Pengertian HRD, HRM, dan HCM, dan apa perbedaannya ?

Pengertian HRD, HRM, dan HCM, dan apa perbedaannya ?

Pengertian HRD, HRM, dan HCM - Mungkin kita sering mendengar istilah-istilah seperti HRD, HRM, dan HCM dalam bagian personalia, namun banyak dari kita yang masih kurang paham dan perbedaan antara ketiganya. Hal ini penting untuk anda ketahui apalagi jika anda berada dalam bagian kepegawaian dalam perusahaan. Pada artikel kali ini payrollbozz akan memberikan pengertian dari HRD, HRM, dan HCM serta perbedaannya satu sama lain.

 

Pengertian HRD, HRM, dan HCM dan perbedaannya

 

HRD (Human resource development)

HRD adalah sebuah divisi yang menjalankan perencanaan strategis sumber daya manusia atau ketenagakerjaan (HR planning) yang meliputi budgeting, penilaian SDM, seleksi dan perekrutan, penerima dan pemberhentian karyawan, pengembangan karir, pengelolaan organisasi, performance management, pensiun, industrial relationship, training, dan pengembangan sistem.

Dengan demikian fungsi atau fokus HRD adalah pada pengembangan SDM atau karyawan di dalam sebuah perusahaan serta memastikan segala kebutuhan karyawan seperti jaminan kesehatan dan lainnya sudah terpenuhi. Keberadaan divisi HRD tentu sangat krusial di dalam perusahaan, institusi dan organisasi.

 

HRM (Human resource information management)

Berbeda dengan HRD yang menjalankan fungsinya sebagai master plan ,HRM lebih kepada memfasilitasi karyawan untuk mendukung kinerja mereka. Memastikan bahwa segala kebutuhan karyawan dapat terpenuhi, dan juga memastikan bahwa karyawan dapat hidup sejahtera. HRM memfasilitasi karyawan demi mencapai tujuan perusahaan.

Secara garis besar HRM merupakan strategi atau rangkaian langkah-langkah dan pendekatan untuk mengelola atau menggunakan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai suatu tujuan/goals yang ditetapkan perusahaan/organsasi.

 

HCM (Human capital management)

 

Human capital management hanya memiliki sedikit perbedaan dengan HRM yang memiliki fungsi memfasiltiasi segala kebutuhan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. HCM memandang bahwa sumber daya manusia adalah aset berharga untuk perusahaan, yang apabila dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. HCM memberi perhatian lebih ke kemampuan SDM yang mana nantinya skill atau kemampuan ini akan dikembangkan dengan cara training, pendidikan dan lain-lain.

Segala aktivitas dan subsistem dalam manajemen SDM diperhatikan secara baik dan proporsional sesuai strategi perusahaan. kesimpulannya adalah HCM fokus kepada strategi pengembangan SDM untuk menciptakan value yang dipakai untuk mencapat strategi bisnis yang efektif dan efisien.

Perbedaan dari HRD, HRM, dan HCM terletak pada fokus terhadap tujuan dan sudut pandang terhadap SDM, namun ketiganya memiliki kesamaan yakni menangani dan juga mengelola SDM sebaik mungkin agar bisa memnuhi kebutuhan perusahaan. Demikian adalah pengertian singkat tentang HRD, HRM, dan juga HCM, yang masing-masing memiliki manfaat dan keuntungan yang berbeda.

7 Alasan Worth it yang mengharuskan HRD pindah dari Spreadsheet ke sistem HRIS

7 Alasan Worth it yang mengharuskan HRD pindah dari Spreadsheet ke sistem HRIS

Sudahkan anda mendengar sebuah perusahaan besar pembangkit tenaga listrik asal kanada yang merugi akibat kesalahan saat “copy-paste” spreadsheet excel ? Yap, perusahaan pembangkit tenaga listrik itu bernama Transalta. Transalta mengalami kerugian sebesar 24 juta dollar Amerika akibat human error di tahun 2017 ini.  Berita tadi bisa anda temukan disini.

Kesalahan atau error pada spreadsheet sering ditemukan akibat beberapa faktor, karena human error, overload data, sampai resiko komputer yang error. Kehilangan data seperti yang di alami Transalta bukan lah yang pertama, kerugian yang besar seperti itu bisa menimpah perusahaan manapun, karena resiko penggunaan spreadsheet saat ini terlalu banyak.

Ini juga yang menjadi alasan anda sebagai HRD untuk memutuskan beralih ke sistem HRIS yang lebih baik, dengan mekanisme yang jauh lebih aman di bandingkan dengan spreadsheet. Salah satu alasan mengapa HRD perlu mempertimbangkan untuk pindah ke sistem HRIS adalah kompleksnya permasalahan manajemen SDM saat ini. selain permasalahan kompleks pada manajemen HR ada 7 alasan krusial lainnya yang mengharuskan anda untuk pindah ke sistem HRIS.

 

7 Alasan Worth it mengapa anda perlu pindah ke HRIS Systems

1. Data kloning terlalu banyak sehingga sulit menentukan yang valid

Untuk melakukan pengamanan data anda bisa saja mengcopy file ke banyak tempat, tapi masalah timbul ketika file master di ubah dan yang lain tidak mengikutinya. Kloning data yang banyak dan tersebar akan menyulitkan pencarian data yang valid dan update, tidak hanya itu potensi manipulasi data juga akan semakin besar.

 

2.  Mengirim file atau laporan membutuhkan waktu

Ketika karyawan ingin meminta laporan absensi mereka selama satu atau beberapa bulan kebelakang, siapkah HRD mencarikan data mereka dan mengirimkannya via email atau mmengeprintnya di kertas ? kegiatan ini sudah tidak lagi efektif untuk dilakukan, biarkan sistem HRIS yang mengerjakan hal tersebut. Dengan data yang terintegrasi dan tersimpan di server semua pengguna bisa melihat data informasi tentang mereka, yang tertata dengan rapih.

 

3. Resiko kehilangan data besar

Bayangkan berapa besar kerugian perusahaan ketika daftar gaji, pajak, dan asuransi karyawan hilang ?. Resiko kehilangan data saat anda menggunakan spreadsheet sangatlah besar, mulai dari hardisk rusak, komputer error, atau proses pemindahan data yang error, dan errornya tidak bisa dideteksi. Dengan menggunakan sistem HRIS yang menaruh semua berkas pada penyimpanan Cloud akan jauh lebih aman dari resiko kehilangan.

 

4. Aktivitas tidak bisa di deteksi

Manipulasi data pada spreadsheet sering sekali kita temukan, tidak heran karena memang keamanan di lembar spreadheet kurang memadai. Dan walaupun manipulasi data dapat ditemukan namun rekam jejak atau aktivitas tidak bisa diketahui. Hal tersebut tidak akan terjadi jika menggunakan sistem HRIS yang memang segala aktivitas pada program dapat di deteksi, dan tidak semua data informasi bisa di akses hanya orang-orang tertentu dengan otoritas tertentu yang bisa mengakses data.

 

5. Lebih terorganisir dengan Sistem HRIS 

Setiap perusahaan memiliki informasi tentang sumber daya mereka masing-masing, belum lagi aktivitas adminstrasi seperti pengajuan, transisi karir dan lainnya akan menambah daftar informasi perusahaan. Apabila semakin menumpuk dan tidak segera di organisir maka bisa menimbulkan maslaah. HRIS (Human resource information systems) akan membantu perusahaan dalam melakukan tata laksna dan tata kelola data perusahaan dengat baik, secara otomatis.

 

6. Bisnis perusahaan

Mungkin sepintas antara bisnis dan spreadsheet tidak memiliki kaitan satu sama lain. Namun sebenernya spreadsheet atau sistem adminstrasi yang anda gunakan sangat berpengaruh pada kelancara bisnis perusahaan. Sistem adminstrasi mempengaruhi manajemen HR, manajemen HR mempengaruhi kinerja karyawan, dan kinerja mempengaruhi produktivitas. Produktivitas yang di hasilkan karyawan sangat berpengaruh pada bisnis dan kemajuan perusahaan. Itulah sebabnya pengelolaan SDM dengan sistem yang baik akan membantu perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya.

 

7. Pengelolaan data SDM terpusat

Bagi anda yang memilki cabang-cabang perusahaan di wilayah yang berbeda, tetap bisa melakukan pengontrolan dan pengelolaan secara terpusat dengan menggunakan sistem HRIS. dengan fitur-fitur yang ada pada software HRIS akan membantu divisi HR dalam mengetahui perkembangan karyawan bahkan juga mengatur karir transisi pada kantor cabang lain.

Demikian adalah 7 alasan yang tepat untuk perusahaan hijrah dari spreadsheet manual ke sistem HRIS, hal ini layak perusahaan lakukan mengingat persaingan bisnis saat ini dan kedepannya membutuhkan kecepatan dan keakuratan. Tunjang perkembangan dan kemajuan perusahaan dengan menggunakan software HRIS Payrollbozz.

UPDATE!!! Kenaikan UMP tahun 2018 untuk wilayah Jabodetabek dan bandung

UPDATE!!! Kenaikan UMP tahun 2018 untuk wilayah Jabodetabek dan bandung

UMP 2018 Jabodetabek - Kenaikan UMP menjadi sebuah moment yang mungkin paling di nanti-nanti oleh semua pekerja, baik itu karyawan swasta, buruh, ataupun pegawai instansi pemerintahan. Adanya pembaharuan tentang UMP ini mengacu pada ketentuan PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan, dan kenaikan upah kerja ini berdasarkan oleh inflasi serta perkembangan ekonomi nasional.

Hanif Dhakiri selaku Menteri Ketenagakerjaan, memberi pernyataan bahwa pemerintah telah berusaha untuk menemukan solusi terbaik untuk semua pihak. Pemerintah mengklaim bahwa kenaikan UMP tahun 2018 di anggap cukup sepadan dan dapat mensejahterakan karyawan dan buruh, walaupun belum bisa memenuhi sesuai tuntuntat buruh. Selain pihak karyawan di untungkan karena adanya kenaikan UMP ini, pemerintah juga berusaha tetap memberikan kenyamanan kepada pengusaha dengan tidak terlalu tinggi dalam menaikan upah kerja.

Kenaikan UMP 2018 jabodetabek dan bandung  saat ini masih di pegang oleh jakarta. Gubernur Jakarta yakni Anis baswedan menyatakan bahwa kenaikan UMP untuk jakarta naik hingga 9,12%, dan di anggap bahwa kenaikan tersebut sudah cukup tinggi dan realistis. dan dibawah ini adalah UMP daftar UMP 2018 untuk wilayah Jabodetabek dan juga bandung.

Kenaikan UMK dan UMP tahun 2018 untuk wilayah Jabodetabek dan bandung

Kota Tahun 2017 Tahun 2018 Kenaikan
Jakarta Rp3.355.750 Rp3.648.035 8,71%
Kota Bogor Rp2.352.350 Rp2.658.155 13%
Kab. Bogor Rp2.242.240 Rp2.590.000 15,51%
Kota Tangerang Rp3.295.075 Rp3.582.076 8,71%
Kab. Tangerang Rp3.270.936 Rp3.555.834 8,71%
Kota Bekasi Rp2.441.954 Rp2.447.445 20,97%
Kab. Bekasi Rp2.447.445 Rp2.840.000 16,04%
Kota Bandung Rp2.843.662 Rp3.091.345 8,71%
Kab. Bandung Rp2.463.461 Rp2.678.028 8,71%

 

Tahun DKI Jakarta Jawa Barat Banten
2018 Rp 3.648.035 Rp 1.544.360 Rp 2.099.385
2017 Rp 3.355.750 Rp 1.420.624 Rp 1.931.180

Dengan adanya kenaikan UMP dan UMK ini diharapkan dapat menambah kesejahteraan bagi semua pekerja, semua perhitungan kenaikan di atas berdasarkan hitungan data inflasi serta pertumbuhan ekonomi tingkat nasional. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tahun ini inflasi mencapai 3,72% dan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 4,99%.

Demikian adalah Informasi seputar kenaikan UMP 2018 Jabodetabek dan bandung, diharapkan dengan adanya kenaikan ini juga produktivitas akan menambah sehingga dapat menumbuhkan ekonomi nasional untuk bisa bersaing di level Asean.

Cara tepat dan bijak menghukum bawahan karena kesalahannya sendiri

Cara tepat dan bijak menghukum bawahan karena kesalahannya sendiri

cara menghukum bawahan - Pernahkah anda sebagai seorang atasan mengalami hal yang tidak diinginkan, seperti harus menghukum seorang karyawan yang melakukan kesalahan, dan hal tersebut harus anda lakukan agar menimbulkan efek jera kepada yang bersangkutan, agar ke depannya bisa di perbaiki, Namun tidak sedikit juga atasan-atasan yang salah memberikan hukuman kepada bawahannya, yang menyebabkan mereka menjadi down, menjadi tidak produktif, bahkan resign.

Karyawan yang mengundurkan diri karena hukuman yang menurutnya tidak sepantasnya, adalah merupakan suatu kerugian bagi perusahaan, terlebih karyawan tersebut adalah salah satu karyawan terbaik yang telah lama bekerja. Menghukum atau memberi peringatan juga membutuhkan suatu strategi, agar tujuan dari memberikan peringatan kepada yang bersangkutan bisa tercapai, yakni memberikan efek jera dan untuk memperbaiki.

Lalu bagaimana cara memberikan hukuman yang bijak, agar tujuan dan maksudnya bisa tercapai ? berikut ini adalah ulasannya!

 

 

Tips dan cara menghukum bawahan dengan benar (merubah peringatan menjadi motivasi)

1. Lakukan peneguran secepatnya

Jika anda seorang atasan melihat sesuatu yang dikerjakan oleh bawahan anda tidak benar, maka lakukanlah peneguran saat itu juga. Tujuan dari peneguran yang sifatnya aktual agar orang yang melakukan kesalahan dapat memberikan klarifikasi dengan benar, dan penegur (atasan) juga bisa memberikan himbauan agar tidak mengulangi kesalahannya, kemudian berikan orang tersebut kesempatan untuk memperbaikinya. lalu bagaimana cara melakukan teguran yang baik tanpa membuat bawahan merasa tersinggung atau dipermlaukan ?

Caranya cukup mudah, ketika anda melihat karyawan melakukan kesalahan, dekati dia dan panggil namanya dengan nada yang biasa (tidak perlu meninggi). Kemudian panggil dan arahkan ke tempat yang sepi agar bisa berbicara empat mata. Tanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi, serta bantu bawahan anda untuk memperbaiki kesalahannya. dengan cara seperti ini anda sebagai orang atasan telah berhasil merubah sebuah teguran menjadi motivasi, dan bahan evaluasi bagi si karyawan tersebut.

 

2. Dengarkan pembelaan dan argumen dari bawahan

Sebagai atasan yang bijak anda juga perlu mendengarkan sebuah argumen atau pembelaan dari seseorang yang anda tegur karena kesalahannya. Walaupun anda menyaksikan dengan jelas bahwa karyawan tersebut melakukan kesalahan, bukan berarti orang tersebut tidak boleh memberikan alasan. Dengan mendengarkan alasan dan pembelaannya, anda baru bisa memberikan hukuman yang tepat, atau bahkan memberikan saran dan bantuan kepadanya.

Sebagai contoh: “Anda melihat dengan mata kepala sendiri karyawan anda datang sangat telat ke kantor. Jika anda langsung memberikan teguran keras dan langsung memberikan hukuman, maka potensi untuk karyawan ini memperbaiki diri untuk kedepannya akan kecil, Karena anda tidak tahu apa yang ia alami saat perjalanan. Bisa saja ia telat karena mengalami suatu kecelakaan kecil yang membuatnya telat ke kantor, atau harus mengurus salah satu anggota keluarga yang sedang sakit. dengan mendengerkan alasan terlebih dahulu, maka kita bisa dengan bijak memberikan hukuman yang setimpal dan potensi karyawan tersebut untuk tidak lagi datang terlambat juga lebih besar”.

 

3. Berikan kesempatan dan motivasi

Sebagai seorang atasan yang memimpin jalannya sistem kerja di perusahaan, anda dituntut untuk tegas mengambil keputusan baik itu dalam pekerjaan ataupun yang bersangkutan terhadap kinerja bawahan anda. Memberikan kesempatan kepada seseorang yang melakukan kesalahan adalah suatu tindakan toleran dan simpatik kepada mereka yang melakukan kesalahan.

Selain itu berikan motivasi kepada bawahan anda agar ia tetap produktif dalam pekerjaan. Karena bisa saja ia sedang jenuh terhadap rutinitasnya yang menyebabkannya melakukan kesalahan, berikan bawahan anda kesempatan, arahan dan motivasi untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

 

4. Bantu dengan solusi

Setelah anda menegur karyawan yang berbuat kesalahan, kewajiban anda sebagai pimpinan yang baik adalah selanjutnya memberikan bantuan dan solusi.

Setelah menegur, kita punya kewajiban untuk  memberikan solusi dan jalan keluar sebagai upaya perbaikan. Jika apa yang kita tegur itu menjadi masalah yang belum diselesaikan, sebagai atasan kita dapat memberikan jalan keluar apa yang sebaiknya dilakukan. Dengan demikian bawahan kita akan merasa dihargai dan diperhatikan.

Bila kesalahannya ringan, tegurlah secara lisan, agar dia tidak mengulangi kesalahan tersebut.. Ajak dia memperbaiki kesalahan bersama-sama dengan kita. Ini sebenarnya juga suatu bentuk teguran, tapi sangat halus sifatnya. Namun, bisa jadi bentuk seperti ini malah membuat bawahan kita cepat memahami seluk-beluk pekerjaan mereka. Bahkan, bawahan mampu mengembangkan tugas-tugasnya lebih baik lagi, ini karena tidak lepas dari cara kita memberi teguran yang simpatik.

Beritahu apa yang kita harapkan. Penekanan teguran bukan pada kesalahan semata tetapi harus pada cara memperbaikinya dan menghindari kesalahan itu terulang kembali. Salah satu keluhan terbesar orang yang ditegur adalah ‘’Saya tidak tahu apa yang atasan harapkan dari saya.”

 

5. Buat komitmen untuk perbaikan

cara menghukum bawahan dengan baik dan benar yang terakhir adalah setelah anda menjalankan keempat tips di atas, selanjutnya anda dapat membuat perjanjian untuk perbaikan. Dengan membuat kesepakatan perbaikan ini berarti anda sebagai atasan telah menjalankan fungsi dan tugas dengan baik sebagai seorang pimpinan. Kemudian akhiri prosedur pemberian teguran dengan saling pengertian, dan berikan motivasi kepada bawahan anda.

Cara mengatasi karyawan yang sudah tidak produktif lagi

Cara mengatasi karyawan yang sudah tidak produktif lagi

Cara mengatasi karyawan yang malas -  label karyawan pemalas sebenarnya adalah sebuah pernyataan yang tidak benar yang disematkan kepada seseorang yang kurang produktif dalam bekerja. Statement ini sering sekali kita dengar di setiap perusahaan, namun sebenarnya yang terjadi hanyalah karyawan yang sedang dalam mood yang kurang baik untuk bekerja.

Namun kondisi karyawan yang seperti ini juga tidak bisa di diamkan saja, perlu ada tindakan positif untuk dapat mendongkrak kembali semangat bekerjanya. Divisi HR perlu mengetahui masalah apa yang membuat seorang karyawan menjadi malas-malasan dalam pekerjaan, kemudian melakukan pemberian motivasi ataupun pelatihan kembali.

Dan untuk mengatasi hal tersebut diperlukan cara yang serius, agar tidak menjadi budaya yang negatif dalam perusahaan. Ada beberapa cara simpel untuk menghadapi karyawan-karyawan tersebut yang tidak boleh perusahaan anggap remeh, karena cara ini terbukti dapat mengatasi fenomena di atas, berikut ulasannya.

 

 

5 Cara mengatasi karyawan yang malas

 

1. Kenali karakter karyawan, dan cari tahu sesuatu yang sedang terjadi pada dirinya

 

Jika ada sesuatu yang tidak baik pada karyawan, langkah pertama yang harus di lakukan adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada karyawan tersebut. Setelah mengetahui masalah yang terjadi, panggil yang bersangkutan dengan baik-baik, dan konfirmasi permasalahan yang sedang ia alami kemudian coba berikan jalan keluar, sebagai bentuk perhatian dan simpatik perusahaan terhadap pekerjanya.

Yang terpenting dalam cara mengatasi karyawan yang malas ini adalah perusahaan atau divisi HR dapat mengenali karakter karyawan dengan baik, dan lakukan suatu tindakan tegas tanpa harus mengintimidasi siapapun, agar mood bekerja seseorang dapat kembali membaik dan kembali produktif.

 

2. Berikan motivasi dan manfaat serta kerugian atas tindakannya

 

Setelah pihak perusahaan mengetahui akar permasalahan karyawan, langkah selanjutnya adalah dengan memberikan motivasi. Berikan motivasi tanpa harus menggurui karyawan tersebut, agar dirinya tidak merasa terintimidasi. Dengan pembicaraan yang santai, namun mendalam jauh lebih efektif mengatasi kemalasan karyawan dari pada memarahi orang tersebut, karena semakin orang disalahkan dan dimarahi hanya akan membuatnya mengarah yang ke negatif.

Beritahu karyawan tersebut kerugian atas tindakannya tersebut, dan manfaat yang bisa ia dapatkan jika mau memperbaiki kinerja, tentunya setelah anda memberikan motivasi. Akhiri obrolan dengan senyum, dan sampaikan terima kasih jika ia ingin memperbaiki kinerjanya.

 

3. Berikan pelatihan dan pendidikan

 

Perhatikan karyawan yang tidak produktif, mungkin saja ia begitu karena kurang pelatihan dan pendidikan, yang menyebabkan dirinya kurang menguasai yang ia kerjakan. Cara memecahkan masalah ini sangatlah mudah, yakni memberikan pelatihan kerja kepada karyawan. Tindakan ini juga bermanfaat menambah pengetahuan dan wawasan karyawan terhadap bidang pekerjaanya, sekaligus membantu mereka dalam menyelesaikan masalah.

Dengan begini karyawan dapat kembali bekerja dengan baik dan produktif, karena merasa diperhatikan dan juga selalu di bekali oleh ilmu. Cara mengatasi karyawan yang malas dengan tindakan ini harus sering dilakukan dan di maintenance oleh perusahaan agar memastikan bahwa setiap karyawan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

 

4. Berikan sanksi untuk efek jera

 

Cara ini sering diberlakukan kepada setiap karyawan yang tidak patuh kepada aturan. Tetapi sebaiknya hal ini tidak diberlakukan kepada karyawan yang membuat pelanggaran ringan secara tidak sengaja, atau kepada mereka yang baru saja melakukan pelanggaran setelah lama bekerja. Sanksi adalah opsi untuk sebuah teguran, jika 3 cara sebelumnya telah anda lakukan namun yang bersangkutan tidak ada perubahan, mungkin menjatuhkan sanksi untuk memberikan efek jera dapat membuatnya menjadi lebih baik.

 

5. Amati perkembangannya dan evaluasi perubahannya

 

Setelah menjalani step by step di atas selanjutnya adalah memberikan kesempatan karyawan untuk memperbaiki kesalahannya. Amati kinerja karyawan setelah diberikan nasihat, motivasi, atau sanksi. Jika perubahan mengarah ke arah yang positif, barti karyawan tersebut memang tulus memperbaiki dirinya.

Namun apabila yang bersangkuran justru semakin down atau bahkan semakin buruk kinerjanya, perusahaan dapat mengambil kesimpulan bahwa orang tersebut sudah tidak layak lagi untuk bekerja di perusahaan, atau berikan sanksi lagi dengan ancaman dan hukuman yang lebih berat, dan lihat perkembangan yang terjadi pada yang bersangkutan.

Demikian adalah cara mengatasi karyawan yang malas dan tidak produktif di perusahaan anda, semua cara di atas dapat anda lakukan secara bertahap. walaupun perusahaan memilki karyawan yang malas, namun ada baiknya pihak karyawan melakukan identifikasi, pendekatan personal, dan memberikan kesempatan terlebih dahulu, sebelum memutuskan memberikan hukuman.

Ciri-ciri karyawan yang loyal dan tidak loyal pada perusahaan

Ciri-ciri karyawan yang loyal dan tidak loyal pada perusahaan

Ciri-ciri karyawan yang loyal - Setiap perusahaan pastinya sangat menyukai karyawan yang memilki dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Dan pada dasarnya sifat loyalitas ini dapat dibangun oleh lingkungan (perusahaan), tergantung lingkungan memberikan perlakukan terhadap orang tersebut yang dalam hal ini adalah karyawan. Namun sebenarnya apa yang membuat seseorang bisa loyal dan tidak loyal kepada perusahaan ? di antaranya adalah :

 

Faktor yang membuat karyawan menjadi loyal dan tidak loyal

 

1. Faktor rasional

Faktor rasional seperti jam kerja yang setara dengan gaji, adanya bonus dan fasilitas lain yang ditawarkan oleh perusahaan serta karir yang menjanjikan, akan membuat seorang karyawan merasa nyaman dan loyal kepada perusahaan.

 

2. Senioritas dan kepemimpinan

Senioritas dan kepemimpinan dalam perusahaan juga menjadi faktor kenyamanan seorang karyawan. Apabila kepemimpinan buruk atau senioritas terlalu tinggi dalam perusahaan tersebut, maka dapat menyebabkan karyawan yang loyal sekalipun akan hengkang dari tempat kerja tersebut.

 

3. Kebijakan Perusahaan

Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. sebisa mungkin kebijakan perusahaan disesuaikan dengan kepentingan 2 belah pihak, yakni karyawan dan perusahaan. Apabila kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak menguntungkan bahkan menyulitkan karyawan, dapat menyebabkan karyawan resign.

Di atas tadi adalah 3 dari banyaknya faktor yang mempengaruhi hubungan antara karyawan dan perusahaan tempat mereka bekerja. walaupun masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan itu semua, dengan ragam masalah yang berbeda. Dan untuk HRD sangat penting bagi mereka untuk bisa mendapatkan karyawan yang loyal, dan dibawah ini adalah ciri-ciri karyawan loyal yang bisa dijadikan sebagai klasifikasi penerimaan karyawan baru, atau sebagai bahan pertimbangan pengangkatan karyawan tetap.

 

 

Ciri-ciri karyawan yang loyal

 

1. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan sama

Salah satu penyebab karyawan tidak bertahan lama di suatu perusahaan adalah karena latar belakang pendidikan dan pekerjaanya tidak sama, yang akhirnya mereka tidak mampu mengembangkan ilmu yang dimiliki di perusahaan. Namun apabila perusahaan memperkerjakan orang yang tepat, dengan latar belakang dan jobdesk yang tepat, maka peluang karyawan untuk bertahan pada perusahaan tersebut semakin tinggi.

 

2. Pengalaman kerja 

Lama pengalaman kerja sering dijadikan tolak ukur bagi HRD untuk merekrut calon karyawan. Karena dari sinilah loyalitas orang tersebut terhadap perusahaan bisa di terka. Karyawan yang memilki pengalaman kerja yang lama di perusahaan sebelumnya hingga saat ini lebih diminati, dibandingkan orang yang sering berpindah-pindah tempat.

 

3. Usia karyawan 

Divisi HR juga perlu mempertimbangkan usia karyawan, pada faktor ini biasanya perusahaan memiliki pendapat yang berbeda tentang usia karyawan. Ada yang berpendapat bahwa usia yang lebih tua biasanya akan lebih loyal, dan ada yang berpendapat juga usia yang lebih muda bisa lebih loyal karena pada umumnya mereka belum berkeluarga sehingga bisa fokus pada pekerjaanya.

 

4. Kerja lebih cepat dari deadline

Di setiap pekerjaan pasti memiliki deadline, karyawan yang selalu menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai jadwal yang ditentukan masuk ke dalam kriteria karyawan yang loyal kepada perusahaan. Di sini kedisiplinan dan dedikasi karyawan dapat dilihat, perushaaan yang memiliki karyawan-karyawan seperti ini pastinya sangat beruntung, karena tidak semua orang dapat menyelasikan pekerjaanya dengan tepat waktu.

 

5. Tidak berhenti sebelum pekerjaan selesai

Mungkin anda sebagai HR sering melihat karyawan telat pulang, telat makan siang, dan datang lebih pagi agar pekerjaanya bisa terselesaikan. Seseorang yang tidak pernah berhenti sebelum selesai menandakan bahwa dia mencintai apa yang sedang dikerjakan, dan di dalam dunia kerja orang-orang seperti ini memang memiliki loyalitas yang tinggi kepada pekerjaan dan perusahaannya.

 

6. Memiliki komitmen dan pandangan

Tidak banyak orang yang bisa memberikan komitmen serta bertanggung jawab atas apa yang dia kerjakan. orang-orang yang memiliki komitmen adalah mereka yang memiliki visi dan tujuan. Karyawan yang memiliki visi dan komitmen pastinya mempunyai strategi untuk kemajuan perusahaannya.

 

7. Selalu siap dan berhasil jika diberikan tantangan

Cara terbaik untuk menguji kemampuan karyawan adalah dengan memberikan ia sebuah tantangan, apabila ia berhasil melakukan tantangan tersebut, dipastikan juga bahwa orang tersebut berkapabilitas atas jobdesk-nya. Karakter karyawan seperti ini adalah ciri-ciri karyawan yang loyal dan memiliki ambisi untuk bisa maju.

Demikian adalah ciri-ciri karyawan yang loyal kepada perusahaan dan pekerjaanya, Jika anda memilki pengetahuan juga tentang loyalitas karyawan, mari berbagi pada kolom komentar.

Hati-hati 7 profesi ini akan digantikan oleh mesin/robot suatu saat nanti

Hati-hati 7 profesi ini akan digantikan oleh mesin/robot suatu saat nanti

Seperti yang kita bisa perkirakan bahwa suatu saat nanti mungkin saja pekerjaan manusia di ambil alih oleh robot, mesin, ataupun teknologi dalam bentuk perangkat lunak. Hal ini dapat kita perkirakan dengan melihat geliat teknologi saat ini yang semakin lama semakin mempermudah kerja manusia.

Hal ini juga disampaikan oleh Scott Dobroski seorang ahli dari komunitas glassdoor yang mengatakan “Di masa depan, tampaknya kebanyakan dari pekerjaan yang ada saat ini, dari kasir ke teller, akan diotomatisasi dan kebutuhan untuk orang sungguhan mengerjakan peran tersebut tidak akan diperlukan lagi saat teknologi sudah mampu dan mengambil tanggung jawab tersebut,”

Ini juga yang menjadikan beberapa profesi yang dikerjakan manusia dapat menghilang, dan perannya di gantikan oleh robot atau mesin. Kemudian profesi-profesi apa saja yang posisinya terancam digantikan oleh mesin, berikut ulasannya:

 

7 profesi yang akan tergantikan ole mesin/robot. 

 

 

1. Teller Bank 

Teller Bank sampai saat ini masih menjadi profesi yang cukup mayoritas, seiring semakin banyaknya usaha keuangan di indonesia. Namun profesi ini juga terancam tergantikan, karena peran dan tanggung jawabnya dapat dikerjakan oleh mesin ATM. Bahkan Mark Gilder yang menjabat sebagai Director of Distribution Strategy di Citibank mengatakan, “saat ini setidaknya 85 persen pekerjaan teller bank dapat dilakukan di ATM.”

Namun walau begitu profesi teller bank sampai saat ini masih tetap eksis, setidaknya sampai tahun 2022 tenaga kerja untuk profesi ini akan mengalami perubahan yang siginifikan, menurut Menurut Bureau of Labor Statistics (BLS) AS.

 

2. Reporter 

Melihat kemajuan teknologi informasi saat ini memang tiada yang tidak mungkin, kemudahan dalam mendapatkan informasi bisa kita dapatkan dari sumber manapun. Hal ini juga yang membuat profesi reporter terancam terkikis keberadaannya oleh citizen journalism (jurnalisme warga).

Terlebih peralatan seperti kamera, mic dan lainnya banyak dijual dengan harga yang murah dan kualitasnya yang bagus. Hal ini akan mendukung setiap orang menjadi seorang reporter, melalui sosial media atau internet.

 

3. Resepsionis telepon

Di jepang profesi resepsionis telepon atau penyambung telepon disebuah perusahaan, kini peran dan tanggung jawabnya sudah digantikan mesin sistem penjawab. Sistem penerima panggilan telepon ini disebut juga dengan virtual receptionist, yang menghubungkan jaringan telepon melalui sistem.

 

4. Juru ketik 

Pernah mendengar jasa juru ketik ? Mungkin saat ini kita sudah sangat jarang mendengar profesi tersebut. Namun dahulu profesi ini cukup ramai karena kebutuhan orang yang memiliki keterampilan mengetik dengan cepat dan akurat. tetapi seiring berjalannya waktu profesi juru ketik sudah tidak ada, dikarenakan tergantikan oleh teknologi pemindai suara.

 

5. Agen Perjalanan (Travel agent)

Sekali lagi kemajuan teknologi informasi memudahkan hidup manusia. Bila dulu jika kita ingin melakukan perjalanan, kita perlu pergi ke travel agen untuk melakukan pemesan tiket, hotel, kendaraan dan lainnya. Sekarang berkat internet, semua dapat dikerjakan secara online, yang jauh lebih hemat waktu dan praktis.

 

6. Buruh pabrik 

Saat ini buruh masih menjadi serikat pekerja terbesar di dunia, angka pekerja buruh yang tinggi sudah di pasti dipengaruhi oleh industri. Tetapi seiring berjalannya waktu, banyak pekerjaan manusia di pabrik di ambil oleh robot. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur perangkat yaitu foxcom yang merupakan langganan perusahaan raksasa seperti Nokia dan Apple. Perusahaan manufaktur tersebut telah membeli 10000 robot untuk merakit produk, agar lebih cepat dan efisien.

 

7. Akuntan 

Ada banyak software akuntan yang bisa ditemukan, namun semuanya masih membutuhkan tenaga manusia untuk prosesnya. Baru-baru ini ada mesin akuntan Smacc yang dapat mempermudah proses akuntasi menjadi jauh lebih mudah dan modern, Klien hanya perlu menyerahkan dokumen yang kemudian nantinya Smacc akan mengubahnya menjadi format digital yang kompatibel dengan mesin tersebut, kemudian melakukan enskripsi data dan kemudian melakukan perhitungan sesuai kebutuhan.

 

5 Hal di sosial media ini dapat membuat anda sebagai karyawan dipecat oleh perusahaan

5 Hal di sosial media ini dapat membuat anda sebagai karyawan dipecat oleh perusahaan

Pada era modern ini sosial media menjadi sesuatu hal yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. Kemudahan akses serta kepuasaan tersendiri setelah mengakses sosial media memang menjadi alasan mengapa new media society, menjadi tren saat ini. Di sosial media kita dapat menemukan banyak hal, seperti hiburan, viral konten, bahkan sampai ke leowongan pekerjaan.

Pengguna sosmed juga beragam demografinya, ada yang berlatar belakang pelajar, pengusaha, pekerja dan lainnya. Namun kita sendiri mungkin telah mendengar banyak kejadian karyawan yang dipecat karena ulahnya di sosial media seperti yang terjadi pada Ashley Johnson, harus menerima kenyataan dipecat dari pekerjaannya. Wanita berusia 22 tahun ini sebelumnya mengejek dua pelanggannya di Facebook karena memberi uang tip yang cukup sedikit dan membuatnya lambat dalam bekerja. Dia juga menyebutkan nama tempatnya bekerja. Dia dipecat karena melanggar peraturan perusahaan dan menjelek-jelekan konsumen.

Selain Ashley Johnson masih banyak lagi orang yang dipecat karena ulahnya di sosial media. Kemudian hal apa saja yang dapat membuat karyawan dipecat karena sosial media, berikut adalah ulasannya.

 

 

5 kelakuan di sosial media yang membuat karyawan dapat dipecat

 

1. Membuat unggahan dengan kata-kata kasar

Seringkali kita menemukan postingan sosial media yang disertai dengan caption kasar, yang berpotensi menimbulkan kegaduhan atau konflik. Walaupun kata-kata kasar tersebut bukan ditujukan untuk perusahaan atau karyawan tertentu, Namun nama baik perusahaan tempat ia bekerja juga bisa tercemar akibat perbuatannya di sosial media. Untuk itu karena alasan ini juga perusahaan dapat melakukan pemutusan hubunan kerja secara sepihak.

 

2. Membocorkan rahasia perusahaan di sosmed

Seperti yang kita tahu bahwa rahasia perusahaan bukanlah konsumsi bagi publik. Rahasia perusahaan harus benar-benar tersimpan dan hanya boleh diketahui di lingkungan kerjaan. Rahasia perusahan bisa berbagai macam, seperti master business plan, strategi pemasaran sampai resep makanan. Pembocor rahasia ini bahkan bisa di tuntut secara hukum.

Tidak jarang karyawan melakuka kecerobohan dengan membocorkan rahasia perusahaan ke sosial media, baik itu disengaja maupun tidak. Dan hal tersebut juga yang dapat menyebabkan karyawan dipecat.

 

3. Mengeluh atas kebijakan perusahaan

Sebaiknya karyawan menghindari komentar tentang kebijakan perusahaan yang sifatnya hanya opini, apalagi menuliskannya ke sebuah status. Banyak karyawan yang terlalu berlebihan dalam mengeluhkan peraturan dan kebijakan perusahaan, yang mereka rasa mempersulit kinerja mareka. Hal ini bukanlah perbuatan baik yang dilakukan ketika kebijakan perusahaan bergesekan dengan kepentingan karyawan, karena dapat berakibat buruk pada karirnya. Sebaiknya hal-hal tersebut dibicarakan oleh pihak perusahaan ataupun HRD.

 

4. Membicarakan hal negatif tentang atasan

Kemudian penyebab karyawan yang dipecat adalah suka menjelek-jelekan atasannya, atau berbicara negatif tentang atasannya. walaupun karyawan tersebut tidak berteman di sosial media oleh karyawan tersebut, namun bisa jadi seseorang dari teman mengenal atasan karyawan tersebut.

 

5. Bergosip/bergunjing di sosial media

Sebanyak 13 pramugari cantik dipecat dari maskapai Virgin Airlines setelah ketahuan bergosip mengenai pekerjaannya di Facebook. Ketigabelas pramugari ini saling berbalas komentar dan membahas berbagai hal terkait maskapai yang sebenarnya tidak boleh diketahui publik, bahkan mereka juga mengejek penumpang maskapai tersebut.

Bergosip di ruang terbuka seperti sosial media sebaiknya harus dihindari, terlebih hal tersebut mengenai perusahaan ataupun berkaitan dengan hal yang sensitif.

Demikian adalah 5 hal yang dapat menyebabkan karyawan dipecat dari perusahaan karena sosial media. Kita sebagai pengguna internet dan soslal media yang bijaksana, baiknya mengendalikan diri untuk mengunggah dan menulis sesuatu.

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Karyawan generasi millenial - Kehadiran generasi millenial di dunia kerja memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk bisa memfasilitasi generasi yang sedang dalam masa keemasan ini. Kemajuan teknologi informasi juga memilki andil yang besar atas pesatnya perkembangan dan pengetahuan anak-anak muda millenial. Pada dasarnya generasi millenial adalah anak-anak di tahun kelahiran 80 sampai akhir 90, dimana generasi ini lahir bersamaan dengan geliat kemajuan teknologi canggih, sehingga tidak heran banyak dari mereka yang sudah menguasai teknologi di usia yang masih sangat dini.

Tetapi tidak jarang generasi millenial membuat perusahaan jengkel, karena reputasi loyalitas mereka yang rendah. Gen millenial memang terkenal suka gonta-ganti tempat kerja dengan alasan jenuh, itulah sebabnya perusahaan harus sangat teliti ketika memutuskan mencari karyawan yang berasal dari generasi ini. Pintar, jujur, dan rajin saja tidak cukup untuk membuat generasi ini bisa berkembang dan loyal pada perusahaan, diperlukan kecocokan antara jobdesk, lingkungan pekerjaan, dan salary agar mereka dapat berkontribusi besar untuk perusahaannya.

Dan pada artikel kali ini mari kita bahas perihal apa saja yang harus perusahaan siapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial, agar dapat memaksimalkan potensi mereka untuk perusahaan.

 

 

7 fasilitas yang perlu disiapkan untuk karyawan generasi millenial

 

1. Jam kerja yang fleksibel

Kaum millenial adalah kaum yang anti dikekang, mereka adalah jiwa muda yang merdeka yang menginginkan kebebasan. Jam kerja yang ketat dan statis hanya akan membuat mereka terkekang, yang mengakibatkan produktivitas dan efektivitas menurun. Kebanyakan gen millenial bekerja dengan cara mereka sendiri, mereka akan sungguh-sungguh bekerja apabila diberikan kebebasan untuk berkembang. Sebaiknya perusahaan membuat jam kerja yang fleksibel, yang lebih mementingkan efektivitas dari pada jam kerja yang lama.

 

2. Sudut kantor dengan mesin pembuat kopi

Ada fakta menarik tentang generasi millenial, mayoritas dari mereka adalah penikmat kopi autentik dan percaya bahwa kopi dapat membuat hari mereka menjadi baik. Sudut ruangan untuk berkumpul dengan desain yang unik serta dilengkapi dengan mesin kopi bukanlah ide yang buruk, karena disana karyawan bisa saling bertemu, untuk membahas banyak hal termasuk pekerjaan.

 

3. jaringan Internet cepat 

Apa rasanya kantor tanpa Wifi? di zaman yang serba online ini karyawan dituntut bekerja dengan cepat, dan untuk memfasiltiasi hal tersebut, perlu disiapkannya akses internet yang cepat, walaupun terkadang fasilitas ini sering di salah gunakan. Namun setidaknya dapat membuat karyawan generasi millenial ini produktif.

 

4. Napping room

Mengapa perlu napping room di kantor ? mungkin fasilitas ruang tidur ini tidak begitu familiar di tahun-tahun 90’an sampai awal tahun 2000’an, namun sudah banyak perusahaan terutama start up menyiapkan napping room untuk karyawannya. Seperti yang sudah dibahas tadi bahwa millenial adalah generasi pekerja cerdas, mereka tidak terbiasa bekerja dengan effort yang tinggi.

 

5. Ruang kerja kreatif, leluasa untuk bergerak

Ruang kerja kreatif dibutuhkan agar karyawan tidak merasa bosan dan jenuh, hal ini penting karena ini bisa menjadi barometer produktivitas dan efektivitasan kerja seorang karyawan. Tanpa sekat serta leluasa untuk bergerak karena gen millenial suka berpindah-pindah tempat saat sedang bekerja, hal ini dilakukan agar mereka tidak jenuh kepada pekerjaannya.

 

6. Softdrink dan cemilan

Mungkin fasilitas ini tidak ada kaitannya dengan jobdesk mereka, namun karyawan sangat loyal kepada perusahaan yang memperhatikan mereka, termasuk urusan perut. Softdrink atau cemilan dapat meningkatkan semangat bekerja serta mengusir rasa bosan karyawan.

 

7. Ruang bermain di kantor

Salah satu perusahaan teknologi raksasa yakni google, menetapkan ruangan bermain adalah standar untuk kantor mereka di seluruh dunia, tidak terkecuali di indonesia. Karena google sadar segmentasi dari karyawan mereka kebanyakan anak muda yang termasuk generasi millenial. Fasilitas ini berfungsi sebagai wahana penyegaran otak, serta dapat mengurangi rasa prustasi akibat bekerja, sehingga karyawannya tidak mudah stress, dan dapat bekerja dengan masimal.

Demikian adalah 7 hal yang perlu disiapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial. Walaupun hal-hal di atas terkesan berlebihan, atau terkesan terlalu memanjakan karyawan, namun banyak perusahaan start-up sukses yang menerapkan cara-cara di atas guna membuat karyawannya bekerja lebih produktif, dan terbukti berhasil.

4 faktor yang mengharuskan  hijrah dari pengelolaan SDM tradisional ke Modern

4 faktor yang mengharuskan hijrah dari pengelolaan SDM tradisional ke Modern

Pada abad ke-21 ini teknologi informasi mengalami kebangkitan besar-besaran, dan terjadi dalam segala lini kehidupan manusia. Terbukti dari segala hal yang terjadi pada kehidupan kita saat ini, hampir semuanya terpengaruh dari informasi yang di dapat dari global, dengan menggunakan teknologi informasi dan gadget.

Banyak tren positif yang terjadi pada kehidupan kita setelah adanya perkembangan teknologi, dan hadirnya internet membuat manusia diberikan kemudahan untuk mengerjakan segala sesuatu.

Salah satu tren positif yang dibawa teknologi adalah cara bergaul dan berorganisasi sebuah kelompok. saat ini kita tidak perlu melakukan pertemuan hanya untuk bertukar informasi, ide ataupun gambar, cukup membuat grup pada aplikasi chatting sepertin Whatsapp semuanya sudah bisa dilakukan, serta jauh lebih hemat, cepat, dan mudah.

 

Dan hal tersebut juga terjadi pada dunia kerja saat ini, khususnya dalam pengelolaan SDM yang terkenal begitu rumit. Zaman sudah modern dan gadget semakin canggih, inilah saatnya dunia HR management juga hijrah (pindah) ke dalam sebuah sistem yang modern, agar dapat bisa bersaing dalam persaingan global.

Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk memindahkan metode HR manajemen ke modern, salah satunya adalah dengan menggunakan HR software atau aplikasi seperti Payrollbozz. dan pada artikel kali ini akan dipaparkan 4 faktor yang mengharuskan hijrah dari HR manajemen dengan metode tradisional ke yang modern.

 

 

1. Sistem pencatatan dan pengumpulan data lebih terorganisir

Dengan sistem atau metode lama HRD harus mengambil data secara manual dari mesin absensi dan kemudian dipindahkan ke komputer untuk di olah. Cara manual seperti ini akan memakan waktu dan juga rentan di manipulasi, diperlukan sebuah sistem HRIS yang sudah dapat mengintegrasikan software yang ada pada mesin absen ke software penggajian atau software HRD, yang nanti datanya akan langsung di olah pada satu sistem yang bernama HRIS tersebut.

Sistem HRIS yang memilki fitur payroll atau kalkulasi penggajian, juga dapat menghitung gaji dengan otomatis. Laporan pun bisa dilihat secara digital. Selain itu dengan menggunakan sistem makan pengolahan data akan jauh lebih rapih dan terorganisisr, hal ini akan mempermudah HRD atau atasan dalam memantau kinerja para karyawannya.

 

2. Tantangan zaman

Faktor yang kedua adalah tantangan zaman. Bagi perusahaan yang tidak bisa menjawab perbuahan zaman atau mengikuti perkembangan bisnis dengan cepat, maka mungkin bisa di prediksikan bahwa perusahan tersebut tidak akan berumur lama. Perusahaan perlu memberikan perhatian yang khusus kepada segmen HR managemen, mengapa ini penting? singkat saja, karena karyawan adalah aset berharga, yang kinerja perlu perusahaan dukung.

Dengan menggunakan sistem HRD yang modern, urusan adminstrasi karyawan dengan perusahaan bisa diselasikan dengan cepatdan online. Segala jenis pengajuan seperti pengajuan penggantian biaya,lembiur, dan cuti semua bisa dikerjakan melalui sistem mulai dari pengajuannya hingga penyetujuannya secara online. Dan masih banyak lagi yang bisa anda dapatkan dari sebuah software HRD yang dibekali dengan pemrograman HRIS.

 

3. Menjunjung tinggi transparansi

Selain cepat dan efektif urusan adminstrasi perusahaan yang langsung berkaitan dengan karyawan juga harus transparan. Transparansi dibutuhkan agar semua aktivitas dapat dipertanggung jawabkan dan juga jujur, terlebih aktivitas yang melibatkan dana keuangan. Dengan menggunakan sistem yang transparan maka semua aktivitas akan dapat dengan mudah terekam, hal ini akan menguntungkan 2 belah pihak baik itu dari perusahaan maupun karyawan.

Perusahaan akan mengetahui segala aktivitas yang dilakukan oleh karyawannya dan sebaliknya karyawan juga akan mengetahui apabila saat penggajian nanti terdapat potongan. dengan menggunakan sistem maka potongan upah kerja akan diketahui, seperti potongan karena telat, tidak masuk kerja, izin dan sakit serta terdapat juga rinciannya.

 

4. Efisiensi dan terintegrasi

Kemudian hal yang terakhir yang membuat perusahaan harus hijrah dari metode kelola SDM yang tradisional ke sebuah sistem yang modern adalah integrasi. Jika semua data sudah terintegrasi ke dalam satu tempat, maka jauh lebih mudah mengontrolnya. Dengan sistem yang sudah terintegrasi maka efisiensi pun akan meningkat.

Demikian adalah 4 faktor yang mengharuskan perusahaan untuk pindah ke sistem HR manajemen yang lebih modern. Anda juga dapat menggunakan payrollbozz sebagai HR software dengan basis sistem HRIS, yang bisa anda sesuaikan dengan regulasi perusahaan anda.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia