Dalam proses rekrutmen, screening CV adalah gerbang awal yang menentukan kualitas kandidat yang akan masuk ke tahap berikutnya. Kesalahan pada tahap ini bisa menyebabkan perusahaan melewatkan talenta terbaik atau justru memanggil kandidat yang tidak sesuai.
Agar proses seleksi lebih efektif dan objektif, berikut panduan lengkap cara melakukan screening CV dengan tepat.
- Tentukan Kriteria Utama Sejak Awal
Sebelum membuka CV satu per satu, pastikan HR sudah memiliki kriteria wajib (must-have) dan kriteria tambahan (nice-to-have), seperti:
- Pengalaman kerja minimal
- Skill teknis utama
- Latar belakang pendidikan
- Sertifikasi tertentu (jika relevan)
💡 Tips: Hindari screening berdasarkan “feeling”. Gunakan checklist agar penilaian lebih konsisten.
- Cara Cepat Mengidentifikasi Pengalaman yang Relevan
Saat membaca CV, fokus pada kualitas pengalaman, bukan sekadar lamanya bekerja.
Perhatikan hal berikut:
- Kesamaan industri atau role dengan posisi yang dibutuhkan
- Lingkup tanggung jawab (bukan hanya jabatan)
- Pencapaian konkret (angka, target, hasil kerja)
📌 Contoh pengalaman relevan:
“Mengelola payroll 300+ karyawan dengan sistem HRIS”
lebih kuat dibanding
“Mengurus administrasi HR”
- Baca CV Secara “Scanning”, Bukan Membaca Detail
Screening CV seharusnya cepat (±30–60 detik per CV).
Urutan fokus:
- Ringkasan profil (jika ada)
- Pengalaman kerja terakhir
- Skill utama
- Pendidikan & sertifikasi
⚠️ Jangan langsung terpaku pada desain CV yang menarik—isi tetap yang utama.
- Kenali Red Flags dalam CV Kandidat
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Job hopping ekstrem (pindah kerja tiap 3–6 bulan tanpa penjelasan)
- Deskripsi pekerjaan terlalu umum
- Gap kerja panjang tanpa keterangan
- Banyak klaim skill tanpa bukti pengalaman
- Inkonsistensi tanggal atau jabatan
❗ Red flag bukan berarti langsung gugur, tapi perlu dikonfirmasi di tahap interview.
- Indikator Kompetensi yang Bisa Dilihat dari CV
Meski CV terbatas, kompetensi tetap bisa terbaca, seperti:
- Kompetensi Teknis
- Tools & software yang dikuasai
- Sertifikasi yang relevan
- Proyek atau sistem yang pernah digunakan
- Kompetensi Perilaku (Soft Skill)
- Kepemimpinan → pernah memimpin tim / project
- Problem solving → menyebutkan tantangan & solusi
- Komunikasi → pengalaman lintas divisi / klien
📌 CV yang baik biasanya menunjukkan aksi + hasil, bukan hanya tugas.
- Gunakan Keyword dan Struktur Penilaian
Untuk posisi tertentu, buat daftar keyword penting, misalnya:
- Recruitment: sourcing, CBI, ATS, employer branding
- HR Payroll: BPJS, PPh 21, payroll system, HRIS
Beri skor sederhana:
- ✔️ Sesuai
- ⚠️ Perlu klarifikasi
- ❌ Tidak sesuai
Ini membantu screening lebih objektif, terutama jika CV yang masuk ratusan.
- Manfaatkan Teknologi untuk Screening Lebih Efisien
Menggunakan Applicant Tracking System (ATS) atau HRIS dapat membantu:
- Menyaring CV otomatis berdasarkan kriteria
- Menyimpan catatan evaluasi kandidat
- Mengurangi bias dan human error
Untuk tim HR yang menangani banyak rekrutmen, sistem digital sangat membantu mempercepat proses tanpa menurunkan kualitas seleksi.
Kesimpulan
Screening CV yang tepat bukan soal cepat menolak, tapi menemukan kandidat yang paling relevan dengan kebutuhan perusahaan. Dengan kriteria jelas, kemampuan mengenali red flags, serta fokus pada kompetensi, HR bisa meningkatkan kualitas hiring secara signifikan.
👉 Ingat: CV hanyalah pintu awal. Screening yang baik akan menghasilkan interview yang lebih berkualitas.





