang mengapply CV ke perusahaan anda. Sekalipun anda telah melakukan analisa pekerjaan, namun filterisasi pada tahapan ini juga harus teliti. Pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menetapkan standarisasi seperti :

  1. kelengkapan persyaratan dokumen
  2. merekapitulasi semua lamaran
  3. reduksi berdasarkan pengalaman bekerja di bidang yang sama
  4. Reduksi kembali berdasarkan keterampilan yang dibutuhkan
  5. teruskan sampai ke hal yang spesifik sesuai standar perusahaan
  6. Pemanggilan interview berdasarkan kandidat dengan CV yang sesuai

 

4. Tahapan interview pertama berdasarkan “first impression”

Para expert HRD atau seseorang yang sudah sekelas CEO tahu betul bagaimana cara merekrut orang hanya dengan kesan pertama. Entah metode apa yang digunakan oleh expert-expert ini dalam memilih kandidat hanya dengan kesan pertama, namun pengalaman lah yang membuat mereka tahu apakah kandidat ini pantas atau tidak untuk di rekrut.

bagi HRD yang tidak memilki feeling sebagus ini jangan khawatir karena hal ini teknisnya dapat dipelajari. Pertama anda bisa sharing dengan user, CEO, dan mengamati karyawan terbaik di sebuah departemen, seperti apa penampilam mereka, bagaimana cara mereka bekerja, bagaimana mereka bersikap dalam menghadapi situasi tertentu. sebagai contoh jika anda membuka loker untuk posisi videographer, maka jangan kaget ketika anda bertemu dengan kandidat-kandidat yang berpakaian casual (santai), dan jauh dari formal. Karena memang seperti itulah lumrahnya seorang videographer yang bekerja di lapangan.

contoh lain adalah jika anda mencari seorang apoteker, yang pekerjaannya berhubungan dengan dunia medis, pastinya anda memilih orang yang higenis, resik, dan sangat rapih. apabila si kandidat melanggar prinspi hidup sehat, seperti merokok dan lainnya, maka bisa ada putuskan dalam first impression bahwa dia bukanlah kandidat yang cocok.

 

5. Siapkan strategi untuk menggali siapa sebenarnya kandidat

Masih dalam proses interview dari terusan cara memasang iklan lowongan pekerjaan adalah menyiapkan daftar pertanyaan yang mampu mengorek informasi dari si kandidat. Melakukan interview dengan pertanyaan-pertanyaan formalitas akan menghasilkan data yang abu-abu, dan cenderung dapat di manipulasi oleh si kandidat. Lakukan dengan cara yang berbeda, susun strategi untuk menggali segala informasi priadi si kandidat, dalam bentuk pertanyaan.

Anda juga bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan psikologi (yang berkaitan dengan bidang pekerjaan), misalkan “Jika anda diterima, fasilitas apa saja yang anda minta? dan beritahu kan saya alasannya mengapa anda layak mendapatkan fasilitas tersebut?”atau bisa juga ke pertanyaan teknis seperti “tindakan pertama apa yang harus anda lakukan dalam mengatasi kasus hacker yang menyerang sistem dengan teknik SQL injection (jika anda mencari kandidat programmer) ?”

Apa yang membuat karyawan nyaman dan produktif saat bekerja ?

Apa yang membuat karyawan nyaman dan produktif saat bekerja ?

Semua perusahaan pasti ingin karyawannya memilki produktivitas yang tinggi saat mereka bekerja, dan tentunya nyaman dengan apa yang mereka kerjakan. dan dengan rasa nyaman yang mereka rasakan saat bekerja akan membuat karyawan semakin bertanggung jawab atas tgas-tugas yang di berikan kepadanya.

Namun pada kenyataanya untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, beberapa perusahaan berkembang masih mencari cara membuat karyawan produktif dan nyaman saat bekerja. Karena beberapa pembisnis yang memilki perusahaan terkadang kewalahan mencari pengganti karyawan yang telah resign.

Dan pada artikel kali ini ada tips-tips membuat karyawan produktif dan nyaman, dengan cara yang sederhana dan tanpa harus mengocek kantong dalam-dalam, untuk membuat pilar-pilar perusahaan merasa senang.

 

 

Tips & cara membuat karyawan produktif dan nyaman saat bekerja

 

1. Berikan kepercayaan penuh terhadap karyawan

Sebagian orang berpikir untuk membuat karyawan senang dan betah bekerja adalah dengan memberikan mereka fasilitas yang mewah, gagasan tersebut sangatlah tepat, namun apakah hal tersebut akan membuat karyawan produktif dan berkembang?

Hal sederhana yang bisa anda lakukan untuk membuat karyawan senang adalah dengan memberikan kepercayaan kepada mereka. Memberikan kepercayaan penuh adalah suatu bentuk penghargaan dari atasan ke karyawannya, dan ini bisa membuat mereka merasa nyaman karena merasa dihargai. Hal ini bukan hanya membuat mereka nyaman tapi juga semakin termotivasi untuk bekerja.

 

2. Berikan penghargaan untuk prestasi yang dihasilkan karyawan

Cara lain untuk membuat karyawan merasa dihargai adalah dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Piagam penghargaan dan hadiah lainnya akan sangat berkesan untuk mereka, serta merasa bahwa segala kerja kerasnya untuk perusahaan benar-benar dilihat dan diperhatikan.

Reward-reward seperti best employee atau empolyee of the month sudah diterapkan diseluruh dunia, dan terbukti membuat karyawan di suatu perusahaan bersaing memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempat mereka bekerja.

 

3. Perusahaan yang pengertian dan fleksibel 

Masih soal kenyamanan bekerja, karyawan akan merasa amat senang apabila perusahaan di tempat mereka bekerja memilki fleksibilitas dan toleransi yang tinggi. Yang dimaksud fleksibilitas seperti jam kerja yang tidak harus datang jam sekian dan pulang jam sekian. anda bisa menerapkan flexibility work time yang lebih mementingkan efektivitas dan produktivitas di bandingkan kuantitas bekerja.

Sekali lagi cara membuat karyawan produktif yang satu ini juga terbukti dapat membuat karyawan mereka bekerja dengan tulus dan sepenuh hati, Salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia yakni google, Menerapkan felxibility work time demi meningkatkan efisiensi bekerja karyawan. dan bisa kita lihat sendiri bahwa google adalah salah satu perusahaan yang paling bersahabat untuk bekerja, dan terbukti bahwa perusahaan yang dibangun oleh larry page tersebut memilki SDM paling berkualitas di dunia.

 

4. Bantu karyawan untuk merencanakan karir di perusahaan anda

Selain uang alasan orang bekerja adalah untuk mengejar karir agar hidup mereka bisa mapan. Bayangkan jika tujuan semua orang ini dapat perusahaan akomodir dengan baik? Pasti akan membuat karyawan lebih produktif dan loyal.

Membantu dalam merencanakan karir mereka sama saja dengan membantu mereka dalam meraih mimpi, dan hal ini dapat membuat karyawan selalu semangat bekerja, Karena mereka tahu semua kerja keras yang mereka lakukan akan terarah dan memilki goalnya sendiri.

 

5. Pelatihan kerja yang rutin

Bukan saja hanya uang yang mereka cari namun alasan karyawan untuk tetap loyal adalah karena perusahaan tempat mereka bekerja selalu memberikan pengembangan kemampuan. Karyawan merasa sangat nyaman bila perusahaan mereka membantu mereka untuk maju dan berkembang.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan kerja, dan pendidikan lanjut untuk mereka yang memilki prestasi serta potensi yang tinggi, untuk membangun perusahaan anda lebih besar lagi. Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada karyawan adalah sebuah bentuk investasi perusahaan dalam rangka menciptakan SDM berkualitas. Jadi ada baiknya anda juga memperhatikan karyawan dari segi pengembangan kemampuan.

Demikian adalah cara membuat karyawan produktif yang bisa perusahaan anda praktekan, dan bisa dirasakan sendiri hasil nyatanya.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia