Cara membangun loyalitas karyawan di perusahaan dengan konsep “Persaudaraan”

Cara membangun loyalitas karyawan di perusahaan dengan konsep “Persaudaraan”

Cara membangun loyalitas karyawan – Dalam dunia kerja dan bisnis, loyalitas merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan sebuah perusahaan, tanpa loyalitas dan totalitas dari orang-orang yang bekerja maka cita-cita perusahaan tidak mungkin bisa diraih. Sikap kesetiaan dan dukungan penuh dari karyawan kepada perusahaan tempat mereka bekerja bisa muncul secara alami, dengan berbagai macam cara yang salah satunya adalah dengan menggunakan konsep persaudaraan.

Konsep persaudaraan adalah salah satu cara membangun loyalitas karyawan yang bisa di aplikasikan oleh perusahaan. Dan terbukti melalui konsep ini sikap setia justru akan muncul secara tulus dari dalam hati, karena sebenarnya konsep dasar dari persaudaraan adalah saling memperhatikan, mendukung, dan saling merangkul satu sama lain.

Jika konsep ini digunakan maka perusahaan bisa mendapatkan loyalitas dari karyawannya, dan ini harus dijalankan melalui kiat-kiat seperti dibawah ini, yang bisa anda ikuti.

 

 

5 Kiat untuk memunculkan loyalitas karyawan

 

1. Saling menerima satu sama lain

Yang pertama harus ditanamkan kepada seluruh karyawan adalah rasa saling menerima satu sama lain, bagi perusahaan baru jika 4 kiat selanjutnya ingin berjalan dengan baik, minimal anda harus berhasil menanamkan mindset ini ke para karyawan.

 

Apa yang dimaksud menerima satu sama lain?, Menerima yang dimaksud adalah merangkul setiap karyawan menjadi anggota perusahaan, dengan perlakuan yang sama tanpa memperdulikan satus, jabatan dan senioritas  agar terciptanya rasa nyaman kepada semua karyawan.

 

2. Buat karyawan saling memperhatikan satu sama lain

Bagaimana caranya agar setiap karyawan saling peduli dan perhatian satu sama lain? caranya cukup mudah, yang penting perusahaan mau mengawali atau istilahnya ingin menjembatani. Dengan apa perusahaan harus mengawali hal ini?

“Setiap sikap dan perbuatan yang kita lakukan akan merefleksikan hal tersebut ke orang lain”. 

Perusahaan bisa mengawali tips kedua ini dengan mengajak seluruh karyawan untuk memperhatikan hal kecil dari temannya, seperti memberi selamat kepada yang berulang tahun, menjenguk teman yang sakit, mengapresiasi prestasi yang di raih oleh teman sekantor, memberikan hadiah, atau memasakan makanan untuk teman-teman di kantor.

Bentuk perhatian ini akan memunculkan rasa saling peduli yang tumbuh pada diri masing-masing karyawan, sehingga situasi di tempat kerja akan nyaman dan karyawan bisa sama-sama produktif.

 

3. Penghargaan kepada karyawan

“Hargailah usaha seseorang walau dengan ucapan terima kasih”. Mungkin kata terima kasih adalah hal yang biasa, namun 2 kata tersebut memilki daya magisnya sendiri, salah satunya adalah memberikan motivasi kepada yang menerima. Perusahaan tidak perlu menyiapkan TV, kulkas, voucher belanja atau blender sebagai hadiah bagi mereka yang berprestasi, cukup dengan terima kasih dan pujian kecil yang diberikan atasan untuk setiap progress yang dilakukan oleh karyawannya.

Selain penghargaan melalui ucapan terima kasih atasan juga bisa mengajak timnya untuk makan bersama yang dibiayai secara pribadi sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerasnya.

Atau yang lebih mudahnya lagi adalah dengan menyebut nama karyawan sebagai kredit atas progress yang terjadi di perusahaan, disebuah rapat kerja.

 

4. Berikan dukungan kepada karyawan

Bentuk dukungan terhadap karyawan bisa dengan berbagai cara salah satunya dengan memberikan pelatihan kerja atau uluran bantuan dari atasannya langsung. Opsi yang kedua mungkin adalah yang lebih berkesan, bayangkan betapa bahagianya karyawan jika ia di suruh mengerjakan suatu projek namun sepanjang projek berjalan, atasannya selalu membantunya dengan selalu memberikan solusi serta bersama-sama mencari jalan keluar atas segala permasalahan.

Bentuk dukungan seperti ini lah yang membuat karyawan semakin termotivasi, dan giat dalam mengerjakan tugasnya serta rasa bangga dapat bekerja dengan atasan yang sangat baik.

 

5. Pengelolaan SDM yang baik

Kualitas HR manajemen juga menjadi faktor yang menyebabkan karyawan menjadi loyal dan betah bekerja di perusahaan. Disaat karyawan sudah memberikan dan kinerja terbaiknya, namun perusahaan tidak melayani karyawan dengan baik, maka dapat di prediksikan bahwa karyawan tersebut akan hengkang.

Bentuk dari manajemen SDM yang baik adalah terciptanya sebuah sistem HR yang baik, seperti penggajian yang tepat waktu dan akurat, jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, kemudian kemudahan dalam melakukan urusan adminstrasi. Untuk menjalankan tips yang terakhir ini kami sarankan anda menggunakan sebuah sistem HRIS yang bisa membantu perusahaan dalam mengelola SDM.

Demikian adalah 5 cara membangun loyalitas karyawan yang bisa di aplikasikan kepada perusahaan, cara-cara di atas hanyalah sebagian metode dari membangun loyalitas dalam diri karyawan, dan bagi anda yang memilki saran dan tips lainnya bisa berbagi melalui kolom komentar kami.

Tips menjaga ketajaman otak agar tetap fokus pada pekerjaan

Tips menjaga ketajaman otak agar tetap fokus pada pekerjaan

Tips menjaga ketajaman otak – Tuntutan pekerjaan yang tinggi mengharuskan kita untuk selalu fokus dalam menjalankan tugas, tanggung jawab yang tinggi dan deadline yang singkat pastinya akan banyak menguras tenaga dan pikiran. Dan karena kelelahan fisik dan pikiran inilah yang membuat kita sering hilang fokus, cepat lupa, dan mudah mengantuk.

Belum lagi perusahaan mengharuskan kita untuk selalu produktif, tanpa kita sadari jika fungsi otak di pergunakan terlalu berlebihan dengan istirahat yang kurang, maka sedikit demi sedikit ketajaman otak akan berkurang, yang menyebabkan kita menjadi pelupa, dan mudah hilang fokus.

Apabila kondisi ini tidak segera di atasi akan berakibat dalam jangka panjang, untuk itu sebaiknya kita perlu melakukan maintenance otak agar ketajaman otak tetap terjaga. lalu sebenarnya kegiatan positif apa saja yang dapat melatih ketajaman otak yang juga berdampak pada meningkatkannya fokus pikiran, berikut dibawah ini adalah kiat-kiat untuk menjaga ketajaman otak.

 

 

5 Tips menjaga ketajaman otak

 

1. relaksasi otak

Cara sederhana untuk melatih ketajaman otak adalah dengan membiarkan pikiran menjadi tenang. relaksasi otak atau menenangkan pikiran dengan pergi ke tempat sepi, dimana segala rutinitas yang biasa dijalani dihentikan sementara akan memberikan oksigen segar ke otak dan aura positif untuk pikiran kita.

Opsi yang lain dari tips menjaga ketajaman otak yang pertama jika anda tidak sempat meninggalkan rutinitas pekerjaan, adalah dengan menyediakan waktu untuk sekedar memejamkan mata dan memvisualisasikan dalam otak, seolah-olah bisa melakukan aktivitas itu dengan sebaik mungkin dan sukses, dan bisa lebih baik lagi jika kita sambil mendengarkan musik yang disuka.

 

2. Waktu tidur yang cukup 

Seorang asisten pskiater di New York University yang bernama Vatsal G. Thakkar, MD mengungkapkan bahwa ketidakmampuan fokus dan lemahnya konsenterasi seseorang seringkali disebabkan oleh kurangnya jam tidur. Mengapa kurang tidur berkualitas dapat mengurangi kemampuan dan konsenterasi otak? karena jam tidur yang kurang akan berkakibat signifikan pada fungsi kognitif otak, yang berujung menyebabkan kita menjadi pelupa.

 

3. Liburan dan hiburan

Ada yang bilang bahwa terlalu banyak bekerja tidak baik untuk kewarasan seseorang, rasanya ungkapan itu benar bagi orang yang sudah lama tidak pergi liburan. Munculnya rasa stress juga bisa datang dari banyaknya masalah dan tanggung jawab dalam hidup. Untuk itu liburan dan mendapatkan beberapa hiburan di anjurkan bagi mereka yang otaknya terlalu tenggang.

 

4. Berolahraga

Tips menjaga ketajaman otak dengan upaya menghilangkan stress yang selanjutnya adalah dengan melakukan kegiatan olahraga. Hal ini sebenarnya bisa rutin dilakukan, misalkan di pagi hari sebelum berangkat kerja kita melakukan jogging kecil di area perumahan, ataupun yoga untuk merelaksasikan otak. Saat berolahraga juga tubuh kita  memproduksi hormon Endorphin lebih banyak, yaitu hormon yang mampu memberi ketenangan bagi pikiran.

 

5. Pola makan sehat

Mungkin salah satu keberhasilan bangsa yunani dalam melahirkan orang-orang dengan tingkat kecerdasan tinggi adalah karena mereka memberlakukan pola makan sehat. Orang yunani sangat akrab dengan pola makan yang sehat, dan yang paling terkenal adalah diet sehat Mediteranian artinya mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah besar, lemak baik seperti minyak zaitun, serta mengurangi konsumsi garam dan daging merah.

Diet ini dapat mengurangi resiko seseorang untuk terkena penyakit Alzheimer hingga 40%, dan banyak peneliti yang sudah melakukan penelitian akan pola makan sehat ala orang yunani ini, yang mengungkapkan bahwa mediteranian memiliki kekuatan sebagai antioksidan yang mampu melawan peradangan.

Demikian adalah 5 tips menjaga ketajaman otak agar kemampuan fokus kita saat bekerja atau sedang mengerjakan sesuatu juga meningkat.

Mengapa karir saya di perusahaan terkesan mentok ?

Mengapa karir saya di perusahaan terkesan mentok ?

Penyebab karir terhambat - Jika anda sudah lama bekerja di suatu perusahaan, namun tidak mengalami kemajuan dalam karir pastinya akan merasa gundah gulana, dan memunculkan sebuah spekulasi-spekulasi negatif sendiri tentang perusahaan. Terhambatnya karir di sebuah perusahaan sebenarnya merupakan hal yang biasa, karena hal tersebut bisa saja di sebabkan oleh faktor-faktor kongkrit yang memungkinkan anda belum layak untuk mengisi suatu jabatan yang penting.

Tetapi spekulasi yang menyatakan bahwa sulit berkembang di perusahaan keluarga mungkin juga tidak salah, namun sebelum anda berprasangka buruk terhadap hal lain ada baiknya mengintrospeksi diri sendiri. Mungkin ada beberapa hal penting yang tidak anda miliki, atau alasan lainnya yang menjadi penyebab karir terhambat. Dan pada artikel ini mari kita temukan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi batu sandungan dalam karir anda, check it out!

 

 

5 Kemungkinan yang menjadi penyebab terhambatnya karir

 

1. Sudah lama bekerja tapi minim prestasi 

Alasan yang paling masuk akal dan harus anda terima juga sadari adalah minimnya prestasi kerja, atau tingkat produktivitas tidak meningkat bahkan cenderung menurun. Alasan ini harus anda terima, karena kebanyakan perusahaan lebih menghargai karyawan dengan segudang prestasi untuk di promosikan jabatannya, ketimbang karyawan yang sudah lama bekerja.

 

2. Kurang pamer prestasi 

Apabila anda sudah bekerja dengan sungguh-sungguh, berdedikasi tinggi kepada perusahaan, serta berjasa besar atas kemajuan perusahaan, namun anda belum juga di promosikan kemungkinan anda kurang pamer. Pamer bukan berarti mencari muka, atau juga sebagai penjilat, melainkan melaporkan kinerja anda selama ini kepada perusahaan dengan cara yang elegan.

Di sebuah perusahaan besar yang memilki ratusan sampai ribuan karyawan, pastinya agak sulit bagi top level manajerial untuk menentukan karyawan mana yang layak di promosikan, untuk itu anda sebagai karyawan lah yang harus memberitahukan kepada atasan dengan cara yang baik.

 

3. You are in the wrong place (company)

Pernahkah anda tersadar bahwa selama ini anda bekerja di perusahaan yang tidak tepat?, jika anda menyadarinya mungkin itu juga penyebab mengapa karir anda terhambat. Rasanya sulit peluangnya apabila anda bekerja di perusahaan kecil dengan posisi top level manajerial yang sedikit, apalagi jika semua jabatan penting tersebut sudah di isi oleh orang, satu-satunya cara yang paling mudah untuk merangkak ke posisi tersebut adalah dengan menunggu atasan anda pensiun atau resign.

Jika anda merupakan karyawan dengan kemampuan dan talenta yang baik, mungkin sebaiknya anda memilih hengkang dari perusahaan tersebut dan pindah ke perusahaan yang lebih besar, yang memilki prospek karir yang lebih baik lagi.

 

4. Perilaku yang tidak baik (belum matang menjadi seorang pemimpin)

Etos kerja yang baik bukan hanya serta merta bekerja dengan disiplin, produktif, dan jujur melainkan juga tentang perilaku, baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Ketika teknologi informasi sudah canggih ini sangat memungkinkan para manager untuk memantau anda cukup dari sosial media saja, walaupun sebenarnya di depan manager anda berperilaku sangat baik. Ada beberapa hal yang harus dihindari dari penggunaan sosial media yang akan berdampak langsung pada karir anda, di antaranya adalah :

  • Terlalu aktif di sosmed
  • Suka mengumbar masalah pribadi di sosmed
  • Hobi berdebat di sosial media
  • Suka mengeluh dan curhat di sosial media
  • Suka membagikan hal yang negatif tentang perusahaan di sosial media.

Kelima hal di atas harus anda hindari, bahkan jika sudah kelewatan bukan hanya karir saja yang akan terhambat, tetapi bisa juga karir anda berakhir di perusahaan tersebut.

 

5. Tidak kreatif dan selalu saja menjadi followers

Terakhir yang mungkin menjadi penyebab karir terhambat adalah anda tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru untuk perusahaan. Jika anda ingin dikenali oleh semua orang di perusahaan, dan di pandang baik oleh atasan maka yang harus anda lakukan adalah membuat inovasi. Karyawan dengan ide segar dan kreatif sekarang ini lebih diminati untuk di angkat jabatannya ketimbang karyawan yang hanya patuh dalam menerima perintah.

Persaingan bisnis semakin ketat, perusahaan memerlukan inovasi dan strategi baru untuk memenangkan kompetisi dengan perusahaan lainnya. Jika anda melihat ini sebagai peluang untuk di promosikan, maka datanglah dengan membawa ide baru yang bisa membawa perusahaan anda menjadi yang terbaik.

7 gejala atau tanda-tanda karyawan yang akan resign

7 gejala atau tanda-tanda karyawan yang akan resign

Tanda-tanda karyawan yang akan resign – Karyawan yang resign dari sebuah perusahaan adalah hal yang biasa, mereka yang memilih resign memilki beragam alasan yang berbeda, mulai dari alasan keluarga, gaji, hingga masalah personal dengan seseorang. Namun apabila perusahaan sering gonta-ganti karyawan atau banyak karyawan yang resign pastinya menjadi masalah.

Sebagai atasan atau divisi manajemen SDM anda harus mengetahui gelagat atau ciri-ciri karyawan yang akan resign, sehingga bisa dapat ditanggulangi. Dan juga biasanya sebelum melakukan berkas pengunduran diri, karyawan yang akan resign ini menunjukan gelagat yang aneh, seperti tidak masuk kerja karena alasan sakit, ataupun sering datang terlambat dengan alasan jalanan macet dan lainnya.

Dan pada artikel ini mari kita bahas tanda-tanda karyawan yang akan resign, yang paling sering terjadi di setiap perusahaan.

 

 

7 tanda-tanda karyawan yang akan resign dalam waktu dekat

 

1. Sering lihat linkedin, jobstreet dan situs kerja loker lainnya

Sebenarnya tidak sulit melihat gerak-gerik karyawan yang akan berniat resign, teman dekat atau teman seruangan mungkin bisa mengetahui hal ini. jika ada karyawan sering tertangkap sedang membuka situs-situs pencari pekerjaan, dan sering meninggalkan komentar di lowongan pekerjaan yang dibagikan, maka dapat diperkirakan ia akan meninggalkan perusahaan dalam waktu dekat.

 

2. Sering membuat kesalahan

Karyawan yang berniat ingin hengkang dari perusahaan dalam waktu dekat, biasanya sudah tidak memperdulikan lagi kualitas kerjanya, dan sering membuat kesalahan yang berulang-ulang. kecendrungan ini dapat di indikasikan sebagai ketidak seriusan dirinya dalam menjalankan tugas, dan kejenuhannya dalam bekerja yang membuatnya ingin cepat-cepat hengkang dari perusahaan.

 

3. aktivitas online atau jejaring sosial di internet semakin meningkat

Zaman sekarang kebanyakan pekerjaan menuntut kita untuk selalu online, dan terhubung dengan internet agar mudah dihubungi dan sekaligus dapat menunjang pekerjaan. Namun apabila anda menemukan karyawan yang sering online tetapi tidak ada hubungan dengan pekerjaannya, atau justru hanya membuka sosial media saja, maka bisa disimpulkan dia hanya membuang-buang waktu sampai jam kerja usai. dan hal tersebut dapat di indikasikan salah satu ciri-ciri karyawan yang akan resign.

 

4. Menghindari pembicaraan dengan atasan

Selanjutnya tanda-tanda karyawan yang akan resign adalah mereka menghindari pembicaraan dengan atasannya, hal ini terjadi karena mereka takut ditanyakan soal perkembangan pekerjaannya, dan biasanya mereka yang ingin resign sudah tidak produktif lagi dalam bekerja.

 

5. Sering mengeluh kepada teman

Kemudian apabila ada karyawan yang sering mengeluhkan segala hal dan masalah baik itu dari segi pekerjaan ataupun gaji, bisa jadi ia sedang mencari alasan atau kesalahan kantor yang membuatnya bisa resign. Mencari alasan resign yang tepat dan masuk akal akan sangat berguna saat nanti ada interview di tempat kerja yang baru, karena biasanya interviewer tidak mempermasalahkan orang yang resign karena perusahaan tempat bekerja mereka dulu tidak dapat memfasilitasi karyawannya dengan baik.

 

6. Datang terlambat dan pulang kantor lebih awal

Tanda-tanda selanjutnya adalah karyawan yang sering datang terlambat padahal dulu rajin dan selalu datang tepat waktu ke kantor. Kemudian jam pulangnya juga paling awal, seolah-olah kedatangannya ke kantor hanya sekedar menunggu jam pulang kerja pulang, karena ia sudah tidak niat lagi untuk bekerja di perusahaan tersebut.

 

7. Sibuk mengurusi hal lain di luar konteks pekerjaan

Tanda-tanda karyawan yang akan resign yang terakhir adalah mereka yang sangat sibuk mengurusi hal lain di luar jobdesknya di perusahaan. Fakta karyawan yang memilki bisnis sampingan memang banyak, dan hal tersebut sah-sah saja selama tidak menganggu pekerjaan di kantor, namun apabila bisnis sampingannya sudah menganggu pekerjaannya di kantor, maka dapat di cirikan bahwa dia sudah tidak fokus lagi, dan potensi dirinya untuk resign dalam waktu dekat cukup terbuka.

Demikian adalah 7 tanda-tanda karyawan yang akan resign versi blog.payrollbozz.com ,apabila anda memilki teman atau karyawan dengan kecendrungan di atas tadi, maka sebaiknya anda sebagai atasan atau HR management bisa cepat mengambil tindakan, seperti melakukan komunikasi persuasif agar ia mengurungkan niatnya.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia