fbpx
Ini jalan keluar dari perusahaan butuh pekerja pengalaman, pekerja butuh pengalaman

Ini jalan keluar dari perusahaan butuh pekerja pengalaman, pekerja butuh pengalaman

cara mendapatkan pekerjaan

Meme di atas rasanya sudah tidak asing lagi untuk kita, meme yang sempat trending ini menggambarkan realitas yang ada dalam dunia kerja, bagaimana peliknya interview kerja dimana ada perusahaan yang hanya ingin menerima pekerja berpengalaman, disisi lain ada angkatan kerja baru yang belum memiliki pengalaman dan ingin bekerja agar mendapatkan pengalaman. 

Meme ini juga dibedah dari 2 sudut pandang tentunya akan saling bertentangan, lagi-lagi semuanya kembali pada kebutuhan masing-masing pihak. Tapi jangan menyerah dulu, permasalahan ini sebenarnya ada jalan tengahnya kok, dan bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak, nah perhatikan ulasan dibawah ini ya. 

Cara mendapatkan pekerjaan untuk kandidat tanpa pengalaman (fresh graduated)

blank

Sebagian besar dari angkatan kerja di Indonesia saat ini masih didominasi oleh lulusan SMA atau setara dibandingkan dengan diplomat atau sarjana. Namun di era sekarang peluang lulusan untuk mendapatkan kerja memiliki level kesempatan dan kesulitan yang sama, oleh karenanya kunci mendapatkan pekerjaan adalah “persiapan”

Setidaknya ada 4 hal yang perlu Anda persiapkan, agar bisa cepat diterima kerja atau memiliki pekerja, 4 hal tersebut adalah membaca kebutuhan pasar kerja, cari yang sesuai dengan kemampuan, tingkatkan keterampilan sebaik mungkin, dan ciptakan keterampilan Anda menjadi karya.  

Baca juga : Ragam Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menjanjikan

Lakukan persiapan sampai Anda yakin Anda sudah siap

Baca kebutuhan pasar kerja

Yang pertama analisa kebutuhan pasar dan lapangan kerjanya, ini adalah langkah aman sebelum Anda masuk ke tahap pembelajaran. Dari sini Anda bisa mulai mencari industri apa saja yang sedang berkembang dan maju, dan bagaimana masa depannya. 

Dari analisa seperti ini saja Anda sudah bisa mendapatkan gambaran pekerjaan apa saja yang tersedia, dan profesi apa yang akan dibutuhkan di pasar kerja hari ini dan kedepannya. Setelah itu mulailah mencari perusahaan yang bergerak di industri tersebut, mulai dari yang perusahaan besar ataupun start-up.

Namun ingatlah, pada tahap ini Anda tidak menganalisa gaji melainkan posisi yang tersedia, dan tempat mana saja yang akan Anda datangi untuk melamar pekerjaan. Untuk seorang fresh graduated pengalaman adalah yang paling utama setelahnya baru gaji. 

Cari yang sesuai dengan Anda

Setelah mengetahui industri apa yang berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan untuk Anda, mulailah cari posisi atau jabatan yang paling sesuai dengan keterampilan atau latar belakang pendidikan Anda. 

Tahapan ini Anda harus bermain cerdas dan efisien, jangan melamar seperti melempar jaring jika Anda ingin memiliki pekerjaan yang baik dan paling dengan sesuai. Gunakanlah filosofi yang tepat dalam hal ini, yaitu filosofi memancing. 

Cari kolam yang sesuai dengan pancingan Anda, kemudian pilih umpan yang tepat sesuai kesukaan ikan di kolam itu, lempar pancingan setelah itu menunggu dan bersabar. Jika Anda merasa kurang dengan satu pancingan, maka pakailah 2 pancingan, jika kurang puas tambah lagi sampai Anda mendapatkan ikan yang diinginkan. 

Tingkatkan keterampilan

Tahu tujuan dari usaha Anda adalah modal yang paling berharga, mulailah belajar dan tingkatkan keterampilan dasar. Disini senjata Anda harus di upgrade, selalu berprinsip bahwa Anda harus menjadi yang terbaik dari versi Anda sendiri. 

Ketika Anda melatih suatu keterampilan dengan sangat baik, maka hampir tidak ada alasan untuk orang tidak mempekerjakan Anda. Seperti yang kita tahu dalam fase melamar kerja ada serangkaian tes yang harus bisa Anda lalui, disinilah hal tersebut dipersiapkan. 

Lakukan keterampilan Anda

Sudah melakukan analisa dan melatih keterampilan tapi belum juga dapat kesempatan untuk wawancara kerja? Jangan berkecil hati, buka peluang Anda sendiri dengan membuat hasil pekerjaan sendiri, gunakanlah itu sebagai portofolio Anda. 

Gunakanlah waktu yang Anda miliki untuk mewujudkan keterampilan Anda menjadi karya, ini adalah sesuatu yang jarang ditolak oleh perusahaan. Ketika Anda sudah menunjukan keahlian Anda lebih dari sekedar pernyataan di surat lamaran atau CV, maka itu akan membuat perusahaan mempertimbangkan Anda untuk masuk ke dalamnya. 

Fakta bahwa angkatan kerja terus bertambah tapi tidak diiringi dengan lapangan pekerjaannya, membuat kita harus tampil beda dan nyata ketika melamar kerja. Buktikan sesuatu yang Anda miliki dalam bentuk karya. 

Baca juga : Mau Kerja dari Rumah? Coba 5 Profesi Potensial Berikut Ini!

Tips agar bisa bekerja di perusahaan

blank

Tadi kita sudah mengetahui fakta bahwa jumlah angkatan kerja yang terus bertambah tidak seiring dengan lapangan pekerjaannya. Maka dari itu ada tips yang mungkin bisa Anda lakukan, yaitu menjadi pekerja lepas selagi menunggu panggilan dan melamar menjadi pegawai magang. 

Menjadi pekerja lepas

Menjadi pekerja lepas jauh lebih baik daripada sekedar menganggur, dan hasil pekerjaan yang Anda kerjakan selama menjadi freelancer dapat menjadi portofolio. Terlebih hasil pekerjaan yang Anda lakukan sudah terbukti diterima oleh perusahaan, yang artinya kualitas pekerjaan Anda sudah memenuhi standar perusahaan. 

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari menjadi freelancer, yaitu kreatifitas yang terlatih terus, mendapatkan link perusahaan, menghasilkan uang, dan juga yang terpenting Anda akan terbiasa dengan iklim bekerja, di mana Anda akan terbiasa dengan disiplin dan target yang diberikan. 

Menjadi pegawai magang

Kemungkinan Anda untuk diterima sebagai pegawai magang mungkin lebih besar, sekedar info magang atau pemagangan adalah sebuah program pelatihan kerja di bawah bimbingan atau pengawasan langsung dari perusahaan maupun lembaga penyelenggara. 

Walau gaji dan fasilitas yang diberikan perusahaan kepada Anda pastinya berbeda dengan pegawai tetap, Namun peluang Anda untuk diangkat menjadi pegawai tetap atau kontrak juga terbuka lebar, kesempatan untuk menggantikan posisi seseorang sangatlah mungkin terjadi, jika kinerja Anda selama menjadi pegawai magang memang bagus. 

Baca juga : Mengenal Outsourcing Karyawan dan Perbedaannya dengan Karyawan Kontrak

Perusahaan harus terbuka dengan fresh graduated

Perusahaan harus berikan kesempatan pada kandidat yang belum memiliki pengalaman untuk menunjukan kemampuannya dengan membuka program magang di tempat mereka. Dari sini perusahaan akan ditunjukan seberapa baiknya kandidat tersebut. 

Walaupun kedepannya perusahaan memang tidak dapat melanjutkan kontrak kerja dengan yang bersangkutan, setidaknya ada pengalaman yang dapat diberikan oleh si kandidat dan itulah yang bisa dijadikan modal untuk kandidat melamar ditempat berikutnya. 

Demikian adalah cara mendapatkan pekerjaan beserta tipsnya bagi Anda yang masin tidak memiliki pengalaman atau fresh graduated. Semoga informasi dan tips yang ada di artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Definisi Manajemen Keuangan dan Peran Pentingnya dalam Bisnis

Definisi Manajemen Keuangan dan Peran Pentingnya dalam Bisnis

Sebagai pelaku usaha, Anda tentu tidak mau mengalami hal tersebut bukan? Maka dari itu penting untuk memperhatikan kesehatan kondisi keuangan dalam bisnis Anda secara berkala. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat pembukuan atau mencatat setiap transaksi keluar dan masuk yang terjadi setiap harinya. Dengan demikian, Anda dapat memantau kemana saja modal bisnisnya digunakan hingga mengetahui seberapa banyak keuntungan atau malah justru kerugian yang Anda dapatkan.

Dalam operasional sebuah perusahaan, kondisi keuangan menjadi salah satu aspek penting yang harus selalu diperhatikan. Tanpa adanya manajemen keuangan yang baik ini, operasional perusahaan dapat berjalan dengan kacau atau amburadul. Tak hanya itu, kemungkinan terburuk dari hal tersebut adalah risiko gulung tikar atau bangkrut.

Baca juga: Pembukuan Keuangan Sederhana untuk Bisnis 

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan memberikan informasi mengenai definisi manajemen keuangan hingga peran pentingnya dalam operasional sebuah bisnis. Penasaran? Simak artikel lengkapnya berikut ini, ya.

Definisi Manajemen Keuangan

Definisi Manajemen Keuangan

Secara harfiah, manajemen keuangan berarti sebuah aktivitas perencanaan dan pengelolaan keuangan maupun aset yang dilakukan dalam sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan pencatatan transaksi keluar dan masuk atau dengan membuat pembukuan, neraca dan sejenisnya.

Tujuan Manajemen Keuangan

tujuan manajemen keuangan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, manajemen keuangan dilakukan demi mencapai tujuan utama dari sebuah usaha. Dalam hal ini semua usaha atau bisnis mendambakan keuntungan. Sehingga pengelolaan dana yang ada di dalam usaha tersebut harus dilakukan dengan baik dan secara tepat. Agar alokasi dana dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

Dalam prakteknya, manajemen keuangan memiliki beberapa tujuan yang di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mengontrol arus kas keuangan perusahaan

Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk mengontrol cash flow atau arus kas dalam perusahaan. Seluruh transaksi keluar dan masuk harus selalu Anda perhatikan dan dipantau secara berkala. Dengan demikian Anda bisa mengetahui kemana saja modal usaha Anda digunakan.

Kas dalam perusahaan biasanya digunakan untuk berbagai macam keperluan yang mendukung jalannya operasional. Mulai dari implementasi strategi pemasaran, modal produksi, penggajian karyawan dan masih banyak lagi lainnya.

2. Mengoptimalkan kinerja keuangan perusahaan

Jika Anda menggunakan kas perusahaan untuk menjalankan strategi pemasaran. Anda pun bisa melihat seberapa efektif strategi tersebut dengan membandingkan modal awal yang dikeluarkan dengan hasil akhir yang didapat.

Dengan demikian, jika strategi tersebut tidak cukup efektif, Anda bisa mengalokasikan dana yang seharusnya untuk keperluan pemasaran lain. Aktivitas apapun yang kurang menguntungkan bagi perusahaan pun dapat dikurangi secara bertahap dan diganti dengan opsi lain yang serupa.

3. Memaksimalkan keuntungan yang didapat

Alokasi dana yang tepat dalam perusahaan akan memberikan dampak secara tidak langsung terhadap keuntungan yang didapatkan. Anda akan lebih mudah mengembangkan bisnis di masa mendatang dengan pengelolaan keuntungan yang tepat sesuai dengan porsinya.

Karena tidak semua profit dalam perusahaan dapat Anda gunakan untuk berfoya-foya atau memenuhi kebutuhan konsumtif Anda. Sebagian tentu harus disimpan atau diinvestasikan demi mengembangkan bisnis Anda di masa depan.

4. Mengurangi risiko dalam operasional bisnis

Manajemen keuangan dengan cara yang tepat juga akan membantu Anda dalam mengurangi risiko selama operasional bisnis berjalan. Risiko yang dimaksud di sini berhubungan dengan kerugian atau dampak apapun yang dapat merugikan perusahaan. 

5. Membuat laporan keuangan jadi lebih mudah

Laporan keuangan bisnis dalam satu periode tertentu juga harus selalu diperhatikan. Sebab hal ini juga memegang peranan penting dalam perjalanan bisnis. Lewat laporan ini Anda bisa mengetahui bagaimana kondisi keuangan bisnis, seberapa banyak keuntungan/kerugian yang didapatkan, seberapa efektif strategi marketing yang dijalankan dan masih banyak lagi lainnya.

Laporan inilah yang nantinya juga dapat membantu Anda dalam mendapatkan permodalan dari pihak tertentu seperti koperasi atau bank. Kemudian jika Anda ingin mencari investor untuk menyuntikkan modal ke bisnis Anda, laporan keuangan juga dibutuhkan untuk menarik minat mereka.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang lingkup manajemen keuangan

Manajemen keuangan juga memiliki ruang lingkupnya tersendiri yang bersangkutan secara langsung dengan bisnis atau usaha yang dijalankan, berikut beberapa di antaranya:

1. Keputusan investasi

Ruang lingkup yang pertama berkaitan dengan keputusan investasi atau pendanaan. Seluruh kebijakan ini berkaitan dengan aktivitas penanaman modal terhadap aset tetap yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Hal ini meliputi aset properti (seperti gedung, tanah atau mesin). Tak hanya itu, aset lancar yang meliputi uang tunai, saham dan lain-lain pun juga termasuk dalam poin yang satu ini.

2. Keputusan keuangan

Selanjutnya ada keputusan keuangan yang berkaitan dengan seluruh aspek keuangan dalam bisnis terkait dengan sumber daya yang ada di dalamnya. Divisi yang berada di manajemen keuangan ini harus memiliki cara terbaik untuk mengalokasikan dana milik perusahaan secara tepat agar tidak terjadi kerugian di masa mendatang. Pihak manajemen keuangan juga harus menyelaraskan jalannya operasional mulai dari aset dan ekuitas agar kondisi keuangan perusahaan tetap aman.

3. Keputusan pembagian dividen saham

Berikutnya juga terdapat keputusan yang berkaitan langsung dengan pembagian dividen saham dalam perusahaan. Pihak manajemen keuangan harus membuat peraturan terkait hal ini agar seluruh dividen yang dibagikan dalam jumlah rata dan tidak merugikan perusahaan. 

Besaran dividen yang akan diberikan seluruhnya bergantung terhadap keputusan manajemen keuangan. Tentunya dalam menentukan persentase pembagian dividen ini tidak boleh asal-asalan. 

Kesimpulan

Seperti yang telah dijelaskan, keberadaan manajemen keuangan dalam sebuah operasional bisnis menjadi salah satu yang terpenting. Tidak peduli bisnis Anda besar atau kecil, karena seluruh organisasi yang mendambakan profit harus memiliki komponen yang satu ini.

Anda tidak bisa menjalankan bisnis hingga berskala besar jika tanpa dilengkapi manajemen keuangan yang tepat. Bagaimana pun manajemen keuangan tak hanya berfungsi sebagai pengontrol arus kas keuangan dalam bisnis namun juga berperan dalam seluruh aspek finansial dalam perusahaan.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mempermudah jalannya manajemen keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan sistem yang secara otomatis dapat mempermudah cara kerja Anda. PayrollBozz dapat dijadikan andalan untuk membantu Anda dalam mengelola penggajian karyawan dan absensi.

Seluruh aktivitas yang merepotkan tersebut dapat dilakukan dengan mudah dengan aplikasi yang satu ini. Mengurus absensi karyawan, menghitung gaji, perhitungan reimbursement dan BPJS dan masih banyak lagi kemudahan yang ditawarkan oleh PayrollBozz.

So, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan PayrollBozz dan permudah cara Anda dalam mengelola sistem penggajian serta absensi hanya dalam genggaman.

Pembukuan Keuangan Sederhana untuk Mengelola Usaha Kecil

Pembukuan Keuangan Sederhana untuk Mengelola Usaha Kecil

Istilah pembukuan keuangan mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Terutama bagi para pelaku usaha, baik dalam skala kecil maupun yang sudah besar sekali pun. Sebab, keberadaan komponen yang satu ini memegang peranan penting dalam operasional sebuah bisnis.

Lewat pembukuan keuangan ini, Anda dapat mengetahui di mana letak kondisi keuangan bisnis Anda hingga berapa banyak untung atau rugi yang Anda alami. Dengan demikian, strategi pemasaran bisnis pun dapat ditentukan juga lewat hasil laporan dari pembukuan yang sudah dijalankan.

Nah, bagi Anda yang mungkin belum tahu mengenai pembukuan dan beberapa istilah yang ada di dalamnya. Pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh tentang pembukuan keuangan yang biasa dilakukan dalam sebuah bisnis. Harapannya, lewat artikel ini Anda bisa memahami pentingnya pembukuan keuangan hingga mengimplementasikannya dalam usaha atau bisnis yang Anda jalankan. 

Definisi Pembukuan Keuangan dalam Bisnis

Definisi Pembukuan Keuangan

Sepenting apa sih peran pembukuan keuangan dalam operasional sebuah bisnis? Pertanyaan itulah yang sering muncul di pikiran banyak orang. Karena bisa dibilang masih ada banyak pelaku usaha yang menyepelekan eksistensi dari pembukuan ini.

Secara garis besar, dengan membuat pembukuan keuangan untuk sebuah bisnis atau usaha, Anda dapat mengontrol seluruh anggaran dengan porsi yang tepat. Dengan demikian, kondisi keuangan usaha Anda pun akan jauh lebih terkontrol. Risiko seperti bangkrut atau gulung tikar di tengah jalan bisa dihindari lewat membuat pembukuan yang tepat ini.

Tingkat efektivitas pembukuan pun tercermin dari laba yang diperoleh. Untuk mendapat pembukuan yang baik, pengusaha umumnya menggunakan jasa profesional, seperti akuntan.

Dalam prakteknya, pembukuan sendiri memiliki 2 sistem nyata yang masih berlaku hingga saat ini. Pertama, pembukuan masukan tunggal yang efektif diaplikasikan pada bisnis atau usaha kecil. Jenis pembukuan ini memanfaatkan kas primer atau buku kas utama dalam penyusunannya. Setiap data transaksi, seperti pengeluaran dan pemasukan dimasukan dalam catatan.

Berbeda dari pembukuan masukan tunggal, perusahaan bervolume besar lebih cocok menggunakan pembukuan berpasangan. Disini, pembukuan dibuat dalam 2 akun berbeda, yakni debit dan kredit. Sistem pembukuan ini efektif untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran pada perusahaan besar. Dengan demikian, pengusaha lebih mudah mendata laba dan rugi yang didapat dalam satu periode tertentu.

Unsur dalam Pembukuan Keuangan yang Harus Anda Ketahui

Unsur pembukuan keuangan dalam bisnis

Dalam prakteknya, pembukuan keuangan sebuah usaha terdiri dari beberapa unsur. Nah, masing-masing unsur ini harus Anda pahami agar dapat menyusun pembukuan yang baik dan sesuai dengan standar sebuah usaha. Jika Anda masih belum mengetahui apa saja unsur yang ada dalam sebuah pembukuan, berikut kami paparkan beberapa di antaranya:

1. Aktiva

Unsur pertama yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan sebuah pembukuan adalah aktiva. Dalam akuntansi, aktiva berarti sebuah aset atau harta kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau bisnis dalam operasionalnya.

Seluruh sumber ekonomi perusahaan ini harus didata dengan jelas, sebab keberadaannya akan dibutuhkan di masa mendatang. Misalnya saja untuk menopang operasional perusahaan ketika terjadi defisit. Lebih lanjut, aktiva atau yang kerap disebut juga dengan aset ini dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni, aktiva lancar, tetap dan aktiva tetap tak berwujud.

2. Pasiva

Tak hanya memiliki aset atau aktiva saja, sebuah usaha biasanya juga memiliki pasiva atau kewajiban yang berwujud utang dan harus segera dibayarkan. Utang ini biasanya digunakan sebagai modal awal atau untuk menggerakkan operasional sebuah usaha. Selain itu, utang juga biasa digunakan oleh para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya entah untuk ekspansi atau membuka cabang di tempat lain.

Pembayaran utang ini umumnya melibatkan aset atau sumber ekonomi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Itulah kenapa sebuah perusahaan harus melakukan pendataan secara berkala mengenai aktiva atau aset yang dimilikinya.

Dalam prakteknya, pasiva yang ada di sebuah perusahaan terdiri dari dua jenis kategori yang harus Anda ketahui. Yakni, meliputi utang jangka pendek dan juga jangka panjang. Utang jangka pendek biasanya harus segera dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. Sedangkan untuk utang jangka panjang biasanya memiliki jangka waktu jatuh tempo 5 hingga 20 tahun lamanya.

3. Modal

Unsur berikutnya ialah modal. Dalam operasional sebuah usaha, modal menjadi komponen terpenting yang harus ada. Komponen yang satu ini digunakan sebagai permulaan atau awal untuk memulai operasional perusahaan.

Tanpa adanya modal, tentu Anda tidak akan bisa memulai produksi atau bahkan menjual produk hingga sampai ke tangan pelanggan. Maka dari itu, penting bagi para pelaku usaha untuk lebih bijak dalam mengelola dana modal yang dimilikinya. Dengan demikian, seluruh modal usaha dapat disalurkan untuk biaya operasional yang lebih tepat dan efisien.

Dalam pencatatan modal sendiri, sebagai seorang pelaku usaha, Anda harus mendata setiap aset pembiayaan maupun produk/barang yang akan digunakan dalam operasional. Selama usaha Anda beroperasi, modal inilah yang akan memegang peran penting dalam pembukuan. Anda hanya dapat mengetahui seberapa besar keuntungan maupun kerugian yang dialami oleh perusahaan jika mengetahui secara pasti besaran modal yang digunakan.

Fungsi Pembukuan Keuangan dalam Bisnis

Fungsi pembukuan keuangan

Setelah mengetahui beberapa unsur pembukuan yang telah disebutkan di atas. Anda mungkin bertanya-tanya apa saja sih tujuan dari pencatatan atau pembukuan keuangan dalam bisnis? Benarkah hanya sebatas untuk mengetahui keuntungan dan kerugian yang dialami sebuah perusahaan?

Jawabannya, tentu saja tidak. Pembukuan tak hanya berfungsi sebagai penunjuk berapa banyak keuntungan atau kerugian yang Anda alami. Lebih dari itu, komponen yang satu ini juga dapat digunakan sebagai landasan pembuat keputusan. Dengan mengetahui di mana letak kondisi keuangan bisnis Anda saat ini dan berapa banyak keuntungan atau kerugian yang Anda dapatkan. Anda bisa menyiapkan strategi pemasaran yang sesuai dan tepat dengan kondisi keuangan bisnis.

Selain itu, transaksi masuk dan keluar yang dicatat dalam pembukuan keuangan juga memudahkan Anda melacak atau mengetahui kemana saja perginya modal Anda tersebut. Jika digunakan untuk implementasi strategi pemasaran, Anda bisa mengukur seberapa efektif strategi tersebut.

Lewat pembukuan ini, Anda juga bisa lebih mudah mendapatkan akses permodalan hingga suntikan dana dari investor. Tentunya, arus kas bisnis Anda harus menunjukkan angka yang positif alias menghasilkan profit. Bisnis Anda pun akan jauh lebih mudah berkembang ke depannya dengan membuat catatan pembukuan keuangan dalam setiap operasionalnya.

Penutup

Itulah tadi informasi singkat mengenai definisi pembukuan keuangan, manfaat hingga unsur-unsur penting yang ada di dalamnya. Sekali lagi perlu diingat bahwa pembukuan memegang peran yang cukup penting dalam perjalanan sebuah bisnis. Jika Anda menginginkan sebuah usaha yang maju dan terus berkembang maka perlu membuat pembukuan ini secara rutin. 

Selain pembukuan, Anda juga memerlukan sistem penggajian yang lebih efisien agar dapat menghemat waktu Anda untuk mengerjakan hal-hal lain. Salah satunya adalah dengan menggunakan software PayrollBozz

PayrollBozz merupakan aplikasi pengelola absensi, gaji dan HR Online yang dapat Anda gunakan untuk membantu pengelolaan bisnis agar lebih efisien. Dengan aplikasi ini, Anda tak perlu khawatir lagi soal urusan absensi, cuti hingga izin karyawan karena semuanya dapat dilakukan dengan mudah dalam genggaman. Perhitungan gaji pun juga bisa dilakukan dengan mudah dengan hasil yang akurat.

So, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan PayrollBozz dan permudah cara Anda dalam mengelola operasional dalam bisnis.

Ragam Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menjanjikan

Ragam Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menjanjikan

Seperti yang kita tahu, virus corona telah mewabah di Indonesia sejak bulan Maret lalu. Penyebarannya yang terhitung cukup cepat kemudian memicu terjadinya perubahan pada berbagai macam aspek. Pemerintah pun mau tak mau harus membuat kebijakan baru terkait pandemi yang cukup berbahaya ini.

Mulai dari wajib menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan senantiasa mencuci tangan, social distancing bahkan hingga pemberlakuan work from home atau kerja dari rumah bagi beberapa perusahaan.

Hal ini pun kemudian memberikan dampak secara tidak langsung pada keberlangsungan sebuah bisnis atau usaha. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa harus gulung tikar dikarenakan minat atau daya beli masyarakat yang menurun signifikan.

Banyaknya usaha yang bangkrut juga membuat orang-orang mulai kehilangan lapangan pekerjaan karena PHK. Padahal di tengah kondisi yang sedang sulit seperti ini, mereka tetap harus menghidupi keluarganya. Namun demikian, tak ada yang bisa disalahkan. Karena pandemi semacam ini tak pernah bisa diduga kedatangannya.

Nah, jika Anda adalah salah satu orang yang kehilangan pekerjaan karena dampak dari COVID-19 ini. Maka Anda tak perlu khawatir lagi soal kesulitan ekonomi atau finansial dalam keluarga. Karena ada begitu banyak peluang usaha yang muncul karena adanya wabah virus corona.

Baca juga : Mengenal Jenis-jenis Investasi yang Bisa Anda Jadikan Pilihan

Anda bisa memanfaatkan peluang-peluang tersebut untuk meraup penghasilan dan mendirikan bisnis atau usaha Anda sendiri mulai dari sekarang. Pada artikel berikut, PayrollBozz akan memberikan Anda beberapa ide peluang bisnis di masa pandemi yang bisa dicoba. Beberapa di antaranya bahkan bisa dimulai dengan modal yang minim.

Penasaran, kan? Simak tuntas artikelnya berikut ini, ya.

Pilihan Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menjanjikan

1. Frozen Food atau Makanan Beku

Frozen Food - Sosis

Peluang bisnis pertama yang bisa Anda coba adalah dengan berjualan frozen food atau makanan beku. Hampir setiap orang pasti pernah mencicipi olahan makanan yang sengaja dibuat beku ini. Kebanyakan orang berpikir bahwa frozen food hanyalah berupa nugget ataupun sosis saja. Padahal kini ada begitu banyak inovasi frozen food yang bermunculan. Mulai dari cireng beku, donat, bakso, pempek bahkan hingga pisang nugget sekali pun.

Cita rasanya yang lezat dan cocok dijadikan cemilan keluarga, membuat frozen food banyak diminati oleh berbagai kalangan. Selain itu, jenis olahan makanan yang satu ini juga cenderung lebih awet jika dibandingkan makanan pada umumnya.

Hal ini dikarenakan untuk mempertahankan suhu, frozen food harus disimpan dalam lemari pendingin untuk mencegah tumbuh atau berkembangnya bakteri dalam makanan. Dengan demikian, sebagai pelaku usaha, Anda tak perlu takut jika makanan beku yang Anda jual tidak laku seluruhnya dalam sehari. Karena masa simpannya yang cukup lama sehingga Anda masih bisa berupaya untuk menawarkannya ke konsumen yang lain.

Di tengah pandemi corona seperti saat ini, bisnis makanan beku tentu bisa dijadikan pilihan yang cukup menjanjikan. Selain karena pembuatannya yang cukup mudah, modal yang Anda keluarkan pun tak harus dalam jumlah besar. Anda pun bisa memasarkan produk frozen food ini ke luar kota karena daya tahannya yang cukup lama.

2. Minuman Tradisional Siap Seduh

Rempah-rempah jamu

Sejak mewabahnya virus corona ini, banyak orang mulai berbondong-bondong dalam menjaga kesehatan tubuh mereka agar tetap bugar dan tidak tertular. Salah satu cara yang sering digunakan belakangan ini adalah dengan mengonsumsi jamu atau minuman tradisional yang berbahan dasar rempah-rempah alami.

Baca juga : Mau Kerja dari Rumah? Coba 5 Profesi Potensial Berikut Ini!

Seperti yang kita tahu, jamu sudah sejak lama dipercayai sebagai minuman yang mengandung banyak khasiat baik untuk tubuh. Sayangnya, karena kemunculan berbagai macam produk minuman energi yang juga menawarkan khasiat sama telah berhasil menggeser popularitas jamu di era sekarang. Padahal, jelas-jelas khasiat yang ditawarkan minuman tradisional ini jauh lebih bermanfaat dan terbukti aman untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang (selama Anda tidak memiliki riwayat penyakit tertentu).

Namun belakangan, sejak COVID-19 mewabah popularitas minuman tradisional ini kembali merebak di kalangan masyarakat Indonesia karena dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan virus maupun bakteri. Tak hanya itu, harga minuman tradisional ini pun cenderung lebih murah sehingga sangat layak untuk diperhitungkan sebagai ide bisnis yang menjanjikan.

Anda bisa meracik empon-empon kering dan mengemasnya dalam satu paket untuk kemudian dijual. Pemasarannya sendiri bisa dilakukan dengan menawarkan ke tetangga, teman atau bahkan lewat platform sosial media agar lebih mudah menjangkau banyak konsumen.

3. Menjual Masker Kain dan APD

masker

Bagi Anda yang memiliki keterampilan dalam dunia jahit menjahit, maka di tengah pandemi virus corona ini Anda dapat memaksimalkannya dengan membuat produk alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis atau orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, Anda juga bisa memproduksi masker kain dalam jumlah banyak untuk kemudian dipasarkan ke orang-orang di sekitar atau lewat platform daring.

Modal untuk memulai bisnis yang satu ini terbilang cukup minim atau kecil. Anda bisa memanfaatkan kain yang tidak terpakai untuk disulap menjadi masker kain yang layak pakai.

Nah, jika ingin menjangkau lebih banyak pelanggan, Anda juga bisa membuat masker dengan desain custom atau berdasarkan permintaan konsumen. Dengan demikian hal ini akan menjadi nilai plus tersendiri bagi bisnis Anda di mata pelanggan.

Untuk pakaian APD, Anda dapat bekerjasama dengan penjahit yang ada di sekitar lingkungan Anda untuk memproduksi pakaian APD dalam jumlah besar dan kemudian bisa dijual pada pabrik atau perusahaan besar bahkan juga ke rumah sakit tertentu.

4. Menjual Sayuran Hasil Kebun

Sayuran

Kesempatan besar bagi Anda yang menyukai kehidupan berkebun dan memiliki lahan kosong di depan atau belakang rumah. Anda bisa menggunakan lahan tersebut untuk menanam berbagai macam tanaman atau sayuran yang nantinya dapat dijual ke pasar.

Pilihlah sayuran yang perawatannya mudah serta masa panennya cukup singkat. Seperti, bayam dan kangkung. Nah, bagi Anda yang tidak memiliki lahan luas, jangan khawatir. Karena Anda bisa mencoba sistem tanam hidroponik yang tidak membutuhkan lahan besar untuk memulainya.

Dengan modal yang tak seberapa, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan, loh. Selain itu, tubuh Anda juga akan lebih bugar karena aktivitas fisik di bawah sinar matahari secara langsung setiap harinya.

5. Bisnis Online

Bisnis online

Banyaknya mall atau pusat perbelanjaan yang tutup membuat orang-orang kebingungan untuk berbelanja. Solusinya mereka menggunakan marketplace atau e-commerce yang ada untuk memenuhi kebutuhannya.

Baca juga : Globalisasi Ekonomi: Definisi, Bentuk dan Dampak yang Diberikan

Nah, jika Anda tertarik, Anda bisa memulai bisnis online dengan memasarkan berbagai macam produk yang banyak dicari orang. Misalnya karena banyak orang yang bekerja dari rumah, mereka mulai aktif dalam mendekorasi kamar ataupun tempat tinggalnya. Dengan demikian, Anda bisa menjual atau menawarkan berbagai macam produk hiasan/dekorasi rumahan yang unik serta menarik.

Tak perlu khawatir soal modal yang harus Anda persiapakan. Karena beberapa bisnis online bahkan bisa dimulai tanpa modal sekali pun. Anda hanya perlu menjadi seorang dropshipper. Nantinya, Anda akan membantu menjualkan produk dari supplier tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Menarik, kan?

Penutup

Nah, ituulah tadi beberapa peluang bisnis di masa pandemi yang bisa dilakukan dan menawarkan profit yang cukup menjanjikan. Selama Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh serta menggunakan media pemasaran yang tepat, maka bisnis apapun yang Anda jalankan pasti bisa terus berkembang. Selamat mencoba!

Mengenal Istilah SSE Pajak dan Cara Membuatnya

Mengenal Istilah SSE Pajak dan Cara Membuatnya

Keberadaan pajak yang dibayarkan oleh para wajib pajak amat bermanfaat bagi pembangunan dalam sebuah negara. Sebagai seorang warga negara yang baik, kita harus ikut serta berpartisipasi dalam pembayaran pajak dengan cara memberikannya secara tepat waktu. 

Kini tak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak karena kita bisa lebih mudah memenuhi kewajiban sebagai seorang wajib pajak dengan memanfaatkan fasilitas elektronik yang sebelumnya telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggunakan SSE Pajak atau Surat Setoran Elektronik Pajak.

Apa itu SSE Pajak? Bagaimana cara membuat atau menggunakannya sebagai media pembayaran sebuah pajak? Apa saja keuntungan yang ditawarkan?

Pada artikel berikut ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai definisi, keuntungan serta cara membuat SSE pajak yang mudah dipahami. Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Pengertian Surat Setoran Elektronik (SSE) Pajak

Definisi SSE Pajak

Mulai dari 1 Januari 2016, pemerintah telah mengalihkan pembayaran pajak dengan cara manual menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke Surat Setoran Elektronik (SSE) pajak. Namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan SSE Pajak dan bagaimana pula cara mendaftarnya?

Baca juga : Mengenal Outsourcing Karyawan dan Perbedaannya dengan Karyawan Kontrak

Surat Setoran Pajak elektronik (SSE) sebagaimana telah diatur dalam PER – 05/PJ/2017 adalah sebuah bukti pembayaran pajak secara elektronik yang telah dilakukan dengan cara menggunakan formulir atau biasanya telah dilakukan dengan cara lain ke dalam kas negara melalui tempat-tempat pembayaran pajak yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.

Surat Setoran Elektronik merupakan suatu pengembangan atau wujud elektronifikasi dari Surat Setoran Pajak (SSP). Sebagai wujud elektronifikasi dari Surat Setoran Pajak (SSP), SSE sendiri memiliki fungsi serta substansi isi yang sama dengan apa yang ada di dalam SSP yang kemudian dibayarkan dengan menggunakan sistem e-billing.

Munculnya system e-Billing dalam SSE yang dikembangkan oleh Ditjen Pajak patut diapresiasi karena dengan adanya e-Billing ini mampu memberi banyak manfaat seperti memungkinkan wajib pajak untuk membayar pajak dari mana saja serta kapan saja dan bisa melalui media apa saja seperti internet banking, mesin ATM, teller Bank, kantor pos atau bahkan aplikasi pembayaran pajak secara online

Keuntungan yang bisa didapat dari SSE Pajak

Keuntungan SSE Pajak

1. SSE memudahkan karena bisa melakukan pembayaran dari mana saja

Dengan adanya SSE pajak, pembayaran pajak bisa dilakukan tanpa bertatap muka. Selain itu tidak ada lagi proses mengantri di loker teller untuk melakukan pembayaran. Pembayaran dan formulir pembayaran pajak dapat diakses melalui smartphone masing masing.

2. Prosesnya menghemat waktu karena lebih cepat

Transaksi pembayaran pajak juga bisa dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dari manapun kita berada.

3. Sistem yang akan lebih akurat mengurangi kesalahan

Sistem pembayaran baru pajak ini juga sangat membantu dalam menghindari kesalahan-kesalahan yang biasanya sering terjadi ketika memasukkan kode dari akun pajak atau kode jenis setoran pajak itu sendiri. Mengapa? Sistem online yang ada akan membimbing kita dalam proses pengisian SSE dengan lebih akurat sesuai transaksi perpajakan kita

Cara Membuat SSE Pajak

Cara Membuat SSE Pajak

Formulir SSE sendiri diterbitkan secara self-service dalam pengajuan pembayaran pajak melalui:

1. Aplikasi billing dari DJP (Ditjen Pajak).

2. Layanan, aplikasi, produk, atau sistem penerbitan dari kode billing oleh bank/pos dan pihak lain yang telah ditunjuk oleh Ditjen Pajak, meliputi didalamnya adalah perusahaan ASP.

3. Perusahaan Telekomunikasi.

Formulir SSE yang diterbitkan berisikan beberapa informasi seperti Nama wajib pajak, NPWP, alamat dan isian NOP, Jenis Pajak yang akan dibayarkan, Jenis Setoran, Masa dan Tahun Pajak, Nomor Ketetapan Pajak, serta Jumlah Setor yang harus diinput sendiri oleh para wajib pajak yang akan membayarkan pajak secara online tersebut.

Baca juga : Mengenal Istilah UU Cipta Kerja yang Marak Diprotes Berbagai Kalangan

Setelah para wajib pajak telah yakin dengan kebenaran informasi pembayaran pajak yang telah mereka input, maka kemudian sistem akan menerbitkan kode billing pembayaran pajak yang telah disertai dengan informasi tentang masa aktif kode billing.

Kode Billing sendiri adalah kode identifikasi yang biasanya diterbitkan melalui Sistem Billing atas suatu jenis pembayaran pajak atau setoran pajak yang akan dilakukan oleh para wajib pajak. Masa aktif dari kode billing yang tertera di dalam Formulir SSE perlu lebih diperhatikan karena jika sudah masuk jatuh tempo waktu pembayaran pajak, maka kode billing yang sebelumnya sudah terbit tidak dapat dipergunakan lagi.

Input data yang dilakukan juga sebaiknya dilakukan dengan lebih teliti karena setoran yang telah masuk di pos penerimaan tidak dapat diubah secara otomatis oleh para wajib pajak, tapi harus melalui serangkaian proses pemindahbukuan yang cukup rumit serta pengajuannya hanya bisa dilakukan secara manual.

Meski versi terbaru dari sistem billing pajak DJP (SSE3/SSE versi 3) telah bisa diakses namun sistem billing lama (untuk SSE versi 1 dan 2) selanjutnya akan dialihkan ke djponline.pajak.go.id namun masih bisa diakses seperti biasa.

Namun, sistem billing pajak yang baru ini memiliki tampilan baru dengan berbagai fitur yang lebih lengkap, fitur-fitur tersebut antara lain seperti fitur tambahan pembuatan billing atas NPWP pihak lain dan juga pembuatan billing untuk untuk Pembayaran Pajak tanpa-NPWP.

Pada sistem ini, maka penerbitan kode billing yang dilakukan melalui e-billing (self service) yang kemudian langsung diterima oleh para wajib pajak merupakan kunci utama kemudahan dalam proses pembayaran pajak yang lebih efisiensi terhadap waktu. Selanjutnya, kode billing yang telah dimiliki oleh para wajib pajak tersebut dapat dengan mudah dimasukkan atau diinput untuk diselesaikan pembayarannya.

Baca juga : Surat Setoran Pajak (SSP): Definisi, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Penutup

Nah, itulah tadi artikel singkat mengenai definisi surat setoran elektronik atau SSE pajak. Dalam prakteknya, SSE pajak menawarkan begitu banyak kemudahan dalam hal setoran atau pembayaran bagi para pelaku Wajib Pajak. Dengan demikian, diharapkan orang-orang tidak bermalas-malasan lagi dalam menyetorkan tarif pajak yang wajib mereka bayar.

Bagaimana pun, uang yang dibayarkan oleh para pihak Wajib Pajak akan digunakan untuk mendukung pembangunan bangsa melalui perwujudan infrastruktur yang lebih baik, akses jalan yang lebih lancar, biaya belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan dan masih banyak lagi lainnya.

So, pada akhirnya apa yang kita bayar sebagai hal yang disebut pajak akan kembali pada diri kita sendiri untuk dinikmati. Jadi masih mau telat atau bahkan bolos membayar pajak? Pikirkan dua kali ya kalau tidak mau terkena sanksi.

Mengenal Istilah UU Cipta Kerja yang Marak Diprotes Berbagai Kalangan

Mengenal Istilah UU Cipta Kerja yang Marak Diprotes Berbagai Kalangan

RUU Cipta Kerja atau yang sering disebut sebagai Omnibus Law telah disahkan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI pada hari Senin, tanggal 5 Oktober 2020 lalu. RUU tersebut disahkan pada Rapat Paripurna yang saat itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin.

Dengan berbagai macam kontroversi atau pro-kontra yang ditimbulkan. RUU Cipta Kerja tetap disahkan menjadi undang-undang (UU) meski gelombang protes datang dari berbagai lapis kalangan masyarakat.

Adapun tujuan utama dari rancangan aturan RUU Cipta Kerja tersebut adalah untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dengan cara membangun iklim investasi yang sehat, industri yang kuat dan tahan banting, serta meningkatkan dan  mendorong partisipasi UMKM dalam pergerakan ekonomi bangsa.

Presiden Joko Widodo sebagai pihak yang membawa dan mencetuskan RUU Cipta Kerja pun berharap agar aturan tersebut dapat disahkan kurang dari tiga bulan sejak di wacanakan.

Mengapa RUU Cipta Kerja disebut Omnibus Law?

uu cipta kerja

Kata omnibus sendiri diambil dari Bahasa Latin yang mempunyai arti “untuk semuanya”. Kata omnibus sendiri sejatinya juga dipakai dalam semboyan dari negara Swiss yakni “unus pro omnibus, omnes pro uno” yang berarti “satu untuk semua, semua untuk satu” hal ini menyimbolkan Swiss sebagai sebuah negara yang mencintai berbagai perbedaan yang ada dan pluralisme.

Omnibus Law sendiri sebenarnya bukan lagi hal yang baru. Sebagai contoh, di Amerika Serikat (AS) omnibus law lebih dikenal dengan omnibus bill atau merupakan proses pembuatan sebuah peraturan yang bersifat lebih kompleks dan dalam penyelesaian dari pembuatan Omnibus Bill sendiri memakan waktu yang cukup lama karena didalamnya mencakup banyak materi yang bisa saja subyek, isu serta programnya tidak selalu terkait.

Di Indonesia sendiri Omnibus Law diusulkan oleh Presiden Republik Indonesia saat ini yaitu Presiden Jokowi pada april 2020 lalu.

Dalam omnibus law, pemerintah juga berencana untuk menghapus skema pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, dimana ada penghapusan mengenai tentang  hak pekerja mengajukan gugatan ke dalam lembaga perselisihan dari hubungan industrial.

Omnibus law berarti aturan yang dibuat untuk lintas sektor. Artinya, pengesahan omnibus law oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bisa mengamandemen beberapa UU yang dibahas didalamnya sekaligus. Hal ini kemudian membuat membuat omnibus law kemudian disebut juga sebagai UU sapu jagat.

UU Cipta Kerja sendiri setidaknya mengatur 11 kluster aturan lainnya antara lain adalah penyederhanaan dari perizinan berusaha, persyaratan dalam investasi, ketenagakerjaan, kemudahan dalam pemberdayaan UMKM, kemudahan untuk berusaha, dukungan riset dalam inovasi, administrasi dalam pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan dalam sebuah usaha, investasi serta proyek pemerintah, dan yang paling akhir adalah mengenai kawasan ekonomi.

Namun, sejauh ini polemik yang paling banyak diangkat dan muncul adalah pada amandemen terkait dengan perburuhan yaitu UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Beberapa hal yang dibahas serta disuarakan oleh masyarakat khususnya kaum pekerja :

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Dalam Pasal 59 ayat 2 berisi “perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.” Hal tersebut bisa mengakibatkan bahwa seorang pekerja bisa selamanya menjadi  karyawan kontrak tanpa memiliki kesempatan untuk diangkat menjadi pegawai tetap dari perusahaan yang mempekerjakan mereka.

2. Pemberhentian kontrak kerja

Pembahasan pada Pasal 61 ayat 1 huruf c berisi “perjanjian kerja berakhir apabila: selesainya suatu pekerjaan tertentu” artinya perusahaan memiliki kemudahan untuk memutuskan perjanjian kerja dari karyawan dimana kontrak kerja tersebut dapat diputus secara tiba-tiba ketika sebuah pekerjaan dinilai sudah selesai oleh perusahaan tanpa berkaca pada jangka kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya.

3. PHK sepihak

Aturan pada UU No.13 Tahun 2003 mengenai PHK atau pemutusan hubungan kerja dari perusahaan kepada pekerja yang melanggar peraturan dari perusahaan dihapus.

“Pemutusan hubungan karyawan wajib dirundingkan oleh pengusaha serta melibatkan serikat pekerja, pengusaha hanya bisa memutuskan hubungan kerja dari perusahaan dengan pekerja setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial”.

Selain dengan beberapa hal yang dianggap cukup merugikan masyarakat, didapat pula hal terkait dengan regulasi tenaga asing yang ada dan masuk dari luar ke dalam perusahaan, hal ini imbas dari dihapusnya 2 yaitu pasal 43 dan pasal 44 UU No 13 tahun 2003, yaitu tentang rencana dan penggunaan tenaga asing yang harus dikeluarkan oleh perusahaan serta aturan untuk para tenaga kerja asing (TKA) yang berkaitan dengan aturan job yang harus ditaati oleh para tenaga kerja asing yang akan ke masuk ke Indonesia.

Berdasarkan naskah UU Cipta Kerja, pengaturan tentang regulasi dari tenaga kerja asing yang ada di Indonesia diatur pada bagian kedua klaster atau angkatan ketenagakerjaan. Dalam Pasal 81 dimuat pengubahan, penghapusan, serta tambahan beberapa hal dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Adapun pengubahan bisa dilihat pada Pasal 42 ayat 1. Dalam Undang-undang baru yang berlaku, izin tertulis kemudian hanya diganti dengan rencana dari penggunaan tenaga kerja asing (TKA) yang disahkan oleh pemerintah pusat.

Penutup

blank

Dengan beberapa poin yang telah disebutkan diatas maka bisa menimbulkan peluang masuknya tenaga kerja asing dalam skala besar. Yang kemudian nantinya akan menimbulkan risiko berkurangnya angkatan kerja dari dalam negeri kita sendiri.

Jika diteruskan dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan meningkatnya angka pengangguran lokal atau dalam negeri. Yang nantinya akan berbanding lurus dengan angka kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Namun demikian, jika dilihat dari sisi positifnya, semakin banyaknya pekerja asing yang masuk ke dalam negeri. Peluang warga negara lokal untuk belajar dan mengembangkan diri pun akan jauh lebih besar. Maka ke depannya dapat tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten untuk bersaing dalam lapangan pekerjaan.

Mengenal Surat Kuasa dan Fungsinya dalam Pemindahan Wewenang

Mengenal Surat Kuasa dan Fungsinya dalam Pemindahan Wewenang

Pernahkah Anda mendengar istilah surat kuasa? Jika belum, apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar istilah tersebut?

Nah, bagi Anda yang belum tahu perihal surat kuasa, tak perlu khawatir karena pada artikel PayrollBozz kali ini kami akan memberikan informasi terkait hal tersebut. Penasaran, kan? Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Definisi surat kuasa

definisi surat kuasa

Surat Kuasa adalah surat yang berisi tentang pemberian suatu wewenang atau kuasa dari suatu pihak tertentu kepada pihak lainnya yang diberikan tugas atau kepercayaan karena pihak pemberi kuasa tidak dapat melakukan atau melaksanakan sendiri suatu pekerjaan atau tugas tersebut.

Surat kuasa sendiri dibagi menjadi 2 kategori yaitu surat kuasa formal (untuk hal resmi) dan surat kuasa non-formal (untuk hal-hal non-resmi). Pada jenis surat kuasa formal biasanya digunakan untuk keperluan bisnis, hukum dan sejenisnya. Sedangkan untuk yang non-formal biasanya digunakan untuk hal-hal pribadi yang sifatnya tidak atau non-resmi.

Fungsi dari surat kuasa

Seperti yang telah disinggung sebelumnya dalam definisi di atas. Surat kuasa secara general memiliki fungsi sebagai pernyataan pemindahan kekuasaan atau tanggung jawab dari pihak satu (pemberi kuasa) ke pihak yang lain (penerima kuasa). Setelah dilakukan pemindahan kekuasaan ini, maka sepenuhnya tanggung jawab dari pihak pemberi kuasa akan diemban seluruhnya oleh pihak penerima. Tentunya sesuai dengan yang telah tercantum dalam surat tersebut.

Baca juga : Omnibus Law Ciptaker, Dan Poin-Poin Yang Penting Untuk Diketahui

Unsur-unsur yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan surat kuasa

Unsur surat kuasa

Seperti halnya jenis surat yang lain, pada surat kuasa juga harus terdiri dari beberapa unsur atau komponen yang dibutuhkan agar informasi yang tercantum di dalamnya cukup lengkap. Maka dari itu, jika Anda akan membuat surat kuasa untuk pemindahan sebuah wewenang tertentu, perhatikan unsur-unsur berikut ini dalam pembuatannya:

1. Unsur dalam surat kuasa yang diperlukan organisasi luar:

– Data pribadi dari pihak pemberi kuasa (pihak 1)
– Data pribadi dari pihak yang diberi kuasa (pihak 2)
– Bentuk wewenang serta batas-batasnya

2. Sedangkan rincian data pribadi, baik pihak dari pemberi kuasa maupun pihak penerima kuasa adalah:

– Untuk jenis surat kuasa dinas berupa nama, NIP/ NRP, pangkat, jabatan.

– Sedangkan pada jenis kuasa pribadi berupa nama, nomor dari kartu identitas yang berlaku, pekerjaan serta alamat.

Hal-hal yang harus lebih diperhatikan ketika memberikan sebuah surat kuasa kepada pihak lain ialah:

1. Pemberi kuasa serta pihak  penerima kuasa harus sama-sama sudah dewasa serta sehat jasmani maupun rohani.
2. Pihak penerima surat kuasa haruslah orang yang bisa dipercaya.
3. Surat kuasa yang penerima kuasanya lebih dari satu tidak perlu diberi nomor surat.
4. Surat kuasa untuk pengambilan gaji tidak perlu ada materai di dalamnya.

Baca juga : Mengenal Outsourcing Karyawan dan Perbedaannya dengan Karyawan Kontrak

Ciri-ciri dari surat kuasa

Ciri-ciri surat kuasa

Sebuah surat kuasa dibuat dengan kriteria tertentu dan tidak boleh sembarangan. Setidaknya terdapat beberapa ciri dari surat kuasa yang baik dan ideal, berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Sebuah surat kuasa harus dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, baku atau secara resmi sekaligus mudah untuk dipahami oleh pembaca atau dalam hal ini adalah pihak lain.
2. Surat ini juga harus berisi informasi serta pernyataan pengalihan kekuasaan dan wewenang untuk mengurus suatu hal tertentu dengan jelas. Jangan membuat surat kuasa yang ambigu atau bersifat abu-abu.
3. Gunakan juga bahasa dan kalimat yang jelas dalam penyampaiannya. Usahakan surat kuasa terbuat dengan singkat, padat dan jelas isi informasi di dalamnya. Jangan bertele-tele dan membuat kalimat yang kurang efektif karena dapat membuat surat kuasa kehilangan esensinya.

Hal yang harus Anda perhatikan saat membuat surat kuasa

Hal penting dalam pembautan surat kuasa

Pada saat akan membuat surat kuasa, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Berikut beberapa di antaranya: 

1. Pilih orang yang dapat dipercaya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, surat kuasa digunakan sebagai pemberian kuasa atau wewenang ke pihak lain untuk melakukan tanggung jawab tertentu. 

Nah, dalam hal ini Anda harus memberikan tanggung jawab ke orang yang terpercaya atau sudah Anda kenal sejak lama. Karena biasanya surat ini dibuat untuk memberikan tanggung jawab besar ke pihak penerimanya. Entah untuk meng-handle sesuatu atau mengambil sebuah aset yang bernilai besar. 

Tentu Anda tidak mau rugi, kan? Maka dari itu jangan sampai memilih orang yang salah untuk mengemban tanggung jawab besar ini.

2. Berikan tambahan dokumen pendukung

Untuk mendukung kredibilitas dan keaslian surat kuasa yang Anda buat, maka wajib juga disertakan bukti atau dokumen tambahan yang lain. Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun NPWP dari perusahaan.

3. Berikan cap stempel atau meterai yang sesuai

Seperti yang kita tahu  fungsi cap dan meterai biasanya adalah untuk memperkuat isi yang ada dalam dokumen. Dalam hal ini, surat kuasa yang Anda buat akan lebih dipercayai oleh pihak lain yang bersangkutan. Selain itu, penggunaan meterai juga menjadi salah satu bukti bahwa surat kuasa yang sedang dibawa tersebut bersifat sah dan resmi. Maka dengan memberikan tambahan stempel maupun meterai ini tak ada alasan lagi untuk pihak-pihak lain meragukan keaslian dari surat kuasa yang Anda buat.

Baca juga : Surat Setoran Pajak (SSP): Definisi, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Mengenal jenis-jenis surat kuasa

Jenis surat kuasa

Dalam prakteknya, surat kuasa terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan tujuan atau kebutuhannya. Anda harus mengetahui tujuan dari pembuatan surat tersebut dan menyesuaikannya dengan struktur isian yang harus dicantumkan di dalamnya. Nah, berikut beberapa jenis surat kuasa yang perlu Anda ketahui berdasarkan tujuan pembuatannya:

1. Surat kuasa perseorangan

Jenis surat kuasa yang pertama berdasarkan tujuan pembuatannya adalah surat kuasa perseorangan. Nantinya, surat ini digunakan dalam urusan atau keperluan yang sifatnya non-resmi. Biasanya pihak pemberi wewenang akan melimpahkan tanggung jawabnya pada pihak penerima untuk mewakili dalam urusan pribadinya.

Beberapa contoh surat kuasa perseorangan ialah:
– Surat kuasa untuk pengambilan barang
– Surat kuasa untuk pengambilan gaji pensiun
– Surat kuasa untuk pengambilan dokumen kependudukan
dan, masih banyak lagi lainnya.

2. Surat kuasa kedinasan

Jenis yang selanjutnya berkaitan dengan kedinasan. Surat ini diberikan oleh pihak instansi atau perusahaan tertentu pada karyawannya yang nantinya dipergunakan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan instansi atau perusahaan tersebut. 

Beberapa contoh dari surat kuasa kedinasan meliputi surat dinas ke luar kota, surat dinas menghadiri workshop dari sekolah dan masih banyak lagi contoh yang lain.

3. Surat kuasa istimewa

Terakhir ada surat kuasa istimewa yang dibuat oleh sebuah pihak untuk mewakili pemberi kuasa. Biasanya digunakan dalam masalah hukum saat pemberi kuasa memberikan wewenang atau tanggung jawab sepenuhnya pada lawyer (pengacara) miliknya. Pihak pemberi kuasa akan sepenuhnya mempercayakan urusan hukum tersebut pada pihak yang sudah ditunjuk untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada.

Cara mudah membuat surat kuasa

Dalam proses pembuatan surat kuasa, Anda tak boleh sembarangan menyusunnya. Terdapat beberapa unsur penting yang harus ada dan tak boleh dilewatkan begitu saja. Mulai dari judul, kalimat pembuka, identitas pemberi kuasa, identitas penerima kuasa, perihal yang dikuasakan atau diwenangkan, jenis pemberian kuasa, klausul tentang hak retensi, klausul hak substitusi, penutup dan terakhir adalah tanda tangan dari seluruh pihak yang terlibat.

Demikian adalah penjelasan tentang surat kuasa yang bisa dipergunakan untuk banyak hal. Terutama pemberian wewenang atau pemindahan wewenang dari satu pihak ke pihak lain dengan alasan tertentu. Dengan berbagai penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa surat kuasa merupakan salah satu hal penting dalam sebuah proses pemindahan wewenang, kuasa atau sebuah tanggung jawab. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda! 

Omnibus Law Ciptaker, Dan Poin-Poin Yang Penting Untuk Diketahui

Omnibus Law Ciptaker, Dan Poin-Poin Yang Penting Untuk Diketahui

5 Oktober 2020 menjadi hari untuk pengesahan Omnibus Law cluster ketenagakerjaan, yang dilakukan oleh pemerintah dan juga DPR (dewan perwakilan rakyat).

Walau diiringi oleh protes sejak dari penyusunannya yang kontroversial karena dilakukan selama masa pandemi virus corona, para anggota dewan dan pemerintah tetap melakukan pengesahan ini karena dianggap perlu dan mendesak. 

Presiden Jokowi sebagai inisiator UU Omnibus Law merasa perlu melakukan ini, karena dilatarbelakangi oleh minimnya investasi di Indonesia, yang padahal menurutnya Indonesia bisa menjadi negara yang berpotensi sebagai pusat investasi para investor global. 

Dan hal lainnya karena penyerapan angkatan tenaga kerja yang rendah, karena lapangan pekerjaan yang minim. Karena 2 hal tersebut, presiden meminta DPR untuk mempercepat proses pembuatan Omnibus law, khususnya sektor ketenagakerjaan dan UMKM. 

Hal tersebut disampaikan pada pidato di  MPR 20 oktober 2019, dan hampir setahun berselang Omnibus law cluster ketenagakerjaan akhirnya di ketok, meski saat itu draft final rancangan undang-undang tersebut belum bisa diakses oleh publik.

Dari rancangan undang-undang sapu jagat ini, perlu di perhatikan kita bersama bahwa ada poin-poin penting yang perlu diperhatikan secara seksama. Namun sebelumnya ada baiknya kita ketahui dulu apa itu omnibus law, dan berikut adalah ulasannya. 

Baca juga : Surat Setoran Pajak (SSP): Definisi, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Apa itu Omnibus Law

blank

Omnibus Law adalah 2 kata yang masing-masing memiliki arti yang berbeda secara harfiah, Omnibus berasal dari kata latin yaitu Omnis-e, yang berarti untuk semua/banyak dan Law yang berarti hukum. 

Dan ketika 2 kata ini digabungkan memiliki arti hukum untuk mengatur semua. Maka Omnibus Law dalam konteks hukum dapat dimaknai sebagai penyelesaian berbagai macam kebijakan yang tercantum dalam undang-undang.

Baca juga : Mengenal Jenis-jenis Investasi yang Bisa Anda Jadikan Pilihan

Hal serupa juga disampaikan oleh Audrey O” Brien, menurutnya “Omnibus Law adalah suatu rancangan undang-undang (bill) yang mencakup lebih dari satu aspek yang digabung menjadi satu undang-undang.” (2009)

Omnibus Law sendiri di Indonesia yang dilansir dari Naskah Akademik RUU cipta kerja atau ciptaker setidaknya ada 11 klaster yang masuk, beberapa diantaranya adalah soal kemudahan dalam investasi, penyederhanaan perizinan, ketenagakerjaan dan juga kemudahan dalam berusaha. 

Dengan tujuan mengatasi undang-undang yang tumpang tindih di Indonesia, pemerintah bersama DPR melakukan inisiasi dengan menyelesaikannya melalui Omnibus Law yang salah satunya adalah cluster ketenagakerjaan. 

Cluster ketenagakerjaan menjadi cluster pertama yang disahkan di sidang paripurna DPR pada 5 oktober 2020 silam lalu, walau sampai 13 oktober isi draft final Omnibus Law belum bisa diakses namun pada draft-draft sebelumnya pemerintah bersama DPR melakukan perubahan dan penambahan dari undang-undang sebelumnya yaitu UU no 13 ketenagakerjaan tahun 2003.

Salah satu contoh perubahan yang dilakukan adalah mengubah skema pemberian pesangon atau uang penghargaan kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, apabila dibandingkan dengan UU no 13 tahun 2003. Skema pembayaran versi Omnibus Law Cipta kerja mengalami penyusutan.

Dan berikut ini adalah 11 poin dalam undang-undang cipta kerja yang ada di Omnibus Law yang menjadi sorotan para buruh dan pekerja. 

11 Poin Omnibus Law Cipta Kerja Yang Perlu Diperhatikan 

blank

1 ) Jam kerja

Jika di UU ketenagakerjaan (UU no 13 tahun 2003) sebelumnya maksimal jam kerja lembur hanya 3 hari dalam satu hari, dan 14 jam dalam seminggu. Kini di UU ciptaker jam kerja lembur ditambah menjadi maksimal 4 jam sehari dan 18 jam seminggu. 

2 ) Hari Libur Mingguan 

Skema libur mingguan juga dirubah, jika sebelumnya 5 hari kerja 2 hari libur, kini di UU Ciptaker menjadi 6 hari kerja dan 1 hari libur. 

Perubahan terjadi adalah pengurangan libur mingguan, sedangkan dalam UU no 13 tahun 2003 tercantum pada pasal 79 ayat (2) huruf b, yaitu ada 2 opsi skema yakni 6 hari kerja dan 1 hari libur, dan 5 hari kerja serta 2 hari libur dalam 1 minggu. 

3 ) Istirahat panjang karyawan

Istirahat atau cuti panjang secara terus menerus selama 2 bulan bagi pekerja yang sudah memiliki masa kerja selama 6 tahun pada UU ketenagakerjaan sebelumnya telah diatur. Namun pada UU cipta kerja, hal tersebut tidak wajib alias kewenangan diberikan kepada perusahaan. 

4 ) Cuti Haid Untuk Perempuan

Belum jelas karena tidak tercantumnya cuti haid untuk pekerja perempuan di hari pertama pada UU Cipta kerja, namun yang pasti aturan tersebut tertulis pada UU no 13 tahun 2003 di pasal 81 bahwasannya bagi pekerja/buruh perempuan berhak mendapatkan cuti haid hari pertama. 

Baca juga : Globalisasi Ekonomi: Definisi, Bentuk dan Dampak yang Diberikan

5 ) Cuti Hamil Dan Melahirkan

Sama halnya dengan cuti haid hari pertama, cuti hamil dan melahirkan juga tidak tercantum pada UU cipta kerja, sedangkan pada UU no 13 2003 tertulis dan diatur pada pasal 82 mengenai cuti hamil dan melahirkan bagi pekerja/buruh perempuan. 

6 ) Hak Menyusui 

Di pasal 83 UU no 13 tahun 2003 diatur bahwa pekerja perempuan yang sedang ada dalam menyusui si buat hati, memiliki hak untuk diberi waktu menyusui anak selama jam kerja, jika hal tersebut diperlukan. Sedangkan di cipta kerja, lagi-lagi aturan tersebut tidak tercantum. 

7 ) Status Kepegawaian

Pasal tentang PKWT juga menjadi sorotan dalam undang-undang cipta kerja, pasalnya tidak ada batas waktu dalam perjanjian kontrak kerja, yang diartikan tidak ada batasan bagi perusahaan untuk memberlakukan kerja kontrak bagi karyawannya, yang membuat status kepegawaian mereka tidak tetap. 

Sedangkan jika mengacu pada UU ketenagakerjaan sebelumnya, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT diatur pada pasal 59. Yang mana batas maksimal kontrak kerja adalah 3 tahun, yang setelahnya harus ada kelanjutannya yaitu berupa pengangkatan sebagai pegawai permanen atau tetap dan pemutusan hubungan kerja.  

8 ) Upah Kerja

Poin ini merupakan highlight pada undang-undang ciptaker, dimana ada penyusutan yang terjadi, salah satunya adalah upah minimum. Jika sebelumnya upah minimum ditetapkan di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. 

Kini upah minimum pada cipta kerja dihitung sebagai upah satuan hasil dan waktu, dimana dengan aturan baru ini upah dihitung berdasarkan waktu seperti per jam, harian dan mingguan. 

9 ) Uang Penggantian Hak Dan Penghargaan

Untuk uang penggantian hak pada Omnibus Law cipta kerja tidak tercantum, belum tahu apakah aturan ini dihapus atau tidak. Sedangkan pada UU ketenagakerjaan tahun 2003, uang penggantian hak seperti hak cuti ketika PHK disebutkan pada pasal 154 ayat 4. 

Kemudian untuk uang penghargaan atau pesangon juga mengalami perubahan pada Omnibus Law Cipta kerja, Tidak ada lagi uang penghargaan untuk masa kerja 24 tahun seperti yang dulu diatur dalam UU no 13 tahun 2003.

10 ) Jaminan Pensiun 

Dihilangkannya sanksi pidana bagi perusahaan yang tidak mengikutsertakan karyawannya ke dalam jaminan pensiun. Sebelumnya sanksi pidana untuk perusahaan dalam UU no 13 tahun 2003 hal ini diatur. 

11 ) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Pada UU 13 tahun 2003 ada 9 kondisi dimana perusahaan dapat melakukan PHK, salah satunya karena perusahaan bangkrut. Namun pada Omnibus law ciptaker ditambah 5 kondisi lagi sehingga totalnya kini ada 14 alasan perusahaan dapat mem-PHK pegawai, berikut adalah rinciannya. 

Baca juga : Hak Karyawan/Pekerja Yang Terkena PHK Berdasarkan UU

  • Perusahaan tutup karena merugi
  • Perusahaan bangkrut
  • Perubahan status perusahaan
  • Pekerja/buruh mangkir
  • Pekerja/buruh melanggar perjanjian kerja
  • Pekerja/buruh meninggal dunia
  • Pekerja/buruh melakukan kesalahan berat
  • Pekerja/buruh mengundurkan diri
  • Pekerja/buruh memasuki usia pensiun

Dan tambahan terbaru di Omnibus law…

  • Pekerja/buruh mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya kembali dalam batas waktu 12 bulan
  • Perusahaan melakukan perbuatan yang merugikan pekerja/buruh
  • Perusahaan sedang melakukan efisiensi
  • Perusahaan melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan perusahaan
  • Perusahaan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang

Demikian adalah pembahasan Omnibus Law cipta kerja atau ciptaker yang saat ini sedang hangat diperbincangkan, semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan pencerahan pada ktia semua.

Surat Setoran Pajak (SSP): Definisi, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Surat Setoran Pajak (SSP): Definisi, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Sudahkah Anda tahu apa itu Surat Setoran Pajak? Apa saja fungsi dan jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui? Jika belum, maka Anda tak perlu khawatir karena pada artikel berikut ini, PayrollBozz akan memberikan Anda informasi lengkap seputar Surat Setoran Pajak.

Apa itu Surat Setoran Pajak?

Apa itu surat setoran pajak?

Surat Setoran Pajak atau yang lebih sering disebut dengan istilah SSP, sebenarnya merupakan bentuk bukti pembayaran atau setoran pajak yang dilakukan dengan mengisi formulir atau dengan cara lain yang sesuai arahan dari Menteri Keuangan. Sedangkan pajak sendiri merupakan sebuah pungutan wajib yang diambil oleh negara dari rakyatnya. Nantinya uang pungutan dari pajak tersebut akan digunakan untuk memenuhi kepentingan umum dan negara dalam berbagai aspek.

Pada dasarnya, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Sebab dari pembayaran pajak inilah, pemerintah bisa melancarkan pembangunan infrastruktur untuk mensejahterakan penduduk. Dengan kata lain, pajak yang Anda bayarkan akan Anda nikmati sendiri hasilnya di kemudian hari.

Nah, jika Anda akan membayar pajak, maka perlu membuat formulir SSP terlebih dahulu dengan format atau template yang bisa Anda dapatkan dari internet. Atau dengan membeli bentuk yang sudah jadi dari toko kelontong, alat tulis ataupun toko online yang lebih mudah diakses. Nantinya, Anda hanya perlu mengisi formulir tersebut sesuai dengan arahan yang diminta. Kemudian membawanya saat akan membayar pajak ke bank, kantor pos ataupun tempat instansi lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

Namun hal tersebut tergantung dari jenis SSP yang akan Anda gunakan untuk pembayaran pajak. Ada beberapa jenis SSP yang disediakan langsung oleh instansi yang berwenang. Sehingga Anda hanya perlu mengisinya saja sesuai dengan format yang telah ditentukan.

Sama halnya dalam mengisi formulir pada umumnya, seluruh data yang diminta harus diisi dengan sejujur-jujurnya dan jangan sampai ada kesalahan pengisian. Beberapa data yang diminta meliputi nomor NPWP, nama lengkap, alamat tempat tinggal, kode akun pajak dan setoran, masa dan tahun pajak, nomor keterangan hingga jumlah nominal yang Anda bayarkan.

Baca juga: Panduan Lengkap e-Billing Pajak untuk Anda

Fungsi SSP

Fungsi SSP

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, meskipun hanya berbentuk formulir biasa. Namun SSP memiliki peran penting yang lebih dari sekadar formulir. Yakni, Surat Setoran Pajak ini dapat digunakan sebagai bukti pembayaran oleh para pihak Wajib Pajak. Dengan memiliki SSP ini, Anda berarti memiliki bukti bahwa sudah melakukan pembayaran pajak sesuai nominal dan waktu yang ditentukan.

Jika Anda sudah mengisi data SSP sesuai dengan yang diminta. Maka selanjutnya, Anda hanya perlu membawa surat tersebut ke pihak yang berwenang untuk kemudian disahkan.

Jenis-jenis SSP yang Perlu Diketahui

Jenis Surat Setoran Pajak

Dalam prakteknya, Surat Setoran Pajak ini memiliki beberapa jenis yang perlu Anda ketahui masing-masing definisinya. Berikut adalah jenis-jenis SSP tersebut:

1. Surat Setoran Pajak (SSP) Standar

Jenis SSP yang pertama adalah Surat Setoran Pajak Standar. Pada jenis yang satu ini, para pihak Wajib Pajak harus melakukan pembayaran ke Kantor Penerimaan Pembayaran. Nantinya, surat ini akan digunakan sebagai sebuah bukti dalam pembayaran dengan bentuk, ukuran maupun isi sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Pada umumnya, SSP Standar dibuat 5 rangkap dengan masing-masing digunakan untuk keperluan berikut:

a) Lembar ke-1 untuk disimpan sebagai arsip oleh pihak Wajib Pajak

b) Lembar ke-2 diperuntukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)

c) Lembar ke-3 akan digunakan oleh pihak Wajib Pajak sebagai bentuk laporan ke KPP

d) Lembar ke-4 digunakan sebagai bahan arsip Kantor Penerima Pembayaran

e) Terakhir, lembar ke-5 untuk arsip Wajib Pungut atau pihak lain sesuai dengan ketentuan perundangan perpajakan yang telah berlaku

2. Surat Setoran Pajak (SSP) Khusus

Berikutnya, ada jenis SSP Khusus yang kurang lebih memiliki fungsi sama dalam hal administrasi perpajakan. Bedanya, SSP Khusus akan dicetak oleh Kantor Penerima Pembayaran menggunakan mesin atau alat yang sudah tersedia di sana dengan isi sesuai yang telah ditetapkan. Biasanya, formulir ini dicetak ketika terjadi transaksi pembayaran atau saat pihak Wajib Pajak melakukan setoran sebanyak 2 lembar.

Nantinya, kedua lembar tersebut akan diperuntukkan sebagai bahan arsip untuk pihak Wajib Pajak sekaligus sebagai bahan laporan ke KPP. Atau bisa juga dicetak 1 lembar dengan tujuan diteruskan pada KPPN untuk dijadikan sebagai lampiran Daftar Nominatif Penerimaan (DNP).

3. Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak dalam Rangka Impor

Yang ketiga ada Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak dalam Rangka Impor (SSPCP). Surat yang sati ini merupakan jenis SSP yang biasanya digunakan oleh importir atau Wajib Bayar pada saat melakukan transaksi impor. Dalam prakteknya, SSPCP dibuat dengan 6 rangkap yang nantinya diperuntukan sebagai berikut:

a) Lembar ke-1a akan digunakan untuk KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) melalui pihak Wajib Pajak

b) Lembar ke-1b untuk disimpan atau sebagai bahan arsip oleh pihak Wajib Pajak

c) Lembar ke-2a akan digunakan oleh KPBC melalui KPPN 

d) Lembar ke-2b dan ke-2c diperuntukan oleh KPP melalui KPPN yang berwenang

e) Lembar ke-3a dan ke-3b untuk pihak KPP yang diberikan oleh pihak Wajib Pajak maupun dari KPBC

f) Terakhir atau lembar ke-4 akan digunakan untuk Bank Persepsi atau Pos Indonesia tempat Wajib Pajak melakukan pembayaran

4. Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau Buatan dalam Negeri (SSCP)

Terakhir ada SSCP yang biasanya digunakan oleh para pengusaha untuk mengurusi cukai atau barang yang terkena cukai. Tak hanya itu, PPN hasil tembakau buatan dalam negeri pun juga wajib menggunakan jenis SSP yang satu ini. Sama seperti SSPCP, Surat Setoran Pajak yang satu ini juga dibuat dalam 6 rangkap dengan fungsi sebagai berikut:

a) Lembar ke-1a akan diberikan pada KPBC melalui Penyetor atau pihak Wajib Pajak

b) Lembar ke-1b disimpan sendiri oleh Penyetor atau pihak Wajib Pajak sebagai bahan arsip

c) Lembar ke-2a digunakan untuk KPBC melalui KPPN

d) Lembar ke-2b selanjutnya diperuntukan bagi KPP yang diberikan melalui KPPN

e) Lembar ke-3 nantinya akan diberikan untuk KPP melalui pihak Wajib Pajak

f) dan terakhir, lembar ke-4 adalah untuk Bank Persepsi atau PT Pos Indonesia tempat pihak Wajib Pajak melakukan pembayaran

Baca juga: Alasan Kenapa Harus Menggunakan Konsultan Pajak dan Tips Memilihnya

Penutup

Perhitungan Pajak

Menghitung jumlah kewajiban pajak yang harus Anda bayar merupakan salah satu hal terpenting. Terlebih jika Anda adalah seorang pelaku usaha yang menjalankan beberapa bisnis secara bersamaan. Tentu perhitungan pajak akan jauh lebih rumit jika dilakukan dengan cara yang manual.
Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memiliki program yang tepat dalam membantu perhitungan pajak dengan lebih akurat dan efisien. Salah satunya adalah dengan menggunakan software PayrollBozz. Lewat aplikasi yang satu ini, Anda bisa lebih mudah dalam menghitung pajak yang harus dibayar tanpa harus repot-repot melakukan perhitungan secara manual.

Tak hanya dapat digunakan untuk membantu dalam perhitungan pajak. PayrollBozz juga dapat membantu Anda dalam mengelola aspek lain di perusahaan. Seperti memproses payroll atau gaji, melihat rincian absensi karyawan, pengajuan dan pembayaran reimbursement, kalkulasi BPJS serta membuat pola jadwal untuk karyawan. Lengkap sekali, kan?

So, tunggu apa lagi? Yuk, buruan gunakan PayrollBozz dan permudah cara Anda dalam mengelola usaha dengan lebih cepat dan akurat.

Globalisasi Ekonomi: Definisi, Bentuk dan Dampak yang Diberikan

Globalisasi Ekonomi: Definisi, Bentuk dan Dampak yang Diberikan

Bagi sebagian orang, istilah globalisasi ekonomi mungkin terdengar asing di telinga. Pasalnya, selama ini yang sering kita dengarkan adalah globalisasi dalam aspek lain yang berkaitan dengan kemajuan zaman.

Secara general, istilah globalisasi merujuk pada sebuah proses perubahan yang terjadi pada lingkungan kita yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Dalam hal ini globalisasi merupakan sebuah perubahan yang paten dan tidak bisa dihindari. Perubahan ini bisa ke arah yang lebih baik atau justru sebaliknya. 

Sebagai makhluk hidup yang dibekali akal dan pikiran yang lebih tinggi jika dibandingkan makhluk hidup lain. Kita memiliki kuasa penuh untuk berkontribusi dalam globalisasi ke arah yang positif atau justru malah memilih pasrah dan menjadi korban dari kekejaman perubahan zaman.

Nah, salah satu topik yang banyak diperbincangkan akhir-akhir ini adalah globalisasi ekonomi. Jika Anda tidak tahu menahu soal globalisasi ekonomi ini. Maka tak perlu khawatir karena pada artikel berikut ini PayrollBozz akan memberikan Anda informasi yang lengkap mengenai istilah tersebut.

Definisi Globalisasi Ekonomi

Definisi Globalisasi Ekonomi

Secara harfiah, globalisasi ekonomi merupakan sebuah proses masuknya ilmu ekonomi yang berkaitan dengan produksi, distribusi dan konsumsi tanpa adanya batasan teritorial. Artinya, setiap negara jauh lebih terbuka terhadap kemungkinan masuknya hal-hal terkait perekonomian.

Hal ini sejalan dengan prinsip globalisasi ekonomi yang memandang dunia sebagai sebuah kesatuan. Nah, kesatuan tersebut memiliki tujuan untuk menciptakan kawasan atau wilayah perdagangan yang memiliki cakupan lebih luas serta bebas. 

Bentuk Globalisasi Ekonomi

Bentuk Globalisasi Ekonomi

Setelah mengetahui definisi singkat mengenai globalisasi ekonomi di atas. Selanjutnya, Anda juga harus mengetahui apa saja bentuk dari globalisasi ekonomi yang ada. Menurut Tanri Abeng, selaku seorang pengusaha sekaligus orang yang pernah menjabat Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan mengatakan, bahwa perwujudan nyata

dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:

1. Globalisasi Produksi

Bentuk globalisasi ekonomi yang pertama ialah produksi. Di mana pada poin ini, sebuah perusahaan berupaya menekan biaya operasional usaha mereka serendah-rendahnya. Caranya dengan menjalankan produksinya di berbagai negara. Tentunya hal ini dengan mempertimbangkan satu dan lain hal. Mulai dari upah kerja, infrastruktur hingga cuaca atau iklim dari negara tersebut yang dapat mempengaruhi efektivitas kinerjanya. Selain itu kondisi politik dari sebuah negara yang cukup kondusif juga sering dijadikan pertimbangan atau faktor penentu dalam hal ini.

2. Globalisasi pembiayaan

Selanjutnya ada globalisasi pembiayaan. Dalam hal ini semua perusahaan global memiliki akses yang mudah untuk memperoleh pinjaman maupun melakukan investasi di berbagai penjuru dunia. Nantinya, setelah mendapatkan pinjaman atau investasi, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan di masa mendatang. Dalam prakteknya, pembiayaan ini bisa dilakukan secara langsung maupun melalui portofolio.

Salah satu perusahaan yang menerapkan globalisasi pembiayaan ini adalah PT. Telkom. Di mana perusahaan tersebut berupaya untuk memperbanyak sambungan telepon di berbagai negara. Untuk itu, pembiayaan dari para investor pun dibutuhkan demi mewujudkan hal tersebut.

3. Globalisasi tenaga kerja

Berikutnya ada globalisasi tenaga kerja, yang ditandai dengan hadirnya tenaga kerja asing pada sebuah negara. Perusahaan global ini akan memanfaatkan tenaga kerja dari berbagai negara sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya. Biasanya para pekerja asing ini diberi penghasilan lebih tinggi dibandingkan upah minimum yang diterima dari bekerja di negara asalnya. Untuk itulah mereka merantau atau pergi ke luar negeri untuk bekerja dan mengharapkan upah kerja yang lebih tinggi dan layak.

Tak hanya staf profesional saja yang dibutuhkan oleh para perusahaan global. Buruh kasar pun juga seringkali dicari untuk operasional produksi. 

Baca juga: Mau Jadi Tenaga Kerja Asing? Ketahui Hak WNI di Luar Negeri Berikut Ini

4. Globalisasi jaringan informasi

Dengan kemajuan zaman yang semakin modern, ada begitu banyak kemudahan yang bisa didapatkan. Salah satunya adalah dalam hal akses informasi dari berbagai media macam media. Mulai dari televisi, radio, media cetak (koran, majalah, dll) hingga yang sekarang banyak digunakan ialah sosial media atau internet.

Ragam kemudahan akses jaringan informasi yang ditawarkan, membuat semua orang dapat dengan mudah dan cepat mengetahui perkembangan suatu berita/informasi dari berbagai penjuru dunia. Selain itu, kemajuan teknologi ini juga memudahkan para pelaku usaha atau bisnis dalam mempromosikan brand mereka.

5. Globalisasi perdagangan

Bentuk globalisasi ekonomi yang terakhir adalah terkait perdagangan. Hal yang satu ini terwujud ketika terjadi penyeragaman dan penurunan tarif ekspor impor dalam sebuah negara. Dengan demikian, setiap kegiatan perdagangan dan seluruh persaingan yang terjadi secara global menjadi semakin cepat, ketat dan adil.

Ragam Dampak yang Ditimbulkan oleh Globalisasi Ekonomi

Dalam prakteknya, globalisasi ekonomi membawa banyak dampak atau pengaruh bagi berbagai lini bisnis. Tak hanya menawarkan dampak positif saja, hal ini juga memberikan dampak buruk atau negatifnya. Berikut beberapa dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi ekonomi tersebut berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh Clem Tisdell (2008).

Dampak Positif Globalisasi Ekonomi

Dampak Positif

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, keberadaan globalisasi ekonomi ini membawa pengaruh yang positif karena dapat membantu mendorong angka pertumbuhan ekonomi. Tak hanya itu, hal ini juga akan membantu pertumbuhan ekonomi secara global atau di seluruh dunia. Terutama dengan kemudahan akses pembiayaan dan investasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Semakin aktifnya transaksi perdagangan global, maka juga akan berdampak terhadap terbukanya banyak lapangan pekerjaan. Hal ini akan sedikit banyak berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan yang ada di dunia. Efisiensi ekonomi sebuah negara pun juga akan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu karena globalisasi ekonomi yang satu ini.

Pendapatan perkapita dari sebuah negara pun akan meningkat juga seiring dengan transaksi perdagangan di ruang lingkup dunia. Kemudian banyaknya negara yang ikut berkontribusi dalam globalisasi ekonomi ini akan membuat pasar dunia menjadi lebih beragam. Ada begitu banyak pilihan komoditi barang maupun jasa yang tersedia sehingga akan memudahkan terjadinya kerja sama antar satu negara dengan negara yang lain.

Baca juga: Tips Untuk Perusahaan Agar Bertahan di Tengah Pandemi

Dampak Negatif Globalisasi Ekonomi

Dampak negatif

Selain segudang dampak positif yang diberikan, globalisasi ekonomi juga menawarkan dampak buruk atau negatif yang bisa dialami oleh suatu negara. Sebut saja terjadinya ketimpangan income atau pendapatan yang biasa terjadi pada daerah-daerah tertentu. Misalnya, globalisasi ekonomi hanya memberikan dampak pada daerah yang di perkotaan dan tidak berlaku di desa. 

Ketimpangan juga tidak akan terjadi pada internal sebuah negara saja. Namun juga berlaku secara global, di mana pendapatan per kapita negara maju akan semakin meroket dan negara berkembang akan tertinggal.

Selanjutnya, kurangnya tingkat keamanan kerja juga menjadi salah satu dampak negatif dari globalisasi ekonomi itu sendiri. Hal ini dikarenakan transaksi perdagangan dilakukan dalam skala atau cakupan besar. Sehingga sulit untuk memastikan keamanan dalam transaksi ataupun saat melakukan sebuah pekerjaan.

Kondisi ekonomi global pun akan lebih sensitif terhadap perubahan atau berita-berita yang terjadi di suatu negara. Contoh saja seperti ketika terjadi aksi terorisme atau politik dari negara adidaya. Hal ini akan sangat mempengaruhi pergerakan dari ekonomi secara global tersebut.

Globalisasi ekonomi juga akan mempengaruhi mekanisme penyusunan ekonomi di sebuah negara. Banyaknya negara yang ikut berpartisipasi dalam perubahan global ini akan membuat beberapa negara mengalami kesulitan dalam menyusun dan menyesuaikan mekanisme perekonomian mereka. Alhasil, dapat membuat kinerjanya menjadi tidak efektif.

Terakhir, globalisasi ekonomi juga akan mempengaruhi kerusakan lingkungan di berbagai penjuru dunia. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya pihak yang berpartisipasi dalam perdagangan. Operasional produksi pun akan ditingkatkan yang mana juga akan mempengaruhi kondisi lingkungan dengan semakin banyaknya pabrik, infrastruktur dan sejenisnya.

Penutup

Demikianlah artikel mengenai globalisasi ekonomi kali ini. Banyaknya dampak positif dan negatif yang diberikan oleh globalisasi ekonomi seharusnya menjadi pertimbangan dan membuat kita lebih bijak dalam menyikapinya.

Kondisi globalisasi ekonomi juga dapat membuat sebuah negara dan pelaku bisnis mengalami keuangan yang tidak stabil. Untuk itu diperlukan perhatian lebih ekstra pada komponen tersebut agar bisnis Anda dapat tetap beroperasional dengan normal dan beradaptasi terhadap kemajuan zaman.

Di era pandemi virus corona seperti saat ini, banyak perusahaan yang mengalami penurunan omset. Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang mengharuskan semua pelaku usaha untuk mengoperasikan bisnisnya dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada. Salah satu caranya dengan membiarkan para karyawan bekerja dari rumah atau work from home.

Untuk membantu Anda dalam mengawasi absensi dari karyawan meskipun bekerja dari rumah. Anda bisa menggunakan software PayrollBozz. Selain memudahkan Anda dalam mengelola absensi, aplikasi ini juga akan membantu Anda dalam mengurusi pengajuan cuti, izin karyawan, perhitungan gaji, reimbursement dan masih banyak lagi lainnya.

So, tunggu apa lagi? Yuk, coba PayrollBozz sekarang dan nikmati kemudahan yang bisa Anda dapatkan!