Cara Hitung Upah Lembur Sesuai UU Cipta Kerja

Cara Hitung Upah Lembur Sesuai UU Cipta Kerja

Cara hitung upah lembur – Pembayaran lembur atau upah kerja dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Untuk mencapai tujuan hubungan ketenagakerjaan yang baik dari segala aspek mulai dari kontrak kerja sampai pembayaran lembur, diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menetapkan peraturan baru terhadap 4 undang-undang, yang salah satu diantaranya mengenai waktu dan upah lembur bagi pekerja. 

Ketentuan ini diatur secara rinci dalam PP (Peraturan Pemerintah) No 35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Alih daya, Waktu Kerja dan Waktu istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Peraturan Pemerintah ini adalah turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja. 

Dan pada artikel kali ini blog.payrollbozz akan menjelaskan cara hitung upah lembur sesuai dengan ketentuan undang-undang Cipta Kerja, lengkap dengan contoh perhitungannya. Berikut adalah ulasannya!

Cara Hitung Upah Lembur Sesuai UU Cipta Kerja

Pada dasarnya ada 2 tipe waktu kerja normal, yakni 6 hari kerja, maksimal 7 jam sehari atau 40 jam dalam satu minggu (ada hari kerja terpendek yakni 5 jam). Dan, 5 hari kerja, maksimal 8 jam dalam satu hari atau 40 jam seminggu. 

Sedangkan jam kerja melebihi waktu kerja normal, disebut overtime atau lembur yang mana memiliki upah sendiri untuk setiap jam nya. 

Dalam waktu kerja lembur diatur waktu maksimal dalam sehari dan satu minggu, sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021. 

Dimana waktu lembur dibatasi maksimal 4 jam dalam sehari dan 18 jam dalam satu minggu, ketentuan waktu lembur yang dimaksud dilakukan pada jam istirahat, jam usai waktu kerja normal, dan hari libur resmi. 

Cara Hitung Upah Lembur

Langkah pertama : Hitung tarif upah lembur per jam nya

Untuk menemukan tarif upah lembur (TUL), Anda bisa menggunakan rumus berikut ini :

TUL = 1/173 x Satu bulan upah

Upah sebulan terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap (jika ada)

Contoh : 

Gaji sebulan : (gaji pokok) 4.500.000 + (tunjangan tetap) 1.500.000 = 6.000.000

TUL : 1/173 x 6.000.000 = 34.682

Lalu bagaimana perhitungan lembur untuk pekerja/karyawan harian?

Caranya terlebih dahulu hitung upah bulanannya dengan cara sebagai berikut : 

  • Upah sehari x 25 (untuk yang bekerja 6 hari per minggu)
  • Upah sehari x 21 (untuk yang bekerja 5 hari per minggu)

Contoh : 

(Upah sehari) 100.000 x 25 = 2.500.000 atau,   

(Upah sehari) 100.000 x 21 = 2.500.000

Dari sini baru bisa dilihat upah pokok satu bulan dari pekerja harian, dan hitung upah lembur per jam nya menggunakan rumus TUL (tarif upah lembur).

Langkah kedua : Catat dan totalkan jam lembur

Selanjutnya hitung dan totalkan jam lembur karyawan, mulai dari waktu kerja tambahan setelah waktu kerja normal sampai waktu kerja di hari libur resmi. Yang perlu diperhatikan jam lembur di hari kerja normal dan lembur di hari libur resmi, karena akan berbeda perhitungannya. 

Langkah ketiga : Hitung upah lembur sesuai tarif

Untuk bisa menemukan upah lembur sesuai tarif dan ketentuan berdasarkan PP nomor 35 tahun 2021 adalah sebagai berikut : 

Tarif lembur di hari kerja

1 jam pertama lembur : 1,5 x TUL

Jam ke 2 dan selanjutnya : 2 x TUL

Tarif lembur di Hari libur atau tanggal merah

A. 6 Hari kerja per minggu : 

7 jam pertama : 2 x TUL

Jam ke 8 : 3 x TUL

Jam ke 9, 10, sampai 11 : 4 x TUL

Catatan : Apabila lembur di hari libur resmi dilakukan pada hari kerja terpendek, makan perhitungannya sebagai berikut :

5 Jam pertama : 2 x TUL

Jam ke 6 : 3 x TUL

Jam ke 10 sampai 11 : 4 x TUL

B. 5 Hari kerja per minggu

8 jam pertama : 2 x TUL

Jam ke 9 : 3 x TUL

Jam 10 sampai 11 : 4 x TUL

Contoh kasus cara hitung lembur

Roni adalah seorang karyawan dengan gaji pokok 4.500.000 dengan tunjangan tetap 1.500.000, total roni mendapatkan upah kerja setiap bulan 6.000.000

Maka TUL (tarif upah lembur) Roni adalah : 

TUL : 1/173 x 6.000.000 = 34.682

Roni bekerja 5 hari dalam seminggu, dan pada hari senin Roni mendapatkan surat perintah lembur selama 2 Jam

Dan di hari rabu Roni juga mendapatkan SPL selama 2 jam.

Sehingga total jam lembur roni dalam bulan ini adalah 4 jam, maka perhitungannya sebagai berikut : 

Total lembur 4 Jam

Upah lembur jam pertama (senin) : 1.5 x 34.682 = 52.023

Upah lembur jam pertama (selasa) : 1.5 x 34.682 = 52.023

Total jam kerja lembur pertama = 104.046

Upah lembur jam kedua (senin) : 2 x 34.682 = 69.364

Upah lembur jam kedua (selasa) : 2 x 34.682 = 69.364

Total jam kerja lembur pertama = 138.728

Total upah lembur : 

104.046 + 138.728 = 242.774

Demikian adalah cara hitung lembur sesuai dengan undang-undang Cipta kerja, semoga dengan adanya penjelasan dan contoh kasus di atas, dapat membantu rekan-rekan dalam menghitung upah lembur karyawan. Perhitungan jauh lebih mudah dan otomatis menggunakan sistem penggajian PayrollBozz

Cara Hitung Upah Lembur, Langkah pertama : Hitung tarif upah lembur per jam nya Untuk menemukan tarif upah lembur (TUL), Anda bisa menggunakan rumus berikut ini : TUL = 1/173 x Satu bulan upah
Tips untuk Perusahaan, Begini Cara Mengontrol Biaya Lembur yang Tinggi

Tips untuk Perusahaan, Begini Cara Mengontrol Biaya Lembur yang Tinggi

Perusahaan adalah suatu badan organisasi bisnis yang menghasilkan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, serta memperoleh penghasilan untuk kemakmuran pemegang saham dan pelaku kepentingan. Dalam suatu kegiatan usaha, terdapat sebuah target yang diterapkan. Untuk mencapainya, terkadang diperlukan lembur bagi para karyawan. Cara mengontrol biaya lembur yang tinggi sangat penting untuk memadatkan anggaran perusahaan. Biaya lembur tersebut hendaknya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Efektivitas Anggaran dengan Cara Mengontrol Biaya Lembur yang Tinggi

Pengalokasian dana perusahaan untuk kegiatan lembur, harus dirinci sedemikian rupa agar benar-benar efektif. Beberapa langkah memang diperlukan untuk mengatasi biaya lembur yang tergolong tinggi. Biaya lembur yang tinggi tersebut dikarenakan adanya biaya konsumsi, listrik, dan operasional lainnya. Akumulasi keperluan untuk lembur, sangat banyak dan tergolong tinggi. Berikut ini adalah beberapa cara mengontrol biaya lembur yang tinggi dan sesuai dengan anggaran belanja perusahaan.

1 ) Efektivitas Lembur

cara-mengontrol-biaya-lembur-yang-tinggi-1

Cara pertama pelaksanaan program lembur yang optimal dengan biaya terkontrol, dapat dilakukan melalui efektivitas. Program efektivitas lembur dapat menekan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Bagian keuangan dapat mengontrol biaya dengan perencanaan anggaran yang efektif bagi perusahaan. Langkah yang diperlukan untuk menghasilkan kegiatan lembur yang efektif adalah dengan peningkatan produktivitas, penetapan deadline kerja, serta pemberian fasilitas yang memadai. Apabila ketiga langkah tersebut dilakukan oleh perusahaan, maka dapat menimbulkan sistem dan sinergi yang optimal.

2 ) Pengarahan Kinerja

cara-mengontrol-biaya-lembur-yang-tinggi-2

Pengarahan kinerja kepada para karyawan merupakan cara mengontrol biaya lembur yang tinggi, di mana sistem kerja yang tepat sasaran, runtut, dan sistematis, sangat membantu untuk meminimalisir anggaran. Penjelasan urutan kerja untuk masing-masing karyawan yang lembur, dapat mengatasi adanya kerancuan. Jika job deskripsi sesuai dengan tujuan, maka dapat mengurangi waktu untuk mengoreksi. Hal tersebut dapat menghemat biaya.

3 ) Meminimalisir Konsumsi

Business People Having Meeting And Eating Pizza

Konsumsi sangat dibutuhkan untuk menunjang energi bagi setiap karyawan dalam menjalankan tugasnya. Konsumsi ini merupakan indikator kebutuhan yang membutuhkan dana tersendiri. Penyaluran dana konsumsi dapat diminimalisir guna menjaga keuangan perusahaan. Konsumsi yang berlebihan belum tentu memperoleh umpan balik dari karyawan berupa pelaksanaan tugas yang efektif.

4 ) Menerapkan Kontrol Kegiatan Lembur

after hours-000074

Setiap kegiatan memerlukan kontrol untuk menjaga keberhasilan kegiatan secara tepat dan efektif. Dengan demikian, kegiatan lembur juga memerlukan kontrol agar kinerja setiap SDM terkondisi dengan baik. Sistem kontrol yang dilaksanakan perusahaan tersebut dapat menjadikan program lembur berhasil secara optimal dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga menghemat pengeluaran sebagai sarana lembur.

Cara mengontrol biaya lembur yang tinggi dapat dilakukan dengan pencapaian target melalui sistem lembur yang disertai dengan pengontrolan secara berkala. Langkah ini dapat diterapkan dengan perlakuan yang tepat, di mana kontrol tersebut dalam batas wajar dan tidak mendoktrin karyawan, sehingga menghindari timbulnya konflik.

Sistem lembur yang diterapkan perusahaan dengan tujuan mencapai target, mengatasi masalah, ataupun peningkatan kinerja, merupakan suatu hal yang memerlukan biaya tambahan. Setiap kegiatan termasuk lembur harus disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Penyesuaian tersebut bertujuan untuk mengontrol anggaran, sehingga tidak membengkak dan tidak memangkas anggaran untuk pelaksanaan kegiatan lain.

Biasanya, biaya lembur membutuhkan biaya tinggi untuk memberi kompensasi lembur bagi para karyawan yang terlibat di dalamnya, sehingga dibutuhkan anggaran lebih. Cara mengontrol biaya lembur yang tinggi tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa cara yang telah disampaikan di atas, sehingga tercipta kinerja yang efektif dan efisien, sesuai yang diharapkan perusahaan, dengan anggaran yang terkontrol.