Dalam proses rekrutmen, banyak perusahaan masih mengandalkan wawancara konvensional yang terlalu subjektif dan bergantung pada “kesan pertama”. Akibatnya, kandidat yang terlihat meyakinkan saat interview belum tentu memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan.
Salah satu metode yang terbukti lebih objektif dan akurat adalah Competency-Based Interview (CBI) atau Interview Berbasis Kompetensi. Metode ini berfokus pada perilaku dan pengalaman nyata kandidat di masa lalu sebagai indikator kinerja di masa depan.
Apa Itu Interview Berbasis Kompetensi (CBI)?
Competency-Based Interview (CBI) adalah teknik wawancara yang menilai kandidat berdasarkan:
- kompetensi inti (core competencies),
- perilaku kerja (behavior),
- dan pengalaman nyata yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Prinsip utamanya adalah:
Perilaku masa lalu adalah prediktor terbaik untuk perilaku di masa depan.
CBI biasanya menggunakan pendekatan STAR:
- S (Situation) – Situasi yang dihadapi
- T (Task) – Tugas atau tanggung jawab kandidat
- A (Action) – Tindakan yang diambil
- R (Result) – Hasil yang dicapai
Mengapa CBI Lebih Efektif Dibanding Interview Konvensional?
Beberapa keunggulan interview berbasis kompetensi:
- ✅ Lebih objektif dan terstruktur
- ✅ Mengurangi bias interviewer
- ✅ Fokus pada bukti nyata, bukan opini
- ✅ Memudahkan perbandingan antar kandidat
- ✅ Lebih akurat memprediksi performa kerja
Langkah Melakukan Interview Berbasis Kompetensi
- Tentukan Kompetensi yang Dibutuhkan
Sebelum interview, HR dan user harus menyepakati kompetensi utama posisi tersebut, misalnya:
- Komunikasi
- Problem solving
- Kerja sama tim
- Kepemimpinan
- Manajemen waktu
- Adaptabilitas
- Susun Pertanyaan Berbasis Perilaku
Gunakan pertanyaan yang menggali pengalaman masa lalu, bukan pertanyaan hipotetis.
- Gunakan Panduan Penilaian yang Sama
Setiap kandidat dinilai dengan indikator dan skala yang seragam.
Contoh Pertanyaan Interview Berbasis Kompetensi
- Kompetensi: Problem Solving
Pertanyaan:
“Ceritakan pengalaman Anda saat menghadapi masalah besar di pekerjaan dan bagaimana cara Anda menyelesaikannya.”
Indikator Jawaban Baik:
- Menjelaskan masalah secara spesifik
- Menyebutkan analisis penyebab masalah
- Menjelaskan langkah konkret yang diambil
- Menyampaikan hasil yang terukur
- Kompetensi: Kerja Sama Tim
Pertanyaan:
“Ceritakan pengalaman Anda bekerja dengan rekan kerja yang sulit. Apa yang Anda lakukan?”
Indikator Jawaban Baik:
- Menunjukkan sikap profesional
- Mampu mengelola konflik secara konstruktif
- Fokus pada solusi, bukan menyalahkan
- Menjaga tujuan tim
- Kompetensi: Komunikasi
Pertanyaan:
“Pernahkah Anda harus menyampaikan informasi sulit kepada atasan atau klien? Bagaimana caranya?”
Indikator Jawaban Baik:
- Menyampaikan pesan secara jelas dan terstruktur
- Menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens
- Menunjukkan empati dan kejelasan pesan
- Kompetensi: Manajemen Waktu
Pertanyaan:
“Ceritakan saat Anda harus menangani beberapa deadline sekaligus.”
Indikator Jawaban Baik:
- Memiliki prioritas yang jelas
- Menggunakan tools atau metode tertentu
- Mampu memenuhi deadline
- Tidak mudah panik di bawah tekanan
- Kompetensi: Kepemimpinan (untuk posisi leader)
Pertanyaan:
“Ceritakan pengalaman Anda memimpin tim dalam situasi sulit.”
Indikator Jawaban Baik:
- Mengambil tanggung jawab
- Mampu memotivasi tim
- Mengambil keputusan berbasis data
- Menunjukkan hasil atau pembelajaran
Cara Menilai Kandidat Secara Lebih Objektif
- Gunakan Skala Penilaian Kompetensi
Contoh skala 1–5:
| Skor | Kriteria |
| 1 | Tidak menunjukkan kompetensi |
| 2 | Minim pengalaman, jawaban kurang relevan |
| 3 | Cukup kompeten, pengalaman standar |
| 4 | Kompeten, contoh jelas dan relevan |
| 5 | Sangat kompeten, hasil signifikan & berdampak |
- Fokus pada Fakta, Bukan Kesan
Hindari penilaian seperti:
- “Kelihatannya percaya diri”
- “Sepertinya cocok”
Ganti dengan:
- Apa yang dilakukan?
- Bagaimana prosesnya?
- Apa hasilnya?
- Catat Jawaban Kandidat
Gunakan form interview agar:
- Semua interviewer menilai dengan standar yang sama
- Mudah membandingkan kandidat
- Mengurangi bias personal
- Libatkan Lebih dari Satu Interviewer
Panel interview membantu menyeimbangkan sudut pandang dan meningkatkan objektivitas.
Kesalahan Umum dalam Interview Berbasis Kompetensi
- ❌ Pertanyaan terlalu umum
- ❌ Interviewer terlalu banyak bicara
- ❌ Tidak menggali detail (follow-up question)
- ❌ Menilai berdasarkan intuisi
- ❌ Tidak memiliki standar penilaian
Penutup
Interview berbasis kompetensi membantu perusahaan mendapatkan kandidat yang benar-benar sesuai kebutuhan, bukan sekadar pintar berbicara. Dengan pertanyaan yang tepat, indikator yang jelas, dan sistem penilaian objektif, kualitas rekrutmen dapat meningkat secara signifikan.
Metode ini sangat cocok diterapkan untuk perusahaan yang ingin membangun tim yang solid, produktif, dan berkelanjutan.





