fbpx
Pengertian Sumber Daya Manusia dan Manajemen SDM dalam Sebuah Perusahaan

Pengertian Sumber Daya Manusia dan Manajemen SDM dalam Sebuah Perusahaan

Dalam sebuah perusahaan, manusia adalah faktor terpenting yang tak bisa disepelekan keberadaannya. Berhasil atau tidaknya perusahaan meraih tujuannya dan berkembang menjadi perusahaan yang besar sangat bergantung pada kualitas dan kepuasan Sumber Daya Manusianya.

Di dalam struktur manajemen perusahaan pun, departemen HRD memiliki fungsi yang sangat penting, karena mengurus semua SDM di dalam perusahaan. Nah, untuk memudahkan pengertian tentang unsur Sumber Daya Manusia di dunia kerja serta pentingnya Manajemen SDM, mari kita bahas penjelasannya berikut ini.

Apa itu Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM atau Sumber Daya Manusia adalah orang-orang yang dipekerjakan dalam suatu industri atau bisnis. Mereka memberikan tenaga, skill, dan waktunya untuk didedikasikan pada perusahaan. Sebagai gantinya, perusahaan memberikan imbalan tertentu berupa gaji, tunjangan, bonus, dan lain sebagainya.

Biasanya SDM suatu perusahaan dipekerjakan setelah melalui berbagai proses rekrutmen, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, tes skill, wawancara, dan tes kesehatan. Dari sekian banyaknya calon pelamar kerja, hingga akhirnya terpilihlah SDM-SDM yang dianggap sesuai untuk bekerja di perusahaan.

Jenis dan tugas SDM di dalam perusahaan

blank

SDM sebuah perusahaan bisa bekerja paruh waktu (part-time), penuh waktu (full-time) atau sementara (kontrak) dalam kurun waktu tertentu. Biasanya, perbedaan jenis pekerjaan berpengaruh juga pada remunerasi yang diterima oleh karyawan tersebut.

Setiap karyawan memiliki tugas khusus untuk diselesaikan yang tercantum dalam job desc masing-masing. Selain remunerasi yang berbentuk materi, perusahaan juga biasanya melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia-nya, seperti pelatihan, team building, workshop skill, dan lainnya.

Dalam beberapa kurun waktu tertentu, biasanya perusahaan juga melakukan assesment atau penilaian kinerja SDM. Hal ini untuk menentukan apakah SDM tersebut layak dipertahankan oleh perusahaan, atau malah harus diberhentikan karena kinerjanya buruk. Dalam berbagai kesempatan, penilaian kinerja juga dilakukan untuk menyeleksi mana saja karyawan yang layak mendapat promosi kerja.

Apa saja yang dibutuhkan SDM untuk bisa bekerja dengan maksimal?

Untuk dapat memenuhi tugasnya dalam perusahaan, seorang karyawan membutuhkan beberapa kondisi sebagai berikut, yaitu:

Suasana kerja yang kondusif

Yang termasuk suasana kerja kondusif ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari atasan dan rekan kerja yang suportif, penghargaan dari pihak perusahaan, tempat kerja yang layak, dan beban kerja yang tidak melebihi kemampuan karyawan

Haknya terpenuhi tepat waktu

Tak ada yang lebih menurunkan semangat SDM suatu perusahaan selain dari terlambatnya perusahaan dalam memenuhi hak mereka, yaitu gaji. Bagaimanapun juga, tujuan karyawan bekerja yang utama adalah untuk mendapatkan penghasilan. Oleh karena itu, bila hal ini tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka motivasi kerja karyawan bisa menurun.

Komunikasi lancar antara karyawan dan perusahaan

Sangatlah penting baik bagi karyawan dan perusahaan untuk bisa saling menghargai satu sama lain dan menyuarakan keinginan masing-masing tanpa ada hambatan. Dengan begitu, perusahaan dapat mengerti kebutuhan pegawainya, dan begitu juga sebaliknya.

blank

Peralatan dan perlengkapan kerja yang memadai

Motivasi kerja yang tinggi tanpa dibarengi dengan tersedianya peralatan dan perlengkapan kerja yang memadai nyaris tak ada artinya. Penting bagi perusahaan untuk bisa menyediakan fasilitas lengkap agar SDM dapat bekerja dengan maksimal.

Coba saja bayangkan apabila saat dikejar deadline, tiba-tiba mesin di pabrik menglami kerusakan karena kurangnya perawatan, sehingga pegawai jadi tidak bisa melakukan proses produksi sesuai jadwal. Akibatnya tentu perusahaan juga yang dirugikan.

Jaminan perawatan kesehatan

Sumber Daya Manusia di dalam perusahaan bekerja keras untuk dapat memenuhi target yang diberikan perusahaan, oleh karena itu sudah sewajarnya bila mereka mendapatkan jaminan perawatan kesehatan dari tempat mereka bekerja.

Baca juga : Perbedaan HR dan GA, beserta job deskripsinya.

Apa itu Manajemen SDM?

blank

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengelolaan SDM di sebuah perusahaan. Divisi inilah yang bertanggungjawab penuh terhadap segala sesuatu yang menyangkut SDM perusahaan, mulai dari level terendah sampai tertinggi.

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dirancang sedemikian rupa agar dapat membantu perusahaan dalam memaksimalkan peran dan kinerja karyawan dan meraih tujuan perusahaan bersama-sama.

Biasanya, manajemen SDM dikenal dengan bagian HRD. Beberapa tanggung jawab dari divisi ini adalah untuk mengelola sistem pembayaran pegawai, rekrutmen, pelatihan, menjadi jembatan komunikasi antara karyawan dan perusahaan, mengawasi perubahan aturan ketenagakerjaan dari pemerintah, mengadakan penilaian kinerja karyawan, dan sebagainya.

Tujuan Manajemen SDM

Tujuan keseluruhan dari sumber daya manusia (SDM) adalah untuk memastikan bahwa organisasi mampu mencapai kesuksesan melalui SDM nya.

Fungsi Manajemen SDM dalam perusahaan

Manajemen SDM dalam perusahaan berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan perusahaan dan SDM-nya. Meskipun menjadi bagian dari pihak manajemen, tetapi divisi HRD juga harus mampu mengakomodir kebutuhan karyawan tanpa mengorbakan kepentingan perusahaan.

Tugas-tugas Manajemen SDM

blank

Secara umum, tugas-tugas Manajemen SDM dapat difokuskan pada beberapa hal berikut:

  • Perekrutan, seleksi, dan promosi jabatan pegawai
  • Pelatihan dan pengembangan SDM
  • Menjaga hubungan antara karyawan dan perusahaan
  • Mengembangkan dan mengawasi kesejahteraan karyawan
  • Mengembangkan, mempromosikan, dan menegakkan kebijakan perusahaan
  • Melakukan pengembangan karir karyawan dan pelatihan kerja
  • Menyediakan program orientasi untuk karyawan baru
  • Memberikan panduan terkait tindakan disipliner

Selain tugas-tugas di atas, manajemen SDM juga biasanya turut membantu rencana pensiun pegawai. Pekerjaan mereka juga dapat mencakup penyelesaian konflik antara karyawan atau antara karyawan dan manajer mereka.

Tim manajemen SDM harus menyelesaikan serangkaian prosedur jika karyawan mengundurkan diri atau di-PHK, mulai dari menyediakan dokumen untuk memastikan bahwa proses itu selesai sesuai aturan, membuat surat rekomendasi, menghitung uang pesangon, dan lainya.

Selain itu, tim manajemen SDM juga harus bisa secara aktif mendorong karyawan perusahaan untuk melakukan yang terbaik agar dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Mereka juga bertugas memberikan penghargaan bagi karyawan yang berkinerja baik dan menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Karena departemen atau manajemen HRD bertugas mengelola produktivitas dan pengembangan pegawai di semua tingkatan, maka para anggota divisi SDM harus dapat berkomunikasi secara efektif dengan semua divisi dalam perusahaan.

Baca juga : Pro-Kontra Multitasking dalam Bekerja

Bidang spesialis dalam Manajemen SDM

blank

Di dalam tim manajemen SDM sendiri, ada beberapa posisi yang harus diisi oleh ahli di bidangnya, dan tak bisa diisi oleh sembarang orang saja, agar fungsi tugas tersebut dapat berjalan dengan baik, yaitu:

  • Manajer HRD
  • Spesialis pelatihan dan pengembangan pegawai
  • Spesialis penggajian & tunjangan
  • Pelatihan dan manajer pengembangan
  • Spesialis perekrutan pegawai
  • Konselor/penyuluhan pegawai

Pentingnya Manajemen SDM dalam suatu perusahaan

Salah satu peran penting manajemen SDM dalam suatu perusahaan adalah untuk memastikan bahwa aset perusahaan yang paling penting, yaitu sumber daya manusianya, dapat dibina dan dikelola sehingga mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.

Tim manajemen sumber daya manusia saat ini bertanggung jawab untuk lebih dari sekedar tugas-tugas administratif belaka seperti database karyawan atau menghitung gaji pegawai. Tetapi lebih dari itu, anggota tim manajemen sumber daya manusia lebih harus memaksimalkan fungsinya dalam memastikan bahwa SDM di perusahaan dapat berkontribusi secara positif dalam mewujudkan target perusahaan.

Dengan penjelasan di atas dapat dipahami seluk beluk tentang SDM dan Manajemen SDM, terutama dalam perusahaan. Jika ada pertanyaan atau komentar, silakan share dikolom komentar ya.

9 Tips Anti Mati Gaya Saat Work From Home Atau Karantina

9 Tips Anti Mati Gaya Saat Work From Home Atau Karantina

Kegiatan Work From Home (WFH) atau kerja, belajar, bahkan beribadah dari rumah dan karantina diri semakin marak dilakukan guna meminimalisir penyebaran Covid 19. Kita yang biasa beraktifitas diluar rumah kini harus membiasakan diri untuk melakukan semuanya didalam rumah, yang mana terkadang ini membuat sebagian orang bosan, terutama bagi seorang extrovert.

Dilansir dari Science Mag sebenarnya ada sembilan hal atu kegiatan yang bisa kita lakukan di masa-masa karantina dan work from home ini, agar kita tidak cepat bosan serta tetap produktif walau hanya dari rumah. Berikut adalah ulasanya..

Tips Anti Bete Saat Work From Home/Karantina

 

work from home

 

1 ) Tetap Jaga Kesehatan

Hal utama yang bisa kita lakukan saat bete dirumah adalah melakukan kegiatan yang dapat menjaga kesehatan kita, seperti berolahraga ringan diruang tamu disana kita bisa melakukan push up, melakukan senam dan lain-lain yang membuat tubuh jadi bugar.

2 ) Pelajari Keterampilan baru

Banyaknya waktu luang yang kamu miliki sebaiknya digunakan untuk mempelajari hal yang baru, selain pada akhirnya kamu punya hal baru yang untuk dipelajari hal itu juga akan membuat kita memiliki keterampilan baru. Sebagai contoh buat kamu yang terbiasa di depan komputer, mungkin bisa mencoba melukis atau belajar alat musik.

3 ) Kerjakan yang tertunda

Jika kamu memiliki kerjaan yang belum terselesaikan dirumah, maka inilah kesempatannya untuk bisa menyelesaikannya. Mencari kesibukan seperti membersihkan lemari yang berantakan, memperbaiki laptop yang rusak atau apapun itu bisa menghilangkan rasa bosan dan juga kamu bisa melewatkan waktu tanpa cuma-cuma.

4 ) Lakukan Pekerjaan Secara Online

Kamu juga bisa mengambil pekerjaan online, atau menjadi freelance diberbagai situs penyedia jasa kerja. Ambil proyek atau pekerjaan yang bisa kamu kerjakan secara online, seperti menjadi content writer, desain logo, SEO dan lain-lain. Selain manjur dalam menghilangkan kebosanan hal ini juga dapat menghasilkan income loh..

 

Baca juga : 5 Profesi Atau Pekerjaan Yang Terdampak Paling Parah Jika Lockdown Dilakukan

 

5 ) Susun Data Pekerjaan Lewat Grafis

Buat grafis atau rangkuman visual pekerjaan kamu, yang bisa kamu presentasikan ke atasan. Buatlah secara menarik dan berbeda, ini saatnya mengasah kreativitas visual kamu.

6 ) Cari tahu banyak hal

Selanjutnya tips anti bete saat work from home adalah mencari tahu banyak hal dengan cara berselancar di internet. Banyak informasi yang bisa kamu dapatkan dari internet, eitsss.. Tapi pasti kan itu hal yang positif ya, supaya bermanfaat bagi diri sendiri.

7 ) Rencanakan karir

Di waktu yang luang kita bisa pergunakan untuk memikirkan banyak hal salah satunya adalah dengan merencanakan karir, dan juga meningkatkan skill.

8 ) Main game biar gak stress

Melakukan karantina atau work from home jika sudah terlalu lama maka rasanya akan seperti terkurung, dan hal ini berpotensi menimbulkan rasa bosan hingga stress. Lakukan kegiatan yang menghimbur seperti bermain game.

9 ) Lakukan hal yang menyenangkan

Yang terakhir tips agar tidak bete saat work from home dan karantina adalah melakukan hal yang menyenangkan, yang dapat meningkatkan mood seperti memasak, berkebun, nonton film atau mengerjakan hobi lainnya, selama masih berkegiatan dirumah.

 

Gunakan PayrollBozz biar tetep bisa ceklok walau work from home

 

Lakukan Analisis Beban Kerja (workload analysis) untuk mengetahui tugas pokok karyawan

Lakukan Analisis Beban Kerja (workload analysis) untuk mengetahui tugas pokok karyawan

Analisis beban kerja atau workload analysis adalah sebuah metode untuk menentukan jumlah jam kerja karyawan yang digunakan atau dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Atau workload analysis bisa juga dilakukan untuk menetapkan jumlah personalia, jumlah tanggung jawab, dan beban kerja yang tepat untuk dilimpahkan kepada seorang karyawan/petugas.

Analisis beban kerja bertujuan untuk memeriksa berapa jumlah orang yang dibutuhkan untuk dapat mengerjakan suatu tugas, dan seberapa beberapa besar tanggung jawab yang dapat dibebankan kepada satu atau kelompok karyawan dalam suatu pekerjaan.

Oleh karenanya melakukan analisis beban kerja menjadi suatu keharusan bagi pihak perusahaan dalam hal ini di kerjakan oleh divisi manajemen SDM, untuk bisa mengetahui dengan tepat besaran beban kerja, tanggung jawab dan target untuk masing-masing karyawan atau tim kerja.

Dalam melakukan analisis beban kerja ada 3 tahapan utama yang harus dilakukan yakni melakukan penguraian tugas pokok dan fungsi dari sebuah jabatan atau posisi, perhitungan beban kerja dan juga pendekatan analisis.

blank

Cara melakukan analisis beban kerja (workload analysis)

Melakukan penguraian tugas pokok

Agar bisa menguraikan tugas pokok pada posisi tertentu, terdapat 3 metode untuk melakukan hal tersebut, diatanranya adalah metode wawancara, metode pertanyaan, dan observasi atau pengamatan langsung ke lapangan.

Metode wawancara

Yang pertama Anda dapat memanggil karyawan dan langsung berdialog langsung seputar tugas, fungsi dan tanggung jawab yang dibebankan kepada dirinya.

Metode pertanyaan

Tahapan yang kedua yaitu dengan menggunakan metode daftar pertanyaan, yang dilakukan dengan menyusun daftar pertanyaan tentang tugas, fungsi dan tanggung jawab kepada semua pemangku jabatan dan posisi. Bisa dilakukan dengan mengirim surat ke email masing-masing.

Observasi (pengamatan langsung ke lapangan)

Metode observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan, melihat langsung serta mengamati fenomena dengan mata kepala sendiri. Bertujuan untuk mengetahui tugas apa saja yang dikerjakan oleh pemegang posisi atau jabatan.

Perhitungan beban kerja

Selanjutnya menghitung beban kerja ketika uraian tugas pokok dan fungsi telah diketahui. Untuk menghitung beban kerja, bisa dilakukan dengan rumus formula beban kerja × waktu = isi kerja.

Pendekatan analisis beban kerja

Untuk melakukan analisis beban kerja bisa dengan melakukan pendekatan organisasi, pendekatan analisis jabatan serta pendekatan adminstratif.

Pendekatan organisasi akan menghasilkan pemahanan fungsi dan tugas setiap posisi dalam organisasi, dan juga bagaimana koordinasi sistem bekerja, antar satuan kerja untuk mengungkap beban kerja individual serta kinerja timnya.

Selain itu juga terdapat pendekatan analisis jabatan untuk mengungkap penempatan, pemahaman jumlah serta penerimaan karyawan di waktu yang sudah direncanakan. Dalam artian promosi, rewarding juga mutasi dapat dilakukan berlandaskan analisis beban kerja melalui metode pendekatan ini.

Yang terakhir dalam metode ini adalah pendekatan adminstratif dapat menghasilkan berbagai macam kebijakan dalam organisasi atau perusahaan, dan hal lainnya yang memiliki hubungan dengan adminstrasi kepersonaliaan.

Ketika semua metode analisis beban kerja telah dilakukan, maka ada banyak hal yang bisa didapatkan seperti waktu yang dibutuhkan oleh karyawan atau tim kerja untuk megerjakan suatu tugas, lengkap dengan fungsi jabatan, tugas serta tanggung jawab dari masing-masing pemangku posisi.

Hasil analisis beban kerja juga bisa dijadikan acuan perhitungan gaji karyawan, berdasarkan beban, tugas, dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada yang bersangkutan.

Perancangan Strategis MSDM dan Karir SDM Di Masa Depan

Perancangan Strategis MSDM dan Karir SDM Di Masa Depan

Adanya tujuan dari perancangan manajemen SDM ini agar, tata kelola dan laksana organisasi di perusahaan menjadi lebih tersistematis. Perencanaan ini juga untuk menjaga work flow agar tetap berjalan baik dan juga pada jalurnya, selain itu Manpower planning yang juga akan kita bahas nanti berguna untuk mem-back up turn over karyawan yang tinggi, seperti hal yang biasa terjadi di moment setelah hari raya idul fitri.

Perancangan Strategis MSDM

Perencanaan strategis ini penting dan perlu kita pertimbangkan untuk tujuan memajukan dan mengembangkan bisnis perusahaan. berikut ini adalah tahapan dalam perencanaan strategis MSDM :

  1. Mengkaji kondisi bisnis, analisa ini dibutuhkan guna dalam melihat peluang bisnis perusahaan kedepannya. Hal ini juga melingkupi peningkatan probabilitas perusahaan, kekuatan kompetitor, dan perubahan teknologi.
  2. Evaluasi kekuatan dan kelemahan, dari analisis ini kita bisa paham pemetaan kekuatan perusahaan sekaligus mencari cara alternative untuk memperbaiki aspek yang lemah.
  3. Retargeting tujuan, Dalam menentukan tujuan kembali perusahaan biasanya akan menjawab proyeksi laba serta kapan investasi dapat kembali.
  4. Menyusun strategi, Tahap terakhir ini merupakan langkah menyusun strategi sehingga dapat memfokuskan tujuan yang ingin perusahaan capai dengan pemanfaatan SDM yang benar.

Perancangan Karir SDM

Salah satu unsur penting dalam manajemen SDM adalah perencanaan karier karyawan. Perencanaan karier karyawan adalah suatu proses yang bertujuan agar karier tenaga kerja dapat dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya sehingga bisa berfungsi dengan baik dan optimal bagi perusahaan.

Perencanaan karier temasuk sebagai program pembinaan tenaga kerja. Tujuan kegiatan pembinaan ini adalah memelihara (maintain) karyawan dengan cara mengembangkannya, sesuai dengan bakat dan kemampuannya, agar bisa berfungsi dengan baik dan optimal bagi perusahaan.

Oleh karenanya kita perlu memikirkan sebuah strategi atau cara agar SDM yang bekerja di perusahaan dapat berkembang dan memiliki karirnya disini, dan berikut ini adalah step-by step untuk menyusun karir SDM di masa depan.

Langkah pertama Path carrier

Path carrier adalah Menghubungkan satu posisi dengan posisi yang lain. Secara visual, jalur karier menunjukkan keterkaitan antara suatu jabatan dengan jabatan lainnya.

Jalur karier dikaitkan berdasarkan jabatan yang memiliki posisi. Ini berarti jalur karier mengarahkan karier pegawai berdasarkan urutan jabatan/profesi/posisi dengan pertimbangan “kemiripan,kesesuaian dan keterkaitan” task dan requirment pada posisi serta hirarki jabatan.

Langkah kedua Program kaderisasi

Program kaderisasi dirumuskan setelah rancangan jalur karier terbentuk. Melalui program kaderisasi ini, jika dalam organisasi terdapat jabatan kosong yang perlu diisi, maka dapat diketahui karyawan-karyawan yang sesuai untuk menempati jabatan tersebut. Dari sudut pandangan karyawan, program kaderisasi dapat memberikan keterangan mengenai kemungkinan promosi atau mutasi yang dapat dialami oleh seseorang karyawan.

Langkah ketiga buat persiapan untuk rancangan karir SDM

  • Perlu diterapkan pengelola kedua jenis rumusan tersebut dalam organisasi
  • Para pengelola kedua jenis rumusan tersebut perlu disiapkan, misalnya melalui pelatihan untuk memahami cara penggunaan kedua rumusan tersebut secara baik. Di pihak lain, keberhasilan kedua rumusan tersebut juga perlu diperkenalkan kepada semua pihak lain dalam organisasi.
  • Pengelola kedua jenis rumusan tersebut juga perlu memperhatikan pemeliharaan serta penyempurnaannya, sehingga karakteristiknya menjadi benar-benar sesuai dengan kondisi aktual.
  • Pengelola SDM harus mampu menangani perubahan jalur karier maupun data pendukung rencana kaderisasi jika dilakukan perubahan struktur organisasi.

Langkah keempat  sistem pengelolaan

Path carrier dan program kaderisasi ini erat sekali kaitannya dengan sistem pengelolaan SDM lainnya seperti Perencanaan SDM, Performance appraisal (PA), Sistim imbalan, Kultur organisasi dan lain-lain. Karena itu, akan lebih lengkap jika dikembangkan pula perencanaan SDM yang baik untuk melengkapi implementasi kedua jenis rancangan yang diusulkan tersebut.

Benarkah karyawan yang diberi waktu bermain bisa lebih produktif ?

Benarkah karyawan yang diberi waktu bermain bisa lebih produktif ?

Pertanyaan pada judul di atas memang sesuatu hal yang menarik untuk kita bahas, apalagi jika anda adalah seorang pimpinan perusahaan, manajer ataupun divisi HR yang sedang berupaya meningkatkan produktivitas karyawan.

Karyawan akan lebih produktif apabila diberikan waktu senggang untuk sekedar bermain karena memang aktivitas ini mampu menghilangkan jenuh.

2 faktor yang dapat membenarkan pernyataan diatas adalah karena kebanyakan pekerja sekarang berasal dari generasi millenial, dan juga Bekerja apabila dibuatkan grafik bisa seperti pelana kuda. Kadang bersemangat, kadang pula melorot.

Umumnya karyawan yang sedang merasa jenuh akan mengisi waktunya dengan melakukan aktivitas yang dapat menghibur dirinya, seperti bermain game, mendengarkan lagu, mengobrol, minum kopi, atau sekedar tidur sejenak untuk menghilangkan lelah.

Namun masih banyak perusahaan menganggap aktivitas di luar tugas-tugas dan pekerjaannya adalah hal yang tidak wajar, dan karyawan tersebut di anggap tidak serius dalam bekerja dan yang lebih parahnya lagi mereka dapat diberikan surat peringatan.

Namun pertanyaannya apakah benar seorang karyawan dapat lebih produktif jika diberikan waktu untuk bermain? Nyatanya benar!

The Huffington Post melaporkan, karyawan yang diberi kesempatan bermain di kantor juga menunjukkan peningkatan produktivitas. Laporan itu merilis hasil penelitian pendiri The National Institute for Play, Stuart Brown. Riset itu mengungkapkan, bagaimana kebiasaan bermain dapat membentuk pikiran, menciptakan kompetensi, dan menstabilkan emosi.

Dengan memberikan kesempatan karyawan untuk bermain justru akan menambah loyalitas mereka kepada perusahaan, membuat mereka dapat berpikir jernih, emosi terkendali, dan merasa nyaman di kantor yang berakibat pada peningkatan produktivitas mereka.

Dengan bermain atau mengerjakan aktivitas di luar tugas-tugasnya akan membentuk rasa percaya diri yang lebih kuat dalam pribadi karyawan tersebut.

Kepercayaan diri merupakan dasar dari hidup sehat karena didalamnya terdapat elemen-elemen positif seperti perhatian, sosialisasi yang sehat, kreativitas, dan lainnya. “Tak ada yang lebih mencerahkan pikiran selain bermain,”

Bermain juga dapat merangsang otak untuk tetap kreatif dikala stress melanda, dan bahkan dengan bermain pula karyawan bisa melihat masalah dari perspektif yang lain, serta menemukan solusi yang baru.

Dapat disimpulkan bahwa manfaat bermain secara umum dapat memperkuat tali silahturahmi dengan orang lain, menjauhkan diri dari perasaan kesepian, cemas, depresi dan terisolasi.

Jadi Perlukah Karyawan Di Berikan Waktu Bermain Saat Jam Kerja ? 

Sudah terbukti menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh pendiri The National Institute for Play, Stuart Brown. bahwa bermain mampu meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini mungkin perlu dipikirkan oleh perusahaan untuk membuat kebijakan waktu bermain disela-sela kesibukan mereka, Selain mengurangi stress nyatanya bermain di sela-sela bekerja juga memberikan manfaat lainnya sebagai berikut.

1 ) Meningkatkan fokus

Menurut C.Shawn bermain game terutama game action perang dan strategi akan mengalami peningkatan dalam penglihatan mereka, dan secara tidak sadar dengan bermain seorang pemain sudah melakukan aktivitas yang meningkatkan dan mempertajam fokus mereka.

2 ) Meningkatkan kemampuan berbahasa

Manfaat dari main game yang lainnya adalah dengan bermain video game seseorang juga secara tidak sadar telah mencoba belajar memahami bahasa asing dari game tersebut. Hal ini bagus buat orang tersebut baik itu untuk karyawan atau anak kecil, karena bisa memahami bahasa asing dan menambah kosakata.

3 ) Berpikir taktis dan strategis

Selain merangsang otak untuk bisa berimajinasi ternyata game juga mampu membuat pemainnya berpikir taktis dan terlatih untuk membuat strategi. efek dari bermain game ini juga akan terbawa ketika karyawan bekerja, karena sudah terlatih mencari solusi dalam tekanan untuk meraih kemenangan

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut generasi Millenial di perusahaan

Karyawan generasi millenial – Kehadiran generasi millenial di dunia kerja memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk bisa memfasilitasi generasi yang sedang dalam masa keemasan ini. Kemajuan teknologi informasi juga memilki andil yang besar atas pesatnya perkembangan dan pengetahuan anak-anak muda millenial. Pada dasarnya generasi millenial adalah anak-anak di tahun kelahiran 80 sampai akhir 90, dimana generasi ini lahir bersamaan dengan geliat kemajuan teknologi canggih, sehingga tidak heran banyak dari mereka yang sudah menguasai teknologi di usia yang masih sangat dini.

Tetapi tidak jarang generasi millenial membuat perusahaan jengkel, karena reputasi loyalitas mereka yang rendah. Gen millenial memang terkenal suka gonta-ganti tempat kerja dengan alasan jenuh, itulah sebabnya perusahaan harus sangat teliti ketika memutuskan mencari karyawan yang berasal dari generasi ini. Pintar, jujur, dan rajin saja tidak cukup untuk membuat generasi ini bisa berkembang dan loyal pada perusahaan, diperlukan kecocokan antara jobdesk, lingkungan pekerjaan, dan salary agar mereka dapat berkontribusi besar untuk perusahaannya.

Dan pada artikel kali ini mari kita bahas perihal apa saja yang harus perusahaan siapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial, agar dapat memaksimalkan potensi mereka untuk perusahaan.

7 fasilitas yang perlu disiapkan untuk karyawan generasi millenial

blank

1 ) Jam kerja yang fleksibel

Kaum millenial adalah kaum yang anti dikekang, mereka adalah jiwa muda yang merdeka yang menginginkan kebebasan. Jam kerja yang ketat dan statis hanya akan membuat mereka terkekang, yang mengakibatkan produktivitas dan efektivitas menurun. Kebanyakan gen millenial bekerja dengan cara mereka sendiri, mereka akan sungguh-sungguh bekerja apabila diberikan kebebasan untuk berkembang. Sebaiknya perusahaan membuat jam kerja yang fleksibel, yang lebih mementingkan efektivitas dari pada jam kerja yang lama.

2 ) Sudut kantor dengan mesin pembuat kopi

Ada fakta menarik tentang generasi millenial, mayoritas dari mereka adalah penikmat kopi autentik dan percaya bahwa kopi dapat membuat hari mereka menjadi baik. Sudut ruangan untuk berkumpul dengan desain yang unik serta dilengkapi dengan mesin kopi bukanlah ide yang buruk, karena disana karyawan bisa saling bertemu, untuk membahas banyak hal termasuk pekerjaan.

3 ) jaringan Internet cepat 

Apa rasanya kantor tanpa Wifi? di zaman yang serba online ini karyawan dituntut bekerja dengan cepat, dan untuk memfasiltiasi hal tersebut, perlu disiapkannya akses internet yang cepat, walaupun terkadang fasilitas ini sering di salah gunakan. Namun setidaknya dapat membuat karyawan generasi millenial ini produktif.

4 ) Napping room

Mengapa perlu napping room di kantor ? mungkin fasilitas ruang tidur ini tidak begitu familiar di tahun-tahun 90’an sampai awal tahun 2000’an, namun sudah banyak perusahaan terutama start up menyiapkan napping room untuk karyawannya. Seperti yang sudah dibahas tadi bahwa millenial adalah generasi pekerja cerdas, mereka tidak terbiasa bekerja dengan effort yang tinggi.

5 ) Ruang kerja kreatif, leluasa untuk bergerak

Ruang kerja kreatif dibutuhkan agar karyawan tidak merasa bosan dan jenuh, hal ini penting karena ini bisa menjadi barometer produktivitas dan efektivitasan kerja seorang karyawan. Tanpa sekat serta leluasa untuk bergerak karena gen millenial suka berpindah-pindah tempat saat sedang bekerja, hal ini dilakukan agar mereka tidak jenuh kepada pekerjaannya.

6 ) Softdrink dan cemilan

Mungkin fasilitas ini tidak ada kaitannya dengan jobdesk mereka, namun karyawan sangat loyal kepada perusahaan yang memperhatikan mereka, termasuk urusan perut. Softdrink atau cemilan dapat meningkatkan semangat bekerja serta mengusir rasa bosan karyawan.

7 ) Ruang bermain di kantor

Salah satu perusahaan teknologi raksasa yakni google, menetapkan ruangan bermain adalah standar untuk kantor mereka di seluruh dunia, tidak terkecuali di indonesia. Karena google sadar segmentasi dari karyawan mereka kebanyakan anak muda yang termasuk generasi millenial. Fasilitas ini berfungsi sebagai wahana penyegaran otak, serta dapat mengurangi rasa prustasi akibat bekerja, sehingga karyawannya tidak mudah stress, dan dapat bekerja dengan masimal.

Demikian adalah 7 hal yang perlu disiapkan untuk menyambut karyawan generasi millenial. Walaupun hal-hal di atas terkesan berlebihan, atau terkesan terlalu memanjakan karyawan, namun banyak perusahaan start-up sukses yang menerapkan cara-cara di atas guna membuat karyawannya bekerja lebih produktif, dan terbukti berhasil.

Mengapa karir saya di perusahaan terkesan mentok ?

Mengapa karir saya di perusahaan terkesan mentok ?

Penyebab karir terhambat – Jika anda sudah lama bekerja di suatu perusahaan, namun tidak mengalami kemajuan dalam karir pastinya akan merasa gundah gulana, dan memunculkan sebuah spekulasi-spekulasi negatif sendiri tentang perusahaan. Terhambatnya karir di sebuah perusahaan sebenarnya merupakan hal yang biasa, karena hal tersebut bisa saja di sebabkan oleh faktor-faktor kongkrit yang memungkinkan anda belum layak untuk mengisi suatu jabatan yang penting.

Tetapi spekulasi yang menyatakan bahwa sulit berkembang di perusahaan keluarga mungkin juga tidak salah, namun sebelum anda berprasangka buruk terhadap hal lain ada baiknya mengintrospeksi diri sendiri. Mungkin ada beberapa hal penting yang tidak anda miliki, atau alasan lainnya yang menjadi penyebab karir terhambat. Dan pada artikel ini mari kita temukan kemungkinan-kemungkinan yang menjadi batu sandungan dalam karir anda, check it out!

5 Kemungkinan yang menjadi penyebab terhambatnya karir

blank

1 ) Sudah lama bekerja tapi minim prestasi 

Alasan yang paling masuk akal dan harus anda terima juga sadari adalah minimnya prestasi kerja, atau tingkat produktivitas tidak meningkat bahkan cenderung menurun. Alasan ini harus anda terima, karena kebanyakan perusahaan lebih menghargai karyawan dengan segudang prestasi untuk di promosikan jabatannya, ketimbang karyawan yang sudah lama bekerja.

2 ) Kurang pamer prestasi 

Apabila anda sudah bekerja dengan sungguh-sungguh, berdedikasi tinggi kepada perusahaan, serta berjasa besar atas kemajuan perusahaan, namun anda belum juga di promosikan kemungkinan anda kurang pamer. Pamer bukan berarti mencari muka, atau juga sebagai penjilat, melainkan melaporkan kinerja anda selama ini kepada perusahaan dengan cara yang elegan.

Di sebuah perusahaan besar yang memilki ratusan sampai ribuan karyawan, pastinya agak sulit bagi top level manajerial untuk menentukan karyawan mana yang layak di promosikan, untuk itu anda sebagai karyawan lah yang harus memberitahukan kepada atasan dengan cara yang baik.

3 ) You are in the wrong place (company)

Pernahkah anda tersadar bahwa selama ini anda bekerja di perusahaan yang tidak tepat?, jika anda menyadarinya mungkin itu juga penyebab mengapa karir anda terhambat. Rasanya sulit peluangnya apabila anda bekerja di perusahaan kecil dengan posisi top level manajerial yang sedikit, apalagi jika semua jabatan penting tersebut sudah di isi oleh orang, satu-satunya cara yang paling mudah untuk merangkak ke posisi tersebut adalah dengan menunggu atasan anda pensiun atau resign.

Jika anda merupakan karyawan dengan kemampuan dan talenta yang baik, mungkin sebaiknya anda memilih hengkang dari perusahaan tersebut dan pindah ke perusahaan yang lebih besar, yang memilki prospek karir yang lebih baik lagi.

4 ) Perilaku yang tidak baik (belum matang menjadi seorang pemimpin)

Etos kerja yang baik bukan hanya serta merta bekerja dengan disiplin, produktif, dan jujur melainkan juga tentang perilaku, baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Ketika teknologi informasi sudah canggih ini sangat memungkinkan para manager untuk memantau anda cukup dari sosial media saja, walaupun sebenarnya di depan manager anda berperilaku sangat baik. Ada beberapa hal yang harus dihindari dari penggunaan sosial media yang akan berdampak langsung pada karir anda, di antaranya adalah :

  • Terlalu aktif di sosmed
  • Suka mengumbar masalah pribadi di sosmed
  • Hobi berdebat di sosial media
  • Suka mengeluh dan curhat di sosial media
  • Suka membagikan hal yang negatif tentang perusahaan di sosial media.

Kelima hal di atas harus anda hindari, bahkan jika sudah kelewatan bukan hanya karir saja yang akan terhambat, tetapi bisa juga karir anda berakhir di perusahaan tersebut.

5 ) Tidak kreatif dan selalu saja menjadi followers

Terakhir yang mungkin menjadi penyebab karir terhambat adalah anda tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru untuk perusahaan. Jika anda ingin dikenali oleh semua orang di perusahaan, dan di pandang baik oleh atasan maka yang harus anda lakukan adalah membuat inovasi. Karyawan dengan ide segar dan kreatif sekarang ini lebih diminati untuk di angkat jabatannya ketimbang karyawan yang hanya patuh dalam menerima perintah.

Persaingan bisnis semakin ketat, perusahaan memerlukan inovasi dan strategi baru untuk memenangkan kompetisi dengan perusahaan lainnya. Jika anda melihat ini sebagai peluang untuk di promosikan, maka datanglah dengan membawa ide baru yang bisa membawa perusahaan anda menjadi yang terbaik.

7 Tips Meningkatkan Manajemen karyawan yang Membawa Harmoni ke Tempat Kerja

7 Tips Meningkatkan Manajemen karyawan yang Membawa Harmoni ke Tempat Kerja

Tips meningkatkan manajemen karyawan – Bekerja di sebuah perusahaan dengan tensi kerja yang cukup tinggi dapat memicu emosi karyawan, apalagi jika segala sesuatunya tidak terorganisir dengan baik. Akibatnya karyawan yang terkena kondisi seperti ini akan terpengaruh produktivitasnya karena emosi, dan berpengaruh kepada keharmonisan mereka di kantor.

Untuk menciptakan situasi yang terkendali di dalam perusahaan dengan tensi kerja yang tinggi, perlu adanya pengelolaan manajemen karyawan yang baik, yang memperhatikan segala aspek dari karyawan tersebut. sehingga walaupun mereka terbebani oleh pekerjaan yang berat, namun tetapi tidak emosi dan tetap menjaga keharmonian di dalam kantor.

Dan untuk menciptakan manajemen karyawan yang baik memerlukan kiat-kiat khusus, untuk membuat karyawan bahagia dan tetap produktif, berikut adalah Kiat dan tips meningkatkan manajemen karyawan di perusahaan.

7 Tips Meningkatkan Manajemen karyawan yang Membawa Harmoni ke Tempat Kerja

1 ) Mengelola perekrutan yang bijak

Tips meningkatkan manajemen karyawan yang pertama adalah dengan menganalisa kebutuhan kerja, dengan seperti ini anda bisa melihat serta mengecek apakah ada sebuah perangkat atau tenaga kerja yang kurang. Jika ada sebaiknya segera anda penuhi demi menunjang produktivitas karyawan, dan apabila juga membutuhkan SDM, maka libatkanlah karyawan senior untuk melakukan perekrutan bersama divisi HR. Sistem akan berjalan dengan baik apabila perangkat kerja, pendukung, dan SDM nya memadai, maka dari asepek ini juga bisa mengurangi ketegangan dalam bekerja karena tugas yang menumpuk atau sistem yang tidak berjalan dengan lancar.

2 ) Reward sistem

Tidak ada satu orangpun yang bisa bahagia apabila mereka bekerja di perusahaan yang tidak menghargai kerja kerasnya. Tim HR memerlukan reward sistem yang setidaknya bisa memperhatikan atau menghargai kerja keras dari karyawannya, bisa juga memberikan hadiah, ataupun promosi kenaikan jabatan. ataupun juga dapat memberikan hal-hal kecil yang bisa membuat karyawan senang, seperti cuti spesial di hari ulang tahun mereka.

3 ) Komunikasi dan pendekatan yang beradab

HR manajemen perlu memberi tahukan kepada supervisor ataupun manajer yang memimpin tim kerja untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan melakukan pendekatan yang lebih manusiawi. walaupun zaman sudah modern yang memungkinkan manusia berkomunikasi hanya melalui gadget, namun komunikasi personal secara langsung harus tetap di dahulukan, agar bisa mengetahui apa yang sebenarnya karyawan butuhkan dan yang paling terpenting antara supervisor dan anak buah bisa saling mendukung.

4 ) Dengarkan karyawan anda baik-baik 

Seorang pembisnis yang baik tahu betul betapa pentingnya mendengarkan karyawan mereka, karena hal itu dapat membuat perusahaan akan semakin maju. dan Dengan mendengarkan saran karyawan juga itu barti anda telah mengajak karyawan untuk aktif dan kreatif dalam memajukan perusahaan.

5 ) Terapkan jam kerja yang fleksibel 

Anda akan mendapatkan banyak benefit ketika mulai berani menerapkan kebijakan jam kerja yang fleksibel. Berikan waktu yang fleksibel untuk karyawan anda agar bisa bekerja dengna lebih tenang. Walaupun minimal jam kerja dalam waktu satu pekan tetap harus di adakan, namun setidaknya adanya kebijakan jam kerja fleksibel ini akan lebih memberikan banyak opsi untuk karyawan. Pembisnis yang modern tahu betul bahwa membiarkan karyawan bekerja dengan cara yang praktis dengan menggunakan berbagai macam aplikasi akan membuat mereka senang yang pastinya juga dibarengi dengan efektivitas kerja.

6 ) Tunda project baru

Tunda proyek baru yang bisa membuat beban perusahaan semakin berat. setiap orang memiliki kapasitas jangan sampai karyawan dipaksa untuk melahap pekerjaan melebihi apa yang bisa mereka makan. Proyek-proyek yang tidak bisa ditangani dengan baik, justru akan menimbulkan ketegangan pada kubu internal perusahaan, yang juga akan memudarkan keharmonisan.

7 ) Menaruh investasi kepada karyawan 

Terakhir kiat dan tips meningkatkan manajemen karyawan agar terjadinya keharmonisan pada perusahaan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendidikan karyawan secara berjenjang. Pelatihan berfungsi untuk mengevaluasi sejauh mana ketarampilan bekerja karyawan, dan pendidikan di butuhkan untuk menambah pengetahuan mereka, dan juga persiapan ke jabatan yang lebih tinggi.

Apa yang membuat karyawan nyaman dan produktif saat bekerja ?

Apa yang membuat karyawan nyaman dan produktif saat bekerja ?

Semua perusahaan pasti ingin karyawannya memilki produktivitas yang tinggi saat mereka bekerja, dan tentunya nyaman dengan apa yang mereka kerjakan. dan dengan rasa nyaman yang mereka rasakan saat bekerja akan membuat karyawan semakin bertanggung jawab atas tgas-tugas yang di berikan kepadanya.

Namun pada kenyataanya untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, beberapa perusahaan berkembang masih mencari cara membuat karyawan produktif dan nyaman saat bekerja. Karena beberapa pembisnis yang memilki perusahaan terkadang kewalahan mencari pengganti karyawan yang telah resign.

Dan pada artikel kali ini ada tips-tips membuat karyawan produktif dan nyaman, dengan cara yang sederhana dan tanpa harus mengocek kantong dalam-dalam, untuk membuat pilar-pilar perusahaan merasa senang.

TIPS & CARA MEMBUAT KARYAWAN PRODUKTIF DAN NYAMAN SAAT BEKERJA

1 ) Berikan kepercayaan penuh terhadap karyawan

blank

Sebagian orang berpikir untuk membuat karyawan senang dan betah bekerja adalah dengan memberikan mereka fasilitas yang mewah, gagasan tersebut sangatlah tepat, namun apakah hal tersebut akan membuat karyawan produktif dan berkembang?

Hal sederhana yang bisa anda lakukan untuk membuat karyawan senang adalah dengan memberikan kepercayaan kepada mereka. Memberikan kepercayaan penuh adalah suatu bentuk penghargaan dari atasan ke karyawannya, dan ini bisa membuat mereka merasa nyaman karena merasa dihargai. Hal ini bukan hanya membuat mereka nyaman tapi juga semakin termotivasi untuk bekerja.

2 ) Berikan penghargaan untuk prestasi yang dihasilkan karyawan

blank

Cara lain untuk membuat karyawan merasa dihargai adalah dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Piagam penghargaan dan hadiah lainnya akan sangat berkesan untuk mereka, serta merasa bahwa segala kerja kerasnya untuk perusahaan benar-benar dilihat dan diperhatikan.

Reward-reward seperti best employee atau empolyee of the month sudah diterapkan diseluruh dunia, dan terbukti membuat karyawan di suatu perusahaan bersaing memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempat mereka bekerja.

3 ) Perusahaan yang pengertian dan fleksibel 

blank

Masih soal kenyamanan bekerja, karyawan akan merasa amat senang apabila perusahaan di tempat mereka bekerja memilki fleksibilitas dan toleransi yang tinggi. Yang dimaksud fleksibilitas seperti jam kerja yang tidak harus datang jam sekian dan pulang jam sekian. anda bisa menerapkan flexibility work time yang lebih mementingkan efektivitas dan produktivitas di bandingkan kuantitas bekerja.

Sekali lagi cara membuat karyawan produktif yang satu ini juga terbukti dapat membuat karyawan mereka bekerja dengan tulus dan sepenuh hati, Salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia yakni google, Menerapkan felxibility work time demi meningkatkan efisiensi bekerja karyawan. dan bisa kita lihat sendiri bahwa google adalah salah satu perusahaan yang paling bersahabat untuk bekerja, dan terbukti bahwa perusahaan yang dibangun oleh larry page tersebut memilki SDM paling berkualitas di dunia.

4 ) Bantu karyawan untuk merencanakan karir di perusahaan anda

blank

Selain uang alasan orang bekerja adalah untuk mengejar karir agar hidup mereka bisa mapan. Bayangkan jika tujuan semua orang ini dapat perusahaan akomodir dengan baik? Pasti akan membuat karyawan lebih produktif dan loyal.

Membantu dalam merencanakan karir mereka sama saja dengan membantu mereka dalam meraih mimpi, dan hal ini dapat membuat karyawan selalu semangat bekerja, Karena mereka tahu semua kerja keras yang mereka lakukan akan terarah dan memilki goalnya sendiri.

5 ) Pelatihan kerja yang rutin

blank

Bukan saja hanya uang yang mereka cari namun alasan karyawan untuk tetap loyal adalah karena perusahaan tempat mereka bekerja selalu memberikan pengembangan kemampuan. Karyawan merasa sangat nyaman bila perusahaan mereka membantu mereka untuk maju dan berkembang.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan kerja, dan pendidikan lanjut untuk mereka yang memilki prestasi serta potensi yang tinggi, untuk membangun perusahaan anda lebih besar lagi. Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada karyawan adalah sebuah bentuk investasi perusahaan dalam rangka menciptakan SDM berkualitas. Jadi ada baiknya anda juga memperhatikan karyawan dari segi pengembangan kemampuan.

Demikian adalah cara membuat karyawan produktif yang bisa perusahaan anda praktekan, dan bisa dirasakan sendiri hasil nyatanya.

Kiat dan kemampuan mendasar yang harus dimilki oleh seorang HRD profesional

Kiat dan kemampuan mendasar yang harus dimilki oleh seorang HRD profesional

Cara menjadi hrd profesional – Di setiap perusahaan yang pastinya memilki sebuah divisi khusus yang menangani ketanagkerjaan. Divisi ini bernama HRD yang memilki jobdesk khusus yakni mengelola sumber daya manusia atau SDM yang bekerja di perusahaan. HRD juga harus memastikan segala aspek yang berkaitan tentang karyawan berjalan dengan baik, demi produktivitas karyawan itu sendiri.

Dan mungkin beberapa dari anda yang juga berada dalam divisi tersebut bertanya tentang cara menjadi HRD profesional dan handal. Dan pada artikel kali ini mari kita bahas secara mendasar dan kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan seseorang jika ingin menjadi seorang HRD yang profesional.

7 Kemampuan dasar yang harus dimilki HRD

blank

1 ) Kemampuan berorganisasi dan pendekatan personal

Sebagai seseorang yang memilki tanggung jawab atas karir orang-orang di perusahaan, HRD wajib pandai berbaur dengan karyawan-karyawan guna melakukan pendekatan personal secara intesif. Pendekat personal ini bisa bermanfaat 2 arah kepada si HRD itu sendiri dan kepada karyawan, dengan melakukan pendekatan personal ini HRD akan mendapatkan banyak informasi tentang si karyawan dan sebaliknya karyawan akan merasa dirinya diperhatikan dan dapat juga meningkatkan motivasi kerjanya.

2 ) Kemampuan Multitasking

Selanjutnya cara menjadi HRD profesional adalah dengan memilki kemampuan multitasking. Kemampuan ini wajib anda miliki mengingat menjadi seorang HRD bukanlah pekerjaan yang mudah, banyak hal yang harus anda urus, dan semuanya adalah proritas. Urusan adminstrasi dan mendengarkan curahan hati karyawan adalah prioritas yang harus anda selesaikan, disinilah anda harus melatih diri anda untuk melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu jika ingin menjadi HRD profesional.

3 ) Kemampuan fokus terhadap banyak hal

Berada di divisi HRD bagaikan berdiri di tengah-tengah banyak kepentiingan, antara kepentingan karyawan, perusahaan, dan manajemen. Banyak HRD yang gagal untuk memenuhi segala kewajiban yang harus dia kerjakan, karena tidak jarang kepentingan-kepentingan tersebut akan saling bergesekan. Namun HRD profesional akan selalu mengatasi masalah ini dengan berkomunikasi, segala keputusan dan kebijaksanaan yang diputuskan haruslah menguntungkan semua pihak.

4 ) Memilki visi dan misi

Sebagai seorang HRD yang mengelola dan melayani hak karyawan di perusahaan, wajib memilki visi dan misi serta strategi. Strategi harus diterapkan untuk menjaga produktivitas karyawan agar tetap baik, strategi bisa berupa pelatihan karyawan, pendidikan karyawan, merancang skema penggajian dan tunjangan dan masih banyak lainnya, hal ini dilakukan demi mendukung kemajuan bisnis perusahaan.

5 ) Kemampuan dasar komputer dan menggunakan program

Lalu cara menjadi HRD profesional lainnya adalah dengan meningkatkan kemampuan menggunakan komputer dan program HR. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, HRD di untungkan dengan hadirnya software atau aplikasi HRIS seperti payrollbozz, yang menawarkan kemudahan mengelola SDM melalui sebuah sistem. HRD yang profesional selalu mengandalkan sistem untuk mengelola SDM, agar lebih efisien, efektif dan akurat. Dan terbukti tidak ada perusahaan besar sukses manapun yang divisi HRD nya tidak menggunakan software HRIS.

6 ) Kemampuan rekruitmen SDM

Salah satu tugas utama HRD adalah dengan melaukan perekrutan karyawan. HRD profesional tahu betul cara menarik minat calon pelamar yang hebat untuk bergabung ke dalam perusahaanya. HRD harus mengerti betul mengenai prosedur dalam proses rekruitment tenaga kerja, seleksi dan hiring people.

7 ) Memilki citra yang baik di mata karyawan

Sebagai pemimpin urusan personalia karyawan HRD juga wajib memilki citra yang baik di depan karyawan, di hormati, di hargai, bahkan juga perlu disegani oleh semua karyawan. Hal ini berguna untuk melancarkan segala strategi dan rencana yang sudah di rancang. Kemudian hal ini juga berguna untuk mendapatkan dukungan ketika HRD melakukan kebijakan perusahaan.

Demikian adalah kiat dan cara menjadi HRD profesional yang bisa anda coba, jika anda ingin bergabung ke divisi personalia tersebut. Terima kasih dan semoga bermanfaat.