10 Langkah Mengembangkan SDM Saat kondisi keuangan perusahaan sangat terbatas

10 Langkah Mengembangkan SDM Saat kondisi keuangan perusahaan sangat terbatas

Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam kondisi keuangan perusahaan yang terbatas memerlukan pendekatan yang cerdas dan fokus pada penggunaan sumber daya yang efisien. Berikut adalah beberapa tips untuk mengembangkan SDM dalam situasi seperti ini:

  1. Identifikasi Prioritas: Tentukan area atau bidang yang paling membutuhkan pengembangan SDM. Fokuskan upaya pada aspek-aspek yang paling kritis dan strategis bagi pertumbuhan perusahaan.
  1. Pengembangan Internal: Utamakan pengembangan karyawan yang sudah ada di perusahaan. Ini lebih ekonomis daripada merekrut karyawan baru atau mengandalkan pelatihan eksternal. Berikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tanggung jawab baru dan belajar melalui pengalaman.
  1. Pemanfaatan Sumber Daya Internal: Identifikasi karyawan yang memiliki keterampilan khusus dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada rekan-rekan mereka. Ini dapat meningkatkan kolaborasi tim dan memungkinkan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat.
  1. Pelatihan On-the-Job: Gunakan pendekatan “learning by doing” dengan memberikan pelatihan langsung di tempat kerja. Karyawan dapat belajar sambil menjalankan tugas sehari-hari, yang bisa lebih hemat biaya dibandingkan dengan pelatihan eksternal.
  1. Pelatihan Dalam Jaringan (Networking): Fasilitasi peluang bagi karyawan untuk terlibat dalam acara, seminar, atau konferensi di industri mereka. Ini tidak hanya memperluas pengetahuan mereka, tetapi juga membangun jaringan yang bermanfaat.
  1. Kemitraan dengan Perguruan Tinggi atau Institusi Pendidikan: Jalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk memberikan pelatihan atau program pengembangan karyawan. Ini bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat dan biaya yang lebih terjangkau.
  1. Pendekatan Berbasis Proyek: Buat proyek-proyek khusus yang memungkinkan karyawan belajar dan berkembang sambil berkontribusi pada tujuan perusahaan. Ini juga dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan.
  1. Penggunaan Teknologi: Manfaatkan teknologi, seperti platform pembelajaran online atau webinar, untuk memberikan pelatihan kepada karyawan. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih hemat biaya daripada pelatihan tatap muka.
  1. Pemberian Tanggung Jawab: Berikan tanggung jawab lebih kepada karyawan yang telah menunjukkan potensi dan minat dalam pengembangan diri. Ini tidak hanya meningkatkan motivasi mereka, tetapi juga membantu dalam perkembangan keterampilan.
  1. Pantau Kemajuan dan Evaluasi: Selalu pantau kemajuan karyawan dan evaluasi dampak dari upaya pengembangan yang telah dilakukan. Ini akan membantu Anda mengukur efektivitas program dan membuat penyesuaian jika diperlukan.

Ingatlah bahwa pengembangan SDM tidak selalu harus menghabiskan banyak uang. Dengan kreativitas, fokus pada kebutuhan inti, dan pemanfaatan sumber daya yang ada, Anda masih bisa mengembangkan tim Anda dalam kondisi keuangan yang terbatas.

Berikut adalah ruang lingkup pekerjaan dan penghasilan seorang HRD Staff/Manager

Berikut adalah ruang lingkup pekerjaan dan penghasilan seorang HRD Staff/Manager

HRD (Human Resource Department) adalah sebuah unit/departemen yang sangat penting terutama pada setiap perusahaan professional karena berhubungan dengan pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia). Jika Anda tertarik dan ingin mengambil peluang karir di bidang ini, Anda bisa mulai dengan mempelajari tugas dan mengetahui gaji HRD.

Apa Pekerjaan Seorang HRD?

Jenjang karier pertama seorang HRD umumnya adalah sebagai staf. Sebelum sampai ke level manajemen, Anda harus merangkak dari bawah. Pertanyaannya, staf HRD kerjanya apa?

  • Melakukan program perencanaan seputar SDM.
  • Rekrutmen dan seleksi pegawai baru.
  • Mengembangkan dan melatih kualitas SDM dengan berbagai program.
  • Merancang program kompensasi (upah, bonus, dll)
  • Melaksanakan tugas administrasi yang berhubungan dengan kepegawaian.
  • Melakukan penilaian kinerja.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang bermanfaat.

 

Namun sebagai staf, bisa jadi tugas Anda nanti akan fokus pada beberapa pekerjaan saja. Misalnya payroll staf yang mengurusi gaji atau rekruitmen staf yang kerjanya berhubungan dengan perekrutan pegawai.

Gaji HRD di Indonesia

Gaji HRD fresh graduate tentu saja berbeda dengan yang sudah senior dan memiliki jabatan. Bagi lulusan baru, biasanya akan mendapatkan posisi staf terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan Indeed, rata-rata gaji HRD perusahaan yang ada di Indonesia adalah Rp4.000.000 per bulan. Ini berlaku umum untuk berbagai jenis staff.

Kota-kota besar umumnya dapat memberi gaji di atas standar. Namun jika perusahaan tempat Anda bekerja nantinya ada di kota yang lebih kecil, bisa jadi di bawah standar.

Berikut ini standar gaji di berbagai daerah:

  • Bekasi : Rp4.600.000
  • Tangerang: Rp4.500.000
  • Jakarta: Rp4.500.000
  • Bandung: Rp4.000.000
  • Bogor: Rp3.800.000
  • Surabaya: Rp3.700.000

Jika Anda bekerja dengan baik dan mendapatkan kepercayaan menjadi HR Manager, gajinya bisa jauh lebih besar. Rata-rata gaji untuk jabatan ini adalah Rp8.000.000.

Di kota dengan UMR tinggi seperti Bekasi, jabatan ini bisa mendapatkan upah hingga Rp15.000.000 per bulan.

Meskipun pekerjaannya berhubungan dengan dengan pemberian upah, bukan berarti seorang HRD bisa bebas menentukan gajinya sendiri. Ia tetap harus mengikuti standar dan kebijakan dari jajaran pimpinan perusahaan.

Oia, apakah di tempat Anda bekerja sudah menggunakan HRIS? Sebuah sistem pengelolaan data karyawan yang terintegrasi berkat teknologi “cloudbase” yang memungkinkan perusahaan mengelola administrasi  kepersonaliaan dari mana saja dan kapan saja.

Sekarang Anda dapat melakukan Absensi, request/approval cuti, lembur, reimburce, dll hanya dari smartphone secara realtime. Tidak hanya itu software HRIS seperti PayrollBozz juga memungkinkan perusahaan untuk menghitung atau memproses gaji secara otomatis untuk semua karyawan, di seluruh cabang.

Penasaran dengan sistem cloudbase HRIS Payrollbozz? Klik link berikut untuk mencoba (GRATIS) dan mempelajari lebih lanjut bit.ly/CobaPayrollBozz

Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan di Tempat Kerja

Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan di Tempat Kerja

Konflik antar karyawan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam lingkungan kerja. Berbagai perbedaan pendapat, kepentingan, dan karakter sering kali menjadi pemicu utama munculnya konflik. Namun, konflik yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu produktivitas, menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman, dan menurunkan moral karyawan. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi konflik antar karyawan di tempat kerja:

  1. Identifikasi Akar Masalah

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi akar masalah yang menyebabkan konflik. Dengan memahami sumber masalah, Anda dapat mencari solusi yang tepat. Misalnya, apakah konflik disebabkan oleh perbedaan tugas, gaya kerja, atau masalah pribadi?

  1. Dengarkan Kedua Pihak

Penting untuk mendengarkan kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik. Berikan mereka kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan pandangan mereka tanpa interupsi. Hal ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda peduli, tetapi juga membantu Anda memahami perspektif masing-masing pihak.

  1. Jaga Netralitas

Sebagai pemimpin atau mediator, sangat penting untuk menjaga netralitas. Hindari berpihak pada salah satu pihak agar tidak memperburuk situasi. Berfokuslah pada mencari solusi yang adil dan bisa diterima oleh kedua belah pihak.

  1. Gunakan Komunikasi yang Efektif

Komunikasi adalah kunci dalam menyelesaikan konflik. Gunakan bahasa yang jelas dan tidak mengandung unsur menyalahkan. Ajak karyawan untuk berkomunikasi dengan cara yang konstruktif dan menghindari serangan pribadi.

  1. Cari Solusi Bersama

Setelah mendengarkan kedua belah pihak dan memahami akar masalah, ajak mereka untuk bersama-sama mencari solusi. Dorong mereka untuk memberikan masukan dan berpartisipasi dalam menemukan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

  1. Tetapkan Batasan dan Aturan yang Jelas

Kadang-kadang, konflik muncul karena ketidakjelasan aturan atau batasan. Pastikan semua karyawan memahami tugas dan tanggung jawab mereka, serta aturan yang berlaku di tempat kerja. Hal ini dapat mencegah terjadinya konflik di masa depan.

  1. Latih Kemampuan Penyelesaian Konflik

Memberikan pelatihan tentang penyelesaian konflik kepada karyawan dapat membantu mereka menangani situasi konflik dengan lebih baik. Latihan ini dapat mencakup keterampilan komunikasi, negosiasi, dan mediasi.

  1. Libatkan Pihak Ketiga Jika Diperlukan

Jika konflik tidak bisa diselesaikan secara internal, pertimbangkan untuk melibatkan pihak ketiga seperti mediator profesional atau konsultan HR. Mereka dapat memberikan perspektif yang objektif dan membantu menemukan solusi yang tepat.

  1. Fokus pada Penyelesaian, Bukan Kesalahan

Alih-alih mencari siapa yang salah, fokuslah pada bagaimana menyelesaikan masalah. Pendekatan ini dapat membantu meredakan ketegangan dan mendorong kedua belah pihak untuk bekerja sama dalam menemukan solusi.

10. Antisipasi Konflik Melalui Fitur KPI pada Aplikasi HRIS

Salah satu cara yang efektif untuk mengantisipasi dan mengelola konflik antar karyawan adalah dengan memanfaatkan fitur Key Performance Indicators (KPI) pada aplikasi Human Resources Information System (HRIS) seperti Payrollbozz. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Pengukuran Kinerja yang Transparan: Dengan menggunakan KPI, kinerja karyawan dapat diukur dan dipantau secara objektif dan transparan. Hal ini dapat mengurangi potensi konflik yang disebabkan oleh ketidakadilan atau ketidakjelasan dalam penilaian kinerja.
  • Identifikasi Masalah Sejak Dini: Fitur KPI pada HRIS memungkinkan manajer untuk mengidentifikasi masalah kinerja sejak dini. Jika ada karyawan yang mengalami penurunan kinerja atau tidak mencapai target, masalah tersebut dapat ditangani sebelum berkembang menjadi konflik.
  • Penetapan Tujuan yang Jelas: KPI membantu dalam menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik bagi setiap karyawan. Ketika semua orang memahami apa yang diharapkan dari mereka, potensi konflik yang disebabkan oleh ketidakjelasan tugas dan tanggung jawab dapat diminimalkan.
  • Feedback Berkala: Melalui HRIS, manajer dapat memberikan feedback berkala berdasarkan data KPI. Feedback ini tidak hanya membantu karyawan untuk memperbaiki kinerja mereka, tetapi juga membuka saluran komunikasi yang dapat mencegah timbulnya konflik.
  • Pengakuan dan Penghargaan: Aplikasi HRIS memungkinkan perusahaan untuk memberikan pengakuan dan penghargaan kepada karyawan yang mencapai atau melebihi target KPI mereka. Penghargaan ini dapat meningkatkan moral dan mengurangi rasa iri yang bisa memicu konflik.
  • Pengembangan Karyawan: Berdasarkan data KPI, perusahaan dapat merancang program pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Ini membantu dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan meminimalkan konflik yang disebabkan oleh kurangnya kesempatan untuk berkembang.
Employee tidak bisa perform maksimal, salahnya HRD ?

Employee tidak bisa perform maksimal, salahnya HRD ?

Sering kita mendengar atau melihat seseorang menyalahkan divisi HR ketika ada karyawan yang tidak memiliki performa yang bagus, tidak bisa bekerja, dan tidak produktif. Tentunya pada aspek ini divisi manajemen SDM memiliki andil dan tanggung jawab, namun apakah ini murni salah HRD?

baca juga : Aspek-aspek yang menjadi tanggung jawab HRD

Kemudian timbul pertanyaan yang mendasar, sebenarnya metode seperti apa yang digunakan oleh HRD dalam merekrut karyawan? sehingga mereka tidak bisa mendapatkan orang yang tepat untuk bekerja.

 

Sistem rekrut yang tidak profesional

Ada banyak faktor-faktor dan variabel yang menyebabkan seorang karyawan yang telah di rekrut tidak dapat perform secara maksimal atau tidak seperti apa yang diharapkan, salah satunya adalah budaya titip-menitip yang masih membudaya di dunia kerja Indonesia.

Budaya titip-menitip entah itu dari kerabat, atasan dan lainnya dapat menyingkirkan SDM yang memiliki kualifikasi yang memumpuni, hanya karena alasan demi bisa menolong atau adanya rekomendasi dari kerabat, atasan dan lainnya.

Memang tidak dipungkiri masih banyak HRD yang bekerja tidak profesional, salah satunya adalah merekrut orang yang tidak memiliki kompetensi bekerja. Contohnya merekrut seorang salesman yang tidak memiliki kecapakan berkomunikasi, tidak bisa berjualan, dan malas untuk canvassing, diterima hanya karena adanya rekomendasi dari kerabat.

 

Kurangnya training dan pengembangan diri karyawan

Penyebab lainnya dari masalah karyawan yang tidak bisa perform maksimal adalah kurangnya pelatihan dan pengembangan keterampilan SDM, yang membuat mereka kurang militan dalam bekerja.

Seorang sales/marketing yang sudah berpengalaman sekalipun masih harus mendapatkan pelatihan yang rutin sama seperti lainnya. Hal ini dilakukan bukan untuk mengetes product knowledge, melainkan untuk meningkatkan kinerja sales dan marketing.

Training dilakukan juga bertujuan untuk membentuk karakter diri yang andal dan terpercaya, serta meningkatkan sikap optimis karyawan dalam bekerja. Kemudian siapa yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pelatihan? iya benar divisi HR.

HRD wajib menyelenggarakan pelatihan dan dilaksanakan oleh SPV atau manajer divisi terkait. Tidak hanya itu SPV/Manajer juga bertugas menyusun menu training dan tujuan dari dilaksanakannya, sedangkan HRD mempersiapkan perangkat logistik yang dibutuhkan atau juga pendanaan.

 

Fasilitas yang tidak memumpuni

Employee tidak bisa produktif jika kebutuhannya tidak difasilitasi, contohnya seorang sales tidak bisa melakukan canvassing ke area yang sudah ditentukan karena tidak memiliki uang bensin. Memang terdengar sepele, namun sangat perlu diperhatikan.

 

Employee self problem 

Jika HRD sudah menerapkan sistem rekrutmen yang benar, dan SPV rutin melakukan pelatihan, serta fasilitas untuk menunjang kerja sudah dipenuhi namun si karyawan tidak bisa menunjukan performa yang baik, maka kemungkinan besar masalah ada di dalam dirinya sendiri.

“You can’t find any single word or sentence to make you focus on work, when less motivation on you”

Perlu treatment khusus untuk membuat jenis karyawan seperti ini untuk bisa bekerja dengan seharusnya, namun sekali lagi employee self problem berada diluar kuasa seorang HRD atau SPV-nya. Yang paling mungkin dilakukan oleh HRD atau SPV-nya adalah terus melakukan pendekatan.

Aspek-aspek yang menjadi tanggung jawab HRD

Aspek-aspek yang menjadi tanggung jawab HRD

Tanggung jawab HRD - HRD atau bagian pengelolaan SDM perusahaan adalah suatu divisi yang mengurusi, dan memanajemen karyawan. Tidak hanya itu HRD juga memiliki andil besar dalam melakukan pelatihan keterampilan kepada setiap karyawan.

Divisi HR bertanggung jawab untuk memenuhi segala kebutuhan SDM di organisasi atau perusahaan, mulai dari fasilitas sampai birokrasi adminstrasi. Seorang HRD harus memiliki keterampilan dalam berkomunikasi, memahami psikologi seseorang, mengorganisir, mengarahkan, dan memimpin orang lain.

Tanggung jawab HRD disetiap perusahaan memang berbeda-beda, tergantung regulasi perusahaan namun pada dasarnya setiap orang yang bekerja di divisi ini yang sama, yakni merekrut, mengelola, dan mengembangkan karir. kemudian apa saja tugas-tugas dan tanggung jawab HRD yang lainnya, simak dibawah ini.

 

Tugas dan tanggung jawab HRD

 

1. HR Planning

HR planning atau perencanaan SDM adalah sebuah rencana dalam merekrut jumlah SDM yang dibutuhkan oleh perusahaan, agar bisa mencapai tujuan strategisnya. Tidak hanya memikirkan jumlah SDM, HR planning juga harus memikirkan kualifikasi dan kualitas karyawan seperti apa yang dibutuhkan untuk menduduki suatu posisi.

 

2. Anggran HR/ HR Budgeting

HR Budgeting atau penggaran SDM adalah perencanaan keuangan yang harus dikeluarkan, perencanaan pendanaan ini erat kaitannya dengan rencana kerja dan tujuan perusahaan dalam 1 tahun kedepan. HR budgeting ini untuk mendukung program kerja atau langkah strategis semua divisi yang bekerja untuk suatu perusahaan/organisasi.

 

3. Assessment (Penilaian)

Assessment atau penilaian merupakan metode untuk mengetahui kemampuan SDM terhadap suatu bidang atau kompetensi berdasarkan tes, ujian atau pembuktian diri, untuk mengetahui apakah orang tersebut memiliki kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

 

4. Merekrut dan menyeleksi

Rekrutmen menjadi tanggung jawab HRD yang utama, dalam hal ini seorang HRD melakukan proses penyeleksian dan skrining calon pekerja yang dianggap memenuhi persyaratan standar yang sudah ditetapkan.

 

5. Penerimaan dan PHK

Setelah melewati serangkaian tes terhadap calon pekerja, langkah HRD selanjutnya adalah melakukan perekrutan. dalam hal ini HRD wajib memenuhi segala kebutuhan karyawan tersebut, tidak hanya perekrutan (penerimaan) tugas HRD lainnya adalah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), apabila kontrak telah habis atau juga pengunduran diri karyawan.

 

6. Pengembangan karir (career development)

Pengembangan karir bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dengan cara menggali dan melatih potensi dari seorang karyawan. Tidak hanya itu career development juga juga bertujuan performa karyawan, meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan.

 

7. Pengembangan organisasi 

Organization development merupakan kegiatan bisnis yang dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan serta mengimprovisasi kemampuan yang berguna dalam mencapai tujuan perusahaan yang lebih tinggi kedepannya.

 

8. Performance management

Tanggung jawab HRD selanjutnya adalah memastikan seluruh SDM yang bekerja di semua divisi bekerja dan menghasilkan sesuatu yang produktif untuk perusahaan, inilah yang dinamakan performance management. performance management memegang sebuah peranan yang penting dan menjadi kunci dari keberhasilan mencapai keunggulan kompetitif.

 

9. Industrial relation

Industrial relation atau hubungan industri adalah sebuah tren dari manajemen SDM di perusahaan, yang mempelajari hubungan antar karyawan atau kolega.

 

10. Pensiun

Tugas HRD selanjutnya adalah melakukan pengurusan karyawan yang akan pensiun, memastikan segala kewajibannya sudah diselesaikan, memastikan urusan adminstrasi dengan perusahaan telah selesai, serta memastikan si karyawan yang pensiun mendapatkan hak-hak pensiunnya.

 

11. Training dan development

Tanggung jawab HRD yang mendasar yang terakhir adalah pelatihan dan pengembangan diri SDM. HRD bertanggung jawab penuh dalam bidang pelatihan dan pengembangan SDM yang ada di perusahaan tempat dirinya bekerja. tugas ini bisa sangat beragam tergantung dari industri perusahaan.

Apa itu Innovation room kemnaker ? dan fasilitas apa saja yang disediakan ? Cari tahu disini!

Apa itu Innovation room kemnaker ? dan fasilitas apa saja yang disediakan ? Cari tahu disini!

Pada kamis tanggal 28 juni 2018 kemarin Innovation room atau ruang inovasi milik kemnaker diresmikan oleh M.Hanif Dhakiri selaku menteri ketenaga kerjaan republik Indonesia, di Gedung Parkir Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Innovation room adalah sebuah upaya pemerintah pusat untuk mengembangkan bisnis dan konsep kreatif dari anak muda. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini anak-anak muda juga semakin termotivasi untuk merealisasikan konsep start-up nya.

Tidak hanya memfasilitasi kemnaker juga berupaya untuk melakukan pembinaan dan memberikan bantuan kepada anak-anak muda yang memiliki ide untuk membangun perusahaan rintisan atau start-up.

Menaker Hanif dhakiri juga mengatakan tujuan dari dibangunnya fasiltias ini selain untuk membantu anak muda dalam mewujudkan konsep mereka membuat start-up, juga sebagai upaya dalam menekan angka pengangguran, serta membuka lowongan pekerjaan yang lebih banyak lagi.

Program Innovation Room kata Menaker harus memberikan pembaruan mengenai penguasaan teknologi dan  wawasan di dunia industri kepada para anak muda mengerti know-how dan know-why terkait teknologi produksi dan proses hingga mampu membuat prototype, melakukan pengujian dan demonstrasi, menduplikasi, dan mengadaptasi teknologi yang dibutuhkan.

Dalam sambutannya saat peresmian kamis kemarin, menaker juga mengajak para investor, modal ventura, dan mitra perbankan untuk tidak ragu dalam melakukan pendanaan dan berkolaborasi dengan pelaku yang ada di Innovation Room. Kemudian ada apa saja di Innovation room?

 

Ada apa saja di Innovation room kemnaker ?

Di Innovation room ini tersedia pelatihan RnD talent serta pelatihan-pelatihan keterampilan kerja yang dibutuhkan “zaman now”, juga bisa melakukan sertifikasi dan masih banyak lainnya seperti :

  1. Incubator start-up berbasis sharing economy dan Impact social
  2. pelatihan & sertifikasi jenis pekerjaan baru dan jabatan baru
  3. Hackathon

Pelatihan dan sertifikasi keterampilan

  1. UI/UX Designer
  2. Social media specialist
  3. Content writer
  4. Digital marketing
  5. Data scientist
  6. Mobile developer
  7. Brand strategis

Para CEO dari start-up yang ada di Indonesia sendiri sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan dukungan kepada mereka dalam bentuk sebuah wadah, yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan produk-produknya, serta bagi pekerja kreatif juga sangat terbantu berkat adanya pelatihan dan sertifikasi.

Kemnaker resmikan fasilitas ruang inovasi, bentuk dukungan untuk generasi millenial

Kemnaker resmikan fasilitas ruang inovasi, bentuk dukungan untuk generasi millenial

Kementrian ketenagakerjaan republik Indonesia baru saja meresmikan Innovation room kemnaker, peresmian sendiri dilakukan oleh mentri ketenaga kerjaan M.Hanif dhakiri. Ruangan Inovasi tersebut bertempat di antai M, Gedung Parkir Kementerian Ketenagakerjaan.

Innovation room adalah sebauh bentuk dukungan pemerintah kepada generasi millenial untuk mengembangkan ide-ide, terobosan, serta inovasi mereka. Penguasaan bidang teknologi yang saat ini memang dipegang oleh generasi millenial, tentu harus dimanfaatkan serta dipandu oleh pihak dari pemerintah.

Anak-anak muda yang selama ini dikenal sebagai master plan of start-up business, atau juga sebagai penggagas proyek-proyek kreatif bisa melakukan pengembangan riset-risetnya di Innovation room milik Kementrian ketenagakerjaan republik Indonesia.

Tidak hanya sekedar memfasilitasi tempat saja, tim Innovation room dari kemnaker juga siap memberikan arahan kepada anak muda yang ingin membuka start-up. Menurut mentri ketenagakerjaan M.Hanif dhakiri apabila rencana bisnis anak muda dapat di konversikan menjadi kenyataan, maka bisa menekan turun angka pengangguran di Indonesia.

 

Baca juga : Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

 

“Saya mengundang para anak muda kreatif dan generasi millennials yang punya mimpi besar untuk datang berbondong-bondong memanfaatkan fasilitas ini,” ujar Menaker Hanif.

Memahami akan dinamika bisnis global saat ini menaker mengundang anak muda zaman now yang kreatif, inovatif serta fleksibel untuk masuk dan merealisasikan rencana bisnis mereka dengan dukungan dari pemerintah.

Program Innovation Room milik kemenaker ini bertujuan untuk memberikan pembaruan tentang penguasaan teknologi serta memberikan wawasan kepada anak muda di bidang industri.

Anak muda atau yang kita kenal sebagai golongan millenial ini mengerti know-how dan know-why terkait teknologi produksi dan proses hingga mampu membuat prototype, melakukan pengujian dan demonstrasi, menduplikasi, dan mengadaptasi teknologi yang dibutuhkan.

Menaker Hanif dhakiri juga mnambahkan bahwa upaya-upaya dari pemerintah guna mendukung anak muda untuk masuk ke dalam indsutri, berdasarkan besarnya potensi Indonesia sebagai negara yang memiliki start-up tertinggi. (sebanyak 1.830 startup berdasarkan data startup ranking per tanggal 22 Juni 2018). “Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati urutan ke-6 di dunia,” ujarnya.

Jadi tunggu apalagi, bagi anda yang memiliki konsep start-up namun masih butuh riset dan pengembangan lanjutan, dapat meggunakan fasilitas kemenaker ini.

 

source : kemnaker.go.id

Tren HR 2018

Tren HR 2018

Tak terasa kita sudah Memasuki pertengahan tahun 2018, rasa-rasanya baru kemarin kita membuat wishlist dan resolusi baru di tahun ini. Dan selalu setiap tahun memiliki trennya masing-masing, termasuk tren HR 2018 ini.

Walaupun tidak ada yang benar-benar mencolok dengan tren HR dari tahun sebelumnya, namun transformasi HR adalah sesuatu yang wajib kita ikuti terutama bagi para pemilik perusahaan maupun manajer HRD.

Masih banyak waktu dan ruang bagi kita untuk memperbaiki atau meningkatkan efiseinsi SDM, Tahun 2018 ini akan menjadi campuran kemajuan teknologi dan perubahan dalam pola pikir tentang bagaimana memimpin dan mengawasi tenaga kerja dan operasi perusahaan.

Dengan itu, mari kita lihat 10 tren HR 2018 sebagai bahan referensi dan evaluasi untuk pengelolaan SDM.

 

7 TREN HR 2018

 

1. Memahami karyawan

Banyak para pemimpin perusahaan mulai menyadari bahwa karyawan bukanlah sekedar mesin yang menggerakan bisnis, melainkan sebuah kekuatan utama.

Tak bisa dipungkiri seiring berjalannya waktu dan pekembangan teknologi membuat pengalaman karyawan semakin matang, ini yang membuat mereka pantas untuk dijadikan sebagai asset.

Oleh karena itu mendengar dan memahami keinginan, kebutuhan, dan kemampuan mereka membantu membangun tenaga kerja yang berkinerja tinggi dan tangguh.

 

2. Work remotely

Tren kerja jarak jauh mungkin bukanlah sesuatu yang baru, tetapi belum banyak perusahaan yang memaksimalkan teknologi informasi untuk metode atau cara kerja baru karyawan mereka.

Tidak mudah memang mengawasi karyawan yang bekerja di tempat lain, Namun perusahan bisa menyiasatinya dengan memberlakukan fleksibel worktime bagi para pekerja profesional.

Tren seperti ini sangat populer di kalangan profesional muda dari Amerika Serikat dan Eropa. Meskipun produktivitas pekerja jarak jauh telah menjadi topik hangat, penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan rekan kantor mereka, pekerja jarak jauh lebih produktif.

 

3. Posisi yang tidak aman di pasar bisnis

faktanya saat ini tidak ada satu perusahaan manapun yang bisnisnya tidak terancam. Hal tersebut disebabkan oleh munculnya produk dan layanan baru serta evolusi teknologi yang cepat.

pendekatan yang tidak konvensional diperlukan untuk mempertahankan status perusahaan Anda. Start-up kecil dapat mengubah seluruh industri secara terbalik. 2018 akan mengharuskan CEO dan tim mereka untuk waspada dan selalu mengikuti perkembangan terbaru.

 

4. Menggunakan analisis dan algoritma saat perekrutan

Tren HR 2018 memang mengacu pada pemanfaatan teknologi, tidak terkecuali saat melakukan perekruran karyawan. Beberapa HRD senior mungkin tidak terlalu senang dengan ide mengandalkan algoritma, namun, terbukti jauh lebih dapat diandalkan daripada naluri manusia yang bias.

Dengan menggunakan algoritma pada resume digital untuk mengidentifikasi kandidat dengan ciri-ciri yang disukai jauh lebih baik. Dan juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa perusahaan tidak mengabaikan atau melewatkan pelamar yang berpotensi.

 

5. Memberikan sorotan pada pelamar pasif

Sayangnya saat ini banyak perusahaan yang masih atau lebih memilih karyawan yang berstatus kerja, dibandingkan dengan karyawan yang tidak. padahal mereka yang aktif juga belum tentu memiliki skill yang memupuni atau memenuhi kriteria yang perusahaan butuhkan.

Mencari kandidat yang pasif akan memperbesar peluang perusahan mendapatkan karyawan seperti yang mereka butuhkan.

Media sosial, pencarian hashtag, sub-forum, dan sarana komunikasi online lainnya adalah cara yang mudah dan simpel dalam mengidentifikasi bakat pelamar yang pasif.

 

6. Teknologi menyingkirkan tenaga kerja

Perkembangan teknologi memangkas tenaga kerja manusia. salah satu contohnya adalah keberadaan software HR yang mampu menggeser perang admin-admin HRD.

Penggunaan software HR terbukti bisa mengelola data SDM lebih baik, cepat dan akurat dibandingkan mengandalkan admin HRD. Namun jangan khawatir karena mereka yang memiliki kemampuan profesional bisa menjadi konsultas, yang mana saat ini cukup dibutuhkan.

 

7. Digitalisasi SDM

Tren HR 2018 yang terakhir adalah bisa dikatakan yang paling penting saat ini, yakni digitalisasi tempat kerja itu sendiri. Saat ini hampir setiap perusahaan sedang mengalami transformasi digital.

Setiap aspek bisnis sekarang dapat diubah dengan Cloud, komputasi mobile, dan peningkatan otomatisasi. Penggunaan software-software pembantu yang semakin marak di perusahaan ini bukan tanpa alasan.

pasalnya mereka percaya dengan menggunakan software atau aplikasi dapat memangkas waktu adminstrasi dan juga lebih efisien, serta dapat di akses secara online sehingga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Benarkah karyawan yang diberi waktu bermain bisa lebih produktif ?

Benarkah karyawan yang diberi waktu bermain bisa lebih produktif ?

Pertanyaan pada judul di atas memang sesuatu hal yang menarik untuk kita bahas, apalagi jika anda adalah seorang pimpinan perusahaan, manajer ataupun divisi HR yang sedang berupaya meningkatkan produktivitas karyawan.

Karyawan akan lebih produktif apabila diberikan waktu senggang untuk sekedar bermain karena memang aktivitas ini mampu menghilangkan jenuh.

2 faktor yang dapat membenarkan pernyataan diatas adalah karena kebanyakan pekerja sekarang berasal dari generasi millenial, dan juga Bekerja apabila dibuatkan grafik bisa seperti pelana kuda. Kadang bersemangat, kadang pula melorot.

Umumnya karyawan yang sedang merasa jenuh akan mengisi waktunya dengan melakukan aktivitas yang dapat menghibur dirinya, seperti bermain game, mendengarkan lagu, mengobrol, minum kopi, atau sekedar tidur sejenak untuk menghilangkan lelah.

Namun masih banyak perusahaan menganggap aktivitas di luar tugas-tugas dan pekerjaannya adalah hal yang tidak wajar, dan karyawan tersebut di anggap tidak serius dalam bekerja dan yang lebih parahnya lagi mereka dapat diberikan surat peringatan.

 

Namun pertanyaannya apakah benar seorang karyawan dapat lebih produktif jika diberikan waktu untuk bermain? Nyatanya benar!

 

The Huffington Post melaporkan, karyawan yang diberi kesempatan bermain di kantor juga menunjukkan peningkatan produktivitas. Laporan itu merilis hasil penelitian pendiri The National Institute for Play, Stuart Brown. Riset itu mengungkapkan, bagaimana kebiasaan bermain dapat membentuk pikiran, menciptakan kompetensi, dan menstabilkan emosi.

Dengan memberikan kesempatan karyawan untuk bermain justru akan menambah loyalitas mereka kepada perusahaan, membuat mereka dapat berpikir jernih, emosi terkendali, dan merasa nyaman di kantor yang berakibat pada peningkatan produktivitas mereka.

Dengan bermain atau mengerjakan aktivitas di luar tugas-tugasnya akan membentuk rasa percaya diri yang lebih kuat dalam pribadi karyawan tersebut.

Kepercayaan diri merupakan dasar dari hidup sehat karena didalamnya terdapat elemen-elemen positif seperti perhatian, sosialisasi yang sehat, kreativitas, dan lainnya. “Tak ada yang lebih mencerahkan pikiran selain bermain,”

Bermain juga dapat merangsang otak untuk tetap kreatif dikala stress melanda, dan bahkan dengan bermain pula karyawan bisa melihat masalah dari perspektif yang lain, serta menemukan solusi yang baru.

Dapat disimpulkan bahwa manfaat bermain secara umum dapat memperkuat tali silahturahmi dengan orang lain, menjauhkan diri dari perasaan kesepian, cemas, depresi dan terisolasi.

 

Jadi Perlukah Karyawan Di Berikan Waktu Bermain Saat Jam Kerja ? 

Sudah terbukti menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh pendiri The National Institute for Play, Stuart Brown. bahwa bermain mampu meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini mungkin perlu dipikirkan oleh perusahaan untuk membuat kebijakan waktu bermain disela-sela kesibukan mereka, Selain mengurangi stress nyatanya bermain di sela-sela bekerja juga memberikan manfaat lainnya sebagai berikut.

 

1. Meningkatkan fokus

Menurut C.Shawn bermain game terutama game action perang dan strategi akan mengalami peningkatan dalam penglihatan mereka, dan secara tidak sadar dengan bermain seorang pemain sudah melakukan aktivitas yang meningkatkan dan mempertajam fokus mereka.

 

2. Meningkatkan kemampuan berbahasa

Manfaat dari main game yang lainnya adalah dengan bermain video game seseorang juga secara tidak sadar telah mencoba belajar memahami bahasa asing dari game tersebut. Hal ini bagus buat orang tersebut baik itu untuk karyawan atau anak kecil, karena bisa memahami bahasa asing dan menambah kosakata.

 

3. Berpikir taktis dan strategis

Selain merangsang otak untuk bisa berimajinasi ternyata game juga mampu membuat pemainnya berpikir taktis dan terlatih untuk membuat strategi. efek dari bermain game ini juga akan terbawa ketika karyawan bekerja, karena sudah terlatih mencari solusi dalam tekanan untuk meraih kemenangan

Membangun perusahaan/tempat kerja dengan memanfaatkan teknologi digital

Membangun perusahaan/tempat kerja dengan memanfaatkan teknologi digital

Kemajuan teknologi di dunia ini bukanlah sesuatu yang bisa kita redam, karena kemunculan dan pembaharuannya akan terus ada dan berdatangan. Sebagai pengguna teknologi saat ini sebaiknya kita juga harus bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif yang dapat menambah produktivitas.

Hal ini tidak terkecuali pada aktivitas atau sistem kerja di sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi digital. Saat ini banyak perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi sebagai basis manajemen perusahaan mereka, baik itu manajemen SDM, adminstrasi, dan sebagainya.

Seperti yang kita amati bersama juga bahwa teknologi digital memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas-tugasnya dengan lebih cepat nan akurat. Dan karena hal itu juga jargon “kerja cerdas bukan kerja keras” semakin meluas seiring perkembangan teknologi yang kini tidak hanya dapat membantu manusia dalam mengerjakan tugasnya tetapi sudah benar-benar bisa menggantikan manusia.

Tetapi yang perlu kita sadari juga terpaan kemajuan teknologi digital dalam semua lini kehidupan manusia juga merupakan tantangan, dan Bagi mereka yang bisa menjawab tantangan ini maka mereka akan bisa meraih kesuksesan.

Tips dalam menghadapi era persaingan baru ala teknologi digital agar dapat bersaing, kita harus bersikap reaktif dan proaktif dalam mengikuti semua perubahan. Untuk dapat membangun tempat kerja/linkungan kerja berbasis teknologi kita perlu mengidentifikasi elemen kunci dari tempat kerja digital yang sukses, dan mengambilnya dari sana.

 

Menghiring karyawan yang tepat

Mempekerjakan seseorang di lingkungan kerja digital, membutuhkan karyawan dengan keterampilan dan mampu beradaptasi dengan cepat. Dan sayangnya tidak semua orang dapat atau memiliki keterampilan untuk menggunakan alat teknologi digital.

Dan kemudian banyak orang yang tidak bisa atau kurang baik bekerja dalam sebuah tim, yang membuatnya kesulitan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan orang lain. dan salah satu kunci sukses membangun perusahaan berbasis teknologi adalah membangun SDM yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Namun pekerja yang tidak pandai bersosialisasi yang biasa kita sebut introvert juga tidak menutup kemungkinan dapat memberikan peran yang besar dalam perusahaan. Dalam beberapa kasus pekerja introvert biasanya sangat dekat dengan teknologi digital, dari sana mereka bisa mengerjakan banyak hal. Dan bisa dikatakan juga bahwa tampat kerja digital sangat cocok bagi introvert yang mana pertemuan tatap muka sangat minim.

 

Lingkungan kerja dan relationship

 

Kolaborasi

Tempat kerja digital harus memiliki kerangka kerja kolaborasi. Kebanyakan orang saat ini bekerja bersama tanpa pertemuan tatap muka, jadi mereka perlu memiliki cara yang teratur untuk menghubungi anggota tim, berbagi data, bertukar pikiran, menemukan solusi, dan menyampaikan keputusan. Kerangka kerja kolaborasi juga merupakan cara yang baik untuk melacak kemajuan pekerjaan dan mempertahankan akuntabilitas.

fasilitasi karyawan anda dengan perangkat kolaborasi dan tekankan penggunaan secara konsisten untuk semua anggota tim dan manajemen.

 

Feedback

Banyak perusahaan sukses yang menepatkan feedback sebagai instrumen pengembangan mereka. Prinsip yang sama berlaku untuk sistem feedback bagi karyawan agar mereka tetap kompetitif dalam mempertahankan kinerja. Musyawarah dan memberikan feedback dengan karyawan secara berkala juga dapat meningkatkan manajemen SDM, dengan saling memberikan informasi perkembangan pekerjaan mereka.

 

Kebijakan

Sebagai karyawan atau pekerja perusahaan lebih baik bekerja dalan lingkungan yang terstruktur, sekalipun itu di lingkungan kerja digital.  Sementara itu walaupun fleksibilitas dan keterbukaan diberikan, kebijakan tetap sebagai pengarah di mana karyawan dan perusahaan bergantung untuk kesuksesan bisnis perusahaan. Serta pastikan juga anda membuat kebijakan dengan pertimbangan yang sangat matang untuk mencapai tujuan yang jelas.

 

Cloudbase Storage

Untuk membangun tempat kerja yang proper anda harus memudahkan karyawan mengakses berbagai data, file, atau dokumen untuk kebutuhan proyek. Hal ini menjadi penting mengingat peker di era digital membutuhkan kecepatan untuk mengambil data, anda bisa menggunakan jasa server seperti google drive dan Dropbox atau menyediakan server khusus yang dapat di akses oleh semua karyawan. Cloudbase storage sangat penting guna menjaga perusahaan berjalan secara efisien.

 

Terintegrasi

Salah satu hal yang paling membuat frustrasi bagi pengguna alat digital adalah ketika mereka tidak kompatibel satu sama lain dan tidak terintegrasi. Perangkat digital di perusahaan yang anda miliki harus saling bisa berkomunikasi satu sama lain, terutama CRM, sistem HR, dan data informasi. Ini akan membantu Anda menghindari kesalahan dan kegagalan ketika mentransfer data dari satu sistem ke yang lain, dan meminimalkan biaya Anda untuk menjalankan aplikasi.

 

Sosial Media

Ada waktu ketika perusahaan tidak menganjurkan para karyawannya bermain sosial media, namun terkadang sosial media dari karyawan anda dapat menjadi lahan promosi gratis untuk perusahaan. Dengan memanfaatkan sosial media di jalan yang benar maka seorang karyawan dapat lebih kredibel mempromosikan perusahaan atau produk bisnisnya di sosial media, Mengapa dikatakan lebih kredibel? hal ini di karenakan akun yang mereka gunakan adalah akun pribadi, sehingga terlihat seorang karyawan memiliki kebanggan terhadap perusahannya secara personal.

 

Fleksibiltas di era digital

Jadwal kerja dan tempat kerja yang fleksibel menjadi faktor utama untuk meningkatkan produktivitas pekerja yang berbasis teknologi digital. Kemajuan teknologi telah membuat pekerjaan dapat di seleasaikan di satu tempat menggunakan gadget dna jaringan internet.

 

Kesimpulan 

Membangun perusahaan atau tempat kerja berbasis teknologi digital bukan serta-merta hanya mengenai hardware dan software yang bagus, tetapi juga harus tetap fokus pada aplikator yang dalam hal ini adalam SDM. Orang-orang yang bekerja dengan peralatan canggih harus memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang teknologi yang baik.

Kemudian adalah manajemen kerja yang baik, di era digital ini karyawan tidak harus bertatap muka hanya untuk bekerja sama, mereka bisa menggunakan platform seperti trello untuk berkomunikasi satu sama lain, dan SPV pun dapat memantau peningkatan kinerja mereka dari paltform tersebut. Kemudian gunakan elemen-elemen di atas sebagai panduan dalam membangun perusahaan berbasis teknologi digital yang sukses.

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia