Apakah Kenaikan Gaji Tahunan Wajib Dilakukan oleh Perusahaan?

Apakah Kenaikan Gaji Tahunan Wajib Dilakukan oleh Perusahaan?

Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, apakah perusahaan wajib memberikan kenaikan gaji setiap tahun? Pertanyaan ini cukup umum, terutama di tengah perkembangan ekonomi dan tantangan bisnis yang terus berubah. Berikut beberapa hal yang perlu dipahami mengenai kebijakan kenaikan gaji tahunan:

  1. Tidak Ada Aturan yang Mengharuskan Kenaikan Gaji Tahunan
    Secara hukum, tidak ada peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk memberikan kenaikan gaji tahunan. Beberapa peraturan yang ada di Indonesia terkait upah, mulai dari UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja, ataupun PP Pengupahan, sebetulnya tidak ada yang menyebutkan secara detail terkait aturan kenaikan gaji. UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 menyebutkan bahwa pengusaha perlu meninjau upah secara berkala namun perlu tetap memperhatikan kemampuan perusahaan serta produktivitas. Kemudian, PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021 tepatnya pada Pasal 48 ayat (2) menyebutkan bahwa peninjauan upah merupakan bagian dari kebijakan perusahaan. Jadi, kebijakan mengenai kenaikan gaji biasanya diatur oleh masing-masing perusahaan berdasarkan situasi finansial, performa karyawan, serta kondisi pasar tenaga kerja.
  1. Kenaikan Gaji Berdasarkan Evaluasi Performa
    Banyak perusahaan menerapkan kenaikan gaji berdasarkan evaluasi performa karyawan. Artinya, karyawan yang menunjukkan kinerja yang baik atau luar biasa akan lebih berpeluang mendapatkan kenaikan gaji. Hal ini mendorong produktivitas dan kontribusi positif bagi perusahaan.
  2. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji
    Selain performa individu, faktor eksternal seperti inflasi, kondisi ekonomi, dan persaingan di pasar tenaga kerja juga mempengaruhi kebijakan kenaikan gaji. Beberapa perusahaan mungkin menyesuaikan gaji karyawan untuk menjaga daya saing dan kesejahteraan karyawan dalam menghadapi biaya hidup yang meningkat.
  3. Kebijakan Kenaikan Gaji yang Transparan
    Meskipun tidak wajib, kebijakan kenaikan gaji yang jelas dan transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan karyawan. Hal ini dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan motivasi serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Kesimpulannya, meskipun tidak ada kewajiban legal bagi perusahaan untuk menaikkan gaji setiap tahun, kebijakan ini sering kali dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap karyawan dan untuk menjaga daya saing perusahaan. Penting bagi setiap perusahaan untuk menyesuaikan kebijakan ini dengan kondisi bisnisnya serta kebutuhan dan kesejahteraan karyawan.

 

Tips dan cara yang benar untuk meminta kenaikan gaji kepada atasan

Tips dan cara yang benar untuk meminta kenaikan gaji kepada atasan

Cara minta naik gaji – Berbicara tentang kenaikan gaji pastinya setiap karyawan yang melakukan pengajuan tersebut berharap dapat di setujui oleh atasan dan dipenuhi 100% oleh perusahaan. Bahkan di Amerika serikat sendiri survey mengatakan 1 dari 3 orang karyawan memilih untuk mencari pekerjaan baru apabila dalam 12 bulan bekerja mereka tidak mendapatkan kenaikan upah kerja.

Kenaikan upah kerja sendiri sebenernya adalah tuntutat yang lumrah dari karyawan kepada perusahaan, namun hal tersebut biasanya melalui beberapa proses peninjauan terlebih dahulu, apakah karyawan tersebut layak atau tidak mendapatkan kenaikan gaji.

Jika anda berpikir pantas mendapatkan kenaikan gaji karena sudah bekerja dengan sebaik mungkin dalam jangka waktu yang cukup lama sekitar 12 bulanan, maka permintaan tersebut layak anda layangkan kepada perusahaan. Namun ada beberapa tips dan cara minta naik gaji agar kemungkinan disetujui oleh atasan menjadi lebih besar, berikut adalah caranya.

 

Tips dan Cara minta naik gaji dan tepat

 

1. Siapkan diri anda dan alasan

Layaknya interview kerja, karyawan yang meminta kenaikan gaji juga terlebih dulu melalui proses interview yang di dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan template seperti mengapa anda layak mendapatkan gaji tambahan, apa yang sudah anda lakukan untuk perusahaan, jaminan dari kenaikan gaji dan sebagainya.

Jangan anggap sepele pertanyaan-pertanyaan tersebut karena jawaban yang tepat tanpa melebih-lebihkan diri sendiri, dapat memperbesar peluang disetujui.

 

2. Timing yang tepat

Situasi dan waktu yang tepat juga akan mempengaruhi peluang, seperti yang disarankan  Alan Kearns selaku pakar pengembangan karier dan founder dari CareerJoy.com. ”Mendapatkan kenaikan gaji dimulai enam bulan sebelumnya, ketika Anda mulai terlihat menonjol dan memberi nilai tambah pada perusahaan di mana Anda bekerja,”

 

3. Jangan bandingkan dengan yang lain

jangan pernah membandingkan diri anda dengan gaji teman anda, mengapa demikian? karena hal tersebut akan menjadi bumerang untuk anda, atasan bisa saja menyerang anda balik dan membanding-bandingkan anda dengan rekan kerja dan mencoba melebih-lebihkannya.

Yang harus dilakukan adalah justru anda mengacu pada gaji standar profesi anda di perusahaan lain, atau UMR di sebuah wilayah. Tapi tentunya dengan alasan dan timing yang tepat.

 

4. Perhitungkan juga soal wilayah

Jangan membandingkan gaji anda dengan karyawan perusahaan lain di wilayah yang berbeda, misalnya karyawan yang bekerja di daerah akan berbeda standar gajinya dengan mereka yang bekerja di kota metropolitan atau megapolitan, jadi sebaiknya lakukan komprasi yang tepat.

 

5. Gunakan portofolio sebagai jurus anda

tips dan cara minta naik gaji yang selanjutnya adalah gunakan portofolio atau karya anda yang baru, yang sudah anda berikan kepada perusahaan. Portofolio tersebut yang akan menjadi tolak ukur perusahaan untuk memenuhi tuntutat kenaikan gaji anda. dan mereka yang memiliki portfolio yang baru akan jauh lebih berpotensi disetujui permintaannya.

 

6. Fokus pada gambaran umum 

Walaupun tuntutat kenaikan gaji adalah soal materi tapi anda juga harus bisa bernegosiasi atau memberikan toleransi kepada perusahaan anda. Kebanyakan perusahaan yang menolak permintaan kenaikan gaji karyawan bukan karena tidak ingin, tapi karena keadaan keuangan perusahaan yang sedang tidak stabil.

Jika perusahaan tidak dapat mengabulkan permintaan anda cobalah untuk bernegosiasi kepada perusahaan, misalnya sebagai gantinya anda meminta jam kerja yang lebih fleksibel atau meminta waktu cuti. Dan jika anda masih ingin bekerja di perusahaan tersebut jangan pernah menggeratak atau memberikan ancaman kepada perusahaan dan atasan anda ketika tuntutat tidak dipenuhi.

 

7. Hindari kata-kata frase

Cara minta naik gaji yang terakhir dari blog payrollbozz adalah dengan menghindari kata frase seperti “saya pikir” atau “mungkin” ketika bernegosiasi. Menurut ahli negosiasi Jessica Miller-Merrell kata- frase harus dihindari kata hal tersebut adalah ekspresi dari ketidak percayaan diri yang membuat anda semakin terlihat tidak kuat, dan tentunya membuat peluang negosiasi menjadi kecil.

Demikian adalah tips dan cara minta naik gaji yang tepat, seperti yang sudah dikatakan di awal bahwa tuntutat ini adalah hal yang biasa jadi jangan ragu untuk melakukan permintaan, tapi tentunya dengan cara dan timing yang tepat disertai dengan pembuktian bahwa kinerja anda sudah menjadi lebih baik dari kemarin.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia