fbpx
Perbedaan ISO dan SNI (The International Organization for Standardization & Standar Nasional Indonesia)

Perbedaan ISO dan SNI (The International Organization for Standardization & Standar Nasional Indonesia)

Pembahasan Pentingnya ISO untuk perusahaan sebelumnya pernah kita bahas secara mendetail di Pentingnya Sertifikasi ISO Untuk Perusahaan/Organisasi (Macam-macam ISO) ,namun pada artikel kali ini kita akan membahas perbedaan ISO dan SNI, agar tidak terjadi pemahaman yang berat sebelah, karena memang sebelumnya belum ada pembahasan tentang SNI disini, mari kita bahas terlebih dahulu. 

Apa Itu SNI (Standar Nasional Indonesia)

blank

Standar Nasional Indonesia atau SNI adalah sebuah standarisasi yang berlaku skala nasional di Indonesia, SNI sendiri dirumuskan dan di disusun oleh panitia teknis yang ditetapkan oleh BSN atau Badan Standardisasi Nasional

Standar nasional Indonesia ini dirancang untuk melindungi konsumen dari barang, produk, atau layanan yang tidak bermutu. Dan standar ini juga untuk menerapkan standar yang sesuai bagi para produsen. 

Selain itu SNI juga dibentuk agar produk-produk lokal bisa memenangkan persaingan dagang/bisnis di dalam negeri, dengan standarisasi yang sudah dikenal oleh masyarakat.

Kegiatan standardisasi sendiri meliputi standar penilaian kesesuaian (conformity assessment) , yang dilakukan secara terpadu, agar produk bisa berkembang secara berkelanjutan sehingga dapat memantapkan dan meningkatkan mutu kelas nasional. 

BSN melalui SNI juga bertanggung jawab untuk mempermudah serta memperlancar perdagangan dan melindungi kepentingan umum. Untuk melakukan pembinaan, mengenmbangkan serta mengorganisir kegiatan standariasi nasional. 

Perbedaan SNI dan ISO

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, bahwasanya ISO adalah standar internasional yang layak untuk diterapkan di perusahaan/organisasi, untuk sistem manajemen kualitas, sistem keamanan, dampak lingkungan, keselamatan kerja dan lainnya.

Sedangkan SNI adalah standarisasi nasional yang dirancang oleh BSN untuk menjaga kualitas atau mutu suatu produk, agar konsumen mendapatkan produk yang layak guna dan pakai. Lalu apa perbedaan SNI dan ISO? 

International Organization for Standardization (ISO) adalah sebuah organisasi internasional yang berisikan para anggota dari hampir seluruh Negara di dunia, termasuk Indonesia. Yang berfungsi sebagai tim perumusan dan penerbitan standar internasional. 

Sudah ada banyak sekali standar yang diterbitkan oleh ISO, bahkan jumlahnya mencapai ribuan. Salah satu standar yang paling banyak digunakan adalah ISO 9001 dengan versi terbarunya yakni ISO 9001 : 2015, yang di peruntukan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management Systems)

Sedangkan SNI atau Standar Nasional Indonesia adalah standar Nasional yang dirumuskan dan diterbitkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional) dan berlaku hanya di wilayah Indonesia. Sampai sekarang SNI juga telah banyak menerbitkan standar yang jumlahnya mencapai 6000, mulai dari Standar produk, standar kompetensi, standar pengujian, standar manajemen mutu yang juga mengadopsi ISO 9001, dan masih banyak lainnya. 

Jadi perbedaan SNI dan ISO terletak pada perumusan dan tujuan dari dibuatnya standar, apabila SNI diperuntukan untuk standar Nasional Indonesia, yang artinya syarat dan ketentuannya harus sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Sedangkan ISO dirancang dan dirumuskan oleh anggota dari hampir seluruh Negara, yang bertujuan untuk membuat paten atau standar yang berlaku di seluruh dunia, dengan pertimbangan bahwa kebijakan dan ketentuannya dapat digunakan secara global. 

Mengapa ISO dan SNI penting bagi perusahaan ? 

Baik ISO ataupun SNI dibutuhkan untuk kepentingan bersama, baik itu untuk bisnis dan konsumen. Jauh dari itu juga bahwa standar yang diterapkan sesuai dengan ketentuan dan syarat dapat meminimalisir risiko kecelakaan, gangguan kesehatan, dampak lingkungan, gangguan keamanan, kelayakan produk/tempat produksi dan keselamatan baik itu pekerja maupun konsumen. 

Produk atau perusahaan dengan label ISO dan SNI memiliki sistem kerja dan standar operasional prosedur yang lebih baik, karena semua dilakukan dengan memperhatikan standar atau kelayakan. 

Dan keuntungan bagi perusahaan atau merk dagang berlabel ISO dan SNI akan lebih dipercaya oleh pasar dibandingkan yang tidak memiliki sertifikat ini. Memiliki label ISO atau SNI artinya produk terjamin mutunya, mulai dari pembuatan sampai kualitas dan kelayakan produk. Konsumen hari ini yang juga kritis akan produk, dampak lingkungan, dan standar operasional pastinya akan lebih memilih produk dengan label standar ISO atau SNI. 

Lalu bagaimana jika perusahaan atau produk ingin mendapatkan sertifikat ISO dan SNI ini ? perusahaan perlu mendaftarkan entitas bisnis atau merk dagangnya kepada partner atau penyedia layanan sertifikasi. Setelah mendaftar akan ada uji kelayakan dari penyedia layanan sertifikasi, setelah lulus dari uji kelayakan maka perusahaan atau produk akan mendapatkan sertifikat atau label standar SNI maupun ISO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *