fbpx
Mengenal Laporan Arus Kas, Jenis-jenis dan Tujuannya

Mengenal Laporan Arus Kas, Jenis-jenis dan Tujuannya

Dalam operasional sebuah bisnis, laporan cash flow atau arus kas merupakan salah satu komponen penting yang harus selalu diperhatikan. Sebab komponen yang satu ini berkaitan erat dengan kondisi keuangan perusahaan atau bisnis yang dijalankan.

Laporan arus kas ini akan membantu setiap pelaku bisnis untuk memahami serta melakukan analisa terhadap kondisi keuangan perusahaan. Dalam laporan tersebut juga dapat terlihat apakah bisnis yang dijalankan mendapatkan keuntungan atau justru malah mengalami kerugian.

Tak heran jika kemudian laporan cash flow ini juga seringkali digunakan sebagai landasan dasar dalam pengambilan keputusan bisnis sekaligus juga dapat digunakan sebagai modal utama untuk mencari investor agar mau menyuntikkan dananya ke bisnis yang dijalankan.

Mengingat pentingnya keberadaan laporan arus kas dalam suatu operasional bisnis, maka dari itu pada artikel kali ini PayrollBozz akan memberikan pembahasan lengkapnya untuk Anda. 

Mengenal Laporan Arus Kas

laporan cash flow

Laporan arus kas adalah sebuah laporan yang dibuat khusus untuk memperlihatkan kondisi keuangan sebuah bisnis secara rinci. Dalam hal ini, laporan tersebut mencakup seluruh transaksi yang terjadi pada bisnis dalam satu periode waktu tertentu, mulai dari pembelian modal awal, investasi perusahaan, utang atau kewajiban yang ditanggung oleh bisnis, omset penjualan dan masih banyak lagi lainnya.

Intinya, dalam laporan arus kas ini akan terdapat informasi mengenai jumlah pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan oleh bisnis dalam satu periode tertentu. Lewat data yang tercatat dalam laporan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui besarnya kerugian atau keuntungan yang mereka dapatkan.

Pada dasarnya, arus kas terdiri dari 3 jenis macam aktivitas yang meliputi operasional, investasi dan pendanaan. Tak hanya bisnis yang sudah berskala besar saja yang membutuhkan laporan ini, para pelaku bisnis kecil pun juga membutuhkannya agar dapat mempertimbangkan setiap keputusan dengan matang.

Maka dari itu, laporan cash flow ini kerap digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengevaluasi kinerja bisnis di masa lalu hingga menentukan langkah yang tepat di masa depan.

Jenis-jenis Arus Kas

Seperti yang telah kami singgungkan sebelumnya, terdapat 3 jenis arus kas dalam perusahaan yang umum kita temui. Di antaranya adalah arus kas operasional, investasi dan pendanaan. Masing-masing arus kas tersebut memiliki definisinya tersendiri, berikut kami berikan pembahasan lengkapnya untuk Anda:

1. Arus Kas Operasional 

Arus kas operasional atau operational cash flow adalah aliran kas khusus yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan perusahaan. Mulai dari transaksi utang piutang, pembayaran gaji karyawan, pembiayaan pajak usaha, penerimaan bunga hingga pengeluaran bisnis lain yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Arus kas yang satu ini juga mencakup hasil dari penjualan barang atau jasa yang merupakan produk dari perusahaan tersebut. Dana yang didapat dari hasil pinjaman juga termasuk ke dalam kategori arus kas operasional ini.

2. Arus Kas Investasi

Selanjutnya ada arus kas investasi atau investing cash flow yang merupakan aliran kas khusus untuk hal-hal yang berkaitan dengan investasi untuk perusahaan. Dalam hal ini, konteks tersebut meliputi setiap transaksi penerimaan maupun pengeluaran dana yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan aktiva tetap dalam perusahaan. 

Aktiva tetap sendiri adalah kekayaan atau aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan dan memiliki manfaat jangka panjang. Contoh objek dari aktiva tetap itu sendiri meliputi gedung perkantoran, tanah, mesin, furniture dan lain sebagainya.

Jadi apabila suatu perusahaan melakukan transaksi tambahan atau membeli mesin baru untuk mendukung operasional, maka transaksi tersebut dapat dimasukkan ke dalam kategori aliran kas yang satu ini.

3. Arus Kas Pendanaan

Terakhir ada financing cash flow atau yang lebih sering disebut dengan arus kas pendanaan. Berbeda dengan arus kas investasi, jenis cash flow yang satu ini didapat dari transaksi pendanaan perusahaan dalam satu periode waktu tertentu.

Maksudnya adalah ketika perusahaan mendapatkan suntikan dana dari luar maupun ketika dana tersebut digunakan. Dana tersebut bisa diperoleh dari investor yang memberikan suntikan dana maupun ketika terjadi penjualan surat berharga (saham) perusahaan.  Selain itu, perusahaan juga bisa mendapat tambahan dana dari penerbitan obligasi atau surat utang yang nantinya akan dibeli oleh investor yang tertarik pada perusahaan tersebut.

Nah, transaksi keluar dari pendanaan tersebut dapat meliputi pembelian saham, membayar dividen pada para investor, pembayaran utang jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan dan lain-lain.

Tujuan Laporan Arus Kas

Tujuan Laporan Arus Kas

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, laporan arus kas ini dapat digunakan sebagai komponen yang memudahkan para pelaku usaha dalam memantau, membaca dan menganalisa kondisi keuangan bisnisnya. Dengan arti kata lain, tujuan dari laporan arus kas adalah menyajikan setiap informasi seputar finansial perusahaan baik itu pemasukan maupun pengeluaran dalam satu periode waktu akuntansi.

Tak hanya pengusaha yang membutuhkan laporan ini untuk menentukan langkah ke depannya bagi bisnis yang dijalankan. Investor, kreditor dan mitra bisnis yang lain juga biasanya membutuhkan laporan ini untuk memutuskan apakah bisnis Anda layak diberikan suntikan dana atau diajak menjalin kerja sama.

Selain beberapa tujuan yang telah disebutkan sebelumnya, penyusunan laporan arus kas juga memiliki tujuan lain di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya

Biaya utilitas seperti listrik, internet, air adalah beberapa kewajiban perusahaan yang harus dibayar rutin tiap bulannya. Selain itu, gaji karyawan juga merupakan kewajiban lain yang harus dijadikan prioritas bagi perusahaan.

Nah, dengan penyusunan laporan arus kas ini, perusahaan dapat mengetahui berapa nominal pasti yang digunakan untuk memenuhi ragam kewajiban tersebut. Sehingga dari sana dapat dilihat apakah kas perusahaan memiliki jumlah yang cukup untuk membayar seluruh kewajiban tersebut ke depannya atau malah sebaliknya.

2. Menjadi landasan utama pengambilan keputusan

Tujuan laporan cash flow dibuat juga untuk menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan terkait perusahaan. Misalnya saja perusahaan ingin membuat produk baru atau menjalankan kampanye pemasaran yang lebih masif, tentu hal tersebut membutuhkan persiapan yang matang sehingga tidak bisa dilakukan begitu saja.

Perusahaan harus menyiapkan dana besar agar produk baru yang akan dihasilkan sesuai yang diinginkan pasar atau kampanye iklan yang akan dijalankan menarik perhatian konsumen. Dari laporan arus kas ini, pemilik perusahaan dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mereka untuk membiayai proyek-proyek tersebut. 

3. Informasi terkait laba bersih dan kas bersih perusahaan

Lewat catatan arus kas yang rapi dan terstruktur dengan jelas, maka perusahaan dapat dengan mudah melihat jumlah dana masuk dan keluar dalam satu periode waktu tertentu. Dengan demikian, perusahaan akan lebih mudah mengukur keberhasilan maupun kegagalan yang dialaminya.

Demikianlah artikel mengenai laporan arus kas, jenis dan tujuannya yang perlu Anda ketahui sebagai seorang pelaku usaha. Meski bisnis yang Anda jalankan sudah berskala besar, bukan berarti laporan ini tidak diperlukan. 

Justru sebaliknya, semakin besar perusahaan atau bisnis yang dijalankan, maka laporan keuangan yang satu ini wajib dimiliki agar memudahkan Anda dalam berbagai macam hal dan kebutuhan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *