fbpx
Asuransi Bisnis: Definisi, Manfaat dan Perlindungan yang Ditawarkan

Asuransi Bisnis: Definisi, Manfaat dan Perlindungan yang Ditawarkan

Dalam hidup kita selalu dikelilingi oleh berbagai macam risiko atau marabahaya yang bisa datang kapan pun tanpa bisa kita duga. Hal ini membuat kita harus siap menghadapi risiko terburuknya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan persiapan seperti dengan menggunakan asuransi.

Asuransi merupakan sebuah produk finansial yang berguna memberikan perlindungan bagi pemilik polisnya. Di mana orang yang memiliki polis asuransi ini akan terlindungi dari berbagai macam kerugian finansial yang bisa terjadi kapan saja.

Salah satu produk asuransi yang paling populer adalah asuransi kesehatan. Dengan produk tersebut, seorang pemegang polis yang jatuh sakit atau harus melakukan operasi dengan jumlah biaya yang besar bisa lebih diringankan. Pihak penyedia jasa asuransi akan meng-cover sebagian atau bahkan seluruh biaya rumah sakit, mulai dari operasi, obat-obatan, rawat inap atau pun rawat jalan.

Nah, selain asuransi kesehatan, ada banyak lagi produk asuransi yang lain. Mulai dari asuransi jiwa, pendidikan, dana pensiun, kendaraan, properti bahkan hingga bisnis. Pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas salah satu produk asuransi yang cukup banyak diminati oleh para pelaku usaha yakni asuransi bisnis.

Kira-kira apa sih sebenarnya asuransi bisnis itu? Apa saja perlindungan yang ditawarkan oleh produk ini? Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Mengenal Asuransi Bisnis

apa itu asuransi bisnis?

Sesuai namanya, asuransi bisnis adalah sebuah produk yang digunakan untuk melindungi bisnis atau usaha yang Anda jalankan dari berbagai macam risiko. 

Proteksi yang diberikan oleh produk asuransi ini dapat berupa perlindungan pada aset yang dimiliki oleh suatu bisnis maupun penggantian pada saat usaha tersebut mengalami kerugian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk asuransi yang satu ini memiliki peran yang cukup penting bagi para pelaku usaha.

Sayangnya, kesadaran orang-orang terhadap produk asuransi masih terbilang cukup rendah. Akibatnya, banyak orang yang enggan untuk membeli atau memiliki polis asuransi untuk dirinya sendiri, keluarga maupun bisnisnya.

Padahal dengan produk perlindungan ini, berbagai macam risiko dapat di-cover sehingga kerugian finansial yang ditanggung tidak akan memberatkan atau tidak akan membuat seseorang kehilangan banyak harta maupun tabungannya.

Manfaat Memiliki Asuransi Bisnis

manfaat asuransi bisnis

Seperti yang telah disinggung di awal, asuransi bisnis memiliki peran dalam melindungi seluruh aset yang digunakan dalam operasional usaha sekaligus melindungi bisnis tersebut akibat kerugian yang terjadi. Dengan demikian, ketika suatu saat bisnis Anda mengalami penurunan penjualan hingga menyebabkan kerugian, Anda bisa mengajukan klaim dan mendapatkan dana ganti rugi atas hal itu.

Untuk memahami manfaat dari kepemilikan asuransi bisnis, berikut kami telah merangkumkan beberapa keuntungannya bagi Anda selaku pemilik usaha.

1. Melindungi seluruh aset bisnis Anda

Tidak bisa dipungkiri bahwa risiko seperti pencurian, perampokan, kerusakan, kebakaran, bencana alam dan masih banyak lainnya dapat terjadi kapan saja terhadap bisnis Anda. Tentu jika hal tersebut sampai terjadi, kerugian yang bisa Anda tanggung akan sangat besar.

Maka dari itu, asuransi bisnis ada untuk melindungi setiap aset dalam usaha Anda agar terhindar dari kerugian mayor. Meskipun Anda harus membayar premi rutin tiap bulannya, namun harga premi tersebut akan sebanding dengan perlindungan dan keuntungan yang bisa Anda dapatkan di masa mendatang.

Dengan memiliki asuransi untuk bisnis, secara tidak langsung Anda sudah melindungi keluarga dan karyawan dari kerugian finansial usaha yang dapat berdampak juga pada mereka. Coba bayangkan jika sampai bisnis Anda mengalami kerugian hingga bangkrut, bukankah keluarga dan karyawan Anda juga akan menanggung dampaknya?

2. Mengganti kerugian yang terjadi

Pandemi virus corona yang terjadi sejak Maret 2020 lalu menjadi pukulan telak bagi para pelaku bisnis. Sebab pandemi ini datang tanpa diduga dan siapa sangka dapat mematikan banyak bisnis serta lapangan kerja.

Kerugian yang ditanggung oleh berbagai macam perusahaan pun tak main-main nominalnya. Namun hal tersebut sebenarnya bisa diantisipasi apabila Anda sudah memiliki asuransi bisnis sejak awal. Di mana ketika bisnis Anda mengalami kerugian atau penurunan grafik penjualan, Anda bisa mengajukan klaim untuk kemudian mendapatkan ganti rugi dari pihak penyedia asuransi.

Dengan demikian, operasional bisnis Anda tidak akan terganggu, Anda pun tidak perlu melakukan efisiensi karyawan maupun mengurangi jumlah produksi barang. Menarik, bukan?

3. Pondasi bisnis yang kokoh

Asuransi bisnis juga dapat berperan sebagai pondasi dalam perusahaan. Di mana komponen ini dapat menjadi jaminan agar operasional bisnis tetap berjalan dengan lancar. Sehingga Anda tidak perlu memikirkan ketakutan-ketakutan yang dapat terjadi di masa mendatang, sebab lewat kepemilikan asuransi bisnis tersebut semua risiko bisa lebih diringankan.

Sebagai gantinya, Anda bisa lebih fokus memikirkan langkah untuk mengembangkan bisnis Anda di masa depan seperti dengan menciptakan inovasi produk, menciptakan strategi pemasaran yang progresif dan masih banyak lagi lainnya.

4. Semakin optimis menjalankan bisnis

Masih berhubungan dengan poin yang sebelumnya, pondasi yang kokoh akan membuat Anda optimis dalam menjalankan bisnis. Anda tak perlu lagi takut pada berbagai macam kemungkinan terburuk yang bisa menimpa usaha Anda. Selama kerusakan atau kerugian tersebut terjadi bukan karena disengaja, pihak asuransi masih bisa memberikan klaim atas polis Anda.

Sikap Anda yang optimis juga akan mempengaruhi setiap keputusan besar yang Anda ambil untuk perusahaan. Misalnya, semula Anda takut untuk mengeluarkan produk baru, dengan adanya asuransi bisnis ini Anda tidak perlu lagi khawatir apabila produk baru yang dirilis tidak laku sehingga membuat Anda rugi.

5. Jaminan pengiriman barang

Jika bisnis Anda menjual produk berupa barang, maka pengiriman menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. 

Nah, dengan memiliki asuransi bisnis, setiap kali terdapat pengiriman barang, tanggung jawab keamanan barang tersebut akan beralih menjadi milik pihak asuransi. Sehingga apabila terjadi kerusakan, kehilangan barang atau mungkin kendaraan pengiriman mengalami kecelakaan, semuanya termasuk ke dalam proteksi dari polis asuransi bisnis Anda.

Macam-macam Asuransi Bisnis

Asuransi kecelakaan kerja

Nah, setelah mengetahui definisi serta manfaat dari asuransi bisnis di atas, berikutnya kami akan memberikan informasi produk apa saja yang termasuk ke dalam asuransi bisnis dan bisa Anda gunakan dari sekarang.

1. Asuransi properti

Sesuai namanya, asuransi ini digunakan untuk melindungi properti bisnis Anda dari kerusakan, pencurian maupun bencana alam. Masing-masing pihak penyedia asuransi memberikan syarat dan ketentuannya tersendiri, maka dari itu sebelum membelinya pastikan untuk membaca polis asuransinya dengan cermat terlebih dahulu.

Sebab jika properti bisnis Anda berada di lokasi yang rawan bencana alam seperti banjir, biasanya pihak asuransi tidak akan memasukkan jenis bencana alam tersebut ke dalam proteksi atau mungkin Anda diminta untuk membayar premi yang sedikit lebih mahal.

2. Asuransi kompensasi kerja

Berikutnya, produk asuransi yang satu ini berguna untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan pada karyawan. Di mana proteksi yang diberikan berupa tunjangan rumah sakit atau perawatan medis yang terjadi pada karyawan akibat pekerjaannya. Asuransi ini biasanya diberikan pada karyawan yang bekerja di pabrik atau bagi mereka yang bekerja di lapangan.

3. Asuransi tanggung jawab hukum terhadap publik

Produk yang Anda jual ke pasaran bisa saja tidak cocok dan menyebabkan kerusakan/kerugian bagi penggunanya. Nah, produk asuransi yang satu ini akan melindungi bisnis Anda dari tuntutan pihak ketiga (konsumen) tersebut.

Asuransi bisnis yang satu ini cocok dimiliki untuk usaha yang bergerak di bidang-bidang tertentu seperti kesehatan, kecantikan, perawatan kulit, makanan dan lain-lain. Sebab brand-brand ternama pun sering mendapatkan gugatan dari konsumennya akibat kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan lewat produknya.

4. Asuransi gangguan bisnis

Pandemi dan bencana alam menjadi dua hal yang tidak bisa kita tebak kapan terjadinya. Produk asuransi gangguan bisnis ini dapat digunakan untuk melindungi operasional usaha Anda dari risiko tersebut. 

Kesimpulan

Itulah tadi sekilas informasi mengenai asuransi bisnis lengkap dengan definisi dan manfaat serta perlindungan yang ditawarkan. Di Indonesia sendiri asuransi bisnis masih jarang digunakan oleh para pelaku usaha. Namun lewat penjelasan di atas, Anda sudah tahu bahwa keberadaan produk proteksi ini sangat penting dan dapat meringankan beban Anda sebagai pelaku usaha.

Jadi apakah Anda masih mau berpikir panjang untuk memiliki produk asuransi yang satu ini?

Kenapa Manajemen Data Penting untuk Bisnis? Ini Alasannya!

Kenapa Manajemen Data Penting untuk Bisnis? Ini Alasannya!

Istilah manajemen data mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun dalam praktiknya, istilah ini sebenarnya cukup sering kita temukan atau kerap kita lakukan tanpa sadar.

Lantas, apa sih sebenarnya manajemen data itu? Dan apa hubungannya dengan dunia bisnis serta peran pentingnya? Pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai definisi dari manajemen data hingga manfaatnya dalam sebuah bisnis. Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Apa Itu Manajemen Data?

Definisi Manajemen Data

Sesuai namanya, manajemen data adalah seluruh aktivitas mengelola informasi atau data yang ada dalam perusahaan untuk kemudian diolah dan digunakan dalam keperluan tertentu. Data-data ini bisa diperoleh dari berbagai macam cara dan dapat berupa apa saja. Mulai dari data pribadi konsumen seperti apa saja hal yang mereka butuhkan, hal apa saja yang diminati dan masih banyak lagi lainnya. 

Selain itu, data tersebut juga dapat berupa laporan keuangan atau data-data pelamar atau karyawan di mana pengumpulan data ini bertujuan untuk digunakan pada masa mendatang. Seperti data laporan keuangan digunakan untuk membuat keputusan perusahaan di masa mendatang dan data karyawan digunakan untuk memberikan hak mereka (THR, asuransi dan lain-lain).

Nah, dari sini dapat disimpulkan bahwa keberadaan manajemen data ini merupakan salah satu yang cukup penting untuk dilakukan oleh para pelaku bisnis. Sebab lewat data-data tersebut berbagai macam kebutuhan atau keperluan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Manajemen data ini juga bisa digunakan untuk menyimpan atau mengolah data pelamar yang masuk. Nantinya ketika perusahaan mengalami kekosongan posisi tertentu, perusahaan dapat menghubungi pelamar yang sudah dimiliki data dirinya. Dengan demikian, proses rekrutmen pun dapat berjalan dengan lebih mudah tanpa harus melakukan seleksi ulang, misalnya.

Tujuan Dilakukannya Manajemen Data

Setelah membaca definisi dari manajemen data di atas, Anda tentunya sudah tahu alasan kenapa komponen yang satu ini penting untuk ada dan harus dikelola oleh perusahaan.

Seperti yang kita tahu, data merupakan salah satu aset terbesar bagi perusahaan. Apapun bentuknya, sebuah data memegang peranan penting sesuai dengan keperluannya. Lewat data-data yang dimiliki oleh suatu perusahaan, berbagai macam kebutuhan dapat dilakukan dengan lebih mudah dengan cara yang lebih sederhana.

Seperti contoh ketika perusahaan memiliki data para konsumennya. Mereka dapat dengan mudah mempelajari minat atau hal-hal apa saja yang sekiranya dibutuhkan. Dengan demikian perusahaan tersebut dapat menciptakan inovasi produk yang akan laris jika dijual ke pasaran.

Nah, dalam menjalankan manajemen data ini tak hanya membutuhkan satu kegiatan saja. Melainkan terdiri dari beberapa kegiatan sekaligus meliputi pengumpulan data, pengujian, penyimpanan, pemeliharaan, menjaga keamanan, mengolah dan masih banyak lagi lainnya.

Fungsi Manajemen Data

Fungsi Manajemen Data

Setelah mengetahui tujuan dari manajemen data, di bawah ini kami juga akan memberikan informasi terkait fungsi dari manajemen data itu sendiri. 

1. Mengumpulkan data yang akan dicatat untuk kemudian dimasukkan ke dalam sebuah sistem yang akan digunakan untuk menyimpan atau mengolahnya

2. Melakukan pemeliharaan terhadap setiap data yang sudah dimasukkan secara berkala, termasuk memperbarui informasi maupun menghapus data yang sudah tidak digunakan atau tidak valid

3. Menyimpan data-data penting yang dapat berguna untuk perusahaan di masa mendatang

4. Memastikan setiap data yang diambil digunakan untuk hal yang tidak merugikan pemilik data atau pihak mana pun

5. Memastikan keakuratan data yang sudah dimiliki untuk kemudian diuji atau diterapkan pada kebutuhan perusahaan

6. Menjaga keamanan data yang tersimpan agar tidak mudah rusak, hancur, hilang atau disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab

7. Memastikan data dapat dengan mudah dipahami oleh pihak yang akan menggunakannya

Tantangan yang Kerap Ditemui dalam Manajemen Data

Dalam menjalankan praktik manajemen data ini, tak bisa dipungkiri jika terkadang terdapat masalah yang ditemui di tengah jalan. Berikut adalah tantangan yang paling sering terjadi ketika menjalankan manajemen data di perusahaan.

1. Struktur pendataan yang tidak memiliki standar

Standarisasi merupakan hal yang harus dilakukan sebelum menjalankan manajemen data. Hal ini bertujuan agar seluruh data yang tersimpan dapat dengan mudah dipahami sesuai dengan standar perusahaan maupun dapat disusun dengan struktur yang mirip satu sama lain.

Tanpa adanya standar pendataan, bisa saja susunan antara satu data dengan data yang lain berbeda dan membuat pihak yang akan menggunakannya bingung dalam membaca atau memanfaatkan data tersebut nantinya.

Maka dari itu, penting bagi suatu perusahaan untuk menentukan standar data yang ingin mereka gunakan. Mulai dari struktur, tampilan atau cara penyampaian data yang akan digunakan.

2. Sistem pendataan yang masih tradisional

Di era serba digital seperti saat ini, manajemen data dapat dilakukan dengan mudah menggunakan perangkat lunak atau aplikasi pihak ketiga. Anda bisa memanfaatkan perangkat tersebut untuk memudahkan pencatatan dan penyimpanan data tanpa harus repot-repot.

Sayangnya, banyak perusahaan yang masih memilih menggunakan metode manual atau cara yang konvensional. Di mana manajemen data dilakukan oleh manusia yang sangat rawan terjadi human error atau kesalahan dalam hal pencatatan, pengelolaan maupun pengolahannya.

Risiko hilang atau kerusakan data pun juga dapat terjadi jika hanya disimpan dalam bentuk fisik. Sedangkan jika menggunakan perangkat lunak yang ada, data-data tersebut dapat disimpan menggunakan sistem komputasi awan (cloud).

3. Kelebihan data yang masuk

Data yang masuk dalam perusahaan biasanya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, perusahaan harus menyiapkan space atau ruang tambahan agar dapat menampung data baru tersebut.

Selain itu, jika overload data ini terjadi dan perusahaan menggunakan cara konvensional dalam mencatatnya, maka hal yang ditakutkan adalah terjadinya kesalahan dalam pencatatan data barunya. Akibatnya, pendataan pun tidak berjalan secara maksimal.

4. Penyimpanan data yang berbeda

Berikutnya ada risiko penyimpanan data yang berbeda tempat. Hal ini biasanya terjadi pada bisnis yang sudah memiliki banyak cabang. Di mana biasanya setiap informasi data mengenai karyawan, pelamar dan lain sebagainya disimpan oleh cabang pusat. Sehingga pada kondisi tertentu, sulit bagi cabang lain memperoleh atau menggunakan data yang dibutuhkan.

Nah, hal seperti ini sebenarnya tidak akan terjadi atau dapat diantisipasi dengan menggunakan perangkat pendataan berbasis digital. Di mana antar cabang satu dengan cabang yang lain bisa mengakses data tersebut dengan mudah.

Penutup

PayrollBozz

Demikianlah artikel mengenai informasi seputar manajemen data mulai dari definisi, peran penting, fungsi hingga masalah yang kerap terjadi atau ditemukan dalam prosesnya. Kemajuan teknologi yang signifikan harusnya dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin demi memudahkan proses maupun kinerja manusia di masa mendatang.

Untuk itu, jangan menutup diri pada teknologi mutakhir yang ada. Tak hanya dalam proses manajemen data, namun juga pada kegiatan lain seperti penggajian.

Dengan PayrollBozz, perusahaan dapat menggaji karyawan dengan cara yang lebih mudah dan praktis. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengelola absen, cuti, perhitungan pajak dan reimbursement serta masih banyak lagi kegunaannya yang lain.

So, tunggu apa lagi? Yuk, coba PayrollBozz sekarang juga dan urusi gaji karyawan dengan lebih mudah!

Manfaat Penting Software HR Untuk Kemajuan Bisnis

Manfaat Penting Software HR Untuk Kemajuan Bisnis

Di era yang serba digital seperti saat ini, ada begitu banyak teknologi mutakhir yang bermunculan demi memudahkan pekerjaan manusia di masa sekarang. 

Salah satu kemudahan yang muncul dan dapat dengan mudah kita nikmati adalah ponsel dan sosial media. Di mana kita tidak perlu lagi berkirim surat untuk sekadar bertukar kabar atau berkomunikasi dengan sanak keluarga, teman atau pasangan yang jauh di luar kota.

Selain ponsel dan sosial media yang memudahkan komunikasi kita, ada banyak lagi teknologi modern yang membuat setiap pekerjaan menjadi jauh lebih ringan. Salah satunya adalah software atau perangkat lunak HR.

Sudah sejak beberapa tahun belakangan, software HR digunakan banyak perusahaan dalam memudahkan kinerja divisi Human Resource untuk mengelola data karyawan. Software ini biasa digunakan pada perusahaan berskala besar atau pabrik yang sudah memiliki banyak karyawan sehingga pendataan tidak bisa dilakukan secara manual.

Lewat bantuan software HR ini, staff Human Resource dalam perusahaan bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perangkat HR ini, PayrollBozz sudah menyiapkan rangkuman informasinya untuk Anda.

Mengenal Software HR

Mengenal software HR

Software HR adalah sebuah sistem yang dirancang sedemikian rupa untuk membantu mengolah dan menyimpan banyak data karyawan dalam perusahaan sekaligus. Data ini dapat berupa informasi pribadi karyawan yang sekiranya dibutuhkan perusahaan, absensi, penggajian, pajak, asuransi dan masih banyak lagi lainnya.

Lewat sistem software HR ini, staff Human Resource tidak perlu repot-repot lagi dalam melakukan pendataan secara konvensional. Sebab perangkat HR biasanya sudah dilengkapi ragam fitur yang terintegrasi dengan baik dalam database sekaligus dapat menghasilkan informasi yang diminta atau sesuai kebutuhan perusahaan.

Namun satu hal yang perlu diingat bahwa software HR ini tidak dapat menggantikan peran atau fungsi dari staff HR atau HRD itu sendiri. Sebab, seorang HRD tak hanya bertugas dalam mengurus absensi dan sistem penggajian, namun juga bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan karyawan lewat pendekatan personal.

Perangkat ini hanya akan membantu kinerja seorang staff Human Resource menjadi jauh lebih mudah karena mereka bisa mendapatkan hasil yang cepat, akurat dan otomatis. Seperti ketika menghitung gaji, membuat slip, memantau absensi dan lain-lain.

Jenis-jenis Software HR yang Perlu Anda Ketahui

jenis jenis software hr

Dalam praktiknya, software HR terdiri dari beberapa jenis yang perlu Anda ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Human Resource Information System (HRIS)

Pertama ada Human Resource Information System atau yang kerap disebut juga dengan HRIS. Ia merupakan sebuah sistem yang dibuat khusus untuk membantu pengelolaan sumber daya manusia dalam perusahaan, termasuk prosedur dan seluruh kebijakan yang akan diberlakukan.

Lewat perangkat ini, perusahaan yang menggunakannya akan lebih dimudahkan dalam hal mengelola data dan mengakses setiap informasi yang berkaitan dengan SDM, data pegawai, penggajian, hingga perihal kinerja mereka. 

2. Human Capital Management (HCM)

Berikutnya ada HCM atau Human Capital Management yang merupakan sebuah sistem perkembangan dari HRIS. Perangkat ini memiliki fitur yang jauh lebih lengkap dan kompleks bagi staf HR yang membutuhkan.

Lewat HCM, staff HRD dapat melakukan pengelolaan data karyawan asing atau dari luar negeri. Jadi apabila perusahaan memiliki karyawan di luar negeri, perangkat ini akan lebih memudahkan karena dapat disesuaikan dengan nilai dan mata uang yang berlaku atau yang digunakan oleh karyawan tersebut.

Lebih jauh, sistem dari Human Capital Management ini juga memberikan solusi bagi perusahaan untuk membuat perencanaan gaji, membuat penetapan tujuan, menentukan anggaran atau budgeting, suksesi serta fitur-fitur lain yang berhubungan dengan karyawan. 

3. Human Resource Management System (HRMS)

Terakhir adalah Human Resource Management System atau HRMS yang merupakan sistem paling lengkap dibandingkan HRIS maupun HCM itu sendiri. HRMS kerap dijadikan solusi bagi perusahaan untuk melakukan monitoring terhadap detail gaji karyawan, membayarkan gaji secara tepat waktu, pembayaran pajak rutin, dan lain sebagainya.

Sistem ini juga memungkinkan perusahaan untuk membuat jadwal shifting atau pergantian shift yang adil bagi karyawan. Penilaian kinerja pun juga dapat dilakukan lewat sistem ini, sehingga staff HR lebih mudah memantau potensi dari setiap karyawan dan melakukan evaluasi jika diperlukan.

Keuntungan Menggunakan Software HR untuk Bisnis

Setelah memahami definisi serta jenis-jenis dari software HR di atas, berikut kami juga akan memberikan Anda informasi terkait keuntungan atau manfaat apa saja yang bisa Anda dapatkan.

1. Perhitungan gaji yang lebih mudah dan akurat

Perusahaan yang menggaji karyawannya dengan cara manual seringkali mengalami kesalahan dalam perhitungannya. Sehingga hal ini kerap memicu timbulnya masalah antara karyawan dengan perusahaan. 

Nah, lewat penggunaan software HR ini, perusahaan tidak perlu khawatir lagi soal perhitungan gaji. Sebab perangkat HR dapat dengan mudah menghitung gaji karyawan berdasarkan absensi atau kontribusinya. Tak hanya itu, perhitungan upah lembur, bonus kinerja, THR, asuransi hingga pajak pun juga dapat dihitung dalam software HR ini, lho.

2. Absensi secara real-time

Perusahaan yang memiliki banyak karyawan mungkin tak lagi mampu untuk mengatasi permasalah karyawan yang sering terlambat datang ke kantor. Namun dengan menggunakan software HR ini, pemantauan absensi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan secara real-time. Sehingga staff Human Resource dapat mengetahui karyawan mana saja yang kurang produktif atau sering terlambat saat masuk kerja.

Menariknya lagi, sistem absensi dalam software HR ini juga dapat terhubung dengan sistem penggajian, lho. Sehingga perusahaan bisa membayar gaji karyawan sesuai dengan jumlah jam masuk mereka tiap bulannya.

3. Penyimpanan data yang tidak memakan banyak tempat

Menggunakan software HR artinya perusahaan Anda sudah siap untuk melakukan penyimpanan data secara digital. Di mana Anda tidak memerlukan lagi dokumen atau data-data yang berbentuk fisik karena semuanya dapat disimpan dalam sistem HR tersebut.

Selain itu, penyimpanan data dalam bentuk digital ini juga cenderung lebih aman karena tidak mudah rusak, hilang atau sejenisnya. 

4. Lebih efektif dan efisien

Karena kinerja staff HR dapat diringankan dengan keberadaan software ini, maka mereka pun akan menghemat lebih banyak waktu. Sehingga sisa waktu yang masih ada dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan lain. Produktivitas karyawan pun akan jauh lebih baik dibandingkan dengan pengelolaan sistem HR secara manual atau dengan cara yang konvensional.

Kesimpulan

PayrollBozz

Itulah tadi sekilas informasi mengenai beragam software HR dan manfaatnya dalam operasional suatu bisnis. Umumnya, perangkat HR ini digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau sudah memiliki banyak karyawan. Namun bukan berarti Anda yang masih menjalankan usaha kecil tak membutuhkannya, ya.

PayrollBozz bisa dijadikan pilihan bagi Anda yang sedang mencari software HR untuk perusahaan atau bisnis Anda. Software ini dapat diakses melalui web ataupun smartphone yang Anda miliki. Fiturnya yang lengkap memungkinkan PayrollBozz dapat membantu Anda mengelola absensi, penggajian, pajak pph21 hingga berbagai macam laporan. Menarik, bukan?

So, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan PayrollBozz sekarang juga dan permudah cara Anda dalam mengelola seluruh kebutuhan Human Resource. Kalau Anda masih belum yakin, PayrollBozz juga menyediakan layanan demo gratis yang bisa Anda coba, lho.

Deretan Tugas Personal Assistant, Si Orang Kepercayaan Bos

Deretan Tugas Personal Assistant, Si Orang Kepercayaan Bos

Dalam dunia kerja terdapat berbagai macam jabatan atau posisi yang bisa dilamar. Masing-masing profesi tersebut juga ada kalanya membutuhkan keahlian khusus pada bidang-bidang tertentu.

Nah, salah satu profesi yang belakangan banyak diidam-idamkan adalah Personal Assistant atau Asisten Pribadi. Sayangnya, masih banyak orang yang sering menyalah artikan antara profesi yang satu ini dengan Sekretaris. Padahal jelas-jelas keduanya adalah dua jabatan yang berbeda dengan tanggung jawab yang berbeda pula.

Maka dari itu pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai profesi seorang Personal Assistant lengkap mulai dari tugas atau tanggung jawab yang diemban sekaligus skill yang dibutuhkan. Apa saja itu?

Mengenal Personal Assistant

Personal Assistant adalah

Sesuai namanya, Personal Assistant atau Asisten Pribadi adalah seorang yang dipercayai oleh atasannya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan maupun urusan pribadi mereka. Dalam hal ini, Personal Assistant berbeda dengan Sekretaris dalam sebuah perusahaan. Di mana seorang Personal Assistant hanya bertanggung jawab pada satu orang saja, sedangkan Sekretaris dapat bertanggung jawab untuk orang banyak maupun tim.

Personal Assistant juga bisa dibilang sebagai tangan kanan atasan yang mempekerjakannya. Karena umumnya seorang Asisten Pribadi diberikan tanggung jawab untuk mengatur jadwal, mengurus administrasi, menyiapkan berbagai macam kebutuhan untuk pekerjaan dan masih banyak lagi lainnya.

Pada dasarnya, mereka memang ditugaskan untuk membantu atau memudahkan atasan dalam menjalankan pekerjaannya. Sehingga tak heran jika seorang Personal Assistant dituntut untuk selalu ada dan siap kapan pun mengikuti atasannya pergi kemana saja.

Seorang Personal Assistant dalam menjalankan tugasnya juga harus bekerja sama dan menjalin komunikasi dengan staf yang lain. Untuk itu, Asisten Pribadi yang baik harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang bagus agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Apa Saja Tugas Personal Assistant Itu?

Tugas Personal Assistant

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, seorang Personal Assistant dituntut untuk membantu atasannya menyiapkan serangkaian kebutuhan pekerjaan maupun pribadi agar atasannya tersebut dapat fokus pada tugasnya yang lebih kompleks.

Tugas seorang Personal Assistant sebenarnya cukup relatif dan beragam. Tergantung dari atasan yang mempekerjakannya. Namun secara garis besar berikut adalah beberapa cakupan tanggung jawab seorang Asisten Pribadi:

1. Menjadi orang pertama yang menerima panggilan telepon maupun email dan memberikan respon jika memang diperlukan

2. Mengatur jadwal atasan termasuk di antaranya terkait pertemuan dengan klien atau mitra bisnis

3. Menyusun jadwal perjalanan serta membantu dalam memesankan tiket transportasi dan menyiapkan akomodasi

4. Membantu dalam mengingatkan atasan terkait deadline, tugas, pertemuan dan lain-lain

5. Menyimpan seluruh arsip biaya pengeluaran yang dilakukan maupun pemasukkannya

6. Berperan sebagai orang yang mencatat hasil rapat (notula)

7. Menyiapkan segala berkas atau keperluan yang dibutuhkan oleh atasan di setiap aktivitas ataupun tugas pekerjaannya

8. Membuat perencanaan pertemuan atas nama atasan

9. Menyiapkan acara termasuk tempat atau ruang konferensi yang dibutuhkan

10. Membuat laporan pada setiap presentasi

11. Menjalin komunikasi dengan staf lain khususnya bagian administrasi untuk persiapan dana/biaya yang dibutuhkan dalam menunjang aktivitas atasan

Umumnya, Personal Assistant bekerja untuk petinggi perusahaan yang tak sempat mengatur beragam kebutuhan terkait tugas dan pekerjaannya. Seperti yang kita tahu, tugas seorang petinggi perusahaan cukup banyak dan kompleks sehingga ada kalanya mereka membutuhkan bantuan orang lain dalam mengatur serangkaian jadwal maupun kebutuhan minor lain yang memakan banyak waktu.

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Seorang Personal Assistant

Skill yang dibutuhkan personal assistant

Menjadi seorang Asisten Pribadi umumnya tidak membutuhkan latar pendidikan khusus. Namun secara garis besar, terdapat beberapa skill yang sebaiknya dimiliki oleh seorang Personal Assistant karena akan sangat membantu dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan tanggung jawabnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Kemampuan manajemen waktu yang baik

Salah satu tugas utama seorang Personal Assistant adalah membuat jadwal aktivitas bagi atasannya. Untuk itu, mereka dituntut dapat mengelola setiap waktu yang ada dengan baik. 

Setiap pertemuan, rapat, maupun acara tertentu harus dijadwalkan dengan baik agar tidak saling bentrok dengan satu sama lain. Kemampuan manajemen waktu ini menjadi kunci utama yang harus dikuasai oleh seorang Personal Assistant agar tidak mengecewakan atasannya maupun mitra bisnisnya yang lain.

2. Kemampuan komunikasi yang baik

Berikutnya, skill yang harus dikuasai oleh seorang Asisten Pribadi adalah kemampuan berkomunikasi. Dalam hal ini komunikasi yang dimaksud tak hanya secara verbal, namun juga secara tertulis. 

Asisten Pribadi akan sering berpergian menemani atasannya menjalankan tugas. Sehingga ia mungkin juga akan bertemu dengan banyak orang-orang besar, mitra bisnis dan lain sebagainya. Untuk itu, kemampuan komunikasi yang baik ini juga harus dijadikan modal awal jika Anda ingin menjadi seorang Personal Assistant.

Sebab bagaimana pun, first impression Personal Assistant ini nanti juga dapat berpengaruh terhadap klien maupun mitra bisnis atasannya.

3. Mampu beradaptasi dengan perangkat yang akan digunakan

Seorang Personal Assistant juga biasanya dituntut untuk dapat mengoperasikan perangkat lunak tertentu dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya. Sehingga Anda juga harus dapat beradaptasi dengan baik dan mempelajari perangkat tersebut untuk memudahkan pekerjaan.

Ragam perangkat lunak yang akan digunakan ini tergantung dari masing-masing deskripsi pekerjaan yang diminta oleh atasan. Sehingga ada baiknya siapkan diri untuk mau belajar terhadap hal-hal baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya.

4. Dapat menjaga rahasia perusahaan

Ketika memutuskan untuk menjadi seorang Asisten Pribadi, Anda juga akan diminta untuk menyetujui Non-Disclosure Agreement (NDA) yang merupakan sebuah perjanjian di mana Anda tidak boleh mengutip maupun memberitahukan informasi tertentu yang tidak terkait pada kontraknya.

Hal ini dikarenakan seorang Personal Assistant akan berhubungan erat dengan berbagai macam data penting dan krusial perusahaan yang tidak boleh sembarang orang mengetahuinya. Maka dari itu, Anda dituntut untuk dapat berlaku bijaksana pada saat menjalankan tugas maupun ketika beraktivitas biasa dalam menjalankan keseharian.

Tidak semua informasi bisa Anda ceritakan pada rekan kerja, teman nongkrong maupun pasangan atau keluarga karena bisa saja materi tersebut bersifat sensitif dan berbahaya jika sampai bocor ke khalayak umum.

Karena seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, seorang Personal Assistant juga berarti tangan kanan atau orang kepercayaan si atasan. Sehingga jangan sampai kecerobohan Anda menjadi bumerang yang bisa mengakhiri perjalanan karir Anda di masa mendatang.

5. Menjalankan pekerjaan dengan teliti

Skill yang berikutnya dan harus dimiliki oleh Asisten Pribadi adalah tingkat ketelitian. Ketelitian ini akan berguna pada situasi tertentu seperti ketika membuat jadwal pertemuan agar tidak saling bentrok, memastikan pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dan masih banyak lagi lainnya.

Sebab jika seorang Personal Assistant ceroboh atau tidak teliti, maka akan sangat berpengaruh terhadap hasil kerjanya.

Nah, itulah tadi artikel mengenai deretan tugas seorang Personal Assistant yang juga sering dikenal dengan orang kepercayaan bos. Jadi, apakah Anda siap untuk memulai karir sebagai seorang Asisten Pribadi? Yuk, mulai asah kemampuan Anda dari sekarang!

Pahami Perbedaan CEO dan Direktur dalam Perusahaan

Pahami Perbedaan CEO dan Direktur dalam Perusahaan

Dalam perusahaan, istilah CEO dan Direktur merupakan posisi tinggi yang disegani. Kedua istilah ini juga seringkali disalah artikan oleh sebagian orang. Banyak yang berpikir bahwa CEO dan Direktur merupakan dua jabatan dengan tugas dan tanggung jawab yang sama. Padahal kenyataannya, kedua istilah ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, lho.

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan memberikan Anda informasi terkait perbedaan antara posisi CEO dan Direktur dalam sebuah perusahaan. Kira-kira apa saja ya bedanya? Yuk, simak lebih lanjut pada artikel di bawah ini.

Definisi CEO dan Direktur

blank

Sebelum masuk ke pembahasan utama terkait perbedaan antara CEO dan Direktur, ada baiknya untuk mengenali kedua jabatan ini terlebih dahulu.

CEO atau Chief Executive Officer merupakan salah satu posisi tinggi dalam perusahaan yang memiliki peran penting dalam operasionalnya. Seorang CEO memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan perusahaan serta dalam pengambilan keputusan. Karena perannya tersebut, seorang CEO bisa juga disebut dengan Direktur Utama.

Dalam hal ini, CEO tak melulu seorang yang memiliki perusahaan tersebut. Mereka hanya diberikan tugas untuk menjalankan operasionalnya dan mengambil keputusan yang baik agar dapat mengembangkan perusahaan di masa mendatang. Selain itu, CEO juga bertanggung jawab dalam memimpin seluruh orang yang ada di bawah naungan perusahaannya.

Sedangkan Direktur merupakan sebuah jabatan eksekutif dalam perusahaan yang berada di bawah naungan seorang Direktur Utama. Jabatan Direktur ini bersifat struktural artinya dalam sebuah perusahaan biasanya tak hanya memiliki satu Direktur, namun terdiri dari beberapa.

Sebagai contoh Chief Operating Officer (COO) juga bisa disebut dengan Direktur Operasional dan Chief Financial Officer (CFO) juga bisa disebut dengan Direktur Finansial.

Nah, Direktur Operasional, Direktur Finansial maupun Direktur yang lain akan bertanggung jawab pada Direktur Utama. Di mana mereka harus memberikan laporan secara berkala terkait operasional maupun keuangan perusahaan. 

Sederhananya, Direktur merupakan istilah yang general karena mencakup berbagai macam posisi eksekutif dalam perusahaan.

Jadi, seorang CEO sudah pasti seorang Direktur, namun seorang Direktur belum tentu seorang CEO.

Tanggung Jawab CEO dan Direktur

Direktur Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan di awal, tanggung jawab seorang CEO adalah memimpin, memajukan, dan mengontrol jalannya perusahaan. Mereka juga dituntut harus dapat membuat keputusan yang rasional dan dapat dipertanggung jawabkan.

CEO yang baik harus dapat melihat sesuatu lebih jauh daripada orang lain alias mereka dituntut untuk menjadi visioner. Karena setiap keputusan atau inovasi yang dilakukan oleh seorang CEO akan sangat berdampak pada kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Selain itu, tugas CEO yang lain adalah berperan sebagai komunikator baik untuk internal perusahaan (antar karyawan dengan jajaran direksi dalam perusahaan) maupun eksternal (antar mitra bisnis perusahaan), sebagai eksekutor yang menjalankan sebuah ide atau gagasan, serta mengelola dan mengontrol jalannya operasional.

Sedangkan jajaran Direktur memiliki perannya masing-masing sesuai dengan divisinya. Direktur Finansial atau Keuangan misalnya, mereka bertanggung jawab untuk membuat laporan dan mengelola arus kas keuangan perusahaan. Di samping itu, Direktur Keuangan ini juga harus dapat membuat analisis keuangan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Nah, pada Direktur Operasional, sesuai namanya ia bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kegiatan operasional dalam perusahaan. Hal ini mencakup perencanaan dari awal hingga pelaksanaannya.

Jadi masing-masing Direktur memiliki tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan spesifikasi yang mereka cakup.

Pada intinya, Direktur Keuangan, Direktur Operasional dan Direktur pada divisi yang lain harus melaporkan setiap aktivitas dalam perusahaan pada CEO atau Direktur Utama untuk kemudian dipertimbangkan dan diambil keputusannya.

Macam-macam Direktur dalam Perusahaan

Perbedaan CEO dan Direktur di Perusahaan

Untuk memudahkan Anda dalam mengetahui apa saja Direktur yang biasanya terdapat dalam perusahaan, berikut PayrollBozz akan memberikan beberapa contohnya yang paling sering ditemui.

1. Chief Executive Officer (CEO) – Direktur Utama

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya CEO adalah pimpinan atau Direktur Utama dalam perusahaan. Tugasnya memimpin, menciptakan inovasi, membuat keputusan, dan memajukan perusahaan yang dipimpinnya.

Seorang CEO wajib memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, sebab bagaimana pun perusahaan dan seluruh jajaran karyawan yang ada di bawahnya sangat bergantung pada dirinya.

2. Chief Operating Officer (COO) – Direktur Operasional

Berikutnya ada COO atau Chief Operating Officer yang merupakan Direktur Operasional dalam perusahaan. Sesuai namanya, orang yang menduduki posisi ini bertanggung jawab penuh terhadap aktivitas operasional, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya.

Dalam praktiknya, COO juga seringkali disebut juga dengan Executive Vice President atau wakil dari CEO.

Mereka juga memegang peranan yang cukup krusial dalam inovasi produk, melakukan riset hingga pemasaran (marketing).

3. Chief Financial Officer (CFO) – Direktur Keuangan

Selanjutnya ada CFO atau Chief Financial Officer yang mungkin jarang terdengar di telinga sebagian orang. Sebab tak seperti CEO dan COO yang aktif tampil di depan mitra bisnis maupun publik, seorang CFO cenderung melakukan pekerjaannya di balik meja.

Sesuai namanya, Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer ini bertugas untuk mengatur arus kas keuangan perusahaan dan bertanggung jawab terhadap seluruh instrumen keuangan. Mulai dari perencanaan, pencatatan, pembuatan laporan, administrasi hingga melakukan analisis keuangan perusahaan.

Secara sederhana, fungsi seorang CFO mirip seperti peran bendahara dalam suatu organisasi. Namun tentu saja jabatan yang satu ini memiliki tugas yang jauh lebih kompleks. Mereka menjadi salah satu orang yang memiliki kuasa untuk memberikan saran dan membantu memberikan keputusan bagi CEO di bidang keuangan perusahaannya.

4. Chief Marketing Officer (CMO) – Direktur Pemasaran

Terakhir ada CMO atau Chief Marketing Officer yang bertanggung jawab atas segala operasional perusahaan khususnya yang terkait dengan pemasaran.

Tanggung jawab utama seorang Direktur Pemasaran ini adalah mulai dari menentukan budget untuk aktivitas marketing, menyesuaikan strategi yang akan digunakan, menentukan tujuan pemasaran, melakukan analisis terhadap pangsa pasar hingga mengikuti perkembangan zaman terkait teknik marketing yang potensial.

Seorang CMO haruslah memiliki karakteristik yang mudah beradaptasi dengan perubahan. Terlebih di era digital seperti saat ini, perkembangan zaman yang semakin maju membuat banyak perubahan terjadi dengan lebih cepat. Algoritma sosial media hingga karakteristik pelanggan di dunia maya menjadi salah satu hal yang harus terus dipelajari agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang potensial dan menguntungkan bagi perusahaan.

Penutup

Nah, itulah tadi perbedaan antara CEO dan Direktur dalam perusahaan. Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa seorang CEO sudah pasti Direktur, namun seorang Direktur belum tentu CEO.

Bagaimana pun, keduanya merupakan posisi eksekutif dalam perusahaan yang wajib ada karena sangat berperan penting dalam operasional perusahaan. Di perusahaan besar, keberadaan CEO dan Direktur lain (CMO, COO, CFO) mungkin dapat ditemukan dengan lengkap. Namun dalam perusahaan yang masih berskala kecil, seorang CEO biasanya dapat merangkap beberapa tanggung jawab sekaligus.

Turn Over Karyawan Tinggi Setelah Lebaran? Begini Cara Menyiasatinya

Turn Over Karyawan Tinggi Setelah Lebaran? Begini Cara Menyiasatinya

Terdapat satu fakta di perusahaan, bahwasanya turn over karyawan bisa melonjak sehabis lebaran. Banyak karyawan yang menunggu momen ini untuk mendapatkan keuntungan seperti keluarnya THR atau gaji 13 menjelang hari raya. 

Hari raya seperti idul fitri khususnya di Indonesia memang menjadi waktu yang tepat bagi karyawan untuk memulai karir di tempat yang baru dan perusahaan mencari kandidat baru pula. Namun sebenarnya hal tersebut bisa dibilang kurang ideal dan menjadi masalah apabila lonjakan turn over karyawan yang terlalu tinggi. 

Masalah-masalah seperti proses rekrutmen, onboarding karyawan, probation, dan kelayakan kerja merupakan momok bagi HRD, Karena mencari kandidat yang  tepat, berpengalaman, dan terlatih di bidangnya bukan hal yang mudah. 

Baca juga : Tips menjawab pertanyaan interview kerja : “Apa kekurangan kamu?”

Oleh karenanya HRD atau perusahaan harus siap dan menyusun strategi lonjakan arus keluar masuk karyawan setelah lebaran ini, dan pada artikel kali ini blog.payrollbozz.com akan memberikan ulasan tentang cara menyiasati turn over karyawan setelah lebaran. 

Cara menyiasati turn over karyawan yang tinggi setelah libur lebaran

1 ) Program pelatihan atau pengembangan karir

Ada banyak alasan mengapa karyawan hengkang dari perusahaan dan memilih bekerja di tempat lain, seperti gaji, karir, pengalaman baru, faktor atasan, dan masih banyak lainnya. Namun bagi mereka yang masih relatif muda atau fresh graduate mendapatkan pengalaman baru merupakan suatu hal yang sangat berharga. 

Fresh graduate membutuhkan pengembangan diri, dan terkadang inilah yang menyebabkan mereka resign karena ingin mendapatkan pengalaman lain di tempat yang baru. Dengan mengerti apa yang mereka inginkan dan butuhkan, perusahaan dapat menyediakan program pelatihan antar divisi. 

Memberikan pelatihan kepada karyawan yang sudah eksis dan mengenal pekerjaannya di perusahaan, tentunya jauh lebih baik ketimbang memberikan pelatihan dan onboarding karyawan baru yang belum tentu cocok. 

Baca juga : “Berapa Gaji Yang Kamu Harapkan?” Begini Cara Menjawabnya Saat Negosiasi Gaji

Cara ini bisa dilakukan oleh perusahaan untuk menyiasati atau mencegah karyawan untuk resign setelah lebaran, tidak sedikit dari pekerja yang ingin pindah membutuhkan pengalaman baru untuk meningkatkan keterampilan mereka. 

2 ) Menaikkan Status kepegawaian

Selain mencari pengalaman baru alasan karyawan pindah kerja lainnya adalah status kepegawaian mereka. Perusahaan perlu melakukan peninjauan kembali perihal kinerja dan status karyawannya. 

Bagi mereka yang sudah layak, memiliki kinerja yang baik dan memenuhi syarat untuk diangkat statusnya menjadi karyawan tetap atau non-kontrak adalah sebuah keistimewaan yang mereka cari. Dengan begini mereka akan mempertimbangkan kembali untuk bertahan di perusahaan Anda.

Dan begitu juga bagi karyawan kontrak yang masa kontrak kerjanya sudah hampir habis, sebaiknya perusahaan melakukan langkah sigap untuk memperpanjangnya, apabila memang dinilai layak dan pantas. 

3 ) Sosialisasikan Jenjang Karir

Selain gaji dan status kepegawaian alasan karyawan ingin pindah tempat kerja karena sulitnya berkarir di perusahaan yang lama. Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk mensosialisasikan jenjang karir kepada seluruh karyawan. 

Hal ini bisa berdampak langsung pada loyalitas dan kinerja karyawan, mereka yang mendambakan karir yang baik, akhirnya bisa menemukan titik terang. Dengan begini mereka akan memberikan waktu dan tenaga dan mereka untuk jabatan yang perusahaan sediakan. 

Tugas HR manajemen adalah melakukan sosialisasi tentang potensi karir yang ada di perusahaan ini, dan melakukan peninjauan karyawan yang berprestasi untuk dijadikan prospek bagi perusahaan. 

4 ) Membuka lowongan pekerjaan terus menerus

Memiliki banyak kandidat potensial dari hasil interview kerja merupakan keuntungan tersendiri bagi perusahaan, karena apabila turn over karyawan terjadi seperti saat momen lebaran, maka HRD telah memiliki persiapan berupa database kandidat potensial yang dulu pernah melamar di perusahaan. 

Baca juga : 5 Jabatan/posisi dengan gaji tertinggi di perusahaan, check this out!

Dengan begini kekosongan yang terjadi bisa cepat terisi, walaupun proses onboarding karyawan baru tetap harus dilakukan. 

Demikian adalah 4 cara menyiasati turn over karyawan yang tinggi setelah libur hari raya idul fitri, pada dasarnya penyebab tingginya turn over bisa terjadi karena hal-hal berikut, seperti tidak adanya karir di perusahaan yang lama, gaji, lingkungan kerja yang kurang mendukung, dan atasan yang tidak baik. 

Dan semoga informasi ini dapat membantu Anda dan perusahaan dalam menanggulangi turnover musiman ini.

Apa itu Surat Akutansi Keuangan (SAK)? berikut adalah penjelasan dan jenisnya

Apa itu Surat Akutansi Keuangan (SAK)? berikut adalah penjelasan dan jenisnya

Dalam akutansi terdapat kaidah-kaidah yang wajib diketahui dan dipahami bagi seorang akuntan. Di dunia internasional sendiri terdapat IRFS atau nternational Financial Reporting Standards yang adalah standar pelaporan keuangan versi internasional, dan Indonesia sendiri mempunyai SAK atau Standar Akuntansi Keuangan. 

Pada pembahasan kali ini blog.payrollbozz.com akan memberikan penjelasan tentang SAK itu sendiri, mulai dari pengertiannnya dan jenis-jenis SAK yang ada. Dan penjelasannya bisa langsung bisa disimak dibawah ini. 

Pengertian SAK (Standar Akuntansi Keuangan)

Berdasarkan pengertian dari Ikatan Akuntan Indonesia, SAK atau standar akutansi keuangan adalah sebuah pernyataan akutansi keuangan dan penafsiran standar keuangan yang diterbitkan dari DSAK IAI (Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia) dan juga DSAS IA (Dewan Standar Syariah Ikatan Akuntan Indonesia). 

Nah sebagai seorang akuntan ada kaida-kaidah akutansi yang perlu diperhatikan, yakni kaidah akuntansi Internasional Financial Reporting Standards (IFRS) serta kaidah akutansi dalam Negeri yaitu Standar Akuntansi keuangan (SAK).

Baca juga : Cara Hitung Prorata Untuk THR (tunjangan hari raya) 2021

Pada tahun 2015 lalu SAK resmi mengadopsi IFRS dalam penetapan kaidah akutansinya, pengadopsian kaidah akutansi ini erat kaitannya dengan masuknya Indonesia menjadi anggota Negara G20 (20 Negara dengan perekonomian besar di dunia). 

Sebelumnya SAK dan IFRS memiliki perbedaan dalam penetapan kaidah akuntasi, sampai akhirnya Indonesia perlu melakukan penyetaraan dan penyesuaian kaidah akutansinya, dengan kaidah akutansi internasional yang sesuai dengan  internasional Financial Reporting Standards.

Tujuan dari dibuatnya kaidah akutansi atau SAK adalah untuk mengatur penerbitan laporan keuangan untuk tujuan umum dan mudah dipahami antar entitas. Laporan keuangan yang dibuat dengan tujuan umum ini disepakati bersama oleh sebagian besar pengguna laporan umum dan tentunya legal secara  ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jenis Standar akutansi yang berlaku di Indonesia

Standar akutansi yang ada di Indonesia juga memiliki jenis-jenis tersendiri yang sesuai dengan kebutuhan pelaporan keuangan, dan berikut adalah jenis standari akutansi yang berlaku di Indonesia. 

SAK-ETAP

Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau SAK-ETAP adalah kaidah akutansi yang legal digunakan oleh usaha skala kecil dan juga menengah atau UMKM dalam membuat dan menyusun laporan keuangannya. 

Baca juga : Komunikasi Bisnis: Definisi, Tujuan dan Ragam Tekniknya

Pada praktiknya SAK-ETAP juga mengadopsi standar yang diberlakukan di IFRS, namun lebih sederhana dan merujuk kepada peraturan akutansi untuk usaha kecil menengah, yang regulasinya ditetapkan pada 2009 dan diberlakukan secara efektif pada tahun 2011 awal. 

PSAK-IFRS

PSAK-IFRS adalah regulasi umum yang berlaku di Indonesia yang mengatur tentang kaidah dan asas yang wajib di penuhi perusahaan dalam pembuatan laporan keuangan. PSAK juga telah mengadopsi kaidah IFRS sebagai rujukan kaidah akutansi yang diakui du dunia internasional. Regulasi ini wajib dipatuhi oleh perusahaan yang sudah go publik, yang berarti sebuah badan usaha yang mengeluarkan surat berharga pada penyusunan laporan keuangannya.

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

SAP adalah standar akutansi pemerintah yang diatur dalam PP No.71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. SAP diperuntukan ke badan pemerintah dalam melakukan penerbitan laporan keuangan pemerintah pusat atau LKPP dan jua laporan keuangan pemerintah daerah atau LKPD. SAP mengacu pada kerangka konseptual akuntansi pada sebuah badan pemerintahan.

Baca juga : Jurusan-jurusan sepi peminat dengan prospek kerja yang bagus

Standar Akuntansi Syariah (SAS)

SAK atau Standar Akuntansi Syariah ditujukan kepada badan usaha atau juga organisasi yang melakukan bisnis yang mengacu pada prinsip Syariah. Dibuatnya standar akutansi syariah bertujuan untuk memberikan standar dalam melakukan penyusunan laporan keuangan, dengan basis keuangan syariah. 

Demikian adalah penjelasan tentang surat akutansi keuangan atau SAK yang wajib dimengerti oleh para akuntan. SAK merupakan basis dalam membuat atau menerbikan laporan keuangan, yang legal dan diakui baik didalam Negeri maupun internasional.  

Komunikasi Bisnis: Definisi, Tujuan dan Ragam Tekniknya

Komunikasi Bisnis: Definisi, Tujuan dan Ragam Tekniknya

Komunikasi dalam dunia bisnis merupakan salah satu komponen penting yang mendukung jalannya operasional perusahaan. Tanpa adanya komponen ini, aktivitas bisnis dapat berjalan dengan lambat atau bahkan mengalami kekacauan.

Untuk itu dalam setiap bisnis baik yang berskala kecil maupun besar harus menjaga jalannya komunikasi dalam operasional mereka. Ini mencakup komunikasi antara atasan dan bawahan yang harus terjalin dengan baik agar aktivitas bisnisnya tidak mengalami hambatan.

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai istilah komunikasi bisnis. Lengkap mulai dari definisinya menurut para ahli hingga tujuan, teknik dan hambatan apa saja yang mungkin ditemui. 

Penasaran, kan? Simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Apa Itu Komunikasi Bisnis?

Secara sederhana, komunikasi bisnis dapat diartikan sebagai upaya berbagi informasi antara orang-orang yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang bersangkutan. Dalam hal ini, orang-orang tersebut bisa saja berasal dari pihak internal perusahaan maupun eksternal seperti investor, klien dan lain-lain.

Komunikasi bisnis yang terjalin dengan baik akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya dengan cara yang lebih mudah. Selain itu juga dapat membantu menghindari risiko terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh minimnya komunikasi.

Komunikasi Bisnis Menurut Ahli

Beberapa ahli memiliki pendapatnya tersendiri mengenai definisi dari komunikasi bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya yang cukup umum digunakan dalam literasi.

Menurut seorang pakar bisnis, William Albig, komunikasi bisnis merupakan aktivitas pertukaran pendapat, gagasan, perintah dan informasi yang dilakukan secara personal maupun impersonal. Nah, pertukaran informasi atau gagasan ini tadi dilakukan melalui lambang simbol ataupun sinyal tertentu.

Kemudian menurut Philip Kotler, seorang ilmuwan sekaligus pakar pemasaran  mengatakan bahwa 

Menurut Philip Kotler, salah satu ilmuwan yang menjadi rujukan dalam dunia manajemen dan pemasaran, komunikasi bisnis merupakan kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan (seseorang) melalui proses pertukaran.

Lalu ada juga menurut Raymond Ross yang menyatakan bahwa komunikasi bisnis merupakan sebuah proses menyortir, memilih serta mengirimkan simbol dengan tujuan untuk membantu pendengar dalam membangkitkan makna atau respons dari pikirannya agar serupa dengan sesuatu yang dimaksudkan oleh komunikator dalam dunia bisnis.

Tujuan dari Komunikasi Bisnis

Dalam praktiknya, komunikasi bisnis memiliki beberapa tujuan. Selain berguna sebagai sarana penyampaian informasi pada semua pihak yang terlibat, komponen ini juga kerap digunakan untuk melakukan persuasi, kolaborasi hingga integrasi pada audiens yang dituju.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam memahami masing-masing tujuan komunikasi bisnis tersebut, selengkapnya akan kami bahas di bawah ini, ya.

1. Komunikasi bisnis untuk menyampaikan informasi (informing)

Tujuan utama komunikasi bisnis adalah untuk menyampaikan informasi pada setiap pihak lain yang akan terlibat. Sebagai contoh, ketika perusahaan membutuhkan karyawan baru untuk mengisi beberapa jabatan yang dibutuhkan, maka perusahaan harus membuat lowongan pekerjaan yang informatif terkait posisi yang dibuka.

Nah, lowongan pekerjaan tersebut dapat dimuat dalam berbagai macam media yang ingin digunakan oleh perusahaan. Misalnya seperti postingan di media sosial, media massa dan lain sebagainya. Lowongan ini berfungsi sebagai salah satu bentuk komunikasi bisnis pada pihak eksternal.

2. Komunikasi bisnis untuk melakukan persuasi (persuading)

Berikutnya, komunikasi bisnis juga digunakan sebagai media persuasi atau ajakan terhadap pihak lain. Dalam hal ini, komunikasi yang akan dilakukan harus dapat menarik minat audiens yang dituju. Misalnya, pada konten sosial media yang Anda unggah harus dapat membuat pembaca tertarik untuk memberikan like maupun komentarnya.

Di sisi lain, komunikasi bisnis ini juga dapat digunakan untuk menjalin negosiasi dengan partner bisnis ataupun diterapkan dalam aktivitas sales agar calon konsumen mau membeli produk yang ditawarkan.

Itulah kenapa mereka yang bekerja dalam perusahaan dan akan berhubungan langsung dengan klien maupun konsumen sangat dianjurkan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik. 

3. Komunikasi bisnis untuk kolaborasi (collaborating)

Hampir mirip dengan tujuan persuasi, komunikasi bisnis juga dapat digunakan sebagai sarana menjalin kolaborasi atau kerja sama dengan mitra bisnis Anda yang lain. Dengan adanya komunikasi bisnis ini, kolaborasi yang akan terjalin dapat berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan oleh pihak yang terlibat.

Saat ini kita tengah berada di era digital yang perkembangannya sangatlah cepat. Komunikasi antar bisnis pun dapat terjalin dengan mudah melalui sosial media yang tersedia sehingga memudahkan para pelaku bisnis untuk saling menjalin kerja sama atau berkolaborasi satu sama lain.

Sebagai bisnis yang berdiri di tengah perkembangan teknologi, jangan sampai Anda menutup diri dari tawaran kerja sama yang diajukan oleh brand bisnis lain. Selama itu menguntungkan untuk kedua belah pihak, kenapa tidak?

4. Komunikasi bisnis untuk integrasi 

Berikutnya, masih berhubungan dengan poin yang sebelumnya, ketika suatu bisnis menjalin kolaborasi atau kerja sama maka diperlukan juga integrasi yang utuh. Dengan demikian, operasional kedua perusahaan dapat berjalan dengan baik dan selaras.

Selain itu, dari sektor internal perusahaan, integrasi ini juga diperlukan agar komunikasi yang terjalin antar semua pihak yang terlibat dapat berjalan dengan baik dan meminimalisir terjadinya miss komunikasi.

Ragam Teknik Komunikasi dalam Bisnis

Dalam proses penyampaian komunikasinya, terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Teknik Verbal

Pertama ada teknik verbal, sesuai namanya teknik ini menggunakan komunikasi secara langsung menggunakan lisan dan bukan tertulis. Namun di era digital saat ini, Anda bisa berkomunikasi dengan orang secara verbal meskipun tanpa harus bertatap muka secara langsung, misalnya dengan memanfaatkan telepon maupun melakukan video call.

Namun demikian, komunikasi menggunakan teknologi modern masih sering menyebabkan terjadinya miss komunikasi. Sehingga sangat disarankan untuk tetap melakukan teknik verbal ini secara face to face agar terhindar dari kesalahpahaman baik itu dari intonasi bicara hingga kesalahan pendengaran akibat jaringan yang buruk.

Teknik komunikasi verbal ini kerap digunakan dalam berbagai macam situasi bisnis seperti pada saat rapat, konferensi, presentasi, diskusi kerja sama dengan klien maupun seputar proyek tertentu dan masih banyak lagi lainnya.

2. Teknik Non-Verbal

Berikutnya, dalam komunikasi bisnis Anda juga bisa menggunakan teknik non-verbal yang meliputi gestur atau gerakan tubuh. Dalam hal ini, bahasa tubuh seseorang dapat menyampaikan pesan atau tujuan tertentu. Misalnya, kontak mata dan postur, di mana seseorang dapat melihat ketertarikan Anda terhadap suatu topik atau pembahasan dari sorot mata Anda ketika mendengarkannya.

Selain itu, ada banyak lagi ragam komunikasi non-verbal yang secara tidak langsung sering kita lakukan. Seperti ketika Anda menganggukkan kepala pada saat rapat pertanda bahwa Anda cukup memperhatikan komunikator yang tengah menyampaikan sesuatu. Kemudian pada saat seseorang menyilangkan lengannya dan memperhatikan lingkungan di sekitarnya pertanda bahwa orang tersebut tengah menunjukkan perilaku yang defensif.

3. Teknik Komunikasi Tertulis 

Terakhir ada teknik komunikasi tertulis yang biasanya dibuat oleh perusahaan untuk menyampaikan informasi tertentu. Sesuai namanya, komunikasi ini disampaikan dengan media tertulis seperti surat fisik maupun surat elektronik (email) dan pesan singkat lewat sosial media.

Dalam proses penyampaiannya, gaya bahasa yang akan digunakan harus disesuaikan dengan orang yang dituju. Selain itu, jika Anda ingin mengirimkan email pastikan untuk membuat singkat, padat dan jelas karena banyak orang tidak senang membaca surat elektronik yang terlalu panjang.

Penutup

Nah, itulah tadi definisi dari komunikasi bisnis, tujuan hingga ragam tekniknya yang bisa Anda gunakan. Pada akhirnya komunikasi bisnis merupakan sebuah komponen yang harus diperhatikan dalam proses penyampaiannya. Hal ini bertujuan agar terhindar dari terjadinya miss komunikasi di dalam maupun dengan pihak luar dari perusahaan.

Tips & Cara Membuat Copyright Di Karya Foto Kamu

Tips & Cara Membuat Copyright Di Karya Foto Kamu

Cara membuat copyright – Hak cipta atau copyright adalah nilai eksklusivitas untuk sebuah karya, baik itu dari bidang seni, pendidikan, infrastruktur, dan lainnya. Pemegang eksklusivitas atau hak cipta ini ada pada kreator yang menciptakan hal tersebut, outputnya pun bisa berbagai macam mulai dari gagasan, informasi dari hasil penelitian, benda, musik/suara, sampai karya fotografi. 

Copyright inilah yang nantinya memberikan hak kepada kreator untuk memberdayakan karyanya tersebut, seperti menerbitkan, mengedarkan, dan memperbanyak sampai melakukan pembatasan penggunaan untuk kepentingan bisnis atau pribadi. 

Membuat copyright pada sebuah karya merupakan sebuah keuntungan, selain untuk menjaga dan mempertanggungjawabkan karyanya, kreator juga bisa mendapatkan keuntungan finansial karena nilai eksklusivitasnya bisa digunakan untuk kepentingan bisnis.

Nah bagi kamu yang merupakan fotografer, ada baiknya melindungi hak cipta foto dengan membuat copyright sendiri, dan berikut ini adalah cara membuat copyright dengan mudah, bisa dengan watermark atau metadata. 

Cara Membuat Copyright Di Karya Foto

Menggunakan Watermark

blank

Yang pertama kamu dapat membuat Copyright dengan menggunakan watermark yang di tempel pada foto, cara ini adalah yang paling populer karena mudah dan gratis. 

Caranya kamu hanya perlu membuat logo untuk karya foto kamu, atau membuat nama dengan font tertentu, yang kemudian mencantumkannya ke foto. Namun ada risiko nama atau logo yang ditempel dihilangkan, nah berikut ini tips yang bisa kamu lakukan dalam membuat watermark agar tidak mudah dihilangkan oleh orang lain. 

1 ) Tempelkan watermark ke area komposit foto

Disadur dari Guilding Tech, watermark atau tanda air yang berbeda warna atau kontras dengan background bisa dengan mudah dihilangkan menggunakan aplikasi edit foto dan gambar seperti photoshop.

Agar tidak bisa dihilangkan dengan bantuan aplikasi editor, tambahkan watermark ke area komposit foto serta menyesuaikan warna dan opasitas dengan foto. Walau bukan tidak mungkin watermark juga dapat diakali atau dihilangkan, namun dengan pengaturan warna dan opasitas yang selaras dengan  komposisi warna foto akan meninggalkan bekas pada foto. 

2 ) Tempatkan watermark di area blind spot

Menyelipkan watermark di area yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang juga merupakan cara alternatif yang bagus untuk membuat copyright pada foto. 

Buat watermark menjadi bagian dari foto kamu dan membuatnya menyatu dengan foto, ini adalah cara kreatif untuk terhindari dari orang yang berusaha menghapus watermark yang kamu buat. 

Menggunakan Metadata Foto

blank

Cara membuat copyright lainnya untuk foto adalah dengan menggunakan metadata. Metadata adalah sebuah informasi berupa deskripsi yang menempel dengan foto, video, gambar, sampai halaman web.

Dan informasi yang menempel pada objek ini bisa juga kamu jadikan copyright untuk karya yang dibuat, untuk membuatnya kamu bisa mengandalkan Adobe photoshop dan juga lightroom. Dan berikut adalah tutorialnya

Cara membuat copyright metadata dengan Photoshop

  1. Buka aplikasi Photoshop, navigasikan gambar atau foto yang ingin diberikan metadata. Kemudian, klik file dan pilih file Info
  2. Kemudian Pop up akan munncul, isi data di kolom Tab deskripsi. Kemudian pilih menu drop-down untuk copyright, pilih jenis karya kamu. Selanjutnya dibawah menu drop-down terdapat kotak komentar yang bisa kamu tambahkan rincian copyright untuk foto, serta kolom untuk menambahkan URL. 
  3. Langkah selanjutnya buka tab IPTC. Disana kamu bisa mengisi kolom entri yang tersedia, pastikan kamu mengisi semua kolom yang ada sampai kebawah. 
  4. Kemudian klik OK untuk menyematkan metadata. Disana juga tersedia pilihan untuk menyimpan entri dalam format .xml ,ini akan memudahkan kamu untuk menyematkan metadata ke foto lainnya, jadi tidak perlu isi dari awal lagi

Cara membuat copyright metadata dengan Lightroom

  1. Navigasikan ke foto yang ingin kamu berikan metadata, kemudian klik New
  2. Isi form halaman yang ada, setelah selesai mengisinya berikan nama preset pada bagian atas formulir, dan selanjutnya pilih Create

Dengan lightroom kamu juga bisa menambahkan metadata untuk beberapa foto sekaligus, Caranya juga sangat mudah

  1. Pilih foto yang ingin kamu berikan metadata
  2. Klik edit presets untuk buat baru
  3. Form akan muncul, isi dan lengkapi setelah itu klik Done

Demikian adalah cara membuat copyright pada foto, bisa dengan memberikan watermark atau menyematkan metadata pada foto atau gambar karya kamu. Penting untuk kita memberikan copyright pada setiap karya yang kita hasilkan, karena selain menjaga ke eksklusivitas pada karya juga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah kita buat. Selamat mencoba dan semoga berhasil.. 

8 Tips Sukses Membuka Cabang Baru, Nomor 7 Wajib!

8 Tips Sukses Membuka Cabang Baru, Nomor 7 Wajib!

Membuka cabang bisnis baru merupakan salah satu keputusan besar yang harus dipikirkan secara matang bagi para pelaku usaha. Tak hanya karena membutuhkan modal besar, melakukan ekspansi bisnis juga membutuhkan pertimbangan dan strategi yang tepat dan matang agar dapat berjalan dengan lancar.

Ekspansi yang dilakukan tanpa persiapan hanya akan membuat bisnis Anda merugi. Bahkan hingga mengalami kebangkrutan. Untuk itu, pada artikel kali ini PayrollBozz akan memberikan Anda tips sukses membuka cabang baru yang bisa dicoba.

Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini, ya.

Tips Sukses Membuka Cabang Baru

blank

1. Pastikan keuangan bisnis utama dalam kondisi yang stabil

Sebelum memutuskan untuk melakukan ekspansi atau membuka cabang baru, Anda harus memastikan bahwa kondisi keuangan bisnis Anda dalam kondisi yang stabil. Pastikan bahwa arus kas dalam bisnis tersebut menunjukkan grafik pertumbuhan yang positif dan memiliki profit atau keuntungan.

Satu hal yang perlu Anda ketahui, omset besar yang didapat oleh suatu bisnis tidak menjamin bahwa bisnis tersebut telah berjalan dengan sukses. Omset yang didapat dalam hal ini adalah pendapatan kotor, sedangkan profit adalah keuntungan atau sisa uang yang bisa Anda kembangkan untuk menambah kuantitas produksi maupun melakukan ekspansi.

Sehingga alih-alih mengukur kemampuan bisnis Anda melalui omset yang diperoleh, coba pertimbangkan berapa banyak profit yang sudah Anda dapat atau kumpulkan dari operasional bisnis tersebut.

2. Siapkan modal yang dibutuhkan

Berikutnya, setelah memastikan bahwa kondisi keuangan bisnis yang pertama stabil. Anda bisa melanjutkan upaya dengan menyiapkan modal yang dibutuhkan.

Sebaiknya, modal ini diambil dari akumulasi profit yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Untuk itu, membuka cabang bisnis baru perlu dilakukan dalam waktu yang cukup panjang. Lantaran, Anda tak direkomendasikan melakukan ekspansi jika bisnis Anda baru mengalami keuntungan satu kali atau baru beroperasi dalam waktu yang singkat.

Sederhananya, bisnis yang Anda jalankan sekarang juga harus memiliki tabungan. Tabungan tersebut diperoleh dari profit atau keuntungan yang didapatkan selama beberapa bulan atau periode waktu tertentu. Setelah profit tersebut terkumpul dan cukup untuk memulai bisnis baru, maka Anda baru dikategorikan siap melakukan ekspansi bisnis ini.

3. Melakukan riset terhadap pasar dan lokasi yang akan dipilih

Selain harus menyiapkan modal berupa uang, Anda juga harus mengumpulkan modal mengenai data terkait pasar maupun lokasi yang akan dijadikan tempat ekspansi bisnis Anda.

Pemilihan lokasi menjadi salah satu yang terpenting karena dapat berdampak besar terhadap penjualan produk bisnisnya. Semakin strategis lokasi yang Anda pilih, tentu semakin besar pula peluang orang-orang mengetahui keberadaan bisnis Anda.

Sayangnya, lokasi yang strategis biasanya juga dibandrol dengan harga sewa atau jual yang mahal. Sehingga Anda juga harus menyiapkan budget yang sedikit lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kemudian Anda juga harus melakukan riset pasar mengenai bagaimana karakteristik orang-orang di sekitar lokasi yang akan dipilih. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa ekspansi bisnis Anda cukup relevan jika dibuka pada lingkungan tersebut.

Sebagai contoh, Anda membuka bisnis laundry di daerah pedesaan. Karakteristik orang desa yang lebih memilih untuk mencuci secara manual tentu akan membuat bisnis laundry Anda tersebut tidak terlalu menguntungkan. 

Berbeda jika Anda membuka bisnis laundry di tengah-tengah kota. Di mana banyak orang tak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka sendiri karena kesibukan yang cukup padat. Sehingga jasa laundry banyak dicari dan menguntungkan untuk dibuka di sana.

4. Perhatikan pasokan bahan baku

Jika Anda menjalankan bisnis kuliner, maka tahap ekspansi ini juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan akses pasokan bahan baku. Akses daerah yang sulit bisa menjadi salah satu kenaikan harga distribusi. Sehingga hal ini dapat mengurangi keuntungan yang seharusnya bisa Anda peroleh.

Untuk itu, ada baiknya Anda mencari supplier bahan baku yang berada di dekat lokasi bisnis baru Anda. Biaya distribusi yang murah dapat ditekan sehingga Anda bisa memaksimalkan keuntungan yang akan didapatkan. 

Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan oleh supplier tersebut, ya. Jangan sampai kualitas bahan baku yang kurang bagus membuat Anda menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan besar. Karena hal tersebut nantinya dapat berpengaruh terhadap kredibilitas bisnis Anda dan kepuasan pelanggan.

5. Cari sumber daya manusia yang berkualitas dan potensial

Berikutnya, Anda juga harus siap untuk merekrut karyawan baru yang bertugas menjalankan operasional cabang bisnis Anda tersebut.

Nah, dalam proses perekrutannya, pastikan Anda melakukan seleksi yang ketat. Carilah karyawan yang memiliki etika baik, berkualitas dan memiliki potensi lebih untuk dikembangkan. Dengan demikian, mereka dapat terus belajar dan mengasah kemampuannya dalam operasional bisnis Anda tersebut.

Selain itu, jika Anda akan merekrut karyawan untuk posisi frontliner, ada baiknya untuk memperhatikan kemampuan berkomunikasi mereka juga. Sebab, tak hanya bekerja sebagai karyawan yang menemui pelanggan, secara tidak langsung mereka juga akan menjadi representatif bisnis Anda.

6. Siapkan strategi pemasaran yang tepat

Membuka cabang bisnis artinya Anda juga harus menyiapkan strategi pemasaran yang baru pula. Bahkan mungkin strategi pemasaran yang akan digunakan oleh cabang bisnis Anda ini nantinya akan sedikit berbeda dengan cabang yang utama.

Sebagai contoh, Anda akan membutuhkan budget besar untuk mempromosikan cabang bisnis Anda yang baru tersebut. Karena Anda harus mengenalkannya ke pangsa pasar yang ada di sekitar lokasi. 

Strategi pemasaran ini dapat dieksekusi dengan cara konvensional maupun melalui media digital. Untuk saat ini, strategi marketing menggunakan media digital dianggap cukup efektif dan tidak membutuhkan banyak dana. Sehingga Anda bisa mencobanya dengan melakukan promosi di sosial media maupun membuat website resmi untuk bisnis Anda tersebut

7. Ciptakan identitas branding yang kuat

Masih berkaitan dengan metode pemasaran yang akan Anda gunakan. Dalam hal ini, Anda juga harus membangun identitas branding yang kuat terkait dengan cabang bisnis Anda tersebut.

Cara ini bisa dilakukan dengan menonjolkan beberapa aspek yang ada di bisnis Anda. Seperti melalui penggunaan logo yang menarik dan relevan, pemilihan warna cat toko baru Anda sesuai dengan identitas bisnisnya maupun menggunakan copywriting yang menarik.

Intinya, identitas branding ini nanti harus dapat mewakili bisnis Anda dalam menyampaikan value-nya ke pelanggan. Sehingga mereka tertarik untuk mampir atau berkunjung ke cabang bisnis Anda yang baru dan berlangganan hingga menjadi konsumen yang loyal.

8. Lakukan evaluasi bisnis secara berkala

Dengan membuka cabang baru artinya tanggung jawab Anda sebagai seorang pelaku usaha menjadi berlipat ganda. Anda harus dapat mengelola kedua bisnis tersebut dengan baik dan sama rata.

Jangan sampai karena terlalu antusias dengan pembukaan cabang baru, cabang utama menjadi terlantar dan tidak terurus. Luangkan waktu untuk rutin mengunjungi keduanya dan melihat progress setiap cabang.

Apabila salah satu cabang mengalami penurunan penjualan, maka harus diadakan evaluasi untuk meningkatkan angka penjualan. Misalnya dengan diadakan promo khusus untuk cabang tersebut. Dengan demikian, semua cabang bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar sampai nantinya Anda siap untuk membuka cabang baru yang lain dan seterusnya.