Rekrutmen Generasi Z: Apa yang Mereka Cari di Tempat Kerja?

Rekrutmen Generasi Z: Apa yang Mereka Cari di Tempat Kerja?

Generasi Z — mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 — kini mulai mendominasi pasar tenaga kerja. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z dibesarkan dalam dunia digital, lebih terbuka dengan isu sosial, dan memiliki ekspektasi yang unik terhadap dunia kerja. Untuk perusahaan yang ingin menarik dan mempertahankan talenta muda ini, memahami apa yang mereka cari adalah langkah awal yang krusial.

  1. Tujuan yang Jelas dan Nilai yang Selaras

Gen Z ingin bekerja di perusahaan yang memiliki misi dan nilai yang mereka yakini. Mereka lebih cenderung memilih organisasi yang peduli pada isu lingkungan, keberagaman, dan dampak sosial, dibandingkan hanya sekadar gaji besar.

? Tips HR: Tampilkan nilai dan misi perusahaan secara jelas di website karier dan media sosial. Gunakan testimoni karyawan dan cerita nyata untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai itu diterapkan.

  1. Fleksibilitas Kerja

Pandemi telah mengubah ekspektasi terhadap model kerja. Gen Z sangat menghargai fleksibilitas—baik dalam hal waktu kerja maupun lokasi.

? Tips HR: Tawarkan pilihan kerja hybrid atau remote, serta kebijakan kerja fleksibel yang memungkinkan mereka mengatur ritme kerjanya sendiri.

  1. Perkembangan Karier yang Jelas

Alih-alih menunggu promosi selama bertahun-tahun, Gen Z ingin tahu bagaimana mereka bisa berkembang dalam perusahaan. Mereka haus akan pelatihan, mentoring, dan jalur karier yang terstruktur.

? Tips HR: Siapkan roadmap karier, sediakan program pengembangan karyawan, dan komunikasikan peluang belajar sejak awal proses rekrutmen.

  1. Teknologi yang Modern dan Lingkungan Kerja Digital

Sebagai generasi digital native, Gen Z berharap perusahaan menggunakan alat dan sistem kerja yang efisien. Platform kuno atau proses manual bisa membuat mereka frustrasi.

? Tips HR: Pastikan proses rekrutmen, onboarding, hingga penilaian kinerja dilakukan lewat sistem yang user-friendly dan berbasis digital.

  1. Keseimbangan Hidup dan Kerja

Meski ambisius, Gen Z juga sangat menghargai work-life balance. Mereka sadar akan pentingnya kesehatan mental dan tidak ingin hidupnya dikuasai oleh pekerjaan.

? Tips HR: Promosikan budaya kerja yang sehat, batasi komunikasi di luar jam kerja, dan berikan akses ke program kesejahteraan mental.

  1. Keterlibatan dan Suara dalam Organisasi

Gen Z ingin merasa terlibat dan didengar. Mereka tidak hanya ingin menjadi roda kecil dalam sistem besar, tapi ingin kontribusinya terlihat dan dihargai.

? Tips HR: Libatkan mereka dalam diskusi, minta feedback secara rutin, dan ciptakan budaya kerja yang kolaboratif.

 

Penutup: Adaptif adalah Kunci

Merekrut Gen Z bukan soal membuat kantor penuh bean bag atau memperbanyak postingan di TikTok. Yang dibutuhkan adalah pendekatan yang autentik, transparan, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru. Dengan memahami kebutuhan mereka, perusahaan bisa membangun hubungan yang kuat dan menciptakan lingkungan kerja yang saling menguntungkan.

 

7 Strategi Mengurangi Angka Turnover Karyawan di Perusahaan

7 Strategi Mengurangi Angka Turnover Karyawan di Perusahaan

Turnover karyawan yang tinggi dapat menjadi tantangan besar bagi perusahaan. Hal ini tidak hanya menyebabkan biaya yang signifikan, tetapi juga dapat mengganggu produktivitas dan moral tim. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi turnover karyawan di perusahaan Anda.

 

  1. Perekrutan yang Tepat

Perekrutan yang tepat adalah langkah pertama untuk mengurangi turnover karyawan. Pastikan proses perekrutan Anda tidak hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga kesesuaian budaya calon karyawan dengan perusahaan.

  • Wawancara yang Mendalam: Lakukan wawancara mendalam untuk memahami calon karyawan lebih baik.
  • Referensi: Periksa referensi untuk mendapatkan gambaran tentang performa calon karyawan di pekerjaan sebelumnya.
  • Tes Kecocokan: Gunakan tes kecocokan untuk menilai apakah calon karyawan sesuai dengan nilai dan budaya perusahaan Anda.
  1. Program Onboarding yang Efektif

Program onboarding yang baik membantu karyawan baru beradaptasi dengan cepat dan merasa diterima di perusahaan.

  • Orientasi Menyeluruh: Berikan orientasi yang mencakup semua aspek pekerjaan dan budaya perusahaan.
  • Mentorship: Sediakan mentor untuk membimbing karyawan baru selama beberapa bulan pertama.
  • Pelatihan Berkelanjutan: Lanjutkan pelatihan setelah masa onboarding untuk memastikan karyawan baru terus belajar dan berkembang.
  1. Lingkungan Kerja yang Positif

Lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan mengurangi turnover.

  • Keseimbangan Kerja-Hidup: Dukung keseimbangan kerja-hidup dengan kebijakan fleksibel seperti jam kerja fleksibel atau opsi kerja dari rumah.
  • Budaya Penghargaan: Ciptakan budaya yang menghargai dan mengakui kontribusi karyawan.
  • Kesehatan dan Kesejahteraan: Sediakan program kesehatan dan kesejahteraan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental karyawan.
  1. Pengembangan Karir

Karyawan yang melihat peluang pengembangan karir di perusahaan lebih cenderung bertahan.

  • Rencana Pengembangan Karir: Buat rencana pengembangan karir yang jelas untuk setiap karyawan.
  • Peluang Pelatihan: Sediakan peluang pelatihan dan pengembangan keterampilan.
  • Promosi Internal: Berikan prioritas kepada karyawan internal untuk promosi dan pengisian posisi yang lebih tinggi.
  1. Kompensasi dan Benefit yang Kompetitif

Kompensasi dan benefit yang kompetitif dapat menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.

  • Gaji yang Kompetitif: Pastikan gaji yang Anda tawarkan kompetitif dengan pasar.
  • Benefit yang Menarik: Sediakan benefit tambahan seperti asuransi kesehatan, tunjangan transportasi, atau tunjangan pendidikan.
  • Bonus dan Insentif: Berikan bonus dan insentif berdasarkan kinerja untuk meningkatkan motivasi karyawan.
  1. Feedback dan Komunikasi yang Terbuka

Komunikasi yang terbuka dan feedback yang konstruktif dapat meningkatkan hubungan antara karyawan dan manajemen.

  • Survey Kepuasan Karyawan: Lakukan survey kepuasan karyawan secara berkala untuk mengidentifikasi area perbaikan.
  • One-on-One Meeting: Adakan pertemuan satu-satu antara manajer dan karyawan untuk mendiskusikan kinerja dan harapan.
  • Saluran Komunikasi Terbuka: Sediakan saluran komunikasi terbuka dimana karyawan dapat menyampaikan masukan dan keluhan tanpa takut akan dampak negatif.
  1. Evaluasi dan Penyesuaian

Evaluasi secara berkala kebijakan dan strategi yang Anda terapkan untuk mengurangi turnover karyawan.

  • Analisis Data Turnover: Analisis data turnover untuk mengidentifikasi tren dan penyebab utama.
  • Penyesuaian Kebijakan: Sesuaikan kebijakan berdasarkan hasil analisis dan feedback dari karyawan.
  • Penilaian Berkala: Lakukan penilaian berkala terhadap program dan inisiatif yang diterapkan untuk memastikan efektivitasnya.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda dapat menciptakan lingkungan kerja yang menarik dan mendukung, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi turnover karyawan dan meningkatkan produktivitas serta kepuasan kerja di perusahaan Anda.

Tips menulis resume yang menarik (berlaku untuk fresh graduate dan profesional)

Tips menulis resume yang menarik (berlaku untuk fresh graduate dan profesional)

Tips menulis resume yang menarik – Seperti yang kita ketahui bersama bahwa lamaran, resume atau CV merupakan tiket masuk ke ruang interview, yang ini berarti proses mencari kerja menjadi satu langkah lebih dekat. Tidak dipungkiri selain pengalaman, dan portofolio yang banyak, tampilan atau kata-kata yang ada di dalam resume pelamar menjadi daya tarik si HRD, apabila resume tidak memiliki daya tarik bagi yang melihatnya maka kemungkinan besar resume dan dokumen lainnya hanya akan berakhir di tempat sampah, sekalipun itu adalah milik seorang profesional.

Resume dan dokumen pendukung lainnya juga merupakan akte yang bisa menjadi nilai jual pelamar kerja, jadi buatlah itu menjadi sangat menarik. Lalu bagaimana seharunya Resume atau CV itu ditulis? Jawabannya adalah tonjolkan keahlian anda yang dibutuhkan oleh perusahaan, berikan marking atau desain menarik kepada point tersebut, pastikan itu eyecatching agar terlihat. dan dibawah ini adalah tips menulis resume yang menarik baik untuk fresh graduate ataupun yang pengalaman.

 

5 Tips menulis resume yang menarik

 

1. Sederhana, menarik, dan menantang 

Menantang bukan berarti kita harus menggunakan kata yang sombong, tapi gunakan kata yang membuat orang penasaran terhadap CV anda seperti contoh “mengapa harus memilih saya” kemudian lanjutkan dengan sebabnya, dan benefit yang akan diterima perusahaan jika menerima anda.

Kemudian gunakan katakan yang sederhana dan umum, tidak terlalu ilmiah, istilah apalagi alias karena bisa saja yang membaca resume anda hanyalah seorang HRD, bukan user. Penggunaan kata sederhana dan penggalan kalimat seperti tadi akan membuat resume beda dan menarik.

 

2. Fokus kepada pencapaian bukan apa yang pernah dikerjakan

Pencapaian keberhasilan juga perlu diterangkan di resume, ini adalah nilai jual dan daya tarik seorang pelamar. Pencapaian pelamar di perusahaan sebelumnya merupakan lambang kesuksesan, apalagi bilsa dilampirkan juga portofolio atau bukti yang dapat melegalkan klaim pencapaian tersebut.

Reduksi yang menceritakan aktivitas di perusahaan yang lama pada halaman resume, karena itu hanya akan membuang-buang space, karena sebenarnya hal itu juga tidak terlalu diperdulikan oleh seorang HRD. Seorang pelamar akan mendapatkan pertanyaan tentang kegiatan dan aktivitasnya di perusahaan yang lama saat interview.

 

3. Gunakan kata kunci yang menggambarkan profesi anda

Seorang HRD hanya menggunakan 10 detik waktunya untuk membaca resume-resume yang tergeletak di meja kerjanya. Jika dalam kurun waktu 10 detik itu tidak membuatnya tertarik maka resume tersebut kemungkinan besar akhir berakhir di tempat sampah.

Untuk itu penegasan kata kunci yang mendeskripsi diri dan profesi pelamar itu sangat penting. Tipsnya adalah buat heading text nama lengkap anda, kemudian profesinya dibawah sebagai heading kedua. Dan yang terpenting juga gunakan garing (/) pada profesi seperti contoh, “markom/akunting/CSR” cukup pilih salah satu saja.

 

4. Gunakan statistik kuantitatif

Tips menulis resume yang menarik selanjutnya adalah menggunakan Grafik statistik sebagai data pendukung atas pencapaian anda. Grafik, angka, dan table bisa menjadi bukti kongkrit yang mudah dibaca oleh HRD.

 

5. Go digital atau melek teknologi

Sudah memasuki era digital dimana teknologi informasi adalah sebuah kiblat, perusahaan juga akan sangat tertarik kepada orang yang melek teknologi, oleh sebab itu tunjukan itu kepada HRD dengan salah satu caranya adalah Membuat juga portofolio online dalam bentuk website atau blog yang sesuai dengan profesi Anda pasti akan membantu Anda menonjol dari yang lainnya, jangan lupa gunakan desain web yang menarik dan elegan.

Demikian adalah tips menulis resume yang menarik yang bisa anda praktikan saat mengirim lamaran dan resume, baik itu secara langsung ataupun melalu situs portal pencarian kerja seperti jobstreet dan jobsDB.

Cara menjadi pemimpin yang tegas tanpa harus nge”bossy”

Cara menjadi pemimpin yang tegas tanpa harus nge”bossy”

Cara menjadi pemimpin yang tegas – Apa itu pemimpin atau “leader” ? dan apa perbedaannya dengan seorang “boss”? yang pertama pemimpin adalah seorang penggerak dan pembina yang mampu mempengaruhi orang-orang dibawahnya atau anggotanya, lalu sifat apa yang paling penting yang harus dimiliki seorang leader? yaitu adalah pengayom, pengasuh, dan juga pendidik.

Lalu apa itu boss ? boss di zaman sekarang identik dengan seorang yang memiliki kekuatan, power, kekuasan, yang derajatnya berada di atas. Dan dari stereotype yang sudah beredar boss disematkan kepada seorang pemimpin yang mempkerjakan bawahannya juga mengendalikannya dan ngebossy atau “si tukang merintah”adalah salah satu sifat yang lekat dengan seorang boss.

Berbeda dengan seorang pemimpin yang cenderung membina dan mengembangkan keterampilan anak buahnya. jika kasusnya di sebuah perusahaan, maka seorang leader atau pimpinan akan mengajarkan anak buahnya hal apa yang ia tugaskan.

Lalu bagaimana menjadi seorang pemimpin yang tegas tanpa harus ngebossy dan di cap sebagai seorang pimpinan yang menyebalkan? berikut adalah Cara menjadi pemimpin yang tegas, yang mungkin bisa anda praktikan.

 

5 Cara menjadi pemimpin yang tegas dan berwibawa

 

1. Berikan contoh sebelum memerintah

Memberikan perintah kepada bawahan adalah hal yang wajar dilakukan oleh seorang pimpinan, atau jika di perusahaan oleh manajer ataupun supervisor. Namun walau begitu memberikan perintah juga memiliki etika, dan etika baiknya adalah dengan memberikan teladan bagaimana cara melakukan hal yang ditugaskan kepada bawahan.

Orang-orang akan segan dan hormat kepada pimpinanya apabila ia mampu memberikan teladan yang baik, daripada hanya berbicara tentang sebuah permainan yang bagus tapi tidak mengerti apa yang sebenarnya ia bicarakan dan rencanakan, resiko apa yang ada di depan, planning apa yang paling memiliki potensi keberhasilan paling tinggi.

Dengan begitu untuk menjadi seorang pemimpin yang baik juga harus belajar, mencari pengalaman, agar bisa memberikan teladan dan contoh yang baik kepada anak buahnya.

 

2. Pastikan tahu betul apa yang dibicarakan

Berkaitan dengan cara yang pertama, bahwa seorang pemimpin tidak hanya bermodalkan pandai berbicara tapi juga memiliki nalar yang tinggi akan sesuatu hal, minimal melakukan riset sebelum mengamanatkan tugas kepada bawahannya. Melakukan riset terlebih dahulu akan mempermudah membuat pernyataan atau klaim besar, karena tidak ada yang lebih buruk daripada mengatakan/membuat klaim yang berlebihan yang kemudian diketahui tidak benar.

 

3. Belajar dari pakarnya

Ada begitu banyak cara untuk menjadi pemimpin yang tegas namun tetap disenangi oleh bawahannya, salah satunya adalah dengan memiliki role model dan belajar darinya. Membaca buku, datang ke seminar tentang kepemimpinan, belajar suatu bidang dengan praktisinya akan membantu seorang pemimpin dalam melakukan kemimpinan.

Seperti yang dikatakan di atas bahwa pemimpin wajib menguasai sebuah bidang/keterampilan, khusunya bidang yang ia pimpin. Untuk itu pemimpin wajib belajar dari seorang pakar, agar bisa meningkatkan kualitas kepemimpinanya.

 

4. Bicara sopan, bersikap rendah diri, dan humble 

Bersikap lah seperti teman-teman lainnya di kantor walaupun anda adalah seorang pimpinan, hal ini akan berguna menjaga hubungan pimpinan dan karyawan, dan bahkan dapat meningkatkan produktivitas karyawan, karena dari cara kebersamaan seorang pemimpin bisa mengetahui apa kebutuhan bawahannya, bagaimana mereka ingin diberlakukan, dan juga bisa menambah wawasan dirinya sendiri.

 

5. Jangan sombong dan menjengkelkan

Salah satu hal yang membuat seorang boss dijauhi oleh anak buahnya itu karena dia menjengkelkan, bicara tinggi, dan sering memerintah tanpa ingin tahu permasalahan, Maka hindari sifat sombong dan menjengkelkan seperti itu yang dapat merusak hubungan pimpinan dengan anak buahnya.

Demikian adalah Cara menjadi pemimpin yang tegas tanpa harus ngebossy atau menjadi menjengkelkan, kuncinya adalah sebagai seorang pemimpin yang baik adalah memiliki penguasaan bidang yang dipimpin, jelas dan santun dalam memberikan perintah, juga selalu memberikan teladan dan juga contoh yang baik kepada bawahannya.

Ketergantungan kepada orang akan mengarahkan anda kepada ekspetasi dan ekspetasi mengarahkan anda pada depresi!

Ketergantungan kepada orang akan mengarahkan anda kepada ekspetasi dan ekspetasi mengarahkan anda pada depresi!

Judul di atas mungkin membuat kita tersadar dan bertanya kepada diri kita sendiri, “apakah selama ini saya secara tidak sengaja menggantungkan diri pada orang lain?“.

“Never get too attach to someone, because attachments lead to expectations and expectations lead to sufferin”. Kalimat tadi adalah sebuah peringatan bagi kita untuk bisa mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, karena jika orang tersebut berdiri dan kita masih nyaman bersandar padanya, kita akan terjatuh.

Seorang yang sukses memberikan pesan kepada temannya tentang bagaimana caranya berada di puncak kesuksesan, pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan beban agar tubuh lebih ringan dan mudah menanjak ke atas.

 

Lalu seorang temannya menjawab bahwa tidak ada beban atau tanggungan dalam hidupnya, dia tidak punya istri sudah pasti belum memiliki anak, tidak memiliki cicilan apapun, ataupun lainnya yang dapat menghambat dirinya untuk sukses dan kaya. tapi entah kenapa sampai sekarang dia belum bisa sukses.

Lalu orang yang sukses itu memberi himbauan kepada temannya bahwa terlalu bergantung kepada orang lain, juga akan menghambat dirinya untuk maju dan itu adalah beban yang sebenernya dalam kehidupan.

Terkadang kita harus bisa mandiri, menyelesaikan apa yang telah dimulai dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain. karena hal tersebut membuat orang belajar mengenal dirinya sendiri, dengan secara tidak langsung membuat dirinya menjadi lebih baik.

 

Kemudian seorang temannya menyadari bahwa selama ini prestasi yang ia raih di perusahaan terlalu banyak campur tangan rekannya, sampai ia lupa belajar untuk menyelesaikan masalah dengan solusinya sendiri. Pada posisi ini sebenernya yang lebih di untungkan adalah rekannya, karena ia bisa belajar banyak dari masalahnya.

Tanpa disadari selama ini ia berjalan dan bergerak dalam tubuh seseorang, dia bukanlah dirinya lagi, tidak berjalan dalam kehendaknya, dan hidup dalam ambisi orang lain. Hingga pada akhirnya sadar bahwa ia tidak bisa selamanya hidup dengan bergantung kepada orang lain.

Setelah mendengar saran dari temannya dia pun diam untuk merenungkan diri, dalam hatinya ia bertanya “sejak kapan saya bergantung kepada orang? apakah selama ini saya hanya takut mencoba untuk menyelesaikan segalanya sendiri? padahal dulu pun saya tidak tahu dia bisa membantu saya atau tidak”

 

Setelah ia merenungkan segalanya, dan mengintrospeksi dirinya sendiri dan mencoba memberanikan diri untuk menyelesaikan masalah dengan sendirinya dengan mengambil tanggung jawab penuh. ia pun berhasil dan ternyata hasil yang di dapat sama baiknya.

Terkadang selama ini kita tidak tahu apa yang telah membelenggu kita dan menjadi penghambat adalah ketergantungan diri kita kepada orang lain. Tidak lagi mengedepankan logika melainkan emosi saat bekerja, mudah depresi, cepat menyerah hingga mudah meminta pertolongan.

Tantanganlah yang membuat diri kita menjadi lebih kuat, bukan orang lain. Berhenti menjadi ranting karena itu akan mudah patah, tapi jadilah pohon yang besar yang bisa meneduhkan apapun dibawahnya.

 

Dari judul di atas kita bisa kembali belajar dan introspeksi diri sendiri, bahwa menjadi mandiri dan bekerja sama itu sama penting, tetapi jangan sampai kita hanya bergerak atas kehendak orang, tapi berusahalah memberi manfaat dan terobosan yang membawa anda dan tim bisa maju.

Jangan pernah takut gagal hanya karena tidak yakin pada diri sendiri, karena kegagalan bersahabat dengan kesuksesan jadi kenali kegagalan agar bisa meraih kesuksesan.

Mengapa karir saya di perusahaan terkesan mentok ?

Mengapa karir saya di perusahaan terkesan mentok ?

Penyebab karir terhambat - Jika anda sudah lama bekerja di suatu perusahaan, namun tidak mengalami kemajuan dalam karir pastinya akan merasa gundah gulana, dan memunculkan sebuah spekulasi-spekulasi negatif sendiri tentang perusahaan. Terhambatnya karir di sebuah perusahaan sebenarnya merupakan hal yang biasa, karena hal tersebut bisa saja di sebabkan oleh faktor-faktor kongkrit yang memungkinkan anda belum layak untuk mengisi suatu jabatan yang penting.

Tetapi spekulasi yang menyatakan bahwa sulit berkembang di perusahaan keluarga mungkin juga tidak salah, namun sebelum anda berprasangka buruk terhadap hal lain ada baiknya mengintrospeksi diri sendiri. Mungkin ada beberapa hal penting yang tidak anda miliki, atau alasan lainnya yang menjadi penyebab karir terhambat. Dan pada artikel ini mari kita temukan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi batu sandungan dalam karir anda, check it out!

 

 

5 Kemungkinan yang menjadi penyebab terhambatnya karir

 

1. Sudah lama bekerja tapi minim prestasi 

Alasan yang paling masuk akal dan harus anda terima juga sadari adalah minimnya prestasi kerja, atau tingkat produktivitas tidak meningkat bahkan cenderung menurun. Alasan ini harus anda terima, karena kebanyakan perusahaan lebih menghargai karyawan dengan segudang prestasi untuk di promosikan jabatannya, ketimbang karyawan yang sudah lama bekerja.

 

2. Kurang pamer prestasi 

Apabila anda sudah bekerja dengan sungguh-sungguh, berdedikasi tinggi kepada perusahaan, serta berjasa besar atas kemajuan perusahaan, namun anda belum juga di promosikan kemungkinan anda kurang pamer. Pamer bukan berarti mencari muka, atau juga sebagai penjilat, melainkan melaporkan kinerja anda selama ini kepada perusahaan dengan cara yang elegan.

Di sebuah perusahaan besar yang memilki ratusan sampai ribuan karyawan, pastinya agak sulit bagi top level manajerial untuk menentukan karyawan mana yang layak di promosikan, untuk itu anda sebagai karyawan lah yang harus memberitahukan kepada atasan dengan cara yang baik.

 

3. You are in the wrong place (company)

Pernahkah anda tersadar bahwa selama ini anda bekerja di perusahaan yang tidak tepat?, jika anda menyadarinya mungkin itu juga penyebab mengapa karir anda terhambat. Rasanya sulit peluangnya apabila anda bekerja di perusahaan kecil dengan posisi top level manajerial yang sedikit, apalagi jika semua jabatan penting tersebut sudah di isi oleh orang, satu-satunya cara yang paling mudah untuk merangkak ke posisi tersebut adalah dengan menunggu atasan anda pensiun atau resign.

Jika anda merupakan karyawan dengan kemampuan dan talenta yang baik, mungkin sebaiknya anda memilih hengkang dari perusahaan tersebut dan pindah ke perusahaan yang lebih besar, yang memilki prospek karir yang lebih baik lagi.

 

4. Perilaku yang tidak baik (belum matang menjadi seorang pemimpin)

Etos kerja yang baik bukan hanya serta merta bekerja dengan disiplin, produktif, dan jujur melainkan juga tentang perilaku, baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Ketika teknologi informasi sudah canggih ini sangat memungkinkan para manager untuk memantau anda cukup dari sosial media saja, walaupun sebenarnya di depan manager anda berperilaku sangat baik. Ada beberapa hal yang harus dihindari dari penggunaan sosial media yang akan berdampak langsung pada karir anda, di antaranya adalah :

  • Terlalu aktif di sosmed
  • Suka mengumbar masalah pribadi di sosmed
  • Hobi berdebat di sosial media
  • Suka mengeluh dan curhat di sosial media
  • Suka membagikan hal yang negatif tentang perusahaan di sosial media.

Kelima hal di atas harus anda hindari, bahkan jika sudah kelewatan bukan hanya karir saja yang akan terhambat, tetapi bisa juga karir anda berakhir di perusahaan tersebut.

 

5. Tidak kreatif dan selalu saja menjadi followers

Terakhir yang mungkin menjadi penyebab karir terhambat adalah anda tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru untuk perusahaan. Jika anda ingin dikenali oleh semua orang di perusahaan, dan di pandang baik oleh atasan maka yang harus anda lakukan adalah membuat inovasi. Karyawan dengan ide segar dan kreatif sekarang ini lebih diminati untuk di angkat jabatannya ketimbang karyawan yang hanya patuh dalam menerima perintah.

Persaingan bisnis semakin ketat, perusahaan memerlukan inovasi dan strategi baru untuk memenangkan kompetisi dengan perusahaan lainnya. Jika anda melihat ini sebagai peluang untuk di promosikan, maka datanglah dengan membawa ide baru yang bisa membawa perusahaan anda menjadi yang terbaik.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia