Deretan Tugas Personal Assistant, Si Orang Kepercayaan Bos

Deretan Tugas Personal Assistant, Si Orang Kepercayaan Bos

Dalam dunia kerja terdapat berbagai macam jabatan atau posisi yang bisa dilamar. Masing-masing profesi tersebut juga ada kalanya membutuhkan keahlian khusus pada bidang-bidang tertentu.

Nah, salah satu profesi yang belakangan banyak diidam-idamkan adalah Personal Assistant atau Asisten Pribadi. Sayangnya, masih banyak orang yang sering menyalah artikan antara profesi yang satu ini dengan Sekretaris. Padahal jelas-jelas keduanya adalah dua jabatan yang berbeda dengan tanggung jawab yang berbeda pula.

Maka dari itu pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai profesi seorang Personal Assistant lengkap mulai dari tugas atau tanggung jawab yang diemban sekaligus skill yang dibutuhkan. Apa saja itu?

Mengenal Personal Assistant

Personal Assistant adalah

Sesuai namanya, Personal Assistant atau Asisten Pribadi adalah seorang yang dipercayai oleh atasannya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan maupun urusan pribadi mereka. Dalam hal ini, Personal Assistant berbeda dengan Sekretaris dalam sebuah perusahaan. Di mana seorang Personal Assistant hanya bertanggung jawab pada satu orang saja, sedangkan Sekretaris dapat bertanggung jawab untuk orang banyak maupun tim.

Personal Assistant juga bisa dibilang sebagai tangan kanan atasan yang mempekerjakannya. Karena umumnya seorang Asisten Pribadi diberikan tanggung jawab untuk mengatur jadwal, mengurus administrasi, menyiapkan berbagai macam kebutuhan untuk pekerjaan dan masih banyak lagi lainnya.

Pada dasarnya, mereka memang ditugaskan untuk membantu atau memudahkan atasan dalam menjalankan pekerjaannya. Sehingga tak heran jika seorang Personal Assistant dituntut untuk selalu ada dan siap kapan pun mengikuti atasannya pergi kemana saja.

Seorang Personal Assistant dalam menjalankan tugasnya juga harus bekerja sama dan menjalin komunikasi dengan staf yang lain. Untuk itu, Asisten Pribadi yang baik harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang bagus agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Apa Saja Tugas Personal Assistant Itu?

Tugas Personal Assistant

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, seorang Personal Assistant dituntut untuk membantu atasannya menyiapkan serangkaian kebutuhan pekerjaan maupun pribadi agar atasannya tersebut dapat fokus pada tugasnya yang lebih kompleks.

Tugas seorang Personal Assistant sebenarnya cukup relatif dan beragam. Tergantung dari atasan yang mempekerjakannya. Namun secara garis besar berikut adalah beberapa cakupan tanggung jawab seorang Asisten Pribadi:

1. Menjadi orang pertama yang menerima panggilan telepon maupun email dan memberikan respon jika memang diperlukan

2. Mengatur jadwal atasan termasuk di antaranya terkait pertemuan dengan klien atau mitra bisnis

3. Menyusun jadwal perjalanan serta membantu dalam memesankan tiket transportasi dan menyiapkan akomodasi

4. Membantu dalam mengingatkan atasan terkait deadline, tugas, pertemuan dan lain-lain

5. Menyimpan seluruh arsip biaya pengeluaran yang dilakukan maupun pemasukkannya

6. Berperan sebagai orang yang mencatat hasil rapat (notula)

7. Menyiapkan segala berkas atau keperluan yang dibutuhkan oleh atasan di setiap aktivitas ataupun tugas pekerjaannya

8. Membuat perencanaan pertemuan atas nama atasan

9. Menyiapkan acara termasuk tempat atau ruang konferensi yang dibutuhkan

10. Membuat laporan pada setiap presentasi

11. Menjalin komunikasi dengan staf lain khususnya bagian administrasi untuk persiapan dana/biaya yang dibutuhkan dalam menunjang aktivitas atasan

Umumnya, Personal Assistant bekerja untuk petinggi perusahaan yang tak sempat mengatur beragam kebutuhan terkait tugas dan pekerjaannya. Seperti yang kita tahu, tugas seorang petinggi perusahaan cukup banyak dan kompleks sehingga ada kalanya mereka membutuhkan bantuan orang lain dalam mengatur serangkaian jadwal maupun kebutuhan minor lain yang memakan banyak waktu.

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Seorang Personal Assistant

Skill yang dibutuhkan personal assistant

Menjadi seorang Asisten Pribadi umumnya tidak membutuhkan latar pendidikan khusus. Namun secara garis besar, terdapat beberapa skill yang sebaiknya dimiliki oleh seorang Personal Assistant karena akan sangat membantu dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan tanggung jawabnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Kemampuan manajemen waktu yang baik

Salah satu tugas utama seorang Personal Assistant adalah membuat jadwal aktivitas bagi atasannya. Untuk itu, mereka dituntut dapat mengelola setiap waktu yang ada dengan baik. 

Setiap pertemuan, rapat, maupun acara tertentu harus dijadwalkan dengan baik agar tidak saling bentrok dengan satu sama lain. Kemampuan manajemen waktu ini menjadi kunci utama yang harus dikuasai oleh seorang Personal Assistant agar tidak mengecewakan atasannya maupun mitra bisnisnya yang lain.

2. Kemampuan komunikasi yang baik

Berikutnya, skill yang harus dikuasai oleh seorang Asisten Pribadi adalah kemampuan berkomunikasi. Dalam hal ini komunikasi yang dimaksud tak hanya secara verbal, namun juga secara tertulis. 

Asisten Pribadi akan sering berpergian menemani atasannya menjalankan tugas. Sehingga ia mungkin juga akan bertemu dengan banyak orang-orang besar, mitra bisnis dan lain sebagainya. Untuk itu, kemampuan komunikasi yang baik ini juga harus dijadikan modal awal jika Anda ingin menjadi seorang Personal Assistant.

Sebab bagaimana pun, first impression Personal Assistant ini nanti juga dapat berpengaruh terhadap klien maupun mitra bisnis atasannya.

3. Mampu beradaptasi dengan perangkat yang akan digunakan

Seorang Personal Assistant juga biasanya dituntut untuk dapat mengoperasikan perangkat lunak tertentu dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya. Sehingga Anda juga harus dapat beradaptasi dengan baik dan mempelajari perangkat tersebut untuk memudahkan pekerjaan.

Ragam perangkat lunak yang akan digunakan ini tergantung dari masing-masing deskripsi pekerjaan yang diminta oleh atasan. Sehingga ada baiknya siapkan diri untuk mau belajar terhadap hal-hal baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya.

4. Dapat menjaga rahasia perusahaan

Ketika memutuskan untuk menjadi seorang Asisten Pribadi, Anda juga akan diminta untuk menyetujui Non-Disclosure Agreement (NDA) yang merupakan sebuah perjanjian di mana Anda tidak boleh mengutip maupun memberitahukan informasi tertentu yang tidak terkait pada kontraknya.

Hal ini dikarenakan seorang Personal Assistant akan berhubungan erat dengan berbagai macam data penting dan krusial perusahaan yang tidak boleh sembarang orang mengetahuinya. Maka dari itu, Anda dituntut untuk dapat berlaku bijaksana pada saat menjalankan tugas maupun ketika beraktivitas biasa dalam menjalankan keseharian.

Tidak semua informasi bisa Anda ceritakan pada rekan kerja, teman nongkrong maupun pasangan atau keluarga karena bisa saja materi tersebut bersifat sensitif dan berbahaya jika sampai bocor ke khalayak umum.

Karena seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, seorang Personal Assistant juga berarti tangan kanan atau orang kepercayaan si atasan. Sehingga jangan sampai kecerobohan Anda menjadi bumerang yang bisa mengakhiri perjalanan karir Anda di masa mendatang.

5. Menjalankan pekerjaan dengan teliti

Skill yang berikutnya dan harus dimiliki oleh Asisten Pribadi adalah tingkat ketelitian. Ketelitian ini akan berguna pada situasi tertentu seperti ketika membuat jadwal pertemuan agar tidak saling bentrok, memastikan pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dan masih banyak lagi lainnya.

Sebab jika seorang Personal Assistant ceroboh atau tidak teliti, maka akan sangat berpengaruh terhadap hasil kerjanya.

Nah, itulah tadi artikel mengenai deretan tugas seorang Personal Assistant yang juga sering dikenal dengan orang kepercayaan bos. Jadi, apakah Anda siap untuk memulai karir sebagai seorang Asisten Pribadi? Yuk, mulai asah kemampuan Anda dari sekarang!

Pahami Perbedaan CEO dan Direktur dalam Perusahaan

Pahami Perbedaan CEO dan Direktur dalam Perusahaan

Dalam perusahaan, istilah CEO dan Direktur merupakan posisi tinggi yang disegani. Kedua istilah ini juga seringkali disalah artikan oleh sebagian orang. Banyak yang berpikir bahwa CEO dan Direktur merupakan dua jabatan dengan tugas dan tanggung jawab yang sama. Padahal kenyataannya, kedua istilah ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, lho.

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan memberikan Anda informasi terkait perbedaan antara posisi CEO dan Direktur dalam sebuah perusahaan. Kira-kira apa saja ya bedanya? Yuk, simak lebih lanjut pada artikel di bawah ini.

Definisi CEO dan Direktur

Sebelum masuk ke pembahasan utama terkait perbedaan antara CEO dan Direktur, ada baiknya untuk mengenali kedua jabatan ini terlebih dahulu.

CEO atau Chief Executive Officer merupakan salah satu posisi tinggi dalam perusahaan yang memiliki peran penting dalam operasionalnya. Seorang CEO memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan perusahaan serta dalam pengambilan keputusan. Karena perannya tersebut, seorang CEO bisa juga disebut dengan Direktur Utama.

Dalam hal ini, CEO tak melulu seorang yang memiliki perusahaan tersebut. Mereka hanya diberikan tugas untuk menjalankan operasionalnya dan mengambil keputusan yang baik agar dapat mengembangkan perusahaan di masa mendatang. Selain itu, CEO juga bertanggung jawab dalam memimpin seluruh orang yang ada di bawah naungan perusahaannya.

Sedangkan Direktur merupakan sebuah jabatan eksekutif dalam perusahaan yang berada di bawah naungan seorang Direktur Utama. Jabatan Direktur ini bersifat struktural artinya dalam sebuah perusahaan biasanya tak hanya memiliki satu Direktur, namun terdiri dari beberapa.

Sebagai contoh Chief Operating Officer (COO) juga bisa disebut dengan Direktur Operasional dan Chief Financial Officer (CFO) juga bisa disebut dengan Direktur Finansial.

Nah, Direktur Operasional, Direktur Finansial maupun Direktur yang lain akan bertanggung jawab pada Direktur Utama. Di mana mereka harus memberikan laporan secara berkala terkait operasional maupun keuangan perusahaan. 

Sederhananya, Direktur merupakan istilah yang general karena mencakup berbagai macam posisi eksekutif dalam perusahaan.

Jadi, seorang CEO sudah pasti seorang Direktur, namun seorang Direktur belum tentu seorang CEO.

Tanggung Jawab CEO dan Direktur

Direktur Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan di awal, tanggung jawab seorang CEO adalah memimpin, memajukan, dan mengontrol jalannya perusahaan. Mereka juga dituntut harus dapat membuat keputusan yang rasional dan dapat dipertanggung jawabkan.

CEO yang baik harus dapat melihat sesuatu lebih jauh daripada orang lain alias mereka dituntut untuk menjadi visioner. Karena setiap keputusan atau inovasi yang dilakukan oleh seorang CEO akan sangat berdampak pada kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Selain itu, tugas CEO yang lain adalah berperan sebagai komunikator baik untuk internal perusahaan (antar karyawan dengan jajaran direksi dalam perusahaan) maupun eksternal (antar mitra bisnis perusahaan), sebagai eksekutor yang menjalankan sebuah ide atau gagasan, serta mengelola dan mengontrol jalannya operasional.

Sedangkan jajaran Direktur memiliki perannya masing-masing sesuai dengan divisinya. Direktur Finansial atau Keuangan misalnya, mereka bertanggung jawab untuk membuat laporan dan mengelola arus kas keuangan perusahaan. Di samping itu, Direktur Keuangan ini juga harus dapat membuat analisis keuangan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Nah, pada Direktur Operasional, sesuai namanya ia bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kegiatan operasional dalam perusahaan. Hal ini mencakup perencanaan dari awal hingga pelaksanaannya.

Jadi masing-masing Direktur memiliki tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan spesifikasi yang mereka cakup.

Pada intinya, Direktur Keuangan, Direktur Operasional dan Direktur pada divisi yang lain harus melaporkan setiap aktivitas dalam perusahaan pada CEO SlotoGate atau Direktur Utama untuk kemudian dipertimbangkan dan diambil keputusannya.

Macam-macam Direktur dalam Perusahaan

Perbedaan CEO dan Direktur di Perusahaan

Untuk memudahkan Anda dalam mengetahui apa saja Direktur yang biasanya terdapat dalam perusahaan, berikut PayrollBozz akan memberikan beberapa contohnya yang paling sering ditemui.

1. Chief Executive Officer (CEO) – Direktur Utama

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya CEO adalah pimpinan atau Direktur Utama dalam perusahaan. Tugasnya memimpin, menciptakan inovasi, membuat keputusan, dan memajukan perusahaan yang dipimpinnya.

Seorang CEO wajib memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, sebab bagaimana pun perusahaan dan seluruh jajaran karyawan yang ada di bawahnya sangat bergantung pada dirinya.

2. Chief Operating Officer (COO) – Direktur Operasional

Berikutnya ada COO atau Chief Operating Officer yang merupakan Direktur Operasional dalam perusahaan. Sesuai namanya, orang yang menduduki posisi ini bertanggung jawab penuh terhadap aktivitas operasional, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya.

Dalam praktiknya, COO juga seringkali disebut juga dengan Executive Vice President atau wakil dari CEO.

Mereka juga memegang peranan yang cukup krusial dalam inovasi produk, melakukan riset hingga pemasaran (marketing).

3. Chief Financial Officer (CFO) – Direktur Keuangan

Selanjutnya ada CFO atau Chief Financial Officer yang mungkin jarang terdengar di telinga sebagian orang. Sebab tak seperti CEO dan COO yang aktif tampil di depan mitra bisnis maupun publik, seorang CFO cenderung melakukan pekerjaannya di balik meja.

Sesuai namanya, Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer ini bertugas untuk mengatur arus kas keuangan perusahaan dan bertanggung jawab terhadap seluruh instrumen keuangan. Mulai dari perencanaan, pencatatan, pembuatan laporan, administrasi hingga melakukan analisis keuangan perusahaan.

Secara sederhana, fungsi seorang CFO mirip seperti peran bendahara dalam suatu organisasi. Namun tentu saja jabatan yang satu ini memiliki tugas yang jauh lebih kompleks. Mereka menjadi salah satu orang yang memiliki kuasa untuk memberikan saran dan membantu memberikan keputusan bagi CEO di bidang keuangan perusahaannya.

4. Chief Marketing Officer (CMO) – Direktur Pemasaran

Terakhir ada CMO atau Chief Marketing Officer yang bertanggung jawab atas segala operasional perusahaan khususnya yang terkait dengan pemasaran.

Tanggung jawab utama seorang Direktur Pemasaran ini adalah mulai dari menentukan budget untuk aktivitas marketing, menyesuaikan strategi yang akan digunakan, menentukan tujuan pemasaran, melakukan analisis terhadap pangsa pasar hingga mengikuti perkembangan zaman terkait teknik marketing yang potensial.

Seorang CMO haruslah memiliki karakteristik yang mudah beradaptasi dengan perubahan. Terlebih di era digital seperti saat ini, perkembangan zaman yang semakin maju membuat banyak perubahan terjadi dengan lebih cepat. Algoritma sosial media hingga karakteristik pelanggan di dunia maya menjadi salah satu hal yang harus terus dipelajari agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang potensial dan menguntungkan bagi perusahaan.

Penutup

Nah, itulah tadi perbedaan antara CEO dan Direktur dalam perusahaan. Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa seorang CEO sudah pasti Direktur, namun seorang Direktur belum tentu CEO.

Bagaimana pun, keduanya merupakan posisi eksekutif dalam perusahaan yang wajib ada karena sangat berperan penting dalam operasional perusahaan. Di perusahaan besar, keberadaan CEO dan Direktur lain (CMO, COO, CFO) mungkin dapat ditemukan dengan lengkap. Namun dalam perusahaan yang masih berskala kecil, seorang CEO biasanya dapat merangkap beberapa tanggung jawab sekaligus.

Turn Over Karyawan Tinggi Setelah Lebaran? Begini Cara Menyiasatinya

Turn Over Karyawan Tinggi Setelah Lebaran? Begini Cara Menyiasatinya

Terdapat satu fakta di perusahaan, bahwasanya turn over karyawan bisa melonjak sehabis lebaran. Banyak karyawan yang menunggu momen ini untuk mendapatkan keuntungan seperti keluarnya THR atau gaji 13 menjelang hari raya. 

Hari raya seperti idul fitri khususnya di Indonesia memang menjadi waktu yang tepat bagi karyawan untuk memulai karir di tempat yang baru dan perusahaan mencari kandidat baru pula. Namun sebenarnya hal tersebut bisa dibilang kurang ideal dan menjadi masalah apabila lonjakan turn over karyawan yang terlalu tinggi. 

Masalah-masalah seperti proses rekrutmen, onboarding karyawan, probation, dan kelayakan kerja merupakan momok bagi HRD, Karena mencari kandidat yang  tepat, berpengalaman, dan terlatih di bidangnya bukan hal yang mudah. 

Baca juga : Tips menjawab pertanyaan interview kerja : “Apa kekurangan kamu?”

Oleh karenanya HRD atau perusahaan harus siap dan menyusun strategi lonjakan arus keluar masuk karyawan setelah lebaran ini, dan pada artikel kali ini blog.payrollbozz.com akan memberikan ulasan tentang cara menyiasati turn over karyawan setelah lebaran. 

Cara menyiasati turn over karyawan yang tinggi setelah libur lebaran

1 ) Program pelatihan atau pengembangan karir

Ada banyak alasan mengapa karyawan hengkang dari perusahaan dan memilih bekerja di tempat lain, seperti gaji, karir, pengalaman baru, faktor atasan, dan masih banyak lainnya. Namun bagi mereka yang masih relatif muda atau fresh graduate mendapatkan pengalaman baru merupakan suatu hal yang sangat berharga. 

Fresh graduate membutuhkan pengembangan diri, dan terkadang inilah yang menyebabkan mereka resign karena ingin mendapatkan pengalaman lain di tempat yang baru. Dengan mengerti apa yang mereka inginkan dan butuhkan, perusahaan dapat menyediakan program pelatihan antar divisi. 

Memberikan pelatihan kepada karyawan yang sudah eksis dan mengenal pekerjaannya di perusahaan, tentunya jauh lebih baik ketimbang memberikan pelatihan dan onboarding karyawan baru yang belum tentu cocok. 

Baca juga : “Berapa Gaji Yang Kamu Harapkan?” Begini Cara Menjawabnya Saat Negosiasi Gaji

Cara ini bisa dilakukan oleh perusahaan untuk menyiasati atau mencegah karyawan untuk resign setelah lebaran, tidak sedikit dari pekerja yang ingin pindah membutuhkan pengalaman baru untuk meningkatkan keterampilan mereka. 

2 ) Menaikkan Status kepegawaian

Selain mencari pengalaman baru alasan karyawan pindah kerja lainnya adalah status kepegawaian mereka. Perusahaan perlu melakukan peninjauan kembali perihal kinerja dan status karyawannya. 

Bagi mereka yang sudah layak, memiliki kinerja yang baik dan memenuhi syarat untuk diangkat statusnya menjadi karyawan tetap atau non-kontrak adalah sebuah keistimewaan yang mereka cari. Dengan begini mereka akan mempertimbangkan kembali untuk bertahan di perusahaan Anda.

Dan begitu juga bagi karyawan kontrak yang masa kontrak kerjanya sudah hampir habis, sebaiknya perusahaan melakukan langkah sigap untuk memperpanjangnya, apabila memang dinilai layak dan pantas. 

3 ) Sosialisasikan Jenjang Karir

Selain gaji dan status kepegawaian alasan karyawan ingin pindah tempat kerja karena sulitnya berkarir di perusahaan yang lama. Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk mensosialisasikan jenjang karir kepada seluruh karyawan. 

Hal ini bisa berdampak langsung pada loyalitas dan kinerja karyawan, mereka yang mendambakan karir yang baik, akhirnya bisa menemukan titik terang. Dengan begini mereka akan memberikan waktu dan tenaga dan mereka untuk jabatan yang perusahaan sediakan. 

Tugas HR manajemen adalah melakukan sosialisasi tentang potensi karir yang ada di perusahaan ini, dan melakukan peninjauan karyawan yang berprestasi untuk dijadikan prospek bagi perusahaan. 

4 ) Membuka lowongan pekerjaan terus menerus

Memiliki banyak kandidat potensial dari hasil interview kerja merupakan keuntungan tersendiri bagi perusahaan, karena apabila turn over karyawan terjadi seperti saat momen lebaran, maka HRD telah memiliki persiapan berupa database kandidat potensial yang dulu pernah melamar di perusahaan. 

Baca juga : 5 Jabatan/posisi dengan gaji tertinggi di perusahaan, check this out!

Dengan begini kekosongan yang terjadi bisa cepat terisi, walaupun proses onboarding karyawan baru tetap harus dilakukan. 

Demikian adalah 4 cara menyiasati turn over karyawan yang tinggi setelah libur hari raya idul fitri, pada dasarnya penyebab tingginya turn over bisa terjadi karena hal-hal berikut, seperti tidak adanya karir di perusahaan yang lama, gaji, lingkungan kerja yang kurang mendukung, dan atasan yang tidak baik. 

Dan semoga informasi ini dapat membantu Anda dan perusahaan dalam menanggulangi turnover musiman ini.

Apa itu Surat Akutansi Keuangan (SAK)? berikut adalah penjelasan dan jenisnya

Apa itu Surat Akutansi Keuangan (SAK)? berikut adalah penjelasan dan jenisnya

Dalam akutansi terdapat kaidah-kaidah yang wajib diketahui dan dipahami bagi seorang akuntan. Di dunia internasional sendiri terdapat IRFS atau nternational Financial Reporting Standards yang adalah standar pelaporan keuangan versi internasional, dan Indonesia sendiri mempunyai SAK atau Standar Akuntansi Keuangan. 

Pada pembahasan kali ini blog.payrollbozz.com akan memberikan penjelasan tentang SAK itu sendiri, mulai dari pengertiannnya dan jenis-jenis SAK yang ada. Dan penjelasannya bisa langsung bisa disimak dibawah ini. 

Pengertian SAK (Standar Akuntansi Keuangan)

Berdasarkan pengertian dari Ikatan Akuntan Indonesia, SAK atau standar akutansi keuangan adalah sebuah pernyataan akutansi keuangan dan penafsiran standar keuangan yang diterbitkan dari DSAK IAI (Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia) dan juga DSAS IA (Dewan Standar Syariah Ikatan Akuntan Indonesia). 

Nah sebagai seorang akuntan ada kaida-kaidah akutansi yang perlu diperhatikan, yakni kaidah akuntansi Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) serta kaidah akutansi dalam Negeri yaitu Standar Akuntansi keuangan (SAK).

Baca juga : Cara Hitung Prorata Untuk THR (tunjangan hari raya) 2021

Pada tahun 2015 lalu SAK resmi mengadopsi IFRS dalam penetapan kaidah akutansinya, pengadopsian kaidah akutansi ini erat kaitannya dengan masuknya Indonesia menjadi anggota Negara G20 (20 Negara dengan perekonomian besar di dunia). 

Sebelumnya SAK dan IFRS memiliki perbedaan dalam penetapan kaidah akuntasi, sampai akhirnya Indonesia perlu melakukan penyetaraan dan penyesuaian kaidah akutansinya, dengan kaidah akutansi internasional yang sesuai dengan  internasional Financial Reporting Standards.

Tujuan dari dibuatnya kaidah akutansi atau SAK adalah untuk mengatur penerbitan laporan keuangan untuk tujuan umum dan mudah dipahami antar entitas. Laporan keuangan yang dibuat dengan tujuan umum ini disepakati bersama oleh sebagian besar pengguna laporan umum dan tentunya legal secara  ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jenis Standar akutansi yang berlaku di Indonesia

Standar akutansi yang ada di Indonesia juga memiliki jenis-jenis tersendiri yang sesuai dengan kebutuhan pelaporan keuangan, dan berikut adalah jenis standari akutansi yang berlaku di Indonesia. 

SAK-ETAP

Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau SAK-ETAP adalah kaidah akutansi yang legal digunakan oleh usaha skala kecil dan juga menengah atau UMKM dalam membuat dan menyusun laporan keuangannya. 

Baca juga : Komunikasi Bisnis: Definisi, Tujuan dan Ragam Tekniknya

Pada praktiknya SAK-ETAP juga mengadopsi standar yang diberlakukan di IFRS, namun lebih sederhana dan merujuk kepada peraturan akutansi untuk usaha kecil menengah, yang regulasinya ditetapkan pada 2009 dan diberlakukan secara efektif pada tahun 2011 awal. 

PSAK-IFRS

PSAK-IFRS adalah regulasi umum yang berlaku di Indonesia yang mengatur tentang kaidah dan asas yang wajib di penuhi perusahaan dalam pembuatan laporan keuangan. PSAK juga telah mengadopsi kaidah IFRS sebagai rujukan kaidah akutansi yang diakui du dunia internasional. Regulasi ini wajib dipatuhi oleh perusahaan yang sudah go publik, yang berarti sebuah badan usaha yang mengeluarkan surat berharga pada penyusunan laporan keuangannya.

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

SAP adalah standar akutansi pemerintah yang diatur dalam PP No.71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. SAP diperuntukan ke badan pemerintah dalam melakukan penerbitan laporan keuangan pemerintah pusat atau LKPP dan jua laporan keuangan pemerintah daerah atau LKPD. SAP mengacu pada kerangka konseptual akuntansi pada sebuah badan pemerintahan.

Baca juga : Jurusan-jurusan sepi peminat dengan prospek kerja yang bagus

Standar Akuntansi Syariah (SAS)

SAK atau Standar Akuntansi Syariah ditujukan kepada badan usaha atau juga organisasi yang melakukan bisnis yang mengacu pada prinsip Syariah. Dibuatnya standar akutansi syariah bertujuan untuk memberikan standar dalam melakukan penyusunan laporan keuangan, dengan basis keuangan syariah. 

Demikian adalah penjelasan tentang surat akutansi keuangan atau SAK yang wajib dimengerti oleh para akuntan. SAK merupakan basis dalam membuat atau menerbikan laporan keuangan, yang legal dan diakui baik didalam Negeri maupun internasional.  

Komunikasi Bisnis: Definisi, Tujuan dan Ragam Tekniknya

Komunikasi Bisnis: Definisi, Tujuan dan Ragam Tekniknya

Komunikasi dalam dunia bisnis merupakan salah satu komponen penting yang mendukung jalannya operasional perusahaan. Tanpa adanya komponen ini, aktivitas bisnis dapat berjalan dengan lambat atau bahkan mengalami kekacauan.

Untuk itu dalam setiap bisnis baik yang berskala kecil maupun besar harus menjaga jalannya komunikasi dalam operasional mereka. Ini mencakup komunikasi antara atasan dan bawahan yang harus terjalin dengan baik agar aktivitas bisnisnya tidak mengalami hambatan.

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai istilah komunikasi bisnis. Lengkap mulai dari definisinya menurut para ahli hingga tujuan, teknik dan hambatan apa saja yang mungkin ditemui. 

Penasaran, kan? Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Apa Itu Komunikasi Bisnis?

Secara sederhana, komunikasi bisnis dapat diartikan sebagai upaya berbagi informasi antara orang-orang yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang bersangkutan. Dalam hal ini, orang-orang tersebut bisa saja berasal dari pihak internal perusahaan maupun eksternal seperti investor, klien dan lain-lain.

Komunikasi bisnis yang terjalin dengan baik akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya dengan cara yang lebih mudah. Selain itu juga dapat membantu menghindari risiko terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh minimnya komunikasi.

Komunikasi Bisnis Menurut Ahli

Beberapa ahli memiliki pendapatnya tersendiri mengenai definisi dari komunikasi bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya yang cukup umum digunakan dalam literasi.

Menurut seorang pakar bisnis, William Albig, komunikasi bisnis merupakan aktivitas pertukaran pendapat, gagasan, perintah dan informasi yang dilakukan secara personal maupun impersonal. Nah, pertukaran informasi atau gagasan ini tadi dilakukan melalui lambang simbol ataupun sinyal tertentu.

Kemudian menurut Philip Kotler, seorang ilmuwan sekaligus pakar pemasaran  mengatakan bahwa 

Menurut Philip Kotler, salah satu ilmuwan yang menjadi rujukan dalam dunia manajemen dan pemasaran, komunikasi bisnis merupakan kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan (seseorang) melalui proses pertukaran.

Lalu ada juga menurut Raymond Ross yang menyatakan bahwa komunikasi bisnis merupakan sebuah proses menyortir, memilih serta mengirimkan simbol dengan tujuan untuk membantu pendengar dalam membangkitkan makna atau respons dari pikirannya agar serupa dengan sesuatu yang dimaksudkan oleh komunikator dalam dunia bisnis.

Tujuan dari Komunikasi Bisnis

Dalam praktiknya, komunikasi bisnis memiliki beberapa tujuan. Selain berguna sebagai sarana penyampaian informasi pada semua pihak yang terlibat, komponen ini juga kerap digunakan untuk melakukan persuasi, kolaborasi hingga integrasi pada audiens yang dituju.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam memahami masing-masing tujuan komunikasi bisnis tersebut, selengkapnya akan kami bahas di bawah ini, ya.

1. Komunikasi bisnis untuk menyampaikan informasi (informing)

Tujuan utama komunikasi bisnis adalah untuk menyampaikan informasi pada setiap pihak lain yang akan terlibat. Sebagai contoh, ketika perusahaan membutuhkan karyawan baru untuk mengisi beberapa jabatan yang dibutuhkan, maka perusahaan harus membuat lowongan pekerjaan yang informatif terkait posisi yang dibuka.

Nah, lowongan pekerjaan tersebut dapat dimuat dalam berbagai macam media yang ingin digunakan oleh perusahaan. Misalnya seperti postingan di media sosial, media massa dan lain sebagainya. Lowongan ini berfungsi sebagai salah satu bentuk komunikasi bisnis pada pihak eksternal.

2. Komunikasi bisnis untuk melakukan persuasi (persuading)

Berikutnya, komunikasi bisnis juga digunakan sebagai media persuasi atau ajakan terhadap pihak lain. Dalam hal ini, komunikasi yang akan dilakukan harus dapat menarik minat audiens yang dituju. Misalnya, pada konten sosial media yang Anda unggah harus dapat membuat pembaca tertarik untuk memberikan like maupun komentarnya.

Di sisi lain, komunikasi bisnis ini juga dapat digunakan untuk menjalin negosiasi dengan partner bisnis ataupun diterapkan dalam aktivitas sales agar calon konsumen mau membeli produk yang ditawarkan.

Itulah kenapa mereka yang bekerja dalam perusahaan dan akan berhubungan langsung dengan klien maupun konsumen sangat dianjurkan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik. 

3. Komunikasi bisnis untuk kolaborasi (collaborating)

Hampir mirip dengan tujuan persuasi, komunikasi bisnis juga dapat digunakan sebagai sarana menjalin kolaborasi atau kerja sama dengan mitra bisnis Anda yang lain. Dengan adanya komunikasi bisnis ini, kolaborasi yang akan terjalin dapat berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan oleh pihak yang terlibat.

Saat ini kita tengah berada di era digital yang perkembangannya sangatlah cepat. Komunikasi antar bisnis pun dapat terjalin dengan mudah melalui sosial media yang tersedia sehingga memudahkan para pelaku bisnis untuk saling menjalin kerja sama atau berkolaborasi satu sama lain.

Sebagai bisnis yang berdiri di tengah perkembangan teknologi, jangan sampai Anda menutup diri dari tawaran kerja sama yang diajukan oleh brand bisnis lain. Selama itu menguntungkan untuk kedua belah pihak, kenapa tidak?

4. Komunikasi bisnis untuk integrasi 

Berikutnya, masih berhubungan dengan poin yang sebelumnya, ketika suatu bisnis menjalin kolaborasi atau kerja sama maka diperlukan juga integrasi yang utuh. Dengan demikian, operasional kedua perusahaan dapat berjalan dengan baik dan selaras.

Selain itu, dari sektor internal perusahaan, integrasi ini juga diperlukan agar komunikasi yang terjalin antar semua pihak yang terlibat dapat berjalan dengan baik dan meminimalisir terjadinya miss komunikasi.

Ragam Teknik Komunikasi dalam Bisnis

Dalam proses penyampaian komunikasinya, terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Teknik Verbal

Pertama ada teknik verbal, sesuai namanya teknik ini menggunakan komunikasi secara langsung menggunakan lisan dan bukan tertulis. Namun di era digital saat ini, Anda bisa berkomunikasi dengan orang secara verbal meskipun tanpa harus bertatap muka secara langsung, misalnya dengan memanfaatkan telepon maupun melakukan video call.

Namun demikian, komunikasi menggunakan teknologi modern masih sering menyebabkan terjadinya miss komunikasi. Sehingga sangat disarankan untuk tetap melakukan teknik verbal ini secara face to face agar terhindar dari kesalahpahaman baik itu dari intonasi bicara hingga kesalahan pendengaran akibat jaringan yang buruk.

Teknik komunikasi verbal ini kerap digunakan dalam berbagai macam situasi bisnis seperti pada saat rapat, konferensi, presentasi, diskusi kerja sama dengan klien maupun seputar proyek tertentu dan masih banyak lagi lainnya.

2. Teknik Non-Verbal

Berikutnya, dalam komunikasi bisnis Anda juga bisa menggunakan teknik non-verbal yang meliputi gestur atau gerakan tubuh. Dalam hal ini, bahasa tubuh seseorang dapat menyampaikan pesan atau tujuan tertentu. Misalnya, kontak mata dan postur, di mana seseorang dapat melihat ketertarikan Anda terhadap suatu topik atau pembahasan dari sorot mata Anda ketika mendengarkannya.

Selain itu, ada banyak lagi ragam komunikasi non-verbal yang secara tidak langsung sering kita lakukan. Seperti ketika Anda menganggukkan kepala pada saat rapat pertanda bahwa Anda cukup memperhatikan komunikator yang tengah menyampaikan sesuatu. Kemudian pada saat seseorang menyilangkan lengannya dan memperhatikan lingkungan di sekitarnya pertanda bahwa orang tersebut tengah menunjukkan perilaku yang defensif.

3. Teknik Komunikasi Tertulis 

Terakhir ada teknik komunikasi tertulis yang biasanya dibuat oleh perusahaan untuk menyampaikan informasi tertentu. Sesuai namanya, komunikasi ini disampaikan dengan media tertulis seperti surat fisik maupun surat elektronik (email) dan pesan singkat lewat sosial media.

Dalam proses penyampaiannya, gaya bahasa yang akan digunakan harus disesuaikan dengan orang yang dituju. Selain itu, jika Anda ingin mengirimkan email pastikan untuk membuat singkat, padat dan jelas karena banyak orang tidak senang membaca surat elektronik yang terlalu panjang.

Penutup

Nah, itulah tadi definisi dari komunikasi bisnis, tujuan hingga ragam tekniknya yang bisa Anda gunakan. Pada akhirnya komunikasi bisnis merupakan sebuah komponen yang harus diperhatikan dalam proses penyampaiannya. Hal ini bertujuan agar terhindar dari terjadinya miss komunikasi di dalam maupun dengan pihak luar dari perusahaan.

Tips & Cara Membuat Copyright Di Karya Foto Kamu

Tips & Cara Membuat Copyright Di Karya Foto Kamu

Cara membuat copyright – Hak cipta atau copyright adalah nilai eksklusivitas untuk sebuah karya, baik itu dari bidang seni, pendidikan, infrastruktur, dan lainnya. Pemegang eksklusivitas atau hak cipta ini ada pada kreator yang menciptakan hal tersebut, outputnya pun bisa berbagai macam mulai dari gagasan, informasi dari hasil penelitian, benda, musik/suara, sampai karya fotografi. 

Copyright inilah yang nantinya memberikan hak kepada kreator untuk memberdayakan karyanya tersebut, seperti menerbitkan, mengedarkan, dan memperbanyak sampai melakukan pembatasan penggunaan untuk kepentingan bisnis atau pribadi. 

Membuat copyright pada sebuah karya merupakan sebuah keuntungan, selain untuk menjaga dan mempertanggungjawabkan karyanya, kreator juga bisa mendapatkan keuntungan finansial karena nilai eksklusivitasnya bisa digunakan untuk kepentingan bisnis.

Nah bagi kamu yang merupakan fotografer, ada baiknya melindungi hak cipta foto dengan membuat copyright sendiri, dan berikut ini adalah cara membuat copyright dengan mudah, bisa dengan watermark atau metadata. 

Cara Membuat Copyright Di Karya Foto

Menggunakan Watermark

Yang pertama kamu dapat membuat Copyright dengan menggunakan watermark yang di tempel pada foto, cara ini adalah yang paling populer karena mudah dan gratis. 

Caranya kamu hanya perlu membuat logo untuk karya foto kamu, atau membuat nama dengan font tertentu, yang kemudian mencantumkannya ke foto. Namun ada risiko nama atau logo yang ditempel dihilangkan, nah berikut ini tips yang bisa kamu lakukan dalam membuat watermark agar tidak mudah dihilangkan oleh orang lain. 

1 ) Tempelkan watermark ke area komposit foto

Disadur dari Guilding Tech, watermark atau tanda air yang berbeda warna atau kontras dengan background bisa dengan mudah dihilangkan menggunakan aplikasi edit foto dan gambar seperti photoshop.

Agar tidak bisa dihilangkan dengan bantuan aplikasi editor, tambahkan watermark ke area komposit foto serta menyesuaikan warna dan opasitas dengan foto. Walau bukan tidak mungkin watermark juga dapat diakali atau dihilangkan, namun dengan pengaturan warna dan opasitas yang selaras dengan  komposisi warna foto akan meninggalkan bekas pada foto. 

2 ) Tempatkan watermark di area blind spot

Menyelipkan watermark di area yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang juga merupakan cara alternatif yang bagus untuk membuat copyright pada foto. 

Buat watermark menjadi bagian dari foto kamu dan membuatnya menyatu dengan foto, ini adalah cara kreatif untuk terhindari dari orang yang berusaha menghapus watermark yang kamu buat. 

Menggunakan Metadata Foto

Cara membuat copyright lainnya untuk foto adalah dengan menggunakan metadata. Metadata adalah sebuah informasi berupa deskripsi yang menempel dengan foto, video, gambar, sampai halaman web.

Dan informasi yang menempel pada objek ini bisa juga kamu jadikan copyright untuk karya yang dibuat, untuk membuatnya kamu bisa mengandalkan Adobe photoshop dan juga lightroom. Dan berikut adalah tutorialnya

Cara membuat copyright metadata dengan Photoshop

  1. Buka aplikasi Photoshop, navigasikan gambar atau foto yang ingin diberikan metadata. Kemudian, klik file dan pilih file Info
  2. Kemudian Pop up akan munncul, isi data di kolom Tab deskripsi. Kemudian pilih menu drop-down untuk copyright, pilih jenis karya kamu. Selanjutnya dibawah menu drop-down terdapat kotak komentar yang bisa kamu tambahkan rincian copyright untuk foto, serta kolom untuk menambahkan URL. 
  3. Langkah selanjutnya buka tab IPTC. Disana kamu bisa mengisi kolom entri yang tersedia, pastikan kamu mengisi semua kolom yang ada sampai kebawah. 
  4. Kemudian klik OK untuk menyematkan metadata. Disana juga tersedia pilihan untuk menyimpan entri dalam format .xml ,ini akan memudahkan kamu untuk menyematkan metadata ke foto lainnya, jadi tidak perlu isi dari awal lagi

Cara membuat copyright metadata dengan Lightroom

  1. Navigasikan ke foto yang ingin kamu berikan metadata, kemudian klik New
  2. Isi form halaman yang ada, setelah selesai mengisinya berikan nama preset pada bagian atas formulir, dan selanjutnya pilih Create

Dengan lightroom kamu juga bisa menambahkan metadata untuk beberapa foto sekaligus, Caranya juga sangat mudah

  1. Pilih foto yang ingin kamu berikan metadata
  2. Klik edit presets untuk buat baru
  3. Form akan muncul, isi dan lengkapi setelah itu klik Done

Demikian adalah cara membuat copyright pada foto, bisa dengan memberikan watermark atau menyematkan metadata pada foto atau gambar karya kamu. Penting untuk kita memberikan copyright pada setiap karya yang kita hasilkan, karena selain menjaga ke eksklusivitas pada karya juga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah kita buat. Selamat mencoba dan semoga berhasil.. 

8 Tips Sukses Membuka Cabang Baru, Nomor 7 Wajib!

8 Tips Sukses Membuka Cabang Baru, Nomor 7 Wajib!

Membuka cabang bisnis baru merupakan salah satu keputusan besar yang harus dipikirkan secara matang bagi para pelaku usaha. Tak hanya karena membutuhkan modal besar, melakukan ekspansi bisnis juga membutuhkan pertimbangan dan strategi yang tepat dan matang agar dapat berjalan dengan lancar.

Ekspansi yang dilakukan tanpa persiapan hanya akan membuat bisnis Anda merugi. Bahkan hingga mengalami kebangkrutan. Untuk itu, pada artikel kali ini PayrollBozz akan memberikan Anda tips sukses membuka cabang baru yang bisa dicoba.

Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini, ya.

Tips Sukses Membuka Cabang Baru

1. Pastikan keuangan bisnis utama dalam kondisi yang stabil

Sebelum memutuskan untuk melakukan ekspansi atau membuka cabang baru, Anda harus memastikan bahwa kondisi keuangan bisnis Anda dalam kondisi yang stabil. Pastikan bahwa arus kas dalam bisnis tersebut menunjukkan grafik pertumbuhan yang positif dan memiliki profit atau keuntungan.

Satu hal yang perlu Anda ketahui, omset besar yang didapat oleh suatu bisnis tidak menjamin bahwa bisnis tersebut telah berjalan dengan sukses. Omset yang didapat dalam hal ini adalah pendapatan kotor, sedangkan profit adalah keuntungan atau sisa uang yang bisa Anda kembangkan untuk menambah kuantitas produksi maupun melakukan ekspansi.

Sehingga alih-alih mengukur kemampuan bisnis Anda melalui omset yang diperoleh, coba pertimbangkan berapa banyak profit yang sudah Anda dapat atau kumpulkan dari operasional bisnis tersebut.

2. Siapkan modal yang dibutuhkan

Berikutnya, setelah memastikan bahwa kondisi keuangan bisnis yang pertama stabil. Anda bisa melanjutkan upaya dengan menyiapkan modal yang dibutuhkan.

Sebaiknya, modal ini diambil dari akumulasi profit yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Untuk itu, membuka cabang bisnis baru perlu dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Lantaran, Anda tak direkomendasikan melakukan ekspansi jika bisnis Anda baru mengalami keuntungan satu kali atau baru beroperasi dalam waktu yang singkat.

Sederhananya, bisnis yang Anda jalankan sekarang juga harus memiliki tabungan. Tabungan tersebut diperoleh dari profit atau keuntungan yang didapatkan selama beberapa bulan atau periode waktu tertentu. Setelah profit tersebut terkumpul dan cukup untuk memulai bisnis baru, maka Anda baru dikategorikan siap melakukan ekspansi bisnis ini.

3. Melakukan riset terhadap pasar dan lokasi yang akan dipilih

Selain harus menyiapkan modal berupa uang, Anda juga harus mengumpulkan modal mengenai data terkait pasar maupun lokasi yang akan dijadikan tempat ekspansi bisnis Anda.

Pemilihan lokasi menjadi salah satu yang terpenting karena dapat berdampak besar terhadap penjualan produk bisnisnya. Semakin strategis lokasi yang Anda pilih, tentu semakin besar pula peluang orang-orang mengetahui keberadaan bisnis Anda.

Sayangnya, lokasi yang strategis biasanya juga dibandrol dengan harga sewa atau jual yang mahal. Sehingga Anda juga harus menyiapkan budget yang sedikit lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kemudian Anda juga harus melakukan riset pasar mengenai bagaimana karakteristik orang-orang di sekitar lokasi yang akan dipilih. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa ekspansi bisnis Anda cukup relevan jika dibuka pada lingkungan tersebut.

Sebagai contoh, Anda membuka bisnis laundry di daerah pedesaan. Karakteristik orang desa yang lebih memilih untuk mencuci secara manual tentu akan membuat bisnis laundry Anda tersebut tidak terlalu menguntungkan. 

Berbeda jika Anda membuka bisnis laundry di tengah-tengah kota. Di mana banyak orang tak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka sendiri karena kesibukan yang cukup padat. Sehingga jasa laundry banyak dicari dan menguntungkan untuk dibuka di sana.

4. Perhatikan pasokan bahan baku

Jika Anda menjalankan bisnis kuliner, maka tahap ekspansi ini juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan akses pasokan bahan baku. Akses daerah yang sulit bisa menjadi salah satu kenaikan harga distribusi. Sehingga hal ini dapat mengurangi keuntungan yang seharusnya bisa Anda peroleh.

Untuk itu, ada baiknya Anda mencari supplier bahan baku yang berada di dekat lokasi bisnis baru Anda. Biaya distribusi yang murah dapat ditekan sehingga Anda bisa memaksimalkan keuntungan yang akan didapatkan. 

Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan oleh supplier tersebut, ya. Jangan sampai kualitas bahan baku yang kurang bagus membuat Anda menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan besar. Karena hal tersebut nantinya dapat berpengaruh terhadap kredibilitas bisnis Anda dan kepuasan pelanggan.

5. Cari sumber daya manusia yang berkualitas dan potensial

Berikutnya, Anda juga harus siap untuk merekrut karyawan baru yang bertugas menjalankan operasional cabang bisnis Anda tersebut.

Nah, dalam proses perekrutannya, pastikan Anda melakukan seleksi yang ketat. Carilah karyawan yang memiliki etika baik, berkualitas dan memiliki potensi lebih untuk dikembangkan. Dengan demikian, mereka dapat terus belajar dan mengasah kemampuannya dalam operasional bisnis Anda tersebut.

Selain itu, jika Anda akan merekrut karyawan untuk posisi frontliner, ada baiknya untuk memperhatikan kemampuan berkomunikasi mereka juga. Sebab, tak hanya bekerja sebagai karyawan yang menemui pelanggan, secara tidak langsung mereka juga akan menjadi representatif bisnis Anda and golden goddess slot.

6. Siapkan strategi pemasaran yang tepat

Membuka cabang bisnis artinya Anda juga harus menyiapkan strategi pemasaran yang baru pula. Bahkan mungkin strategi pemasaran yang akan digunakan oleh cabang bisnis Anda ini nantinya akan sedikit berbeda dengan cabang yang utama.

Sebagai contoh, Anda akan membutuhkan budget besar untuk mempromosikan cabang bisnis Anda yang baru tersebut. Karena Anda harus mengenalkannya ke pangsa pasar yang ada di sekitar lokasi. 

Strategi pemasaran ini dapat dieksekusi dengan cara konvensional maupun melalui media digital. Untuk saat ini, strategi marketing menggunakan media digital dianggap cukup efektif dan tidak membutuhkan banyak dana. Sehingga Anda bisa mencobanya dengan melakukan promosi di sosial media maupun membuat website resmi untuk bisnis Anda tersebut

7. Ciptakan identitas branding yang kuat

Masih berkaitan dengan metode pemasaran yang akan Anda gunakan. Dalam hal ini, Anda juga harus membangun identitas branding yang kuat terkait dengan cabang bisnis Anda tersebut.

Cara ini bisa dilakukan dengan menonjolkan beberapa aspek yang ada di bisnis Anda. Seperti melalui penggunaan logo yang menarik dan relevan, pemilihan warna cat toko baru Anda sesuai dengan identitas bisnisnya maupun menggunakan copywriting yang menarik.

Intinya, identitas branding ini nanti harus dapat mewakili bisnis Anda dalam menyampaikan value-nya ke pelanggan. Sehingga mereka tertarik untuk mampir atau berkunjung ke cabang bisnis Anda yang baru dan berlangganan hingga menjadi konsumen yang loyal.

8. Lakukan evaluasi bisnis secara berkala

Dengan membuka cabang baru artinya tanggung jawab Anda sebagai seorang pelaku usaha menjadi berlipat ganda. Anda harus dapat mengelola kedua bisnis tersebut dengan baik dan sama rata.

Jangan sampai karena terlalu antusias dengan pembukaan cabang baru, cabang utama menjadi terlantar dan tidak terurus. Luangkan waktu untuk rutin mengunjungi keduanya dan melihat progress setiap cabang.

Apabila salah satu cabang mengalami penurunan penjualan, maka harus diadakan evaluasi untuk meningkatkan angka penjualan. Misalnya dengan diadakan promo khusus untuk cabang tersebut. Dengan demikian, semua cabang bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar sampai nantinya Anda siap untuk membuka cabang baru yang lain dan seterusnya.

Cara Mudah menghilangkan Stres Karyawan di Tempat Kerja

Cara Mudah menghilangkan Stres Karyawan di Tempat Kerja

Stres dalam dunia kerja sebenarnya merupakan hal yang cukup wajar. Tak ada seorang pun yang tak pernah mengalami hal ini selama menjalani karirnya. 

Hanya saja beberapa orang dibekali dengan kemampuan pengelolaan stres yang baik. Sehingga meski dalam kondisi yang paling menekan sekali pun, mereka tetap dapat bekerja dengan produktif dan fokus terhadap tanggung jawabnya. 

Namun di sisi lain ada juga karyawan yang sulit fokus hingga menurunkan produktivitasnya ketika mengalami stres ini. Beberapa di antaranya bahkan hingga mengalami depresi karena masalah pekerjaan tersebut.

Nah, maka dari itu, perusahaan dan atasan perlu ikut berperan dalam menjaga kewarasan karyawan selama bekerja. Salah satunya adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman agar pressure yang ada di tempat tersebut tidak terlalu memberatkan. 

Pada artikel kali ini, PayrollBozz akan memberikan Anda informasi mengenai cara menghilangkan stres karyawan di lingkungan pekerjaan. Bagi Anda yang berprofesi sebagai HR, atasan suatu divisi maupun pemilik usaha, penting untuk mengetahui pembahasan kita kali ini. Simak lengkap artikelnya berikut, ya.

Penyebab Stres di Lingkungan Pekerjaan

Penyebab Stres di Lingkungan pekerjaan

Dalam praktiknya, ada banyak hal yang dapat membuat seorang karyawan mengalami stres ketika bekerja. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal dari perusahaan.

Sebagai contoh, karyawan yang mengalami penurunan produktivitas bisa jadi karena tidak fokus lantaran sedang mengalami banyak masalah pribadi, seperti masalah keluarga, hubungan dan lain sebagainya. 

Selain itu, pemicu terjadinya stres di tempat kerja juga dapat disebabkan oleh tanggung jawab atau tekanan di pekerjaan yang terlampau berat. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan peninjauan ulang terkait tanggung jawab karyawan tersebut. Seperti dengan memberikan tenggat waktu yang lebih longgar, memberikan bantuan pada karyawan terkait pekerjaan dan menanyakan letak permasalahannya, dan lain-lain.

Bahkan jika dirasa tugas karyawan tersebut terlalu banyak, perusahaan juga dapat memberikan sebagian tugasnya pada karyawan lain di divisi yang sama untuk membantu mengemban tanggung jawabnya. Sebab seorang karyawan juga memiliki kapasitas dan batasannya tersendiri. Sehingga memaksakan seseorang untuk mengerjakan semuanya sendiri juga bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Stres dalam pekerjaan juga dapat terjadi ketika lingkungan pekerjaan sudah membuatnya tidak nyaman. Di mana banyak masalah internal yang terjadi antar karyawan, misalnya mereka saling bertikai satu sama lain. Maka dari itu, perusahaan (khususnya HR) dalam hal ini, harus bisa menjadi seorang negosiator yang baik dalam menengahi permasalahan antar karyawan tersebut.

Sebab masalah dalam perusahaan jika dibiarkan secara terus menerus dapat mengganggu jalannya operasional. Bahkan hingga merugikan perusahaan dalam jangka panjang.

Pekerjaan yang membosankan, gaji yang rendah hingga atasan yang diktator juga menjadi beberapa masalah yang cukup sering membuat seorang karyawan mengalami stres di lingkungan kerja. 

Cara Menghilangkan Stres Karyawan di Tempat Kerja

Cara Menghilangkan Stres Karyawan

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, perusahaan dapat memiliki peran besar dalam membantu menghilangkan stres karyawan pada saat mereka bekerja. Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan, baik itu atasan divisi, HR maupun pemilik usahanya dalam mengelola stres karyawannya.

1. Ciptakan suasana pekerjaan yang fleksibel dan menyenangkan

Stres yang dialami oleh karyawan dapat dipicu oleh suasana kerja yang monoton dan membosankan. Maka dari itu, tak ada salahnya jika suatu perusahaan memberlakukan aturan yang fleksibel untuk karyawan mereka selama bekerja.

Misalnya, karyawan dibebaskan untuk pergi ke kantor maupun tidak. Selain itu, tak ada jam pasti untuk kapan harus pergi maupun pulang dari kantor. 

Sistem perusahaan yang fleksibel tersebut sudah banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Gojek, Google dan lain-lain. Selain dianggap lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan, jam kerja yang fleksibel ini juga membuat mereka lebih dapat memaksimalkan potensi dan kreativitasnya.

Sebagai informasi, tak semua karyawan produktif di pagi maupun siang hari. Beberapa di antaranya bahkan merasa bahwa tingkat produktivitas mereka tinggi saat malam hari. Inilah kenapa jam kerja yang fleksibel dapat dijadikan pilihan lantaran beberapa orang merasa bahwa ada jam-jam khusus di mana mereka lebih bisa fokus.

2. Hindari multitasking

Multitasking merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut aktivitas mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Dalam hal ini, multitasking kerap dilakukan untuk mempercepat penyelesaian tanggung jawab.

Sayangnya, tak semua orang dibekali dengan kemampuan multitasking yang baik. Menurut sebuah penelitian, wanita jauh lebih stabil dan lebih mampu untuk bekerja secara multitasking dibandingkan pria. Meski demikian, hal ini tidak berarti semua wanita bisa melakukan pekerjaan secara multitasking dengan output yang baik juga, ya.

Beberapa di antaranya mungkin juga merasa bahwa multitasking atau mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus adalah hal yang melelahkan. Selain sulit untuk membuatnya fokus, bekerja dengan metode seperti ini dapat meningkatkan risiko terjadinya human error.

Maka sebagai perusahaan yang baik, menghilangkan stres karyawan dapat dilakukan dengan cara tidak memaksa mereka untuk bekerja dengan metode multitasking. Terlebih jika deadline pekerjaan sudah mendekati atau hampir berakhir.

Alih-alih menyuruh mereka untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Lebih baik menyarankannya agar fokus pada pekerjaan satu persatu. 

3. Berikan apresiasi dan dukungan bagi karyawan

Jangan pernah meremehkan peran dari sebuah apresiasi atau pemberian dukungan terhadap karyawan. Sebab barangkali salah satu penyebab stres mereka saat bekerja adalah kurangnya apresiasi yang didapatkan dari atasannya.

Untuk itu salah satu upaya menghilangkan stres karyawan yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan memberikan apresiasi atau penghargaan pada setiap pekerja yang berhasil menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. Terlebih jika dalam periode tersebut, perusahaan berhasil mencapai target penjualan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Apresiasi yang diberikan oleh perusahaan tak melulu harus berbentuk materi. Hal terkecil seperti mengucapkan terima kasih pada mereka atas perannya dalam membesarkan perusahaan juga sudah membuat mereka senang dan dihargai keberadaannya.

4. Jalin komunikasi yang baik dengan setiap karyawan

Perusahaan juga harus dapat menjalin komunikasi yang baik dengan setiap karyawan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengupayakan jalinan komunikasi yang lancar adalah dengan mengadakan sesi 1 on 1 secara rutin setiap minggu atau setiap bulan.

Dalam sesi tersebut, perusahaan akan mengajak masing-masing karyawan berbincang tatap muka dan menanyakan perihal progress suatu proyek pekerjaan maupun menanyakan kendala apa yang dihadapi selama bekerja. 

Harapannya dari sesi 1 on 1 tersebut, perusahaan dapat lebih memahami dan mengenal karakteristik masing-masing karyawan lebih dalam. Sekaligus apabila memang terdapat kendala, perusahaan dapat memberikan solusi terbaik untuk memecahkan permasalahannya.

Penutup

Demikianlah artikel mengenai cara menghilangkan stres karyawan saat bekerja. Meski tergolong cukup wajar terjadi pada setiap orang yang menjalankan karirnya, namun stres yang berkepanjangan juga tidak baik bagi kesehatan individu tersebut maupun untuk kemajuan perusahaan.

Karyawan yang stres, tidak produktif dan tidak mendapatkan penanganan apapun dari perusahaan dapat membuatnya lebih rentan terkena depresi. Mereka mungkin akan mulai merasa tidak nyaman untuk berada di perusahaan hingga memutuskan untuk mengundurkan diri.

Hal tersebut sangat disayangkan, apalagi jika karyawan yang resign adalah seorang yang sebelumnya cukup berpengaruh, kreatif dan memiliki potensi tinggi untuk membantu perusahaan lebih maju. 

So, daripada perusahaan harus kehilangan karyawan yang potensial, lebih baik mulailah untuk memberikan perhatian lebih pada mereka. Berikan jaminan kesejahteraan pada setiap karyawan agar lingkungan pekerjaan menjadi jauh lebih nyaman.

Cara Melakukan Evaluasi Kinerja Karyawan dengan Benar

Cara Melakukan Evaluasi Kinerja Karyawan dengan Benar

Dalam operasional perusahaan, evaluasi kinerja karyawan merupakan salah satu hal yang harus selalu dilakukan. Sebab hal ini berkaitan dengan produktivitas karyawan tersebut sekaligus kualitas produksi yang dijalankan oleh perusahaan.

Evaluasi kinerja ini juga harus dilakukan secara rutin agar perusahaan dapat melakukan identifikasi terhadap masalah yang ada dan mencari solusi untuk mengatasinya. Tanpa adanya evaluasi kinerja tersebut, tentu baik perusahaan maupun karyawan tidak akan mengalami perkembangan.

Maka dari itu, dalam setiap divisi atau manajemen di perusahaan, evaluasi kinerja ini penting untuk selalu ada dan harus diperhatikan. Umumnya, evaluasi kinerja karyawan dilakukan setiap 1 tahun sekali. Namun ada juga perusahaan yang memberlakukan aturan setiap 3 atau 6 bulan sekali. 

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai evaluasi kinerja karyawan serta cara melakukannya. 

Apa Itu Evaluasi Kinerja Karyawan?

Definisi Evaluasi Kinerja Karyawan

Sederhananya, evaluasi kinerja adalah suatu proses menilai pekerjaan seseorang atau suatu divisi dalam perusahaan dengan berlandaskan standar kinerja yang berlaku di perusahaan maupun tujuan atau target yang sudah ditentukan sebelumnya. Evaluasi ini tak hanya dilakukan pada divisi yang berkaitan dengan penjualan (sales) atau pemasaran (marketing), namun juga divisi lain seperti HR, Finance dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, evaluasi yang dilakukan dalam divisi pemasaran akan membahas mengenai seberapa efektif metode marketing yang digunakan untuk mempromosikan produk perusahaan. Jika dirasa belum banyak menghasilkan penjualan produk, maka divisi tersebut harus mencari cara lain untuk memasarkan produknya dengan lebih gencar.

Tak hanya itu, apabila ternyata strategi pemasaran yang dijalankan sudah cukup efektif menarik minat konsumen. Maka perusahaan dapat melakukan evaluasi seperti dengan melakukan penambahan budget pemasaran, memperluas metode pemasaran dengan cara yang sama ke target market yang berbeda dan lain sebagainya.

Intinya, evaluasi ini dilakukan untuk melihat kekurangan, kelebihan, kesalahan serta hal lain yang bisa mempengaruhi pekerjaan karyawan yang akan dikerjakan kedepannya. Selain itu, komponen yang satu ini juga dapat dilakukan untuk memperbaiki setiap kebijakan perusahaan yang dirasa masih kurang atau bahkan tidak sesuai dengan kondisi pasar maupun perusahaan saat itu.

Nah, dari evaluasi ini akan didapatkan dua hasil yang saling bertentangan. Bisa jadi positif maupun negatif. 

Evaluasi yang menghasilkan value positif sebaiknya dipertahankan atau malah ditingkatkan. Dengan tujuan agar perusahaan dapat memperoleh hasil yang lebih baik ke depannya. Sedangkan untuk hasil yang negatif dari proses evaluasi tersebut bisa disingkirkan atau dikoreksi. Misalnya dicari tahu di mana letak kesalahannya dan dilakukan identifikasi terhadap solusi yang mungkin bisa dilakukan.

Cara Melakukan Evaluasi Kinerja Karyawan

Cara Melakukan Evaluasi Kinerja Karyawan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, evaluasi kinerja karyawan perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam bekerja. Selain itu, perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan dari proses evaluasi ini. 

Nah, bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara melakukan evaluasi kinerja karyawan yang baik dan benar. Berikut kami akan memberikan sedikit tips yang bisa Anda coba.

1. Evaluasi dilakukan secara rutin dan konsisten

Tak ada aturan khusus mengenai berapa kali sebaiknya perusahaan melakukan evaluasi kinerja karyawannya dalam setahun. Beberapa perusahaan melakukan penilaian ini setiap setahun sekali, namun tak jarang juga ada perusahaan yang melakukannya setahun dua kali.

Anda bahkan diperbolehkan jika ingin melakukan evaluasi setiap bulan atau setiap triwulan sekali. Selama hal tersebut dianggap efektif dan menciptakan perubahan dalam operasional perusahaan dan meningkatkan penjualan, kenapa tidak?

Yang terpenting evaluasi ini harus dilakukan secara rutin dan konsisten agar karyawan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan laporan yang positif pada perusahaan. 

2. Siapkan bahan untuk melakukan evaluasi

Dalam melakukan penilaian ini, Anda tentu tidak bisa sembarangan. Semua hal yang akan Anda nilai harus terlebih dahulu dilandasi dengan data yang sesuai dengan fakta.

Misalnya dengan laporan pekerjaan yang diberikan oleh karyawan atau divisi terkait, catatan perilakunya, absensi atau daftar kehadiran karyawan tersebut, dan lain sebagainya. Intinya, penilaian yang dilakukan bersifat kredibel atau dapat dipertanggungjawabkan.

3. Membuat sistem penilaian yang terstruktur

Nah, dari data yang sudah Anda kumpulkan tadi dapat dijadikan sebagai landasan dasar dalam memberikan penilaian. Berikutnya, Anda harus membuat draf sementara untuk melakukan penilaian tersebut.

Cari tahu mengenai seberapa produktif karyawan tersebut dari hari ke hari, apakah menunjukkan kinerja yang lebih baik atau bahkan lebih buruk dari periode sebelumnya? Setiap divisi dalam perusahaan tentu memiliki standar penilaiannya tersendiri.

Seperti pada divisi pemasaran, kinerja mereka dinilai dari seberapa efektif metode marketing yang digunakan atau seberapa banyak peningkatan penjualan produknya. Kemudian untuk divisi lain seperti customer service atau pelayanan pelanggan, penilaiannya didasarkan pada sejauh mana pelanggan puas terhadap pelayanan yang diberikan.

4. Lakukan evaluasi dengan menanyakan pada atasan divisi terkait

Berikutnya, evaluasi kinerja karyawan juga bisa dilakukan dengan menanyakannya secara langsung pada atasan divisi terkait. 

Sebagai contoh, Andi adalah seorang Junior Marketing yang baru bergabung ke perusahaan selama 6 bulan. Nah, Anda bisa menanyakan bagaimana kepribadian maupun kinerja Andi tersebut dalam perusahaan ke pimpinan divisi Marketing di perusahaan.

Karena bagaimana pun, atasan dari divisi tersebut jauh lebih mengetahui seluk beluk mengenai Andi dan kinerjanya. 

Satu hal yang penting untuk digaris bawahi adalah penilaian kinerja karyawan harus dilakukan secara objektif dan bukan karena dilandasi oleh masalah pribadi. Tetap berlaku profesional adalah kunci dari evaluasi kinerja yang baik dalam perusahaan.

5. Lakukan diskusi dengan karyawan terkait

Setelah mendapatkan data mengenai karyawan yang akan dinilai dari berbagai narasumber. Maka selanjutnya, Anda bisa melakukan diskusi face-to-face dengan karyawan yang akan dinilai kinerjanya.

Evaluasi ini biasanya dilakukan oleh HR sekaligus atasan dari divisi terkait. Keduanya akan menyampaikan penilaian mengenai bagaimana kinerja dari karyawan tersebut.

Apabila karyawan tersebut memiliki kinerja yang buruk dalam perusahaan, maka sampaikanlah dengan bahasa yang halus dan sopan. Hindari menggunakan penyampaian yang terlalu menggebu-gebu atau emosional karena hal tersebut dapat menyinggung perasaan karyawan.

Tanyakan juga pada karyawan tersebut mengenai apa saja kendala yang tengah ia hadapi, kenapa kinerjanya bisa menurun atau memburuk dalam satu periode belakangan ini, dan lain-lain. Intinya, berikan karyawan tersebut waktu untuk melakukan pembelaan untuk menjelaskan masalah atau kendala yang dialaminya. Perhatian-perhatian ringan tersebut meski terdengar klise namun akan sangat berarti bagi karyawan yang bersangkutan. 

6. Lakukan tindak lanjut setelah evaluasi

Tujuan dari dilakukannya evaluasi kinerja karyawan adalah untuk mengidentifikasi kekurangan dari karyawan tersebut dan mencarikannya solusi yang terbaik. Selain itu, penilaian ini juga dilakukan untuk mengenali kelebihan dari karyawan yang bersangkutan agar lebih ditingkatkan di masa mendatang.

Pihak HR harus melakukan diskusi lebih lanjut mengenai karyawan tersebut kepada atasannya. Cari tahu langkah seperti apa yang sebaiknya dilakukan oleh karyawan yang bersangkutan agar lebih produktif dan memaksimalkan potensinya. Jangan lupa juga untuk memberikan kritik dan saran yang membangun untuk karyawan agar mereka lebih bersemangat dan terpacu dalam bekerja.

Tindak lanjut ini merupakan aksi yang paling penting setelah evaluasi. Karena apalah arti evaluasi jika tidak ditindaklanjuti setelahnya.

Penutup

Demikianlah artikel mengenai evaluasi kinerja karyawan mulai dari definisi hingga cara melakukannya. Dari penjelasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja merupakan salah satu hal penting yang membantu jalannya operasional perusahaan.

Tanpa adanya penilaian kinerja, karyawan tidak akan tahu di mana letak kesalahan mereka dan perusahaan juga akan sulit untuk berkembang. So, sudahkah Anda melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan di perusahaan? Kalau belum, yuk mulai terapkan dari sekarang! 

Mengenal Istilah Mind Mapping dan Cara Membuatnya

Mengenal Istilah Mind Mapping dan Cara Membuatnya

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar istilah mind mapping? Terdengar asing dan jarang digunakan, ya? Namun siapa sangka sebenarnya istilah ini cukup sering lho kita gunakan dalam penyelesaian suatu masalah dan pengambilan keputusan besar, terutama dalam skala organisasi atau perusahaan.

Nah, kira-kira apa sih sebenarnya mind mapping itu? Benarkah ia memiliki peran yang cukup penting dan bagaimana cara membuatnya?

Pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai definisi dari istilah tersebut. Sekaligus kami juga akan memberikan tips atau cara praktis untuk membuatnya. Penasaran, kan? Simak informasi lengkapnya berikut ini, ya.

Apa Itu Mind Mapping?

Sederhananya, mind mapping dapat didefinisikan sebagai sebuah proses pemetaan pikiran. Dalam hal ini, ketika seseorang menghadapi masalah atau ingin mengambil keputusan besar, mereka diharuskan untuk melakukan identifikasi terhadap ide atau gagasan pikiran yang ada. 

Semua gagasan tersebut akan dituangkan dalam sebuah bagan yang bercabang. Setiap bagan akan mewakili satu poin penting yang bisa dijadikan pertimbangan. 

Mind mapping tak hanya dapat digunakan dalam praktik organisasi saja, namun juga dapat dipraktikkan dalam pembelajaran. Metode ini dianggap lebih efektif bagi para pelajar atau mahasiswa dalam menghafal suatu materi dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.

Pada umumnya, mind mapping dapat dibuat dalam bentuk tulisan maupun visual seperti gambar. Yang pada intinya digunakan untuk memudahkan pemahaman orang yang membuatnya.

Jenis-jenis Mind Mapping

Dalam penggunaannya, metode pemetaan pikiran ini juga memiliki beberapa jenis yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah di antaranya:

1. Mind mapping silabus

Pertama ada mind mapping silabus atau yang kerap disebut juga sebagai peta konsep makro. Sederhananya, peta konsep yang satu ini dibuat untuk memudahkan seseorang dalam memahami apa yang telah mereka pelajari. 

Jenis peta konsep yang satu ini biasa dibuat dalam bentuk gambar yang besar dan biasanya ditempelkan pada dinding. 

2. Mind mapping bab

Jenis yang selanjutnya adalah mind mapping bab. Sesuai namanya, mind mapping yang satu ini umumnya digunakan untuk menyusun sebuah rangkaian bab atau materi yang telah dipelajari sebelumnya. 

Mind mapping bab biasanya dibuat berdasarkan susunan poin-poin penting dalam suatu permasalah atau materi pembelajaran. Nantinya lewat penyusunan poin tersebut dapat lebih mudah untuk diidentifikasi serta lebih mudah diingat apabila hal ini diterapkan dalam metode pembelajaran.

3. Mind mapping paragraf

Lalu ada juga jenis mind mapping paragraf. Berbeda dengan kedua jenis mind mapping di atas, peta konsep yang satu ini biasanya terbuat dengan rincian yang mendetail dalam bentuk paragraf. Sehingga informasi yang disampaikan jauh lebih lengkap dan kompleks.

Salah satu keuntungan membuat mind mapping paragraf adalah dapat diterapkan dalam buku catatan kecil. Sehingga Anda tak perlu repot-repot menggunakan media kertas yang berukuran besar seperti kedua jenis peta konsep yang telah disebutkan sebelumnya.

Manfaat dari Menggunakan Mind Mapping

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, mind mapping atau peta konsep merupakan salah satu metode yang efektif untuk memetakan suatu permasalahan atau saat mengambil keputusan. Namun selain kedua hal tersebut, mind mapping juga memiliki fungsi atau manfaatnya yang lain, sebagai berikut:

1. Memudahkan kita dalam mengingat hal penting

Pada mahasiswa yang sering diberikan materi berbobot dan memiliki banyak istilah yang harus diingat. Maka mind mapping dapat dijadikan solusi untuk membantu memudahkan menghafal istilah atau materi-materi tersebut dengan cara yang lebih praktis.

Anda hanya perlu membuat gambaran mengenai cabang-cabang istilah yang saling berkaitan dan memberikan sedikit deskripsi singkat mengenai istilah tersebut. Nantinya, Anda akan lebih mudah mengingat materinya hanya dengan mengingat salah satu kata atau frasa yang tertulis di sana.

2. Meningkatkan produktivitas 

Seperti yang dikutip dari Business Insider, mind mapping juga dapat membantu Anda dalam meningkatkan produktivitas. Caranya adalah dengan membuat visualisasi mengenai tugas mana yang harus dijadikan prioritas untuk segera dikerjakan. Sehingga dalam hal ini, manajemen waktu Anda akan teratur dengan jauh lebih baik.

3. Mengasah kreativitas

Secara umum tak ada batasan mengenai bagaimana tampilan mind mapping yang ideal. Anda boleh bebas berkreasi sesuai dengan preferensi. Yang terpenting adalah kemudahan Anda dalam membaca inti dari peta konsep yang sudah Anda buat tersebut.

Saran kami, buatlah peta konsep semenarik mungkin dan tetap rapi agar lebih mudah dipahami sekaligus tidak membosankan untuk dibaca secara berulang.

4. Menghemat waktu

Manfaat mind mapping yang berikutnya juga dapat berperan dalam menghemat waktu Anda untuk mempelajari setiap materi secara berulang. Karena mind mapping hanya terdiri dari sebuah ringkasan hal-hal penting yang tertuang dalam bagan bercabang. Sehingga Anda tak perlu membuka banyak buku untuk mempelajari materi yang sama.

5. Dapat diaplikasikan dalam berbagai macam hal

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mind mapping tak hanya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan besar. Namun juga dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran untuk menghafal materi yang cukup kompleks dan sulit. Selain itu, metode ini juga efektif digunakan untuk menyusun sebuah rencana bisnis maupun pemasaran.

Cara Membuat Mind Mapping

1. Pilih media yang ingin digunakan

Hal pertama yang perlu Anda persiapkan saat akan membuat mind mapping adalah dengan menentukan media apa yang ingin digunakan. Anda bisa menggunakan kertas besar, papan tulis, buku maupun membuatnya dalam bentuk digital.

Tentunya saat akan membuat peta konsep tersebut, Anda harus membuat gambaran singkatnya terlebih dahulu di kertas lain agar nantinya mind mapping yang dibuat lebih rapi dan sesuai dengan yang diinginkan.

2. Tentukan tema besar yang akan diangkat

Berikutnya, Anda bisa menentukan tema besar atau konsep seperti apa yang akan dibahas dalam mind mapping tersebut. Tema besar ini biasanya akan ditaruh di tengah-tengah media yang Anda gunakan sehingga akan memudahkan Anda dalam membuat percabangan.

Namun, Anda juga bisa membuatnya dalam bentuk vertikal. Sehingga tema besar tersebut bisa ditaruh di titik teratas dengan cabang yang menurun.

3. Buat juga sub-temanya

Setelah menentukan tema besar, berikutnya Anda harus membuat sub-tema yang dihubungkan melalui garis yang bercabang. Nah, Anda bebas dan boleh berkreasi mengenai bagaimana membuat tampilan sub-tema tersebut.

Pastikan untuk membuat peta konsep yang mudah untuk dipahami dan tidak membosankan ketika dibaca, ya.

4. Gunakan warna dan tambahkan gambar yang menarik

Anda juga dapat berkreasi menggunakan pemilihan warna yang disesuaikan dengan preferensi atau hal-hal yang berkaitan dengan tema dari peta konsep tersebut. Selain itu, penambahan gambar yang menarik juga dapat membuat peta konsep lebih menyenangkan untuk disimak.

Sebagai contoh, ketika Anda membuat mind map dengan tema besar seputar digital marketing. Maka Anda bisa menambahkan gambar berupa analytical engine, content management system atau topik lain yang masih relevan dengan pemasaran digital.

Kesimpulan

Demikianlah artikel mengenai definisi dan seluk beluk dari mind mapping kali ini. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda dalam memahami pengertiannya serta memudahkan Anda dalam membuat peta konsep yang rapi, menarik dan terstruktur. Selamat mencoba!