Dalam sistem penggajian karyawan, salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh HR maupun pemilik bisnis adalah komponen tunjangan. Tunjangan merupakan bagian dari total kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan di luar gaji pokok. Namun, tidak semua tunjangan memiliki sifat yang sama — ada yang tetap dan ada yang tidak tetap.
Memahami perbedaan keduanya penting agar perusahaan dapat menghitung gaji, pajak, dan iuran BPJS dengan benar, serta mematuhi aturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.
- Apa Itu Tunjangan Tetap?
Tunjangan tetap adalah tunjangan yang diberikan secara rutin dan dengan jumlah yang sama setiap periode pembayaran gaji, tanpa dipengaruhi oleh kehadiran, kinerja, atau kondisi tertentu.
Tunjangan ini biasanya melekat pada posisi atau jabatan karyawan, dan menjadi bagian dari penghasilan tetap yang diperhitungkan dalam perhitungan upah minimum serta BPJS Ketenagakerjaan.
Contoh tunjangan tetap:
- Tunjangan transportasi tetap, jika diberikan dalam jumlah yang sama setiap bulan, tanpa melihat apakah karyawan hadir atau tidak.
- Tunjangan makan tetap, jika nilainya tidak berubah setiap bulan.
- Tunjangan jabatan, diberikan karena posisi atau tanggung jawab tertentu.
- Tunjangan istri atau anak, yang diberikan secara rutin tanpa syarat tambahan.
- Tunjangan komunikasi tetap, jika jumlahnya tidak berubah.
Dengan kata lain, selama tunjangan tersebut dibayarkan secara rutin dan tidak bergantung pada kondisi kerja, maka ia dikategorikan sebagai tunjangan tetap.
- Apa Itu Tunjangan Tidak Tetap?
Berbeda dengan tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap diberikan tidak secara rutin atau jumlahnya berubah-ubah tergantung pada kondisi tertentu.
Tunjangan ini biasanya tidak diperhitungkan dalam upah minimum karena sifatnya yang fluktuatif dan tidak pasti.
Contoh tunjangan tidak tetap:
- Uang makan atau transportasi berdasarkan kehadiran, hanya dibayarkan jika karyawan masuk kerja.
- Tunjangan lembur, diberikan sesuai jam lembur yang dijalani.
- Tunjangan kehadiran atau insentif kehadiran, tergantung tingkat disiplin kerja.
- Bonus kinerja, berdasarkan hasil evaluasi atau target tertentu.
- Uang shift malam, hanya diberikan pada karyawan dengan jadwal tertentu.
Tunjangan tidak tetap ini biasanya digunakan sebagai bentuk motivasi tambahan atau insentif produktivitas bagi karyawan.
- Kenapa Penting Membedakan Keduanya?
Membedakan tunjangan tetap dan tidak tetap sangat penting karena berpengaruh pada:
- Perhitungan upah minimum (UMR/UMP) – yang hanya mencakup komponen gaji pokok dan tunjangan tetap.
- Perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan – dihitung dari penghasilan tetap (gaji pokok + tunjangan tetap).
- Perhitungan pajak penghasilan (PPh 21) – semua jenis tunjangan, tetap maupun tidak tetap, termasuk objek pajak.
- Audit dan kepatuhan hukum – jika klasifikasi tidak tepat, perusahaan bisa dianggap melanggar ketentuan pengupahan.
- Kelola Komponen Tunjangan Lebih Mudah dengan HRIS PayrollBozz
Mengelola berbagai komponen gaji — termasuk gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, hingga potongan — bisa menjadi pekerjaan yang kompleks jika dilakukan manual.
Dengan PayrollBozz, semua proses penggajian bisa otomatis dan akurat:
- Atur komponen gaji sesuai kebijakan perusahaan.
- Pisahkan tunjangan tetap dan tidak tetap untuk kepatuhan pajak dan BPJS.
- Hitung gaji, lembur, dan potongan otomatis.
- Hasilkan slip gaji digital instan untuk seluruh karyawan.
👉 Coba PayrollBozz sekarang dan rasakan kemudahan dalam mengelola payroll secara profesional dan efisien.





