fbpx
Benarkah karyawan yang diberi waktu bermain bisa lebih produktif ?

Benarkah karyawan yang diberi waktu bermain bisa lebih produktif ?

Pertanyaan pada judul di atas memang sesuatu hal yang menarik untuk kita bahas, apalagi jika anda adalah seorang pimpinan perusahaan, manajer ataupun divisi HR yang sedang berupaya meningkatkan produktivitas karyawan.

Karyawan akan lebih produktif apabila diberikan waktu senggang untuk sekedar bermain karena memang aktivitas ini mampu menghilangkan jenuh.

2 faktor yang dapat membenarkan pernyataan diatas adalah karena kebanyakan pekerja sekarang berasal dari generasi millenial, dan juga Bekerja apabila dibuatkan grafik bisa seperti pelana kuda. Kadang bersemangat, kadang pula melorot.

Umumnya karyawan yang sedang merasa jenuh akan mengisi waktunya dengan melakukan aktivitas yang dapat menghibur dirinya, seperti bermain game, mendengarkan lagu, mengobrol, minum kopi, atau sekedar tidur sejenak untuk menghilangkan lelah.

Namun masih banyak perusahaan menganggap aktivitas di luar tugas-tugas dan pekerjaannya adalah hal yang tidak wajar, dan karyawan tersebut di anggap tidak serius dalam bekerja dan yang lebih parahnya lagi mereka dapat diberikan surat peringatan.

Namun pertanyaannya apakah benar seorang karyawan dapat lebih produktif jika diberikan waktu untuk bermain? Nyatanya benar!

The Huffington Post melaporkan, karyawan yang diberi kesempatan bermain di kantor juga menunjukkan peningkatan produktivitas. Laporan itu merilis hasil penelitian pendiri The National Institute for Play, Stuart Brown. Riset itu mengungkapkan, bagaimana kebiasaan bermain dapat membentuk pikiran, menciptakan kompetensi, dan menstabilkan emosi.

Dengan memberikan kesempatan karyawan untuk bermain justru akan menambah loyalitas mereka kepada perusahaan, membuat mereka dapat berpikir jernih, emosi terkendali, dan merasa nyaman di kantor yang berakibat pada peningkatan produktivitas mereka.

Dengan bermain atau mengerjakan aktivitas di luar tugas-tugasnya akan membentuk rasa percaya diri yang lebih kuat dalam pribadi karyawan tersebut.

Kepercayaan diri merupakan dasar dari hidup sehat karena didalamnya terdapat elemen-elemen positif seperti perhatian, sosialisasi yang sehat, kreativitas, dan lainnya. “Tak ada yang lebih mencerahkan pikiran selain bermain,”

Bermain juga dapat merangsang otak untuk tetap kreatif dikala stress melanda, dan bahkan dengan bermain pula karyawan bisa melihat masalah dari perspektif yang lain, serta menemukan solusi yang baru.

Dapat disimpulkan bahwa manfaat bermain secara umum dapat memperkuat tali silahturahmi dengan orang lain, menjauhkan diri dari perasaan kesepian, cemas, depresi dan terisolasi.

Jadi Perlukah Karyawan Di Berikan Waktu Bermain Saat Jam Kerja ? 

Sudah terbukti menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh pendiri The National Institute for Play, Stuart Brown. bahwa bermain mampu meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini mungkin perlu dipikirkan oleh perusahaan untuk membuat kebijakan waktu bermain disela-sela kesibukan mereka, Selain mengurangi stress nyatanya bermain di sela-sela bekerja juga memberikan manfaat lainnya sebagai berikut.

1 ) Meningkatkan fokus

Menurut C.Shawn bermain game terutama game action perang dan strategi akan mengalami peningkatan dalam penglihatan mereka, dan secara tidak sadar dengan bermain seorang pemain sudah melakukan aktivitas yang meningkatkan dan mempertajam fokus mereka.

2 ) Meningkatkan kemampuan berbahasa

Manfaat dari main game yang lainnya adalah dengan bermain video game seseorang juga secara tidak sadar telah mencoba belajar memahami bahasa asing dari game tersebut. Hal ini bagus buat orang tersebut baik itu untuk karyawan atau anak kecil, karena bisa memahami bahasa asing dan menambah kosakata.

3 ) Berpikir taktis dan strategis

Selain merangsang otak untuk bisa berimajinasi ternyata game juga mampu membuat pemainnya berpikir taktis dan terlatih untuk membuat strategi. efek dari bermain game ini juga akan terbawa ketika karyawan bekerja, karena sudah terlatih mencari solusi dalam tekanan untuk meraih kemenangan

Membangun perusahaan/ tempat kerja dengan memanfaatkan teknologi digital

Membangun perusahaan/ tempat kerja dengan memanfaatkan teknologi digital

Kemajuan teknologi di dunia ini bukanlah sesuatu yang bisa kita redam, karena kemunculan dan pembaharuannya akan terus ada dan berdatangan. Sebagai pengguna teknologi saat ini sebaiknya kita juga harus bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif yang dapat menambah produktivitas.

Hal ini tidak terkecuali pada aktivitas atau sistem kerja di sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi digital. Saat ini banyak perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi sebagai basis manajemen perusahaan mereka, baik itu manajemen SDM, adminstrasi, dan sebagainya.

Seperti yang kita amati bersama juga bahwa teknologi digital memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas-tugasnya dengan lebih cepat nan akurat. Dan karena hal itu juga jargon “kerja cerdas bukan kerja keras” semakin meluas seiring perkembangan teknologi yang kini tidak hanya dapat membantu manusia dalam mengerjakan tugasnya tetapi sudah benar-benar bisa menggantikan manusia.

Tetapi yang perlu kita sadari juga terpaan kemajuan teknologi digital dalam semua lini kehidupan manusia juga merupakan tantangan, dan Bagi mereka yang bisa menjawab tantangan ini maka mereka akan bisa meraih kesuksesan.

Tips dalam menghadapi era persaingan baru ala teknologi digital agar dapat bersaing, kita harus bersikap reaktif dan proaktif dalam mengikuti semua perubahan. Untuk dapat membangun tempat kerja/linkungan kerja berbasis teknologi kita perlu mengidentifikasi elemen kunci dari tempat kerja digital yang sukses, dan mengambilnya dari sana.

Menghiring karyawan yang tepat

Mempekerjakan seseorang di lingkungan kerja digital, membutuhkan karyawan dengan keterampilan dan mampu beradaptasi dengan cepat. Dan sayangnya tidak semua orang dapat atau memiliki keterampilan untuk menggunakan alat teknologi digital.

Dan kemudian banyak orang yang tidak bisa atau kurang baik bekerja dalam sebuah tim, yang membuatnya kesulitan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan orang lain. dan salah satu kunci sukses membangun perusahaan berbasis teknologi adalah membangun SDM yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Namun pekerja yang tidak pandai bersosialisasi yang biasa kita sebut introvert juga tidak menutup kemungkinan dapat memberikan peran yang besar dalam perusahaan. Dalam beberapa kasus pekerja introvert biasanya sangat dekat dengan teknologi digital, dari sana mereka bisa mengerjakan banyak hal. Dan bisa dikatakan juga bahwa tampat kerja digital sangat cocok bagi introvert yang mana pertemuan tatap muka sangat minim.

Lingkungan kerja dan relationship

Kolaborasi

Tempat kerja digital harus memiliki kerangka kerja kolaborasi. Kebanyakan orang saat ini bekerja bersama tanpa pertemuan tatap muka, jadi mereka perlu memiliki cara yang teratur untuk menghubungi anggota tim, berbagi data, bertukar pikiran, menemukan solusi, dan menyampaikan keputusan. Kerangka kerja kolaborasi juga merupakan cara yang baik untuk melacak kemajuan pekerjaan dan mempertahankan akuntabilitas.

fasilitasi karyawan anda dengan perangkat kolaborasi dan tekankan penggunaan secara konsisten untuk semua anggota tim dan manajemen.

Feedback

Banyak perusahaan sukses yang menepatkan feedback sebagai instrumen pengembangan mereka. Prinsip yang sama berlaku untuk sistem feedback bagi karyawan agar mereka tetap kompetitif dalam mempertahankan kinerja. Musyawarah dan memberikan feedback dengan karyawan secara berkala juga dapat meningkatkan manajemen SDM, dengan saling memberikan informasi perkembangan pekerjaan mereka.

Kebijakan

Sebagai karyawan atau pekerja perusahaan lebih baik bekerja dalan lingkungan yang terstruktur, sekalipun itu di lingkungan kerja digital.  Sementara itu walaupun fleksibilitas dan keterbukaan diberikan, kebijakan tetap sebagai pengarah di mana karyawan dan perusahaan bergantung untuk kesuksesan bisnis perusahaan. Serta pastikan juga anda membuat kebijakan dengan pertimbangan yang sangat matang untuk mencapai tujuan yang jelas.

Cloudbase Storage

Untuk membangun tempat kerja yang proper anda harus memudahkan karyawan mengakses berbagai data, file, atau dokumen untuk kebutuhan proyek. Hal ini menjadi penting mengingat peker di era digital membutuhkan kecepatan untuk mengambil data, anda bisa menggunakan jasa server seperti google drive dan Dropbox atau menyediakan server khusus yang dapat di akses oleh semua karyawan. Cloudbase storage sangat penting guna menjaga perusahaan berjalan secara efisien.

Terintegrasi

Salah satu hal yang paling membuat frustrasi bagi pengguna alat digital adalah ketika mereka tidak kompatibel satu sama lain dan tidak terintegrasi. Perangkat digital di perusahaan yang anda miliki harus saling bisa berkomunikasi satu sama lain, terutama CRM, sistem HR, dan data informasi. Ini akan membantu Anda menghindari kesalahan dan kegagalan ketika mentransfer data dari satu sistem ke yang lain, dan meminimalkan biaya Anda untuk menjalankan aplikasi.

Sosial Media

Ada waktu ketika perusahaan tidak menganjurkan para karyawannya bermain sosial media, namun terkadang sosial media dari karyawan anda dapat menjadi lahan promosi gratis untuk perusahaan. Dengan memanfaatkan sosial media di jalan yang benar maka seorang karyawan dapat lebih kredibel mempromosikan perusahaan atau produk bisnisnya di sosial media, Mengapa dikatakan lebih kredibel? hal ini di karenakan akun yang mereka gunakan adalah akun pribadi, sehingga terlihat seorang karyawan memiliki kebanggan terhadap perusahannya secara personal.

Fleksibiltas di era digital

Jadwal kerja dan tempat kerja yang fleksibel menjadi faktor utama untuk meningkatkan produktivitas pekerja yang berbasis teknologi digital. Kemajuan teknologi telah membuat pekerjaan dapat di seleasaikan di satu tempat menggunakan gadget dna jaringan internet.

Kesimpulan 

Membangun perusahaan atau tempat kerja berbasis teknologi digital bukan serta-merta hanya mengenai hardware dan software yang bagus, tetapi juga harus tetap fokus pada aplikator yang dalam hal ini adalam SDM. Orang-orang yang bekerja dengan peralatan canggih harus memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang teknologi yang baik.

Kemudian adalah manajemen kerja yang baik, di era digital ini karyawan tidak harus bertatap muka hanya untuk bekerja sama, mereka bisa menggunakan platform seperti trello untuk berkomunikasi satu sama lain, dan SPV pun dapat memantau peningkatan kinerja mereka dari paltform tersebut. Kemudian gunakan elemen-elemen di atas sebagai panduan dalam membangun perusahaan berbasis teknologi digital yang sukses.

Pengertian HRD, HRM, dan HCM, dan apa perbedaannya ?

Pengertian HRD, HRM, dan HCM, dan apa perbedaannya ?

Pengertian HRD, HRM, dan HCM – Mungkin kita sering mendengar istilah-istilah seperti HRD, HRM, dan HCM dalam bagian personalia, namun banyak dari kita yang masih kurang paham dan perbedaan antara ketiganya. Hal ini penting untuk anda ketahui apalagi jika anda berada dalam bagian kepegawaian dalam perusahaan. Pada artikel kali ini payrollbozz akan memberikan pengertian dari HRD, HRM, dan HCM serta perbedaannya satu sama lain.

Pengertian HRD, HRM, dan HCM dan perbedaannya

HRD (Human resource development)

blank

HRD adalah sebuah divisi yang menjalankan perencanaan strategis sumber daya manusia atau ketenagakerjaan (HR planning) yang meliputi budgeting, penilaian SDM, seleksi dan perekrutan, penerima dan pemberhentian karyawan, pengembangan karir, pengelolaan organisasi, performance management, pensiun, industrial relationship, training, dan pengembangan sistem.

Dengan demikian fungsi atau fokus HRD adalah pada pengembangan SDM atau karyawan di dalam sebuah perusahaan serta memastikan segala kebutuhan karyawan seperti jaminan kesehatan dan lainnya sudah terpenuhi. Keberadaan divisi HRD tentu sangat krusial di dalam perusahaan, institusi dan organisasi.

HRM (Human resource information management)

blank

Berbeda dengan HRD yang menjalankan fungsinya sebagai master plan ,HRM lebih kepada memfasilitasi karyawan untuk mendukung kinerja mereka. Memastikan bahwa segala kebutuhan karyawan dapat terpenuhi, dan juga memastikan bahwa karyawan dapat hidup sejahtera. HRM memfasilitasi karyawan demi mencapai tujuan perusahaan.

Secara garis besar HRM merupakan strategi atau rangkaian langkah-langkah dan pendekatan untuk mengelola atau menggunakan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai suatu tujuan/goals yang ditetapkan perusahaan/organsasi.

HCM (Human capital management)

blank

 

Human capital management hanya memiliki sedikit perbedaan dengan HRM yang memiliki fungsi memfasiltiasi segala kebutuhan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. HCM memandang bahwa sumber daya manusia adalah aset berharga untuk perusahaan, yang apabila dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. HCM memberi perhatian lebih ke kemampuan SDM yang mana nantinya skill atau kemampuan ini akan dikembangkan dengan cara training, pendidikan dan lain-lain.

Segala aktivitas dan subsistem dalam manajemen SDM diperhatikan secara baik dan proporsional sesuai strategi perusahaan. kesimpulannya adalah HCM fokus kepada strategi pengembangan SDM untuk menciptakan value yang dipakai untuk mencapat strategi bisnis yang efektif dan efisien.

Perbedaan dari HRD, HRM, dan HCM terletak pada fokus terhadap tujuan dan sudut pandang terhadap SDM, namun ketiganya memiliki kesamaan yakni menangani dan juga mengelola SDM sebaik mungkin agar bisa memnuhi kebutuhan perusahaan. Demikian adalah pengertian singkat tentang HRD, HRM, dan juga HCM, yang masing-masing memiliki manfaat dan keuntungan yang berbeda.

Cara tepat dan bijak menghukum bawahan karena kesalahannya sendiri

Cara tepat dan bijak menghukum bawahan karena kesalahannya sendiri

cara menghukum bawahan – Pernahkah anda sebagai seorang atasan mengalami hal yang tidak diinginkan, seperti harus menghukum seorang karyawan yang melakukan kesalahan, dan hal tersebut harus anda lakukan agar menimbulkan efek jera kepada yang bersangkutan, agar ke depannya bisa di perbaiki, Namun tidak sedikit juga atasan-atasan yang salah memberikan hukuman kepada bawahannya, yang menyebabkan mereka menjadi down, menjadi tidak produktif, bahkan resign.

Karyawan yang mengundurkan diri karena hukuman yang menurutnya tidak sepantasnya, adalah merupakan suatu kerugian bagi perusahaan, terlebih karyawan tersebut adalah salah satu karyawan terbaik yang telah lama bekerja. Menghukum atau memberi peringatan juga membutuhkan suatu strategi, agar tujuan dari memberikan peringatan kepada yang bersangkutan bisa tercapai, yakni memberikan efek jera dan untuk memperbaiki.

Lalu bagaimana cara memberikan hukuman yang bijak, agar tujuan dan maksudnya bisa tercapai ? berikut ini adalah ulasannya!

Tips dan cara menghukum bawahan dengan benar (merubah peringatan menjadi motivasi)

blank

1 ) Lakukan peneguran secepatnya

Jika anda seorang atasan melihat sesuatu yang dikerjakan oleh bawahan anda tidak benar, maka lakukanlah peneguran saat itu juga. Tujuan dari peneguran yang sifatnya aktual agar orang yang melakukan kesalahan dapat memberikan klarifikasi dengan benar, dan penegur (atasan) juga bisa memberikan himbauan agar tidak mengulangi kesalahannya, kemudian berikan orang tersebut kesempatan untuk memperbaikinya. lalu bagaimana cara melakukan teguran yang baik tanpa membuat bawahan merasa tersinggung atau dipermlaukan ?

Caranya cukup mudah, ketika anda melihat karyawan melakukan kesalahan, dekati dia dan panggil namanya dengan nada yang biasa (tidak perlu meninggi). Kemudian panggil dan arahkan ke tempat yang sepi agar bisa berbicara empat mata. Tanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi, serta bantu bawahan anda untuk memperbaiki kesalahannya. dengan cara seperti ini anda sebagai orang atasan telah berhasil merubah sebuah teguran menjadi motivasi, dan bahan evaluasi bagi si karyawan tersebut.

2 ) Dengarkan pembelaan dan argumen dari bawahan

Sebagai atasan yang bijak anda juga perlu mendengarkan sebuah argumen atau pembelaan dari seseorang yang anda tegur karena kesalahannya. Walaupun anda menyaksikan dengan jelas bahwa karyawan tersebut melakukan kesalahan, bukan berarti orang tersebut tidak boleh memberikan alasan. Dengan mendengarkan alasan dan pembelaannya, anda baru bisa memberikan hukuman yang tepat, atau bahkan memberikan saran dan bantuan kepadanya.

Sebagai contoh: “Anda melihat dengan mata kepala sendiri karyawan anda datang sangat telat ke kantor. Jika anda langsung memberikan teguran keras dan langsung memberikan hukuman, maka potensi untuk karyawan ini memperbaiki diri untuk kedepannya akan kecil, Karena anda tidak tahu apa yang ia alami saat perjalanan. Bisa saja ia telat karena mengalami suatu kecelakaan kecil yang membuatnya telat ke kantor, atau harus mengurus salah satu anggota keluarga yang sedang sakit. dengan mendengerkan alasan terlebih dahulu, maka kita bisa dengan bijak memberikan hukuman yang setimpal dan potensi karyawan tersebut untuk tidak lagi datang terlambat juga lebih besar”.

3 ) Berikan kesempatan dan motivasi

Sebagai seorang atasan yang memimpin jalannya sistem kerja di perusahaan, anda dituntut untuk tegas mengambil keputusan baik itu dalam pekerjaan ataupun yang bersangkutan terhadap kinerja bawahan anda. Memberikan kesempatan kepada seseorang yang melakukan kesalahan adalah suatu tindakan toleran dan simpatik kepada mereka yang melakukan kesalahan.

Selain itu berikan motivasi kepada bawahan anda agar ia tetap produktif dalam pekerjaan. Karena bisa saja ia sedang jenuh terhadap rutinitasnya yang menyebabkannya melakukan kesalahan, berikan bawahan anda kesempatan, arahan dan motivasi untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

4 ) Bantu dengan solusi

Setelah anda menegur karyawan yang berbuat kesalahan, kewajiban anda sebagai pimpinan yang baik adalah selanjutnya memberikan bantuan dan solusi.

Setelah menegur, kita punya kewajiban untuk  memberikan solusi dan jalan keluar sebagai upaya perbaikan. Jika apa yang kita tegur itu menjadi masalah yang belum diselesaikan, sebagai atasan kita dapat memberikan jalan keluar apa yang sebaiknya dilakukan. Dengan demikian bawahan kita akan merasa dihargai dan diperhatikan.

Bila kesalahannya ringan, tegurlah secara lisan, agar dia tidak mengulangi kesalahan tersebut.. Ajak dia memperbaiki kesalahan bersama-sama dengan kita. Ini sebenarnya juga suatu bentuk teguran, tapi sangat halus sifatnya. Namun, bisa jadi bentuk seperti ini malah membuat bawahan kita cepat memahami seluk-beluk pekerjaan mereka. Bahkan, bawahan mampu mengembangkan tugas-tugasnya lebih baik lagi, ini karena tidak lepas dari cara kita memberi teguran yang simpatik.

Beritahu apa yang kita harapkan. Penekanan teguran bukan pada kesalahan semata tetapi harus pada cara memperbaikinya dan menghindari kesalahan itu terulang kembali. Salah satu keluhan terbesar orang yang ditegur adalah ‘’Saya tidak tahu apa yang atasan harapkan dari saya.”

5 ) Buat komitmen untuk perbaikan

cara menghukum bawahan dengan baik dan benar yang terakhir adalah setelah anda menjalankan keempat tips di atas, selanjutnya anda dapat membuat perjanjian untuk perbaikan. Dengan membuat kesepakatan perbaikan ini berarti anda sebagai atasan telah menjalankan fungsi dan tugas dengan baik sebagai seorang pimpinan. Kemudian akhiri prosedur pemberian teguran dengan saling pengertian, dan berikan motivasi kepada bawahan anda.

Cara mengatasi karyawan yang sudah tidak produktif lagi

Cara mengatasi karyawan yang sudah tidak produktif lagi

Cara mengatasi karyawan yang malas –  label karyawan pemalas sebenarnya adalah sebuah pernyataan yang tidak benar yang disematkan kepada seseorang yang kurang produktif dalam bekerja. Statement ini sering sekali kita dengar di setiap perusahaan, namun sebenarnya yang terjadi hanyalah karyawan yang sedang dalam mood yang kurang baik untuk bekerja.

Namun kondisi karyawan yang seperti ini juga tidak bisa di diamkan saja, perlu ada tindakan positif untuk dapat mendongkrak kembali semangat bekerjanya. Divisi HR perlu mengetahui masalah apa yang membuat seorang karyawan menjadi malas-malasan dalam pekerjaan, kemudian melakukan pemberian motivasi ataupun pelatihan kembali.

Dan untuk mengatasi hal tersebut diperlukan cara yang serius, agar tidak menjadi budaya yang negatif dalam perusahaan. Ada beberapa cara simpel untuk menghadapi karyawan-karyawan tersebut yang tidak boleh perusahaan anggap remeh, karena cara ini terbukti dapat mengatasi fenomena di atas, berikut ulasannya.

5 Cara mengatasi karyawan yang malas

1 ) Kenali karakter karyawan, dan cari tahu sesuatu yang sedang terjadi pada dirinya

blank

Jika ada sesuatu yang tidak baik pada karyawan, langkah pertama yang harus di lakukan adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada karyawan tersebut. Setelah mengetahui masalah yang terjadi, panggil yang bersangkutan dengan baik-baik, dan konfirmasi permasalahan yang sedang ia alami kemudian coba berikan jalan keluar, sebagai bentuk perhatian dan simpatik perusahaan terhadap pekerjanya.

Yang terpenting dalam cara mengatasi karyawan yang malas ini adalah perusahaan atau divisi HR dapat mengenali karakter karyawan dengan baik, dan lakukan suatu tindakan tegas tanpa harus mengintimidasi siapapun, agar mood bekerja seseorang dapat kembali membaik dan kembali produktif.

2 ) Berikan motivasi dan manfaat serta kerugian atas tindakannya

blank

Setelah pihak perusahaan mengetahui akar permasalahan karyawan, langkah selanjutnya adalah dengan memberikan motivasi. Berikan motivasi tanpa harus menggurui karyawan tersebut, agar dirinya tidak merasa terintimidasi. Dengan pembicaraan yang santai, namun mendalam jauh lebih efektif mengatasi kemalasan karyawan dari pada memarahi orang tersebut, karena semakin orang disalahkan dan dimarahi hanya akan membuatnya mengarah yang ke negatif.

Beritahu karyawan tersebut kerugian atas tindakannya tersebut, dan manfaat yang bisa ia dapatkan jika mau memperbaiki kinerja, tentunya setelah anda memberikan motivasi. Akhiri obrolan dengan senyum, dan sampaikan terima kasih jika ia ingin memperbaiki kinerjanya.

3 ) Berikan pelatihan dan pendidikan

blank

Perhatikan karyawan yang tidak produktif, mungkin saja ia begitu karena kurang pelatihan dan pendidikan, yang menyebabkan dirinya kurang menguasai yang ia kerjakan. Cara memecahkan masalah ini sangatlah mudah, yakni memberikan pelatihan kerja kepada karyawan. Tindakan ini juga bermanfaat menambah pengetahuan dan wawasan karyawan terhadap bidang pekerjaanya, sekaligus membantu mereka dalam menyelesaikan masalah.

Dengan begini karyawan dapat kembali bekerja dengan baik dan produktif, karena merasa diperhatikan dan juga selalu di bekali oleh ilmu. Cara mengatasi karyawan yang malas dengan tindakan ini harus sering dilakukan dan di maintenance oleh perusahaan agar memastikan bahwa setiap karyawan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

4 ) Berikan sanksi untuk efek jera

blank

Cara ini sering diberlakukan kepada setiap karyawan yang tidak patuh kepada aturan. Tetapi sebaiknya hal ini tidak diberlakukan kepada karyawan yang membuat pelanggaran ringan secara tidak sengaja, atau kepada mereka yang baru saja melakukan pelanggaran setelah lama bekerja. Sanksi adalah opsi untuk sebuah teguran, jika 3 cara sebelumnya telah anda lakukan namun yang bersangkutan tidak ada perubahan, mungkin menjatuhkan sanksi untuk memberikan efek jera dapat membuatnya menjadi lebih baik.

5 ) Amati perkembangannya dan evaluasi perubahannya

blank

Setelah menjalani step by step di atas selanjutnya adalah memberikan kesempatan karyawan untuk memperbaiki kesalahannya. Amati kinerja karyawan setelah diberikan nasihat, motivasi, atau sanksi. Jika perubahan mengarah ke arah yang positif, barti karyawan tersebut memang tulus memperbaiki dirinya.

Namun apabila yang bersangkuran justru semakin down atau bahkan semakin buruk kinerjanya, perusahaan dapat mengambil kesimpulan bahwa orang tersebut sudah tidak layak lagi untuk bekerja di perusahaan, atau berikan sanksi lagi dengan ancaman dan hukuman yang lebih berat, dan lihat perkembangan yang terjadi pada yang bersangkutan.

Demikian adalah cara mengatasi karyawan yang malas dan tidak produktif di perusahaan anda, semua cara di atas dapat anda lakukan secara bertahap. walaupun perusahaan memilki karyawan yang malas, namun ada baiknya pihak karyawan melakukan identifikasi, pendekatan personal, dan memberikan kesempatan terlebih dahulu, sebelum memutuskan memberikan hukuman.

Ciri-ciri karyawan yang loyal dan tidak loyal pada perusahaan

Ciri-ciri karyawan yang loyal dan tidak loyal pada perusahaan

Ciri-ciri karyawan yang loyal – Setiap perusahaan pastinya sangat menyukai karyawan yang memilki dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Dan pada dasarnya sifat loyalitas ini dapat dibangun oleh lingkungan (perusahaan), tergantung lingkungan memberikan perlakukan terhadap orang tersebut yang dalam hal ini adalah karyawan. Namun sebenarnya apa yang membuat seseorang bisa loyal dan tidak loyal kepada perusahaan ? di antaranya adalah :

Faktor yang membuat karyawan menjadi loyal dan tidak loyal : 

blank

1 ) Faktor rasional

Faktor rasional seperti jam kerja yang setara dengan gaji, adanya bonus dan fasilitas lain yang ditawarkan oleh perusahaan serta karir yang menjanjikan, akan membuat seorang karyawan merasa nyaman dan loyal kepada perusahaan.

2 ) Senioritas dan kepemimpinan

Senioritas dan kepemimpinan dalam perusahaan juga menjadi faktor kenyamanan seorang karyawan. Apabila kepemimpinan buruk atau senioritas terlalu tinggi dalam perusahaan tersebut, maka dapat menyebabkan karyawan yang loyal sekalipun akan hengkang dari tempat kerja tersebut.

3 ) Kebijakan Perusahaan

Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. sebisa mungkin kebijakan perusahaan disesuaikan dengan kepentingan 2 belah pihak, yakni karyawan dan perusahaan. Apabila kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak menguntungkan bahkan menyulitkan karyawan, dapat menyebabkan karyawan resign.

Di atas tadi adalah 3 dari banyaknya faktor yang mempengaruhi hubungan antara karyawan dan perusahaan tempat mereka bekerja. walaupun masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan itu semua, dengan ragam masalah yang berbeda. Dan untuk HRD sangat penting bagi mereka untuk bisa mendapatkan karyawan yang loyal, dan dibawah ini adalah ciri-ciri karyawan loyal yang bisa dijadikan sebagai klasifikasi penerimaan karyawan baru, atau sebagai bahan pertimbangan pengangkatan karyawan tetap.

Ciri-ciri karyawan yang loyal

blank

 

1 ) Latar belakang pendidikan dan pekerjaan sama

Salah satu penyebab karyawan tidak bertahan lama di suatu perusahaan adalah karena latar belakang pendidikan dan pekerjaanya tidak sama, yang akhirnya mereka tidak mampu mengembangkan ilmu yang dimiliki di perusahaan. Namun apabila perusahaan memperkerjakan orang yang tepat, dengan latar belakang dan jobdesk yang tepat, maka peluang karyawan untuk bertahan pada perusahaan tersebut semakin tinggi.

2 ) Pengalaman kerja 

Lama pengalaman kerja sering dijadikan tolak ukur bagi HRD untuk merekrut calon karyawan. Karena dari sinilah loyalitas orang tersebut terhadap perusahaan bisa di terka. Karyawan yang memilki pengalaman kerja yang lama di perusahaan sebelumnya hingga saat ini lebih diminati, dibandingkan orang yang sering berpindah-pindah tempat.

3 ) Usia karyawan 

Divisi HR juga perlu mempertimbangkan usia karyawan, pada faktor ini biasanya perusahaan memiliki pendapat yang berbeda tentang usia karyawan. Ada yang berpendapat bahwa usia yang lebih tua biasanya akan lebih loyal, dan ada yang berpendapat juga usia yang lebih muda bisa lebih loyal karena pada umumnya mereka belum berkeluarga sehingga bisa fokus pada pekerjaanya.

4 ) Kerja lebih cepat dari deadline

Di setiap pekerjaan pasti memiliki deadline, karyawan yang selalu menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai jadwal yang ditentukan masuk ke dalam kriteria karyawan yang loyal kepada perusahaan. Di sini kedisiplinan dan dedikasi karyawan dapat dilihat, perushaaan yang memiliki karyawan-karyawan seperti ini pastinya sangat beruntung, karena tidak semua orang dapat menyelasikan pekerjaanya dengan tepat waktu.

5 ) Tidak berhenti sebelum pekerjaan selesai

Mungkin anda sebagai HR sering melihat karyawan telat pulang, telat makan siang, dan datang lebih pagi agar pekerjaanya bisa terselesaikan. Seseorang yang tidak pernah berhenti sebelum selesai menandakan bahwa dia mencintai apa yang sedang dikerjakan, dan di dalam dunia kerja orang-orang seperti ini memang memiliki loyalitas yang tinggi kepada pekerjaan dan perusahaannya.

6 ) Memiliki komitmen dan pandangan

Tidak banyak orang yang bisa memberikan komitmen serta bertanggung jawab atas apa yang dia kerjakan. orang-orang yang memiliki komitmen adalah mereka yang memiliki visi dan tujuan. Karyawan yang memiliki visi dan komitmen pastinya mempunyai strategi untuk kemajuan perusahaannya.

7 ) Selalu siap dan berhasil jika diberikan tantangan

Cara terbaik untuk menguji kemampuan karyawan adalah dengan memberikan ia sebuah tantangan, apabila ia berhasil melakukan tantangan tersebut, dipastikan juga bahwa orang tersebut berkapabilitas atas jobdesk-nya. Karakter karyawan seperti ini adalah ciri-ciri karyawan yang loyal dan memiliki ambisi untuk bisa maju.

Demikian adalah ciri-ciri karyawan yang loyal kepada perusahaan dan pekerjaanya, Jika anda memilki pengetahuan juga tentang loyalitas karyawan, mari berbagi pada kolom komentar.

7 Hal di sosial media ini dapat membuat anda sebagai karyawan dipecat oleh perusahaan.

7 Hal di sosial media ini dapat membuat anda sebagai karyawan dipecat oleh perusahaan.

Pada era modern ini sosial media menjadi sesuatu hal yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. Kemudahan akses serta kepuasaan tersendiri setelah mengakses sosial media memang menjadi alasan mengapa new media society, menjadi tren saat ini. Di sosial media kita dapat menemukan banyak hal, seperti hiburan, viral konten, bahkan sampai ke leowongan pekerjaan.

Pengguna sosmed juga beragam demografinya, ada yang berlatar belakang pelajar, pengusaha, pekerja dan lainnya. Namun kita sendiri mungkin telah mendengar banyak kejadian karyawan yang dipecat karena ulahnya di sosial media seperti yang terjadi pada Ashley Johnson, harus menerima kenyataan dipecat dari pekerjaannya. Wanita berusia 22 tahun ini sebelumnya mengejek dua pelanggannya di Facebook karena memberi uang tip yang cukup sedikit dan membuatnya lambat dalam bekerja. Dia juga menyebutkan nama tempatnya bekerja. Dia dipecat karena melanggar peraturan perusahaan dan menjelek-jelekan konsumen.

Selain Ashley Johnson masih banyak lagi orang yang dipecat karena ulahnya di sosial media. Kemudian hal apa saja yang dapat membuat karyawan dipecat karena sosial media, berikut adalah ulasannya.

7 kelakuan di sosial media yang membuat karyawan dapat dipecat

blank1 ) Membuat unggahan dengan kata-kata kasar

Seringkali kita menemukan postingan sosial media yang disertai dengan caption kasar, yang berpotensi menimbulkan kegaduhan atau konflik. Walaupun kata-kata kasar tersebut bukan ditujukan untuk perusahaan atau karyawan tertentu, Namun nama baik perusahaan tempat ia bekerja juga bisa tercemar akibat perbuatannya di sosial media. Untuk itu karena alasan ini juga perusahaan dapat melakukan pemutusan hubunan kerja secara sepihak.

2 ) Membocorkan rahasia perusahaan di sosmed

Seperti yang kita tahu bahwa rahasia perusahaan bukanlah konsumsi bagi publik. Rahasia perusahaan harus benar-benar tersimpan dan hanya boleh diketahui di lingkungan kerjaan. Rahasia perusahan bisa berbagai macam, seperti master business plan, strategi pemasaran sampai resep makanan. Pembocor rahasia ini bahkan bisa di tuntut secara hukum.

Tidak jarang karyawan melakuka kecerobohan dengan membocorkan rahasia perusahaan ke sosial media, baik itu disengaja maupun tidak. Dan hal tersebut juga yang dapat menyebabkan karyawan dipecat.

3 ) Mengeluh atas kebijakan perusahaan

Sebaiknya karyawan menghindari komentar tentang kebijakan perusahaan yang sifatnya hanya opini, apalagi menuliskannya ke sebuah status. Banyak karyawan yang terlalu berlebihan dalam mengeluhkan peraturan dan kebijakan perusahaan, yang mereka rasa mempersulit kinerja mareka. Hal ini bukanlah perbuatan baik yang dilakukan ketika kebijakan perusahaan bergesekan dengan kepentingan karyawan, karena dapat berakibat buruk pada karirnya. Sebaiknya hal-hal tersebut dibicarakan oleh pihak perusahaan ataupun HRD.

4 ) Membicarakan hal negatif tentang atasan

Kemudian penyebab karyawan yang dipecat adalah suka menjelek-jelekan atasannya, atau berbicara negatif tentang atasannya. walaupun karyawan tersebut tidak berteman di sosial media oleh karyawan tersebut, namun bisa jadi seseorang dari teman mengenal atasan karyawan tersebut.

5 ) Bergosip/bergunjing di sosial media

Sebanyak 13 pramugari cantik dipecat dari maskapai Virgin Airlines setelah ketahuan bergosip mengenai pekerjaannya di Facebook. Ketigabelas pramugari ini saling berbalas komentar dan membahas berbagai hal terkait maskapai yang sebenarnya tidak boleh diketahui publik, bahkan mereka juga mengejek penumpang maskapai tersebut.

Bergosip di ruang terbuka seperti sosial media sebaiknya harus dihindari, terlebih hal tersebut mengenai perusahaan ataupun berkaitan dengan hal yang sensitif.

Demikian adalah 5 hal yang dapat menyebabkan karyawan dipecat dari perusahaan karena sosial media. Kita sebagai pengguna internet dan soslal media yang bijaksana, baiknya mengendalikan diri untuk mengunggah dan menulis sesuatu.

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Karyawan generasi millenial – Kehadiran generasi millenial di dunia kerja memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk bisa memfasilitasi generasi yang sedang dalam masa keemasan ini. Kemajuan teknologi informasi juga memilki andil yang besar atas pesatnya perkembangan dan pengetahuan anak-anak muda millenial. Pada dasarnya generasi millenial adalah anak-anak di tahun kelahiran 80 sampai akhir 90, dimana generasi ini lahir bersamaan dengan geliat kemajuan teknologi canggih, sehingga tidak heran banyak dari mereka yang sudah menguasai teknologi di usia yang masih sangat dini.

Tetapi tidak jarang generasi millenial membuat perusahaan jengkel, karena reputasi loyalitas mereka yang rendah. Gen millenial memang terkenal suka gonta-ganti tempat kerja dengan alasan jenuh, itulah sebabnya perusahaan harus sangat teliti ketika memutuskan mencari karyawan yang berasal dari generasi ini. Pintar, jujur, dan rajin saja tidak cukup untuk membuat generasi ini bisa berkembang dan loyal pada perusahaan, diperlukan kecocokan antara jobdesk, lingkungan pekerjaan, dan salary agar mereka dapat berkontribusi besar untuk perusahaannya.

Dan pada artikel kali ini mari kita bahas perihal apa saja yang harus perusahaan siapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial, agar dapat memaksimalkan potensi mereka untuk perusahaan.

7 fasilitas yang perlu disiapkan untuk karyawan generasi millenial

blank

1 ) Jam kerja yang fleksibel

Kaum millenial adalah kaum yang anti dikekang, mereka adalah jiwa muda yang merdeka yang menginginkan kebebasan. Jam kerja yang ketat dan statis hanya akan membuat mereka terkekang, yang mengakibatkan produktivitas dan efektivitas menurun. Kebanyakan gen millenial bekerja dengan cara mereka sendiri, mereka akan sungguh-sungguh bekerja apabila diberikan kebebasan untuk berkembang. Sebaiknya perusahaan membuat jam kerja yang fleksibel, yang lebih mementingkan efektivitas dari pada jam kerja yang lama.

2 ) Sudut kantor dengan mesin pembuat kopi

Ada fakta menarik tentang generasi millenial, mayoritas dari mereka adalah penikmat kopi autentik dan percaya bahwa kopi dapat membuat hari mereka menjadi baik. Sudut ruangan untuk berkumpul dengan desain yang unik serta dilengkapi dengan mesin kopi bukanlah ide yang buruk, karena disana karyawan bisa saling bertemu, untuk membahas banyak hal termasuk pekerjaan.

3 ) jaringan Internet cepat 

Apa rasanya kantor tanpa Wifi? di zaman yang serba online ini karyawan dituntut bekerja dengan cepat, dan untuk memfasiltiasi hal tersebut, perlu disiapkannya akses internet yang cepat, walaupun terkadang fasilitas ini sering di salah gunakan. Namun setidaknya dapat membuat karyawan generasi millenial ini produktif.

4 ) Napping room

Mengapa perlu napping room di kantor ? mungkin fasilitas ruang tidur ini tidak begitu familiar di tahun-tahun 90’an sampai awal tahun 2000’an, namun sudah banyak perusahaan terutama start up menyiapkan napping room untuk karyawannya. Seperti yang sudah dibahas tadi bahwa millenial adalah generasi pekerja cerdas, mereka tidak terbiasa bekerja dengan effort yang tinggi.

5 ) Ruang kerja kreatif, leluasa untuk bergerak

Ruang kerja kreatif dibutuhkan agar karyawan tidak merasa bosan dan jenuh, hal ini penting karena ini bisa menjadi barometer produktivitas dan efektivitasan kerja seorang karyawan. Tanpa sekat serta leluasa untuk bergerak karena gen millenial suka berpindah-pindah tempat saat sedang bekerja, hal ini dilakukan agar mereka tidak jenuh kepada pekerjaannya.

6 ) Softdrink dan cemilan

Mungkin fasilitas ini tidak ada kaitannya dengan jobdesk mereka, namun karyawan sangat loyal kepada perusahaan yang memperhatikan mereka, termasuk urusan perut. Softdrink atau cemilan dapat meningkatkan semangat bekerja serta mengusir rasa bosan karyawan.

7 ) Ruang bermain di kantor

Salah satu perusahaan teknologi raksasa yakni google, menetapkan ruangan bermain adalah standar untuk kantor mereka di seluruh dunia, tidak terkecuali di indonesia. Karena google sadar segmentasi dari karyawan mereka kebanyakan anak muda yang termasuk generasi millenial. Fasilitas ini berfungsi sebagai wahana penyegaran otak, serta dapat mengurangi rasa prustasi akibat bekerja, sehingga karyawannya tidak mudah stress, dan dapat bekerja dengan masimal.

Demikian adalah 7 hal yang perlu disiapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial. Walaupun hal-hal di atas terkesan berlebihan, atau terkesan terlalu memanjakan karyawan, namun banyak perusahaan start-up sukses yang menerapkan cara-cara di atas guna membuat karyawannya bekerja lebih produktif, dan terbukti berhasil.

Cara membangun loyalitas karyawan di perusahaan dengan konsep “Persaudaraan”

Cara membangun loyalitas karyawan di perusahaan dengan konsep “Persaudaraan”

Cara membangun loyalitas karyawan – Dalam dunia kerja dan bisnis, loyalitas merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan sebuah perusahaan, tanpa loyalitas dan totalitas dari orang-orang yang bekerja maka cita-cita perusahaan tidak mungkin bisa diraih. Sikap kesetiaan dan dukungan penuh dari karyawan kepada perusahaan tempat mereka bekerja bisa muncul secara alami, dengan berbagai macam cara yang salah satunya adalah dengan menggunakan konsep persaudaraan.

Konsep persaudaraan adalah salah satu cara membangun loyalitas karyawan yang bisa di aplikasikan oleh perusahaan. Dan terbukti melalui konsep ini sikap setia justru akan muncul secara tulus dari dalam hati, karena sebenarnya konsep dasar dari persaudaraan adalah saling memperhatikan, mendukung, dan saling merangkul satu sama lain.

Jika konsep ini digunakan maka perusahaan bisa mendapatkan loyalitas dari karyawannya, dan ini harus dijalankan melalui kiat-kiat seperti dibawah ini, yang bisa anda ikuti.

5 Kiat untuk memunculkan loyalitas karyawan

1 ) Saling menerima satu sama lain

Yang pertama harus ditanamkan kepada seluruh karyawan adalah rasa saling menerima satu sama lain, bagi perusahaan baru jika 4 kiat selanjutnya ingin berjalan dengan baik, minimal anda harus berhasil menanamkan mindset ini ke para karyawan.

blank

Apa yang dimaksud menerima satu sama lain?, Menerima yang dimaksud adalah merangkul setiap karyawan menjadi anggota perusahaan, dengan perlakuan yang sama tanpa memperdulikan satus, jabatan dan senioritas  agar terciptanya rasa nyaman kepada semua karyawan.

2 ) Buat karyawan saling memperhatikan satu sama lain

Bagaimana caranya agar setiap karyawan saling peduli dan perhatian satu sama lain? caranya cukup mudah, yang penting perusahaan mau mengawali atau istilahnya ingin menjembatani. Dengan apa perusahaan harus mengawali hal ini?

“Setiap sikap dan perbuatan yang kita lakukan akan merefleksikan hal tersebut ke orang lain”. 

blank

Perusahaan bisa mengawali tips kedua ini dengan mengajak seluruh karyawan untuk memperhatikan hal kecil dari temannya, seperti memberi selamat kepada yang berulang tahun, menjenguk teman yang sakit, mengapresiasi prestasi yang di raih oleh teman sekantor, memberikan hadiah, atau memasakan makanan untuk teman-teman di kantor.

Bentuk perhatian ini akan memunculkan rasa saling peduli yang tumbuh pada diri masing-masing karyawan, sehingga situasi di tempat kerja akan nyaman dan karyawan bisa sama-sama produktif.

3 ) Penghargaan kepada karyawan

“Hargailah usaha seseorang walau dengan ucapan terima kasih”. Mungkin kata terima kasih adalah hal yang biasa, namun 2 kata tersebut memilki daya magisnya sendiri, salah satunya adalah memberikan motivasi kepada yang menerima. Perusahaan tidak perlu menyiapkan TV, kulkas, voucher belanja atau blender sebagai hadiah bagi mereka yang berprestasi, cukup dengan terima kasih dan pujian kecil yang diberikan atasan untuk setiap progress yang dilakukan oleh karyawannya.

blank

Selain penghargaan melalui ucapan terima kasih atasan juga bisa mengajak timnya untuk makan bersama yang dibiayai secara pribadi sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerasnya.

Atau yang lebih mudahnya lagi adalah dengan menyebut nama karyawan sebagai kredit atas progress yang terjadi di perusahaan, disebuah rapat kerja.

4 ) Berikan dukungan kepada karyawan

Bentuk dukungan terhadap karyawan bisa dengan berbagai cara salah satunya dengan memberikan pelatihan kerja atau uluran bantuan dari atasannya langsung. Opsi yang kedua mungkin adalah yang lebih berkesan, bayangkan betapa bahagianya karyawan jika ia di suruh mengerjakan suatu projek namun sepanjang projek berjalan, atasannya selalu membantunya dengan selalu memberikan solusi serta bersama-sama mencari jalan keluar atas segala permasalahan.

blank

Bentuk dukungan seperti ini lah yang membuat karyawan semakin termotivasi, dan giat dalam mengerjakan tugasnya serta rasa bangga dapat bekerja dengan atasan yang sangat baik.

5 ) Pengelolaan SDM yang baik

Kualitas HR manajemen juga menjadi faktor yang menyebabkan karyawan menjadi loyal dan betah bekerja di perusahaan. Disaat karyawan sudah memberikan dan kinerja terbaiknya, namun perusahaan tidak melayani karyawan dengan baik, maka dapat di prediksikan bahwa karyawan tersebut akan hengkang.

blank

Bentuk dari manajemen SDM yang baik adalah terciptanya sebuah sistem HR yang baik, seperti penggajian yang tepat waktu dan akurat, jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, kemudian kemudahan dalam melakukan urusan adminstrasi. Untuk menjalankan tips yang terakhir ini kami sarankan anda menggunakan sebuah sistem HRIS yang bisa membantu perusahaan dalam mengelola SDM.

Demikian adalah 5 cara membangun loyalitas karyawan yang bisa di aplikasikan kepada perusahaan, cara-cara di atas hanyalah sebagian metode dari membangun loyalitas dalam diri karyawan, dan bagi anda yang memilki saran dan tips lainnya bisa berbagi melalui kolom komentar kami.

Tips menjaga ketajaman otak agar tetap fokus pada pekerjaan

Tips menjaga ketajaman otak agar tetap fokus pada pekerjaan

Tips menjaga ketajaman otak – Tuntutan pekerjaan yang tinggi mengharuskan kita untuk selalu fokus dalam menjalankan tugas, tanggung jawab yang tinggi dan deadline yang singkat pastinya akan banyak menguras tenaga dan pikiran. Dan karena kelelahan fisik dan pikiran inilah yang membuat kita sering hilang fokus, cepat lupa, dan mudah mengantuk.

Belum lagi perusahaan mengharuskan kita untuk selalu produktif, tanpa kita sadari jika fungsi otak di pergunakan terlalu berlebihan dengan istirahat yang kurang, maka sedikit demi sedikit ketajaman otak akan berkurang, yang menyebabkan kita menjadi pelupa, dan mudah hilang fokus.

Apabila kondisi ini tidak segera di atasi akan berakibat dalam jangka panjang, untuk itu sebaiknya kita perlu melakukan maintenance otak agar ketajaman otak tetap terjaga. lalu sebenarnya kegiatan positif apa saja yang dapat melatih ketajaman otak yang juga berdampak pada meningkatkannya fokus pikiran, berikut dibawah ini adalah kiat-kiat untuk menjaga ketajaman otak.

5 Tips menjaga ketajaman otak

1 ) relaksasi otak

blank

Cara sederhana untuk melatih ketajaman otak adalah dengan membiarkan pikiran menjadi tenang. relaksasi otak atau menenangkan pikiran dengan pergi ke tempat sepi, dimana segala rutinitas yang biasa dijalani dihentikan sementara akan memberikan oksigen segar ke otak dan aura positif untuk pikiran kita.

Opsi yang lain dari tips menjaga ketajaman otak yang pertama jika anda tidak sempat meninggalkan rutinitas pekerjaan, adalah dengan menyediakan waktu untuk sekedar memejamkan mata dan memvisualisasikan dalam otak, seolah-olah bisa melakukan aktivitas itu dengan sebaik mungkin dan sukses, dan bisa lebih baik lagi jika kita sambil mendengarkan musik yang disuka.

2 ) Waktu tidur yang cukup 

blank

Seorang asisten pskiater di New York University yang bernama Vatsal G. Thakkar, MD mengungkapkan bahwa ketidakmampuan fokus dan lemahnya konsenterasi seseorang seringkali disebabkan oleh kurangnya jam tidur. Mengapa kurang tidur berkualitas dapat mengurangi kemampuan dan konsenterasi otak? karena jam tidur yang kurang akan berkakibat signifikan pada fungsi kognitif otak, yang berujung menyebabkan kita menjadi pelupa.

3 ) Liburan dan hiburan

blank

Ada yang bilang bahwa terlalu banyak bekerja tidak baik untuk kewarasan seseorang, rasanya ungkapan itu benar bagi orang yang sudah lama tidak pergi liburan. Munculnya rasa stress juga bisa datang dari banyaknya masalah dan tanggung jawab dalam hidup. Untuk itu liburan dan mendapatkan beberapa hiburan di anjurkan bagi mereka yang otaknya terlalu tenggang.

4 ) Berolahraga

blank

Tips menjaga ketajaman otak dengan upaya menghilangkan stress yang selanjutnya adalah dengan melakukan kegiatan olahraga. Hal ini sebenarnya bisa rutin dilakukan, misalkan di pagi hari sebelum berangkat kerja kita melakukan jogging kecil di area perumahan, ataupun yoga untuk merelaksasikan otak. Saat berolahraga juga tubuh kita  memproduksi hormon Endorphin lebih banyak, yaitu hormon yang mampu memberi ketenangan bagi pikiran.

5 ) Pola makan sehat

blank

Mungkin salah satu keberhasilan bangsa yunani dalam melahirkan orang-orang dengan tingkat kecerdasan tinggi adalah karena mereka memberlakukan pola makan sehat. Orang yunani sangat akrab dengan pola makan yang sehat, dan yang paling terkenal adalah diet sehat Mediteranian artinya mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah besar, lemak baik seperti minyak zaitun, serta mengurangi konsumsi garam dan daging merah.

Diet ini dapat mengurangi resiko seseorang untuk terkena penyakit Alzheimer hingga 40%, dan banyak peneliti yang sudah melakukan penelitian akan pola makan sehat ala orang yunani ini, yang mengungkapkan bahwa mediteranian memiliki kekuatan sebagai antioksidan yang mampu melawan peradangan.

Demikian adalah 5 tips menjaga ketajaman otak agar kemampuan fokus kita saat bekerja atau sedang mengerjakan sesuatu juga meningkat.