Jenis-jenis Asuransi Kesehatan dan Manfaatnya yang Perlu Anda Ketahui

Jenis-jenis Asuransi Kesehatan dan Manfaatnya yang Perlu Anda Ketahui

Dalam piramida keuangan, asuransi menjadi salah satu landasan dasar yang harus dimiliki oleh individu selain dana darurat dan juga tabungan. Hal ini dikarenakan asuransi memegang peranan penting dalam perencanaan finansial seseorang.

Dengan memiliki produk asuransi sesuai dengan kebutuhan, Anda akan lebih mudah mencapai tujuan keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satu produk asuransi yang harus atau wajib Anda miliki ialah asuransi kesehatan. Anda tentu sudah tak asing bukan dengan produk asuransi yang satu ini? Salah satu produk asuransi kesehatan yang cukup populer dan banyak digunakan masyarakat Indonesia ialah BPJS Kesehatan.

Dengan memiliki asuransi tersebut, para pemegang polis dapat berobat ketika sakit tanpa harus membayar biaya rawat inap dan pengobatan. Syaratnya, Anda hanya perlu membayar polis secara rutin setiap bulannya agar pengajuan klaim dapat dilakukan dan polis Anda tidak dalam status lapse.

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lebih banyak tentang asuransi kesehatan. Pada artikel berikut, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk membahas lengkap tentang produk proteksi kesehatan yang satu ini. Mulai dari definisi, jenis-jenis, manfaat yang ditawarkan hingga tips memilih asuransi kesehatan yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Apa itu asuransi kesehatan?

Mengenal Asuransi Kesehatan

Dalam prakteknya, asuransi kesehatan merupakan sebuah produk proteksi atau perlindungan yang dapat digunakan untuk menutupi sebagian maupun seluruh biaya tagihan dari rumah sakit. Biasanya hal ini mencakup seluruh biaya mulai dari pemeriksaan kesehatan (medical check up), rawat inap, ICU hingga operasi sekali pun.

Besarnya nilai pertanggungan yang diberikan pun beragam. Tergantung dari produk asuransi yang Anda beli, premi yang Anda bayarkan sekaligus ketentuan isi dalam polis. Terdapat begitu banyak jenis asuransi kesehatan yang ada di Indonesia dan bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

Yang terpenting saat memiliki asuransi adalah Anda harus membayar premi secara rutin. Anda pun harus memahami syarat dan ketentuan yang tercantum dalam polis secara mendetail agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari.

Seluruh informasi terkait produk asuransi yang Anda beli sudah tercantum dalam polis tersebut. Mulai dari ketentuan biaya premi bulanan, syarat pengajuan klaim hingga proteksi apa saja yang termasuk dan dikecualikan dapat Anda lihat di polis.

Maka dari itu, pastikan saat membeli produk asuransi, Anda membaca secara detail polis yang diajukan oleh agen maupun perusahaan asuransi tempat Anda membelinya. Jika terdapat pertanyaan atau istilah yang tidak Anda mengerti, lebih baik segera ditanyakan daripada menimbulkan masalah nantinya.

Baca juga : Jenis-jenis Kompensasi yang Bisa Diberikan pada Karyawan

Kenapa harus memiliki asuransi kesehatan?

ALasan Harus Memiliki Asuransi kesehatan

Kita hidup di dunia yang memiliki banyak kemungkinan dan ketidakpastian. Untuk itu, memiliki asuransi dapat dijadikan pilihan tepat karena dapat melindungi Anda dari bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu di masa mendatang.

Sebut saja jika suatu hari nanti Anda jatuh sakit kronis dan membutuhkan perawatan yang intensif di rumah sakit. Biaya yang dikeluarkan pun tentu tidaklah sedikit.

Sedangkan ketika Anda sakit, Anda tidak bisa bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan sepeser pun. Tabungan Anda pun bisa habis sewaktu-waktu untuk pengobatan. Lantas, bagaimana Anda membayar biaya tagihan rumah sakit jika tidak memiliki penghasilan dan tabungan yang sudah habis seluruhnya?

Nah, dengan memiliki asuransi kesehatan ini, maka beban biaya tagihan rumah sakit bisa jauh lebih ringan. Tabungan Anda pun tetap aman dan Anda juga tak perlu mengajukan pinjaman maupun berhutang pada bank atau pihak lain.

Jenis-jenis asuransi kesehatan yang ada di Indonesia

Jenis asuransi kesehatan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat begitu banyak jenis asuransi kesehatan yang ada di Indonesia. Masing-masing jenis asuransi ini pun memberikan proteksi dan nominal premi yang berbeda.

Nah, bagi Anda yang penasaran mengenai jenis-jenis perlindungan asuransi kesehatan tersebut, berikut beberapa di antaranya yang dibagi berdasarkan kategorinya.

1. Berdasarkan jenis perawatan

Jenis asuransi kesehatan yang dibagi berdasarkan perawatannya meliputi asuransi rawat inap dan rawat jalan. Sesuai namanya, pada asuransi rawat inap, pengajuan klaim hanya bisa diterima jika Anda harus menjalani rawat inap di rumah sakit. 

Sedangkan, pada asuransi rawat jalan, Anda bisa mendapatkan klaim biaya tagihan saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Ini meliputi medical check up, pemeriksaan laboratorium, rehabilitasi dan masih banyak lagi lainnya.

Namun, perlu diketahui masing-masing polis asuransi menawarkan perlindungan yang berbeda, ya. Jadi pastikan Anda membacanya dengan seksama.

2. Berdasarkan metode pembayaran

Terdapat dua jenis metode pembayaran klaim dari asuransi kesehatan yang sering ditemui. Mulai dari cashless hingga dalam bentuk reimbursement.

Pada metode pembayaran cashless, pihak pemegang polis hanya perlu menunjukkan kartu anggota atau kepemilikan dari asuransi terkait pada resepsionis di rumah sakit.

Satu hal yang harus Anda tahu bahwa tak semua rumah sakit bisa menerima asuransi Anda ini. Sehingga, Anda harus memastikan bahwa rumah sakit tempat Anda dirawat bekerja sama dengan perusahaan asuransi yang Anda gunakan.

Selanjutnya, untuk metode pembayaran dengan menggunakan reimbursement. Artinya, Anda harus membayar terlebih dahulu biaya tagihan rumah sakit di awal. Barulah nanti Anda bisa mengajukan klaim ke perusahaan asuransi terkait untuk minta diganti.

3. Berdasarkan pengelolaan dana

Jika dilihat dari siapa yang mengelola dananya, asuransi kesehatan dapat dibagi menjadi dua yakni pemerintah dan perusahaan swasta. Untuk asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah produknya meliputi BPJS Kesehatan. Sedangkan asuransi swasta terdiri dari berbagai macam perusahaan mulai dari Allianz, Prudential dan masih banyak lagi lainnya.

4. Berdasarkan biaya yang ditanggung

Ada dua jenis pertanggungan yang ditawarkan oleh produk asuransi kesehatan. Mulai dari pertanggungan secara total atau menyeluruh. Kemudian ada juga pertanggungan yang khusus untuk biaya tertinggi.

Pada pertanggungan total, seluruh biaya tagihan rumah sakit akan ditanggung oleh pihak asuransi tanpa terkecuali. Sedangkan pada pertanggungan biaya tertinggi, pihak asuransi hanya akan menanggung biaya rumah sakit yang paling dominan atau paling mahal. Entah itu biaya rawat inap, operasi atau semacamnya.

5. Berdasarkan pihak yang ditanggung

Terakhir ada jenis asuransi kesehatan berdasarkan pihak yang ditanggung. Ini meliputi asuransi kesehatan untuk kelompok dan pribadi.

Pada asuransi khusus untuk kelompok biasanya digunakan oleh keluarga atau perusahaan dalam memberikan perlindungan pada karyawannya. Artinya satu polis produk asuransi tersebut dapat memberikan proteksi ke lebih dari 1 orang. Sedangkan asuransi pribadi hanya dapat digunakan untuk meng-cover satu kepala saja.

Tips Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat

Tips memilih asuransi kesehatan yang tepat

Bagi Anda yang ingin membeli produk asuransi kesehatan, entah untuk diri sendiri, keluarga atau karyawan. Maka terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda tidak kecewa atau menyesal ke depannya. Berikut tips memilih asuransi kesehatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Jenis asuransinya

Di atas sudah dijelaskan beberapa jenis asuransi kesehatan yang perlu Anda ketahui. Nah, Anda bisa menentukan pilihan asuransi kesehatan mana yang harus Anda beli sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selain itu, beberapa perusahaan asuransi juga menyediakan pilihan asuransi kesehatan yang lebih spesifik. Seperti proteksi kesehatan untuk penyakit kritis, penyakit tropis dan masih banyak lagi lainnya.

2. Pengajuan klaim ganda

Jika Anda memiliki lebih dari satu produk asuransi kesehatan. Maka memilih perusahaan asuransi yang melayani pengajuan klaim ganda adalah sebuah keharusan. Dengan demikian, biaya pertanggungan yang akan Anda dapatkan pun jauh lebih besar dan akan sangat membantu di masa mendatang.

3. Perhatikan masa tunggu yang berlaku

Dalam dunia asuransi terdapat istilah waiting list atau daftar tunggu. Di mana seseorang yang mendaftar sebagai nasabah asuransi tidak bisa langsung mengajukan klaim saat itu juga atau dalam waktu singkat.

Anda harus menunggu terlebih dahulu selama beberapa waktu untuk dapat mengajukan klaim. Masing-masing perusahaan asuransi memberlakukan masa tunggu yang berbeda. Ada yang 30 hari, 90 hari bahkan hingga 1 tahun. 

4. Sesuaikan premi dan baca polis asuransi

Terakhir, Anda harus menyesuaikan premi asuransi dengan kondisi keuangan yang Anda miliki. Jangan sampai premi yang terlalu berat justru merepotkan Anda ke depannya. Selain itu, penting untuk membaca seluruh detail dari polis asuransi yang Anda beli. 

Ketahui apa saja syarat dan ketentuan pengajuan klaim, apa saja faktor yang dapat menggugurkannya dan masih banyak lagi poin yang perlu Anda perhatikan dalam polis tersebut. Jangan sampai malas membaca polis berujung merugikan diri sendiri di masa depan.

Baca juga : Cara Cek Keanggotaan BPJS Kesehatan Online

Penutup

Itulah tadi sedikit informasi mengenai asuransi kesehatan. Mulai dari definisi, jenis-jenis, manfaat hingga cara memilihnya. Dengan demikian, Anda bisa lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian produk asuransi.

Apa Saja Jenis-jenis Kompensasi yang Bisa Diberikan Pada Karyawan? Simak Penjelasannya di Sini!

Apa Saja Jenis-jenis Kompensasi yang Bisa Diberikan Pada Karyawan? Simak Penjelasannya di Sini!

Dalam dunia kerja, salah satu tujuan orang bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan. Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan kompensasi kepada pegawai dengan adil dan sesuai aturan.

Nah, agar lebih mengerti tentang urusan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya, kita simak yuk penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu kompensasi kerja?

Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah penjelasan tentang kompensasi kerja itu sendiri. Jadi, kompensasi adalah bentuk imbalan yang diberikan oleh organisasi atau perusahaan kepada pegawai yang telah melakukan tugasnya.

Biasanya, perusahaan memberikan informasi tentang kompensasi apa saja yang bisa didapatkan saat wawancara akhir dalam rekrutmen pekerjaan.

Dengan begitu, calon karyawan dapat mempertimbangkan apakah dirinya mau bekerja di perusahaan tersebut dengan menerima kompensasi yang ditawarkan.

Kompensasi bisa jadi faktor yang paling menentukan seseorang saat melamar pekerjaan lho. Coba saja Anda bayangkan, apabila sebuah perusahaan memberikan beban kerja yang banyak kepada karyawan, tetapi kompensasi yang diberikan tidak sesuai. Pasti akan membuat calon karyawan mundur teratur, deh.

Hal ini juga berlaku untuk mereka yang sudah menjadi pegawai. Kompensasi yang tak mengalami kenaikan walau setelah sekian lamanya bekerja bisa menjadi faktor penurun semangat kerja, lho. Jadi, urusan kompensasi ini tak bisa dianggap sepele oleh perusahaan.

Tujuan pemberian kompensasi

Walaupun pemberian kompensasi merupakan kewajiban setiap perusahaan, tetapi ada banyak manfaat lain lho dari pemberian kompensasi secara layak dan adil, baik dari kacamata perusahaan maupun karyawan, yaitu:

Meningkatkan motivasi kerja karyawan

Saat sebuah perusahaan bisa memberikan kompensasi kepada karyawan sesuai dengan haknya dan tepat waktu, maka pasti karyawan pun akan tenang dalam bekerja dan semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Baca juga : Tips Saat Menghadapi Screening Karyawan Baru

Jadi, perusahaan harus berhati-hati agar jangan sampai telat memberikan kompensasinya kepada karyawan, apalagi sampai tak bisa memberi kepastian kapan kompensasi mereka dapat diberikan. Walaupun mungkin perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan, misalnya, perusahaan tetap wajib memenuhi hak-hak karyawannya.

Produktivitas kerja karyawan akan meningkat

Saat karyawan tak lagi dipusingkan soal finansial karena haknya sudah terpenuhi dengan baik, maka mereka pun akan lebih fokus dalam bekerja.

Dengan begitu, tentu saja pekerjaan pun bisa selesai dengan lebih cepat dan dengan kualitas yang baik. Bukan hanya pegawai yang merasa senang, tapi kinerja perusahaan pun bisa meningkat. Tentu perusahaan pula yang diuntungkan, bukan?

Meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan

Saat perusahaan mampu memberikan kompensasi yang adil, transparan, dan sesuai dengan kinerja pegawainya, maka tentu karyawan akan berpikir seribu kali sebelum angkat kaki dari perusahaan, walaupun ada tawaran pekerjaan lainya.

Apalagi, belum tentu perusahaan lain bisa memberikan kompensasi yang lebih, atau minimal sama dengan yang diberikan perusahaan sekarang. Biasanya karyawan akan lebih loyal pada perusahaan yang bisa memberikan kompensasi dengan adil dan dapat memenuhi hak mereka dengan baik serta tepat waktu.

Aturan dalam pemberian kompensasi kerja

Saat akan memberikan kompensasi kerja pada karyawannya, perusahaan harus mematuhi aturan-aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Hal ini karena sesuai dengan UU Ketenagakerjaan, setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Contoh sederhananya adalah memberikan gaji minimal UMR/UMK yang berlaku di daerah. Selain itu, kompensasi juga harus disesuaikan dengan jabatan, lamanya masa kerja, kehadiran, kemampuan, tanggug jawab yang diemban, pendidikan, dan unsur-unsur lainnya.

Jadi, jangan sampai manajer dan anak buahnya memiliki gaji yang tak jauh beda, padahal tanggung jawabnya sangat berbeda jauh.

Jenis-jenis kompensasi kerja karyawan

Walaupun kompensasi identik dengan imbalan secara finansial, tetapi tak selamanya kompensasi hanya harus berbentuk uang. Nah, secara umum kompensasi kerja karyawan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Kompensasi finansial

Jenis kompensasi finansial ini salah satunya berbentuk gaji yang setiap bulan dibayarkan oleh perusahaan. Selain itu upah lembur, THR, bonus tahunan, juga masuk ke dalam kompensasi finansial. Jenis kompensasi ini disebut finansial karena diberikan oleh perusahaan dalam bentuk uang dan bukan yang lainnya.

Kompensasi non-finansial

Selain kompensasi finansial, ada juga kompensasi kerja non-finansial. Artinya, jenis kompensasi ini diberikan oleh perusahaan ke karyawannya dalam bentuk barang atau fasilitas. Misalnya saja laptop, rumah dinas, paket data internet, dan yang lainnya.

Selain itu, perusahaan juga biasanya memberikan kompensasi non-finansial dalam bentuk asuransi kesehatan atau asuransi ketenagakerjaan.

Bentuk kompensasi kerja yang diberikan kepada karyawan

Kalau pada poin di atas kita sudah membahas kompensasi menurut jenisnya, maka kita akan lebih detail lagi membahas kompensasi berdasarkan bentuk-bentuknya, yaitu:

Gaji

Ini pasti adalah kompensasi utama yang harus diberikan oleh perusahaan. Biasanya setiap perusahaan memiliki komponen perhitungan gajinya masing-masing. Biasanya gaji diberikan secara berkala setiap bulanya di tanggal yang sama.

Pelatihan & Pendidikan

Pelatihan dan pendidikan adalah bentuk kompensasi yang termasuk pada jenis kompensasi non-finansial. Biasanya perusahaan memberikan pelatihan kepada karyawanya, agar skill dan wawasan mereka terus terasah.

Selain itu, di beberapa perusahaan ada juga yang memberikan apresiasi atas kerja karyawannya dengan membiayai mereka saat melanjutkan pendidikannya.

Insentif

Insentif adalah bentuk kompensasi yang juga termasuk ke dalam jenis kompensasi finansial di luar gaji. Biasanya insentif diberikan kepada karyawan yang memiliki kinerja baik.

Baca juga : Do’s and Don’ts Saat Membuat Iklan Lowongan Kerja

Diharapkan dengan pemberian insentif ini, karyawan dapat lebih bersemangat untuk meningkatkan kualitas kerjanya lebih baik lagi dan membuat rekan-rekan karyawan lainnya termotivasi melakukan hal yang sama.

Bonus

Selain insentif, ada juga bonus yang memiliki bentuk mirip dengan insentif, karena merupakan kompensasi finansial di luar pemberian gaji. Biasanya perusahaan memberikan bonus kepada karyawan saat mendapatkan keuntungan yang melampaui target perusahaan. Misalnya saja ada pemberian bonus tahunan di akhir tahun setelah target perusahaan tercapai.

Tunjangan

Ada juga yang dinamakan tunjangan, yaitu kompensasi tambahan yang diberikan oleh perusahaan, misalnya saja tunjangan transport, tunjangan makan, tunjangan pulsa, tunjangan makeup, tunjangan seragam, tunjangan hari raya, dan lainnya.

Asuransi

Bentuk lain dari kompensasi kerja adalah pemberian asuransi oleh perusahaan. Ada banyak jenis asuransi yang biasaya di-cover oleh perusahaan, misalnya saja asurasi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi pensiun, dan lain sebagainya.

Umumnya premi asuransi dibayarkan oleh perusahaan dan karyawan dengan potongan gaji setiap bulan. Meskipun begitu, cukup banyak juga perusahaan yang membayar premi asurasi pegawainya secara penuh.

Fasilitas

Fasilitas adalah bentuk kompensasi yang biasanya berbentuk non-uang. Ada banyak hal yang termasuk ke dalam fasilitas, misalnya saja mobil perusahaan yang bisa digunakan oleh karyawan, komputer, perlengkapan kerja, telepon genggam, alat olahraga, dan fasilitas lainnya.

Nah, dari penjelasan di atas terbukti bukan, betapa pentingnya kompensasi itu baik bagi karyawan maupun perusahaan.

Anda juga sekarang jadi tahu tentang jenis-jenis kompensasi dan berbagai bentuknya yang biasa terdapat di perusahaan. Semoga penjelasan di atas bisa membuat Anda semakin paham dengan kompensasi kerja, ya!

Berikut Adalah Jenis Tunjangan Biaya Pengobatan Karyawan Sesuai PPH 21

Berikut Adalah Jenis Tunjangan Biaya Pengobatan Karyawan Sesuai PPH 21

Apakah Anda adalah seorang karyawan baru dalam sebuah perusahaan? Jika iya, pastikan Anda sudah mengetahui tentang apa itu tunjangan kerja. Sebagai karyawan baru, tentu Anda harus mengerti benar tentang tunjangan-tunjangan yang wajib ada dalam tanggung jawab perusahaan.

Sebuah perusahaan memiliki beberapa tunjangan untuk membantu meringankan beban karyawannya seperti tunjangan pengobatan karyawan, tunjangan keselamatan kerja, tunjangan gaji berupa bonus saat hari raya dan masih banyak lagi.

Dalam artikel ini, akan dibahas sedikit mengenai salah satu tunjangan yang cukup penting untuk diketahui yakni tunjangan mengenai pengobatan serta bagaimana peraturan tunjangan kesehatan ini dengan pajak penghasilan.

Jenis-Jenis Tunjangan Pengobatan Karyawan

tunjangan-pengobatan-karyawan-1

Sebagai seorang karyawan, tentunya Anda harus menyadari dan mengetahui bahwa salah satu tunjangan yang teramat penting yang harus dimiliki oleh karyawan adalah pengobatan karyawan. Banyak orang mengatakan bahwa keselamatan adalah hal yang harus menjadi pertimbangan nomor satu.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk dapat menjamin keselamatan kerja dan memberikan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk membantu penanganan medis terhadap karyawan-karyawan perusahaan tersebut.

Tunjangan pengobatan merupakan tunjangan kesehatan yang memberikan jaminan kepada karyawan untuk mendapatkan bantuan dalam pengelolaan dana dari perusahaan saat karyawan membutuhkan pertolongan dalam bidang medis.

family doctor

Mengingat biaya medis tidak murah, dengan adanya tunjangan ini, karyawan akan cukup terbantu untuk dapat memenuhi kebutuhan pengobatan dan medis. Selain membantu karyawan, tunjangan pengobatan ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua perusahaan dengan dasar hukum.

Pengambilan dan penggunaan biaya untuk tunjangan kesehatan karyawan ini juga masuk dalam peraturan perpajakan yakni PPH 21.

Di dalam tunjangan pengobatan karyawan, terdapat beberapa jenis tunjangan yang bisa Anda peroleh selama bekerja dalam perusahaan tersebut.

Ada perusahaan yang memberikan tunjangan dengan membayarkan langsung pada gaji, memberikan tunjangan dengan bekerjasama dengan dokter atau instansi kesehatan dan juga dengan memberikan penggantian biaya pengobatan karyawan.

Seluruh karyawan sudah pasti memiliki hak atas tunjangan pengobatan bagaimanapun cara yang dipilih oleh perusahaan. Dalam pengaturannya, hak atas tunjangan-tunjangan ini menganut pada PPH 21.

Nah, apa saja sih jenis-jenis dari tunjangan pengobatan karyawan dengan PPH 21? Berikut informasinya untuk Anda mengenai jenis-jenis fasilitas tunjangan pengobatan karyawan.

1 ) Jenis fasilitas pertama untuk kebutuhan medis dengan memberikan tunjangan pengobatan dengan cara memberikan sejumlah uang dalam gaji karyawan setiap bulan dengan jumlah uang yang sama.

tunjangan-pengobatan-karyawan-3

Pemberian nominal tunjangan pengobatan karyawan ini telah disesuaikan, dihitung dan melalui beberapa pertimbangan. Sebuah perusahaan biasanya akan menjalin kerjasama dengan dokter-dokter atau rumah sakit untuk membantu dalam memberikan fasilitas tunjangan kesehatan agar lebih mudah dalam mengontrol budget tunjangan kesehatan.

Secara periodik, perusahaan akan membayar klinik, dokter atau rumah sakit yang diajak bekerjasama. Jika ingin berobat, maka karyawan akan disarankan untuk terlebih dahulu mencoba memeriksakan diri ke dokter atau klinik yang telah diajak bekerja sama tersebut.

Uang yang digunakan dalam pembayaran klinik atau dokter ini adalah uang tunjangan pengobatan yang diambil dengan cara memotong penghasilan karyawan. Jadi, dengan kata lain, cara ini menggunakan penghasilan karyawan dalam perusahaan untuk menanggung biaya tunjangan kesehatan.

Jumlah tunjangan yang kemudian diambil oleh perusahaan kembali jumlahnya menjadi berkurang karena telah mendapat potongan pajak penghasilan dengan dasar pasal 21 pada perusahaan.

2 ) Fasilitas tunjangan pengobatan yang kedua adalah dengan memberikan sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam penghasilan karyawan setiap bulan dengan nominal yang sama.

tunjangan-pengobatan-karyawan-4

Nominal uang tersebut tentunya telah dipertimbangkan terlebih dahulu dengan perkiraan biaya kebutuhan medis selama satu tahun. Dengan cara ini, pegawai kemudian bebas dapat menggunakan uang tersebut dan perusahaan tidak menanggung biaya pengobatan lagi apabila karyawan membutuhkan pertolongan medis atau pengobatan.

Apabila perusahaan memakai cara ini untuk memberikan tunjangan pengobatan, maka karyawan harus lebih berhati-hati dan bisa mengatur keuangan lebih baik agar tunjangan tersebut bisa digunakan di saat yang tepat.

3 ) Fasilitas tunjangan kesehatan yang ketiga untuk tunjangan kesehatan karyawan adalah dengan memberikan fasilitas pengobatan yang sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.

tunjangan-pengobatan-karyawan-5

Perusahaan seperti ini biasanya menyediakan ruang khusus untuk karyawan memeriksakan diri atau mendapatkan pelayanan medis dari dokter yang telah diajak bekerja sama. Untuk biaya dokter, perusahaan benar-benar menganggarkan biaya tersendiri tanpa membebani penghasilan karyawan.

Tidak hanya dokter saja, perusahaan juga menyediakan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan karyawan. Apabila karyawan membutuhkan pertolongan medis di luar kantor, maka perusahaan akan menyarankan untuk memeriksakan diri ke klinik atau dokter yang telah diajak bekerjasama.

Tidak hanya dengan dokter dan klinik, perusahaan biasanya juga menjalin kerjasama dengan rumah sakit untuk karyawan yang membutuhkan perawatan intensif.

4 ) Fasilitas yang terakhir untuk memberikan tunjangan pengobatan karyawan adalah penggantian biaya pengobatan. Penggantian biaya pengobatan ini tampaknya menjadi fasilitas tunjangan yang begitu menguntungkan untuk karyawan.

tunjangan-pengobatan-karyawan-6

Cara kerja fasilitas ini adalah dengan menukarkan kuitansi pembayaran biaya kesehatan kepada perusahaan dan karyawan akan mendapatkan uang pengganti.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa penggantian biaya ini tergantung kebijakan perusahaan yang mana bisa di ganti total atau hanya beberapa persen saja dari biaya yang habis untuk berobat.

Jadi, sebaiknya jika Anda adalah karyawan baru, Anda lebih baik bertanya mengenai kepastian nominal penggantian apabila perusahaan Anda memilih cara ini untuk memberikan tunjangan pengobatan. Hal ini sangat berguna untuk Anda dalam mempersiapkan dana apabila ternyata penggantian tidak dilakukan dalam jumlah nominal penuh.

Tunjangan Pengobatan untuk Karyawan dengan Menggunakan Asuransi

Health insurance document

Beberapa jenis tunjangan pengobatan karyawan yang telah di sebutkan di atas merupakan cara-cara perusahaan memberikan fasilitas untuk karyawannya dengan pengelolaan keuangan mandiri dengan mempertimbangkan potongan pajak penghasilan 21.

Akan tetapi, selain cara-cara mandiri tersebut  di atas, masih ada satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan tunjangan bagi kebutuhan medis karyawan. Cara tersebut adalah dengan memanfaatkan asuransi. Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali perusahaan asuransi baik swasta ataupun BUMN dan BUMD.

Biasanya, asuransi yang dipilih oleh perusahaan dalam membantu memfasilitasi karyawan untuk tunjangan pengobatan adalah asuransi BUMN yang mana lebih terpercaya seperti Jamsostek dan BPJS.

Cara pemberian tunjangan dengan Jamsostek dan BPJS ini adalah perusahaan membayarkan premi asuransi kepada salah satu dari dua perusahaan tersebut setiap bulannya. Dengan demikian, saat karyawan membutuhkan dana untuk keperluan medis, maka perusahaan tak lagi ikut campur untuk urusan tunjangan pengobatan melainkan hal ini akan diurus oleh BPJS atau Jamsostek.

Cara ini merupakan cara yang cukup memudahkan baik karyawan atau perusahaan untuk mengatur tunjangan pengobatan.

Demikianlah informasi mengenai beberapa jenis tunjangan pengobatan karyawan yang biasanya di gunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Meskipun semua perusahaan memberikan fasilitas tunjangan kesehatan, ada baiknya sebagai karyawan, Anda memiliki cadangan dana tersendiri untuk digunakan pada kebutuhan medis yang mendadak. Semoga informasi ini berguna untuk Anda.