Indonesia salah satu negara asia dengan hari libur terbanyak

Indonesia salah satu negara asia dengan hari libur terbanyak

2018 menjadi tahun dengan hari libur terbanyak untuk pekerja di Indonesia, hal ini disebabkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah beberapa di antaranya adalah tambahan cuti bersama untuk hari raya idul fitri dan yang terbaru adalah penetapan 27 juni 2018 sebagai public holiday sesuai keppres nomor 15 tahun 2018.

Pemerintah juga menganjurkan untuk perusahaan-perusahaan yang tidak dapat meliburkan karyawannya pada tanggal 27 juni kemarin untuk kepentingan pilkada, untuk membayar uang lembur kepada mereka yang masuk.

Siap-siap, perusahaan yang tak meliburkan karyawan saat pilkada akan dikenakan sanksi berikut

Dengan adanya penambahan-penambahan hari libur dan cuti bersama maka Indonesia menjadi salah satu negara asia dengan hari libur terbanyak.

Bahkan ketua umum APINDO (Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia), yakni Hariyadi B Sukamdani menyebutkan Libur nasional Indonesia di tahun 2018 adalah 17 hari kalender dan cuti bersama 8 hari kerja.

Tidak hanya itu dirinya juga menambahkan bahwa peraturan pembayaran insentif membebani pengusaha, karena biaya insentif libur di hari nasional harus di bayar lebih dari kerja lembur pada hari kerja biasa.

Meski demikian Indonesia bukanlah negara di asia dengan hari libur terbanyak, masih ada negara-negara lainnya seperti sri lanka yang bahkan memliki 25 hari libur nasional, lalu negara mana sajakah yang hari liburnya melebihi Indonesia? berikut adalah ulasannya.

 

Negara asia dengan hari libur terbanyak di atas Indonesia 

 

1. Sri lanka

Nampaknya rakyat sri lanka adalah yang paling sering merencanakan liburan, hal ini disebabkan karena jumlah libur nasional mereka yang mencapai 25 hari, belum ditambah cuti bersama. Kebijakan libur nasional yang banyak diputuskan oleh pemerintah sri lanka karena negaranya memilini tingkat keberagaman agama yang tinggi, mulai dari islam, kristen, hindu, buddha dan katholik.

 

2. India

Posisi kedua ada India yang memiliki hari libur sejumlah 21, masih sama dengan sri lanka faktor penentu banyaknya hari libur di negara dengan penduduk terbanyak ke 2 di dunia ini karena keberagaman agama di negara tersebut. Hal ini menyebabkan banyaknya festival dan perayaan agama yang harus di peringati dan di jadikan sebagai libur nasional.

 

3. Filipina

Selanjutnya negara asia dengan hari libur terbanyak selain indonesia adalah filipina. Negara yang masih masuk wilayah asia tenggara ini memiliki 18 hari libur nasional yang di antaranya hari libur agama, libur Tahun Baru, Hari Buruh, Hari Kemerdekaan, dan lainnya.

 

4. China & Hong kong

Walaupun terkenal memiliki penduduk pekerja keras, faktanya hong kon dan juga china menduduki peringkat keempat negara asia dengan hari libur terbanyak. Kedua negara ini sama-sama memiliki 17 hari libur nasional, yang di antaranya hari libur  Tahun Baru, Imlek, Festival Qingming, Paskah, dan hari ulang tahun Sang Buddha.

Cuti bersama lebaran masih masuk ? Ini dia Tips kerja saat cuti lebaran

Cuti bersama lebaran masih masuk ? Ini dia Tips kerja saat cuti lebaran

Tips kerja saat cuti lebaran - Hari raya idul fitri adalah hari raya keagamaan di Indonesia yang memiliki jadwal cuti bersama, itu sebabnya lebaran menjadi kesempatan bagi semua orang untuk melaksanakan silaturahmi ke kampung halaman, terlebih cuti lebaran tahun ini adalah yang terpanjang yang pernah di adakan.

Namun tidak semua perusahaan atau instansi meliburkan karyawannya, ada beberapa perusahaan yang berada di industri jasa dan pelayanan yang harus tetap berjalan, karena tanggung jawab perusahaan.

Dan supaya perusahaan tetap beroperasi maka harus ada karyawan yang “menjaga gawang”, nah bagi anda karyawan yang harus bekerja di hari libur atau kena jatah menjadi “penjaga gawang” mungkin bisa mengikuti tips-tips dibawah ini, agar tetap bisa produktif di hari libur.

 

Tips kerja saat cuti lebaran

 

Atur ulang jadwal liburan anda

Merayakan lebaran memang paling afdol jika bersama keluarga besar, namun walau begitu berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga tidaklah harus tepat di hari H.

Anda bisa merayakan lebaran dan bersilaturahmi bersama keluarga setelah hari raya. anda bisa mengambil jatah cuti setelah mendapatkan giliran libur untuk berkunjung ke rumah sanak famili.

Keuntungan dari pergi setelah moment-moment idul fitri adalah jalanan dan tempat objek wisata juga lebih sepi, ya memang sisi negatifnya anda tidak bisa kumpul keluarga secara lengkap.

 

Bernegosiasi tentang pekerjaan

Tips kerja saat cuti lebaran yang satu ini mungkin bisa benar-benar membantu, walaupun sebenernya kemungkinannya kecil untuk bisa negosiasi soal kerjaan yang dibawa pulang ke rumah.

Ada beberapa pekerjaan dan tugas-tugas yang sebenernya bisa di kerjakan tanpa harus ke kantor, yang penting selesai tepat waktu. dengan memanfaatkan kebijakan perusahaan mungkin permintaan anda bisa di penuhi.

Namun apabila hal tersebut tidak memungkinkan anda bisa bernegosiasi soal waktu, agar tetap tidak ketinggalan mobil lebaran. Seperti contohnya kamu bisa masuk di hari H sampai H+2, kemudian digantikan oleh orang lain.

Dengan begitu anda akan bisa ikut libur lebaran di hari berikutnya sampai masa cuti bersama berakhir, dan menanyakan kepada atasan untuk kemungkinan mengambil cuti setelah cuti bersama.

 

Tetap produktif

Bekerja dibawah bayang-bayang liburan memang tidak mengnenakan, terlebih waktu yang seharusnya kita habiskan bersama keluarga besar malah dihabiskan untuk bekerja.

Namun walau begitu kita tidak boleh mengesampingkan profesionalitas, tugas adalah tugas yang menjadi kewajiban. tipsnya adalah anda bisa membuat daftar tugas, kemudian nyalakan musik agar pikiran tetap rileks.

 

Jangan buka sosial media saat kerja di hari cuti

Menyedihkan memang disaat orang lain liburan dan bertemu dengan famili anda justru terjebak di kantor besama tumpukan pekerjaan. Nah demi tetap menjaga produktivitas kerja usahakan anda tidak membuka sosial media.

Karena membuka sosmed akan membuat fokus anda bubar, tidak hanya itu perasaan iri dan malas pun karena melihat postingan teman yang sedang berlibur di kampung halaman.

Demikian adalah tips-tips kerja saat cuti yang bisa anda praktikan, tetap jaga produktivtas anda walau harus bekerja di hari cuti, dan bersamaan artikel kali ini juga kami dari tim Payrollbozz mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1439H, mohon maaf lahir dan batin.

Tren HR 2018

Tren HR 2018

Tak terasa kita sudah Memasuki pertengahan tahun 2018, rasa-rasanya baru kemarin kita membuat wishlist dan resolusi baru di tahun ini. Dan selalu setiap tahun memiliki trennya masing-masing, termasuk tren HR 2018 ini.

Walaupun tidak ada yang benar-benar mencolok dengan tren HR dari tahun sebelumnya, namun transformasi HR adalah sesuatu yang wajib kita ikuti terutama bagi para pemilik perusahaan maupun manajer HRD.

Masih banyak waktu dan ruang bagi kita untuk memperbaiki atau meningkatkan efiseinsi SDM, Tahun 2018 ini akan menjadi campuran kemajuan teknologi dan perubahan dalam pola pikir tentang bagaimana memimpin dan mengawasi tenaga kerja dan operasi perusahaan.

Dengan itu, mari kita lihat 10 tren HR 2018 sebagai bahan referensi dan evaluasi untuk pengelolaan SDM.

 

7 TREN HR 2018

 

1. Memahami karyawan

Banyak para pemimpin perusahaan mulai menyadari bahwa karyawan bukanlah sekedar mesin yang menggerakan bisnis, melainkan sebuah kekuatan utama.

Tak bisa dipungkiri seiring berjalannya waktu dan pekembangan teknologi membuat pengalaman karyawan semakin matang, ini yang membuat mereka pantas untuk dijadikan sebagai asset.

Oleh karena itu mendengar dan memahami keinginan, kebutuhan, dan kemampuan mereka membantu membangun tenaga kerja yang berkinerja tinggi dan tangguh.

 

2. Work remotely

Tren kerja jarak jauh mungkin bukanlah sesuatu yang baru, tetapi belum banyak perusahaan yang memaksimalkan teknologi informasi untuk metode atau cara kerja baru karyawan mereka.

Tidak mudah memang mengawasi karyawan yang bekerja di tempat lain, Namun perusahan bisa menyiasatinya dengan memberlakukan fleksibel worktime bagi para pekerja profesional.

Tren seperti ini sangat populer di kalangan profesional muda dari Amerika Serikat dan Eropa. Meskipun produktivitas pekerja jarak jauh telah menjadi topik hangat, penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan rekan kantor mereka, pekerja jarak jauh lebih produktif.

 

3. Posisi yang tidak aman di pasar bisnis

faktanya saat ini tidak ada satu perusahaan manapun yang bisnisnya tidak terancam. Hal tersebut disebabkan oleh munculnya produk dan layanan baru serta evolusi teknologi yang cepat.

pendekatan yang tidak konvensional diperlukan untuk mempertahankan status perusahaan Anda. Start-up kecil dapat mengubah seluruh industri secara terbalik. 2018 akan mengharuskan CEO dan tim mereka untuk waspada dan selalu mengikuti perkembangan terbaru.

 

4. Menggunakan analisis dan algoritma saat perekrutan

Tren HR 2018 memang mengacu pada pemanfaatan teknologi, tidak terkecuali saat melakukan perekruran karyawan. Beberapa HRD senior mungkin tidak terlalu senang dengan ide mengandalkan algoritma, namun, terbukti jauh lebih dapat diandalkan daripada naluri manusia yang bias.

Dengan menggunakan algoritma pada resume digital untuk mengidentifikasi kandidat dengan ciri-ciri yang disukai jauh lebih baik. Dan juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak mengabaikan atau melewatkan pelamar yang berpotensi.

 

5. Memberikan sorotan pada pelamar pasif

Sayangnya saat ini banyak perusahaan yang masih atau lebih memilih karyawan yang berstatus kerja, dibandingkan dengan karyawan yang tidak. padahal mereka yang aktif juga belum tentu memiliki skill yang memupuni atau memenuhi kriteria yang perusahaan butuhkan.

Mencari kandidat yang pasif akan memperbesar peluang perusahan mendapatkan karyawan seperti yang mereka butuhkan.

Media sosial, pencarian hashtag, sub-forum, dan sarana komunikasi online lainnya adalah cara yang mudah dan simpel dalam mengidentifikasi bakat pelamar yang pasif.

 

6. Teknologi menyingkirkan tenaga kerja

Perkembangan teknologi memangkas tenaga kerja manusia. salah satu contohnya adalah keberadaan software HR yang mampu menggeser perang admin-admin HRD.

Penggunaan software HR terbukti bisa mengelola data SDM lebih baik, cepat dan akurat dibandingkan mengandalkan admin HRD. Namun jangan khawatir karena mereka yang memiliki kemampuan profesional bisa menjadi konsultas, yang mana saat ini cukup dibutuhkan.

 

7. Digitalisasi SDM

Tren HR 2018 yang terakhir adalah bisa dikatakan yang paling penting saat ini, yakni digitalisasi tempat kerja itu sendiri. Saat ini hampir setiap perusahaan sedang mengalami transformasi digital.

Setiap aspek bisnis sekarang dapat diubah dengan Cloud, komputasi mobile, dan peningkatan otomatisasi. Penggunaan software-software pembantu yang semakin marak di perusahaan ini bukan tanpa alasan.

pasalnya mereka percaya dengan menggunakan software atau aplikasi dapat memangkas waktu adminstrasi dan juga lebih efisien, serta dapat di akses secara online sehingga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Cuti lebaran 2018 ditambah 3 hari, bagaimana dengan pegawai swasta ?

Cuti lebaran 2018 ditambah 3 hari, bagaimana dengan pegawai swasta ?

Cuti lebaran 2018 – Seperti yang kita tahu bahwa pemerintah sudah mengumumkan cuti bersama lebaran di tambah 3 hari, yakni 2 hari sebelum hari raya idul fitri dan 1 hari setelah hari raya total menjadi 10 hari. Penambahan cuti bersama ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang biasanya selalu terjadi pada saat musim mudik.

Dan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat musim mudik, upaya ini dilakukan dengan harapan para karyawan yang yang pulang ke kampung halaman memiliki waktu lebih banyak untuk pulang kembali ke kota.

Menurut Hanif dhakiri selaku Menteri ketenagakerjaan RI tambahan cuti bersama itu berlaku bagi PNS (Pegawai Negeri Swasta) dan juga pegawai swasta.  Nah, bagi pegawai swasta, tambahan cuti ada konsekuensi pemotongan cuti. “Ujarnya” (19/4/2018)

Penandatanganan dan pengesehan atas SKB (Surat keterangan bebas) tiga menteri tentang cuti bersama dan juga hari libur Nasional pada tahun 2018, disaksikan juga oleh Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Penambahan cuti lebaran 2018 ini ditanggapi beragam oleh Netizen, seperti biasa keputusan pemerintah yang berpengaruh langsung kepada masyarakat selalu memunculkan pro dan kontra, banyak orang yang setuju dan banyak orang juga yang mengatakan bahwa penambahan ini tidak perlu.

 

Tanggapan Netizen Cuti lebaran 2018

 

 

Pro dan kontra dari penambahan cuti bersama pada hari raya lebaran pun terjadi. Hal positif yang bisa didapatkan dari penambahan 3 hari cuti lebaran 2018 ini adalah penguraian kemacetan saat arus balik dapat lebih terbendung, karena dengan ini para pemudik yang pulang kampung bisa mendapatkan pilihan hari untuk balik ke kota.

Dan sisi negatifnya terutama untuk pegawai swasta adalah pemotongan jatah cuti tahunan karena penambahan ini. dan dari sudut pandang pengusaha semakin panjangnya cuti lebaran 2018 dapat mengganggu produksi.

Demikian adalah ulasan tentang cuti lebaran 2018 yang akan di tambah 3 hari, yakni 1, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018. dengan tujuan untuk mengantisipasi kemacetan yang selalu terjadi saat musim mudik.

Membangun perusahaan/tempat kerja dengan memanfaatkan teknologi digital

Membangun perusahaan/tempat kerja dengan memanfaatkan teknologi digital

Kemajuan teknologi di dunia ini bukanlah sesuatu yang bisa kita redam, karena kemunculan dan pembaharuannya akan terus ada dan berdatangan. Sebagai pengguna teknologi saat ini sebaiknya kita juga harus bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif yang dapat menambah produktivitas.

Hal ini tidak terkecuali pada aktivitas atau sistem kerja di sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi digital. Saat ini banyak perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi sebagai basis manajemen perusahaan mereka, baik itu manajemen SDM, adminstrasi, dan sebagainya.

Seperti yang kita amati bersama juga bahwa teknologi digital memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas-tugasnya dengan lebih cepat nan akurat. Dan karena hal itu juga jargon “kerja cerdas bukan kerja keras” semakin meluas seiring perkembangan teknologi yang kini tidak hanya dapat membantu manusia dalam mengerjakan tugasnya tetapi sudah benar-benar bisa menggantikan manusia.

Tetapi yang perlu kita sadari juga terpaan kemajuan teknologi digital dalam semua lini kehidupan manusia juga merupakan tantangan, dan Bagi mereka yang bisa menjawab tantangan ini maka mereka akan bisa meraih kesuksesan.

Tips dalam menghadapi era persaingan baru ala teknologi digital agar dapat bersaing, kita harus bersikap reaktif dan proaktif dalam mengikuti semua perubahan. Untuk dapat membangun tempat kerja/linkungan kerja berbasis teknologi kita perlu mengidentifikasi elemen kunci dari tempat kerja digital yang sukses, dan mengambilnya dari sana.

 

Menghiring karyawan yang tepat

Mempekerjakan seseorang di lingkungan kerja digital, membutuhkan karyawan dengan keterampilan dan mampu beradaptasi dengan cepat. Dan sayangnya tidak semua orang dapat atau memiliki keterampilan untuk menggunakan alat teknologi digital.

Dan kemudian banyak orang yang tidak bisa atau kurang baik bekerja dalam sebuah tim, yang membuatnya kesulitan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan orang lain. dan salah satu kunci sukses membangun perusahaan berbasis teknologi adalah membangun SDM yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Namun pekerja yang tidak pandai bersosialisasi yang biasa kita sebut introvert juga tidak menutup kemungkinan dapat memberikan peran yang besar dalam perusahaan. Dalam beberapa kasus pekerja introvert biasanya sangat dekat dengan teknologi digital, dari sana mereka bisa mengerjakan banyak hal. Dan bisa dikatakan juga bahwa tampat kerja digital sangat cocok bagi introvert yang mana pertemuan tatap muka sangat minim.

 

Lingkungan kerja dan relationship

 

Kolaborasi

Tempat kerja digital harus memiliki kerangka kerja kolaborasi. Kebanyakan orang saat ini bekerja bersama tanpa pertemuan tatap muka, jadi mereka perlu memiliki cara yang teratur untuk menghubungi anggota tim, berbagi data, bertukar pikiran, menemukan solusi, dan menyampaikan keputusan. Kerangka kerja kolaborasi juga merupakan cara yang baik untuk melacak kemajuan pekerjaan dan mempertahankan akuntabilitas.

fasilitasi karyawan anda dengan perangkat kolaborasi dan tekankan penggunaan secara konsisten untuk semua anggota tim dan manajemen.

 

Feedback

Banyak perusahaan sukses yang menepatkan feedback sebagai instrumen pengembangan mereka. Prinsip yang sama berlaku untuk sistem feedback bagi karyawan agar mereka tetap kompetitif dalam mempertahankan kinerja. Musyawarah dan memberikan feedback dengan karyawan secara berkala juga dapat meningkatkan manajemen SDM, dengan saling memberikan informasi perkembangan pekerjaan mereka.

 

Kebijakan

Sebagai karyawan atau pekerja perusahaan lebih baik bekerja dalan lingkungan yang terstruktur, sekalipun itu di lingkungan kerja digital.  Sementara itu walaupun fleksibilitas dan keterbukaan diberikan, kebijakan tetap sebagai pengarah di mana karyawan dan perusahaan bergantung untuk kesuksesan bisnis perusahaan. Serta pastikan juga anda membuat kebijakan dengan pertimbangan yang sangat matang untuk mencapai tujuan yang jelas.

 

Cloudbase Storage

Untuk membangun tempat kerja yang proper anda harus memudahkan karyawan mengakses berbagai data, file, atau dokumen untuk kebutuhan proyek. Hal ini menjadi penting mengingat peker di era digital membutuhkan kecepatan untuk mengambil data, anda bisa menggunakan jasa server seperti google drive dan Dropbox atau menyediakan server khusus yang dapat di akses oleh semua karyawan. Cloudbase storage sangat penting guna menjaga perusahaan berjalan secara efisien.

 

Terintegrasi

Salah satu hal yang paling membuat frustrasi bagi pengguna alat digital adalah ketika mereka tidak kompatibel satu sama lain dan tidak terintegrasi. Perangkat digital di perusahaan yang anda miliki harus saling bisa berkomunikasi satu sama lain, terutama CRM, sistem HR, dan data informasi. Ini akan membantu Anda menghindari kesalahan dan kegagalan ketika mentransfer data dari satu sistem ke yang lain, dan meminimalkan biaya Anda untuk menjalankan aplikasi.

 

Sosial Media

Ada waktu ketika perusahaan tidak menganjurkan para karyawannya bermain sosial media, namun terkadang sosial media dari karyawan anda dapat menjadi lahan promosi gratis untuk perusahaan. Dengan memanfaatkan sosial media di jalan yang benar maka seorang karyawan dapat lebih kredibel mempromosikan perusahaan atau produk bisnisnya di sosial media, Mengapa dikatakan lebih kredibel? hal ini di karenakan akun yang mereka gunakan adalah akun pribadi, sehingga terlihat seorang karyawan memiliki kebanggan terhadap perusahannya secara personal.

 

Fleksibiltas di era digital

Jadwal kerja dan tempat kerja yang fleksibel menjadi faktor utama untuk meningkatkan produktivitas pekerja yang berbasis teknologi digital. Kemajuan teknologi telah membuat pekerjaan dapat di seleasaikan di satu tempat menggunakan gadget dna jaringan internet.

 

Kesimpulan 

Membangun perusahaan atau tempat kerja berbasis teknologi digital bukan serta-merta hanya mengenai hardware dan software yang bagus, tetapi juga harus tetap fokus pada aplikator yang dalam hal ini adalam SDM. Orang-orang yang bekerja dengan peralatan canggih harus memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang teknologi yang baik.

Kemudian adalah manajemen kerja yang baik, di era digital ini karyawan tidak harus bertatap muka hanya untuk bekerja sama, mereka bisa menggunakan platform seperti trello untuk berkomunikasi satu sama lain, dan SPV pun dapat memantau peningkatan kinerja mereka dari paltform tersebut. Kemudian gunakan elemen-elemen di atas sebagai panduan dalam membangun perusahaan berbasis teknologi digital yang sukses.

Tips meningkatkan produktivitas marketing/salesforce perusahaan anda

Tips meningkatkan produktivitas marketing/salesforce perusahaan anda

Cara meningkatkan produktivitas sales – Marketing/pemasaran dan penjualan adalah sebuah aktivitas yang dapat memberikan keuntungan kepada perusahaan, dan juga faktanya tidak ada satu perusahaan/bisnis dimanapun yang mampu bertahan dan sukses tanpa meningkatkan penjualan produk atau jasa mereka.

Hampir semua perusahaan meningkatkan penjualan mereka dengan menggunakan salesman. Salesman/salesforce adalah bagian dari strategi upaya dari marketing guna meningkatkan penjualan produk.

Agar strategi marketing ini berhasil diperlukan salesman mampu berjualan dengan sangat baik. Diperlukan perencanaan yang matang untuk mengelola SDM yang bekerja sebagai salesman, diperlukan pelatihan dan product knowledge yang memumpuni agar konsumen tertarik kepada produk yang dijual.

Namun bagaimana cara meningkatkan produktivitas sales? agar bisa mencapai goal yang telah di targetkan oleh perusahaan? Berikut ini adalah beberapa tips dan cara yang bisa anda coba untuk meningkatkan produktivitas sales.

 

Cara Meningkatkan Produktivitas Sales

 

1. Mengorganisir tim sales dengan baik

Lihat kembali tim sales di perusahaan anda, apakah mereka sudah bekerja secara tim atau masih individual. Memberikan perhatian kepada tim sales sangatlah penting karena merupakan unjuk tombak dari perusahaan. buat mereka bekerja sebagai tim bukan perorangan, jangan bebankan target atau goal penjualan secara perorangan, tetapi buat itu sebagai target tim yang harus dicapai, setelah itu arahkan mereka. Dengan memberikan tanggung jawab kepada tim sales bukan kepada perorangan maka akan membuat mereka mampu berkompetisi dengan kompetitor sebenarnya, bukan kepada teman kerja.

 

2. Lakukan meeting internal tim sales secara berkala

Untuk menciptakan kekompakan dan kerjasama di dalam tim, perlu di adakan meeting internat tim sales secara berkala, guna memberikan laporan perkembangan, yang juga bermanfaat sebagai bahan evaluasi tim. Manfaat lainnya adalah tim sales bisa semakin kompak satu sama lain, dan SPV atau manajer dapat mengawasi mereka dengan intens.

Dalam cara meningkatkan produktivitas sales yang satu ini juga ada tipsnya, yakni sebaiknya jangan lakukan meeting terlalu lama cukup 45 menit dalam sekali pertemuan. Yang terpenting adalah kuantitas pertemuan ditingkatkan lagi, misalnya yang tadinya dalam seminggu hanya 2x, kini tingkatkan menjadi 4 atau 5x seminggu.

 

3. Efisensi waktu (kerja cerdas bukan kerja keras)

Zaman sudah modern dengan kemajuan teknologi informasi yang kita miliki saat ini, sangat memungkinkan kita bisa bergerilya melalui sosial media. Jangan terlalu memforsir kerja sales anda dengan menerapkan jam kerja yang lama, tapi berikan mereka kesempatan untuk beristirahat dan berpikir. dengan itu bisa saja inisiatif atau ide yang tidak biasa bisa muncul, yang berdampak pada penjualan.

Mempelajari segmentasi konsumen adalah upaya mengefisensi waktu, dengan mengenal target market maka kita bisa melakukan penawaran produk kepada orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan juga menghemat energi.

 

4. Perhatian dari manajemen

Selain cara-cara di atas, yang perlu dikaji juga adalah perhatian manajemen kepada sales serta kepuasan akan  penghargaan. Ini bisa menjadi moral booster yang efektif bagi tim sales. Penjual diberikan apresiasi bila melampaui target yang tinggi, mendapat ucapan terima kasih kala mencapai target; diberikan bantuan dan pengarahan saat menghadapi  kesulitan; serta mengadakan pertemuan pribadi dengan pihak keluarga (anak/suami/istri), ada saat kebersamaan, dan tidak selalu formal.

Demikian adalah cara meningkatkan produktivitas sales yang paling mungkin perusahaan lakukan. Dari cara pertama hingga terakhir bisa kita tarik kesimpulan bahwa perhatian dan pelatihan yang diberikan manajemen kepada sales akan memberikan dampak yang sangat baik bagi sales.

Selalu semangati tim sales anda dengan pujian, hargai mereka dengan hadiah, kembangkan mereka dengan memberikan training skill secara berkala, pandang mereka bukan sebagai karyawan tetapi sebagai investasi SDM yang berpotensi membuat perusahaan sukses.

7 Alasan Worth it yang mengharuskan HRD pindah dari Spreadsheet ke sistem HRIS

7 Alasan Worth it yang mengharuskan HRD pindah dari Spreadsheet ke sistem HRIS

Sudahkan anda mendengar sebuah perusahaan besar pembangkit tenaga listrik asal kanada yang merugi akibat kesalahan saat “copy-paste” spreadsheet excel ? Yap, perusahaan pembangkit tenaga listrik itu bernama Transalta. Transalta mengalami kerugian sebesar 24 juta dollar Amerika akibat human error di tahun 2017 ini.  Berita tadi bisa anda temukan disini.

Kesalahan atau error pada spreadsheet sering ditemukan akibat beberapa faktor, karena human error, overload data, sampai resiko komputer yang error. Kehilangan data seperti yang di alami Transalta bukan lah yang pertama, kerugian yang besar seperti itu bisa menimpah perusahaan manapun, karena resiko penggunaan spreadsheet saat ini terlalu banyak.

Ini juga yang menjadi alasan anda sebagai HRD untuk memutuskan beralih ke sistem HRIS yang lebih baik, dengan mekanisme yang jauh lebih aman di bandingkan dengan spreadsheet. Salah satu alasan mengapa HRD perlu mempertimbangkan untuk pindah ke sistem HRIS adalah kompleksnya permasalahan manajemen SDM saat ini. selain permasalahan kompleks pada manajemen HR ada 7 alasan krusial lainnya yang mengharuskan anda untuk pindah ke sistem HRIS.

 

7 Alasan Worth it mengapa anda perlu pindah ke HRIS Systems

1. Data kloning terlalu banyak sehingga sulit menentukan yang valid

Untuk melakukan pengamanan data anda bisa saja mengcopy file ke banyak tempat, tapi masalah timbul ketika file master di ubah dan yang lain tidak mengikutinya. Kloning data yang banyak dan tersebar akan menyulitkan pencarian data yang valid dan update, tidak hanya itu potensi manipulasi data juga akan semakin besar.

 

2.  Mengirim file atau laporan membutuhkan waktu

Ketika karyawan ingin meminta laporan absensi mereka selama satu atau beberapa bulan kebelakang, siapkah HRD mencarikan data mereka dan mengirimkannya via email atau mmengeprintnya di kertas ? kegiatan ini sudah tidak lagi efektif untuk dilakukan, biarkan sistem HRIS yang mengerjakan hal tersebut. Dengan data yang terintegrasi dan tersimpan di server semua pengguna bisa melihat data informasi tentang mereka, yang tertata dengan rapih.

 

3. Resiko kehilangan data besar

Bayangkan berapa besar kerugian perusahaan ketika daftar gaji, pajak, dan asuransi karyawan hilang ?. Resiko kehilangan data saat anda menggunakan spreadsheet sangatlah besar, mulai dari hardisk rusak, komputer error, atau proses pemindahan data yang error, dan errornya tidak bisa dideteksi. Dengan menggunakan sistem HRIS yang menaruh semua berkas pada penyimpanan Cloud akan jauh lebih aman dari resiko kehilangan.

 

4. Aktivitas tidak bisa di deteksi

Manipulasi data pada spreadsheet sering sekali kita temukan, tidak heran karena memang keamanan di lembar spreadheet kurang memadai. Dan walaupun manipulasi data dapat ditemukan namun rekam jejak atau aktivitas tidak bisa diketahui. Hal tersebut tidak akan terjadi jika menggunakan sistem HRIS yang memang segala aktivitas pada program dapat di deteksi, dan tidak semua data informasi bisa di akses hanya orang-orang tertentu dengan otoritas tertentu yang bisa mengakses data.

 

5. Lebih terorganisir dengan Sistem HRIS 

Setiap perusahaan memiliki informasi tentang sumber daya mereka masing-masing, belum lagi aktivitas adminstrasi seperti pengajuan, transisi karir dan lainnya akan menambah daftar informasi perusahaan. Apabila semakin menumpuk dan tidak segera di organisir maka bisa menimbulkan maslaah. HRIS (Human resource information systems) akan membantu perusahaan dalam melakukan tata laksna dan tata kelola data perusahaan dengat baik, secara otomatis.

 

6. Bisnis perusahaan

Mungkin sepintas antara bisnis dan spreadsheet tidak memiliki kaitan satu sama lain. Namun sebenernya spreadsheet atau sistem adminstrasi yang anda gunakan sangat berpengaruh pada kelancara bisnis perusahaan. Sistem adminstrasi mempengaruhi manajemen HR, manajemen HR mempengaruhi kinerja karyawan, dan kinerja mempengaruhi produktivitas. Produktivitas yang di hasilkan karyawan sangat berpengaruh pada bisnis dan kemajuan perusahaan. Itulah sebabnya pengelolaan SDM dengan sistem yang baik akan membantu perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya.

 

7. Pengelolaan data SDM terpusat

Bagi anda yang memilki cabang-cabang perusahaan di wilayah yang berbeda, tetap bisa melakukan pengontrolan dan pengelolaan secara terpusat dengan menggunakan sistem HRIS. dengan fitur-fitur yang ada pada software HRIS akan membantu divisi HR dalam mengetahui perkembangan karyawan bahkan juga mengatur karir transisi pada kantor cabang lain.

Demikian adalah 7 alasan yang tepat untuk perusahaan hijrah dari spreadsheet manual ke sistem HRIS, hal ini layak perusahaan lakukan mengingat persaingan bisnis saat ini dan kedepannya membutuhkan kecepatan dan keakuratan. Tunjang perkembangan dan kemajuan perusahaan dengan menggunakan software HRIS Payrollbozz.

Cara tepat dan bijak menghukum bawahan karena kesalahannya sendiri

Cara tepat dan bijak menghukum bawahan karena kesalahannya sendiri

cara menghukum bawahan - Pernahkah anda sebagai seorang atasan mengalami hal yang tidak diinginkan, seperti harus menghukum seorang karyawan yang melakukan kesalahan, dan hal tersebut harus anda lakukan agar menimbulkan efek jera kepada yang bersangkutan, agar ke depannya bisa di perbaiki, Namun tidak sedikit juga atasan-atasan yang salah memberikan hukuman kepada bawahannya, yang menyebabkan mereka menjadi down, menjadi tidak produktif, bahkan resign.

Karyawan yang mengundurkan diri karena hukuman yang menurutnya tidak sepantasnya, adalah merupakan suatu kerugian bagi perusahaan, terlebih karyawan tersebut adalah salah satu karyawan terbaik yang telah lama bekerja. Menghukum atau memberi peringatan juga membutuhkan suatu strategi, agar tujuan dari memberikan peringatan kepada yang bersangkutan bisa tercapai, yakni memberikan efek jera dan untuk memperbaiki.

Lalu bagaimana cara memberikan hukuman yang bijak, agar tujuan dan maksudnya bisa tercapai ? berikut ini adalah ulasannya!

 

 

Tips dan cara menghukum bawahan dengan benar (merubah peringatan menjadi motivasi)

1. Lakukan peneguran secepatnya

Jika anda seorang atasan melihat sesuatu yang dikerjakan oleh bawahan anda tidak benar, maka lakukanlah peneguran saat itu juga. Tujuan dari peneguran yang sifatnya aktual agar orang yang melakukan kesalahan dapat memberikan klarifikasi dengan benar, dan penegur (atasan) juga bisa memberikan himbauan agar tidak mengulangi kesalahannya, kemudian berikan orang tersebut kesempatan untuk memperbaikinya. lalu bagaimana cara melakukan teguran yang baik tanpa membuat bawahan merasa tersinggung atau dipermlaukan ?

Caranya cukup mudah, ketika anda melihat karyawan melakukan kesalahan, dekati dia dan panggil namanya dengan nada yang biasa (tidak perlu meninggi). Kemudian panggil dan arahkan ke tempat yang sepi agar bisa berbicara empat mata. Tanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi, serta bantu bawahan anda untuk memperbaiki kesalahannya. dengan cara seperti ini anda sebagai orang atasan telah berhasil merubah sebuah teguran menjadi motivasi, dan bahan evaluasi bagi si karyawan tersebut.

 

2. Dengarkan pembelaan dan argumen dari bawahan

Sebagai atasan yang bijak anda juga perlu mendengarkan sebuah argumen atau pembelaan dari seseorang yang anda tegur karena kesalahannya. Walaupun anda menyaksikan dengan jelas bahwa karyawan tersebut melakukan kesalahan, bukan berarti orang tersebut tidak boleh memberikan alasan. Dengan mendengarkan alasan dan pembelaannya, anda baru bisa memberikan hukuman yang tepat, atau bahkan memberikan saran dan bantuan kepadanya.

Sebagai contoh: “Anda melihat dengan mata kepala sendiri karyawan anda datang sangat telat ke kantor. Jika anda langsung memberikan teguran keras dan langsung memberikan hukuman, maka potensi untuk karyawan ini memperbaiki diri untuk kedepannya akan kecil, Karena anda tidak tahu apa yang ia alami saat perjalanan. Bisa saja ia telat karena mengalami suatu kecelakaan kecil yang membuatnya telat ke kantor, atau harus mengurus salah satu anggota keluarga yang sedang sakit. dengan mendengerkan alasan terlebih dahulu, maka kita bisa dengan bijak memberikan hukuman yang setimpal dan potensi karyawan tersebut untuk tidak lagi datang terlambat juga lebih besar”.

 

3. Berikan kesempatan dan motivasi

Sebagai seorang atasan yang memimpin jalannya sistem kerja di perusahaan, anda dituntut untuk tegas mengambil keputusan baik itu dalam pekerjaan ataupun yang bersangkutan terhadap kinerja bawahan anda. Memberikan kesempatan kepada seseorang yang melakukan kesalahan adalah suatu tindakan toleran dan simpatik kepada mereka yang melakukan kesalahan.

Selain itu berikan motivasi kepada bawahan anda agar ia tetap produktif dalam pekerjaan. Karena bisa saja ia sedang jenuh terhadap rutinitasnya yang menyebabkannya melakukan kesalahan, berikan bawahan anda kesempatan, arahan dan motivasi untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

 

4. Bantu dengan solusi

Setelah anda menegur karyawan yang berbuat kesalahan, kewajiban anda sebagai pimpinan yang baik adalah selanjutnya memberikan bantuan dan solusi.

Setelah menegur, kita punya kewajiban untuk  memberikan solusi dan jalan keluar sebagai upaya perbaikan. Jika apa yang kita tegur itu menjadi masalah yang belum diselesaikan, sebagai atasan kita dapat memberikan jalan keluar apa yang sebaiknya dilakukan. Dengan demikian bawahan kita akan merasa dihargai dan diperhatikan.

Bila kesalahannya ringan, tegurlah secara lisan, agar dia tidak mengulangi kesalahan tersebut.. Ajak dia memperbaiki kesalahan bersama-sama dengan kita. Ini sebenarnya juga suatu bentuk teguran, tapi sangat halus sifatnya. Namun, bisa jadi bentuk seperti ini malah membuat bawahan kita cepat memahami seluk-beluk pekerjaan mereka. Bahkan, bawahan mampu mengembangkan tugas-tugasnya lebih baik lagi, ini karena tidak lepas dari cara kita memberi teguran yang simpatik.

Beritahu apa yang kita harapkan. Penekanan teguran bukan pada kesalahan semata tetapi harus pada cara memperbaikinya dan menghindari kesalahan itu terulang kembali. Salah satu keluhan terbesar orang yang ditegur adalah ‘’Saya tidak tahu apa yang atasan harapkan dari saya.”

 

5. Buat komitmen untuk perbaikan

cara menghukum bawahan dengan baik dan benar yang terakhir adalah setelah anda menjalankan keempat tips di atas, selanjutnya anda dapat membuat perjanjian untuk perbaikan. Dengan membuat kesepakatan perbaikan ini berarti anda sebagai atasan telah menjalankan fungsi dan tugas dengan baik sebagai seorang pimpinan. Kemudian akhiri prosedur pemberian teguran dengan saling pengertian, dan berikan motivasi kepada bawahan anda.

Cara mengatasi karyawan yang sudah tidak produktif lagi

Cara mengatasi karyawan yang sudah tidak produktif lagi

Cara mengatasi karyawan yang malas -  label karyawan pemalas sebenarnya adalah sebuah pernyataan yang tidak benar yang disematkan kepada seseorang yang kurang produktif dalam bekerja. Statement ini sering sekali kita dengar di setiap perusahaan, namun sebenarnya yang terjadi hanyalah karyawan yang sedang dalam mood yang kurang baik untuk bekerja.

Namun kondisi karyawan yang seperti ini juga tidak bisa di diamkan saja, perlu ada tindakan positif untuk dapat mendongkrak kembali semangat bekerjanya. Divisi HR perlu mengetahui masalah apa yang membuat seorang karyawan menjadi malas-malasan dalam pekerjaan, kemudian melakukan pemberian motivasi ataupun pelatihan kembali.

Dan untuk mengatasi hal tersebut diperlukan cara yang serius, agar tidak menjadi budaya yang negatif dalam perusahaan. Ada beberapa cara simpel untuk menghadapi karyawan-karyawan tersebut yang tidak boleh perusahaan anggap remeh, karena cara ini terbukti dapat mengatasi fenomena di atas, berikut ulasannya.

 

 

5 Cara mengatasi karyawan yang malas

 

1. Kenali karakter karyawan, dan cari tahu sesuatu yang sedang terjadi pada dirinya

 

Jika ada sesuatu yang tidak baik pada karyawan, langkah pertama yang harus di lakukan adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada karyawan tersebut. Setelah mengetahui masalah yang terjadi, panggil yang bersangkutan dengan baik-baik, dan konfirmasi permasalahan yang sedang ia alami kemudian coba berikan jalan keluar, sebagai bentuk perhatian dan simpatik perusahaan terhadap pekerjanya.

Yang terpenting dalam cara mengatasi karyawan yang malas ini adalah perusahaan atau divisi HR dapat mengenali karakter karyawan dengan baik, dan lakukan suatu tindakan tegas tanpa harus mengintimidasi siapapun, agar mood bekerja seseorang dapat kembali membaik dan kembali produktif.

 

2. Berikan motivasi dan manfaat serta kerugian atas tindakannya

 

Setelah pihak perusahaan mengetahui akar permasalahan karyawan, langkah selanjutnya adalah dengan memberikan motivasi. Berikan motivasi tanpa harus menggurui karyawan tersebut, agar dirinya tidak merasa terintimidasi. Dengan pembicaraan yang santai, namun mendalam jauh lebih efektif mengatasi kemalasan karyawan dari pada memarahi orang tersebut, karena semakin orang disalahkan dan dimarahi hanya akan membuatnya mengarah yang ke negatif.

Beritahu karyawan tersebut kerugian atas tindakannya tersebut, dan manfaat yang bisa ia dapatkan jika mau memperbaiki kinerja, tentunya setelah anda memberikan motivasi. Akhiri obrolan dengan senyum, dan sampaikan terima kasih jika ia ingin memperbaiki kinerjanya.

 

3. Berikan pelatihan dan pendidikan

 

Perhatikan karyawan yang tidak produktif, mungkin saja ia begitu karena kurang pelatihan dan pendidikan, yang menyebabkan dirinya kurang menguasai yang ia kerjakan. Cara memecahkan masalah ini sangatlah mudah, yakni memberikan pelatihan kerja kepada karyawan. Tindakan ini juga bermanfaat menambah pengetahuan dan wawasan karyawan terhadap bidang pekerjaanya, sekaligus membantu mereka dalam menyelesaikan masalah.

Dengan begini karyawan dapat kembali bekerja dengan baik dan produktif, karena merasa diperhatikan dan juga selalu di bekali oleh ilmu. Cara mengatasi karyawan yang malas dengan tindakan ini harus sering dilakukan dan di maintenance oleh perusahaan agar memastikan bahwa setiap karyawan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

 

4. Berikan sanksi untuk efek jera

 

Cara ini sering diberlakukan kepada setiap karyawan yang tidak patuh kepada aturan. Tetapi sebaiknya hal ini tidak diberlakukan kepada karyawan yang membuat pelanggaran ringan secara tidak sengaja, atau kepada mereka yang baru saja melakukan pelanggaran setelah lama bekerja. Sanksi adalah opsi untuk sebuah teguran, jika 3 cara sebelumnya telah anda lakukan namun yang bersangkutan tidak ada perubahan, mungkin menjatuhkan sanksi untuk memberikan efek jera dapat membuatnya menjadi lebih baik.

 

5. Amati perkembangannya dan evaluasi perubahannya

 

Setelah menjalani step by step di atas selanjutnya adalah memberikan kesempatan karyawan untuk memperbaiki kesalahannya. Amati kinerja karyawan setelah diberikan nasihat, motivasi, atau sanksi. Jika perubahan mengarah ke arah yang positif, barti karyawan tersebut memang tulus memperbaiki dirinya.

Namun apabila yang bersangkuran justru semakin down atau bahkan semakin buruk kinerjanya, perusahaan dapat mengambil kesimpulan bahwa orang tersebut sudah tidak layak lagi untuk bekerja di perusahaan, atau berikan sanksi lagi dengan ancaman dan hukuman yang lebih berat, dan lihat perkembangan yang terjadi pada yang bersangkutan.

Demikian adalah cara mengatasi karyawan yang malas dan tidak produktif di perusahaan anda, semua cara di atas dapat anda lakukan secara bertahap. walaupun perusahaan memilki karyawan yang malas, namun ada baiknya pihak karyawan melakukan identifikasi, pendekatan personal, dan memberikan kesempatan terlebih dahulu, sebelum memutuskan memberikan hukuman.

Ciri-ciri karyawan yang loyal dan tidak loyal pada perusahaan

Ciri-ciri karyawan yang loyal dan tidak loyal pada perusahaan

Ciri-ciri karyawan yang loyal - Setiap perusahaan pastinya sangat menyukai karyawan yang memilki dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Dan pada dasarnya sifat loyalitas ini dapat dibangun oleh lingkungan (perusahaan), tergantung lingkungan memberikan perlakukan terhadap orang tersebut yang dalam hal ini adalah karyawan. Namun sebenarnya apa yang membuat seseorang bisa loyal dan tidak loyal kepada perusahaan ? di antaranya adalah :

 

Faktor yang membuat karyawan menjadi loyal dan tidak loyal

 

1. Faktor rasional

Faktor rasional seperti jam kerja yang setara dengan gaji, adanya bonus dan fasilitas lain yang ditawarkan oleh perusahaan serta karir yang menjanjikan, akan membuat seorang karyawan merasa nyaman dan loyal kepada perusahaan.

 

2. Senioritas dan kepemimpinan

Senioritas dan kepemimpinan dalam perusahaan juga menjadi faktor kenyamanan seorang karyawan. Apabila kepemimpinan buruk atau senioritas terlalu tinggi dalam perusahaan tersebut, maka dapat menyebabkan karyawan yang loyal sekalipun akan hengkang dari tempat kerja tersebut.

 

3. Kebijakan Perusahaan

Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. sebisa mungkin kebijakan perusahaan disesuaikan dengan kepentingan 2 belah pihak, yakni karyawan dan perusahaan. Apabila kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak menguntungkan bahkan menyulitkan karyawan, dapat menyebabkan karyawan resign.

Di atas tadi adalah 3 dari banyaknya faktor yang mempengaruhi hubungan antara karyawan dan perusahaan tempat mereka bekerja. walaupun masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan itu semua, dengan ragam masalah yang berbeda. Dan untuk HRD sangat penting bagi mereka untuk bisa mendapatkan karyawan yang loyal, dan dibawah ini adalah ciri-ciri karyawan loyal yang bisa dijadikan sebagai klasifikasi penerimaan karyawan baru, atau sebagai bahan pertimbangan pengangkatan karyawan tetap.

 

 

Ciri-ciri karyawan yang loyal

 

1. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan sama

Salah satu penyebab karyawan tidak bertahan lama di suatu perusahaan adalah karena latar belakang pendidikan dan pekerjaanya tidak sama, yang akhirnya mereka tidak mampu mengembangkan ilmu yang dimiliki di perusahaan. Namun apabila perusahaan memperkerjakan orang yang tepat, dengan latar belakang dan jobdesk yang tepat, maka peluang karyawan untuk bertahan pada perusahaan tersebut semakin tinggi.

 

2. Pengalaman kerja 

Lama pengalaman kerja sering dijadikan tolak ukur bagi HRD untuk merekrut calon karyawan. Karena dari sinilah loyalitas orang tersebut terhadap perusahaan bisa di terka. Karyawan yang memilki pengalaman kerja yang lama di perusahaan sebelumnya hingga saat ini lebih diminati, dibandingkan orang yang sering berpindah-pindah tempat.

 

3. Usia karyawan 

Divisi HR juga perlu mempertimbangkan usia karyawan, pada faktor ini biasanya perusahaan memiliki pendapat yang berbeda tentang usia karyawan. Ada yang berpendapat bahwa usia yang lebih tua biasanya akan lebih loyal, dan ada yang berpendapat juga usia yang lebih muda bisa lebih loyal karena pada umumnya mereka belum berkeluarga sehingga bisa fokus pada pekerjaanya.

 

4. Kerja lebih cepat dari deadline

Di setiap pekerjaan pasti memiliki deadline, karyawan yang selalu menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai jadwal yang ditentukan masuk ke dalam kriteria karyawan yang loyal kepada perusahaan. Di sini kedisiplinan dan dedikasi karyawan dapat dilihat, perushaaan yang memiliki karyawan-karyawan seperti ini pastinya sangat beruntung, karena tidak semua orang dapat menyelasikan pekerjaanya dengan tepat waktu.

 

5. Tidak berhenti sebelum pekerjaan selesai

Mungkin anda sebagai HR sering melihat karyawan telat pulang, telat makan siang, dan datang lebih pagi agar pekerjaanya bisa terselesaikan. Seseorang yang tidak pernah berhenti sebelum selesai menandakan bahwa dia mencintai apa yang sedang dikerjakan, dan di dalam dunia kerja orang-orang seperti ini memang memiliki loyalitas yang tinggi kepada pekerjaan dan perusahaannya.

 

6. Memiliki komitmen dan pandangan

Tidak banyak orang yang bisa memberikan komitmen serta bertanggung jawab atas apa yang dia kerjakan. orang-orang yang memiliki komitmen adalah mereka yang memiliki visi dan tujuan. Karyawan yang memiliki visi dan komitmen pastinya mempunyai strategi untuk kemajuan perusahaannya.

 

7. Selalu siap dan berhasil jika diberikan tantangan

Cara terbaik untuk menguji kemampuan karyawan adalah dengan memberikan ia sebuah tantangan, apabila ia berhasil melakukan tantangan tersebut, dipastikan juga bahwa orang tersebut berkapabilitas atas jobdesk-nya. Karakter karyawan seperti ini adalah ciri-ciri karyawan yang loyal dan memiliki ambisi untuk bisa maju.

Demikian adalah ciri-ciri karyawan yang loyal kepada perusahaan dan pekerjaanya, Jika anda memilki pengetahuan juga tentang loyalitas karyawan, mari berbagi pada kolom komentar.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia