Strategi dan Tips Rekrutmen Karyawan Melalui Media Sosial

Strategi dan Tips Rekrutmen Karyawan Melalui Media Sosial

Media sosial saat ini menjadi primadona di dunia pemasaran dan periklanan di seluruh dunia, eksistensi atau keberadaan seseorang, institusi atau perusahaan bisa semakin diakui apabila aktif di jejaring sosial ini. 

Platform media sosial seperti facebook, instagram, TikTok, linkedin dan lainnya sejak beberapa waktu yang lalu sudah dimanfaatkan untuk rekrutmen karyawan. Dan mengapa cara ini kerap dilakukan untuk proses rekrutmen? Alasannya karena sosial media memiliki banyak pengunjung, semakin banyak yang melihat semakin besar kemungkinan perusahaan menemukan kandidat potensial, dan selain itu juga gratis. 

Itulah sebabnya media sosial menjadi salah satu opsi untuk rekrutmen karyawan, untuk mengoptimalkan media sosial ada beberapa cara dan trik yang bisa Anda lakukan, beberapa diantaranya seperti dibawah ini. 

Baca juga : 10 job portal terbaik di Indonesia untuk apply lamaran online

Tips Rekrutmen Karyawan Via Media Sosial

Sesuaikan jenis pekerjaan dengan platform medianya

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengiklankan lowongan pekerjaan di sosial media adalah menyesuaikan jenis pekerjaan dengan pengguna platform media sosial tersebut. 

Banyak yang menilai setiap platform memiliki pengunjung yang sama, hal tersebut keliru karena pengunjung di setiap platform sangat tersegmentasi, memiliki kebiasaan, minat, dan tujuan yang berbeda saat datang ke platform tersebut. 

Oleh karenanya, pahami terlebih dahulu visitor di platform tersebut. Contoh jika Anda ingin mencari seorang graphic designer atau Digital content specialist yang erat kaitannya dengan seni dan teknologi digital, maka direkomendasikan untuk memanfaatkan instagram dan TikTok. 

Hal ini merujuk pada kecocokan jenis pekerjaan dengan demografi pengguna di platform tersebut, yang mana dari umur ada di kisaran 24 – 34 tahun dan 52% nya adalah perempuan serta tipikal platform yang mengedepankan grafis dan visual menjadi tempat yang cocok bagi pekerja kreatif untuk bermain. 

Tidak dipungkiri pekerjaan seperti graphic designer atau Digital content specialist di dominasi oleh pekerja muda berkisar umur 20 hingga 35 tahun. Terlebih mereka sangat aktif di internet membuat mereka memiliki banyak referensi. 

Sedangkan pekerjaan seperti Manajer operasional produksi atau admin data entry, direkomendasikan untuk mengiklankannya di facebook. Karena dilihat dari jenis pekerjaannya yang masif, sangat tepat dengan facebook dengan jumlah pengguna yang masif dan lebih beragam. 

Demografi pengguna facebook sendiri kebanyakan orang yang lebih dewasa secara umur dibandingkan Instagram atau TikTok. Lebih dari 65% pengguna facebook berada di umur 40 sampai dengan 50 tahun, dan sisanya berada dalam usia prima dari 29 sampai 39 tahun. 

Dilansir dari kompas, pada tahun 2020 setiap bulannya facebook didatangi 2,5 miliar pengunjung atau pengguna. Pengguna facebook di Indonesia sendiri pada tahun 2019 yang dilansir dari liputan6 mencapai 56 juta user, dan menduduki peringkat keempat, setelah Amerika Serikat, Brasil dan India. 

Dengan banyaknya pengguna membuat facebook memiliki pengguna yang sangat beragam, sehingga sangat cocok apabila Anda mengiklankan jenis pekerjaan yang general atau umum.

Baca juga : Dear User : Berikut Adalah Benefit Merekrut Fresh graduate

Buat poster yang menarik

“Bagaimana si buat poster iklan yang dapat menarik minat banyak orang?, apakah dari segi desain atau konten?”

Dalam membuat banner, flyer, atau apapun itu untuk menarik massa haruslah menarik dari segi desain dan konten, tidak terkecuali poster lowongan pekerjaan. 

Pertama : Desain grafis

Desain yang eye catching akan menjadi sorotan bagi siapapun yang melihatnya, jadi membuat desain yang menarik, unik, dan personality berpeluang memenangkan rasa penasaran orang yang melihatnya. 

Kedua : Copywriting

Copywriting atau teks iklan atau judul poster merupakan faktor penting yang dapat menarik seseorang untuk membaca atau melihat kontennya. Copywriting yang menarik tentu harus menjual dan menggiurkan.

Ketiga : Konten iklan

Iklan lowongan pekerjaan setidaknya menyebutkan job title, job desc, dan penempatan kerja. Namun banyak orang yang lebih tertarik apabila dalam iklan tersebut, disebutkan kisaran penghasilan, seperti “gaji 5 – 7 juta per bulan”. 

Angka gaji yang ditaruh di iklan ternyata mampu menarik perhatian banyak orang, karena ada kepastian untuk hal yang sensitif. 

Instruksi sharing

Tips selanjutnya dalam rekrutmen karyawan via sosial media adalah instruksi berbagi / sharing, hampir semua platform media sosial memiliki tombol berbagi, dan sebaiknya konten iklan lowongan pekerjaan baik itu format gambar atau video, menginstruksikan yang melihat untuk menyebarkan informasi ini. 

Instruksi sharing bisa Anda letakan di dalam konten iklan, atau pada caption. Mengapa ini penting? Karena instruksi tersebut dapat menyadarkan orang yang melihat, untuk berbagi kepada teman, keluarga, kontak atau siapapun yang membutuhkan. 

Format pengiriman resume 

Hal umum bila menggunakan media sosial untuk rekrutmen karyawan adalah meminta kandidat untuk mengirimkan CV atau resume mereka ke email. Hal ini akan menjadi sulit apabila banyak orang yang mengirimkan email kepada Anda, banyak CV yang masuk tercampur dengan surel lainnya. 

Cara mudah untuk mengatur itu semua adalah dengan membuat email khusus untuk alamat pengiriman CV, contoh : kirimcv@namaperusahaan.com . dan tidak hanya itu,, format subject dan konten email juga harus ditetapkan, agar mudah memisahkan lowongan pekerjaan satu dan lainnya. 

Contoh format subject untuk posisi desain grafis : DESAIN GRAFIS_CV _NAMA KANDIDAT_TAHUN, dan untuk format subject data entry : DATA ENTRY_CV _NAMA KANDIDAT_TAHUN

Anda juga bisa meminta kandidat untuk menuliskan data diri di konten email, seperti nama, umur, pendidikan terakhir, nomor telepon dan domisili. Ini untuk memudahkan tim rekrutmen untuk mencari kandidat yang pendidikan, umur dan domisili nya sesuai. 

Seleksi kandidat

Untung mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, lakukan seleksi dengan cara yang paling mudah, yakni dengan melihat latar belakangnya, mulai dari pendidikan, pengalaman dan portfolio. 

Setelahnya Anda bisa memberikan tes kepribadian, untuk melihat sifat, cara berpikir dan bertindak. Dan tahapan yang terakhir adalah dengan melakukan wawancara secara langsung.

Baca juga : Pengertian dan tipe-tipe DiSC dan kepribadiannya

Proses rekrutmen karyawan baik menggunakan sosial media atau portal kerja bisa efisien apabila pelaksanaannya baik, dan perusahaan memiliki manpower planning yang baik, sehingga perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang tepat, sesuai dengan visi dan misi perusahaan. 

Demikian adalah ulasan mengenai proses rekrutmen karyawan via media sosial, dengan tips-tips sederhana diatas, mencari kandidat melalui platform sosial media bisa sangat efektif. 

Pengertian dan tipe-tipe DiSC dan kepribadiannya

Pengertian dan tipe-tipe DiSC dan kepribadiannya

Proses rekrutmen tidak terlepas dari proses uji fit & proper test, mulai dari personalitas, kemampuan, dan lainnya. Untuk mengenali kepribadian calon kandidat dibutuhkan psikotes, psikotes sendiri adalah alat tes psikologi dan yang salah satunya yang paling terkenal tipe DiSC kepribadian atau DiSC personality test.

Tipe DiSC kepribadian merupakan salah satu alat tes untuk melihat kepribadian seseorang berdasarkan jawabannya. Di perusahaan sendiri tipe DiSC kepribadian ini biasa digunakan untuk mengukur ketangkasan, kedisiplinan, cara menghadapi masalah dan tantangan, dan lainnya. 

Sebelum mengenal DiSC personality ini ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui sejarahnya, agar mengetahui landasan teori dan pengukuran alat tes ukur kepribadian ini. 

Sejarah Tipe DiSC kepribadian 

DiSC personality pertama kali diperkenalkan oleh seorang Psikolog asal Amerika Serikat bernama William Moulton Marston, melalui bukunya yang berjudul Emotions of Normal People yang terbit pada tahun 1928.

Dalam Teorinya. Marston mengatakan bahwa ekspresi, perilaku, dan emosi dikategorikan menjadi 4 tipe utama, yakni berasal dari sudut pandang seseorang dalam hubungannya dengan lingkungan. Dan berikut adalah empat jenis label menurut Marston :

  • Dominance (D), fokus kepada pencapaian hasil, dan kepercayaan diri.
  • Inducement (I), memfokuskan kepada kemampuan persuasif atau mempengaruhi orang lain, keterbukaan dan hubungan.
  • Submission (S), menekankan pada kerja sama, ketulusan, ketergantungan.
  • Compliance (C), menekankan pada kualitas dan akurasi, keahlian, kompetensi.

Walau demikian William Moulton Marston adalah ahli psikolog yang mencetuskan teori DiSC ini, namun alat tipe DiSC kepribadian ini baru dikembangkan pada tahun 1958 oleh Walter V. Clarke.

Baca juga : 10 job portal terbaik di Indonesia untuk apply lamaran online

Mengenal Pengertian Tipe DiSC kepribadian

Setelah mengetahui sejarah tipe DiSC kepribadian yang ditemukan William Moulton Marston dan dikembangkan oleh Walter V. Clarke pada tahun 1958, kita akan membahas pengertiannya secara mendalam. 

Sekarang ini tipe DiSC kepribadian merupakan alat pengukur kepribadian yang paling banyak digunakan oleh perusahaan, untuk proses psikotes setelah MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator, yang juga merupakan preferensi untuk mengukur kecerdasan, sifat, dan perilaku seseorang. 

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya DiSC digunakan untuk melihat kepribadian kandidat, mulai dari kecerdasan, sifat dan perilakunya. Para rekruter atau HRD perusahaan menggunakan alat DiSC personality untuk melihat kecocokan kandidat dengan lingkungan kerja.

Serta melihat bagaimana cara ia bersikap dalam menghadapi tantangan dan tekanan, kemudian cara ia dalam menyelesaikan masalah, sampai kemampuan berkomunikasinya. 

Nantinya HRD/rekruter akan mempertimbangkan hasil tes kepribadian ini, melihat potensi dan motivasi kerja calon kandidat, serta melihat korelasi kecocokan dengan bidang pekerjaan yang akan dijalani.

Seperti yang dilansir dari DiSC personality profile, hasil tes melalui alat ukur DisC memiliki manfaat dalam dunia kerja, yang di antara lainnya adalah sebagai berikut : 

  • Melihat pengetahuan, cara menangani konflik, motivasi diri, faktor penyebab stress, dan cara memecahkan masalah
  • Meningkatkan komunikasi kerja antar karyawan, baik dalam tim atau perusahaan
  • Memfasilitasi kerja tim yang lebih baik dan mengajarkan konflik yang produktif
  • Mengembangkan dan meningkatkan penjualan dengan mengidentifikasi caranya menanggapi konsumen
  • Memahami memahami cara mengelola tim dengan lebih efektif

Tipe-Tipe DiSC Kepribadian 

1 ) Kepribadian D (Dominance)

Kepribadian D atau Dominan cenderung memiliki sifat yang mandiri dan tegas, serta menyukai tantangan dan ambisius. Seseorang dengan kepribadian D adalah orang yang terus terang dalam menyelesaikan masalah, dan menghargai orang lain.

Tipe DiSC kepribadian D mampu bertahan di tengah konflik dan memiliki motivasi untuk segera mengendalikan keadaan dan situasi. Orang dengan kepribadian dominan juga dikenal memiliki kepedulian yang tinggi. Dan berikut adalah keunggulan orang dengan kepribadian “D” : 

  • Kemampuan berkomunikasi yang baik
  • Fokus terhadap harapan yang realistis
  • Menggunakan pendekatan yang berorientasi pada menyelesaikan pekerjaan dengan menyingkirkan hal yang tidak perlu. 
  • Mampu bekerja dibawah tekanan
  • Menciptakan lingkungan yang positif dengan memotivasi orang lain
  • Memberikan arahan kepada orang lain dengan jelas

Kelemahan atau kekurangan yang dimiliki orang dengan tipe “D”

  • Tidak dapat melibatkan orang lain dalam memecahkan masalah, karena cenderung ingin solusi yang cepat dan segera
  • Banyak menghilangkan detail karena ingin menyelesaikan pekerjaan dengan cepat
  • Cenderung menampilkan ketidaksabaran saat memberikan arahan yang terperinci
  • Dorongan memberikan kritik kepada orang yang tidak merasakan urgensi
  • Mengarahkan orang lain dengan sangat dominan, sehingga orang lain tidak ada kesempatan untuk bertanya
  • Bereaksi dengan cepat dan agresif ketika orang lain mengganggu otoritasnya
  • Bekerja dengan tergesa-gesa sehingga orang lain dapat merasakan stress yang tidak perlu

Baca juga : Apa itu ASN ? Serta Perbedaan PNS dan PPPK (fungsi, tugas dan benefit)

2 ) Kepribadian i (influence)

Tipe DiSC kepribadian selanjutnya adalah influence atau inisial “i”. Orang dengan tipe kepribadian seperti ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi, menarik, dan sangat mudah didekati.

Orang dengan tipe influence memiliki sifat sosial yang baik, dengan selalu ingin memperluas hubungan dan menghormati hubungannya dengan orang lain. 

Selain itu tipe “i” selalu datang dengan ide-ide baru yang segar, sehingga orang yang berada di lingkungannya merasakan semangat dalam dirinya. Dan berikut adalah kelebihan yang dimiliki oleh orang dengan kepribadian ini : 

  • Selalu memprioritaskan hubungan dengan interaksi pribadi
  • Menjadi fasilitator untuk memecahkan masalah, dengan metode brainstorming
  • Memberikan banyak dorongan verbal kepada orang lain 
  • Komunikasi personal yang baik dan ekspresif
  • Mampu melakukan improvisasi secara cepat dengan mengandalkan intuisinya
  • Fleksibel dalam manajemen waktu
  • Memahami cara memotivasi orang lain untuk mengambil tindakan
  • Membawa energi yang baik di dalam tim

Kelemahan yang dimiliki oleh tipe “i” atau influence

  • Terlalu optimis terhadap situasi menjadikannya kurang waspada
  • Menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi sosial dari pada mengerjakan tugas
  • Memiliki kesulitan dalam mengikuti rutinitas secara konsisten
  • Mengedepankan firasat ketimbang perencanaan yang matang
  • Mudah terdistraksi dan hilang fokus 
  • Menghindari konflik dengan tidak membuat keputusan yang memiliki potensi penolakan atau yang terlihat buruk

3 ) Kepribadian S (submission)

Tipe DiSC kepribadian selanjutnya adalah Submission dengan inisial “S” yakni orang-orang pendiam yang suportif, konsisten dan setia dalam hubungan yang mereka jalani. 

Tipe “S” adalah orang yang perhatian dan simpatik terhadap sudut pandang orang lain, dan memiliki kemampuan mendengarkan orang lain yang baik. Orang dengan tipe ini memiliki perang dan berkontribusi banyak terhadap lingkungan. 

Tipe “S” juga selalu turut serta dalam menjaga kestabilan dalam lingkungan mereka, dan berikut adalah kelebihan yang dimiliki oleh orang dengan tipe ini : 

  • Teliti dan teratur dalam mengerjakan dan memeriksa tugas
  • Menanggapi pertanyaan dengan kesabaran dan pengertian yang tinggi
  • Aktif meminta feedback dengan rutin
  • Selalu memperhatikan kebutuhan orang lain

Dan berikut adalah kelemahan orang dengan tipe kepribadian “S”

  • Tidak dapat mengkomunikasikan informasi negatif secara langsung
  • Terlalu pasif ketika dibutuhkan dalam keadaan genting
  • Menghindari konfrontasi 
  • Tidak mampu dan menunda mengambil keputusan karena konflik antarpribadi

4 ) Kepribadian C (compliance)

Terakhir tipe DiSC kepribadian “C” atau compliance, memiliki kecenderungan analisis yang tinggi dan menyukai proses. Compliance adalah tipe orang yang skeptis dan mengedepankan logika dalam menyelesaikan tugas atau masalah.

Tipe “C” juga dikenal sebagai pribadi yang individualis dan mengerjakan sesuatu sendirian. Namun walau demikian orang dengan tipe ini sangatlah baik. 

Tipe “C” selalu berkomunikasi dan mendukung klaimnya dengan bukti ilmiah, yang telah ia analisa. Dan berikut adalah Kelebihan dari orang dengan tipe kepribadian “C” atau Compliance:

Baca juga : Macam-Macam Posisi Di Bank Dan Tugasnya

  • Meluangkan banyak waktu untuk melakukan analisis dan berpikir untuk mengambil keputusan
  • Memberikan prosedur yang jelas saat mendelegasikan tugas kepada orang lain
  • Menggunakan pendekatan metodis dalam menyelesaikan masalah
  • Memiliki keamanan yang tinggi dalam melakukan analisis informasi dalam jumlah yang besar
  • Memberikan tugas kerja secara tertulis dan meminta umpan balik tertulis.

Dan berikut adalah kelemahan orang dengan tipe kepribadian “C”

  • Mencari solusi yang sempurna daripada solusi yang bisa diterapkan dilingkungan
  • Mengambil banyak waktu untuk mengolah informasi dan menilai risiko sebelum pengambilan keputusan
  • Melawan atau menghindari orang yang memiliki pendekatan masalah yang berbeda dengan dirinya
  • Memiliki dorongan untuk mengkritik orang lain yang tidak memenuhi standar dan kualitas 
  • Solusi yang rumit untuk masalah yang sederhana
“Berapa Gaji Yang Kamu Harapkan?” Begini Cara Menjawabnya Saat Negosiasi Gaji

“Berapa Gaji Yang Kamu Harapkan?” Begini Cara Menjawabnya Saat Negosiasi Gaji

Melakukan negosiasi gaji merupakan salah satu tahapan atau proses offering atau rekrutmen kerja, disini kedua belah pihak yakni antara perusahaan dan pelamar melakukan penawaran terkait upah kerja.

Masing-masing pihak harus menyetujui dan tidak ada keberatan perihal gaji dalam masa kerja. Gaji yang negosiasikan sendiri bisa meliputi gaji pokok, uang makan & transport, dan tunjangan lainnya. 

Dalam tahapan negosiasi gaji biasanya perusahaan melakukan pengukuran standar gaji berdasarkan kemampuan perusahaan itu sendiri, upah minimum di daerah tersebut, tanggung jawab dan resiko kerja. 

Namun dalam hal ini pelamar juga dapat melakukan pengajuan atas pertimbangannya sendiri, yang kurang lebih tolak ukurnya juga sama dengan perusahaan, yakni tanggung jawab, upah minimum, jarak dan waktu kerja dan lainnya. 

Dan pada kenyataannya tidak jarang negosiasi tidak berhasil karena kedua pihak tidak bisa menemukan kata sepakat, serta proses offering tidak dapat dilanjutkan kembali. 

Ada beberapa tips dan cara mengukur atau menentukan standar gaji yang kamu inginkan sebagai pelamar, sesuai ekspektasi namun tidak memberatkan perusahaan sehingga terjadi kesepakatan upah kerja, berikut adalah tips negosiasi gaji. 

Baca juga : Tips menjawab pertanyaan interview kerja : “Apa kekurangan kamu?”

Tips Negosiasi Gaji Saat Proses Rekrutmen

Riset Nominal Gaji

Hal pertama yang wajib dilakukan saat akan melakukan negosiasi gaji setelah melihat upah minimum daerah yaitu melakukan riset gaji terhadap profesi, pengalaman, dan industri bisnis yang sama. 

Tidak semua profesi yang sama mendapatkan gaji yang sama, ada faktor ukuran penting seperti pengalaman dan industri. 2 hal ini yang akan menjadi modal dasar untuk negosiasi gaji saat proses rekrutmen. 

Semisal melamar sebagai Social media officer di perusahaan manufaktur untuk gaji fresh graduate  adalah 4 juta, sedangkan yang berpengalaman (min 2 tahun) adalah 4.8 juta. 

Dan melamar di posisi yang sama sebagai Social media officer di perusahaan advertising, untuk gaji fresh graduate  adalah 5.4 juta, sedangkan yang berpengalaman (min 2 tahun) adalah 6,5 juta. 

Perbedaan gaji di 2 industri tersebut terjadi karena kebutuhan perusahaan yang berbeda, industri manufaktur melihat SMO sebagai pendukung bisnis, sedangkan advertising menggunakan SMO sebagai ujuk tombak dari bisnis mereka. 

Ketahui Kemampuan Anda

Dalam negosiasi gaji Anda perlu mengetahui kemampuan Anda sendiri, dari sini Anda akan mengetahui berapa gaji yang layak diterima, berdasarkan kemampuan. Agar mudah mengukur kemampuan Anda dengan kebutuhan perusahaan gunakan lah cara ini. 

Pertama : Lihat kembali kualifikasi yang perusahaan gunakan, misalkan sebagai SMO Anda diharuskan untuk bisa menggunakan aplikasi foto, video, menulis dan analisis trending. 

Kedua : Lihat sampai mana kemampuan yang Anda miliki tentang editing foto, video, menulis dan analisis, apakah cukup baik, baik, atau sangat ahli. 

Ketiga : Lihat apa yang perusahaan butuhkan untuk akun sosial media mereka, dan lihat tingkat kesulitannya.

Baca juga : Apa itu Surat Akutansi Keuangan (SAK)? berikut adalah penjelasan dan jenisnya

Apabila peninjauan kebutuhan perusahaan akan sosial media perusahaan terbilang sulit, dari segi desain, interval posting dan target yang diberikan maka jangan segan untuk memasang penawaran yang tinggi. 

Pilih Range Gaji Paling Tinggi

Apabila faktor-faktor diatas sudah di analisis, dan Anda pun sudah menemukan range gaji Anda sendiri maka saat negosiasi gaji pilih range gaji tertinggi, maka dengan demikian apabila ada penurunan penawaran gaji saat proses negosiasi oleh perusahaan, nominal gaji masih berada dalam range yang layak untuk Anda sendiri.

Mengapa perlu memasang range gaji tertinggi, karena biasanya saat negosiasi akan ada tawar menawar gaji, yang biasanya pihak perusahaan akan melakukan penurunan gaji. Dengan memasang penawaran tinggi kemungkinan apabila diturunkan masih ada dalam batas aman. 

Nah demikian adalah tips negosiasi gaji saat wawancara kerja atau proses rekrutmen, dengan harapan Anda bisa mendapatkan gaji yang layak, sesuai dengan kemampuan, tanggung jawab dan beban yang dipikul. 

Ini jalan keluar dari perusahaan butuh pekerja pengalaman, pekerja butuh pengalaman

Ini jalan keluar dari perusahaan butuh pekerja pengalaman, pekerja butuh pengalaman

cara mendapatkan pekerjaan

Meme di atas rasanya sudah tidak asing lagi untuk kita, meme yang sempat trending ini menggambarkan realitas yang ada dalam dunia kerja, bagaimana peliknya interview kerja dimana ada perusahaan yang hanya ingin menerima pekerja berpengalaman, disisi lain ada angkatan kerja baru yang belum memiliki pengalaman dan ingin bekerja agar mendapatkan pengalaman. 

Meme ini juga dibedah dari 2 sudut pandang tentunya akan saling bertentangan, lagi-lagi semuanya kembali pada kebutuhan masing-masing pihak. Tapi jangan menyerah dulu, permasalahan ini sebenarnya ada jalan tengahnya kok, dan bisa menjadi solusi bagi kedua belah pihak, nah perhatikan ulasan dibawah ini ya. 

Cara mendapatkan pekerjaan untuk kandidat tanpa pengalaman (fresh graduated)

Sebagian besar dari angkatan kerja di Indonesia saat ini masih didominasi oleh lulusan SMA atau setara dibandingkan dengan diplomat atau sarjana. Namun di era sekarang peluang lulusan untuk mendapatkan kerja memiliki level kesempatan dan kesulitan yang sama, oleh karenanya kunci mendapatkan pekerjaan adalah “persiapan”

Setidaknya ada 4 hal yang perlu Anda persiapkan, agar bisa cepat diterima kerja atau memiliki pekerja, 4 hal tersebut adalah membaca kebutuhan pasar kerja, cari yang sesuai dengan kemampuan, tingkatkan keterampilan sebaik mungkin, dan ciptakan keterampilan Anda menjadi karya.  

Baca juga : Ragam Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menjanjikan

Lakukan persiapan sampai Anda yakin Anda sudah siap

Baca kebutuhan pasar kerja

Yang pertama analisa kebutuhan pasar dan lapangan kerjanya, ini adalah langkah aman sebelum Anda masuk ke tahap pembelajaran. Dari sini Anda bisa mulai mencari industri apa saja yang sedang berkembang dan maju, dan bagaimana masa depannya. 

Dari analisa seperti ini saja Anda sudah bisa mendapatkan gambaran pekerjaan apa saja yang tersedia, dan profesi apa yang akan dibutuhkan di pasar kerja hari ini dan kedepannya. Setelah itu mulailah mencari perusahaan yang bergerak di industri tersebut, mulai dari yang perusahaan besar ataupun start-up.

Namun ingatlah, pada tahap ini Anda tidak menganalisa gaji melainkan posisi yang tersedia, dan tempat mana saja yang akan Anda datangi untuk melamar pekerjaan. Untuk seorang fresh graduated pengalaman adalah yang paling utama setelahnya baru gaji. 

Cari yang sesuai dengan Anda

Setelah mengetahui industri apa yang berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan untuk Anda, mulailah cari posisi atau jabatan yang paling sesuai dengan keterampilan atau latar belakang pendidikan Anda. 

Tahapan ini Anda harus bermain cerdas dan efisien, jangan melamar seperti melempar jaring jika Anda ingin memiliki pekerjaan yang baik dan paling dengan sesuai. Gunakanlah filosofi yang tepat dalam hal ini, yaitu filosofi memancing. 

Cari kolam yang sesuai dengan pancingan Anda, kemudian pilih umpan yang tepat sesuai kesukaan ikan di kolam itu, lempar pancingan setelah itu menunggu dan bersabar. Jika Anda merasa kurang dengan satu pancingan, maka pakailah 2 pancingan, jika kurang puas tambah lagi sampai Anda mendapatkan ikan yang diinginkan. 

Tingkatkan keterampilan

Tahu tujuan dari usaha Anda adalah modal yang paling berharga, mulailah belajar dan tingkatkan keterampilan dasar. Disini senjata Anda harus di upgrade, selalu berprinsip bahwa Anda harus menjadi yang terbaik dari versi Anda sendiri. 

Ketika Anda melatih suatu keterampilan dengan sangat baik, maka hampir tidak ada alasan untuk orang tidak mempekerjakan Anda. Seperti yang kita tahu dalam fase melamar kerja ada serangkaian tes yang harus bisa Anda lalui, disinilah hal tersebut dipersiapkan. 

Lakukan keterampilan Anda

Sudah melakukan analisa dan melatih keterampilan tapi belum juga dapat kesempatan untuk wawancara kerja? Jangan berkecil hati, buka peluang Anda sendiri dengan membuat hasil pekerjaan sendiri, gunakanlah itu sebagai portofolio Anda. 

Gunakanlah waktu yang Anda miliki untuk mewujudkan keterampilan Anda menjadi karya, ini adalah sesuatu yang jarang ditolak oleh perusahaan. Ketika Anda sudah menunjukan keahlian Anda lebih dari sekedar pernyataan di surat lamaran atau CV, maka itu akan membuat perusahaan mempertimbangkan Anda untuk masuk ke dalamnya. 

Fakta bahwa angkatan kerja terus bertambah tapi tidak diiringi dengan lapangan pekerjaannya, membuat kita harus tampil beda dan nyata ketika melamar kerja. Buktikan sesuatu yang Anda miliki dalam bentuk karya. 

Baca juga : Mau Kerja dari Rumah? Coba 5 Profesi Potensial Berikut Ini!

Tips agar bisa bekerja di perusahaan

Tadi kita sudah mengetahui fakta bahwa jumlah angkatan kerja yang terus bertambah tidak seiring dengan lapangan pekerjaannya. Maka dari itu ada tips yang mungkin bisa Anda lakukan, yaitu menjadi pekerja lepas selagi menunggu panggilan dan melamar menjadi pegawai magang. 

Menjadi pekerja lepas

Menjadi pekerja lepas jauh lebih baik daripada sekedar menganggur, dan hasil pekerjaan yang Anda kerjakan selama menjadi freelancer dapat menjadi portofolio. Terlebih hasil pekerjaan yang Anda lakukan sudah terbukti diterima oleh perusahaan, yang artinya kualitas pekerjaan Anda sudah memenuhi standar perusahaan. 

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari menjadi freelancer, yaitu kreatifitas yang terlatih terus, mendapatkan link perusahaan, menghasilkan uang, dan juga yang terpenting Anda akan terbiasa dengan iklim bekerja, di mana Anda akan terbiasa dengan disiplin dan target yang diberikan. 

Menjadi pegawai magang

Kemungkinan Anda untuk diterima sebagai pegawai magang mungkin lebih besar, sekedar info magang atau pemagangan adalah sebuah program pelatihan kerja di bawah bimbingan atau pengawasan langsung dari perusahaan maupun lembaga penyelenggara. 

Walau gaji dan fasilitas yang diberikan perusahaan kepada Anda pastinya berbeda dengan pegawai tetap, Namun peluang Anda untuk diangkat menjadi pegawai tetap atau kontrak juga terbuka lebar, kesempatan untuk menggantikan posisi seseorang sangatlah mungkin terjadi, jika kinerja Anda selama menjadi pegawai magang memang bagus. 

Baca juga : Mengenal Outsourcing Karyawan dan Perbedaannya dengan Karyawan Kontrak

Perusahaan harus terbuka dengan fresh graduated

Perusahaan harus berikan kesempatan pada kandidat yang belum memiliki pengalaman untuk menunjukan kemampuannya dengan membuka program magang di tempat mereka. Dari sini perusahaan akan ditunjukan seberapa baiknya kandidat tersebut. 

Walaupun kedepannya perusahaan memang tidak dapat melanjutkan kontrak kerja dengan yang bersangkutan, setidaknya ada pengalaman yang dapat diberikan oleh si kandidat dan itulah yang bisa dijadikan modal untuk kandidat melamar ditempat berikutnya. 

Demikian adalah cara mendapatkan pekerjaan beserta tipsnya bagi Anda yang masin tidak memiliki pengalaman atau fresh graduated. Semoga informasi dan tips yang ada di artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Tips Interview Kerja Online Di Tengah Wabah Covid 19

Tips Interview Kerja Online Di Tengah Wabah Covid 19

Tips interview kerja – Di tengah pandemi Covid 19 banyak kebiasaan yang harus disesuaikan dengan keadaan demi mencegah penyebarannya. Selain pembatasan sosial dan fisik proses interview kerja juga mengalami perubahan, yakni dilakukan dengan secara online bisa melalui aplikasi zoom, google meet, atau yang lainnya.

Agar interview kerja online ini berjalan dengan lancar, maka Anda perlu mempersiapkan segalanya agar tidak terjadi kendala teknis yang tidak diinginkan, ada beberapa hal kecil yang perlu Anda perhatikan karena jika tidak bisa menjadi masalah yang besar, seperti :

Baca juga : Cara menggunakan aplikasi zoom meeting

1 ) Posisi dan angle gambar

Posisi menentukan prestasi begitulah kira-kira yang dikatakan anak siswa saat menghadapi ujian, Nah pada kasus interview kerja online posisi menentukan sudut pandang dan tingkat kenyamanan Anda dan rekruter yang melihat Anda dari layar kaca.

Pertama cari background dengan latar polos, usahakan warna netral seperti putih. Serta rapihkan area yang tercover kamera agar enak dilihat. Setelah itu posisi kamera usahakan sejajar dengan wajah atau mata, dalam istilah fotografi lebih dikenal dengan ‘eye view angle’ angle ini memposisikan lensa kamera sejajar dengan tinggi objek.

Oiya untuk pencahayaan ruangan sendiri usahakan Anda mendapatkan cahaya yang cukup, agar wajah Anda terlihat dengan jelas oleh lawan bicara. Disinilah pentingnya mengatur posisi agar mendapatkan cahaya yang maksimal dari ruangan.

2 ) Koordinasikan sekitar

Selanjutnya tips interview kerja online adalah dengan mengkondisikan sekitar Anda, usahakan Anda berada di ruangan sendirian agar tidak mendapatkan intervensi dari hal lain atau siapapun.

Jika Anda memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, sebisa mungkin jauhkan mereka terlebih dahulu dari ruangan Anda. Atau agar tidak berisik saat Anda sedang wawancara, ada baiknya hewan peliharaan diberikan makan yang cukup.

Selain itu koordinasikan juga dengan orang di rumah, bagi Anda yang ngekos sendiri mungkin tidak perlu melakukan hal ini, namun jika di rumah Anda ada orang lain mintalah waktu untuk tidak di ganggu untuk beberapa saat, hal ini berguna agar Anda bisa tetap fokus pada interview. Kerja.

3 ) Pakaian yang rapih

Walaupun tidak datang dan bertemu langsung dengan pewawancara, tetapi tetap gunakan pakaian yang formal seperti kemeja. Walau tidak selalu tetapi cara berpakaian mempengaruhi asas penilaian sopan santun dari recruiter, jadi tetap rapih walau interview online dari rumah.

4 ) Jaringan internet

Ketiga ini adalah hal yang paling penting yang perlu kamu siapkan, karena tanpa jaringan internet maka kamu tidak akan bisa melakukanya. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya satu jam sebelum memulai interview ada baiknya Anda mengecek kestabilan internet.

Lakukan percobaan sendiri, buatlah room meeting dari aplikasi yang kamu pakai seperti zoom atau google meet, undang beberapa teman untuk membantu kamu melakukan tes ini. Lakukan pembicaraan seperti biasa untuk mengetahui kualitas audio mic dan suara serta gambar.

Atau kamu juga bisa melakukan cek kestabilan internet dengan menggunakan Command Prompt, cara ini sangat ampuh untuk mengetahui seberapa cepat respon internet Anda, cara lengkapnya bisa dilihat disini.

Tips Interview Kerja Online Agar Berjalan Lancar

tips interview kerja online

Nah setelah keempat hal teknis di atas, kini saatnya mempersiapkan diri sendiri, yakni dengan mempelajari beberapa hal tentang perusahaan dan pekerjaannya, kemudian siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, dan yang tidak kalah penting adalah menyiapkan mental Anda sendiri, dan mengkondisikan diri untuk tetap tenang.

1 ) Siapkan jawaban

Bagi Anda yang sudah sering melalui banyak interview kerja, mungkin sudah mengerti cara mengantisipasi pertanyaan dari interviewer atau rekruter dari pertanyaan yan biasa di lontarkan. Nah bagi Anda yang belum atua jarang mengjalani proses interview, lakukan antisipasi dengan mempersiapkan jawaban.

Pertanyaan saat interview kerja pada umumnya memiliki kemiripan, pertama adalah seberapa dalam pengetahuan Anda tentang perusahaan yang Anda lamar, kemudian seberapa dalam pengetahuan/pemahaman tentang profesi yang dilamar, proyek atau pekerjaan yang telah diselesaikan, dan biasanya Anda akan diminta menceritakan proses pengerjaan proyek yang pernak dikerjakan.

Adapun pertanyaan lainnya yang biasa ditanyakan adalah sebagai berikut :

    – Lingkungan pekerjaan seperti apa yang Anda inginkan?
    – Kenapa kamu berhenti/resign dari tempat yang lama?
    – Apa yang akan Anda lakukan saat menghadapi situasi sebagai berikut
    – Berapa gaji yang Anda harapkan?

Baca juga : Terisolasi karena covid19? Begini perhitungan upah kerjanya menurut SE Menaker

Dengan mempersiapkan jawaban, akan meningkatkan kepercayaan diri Anda saat berhadapan dengan pewawancara.

2 ) Tanyakan kepada recruiter

Jika Anda diberikan kesempatan bertanya oleh rekruter, gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Jika Anda tidak tahu apa yang ingin ditanyakan, Anda bisa memulainya dengan bertanya jaminan ketenagakerjaan seperti BPJS atau Jamsostek, peraturan lembur, dan aturan-aturan khusus yang ada di perusahaan tersebut.

Selain tentang jaminan ketenagakerjaan, Anda juga bisa bertanya kepada user yang mewawancara tentang workflow di perusahaan tersebut dan meminta penjelasan yang detail tentang tugas-tugas dan tanggung jawab. Setidaknya dari sini Anda bisa mendapatkan gambaran gaji yang akan Anda negosiasikan di tahap berikutnya.

Demikian adalah tips interview kerja online yang bisa kamu praktikan, di tengah-tengah pandemi covid 19 ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda semua, dan share jika menurut Anda informasi ini perlu diketahui oleh orang lain.

Tipe-tipe interviewer, Anda pernah ketemu/termasuk yang mana?

Tipe-tipe interviewer, Anda pernah ketemu/termasuk yang mana?

Bertemu dengan seorang interviewer di salah satu perusahaan untuk sebuah wawancara kerja merupakan hal yang sangat formal, namun sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami bertemu dengan seorang interviewer yang biasa dari pada lainnya dan juga unik. Atau justru Anda adalah salah satu tipe pewawancara kerja yang unik, yang memiliki metode berbeda dalam melakukan tugas mewawancara soerang kandidat.

Banyak HRD yang memiliki cara mereka sendiri saat interview kerja guna mendapatkan informasi yang lengkap, atau meriset pelamar dari sebuah pertanyaan-pertanyaan atau pendekatan yang berbeda. Nah berikut ini adalah tipe-tipe interviewer yang mungkin pernah Anda temui, atau justru Anda adalah salah satunya.

7 Tipe interviewer kerja

1 ) Tradisional dan formal

Yang pertama yang paling mungkin sering kita temui adalah pewawancara kerja yang menggunakan metode lama yang tradisional. Dan biasanya pertanyaan yang diajukannya pun basic, seperti biodata diri dan pengalaman kerja. Serta tidak memanfaatkan perangkat teknologi dalam prosesi wawancara kerjanya, selain kertas dan pena untuk mencatat apa yang mereka dapatkan dari si kandidat.

2 ) Sangat personal

Tipe selanjutnya adalah interviewer yang ingin sekali dekat dan mengetahui banyak tentang kandidatnya, tidak hanya soal kerjaan melainkan kepribadian si kandidat, pola pikirnya, bahkan sampai ke hobi yang biasa dilakukan. Hal ini biasanya dilakukan agar mengetahui apakah kandidat layak berada di lingkungan kerja perusahaan dan bisakah mereka bekerja sama dengan gaya kerja di linkungan perusahaan.

Tipikal interviewer seperti ini biasanya mencari orang yang mampu beradaptasi dengan suaut lingkungan melebihi kemampuan yang kandidat miliki.

3 ) Millenials type

Ketiga ada tipe interviewer yang mudah sekali memikat kandidat millenial dengan gaya bicaranya yang santai, dan mampu beradaptasi dengan kalangan muda. HRD dengan cara interviewer seperti ini biasanya mudah kita temukan di perusahaan start-up, yang memang mencari kandidat yang masih fresh, enerjik dan mampu berpikir kreatif.

Baca juga : Tips negosiasi gaji saat interview kerja

4 ) Tukang stakling kandidat

Pernah di interview oleh HRD yang serba tau tentang Anda, bahkan ternyata secara diam-diam mereka telah memfollow akun sosial media Anda? Tipikal pewawancara seperti ini banyak kita temukan perusahaan agensi periklanan, karena selain bagian dari riset data tentang kandidat, sosial media saat ini mencerminkan psikologi dan sifat seseorang.

5 ) Si blak-blakan

HRD yang bla-blakan saat wawancara kerja juga banyak kita temukan di perusahaan pada umumnya. Jika mereka tidak suka dan tidak cocok dengan si kandidat, entah karena kemampuannya kurang atau personalitinya yang dinilai tidak cocok, maka biasanya dia akan berbicara dengan sangat enteng serta apa adanya, terkait pendapatnya tentang diri si kandidat dan langsung membuat penilaian pada saat itu juga.

6 ) Tukang cerita dan hobi ngobrol

Jika Anda bertemu dengan seorang HRD tipe seperti ini, maka biasanya sesi interview kerja akan berjalan panjang. Tipe pewawancara seperti ini biasanya hobi bertanya yang bahkan diluar bidang pekerjaan, selain itu mereka juga hobi bercerita entah itu tentang budaya kerja di kantor ataupun pengalaman menarik pribadi yang memiliki kaitan dengan si kandidat.

Walaupun terdengar akan memakan waktu, namun kesempatan kandidat akan lebih besar karena penilaiannya bisa lebih subjektif.

7 ) Totalitas

Rekruter atau HRD yang satu ini merupakan orang yang sangat totalitas dalam pekerjaannya merekrut seseorang. Ia memperhatikan betul kualitas si kandidat, melakukan komparasi dengan kandidat lainnya, serta menentukan standar yang lumayan tinggi. Hal tersebut dilakukan agar yang ia rekrut merupakan yang terbaik.

Tidak jarang tipe interviewer seperti ini juga bertanya dan menceritakan kandidat pilihannya ke divisi terkait, apakah cocok atau tidak bila bekerja sama bersama mereka. Dan tipe interviewer seperti ini cukup sulit untuk di “taklukan”

Demikian adalah 7 tipe interviewer yang mungkin salah satunya pernah Anda temui, atau justru Anda adalah salah satunya..

Tips negosiasi gaji saat interview kerja

Tips negosiasi gaji saat interview kerja

Tips negosiasi gaji – Berapa gaji yang Anda inginkan? Adalah sebuah pertanyaan yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pelamar, ketika keluar pertanyaaan tersebut itu artinya kita sudah berada dekat dengan garis finish atau goal dalam mencari kerja, yaitu mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

Nah ketika sudah ditawari gaji yang diinginkan ada beberapa cara dan tips untuk menjawab pertanyaan tersebut, intinya Anda perlu melakukan riset serta memahami betul pekerjaan dan tanggung jawab Anda, sehingga bisa deal gaji dengan nilai tertinggi namun masih sangat masuk akal dan diterima oleh perusahaan.

Baiklah berikut ini adalah tips negosiasi gaji saat interview kerja yang bisa Anda aplikasikan

Tips negosiasi gaji

1 ) Jangan bilang “terserah”

Kata “terserah” adalah kata yang harus Anda hindari ketika negosiasi gaji. Ini adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan karena selain membuat Anda ditawar rendah oleh perusahaan, juga bisa membuat interviewer menjadi ilfil kepada Anda, karena Anda dinilai tidak memiliki standar, kompetensi serta kesiapan untuk bekerja. Jadi tips negosiasi gaji yang pertama adalah buat standar gaji yang pantas & layak untuk Anda saendiri.

2 ) Riset gaji

Untuk mengetahui berapa standar gaji yang layak untuk profesi yang Anda jalankan, sesuai dengan pengalaman dan kompetensi. Ada sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu, dan bertanya kepada orang lain yang memiliki latar belakang dan pengalaman kerja yang seperti Anda.

3 ) Fokus pada kualitas

Kualitas diri Anda adalah modal yang sangat berharga saat negosiasi gaji di wawancara kerja, kompetensi dan kemampuan yang dimiliki merupakan nilai jual. Perusahaan adalah organisasi yang murni mengejar profit, mereka hanya akan memperkerjakan seseorang yang bisa memberikan keuntungan. Jadi tunjukan kualitas dan kompetensi untuk menaikkan harga jual Anda.

4 ) Jangan frontal soal nominal gaji

Pada situasi negosiasi Anda perlu sedikit mencairkan suasana, dan beradaptasi dengan pihak perusahaan, untuk bisa bicara baik-baik perihal kontribusi yang akan Anda lakukan ke perusahaan. Oleh karenanya jangan terlalu frontal untuk menyebutkan angka nominal, tanya terlebih dahulu tentang pekerjaan Anda, agar bisa menciptakan ruang untuk bernegosiasi soal gaji.

Baca juga : Landasan yang menjadi dasar kenaikan atau penyesuaian gaji karyawan

5 ) Fasilitas diluar gaji

Gaji bukanlah segalanya yang Anda terima dari perusahaan, jika pada kenyataannya nominal yang Anda terima tidak sesuai seperti apa yang diharapkan. Coba bernegosiasi di sektor fasilitas yang Anda dapatkan. Misalnya uang bensin, uang makan, perangkat oeprasional, lemburan, bonus, atau inventaris kendaraan yang dipakai untuk bekerja.

6 ) Tetapkan sikap

Ini adalah yang paling penting, Anda harus tegas dalam mengambil sikap juga keputusan akhirnya. Dalam hal ini kedua belah pihak harus merasa diuntungkan (win-win solution), dan yang terpenting jangan sampai Anda merasa dirugikan.

7 ) Menunggu dan berdoa

Tips negosiasi gaji yang terakhir adalah bersabar dan berdoa sambil menunggu hasilnya. Beberapa perusahaan biasanya langsung memberikan keputusan didepan soal gaji, tetapi ada juga yang mempertimbangkannya kembali karena kualitas dan jaminan kualitas yang Anda berikan kepada perusahaan.

Demikian adalah tips negosiasi gaji saat wawancara kerja, yang bisa Anda aplikasikan. Semoga tips-tips diatas dapat membantu Anda dan berhasil mendapatkan gaji yang sesuai Anda harapkan.

Daftar kosakata wawancara kerja bahasa inggris, yang sering keluar

Daftar kosakata wawancara kerja bahasa inggris, yang sering keluar

Wawancara kerja bahasa inggris – “Yeaayyy.. dapat panggilan wawancara kerja” Mungkin kalimat tadi adalah yang pertama kali di ucapkan ketika mendapatkan feedback dari perusahaan yang dilamar. Eitsss… tapi jangan seneng dulu, perhatikan lagi baik-baik email yang kamu terima, perhatikan secara detail terutama hal ini The interview will be held in English.

Kalo udah ada persyaratan yang mengharuskan wawancara kerja bahasa inggris, maka kamu harus mempersiapkan diri, khsusnya ke memahami kosakata atau istilah-istilah yang sering keluar dalam wawancara bahasa inggris, supaya engga gagal paham.

Berlatih berkomunikasi dengan bahasa inggris, akan membuat kamu lebih rileks saat menjalani wawancara kerja berbahasa inggris. Dan supaya kamu bisa memperisapkan jawaban saat wawawancara, berikut ini adalah kosakata wawancara kerja bahasa inggris.

Istilah dan kosakata wawancara kerja bahasa inggris

Bahasa inggris Bahasa Indonesia Contoh kalimat
Major Jurusan I majored in psychology Science.
Saya mengambil jurusan ilmu psikologi.
Graduated Lulusan I just graduated from Gadjah Mada University
Saya baru lulus dari Universitas Gadjah Mada.
Accomplished Mencapai have accomplished a lot in my current position.
Saya telah mencapai banyak hal di posisi saya saat ini.
Able Mampu, Bisa I am able to work under pressure.
Saya mampu bekerja di bawah tekanan.
Applied Menerapkan I applied the knowledge I gained in college to my work.
Saya menerapkan ilmu yang saya dapat di perkuliahan ke pekerjaan saya.
Admire Mengagumi I always admire Frank Gehry as a architecture design.
Saya selalu mengagumi karya Frank Gehry sebagai desainer arsitek.
Assist Membantu My job is to assist the company’s manager.
Pekerjaan saya adalah membantu manajer perusahaan.
Develop Mengembangkan This experience helped me develop my communication skills.
Pengalaman ini membantu saya mengembangkan kemampuan berkomunikasi saya.
Complete Menyelesaikan I have completed all of the technical trainings.
Saya telah menyelesaikan semua pelatihan teknis.
Collaborate Berkolaborasi We collaborated with more than 10 companies.
Kami berkolaborasi dengan lebih dari 10 perusahaan.
Discover Menemukan I discovered the reason why the project failed.
Saya menemukan alasan mengapa proyek itu gagal.
Decrease Mengurangi I helped decrease the company’s spending.
Saya membantu mengurangi pengeluaran perusahaan.
Eager Bersemangat, berhasrat I am eager to learn new things.
Saya bersemangat/senang mempelajari hal-hal baru.
Gain Mendapatkan I believe I will gain valuable experience here.
Saya percaya saya akan mendapatkan pengalaman berharga di sini.
Experienced Mengalami We experienced some difficulties managing our tasks.
Kami mengalami sejumlah kesulitan dalam mengelola tugas kami.
Improved Meningkatkan; menjadi lebih baik We improved our work performance.
Kami meningkatkan performa kerja kami.
Handled Menangani I handled customer services.
Saya menangani layanan pelanggan.</td
Increase Meningkat The number of sales increased this month.
Jumlah penjualan bulan ini meningkat.
Pursue Mengejar This job has helped me pursue my dream.
Pekerjaan ini telah membantu saya mengejar mimpi saya.
Multitask Melakukan lebih dari 1 pekerjaan di waktu yang bersamaan I am able to multitask.
Saya bisa mengerjakan lebih dari 1 hal secara bersamaan.
Resign Mengundurkan diri I resigned from my last position because …
Saya mengundurkan diri dari posisi terakhir saya karena …
Satisfy Puas My team leader said she was satisfied with my work.
Pimpinan tim saya berkata bahwa ia puas dengan pekerjaan saya.
Related (to) Berhubungan (dengan) I love this job because it is related to my passion.
Saya suka dengan pekerjaan ini karena berhubungan dengan minat saya.
Solve Menangani, menyelesaikan We work in team to solve this problem.
Kami bekerja dalam tim untuk menyelesaikan masalah ini.

Kata benda yang sering digunakan dalam wawancara kerja bahasa inggris

 

Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Revenue Pendapatan
Priority Prioritas
Achievements Pencapaian
Requirements Syarat
Skill Keahlian
Solution Solusi
Weakness Kekurangan
Strength Kelebihan
Goal Tujuan
Workflow Alur kerja
Candidate Kandidat
Reference Referensi
Responsibilities

Management

Tanggung jawab

Manajemen

Agreement Persetujuan
Challenge Tantangan
Opportunity Kesempatan
Capability Kemampuan
Background Latar belakang
Offer Tawaran

Frasa dan Idiom dalam wawancara kerja bahasa inggris

Bahasa inggris Bahasa Indonesia Contoh kalimat
Work-life balance Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan I had such a great work-life balance here.
Saya memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang sangat baik di sini.
Career path Jalur karir This position has a promising career path.
Posisi ini memiliki jalur karier yang menjanjikan.
Work environment Lingkungan kerja How is the work environment here?
Bagaimana lingkungan kerja di sini?
Eager to learn Semangat untuk belajar I am a person who is eager to learn.
Saya seseorang yang semangat belajar.
Under pressure Di bawah tekanan I work well under pressure.
Saya bekerja dengan baik di bawah tekanan.
A good fit Cocok I think I will be a good fit in this company.
Saya rasa saya akan cocok di perusahaan ini.
Can-do attitude Sikap untuk merasa yakin bahwa ia bisa melakukan apapun jika terus berusaha dan belajar He is known for his can-do attitude.
Dia dikenal dengan sikapnya yang yakin bisa dalam melakukan sesuatu.
Problem solver Pemecah masalah I am a good problem solver.
Saya pemecah masalah yang baik.
Tips cari kerja di Job Fair agar sukses

Tips cari kerja di Job Fair agar sukses

Cari kerja di job fair atau pameran lowongan pekerja merupakan cara yang paling mudah dan hemat. Bagi para pencari kerja mereka dapat menemukan ratusan bahkan ribuan lowongan pekerjaan dari segala formasi dan industri bisnis, dalam satu tempat.

Tentunya pelamar bisa mendapatkan banyak pilihan, bahkan tidak jarang langsung dilaksanakan interview di tempat. Bagi perusahaan juga sangat menguntungkan karena mereka akan kedatangan banyak professional secara langsung, tanpa harus menunggu atau memasang iklan di portal-portal kerja di internet.

Dan karena Job Fair merupakan sarana bagi para pencari kerja maka kami akan memberikan kiat-kiat khusus cari kerja di Job Fair, agar bisa memperbesar peluang keberhasilan. Berikut ini adalah tips cari kerja di job fair.

Tips sukses cari kerja di Job Fair

1 ) Bikin daftar perusahaan yang Anda minati

Pihak Penyelanggara Job Fair biasanya akan mengumumkan nama-nama perusahaan yang akan ada pada event tersebut, baik dari sosial media, website email atau media online.

Ketika Anda sudah mendapatkan info tersebut, buatlah daftar nama perusahaan beserta lowongan pekerjaan yang mereka sediakan. Tentunya klasifikasi daftar tersebut Anda sesuaikan berdasarkan pendidikan, pengalaman, job desk, salary, dan lainnya.

Dengan begini Anda sudah satu step lebih maju dari pada kandidat lainnya, Anda sudah siap karena telah mempelajari kualifikasi yang perusahaan butuhkan berdasarkan pendidikan, pengalaman, job desk dan jabatan.

2 ) Buatlah resume/CV yang menarik, dan penuh informasi

Siapkan segala yang dibutuhkan dalam paket amplop lamaran, buat CV semenarik dan sekreatif mungkin tetapi juga jangan berlebihan agar tetap bisa di baca. Letakan seluruh pengalaman juga riwayat pendidikan selengkap-lengkapnya.

Sertakan portofolio jika memang ada, ini sebagai bukti bahwa klaim Anda sebagai kandidat berpengalaman adalah benar, dan terbukti telah berpengalaman mengerjakan projek. Portofolio saat ini merupakan pertimbangan utama bagi perusahaan dalam merekrut karyawan baru.

Note print resume atau paket amplop lamaran lebih dari daftar perusahaan yang Anda buat

3 ) Survei ke Lokasi Pada H-1 Jika Ada waktu

Jika ada memiliki waktu luang, gunakanlah untuk survey lokasi job fair, perhatikan lay out tempatnya, cari tahu dimana Anda bisa parkirkan kendaraan jika membawa kendaraan sendiri, hafalkan jalan alternative agar bisa sampai di lokasi lebih cepat.

Dan yang tidak kalah penting adalah mencari tahu boot-boot perusahaan yang ada di daftar Anda, agar anda bisa lebih cepat sampai sana untuk meletakkan lamaran atau bahkan interview langsung.

4 ) Prepare untuk interview di lokasi

Persiapkan segalanya, termasuk mental Anda untuk interview dadakan. Tidak hanya memperkuat mental, Anda juga harus mempersiapkan pakaian yang bagus, bersih, dan sopan agar bisa menarik perhatian HRD atau perwakilan perusahaan saat sesi interview kerja.

Cari kerja di Job Fair harus mempersiapkan untuk segala kemungkinan, termasuk untuk interview. Jadi mulailah berlatih dan bersiap menjawab pertanyaan-pertanyaan si pewawancara.

Tidak hanya mempersiapkan jawaban, Anda juga perlu mempersiapkan daftar pertanyaan untuk perusahaan, karena hampir setiap wawancara kerja, interviewer mempersilahkan pada pelamar untuk bertanya tentang perusahaan. Jika Anda bingung apa yang harus di tanyakan, mulailah dengan ini :

  • Budaya kerja karyawan
  • Pelatihan khusus untuk karyawan
  • Fasilitas perusahaan untuk karyawan
  • Kesulitan atau kendala yang biasa dialami oleh karyawan lain di posisi tersebut
  • Status kapegawaian, kontrak, tetap, atau PKWT
  • Gaji, tunjangan, asuransi kesehatan, keanggotaan BPJS, uang lembur dan insentif

Berapa batas waktu maksimal perjanjian kontrak kerja (PKWT)

5 ) Dapatkan koneksi dan relasi di Job Fair

4 tips cari kerja di jobfair diatas tidak menjamin Anda akan sukses dan diterima, namun hal-hal tersebut bisa memperbesar potensi kesuksesan Anda.

Tapi ada yang lebih penting yang harus Anda lakukan ketimbang hanya menaruh lamaran, dan interview kerja yakni mencari kenalan, relasi, dan koneksi di event tersebut. Baik itu dari sesame pelamar, atau cobalah meminta kontak orang perusahaan saat proses job fair berlangsung.

Mungkin Anda tidak sukses pada event tersebut, namun bisa saja kesempatan dan peluang yang lebih besar menunggu Anda di luar sana, yang berasal dari koneksi yang Anda dapatkan di event Job fair. Jadi tidak ada yang sia-sia bahkan dari kegagalan sekalipun, jadikan pengalaman untuk bersinar di masa mendatang.

Selamat mencoba, dan semoga sukses…

Ini benefit yang didapat PNS yang buat orang berbondong-bondong melamar

Tips interview karyawan : Ciri-ciri pelamar berbohong saat interview

Tips interview karyawan : Ciri-ciri pelamar berbohong saat interview

Tips interview : Sebagai seorang rekruter tentunya Anda perlu membaca perilaku pelamar saat interview. Tidak jarang kandidat pelamar menyembunyikan sesuatu yang ia anggap kekurangannya yang dapat mengurangi penilaian Anda, ada juga kandidat yang hyperbola yang selalu melebih-lebihkan segala hal agar bisa mendapatkan perhatian lebih dari rekruter, atau bahkan yang paling parah adalah berbohong.

Dan ternyata tidak sedikit juga rekruter yang tertipu oleh kebohongan kandidat, mengaku pernah mengerjakan proyek besar tapi nyatanya tidak sama sekali, mengaku mendapatkan prestasi atas kinerja di perusahaan lama padahal tidak juga, atau berbohong perihal alasan mengapa ia resign dari perusahaan sebelumnya akibat perilakunya yang kurang baik.

Perbedaan HR dan GA, beserta job deskripsinya.

Rekruter perlu memperhatikan hal ini. Mengenali ciri-ciri kandidat atau pelamar yang melakukan kebohongan saat interview, agar tidak salah memasukan orang ke dalam perusahaan. Nah berikut ini adalah Tips interview untuk Anda sebagai rekruter dalam mengidentifikasi pelamar yang sedang berbohong, berikut adalah tipsnya.

Ciri-ciri pelamar berbohong saat interview (Tips interview)

1 ) Jawaban gak nyambung

Tips interview yang pertama untuk rekruter adalah jika pelamar memiliki respon yang gugup saat Anda mengajukan pertanyaan, dan ia mulai menjawab dengan jawaban yang tidak nyambung atau muter-muter maka hal tersebut bisa jadi ciri-ciri ia sedang berbohong.

Orang cenderung memanipulasi pembicaraan dengan menciptakan kondisi yang tidak nyata di kepalanya dengan tujuan membuat orang lain terkagum. Namun biasanya hal tersebut dapat terlihat, seperti jawaban yang panjang tapi tidak nyambung, terbatah-batah, gugup, intonasi suara naik turun, dan artikulasi tidak jelas, ini merupakan ciri pertama dari orang yang sedang berbohong.

2 ) Bahasa tubuh

Yang kedua Anda bisa mengenali apakah sang kandidat sedang bekata jujur atau bohong dengan membaca gesture tubuhnya. Seseorang yang sedang berbohong akan gelisah, membuat banyak pergerakan bahkan di tempat yang nyaman, seperti menggaruk, mengelus/menggaruk hidung, mata yang menyapu ke bagian sudut atau meghindari kontak mata secara langsung dengan lawan bicara.

Adanya gangguan ketidak nyamanan biasa dialami oleh orang yang sedang berbohong, mereka terlihat nerves dan sering membuat gerakan-gerakan yang tidak diperlukan. Untuk kasus interview karyawan hal tersebut biasanya menunjukan ketidak percayaan diri dan tidak yakinnya kandidat dengan jawabannya sendiri, sehingga mereka mencoba memanipulasi sesuatu.

3 ) Defensif (cenderung mempertahankan diri)

Sulit di mintai jawaban dan cenderung menghindari merupakan ciri-ciri orang yang sedang menutupi sesuatu. Ketika seseorang tahu bahwa kekurangannya akan menghambat dirinya maka ia akan coba menutupinya dengan berbohong, atau menghindari hal tersebut dengan mengulur-ulur waktu dan mengalihkan pembicaraan. Dalam kondisi seperti mungkin saja yang bersangkutan tidak ingin berbohong, maka dari itu ia mencoba mentupinya dengan cara-cara yang defensive.

Demikian adalah tips interview untuk mengenali pelamar yang sedang berbohong. Namun apakah sudah memenuhi 3 kriteria di atas hal tersebut sudah bisa dikatakan valid? Belum tentu, karena mungkin saja ada hal lain yang membuat pelamar berintingkah demikian, bisa saja pelamar memang sering gugup dan ada gangguan kecemasan sehingga ia terlihat gelisah.

Cara yang paling baik untuk menguji klaim dari pelamar adalah dengan melakukan tes, hal ini biasanya dilakukan oleh seorang user. HRD atau rekruter bisa berkoordinasi untuk melakukan tes sesuai klaim yang ia berikan, dari sini lah Anda bisa benar-benar mengetahui secara valid apakah yang pelamar katakan benar atau tidak.