fbpx
7 Proses Rekrutmen karyawan paling efektif

7 Proses Rekrutmen karyawan paling efektif

Proses rekrutmen karyawan merupakan faktor terpenting untuk mendapatkan SDM yang berkualitas dan tepat untuk mengisi sebuah jabatan. Tahapan-tahapan yang dilakukan selama rekrutmen karyawan sangatlah menentukan, dan proses rekrutmen karyawan juga berlanjut pada tahapan onboarding. 

Onboarding sendiri adalah suatu tahapan bagi karyawan dalam melakukan penyesuaian di tempat bekerja yang baru, dimana pada fase ini karyawan yang baru masuk mempelajari sistem bekerja, budaya kantor, memahami job description-nya, melatih keterampilan dan masih banyak lainnya.

Walaupun proses adaptasi dan penyesuaian dapat dilakukan pada fase onboarding, namun proses rekrutmen adalah kunci mendapatkan kandidat yang tepat. Pada proses ini baiknya perusahaan atau tim rekrutmen mengenali betul calon kandidat yang melamar. 

Dan pada artikel kali ini PayrollBozz akan membahas proses rekrutmen karyawan yang efektif dan efisien guna mendapatkan kandidat yang tepat serta berkompeten, berikut adalah ulasannya. 

Baca juga : 5 Aplikasi yang dapat membantu tunanetra bekerja dan berkegiatan sehari-hari

7 Proses Rekrutmen karyawan yang efektif

1 ) Berorientasi pada masa depan / jangka panjang

blank

Mungkin umumnya HR recruitment berorientasi pada kecocokan karyawan dengan job deskripsi jabatan dan pengalaman mereka, pandangan ini tidak sepenuhnya tepat jika perusahaan ingin mendapatkan SDM yang mampu membawa perusahaan maju dan berkembang. 

Yang pertama harus dilakukan dalam proses rekrutmen karyawan adalah SET GOAL ,goal yang dimaksud adalah mencari kandidat atau karyawan yang memiliki visi sama seperti perusahaan, sehingga kedepannya kandidat tidak hanya mengerti tentang pekerjaan dan bisnis perusahaan melainkan mampu menghasilkan inovasi. 

2 ) Berburu dengan tepat

blank

Setelah mengetahui kandidat seperti apa yang dicari, lakukan perburuan dengan benar. Mengiklankan lowongan pekerjaan di portal kerja memang terbukti maksimal dalam mendatangkan pelamar, namun ada baiknya perusahaan juga aktif berburu.

Berburu yang dimaksud adalah mencari kandidat yang memang terbukti dapat bekerja dengan baik, tim rekrutmen dapat melakukan pemantauan dari perusahaan lain dan melakukan analisis pada kandidat yang di target. 

Cara ini terbukti efisien jika perusahaan ingin mendapatkan SDM yang berkualitas dan tepat, karena pada dasarnya SDM terbaik selalu dipertahankan oleh perusahaan ia bekerja.

3 ) Company branding 

blank

Company branding dapat mendatangkan kandidat yang tepat ketika perusahaan membuka iklan lowongan pekerjaan di portal kerja. Dari sini kandidat yang datang sudah dipastikan mengetahui perusahaan dengan baik, mulai dari industrinya, produknya, salary-nya, lingkungan kerja dan lainnya. 

Baca juga : Dear Job Seeker, Berikut Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill

Company branding sendiri adalah strategi promosi untuk memperkenalkan perusahaan dan entitasnya kepada khalayak, dengan tujuan khalayak mengetahui logo, produk, dan bisnis perusahaan. 

Company branding bukanlah strategi yang dapat dilakukan satu atau dua hari, proses ini membutuhkan waktu yang panjang namun dampaknya bisa berbagai macam, mulai dari nama produk/bisnis sampai ke lingkungan kerja, dimana ketika bisnis perusahaan sudah maju dan terkenal, dengan sendirinya akan mendatangkan kandidat yang berkualitas. 

Ini adalah cara efisien dan efektif dalam proses rekrutmen karyawan, perusahaan bisa menawarkan karir yang baik bagi kandidat, yang mana ini justru akan memunculkan kompetisi antara para pelamar. 

4 ) Screening proses 

blank

Proses screening adalah tahapan yang krusial sebelum tim HR / rekrutmen memutuskan untuk mewawancara sang kandidat. Baiknya proses ini dilakukan dengan sangat teliti dan jangan terburu-buru.

Kualitas kandidat tercermin pada CV atau resume-nya, tidak semua yang berpengalaman 5 tahun dalam bidangnya dapat dikategorikan sebagai ahli, praktisi, dan profesional. Portofolio yang diberikan harus di cross check terlebih dahulu dan dibuktikan apakah klaim pada resume-nya benar atau hanya mengada-ada.

5 ) Proses wawancara kandidat 

blank

Selanjutnya proses rekrutmen karyawan adalah wawancara kandidat, setelah melakukan screening CV tentunya perusahaan sekarang memiliki lebih dari satu calon kandidat, ada sebuah konsep Art of questioning, dimana cara dilakukan untuk menguliti informasi pada seseorang melalui pertanyaan.

Kepiawaian dan keahlian bertanya seorang rekruter sangat dibutuhkan disini, baiknya tim rekruter membuat list pertanyaan terkait klaim yang ada pada CV atau resume kandidat. Selain itu menguji wawasan dan visi kandidat dengan pertanyaan-pertanyaan khusus, sehingga rekruter tahu sejauh mana yang memiliki wawasan dan pandangan tentang pekerjaan dan perusahaan yang ia lamar

6 ) Uji kompetensi

blank

Tahapan uji kompetensi atau kelayakan biasanya dilakukan oleh seorang user, dimana user nantinya akan melakukan tes kemampuan kandidat. Hasil uji kompetensi kandidat bisa merujuk kepada hasil wawancara dan resume-nya.

Seperti yang dikatakan di awal, bahwa sebaiknya proses rekrutmen karyawan tidak hanya berorientasi pada pengalaman dan kemampuan saja, namun juga pada visi dan kemampuan analisis yang baik, apabila ingin mendapatkan SDM yang berkualitas, yang mampu berkontribusi banyak untuk perusahaan. 

Sebagai contoh tes kandidat bisa dilakukan dengan memberikan suatu kasus yang berkaitan tentang bisnis perusahaan, dan kandidat harus memberikan solusi atas permasalahan tersebut, serta inovasi agar kedepannya perusahaan tetap bertahan. 

Baca juga : Jenis-jenis, ketentuan, dan cara menghitung upah lembur

7 ) Onboarding karyawan

blank

Terakhir dalam proses rekrutmen karyawan adalah onboarding. Disini perusahaan atau tim HR harus memastikan karyawan baru mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, dan mengenalkan sistem kerja perusahaan padanya.

Kebanyakan perusahaan memberlakukan probation atau masa percobaan, waktunya pun beragam mulai dari 3 bulan hingga satu tahun. Hal ini bertujuan untuk melihat kompetensi kandidat yang sebenarnya, dan seberapa cocok ia dengan sistem dan budaya kerja perusahaan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *