Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” Tanpa Menjatuhkan Diri Sendiri Saat Wawancara Kerja

Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” Tanpa Menjatuhkan Diri Sendiri Saat Wawancara Kerja

Pertanyaan “Apa kelemahan terbesarmu?” adalah salah satu yang paling menantang dalam wawancara kerja. Jika dijawab dengan jujur tanpa strategi, bisa memberikan kesan negatif. Namun jika dijawab terlalu menghindar, bisa dianggap tidak reflektif. Lalu, bagaimana cara menjawabnya dengan cerdas dan elegan tanpa menjatuhkan diri sendiri?

  1. Pilih Kelemahan yang Tidak Krusial untuk Posisi Tersebut

Pilih kelemahan yang tidak berkaitan langsung dengan keterampilan inti pekerjaan. Misalnya, jika kamu melamar sebagai akuntan, kamu tidak ingin mengatakan bahwa kamu buruk dalam angka. Sebaliknya, kamu bisa menyebut hal seperti:

“Saya kadang terlalu perfeksionis dan suka menghabiskan waktu memastikan semuanya sempurna, tapi sekarang saya belajar menetapkan batas waktu agar tetap efisien.”

  1. Gunakan Pendekatan “Kelemahan yang Sudah Diatasi”

Tunjukkan bahwa kamu menyadari kelemahan tersebut dan sudah mengambil langkah untuk memperbaikinya. Ini menunjukkan kamu punya growth mindset.

Contoh:

“Saya dulunya kurang percaya diri saat harus berbicara di depan umum. Tapi sekarang saya aktif mengikuti pelatihan public speaking dan mulai terbiasa memimpin presentasi tim.”

  1. Hindari Jawaban Klise yang Terlalu Umum

Hindari jawaban seperti “Saya terlalu bekerja keras” atau “Saya perfeksionis” jika tidak bisa membuktikan bahwa itu benar adanya dan sudah dikelola dengan baik. Pewawancara bisa menganggap itu hanya jawaban aman yang tidak menunjukkan refleksi diri.

  1. Gunakan Format STAR untuk Menjawab

Gunakan format S-T-A-R (Situation, Task, Action, Result) saat menjelaskan kelemahanmu:

  • Situation: Situasi saat kelemahan itu muncul
  • Task: Tantangan yang dihadapi
  • Action: Langkah yang kamu ambil
  • Result: Hasilnya sekarang

Contoh:

“Saat pertama kali memimpin proyek (Situation), saya kesulitan mendelegasikan tugas karena ingin mengerjakan semuanya sendiri (Task). Saya sadar hal itu tidak efisien, lalu saya mulai belajar mendelegasikan dan mempercayai anggota tim (Action). Kini, proyek saya berjalan lebih cepat dan tim lebih terlibat (Result).”

  1. Jujur Tapi Tetap Profesional

Kunci dari menjawab pertanyaan ini adalah kejujuran yang dikemas secara positif. Pewawancara tidak mencari kandidat yang sempurna, tapi mereka mencari orang yang mampu mengevaluasi diri dan terus berkembang.

Menjawab pertanyaan tentang kelemahan bukan tentang menghindar atau menjilat. Tapi tentang bagaimana kamu menunjukkan kedewasaan, kesadaran diri, dan kemauan untuk terus berkembang. Jadi, siapkan jawabanmu dengan cermat dan jujur, dan ubah kelemahan menjadi peluang untuk menampilkan kekuatanmu!

 

Hati-hati jangan katakan 5 hal ini saat wawancara kerja

Hati-hati jangan katakan 5 hal ini saat wawancara kerja

Tips interview kerja – Mendapatkan panggilan wawancara kerja adalah sebuah kemajuan dari proses mencari pekerjaan, namun walau selangkah lebih dekat dalam mendapatkan pekerjaan seringkali pelamar gagal pada tahapan ini, hal tersebut bukan di karenakan pelamar tidak layak bekerja di perusahaan tersebut melainkan kriteria yang dimiliki tidak cocok dengan kriteria yang perusahaan inginkan.

Sayangnya tidak ada yang pasti tentang cara atau tips interview kerja, hal ini dikarenakan setiap perusahaan memiliki kriterianya masing-masing. Namun ada hal-hal yang harus anda hindari dan tidak boleh dilakukan saat wawancara kerja, diantaranya adalah mengatakan hal-hal berikut ini.

 

Hal yang tidak anda boleh katakan/ceritakan saat wawancara kerja

 

“Saya memiliki motivasi yang tinggi, mau belajar dan memiliki jiwa kepemimpinan”

Kata-kata di atas adalah contoh jawaban kalimat template ketika seorang pelamar ditanya “apa kelebihan anda?”. Kata-kata di atas dulu mungkin digunakan oleh banyak pelamar agar dapat memukau HRD, namun jangan katakan hal tersebut untuk wawancara sekarang.

Karena mungkin orang yang mewawancara anda sudah mendengar ribuat kali jawaban tersebut dari pelamar yang lain. Tips-nya adalah ketika anda ditanya apa kelebihan anda? jawablah dengan to the point ceritakan yang pernah anda kerjakan dan kuasai serta kontribusi untuk perusahaan/organisasi terdahulu.

 

“Saya menginginkan gaji sebesar” 

Ketika anda dalam proses wawancara kerja, dan pada saat itu pewawancara atau HRD memberikan kesempatan bertanya kepada anda, bukan berarti anda bisa menanyakan gaji atau tunjangan yang akan diterima. Menanyakan atau mengatakan gaji yang kita inginkan saat wawancara pertama kepada pewawancara bukanlah gagasan yang bagus, karena memang bukan saat yang tepat, itu akan membuat kesan anda orang yang money oriented”.

Ada waktu yang tepat untuk berbicara hal tersebut, yaitu saat anda telah dinyatakan lulus wawancara kerja dan dipersilahkan untuk negosiasi gaji.

Tipsnya adalah ketika anda diberikan kesempatan bertanya oleh pewawancara saat proses interview pertama kali, fokuskan pertanyaan anda kepada perusahaan, tunjukan bahwa anda memilki simpati kepada perusahaan yang anda lamar.

 

“Saya benci dengan perusahaan yang dulu”

Jangan pernah ungkapkan dan ceritakan kekesalan anda pada perusahaan yang lama, sekalipun anda benar-benar tidak suka kepada perusahaan yang lama atau teman-teman disana. Lebih baik ketika anda ditanya “mengapa resign dari peruashaan yang lama?” jawablah dengan jawaban yang menunjukan keinginan dan minat kerja anda di perusahaan yang dilamar.

 

“Apa yang perusahaan ini kerjakan”

Tips interview kerja selanjutnya adalah jangan melakukan blunder seperti menanyakan hal di atas. Pasalnya dengan menanyakan hal tersebut itu menunjukan anda tidak melakukan riset dan mencari tahu tentang perusahaan yang anda lamar, tentu itu akan mengurangi ketertarikan pewawancara kepada anda.

Lebih baik tanyakan hal yang berkaitan tentang isu perusahaan, tentang masalah yang mereka hadapi, seperti “tantangan besar untuk perusahaan ini” atau “apa rencana perusahaan ini dimasa mendatang”.

 

“Untuk gaji terserah bapak/bu saja yang penting saya bisa bekerja disini”

Ketika HRD menanyakan berapa besar gaji yang anda inginkan, jangan pernah jawab “tidak tahu” atau dengan jawaban seperti di atas. Sebutkanlah gaji yang anda inginkan sesuai dengan jenis pekerjaan yang anda terima dan juga hitung-hitungan pribadi.

 

Copyright © 2026 PayrollBozz HRIS Indonesia