fbpx
Definisi Financial Planning dalam Bisnis dan Peran Pentingnya

Definisi Financial Planning dalam Bisnis dan Peran Pentingnya

Seringkali dianggap remeh, financial planning atau perencanaan keuangan dalam bisnis merupakan salah satu komponen yang memegang peranan cukup vital. Dengan adanya perencanaan ini, Anda dapat dengan mudah menjalankan operasional bisnis yang baik. Sehingga risiko terjadinya kerugian karena salah dalam mengalokasikan dana pun dapat dihindari.

Nah, pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh tentang istilah financial planning dan peran pentingnya dalam operasional sebuah bisnis. Bagi Anda yang saat ini memiliki bisnis atau usaha pribadi, informasi pada artikel kami kali ini akan sangat bermanfaat. So, simak lengkap hingga tuntas, ya.

Definisi Financial Planning

Definisi Financial Planning

Financial planning atau perencanaan keuangan merupakan sebuah strategi yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan utama dalam hidupnya. Hal ini mencakup seluruh aspek secara general. Namun karena saat ini kita membahas tentang financial planning dalam bisnis, maka tujuan utama yang dimaksud adalah memaksimalkan keuntungan sekaligus mengembangkan bisnis hingga berskala besar ke depannya.

Anda tidak akan bisa menjalankan operasional bisnis dengan baik tanpa memiliki perencanaan keuangan yang matang. Karena dalam financial planning ini terdapat banyak elemen penting yang dapat berpengaruh terhadap keuntungan atau jalannya bisnis Anda.

Misalnya, perencanaan keuangan membantu Anda dalam memperkirakan modal yang akan digunakan untuk biaya operasional dan estimasi keuntungan yang bisa didapatkan.

Baca juga : Definisi Manajemen Keuangan dan Peran Pentingnya dalam Bisnis

Sebut saja Anda memiliki modal Rp 100 juta untuk operasional bisnis. Dengan modal awal operasional sekitar Rp 70 juta. Anda masih memiliki Rp 30 juta untuk dialokasikan pada aspek bisnis yang lain seperti memaksimalkan digital marketing. 

Nah, dengan modal awal dan budget pemasaran tersebut, apakah hasil yang didapat cukup efektif? Semuanya bisa diukur lewat perencanaan keuangan yang matang itu tadi.

Komponen yang Harus Ada dalam Financial Planning

komponen dalam Financial Planning

Untuk memulai pembuatan financial planning dalam bisnis, Anda harus mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan dalam penyusunannya. Komponen-komponen ini nantilah yang akan membantu Anda dalam memudahkan mencapai tujuan awal yang diinginkan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Ketahui tujuan financial planning Anda

Apa yang ingin Anda capai lewat pembuatan perencanaan keuangan ini? Apakah Anda hanya ingin menghindari risiko kerugian dalam operasional bisnis dan memaksimalkan keuntungannya atau justru ingin melakukan ekspansi dalam 2 tahun ke depan?

Apapun tujuannya, pasti Anda mengharapkan suatu hal yang baik atau positif bagi operasional bisnis, kan? Nah, penentuan tujuan di awal ini penting dilakukan agar Anda dapat fokus terhadap target yang diinginkan.

Jika Anda membuat perencanaan keuangan untuk mengontrol arus kas dan bertekad melakukan ekspansi di masa mendatang. Artinya, Anda harus memaksimalkan pengelolaan keuangan bisnis sebaik mungkin. Caranya bisa dengan meletakkan laba pada instrumen investasi yang menjanjikan atau dengan menekan biaya operasional dan memaksimalkan strategi pemasaran yang minim modal.

2. Tentukan jangka waktu untuk mencapainya

Semakin spesifik tujuan Anda akan jauh lebih bagus. Dalam hal ini Anda juga harus menentukan kapan target financial planning tersebut harus tercapai. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, misal Anda ingin membuka cabang atau melakukan ekspansi bisnis dalam 2 tahun mendatang. Artinya, selama itu Anda memiliki waktu 2 tahun untuk mengelola arus kas perusahaan dengan lebih baik dan bagaimana caranya Anda memaksimalkan penjualan.

3. Lakukan dengan cara yang paling efektif dan efisien

Untuk mencapai tujuan Anda tersebut, diperlukan strategi pemasaran yang tepat. Anda bisa menggunakan platform sosial media yang ada untuk menyebar brand awareness sekaligus menunjang trafik penjualan.

Tak hanya itu, jika Anda memiliki cukup budget untuk beriklan, Anda juga bisa memanfaatkan fitur ads pada sosial media untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan. Dengan demikian brand bisnis Anda akan semakin dikenal dan peluang profit pun akan terbuka lebih lebar.

4. Gunakan sumber daya yang berkompeten

Anda tak harus hebat atau menguasai seluruh strategi pemasaran yang tepat. Sebagai gantinya, Anda bisa merekrut orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya untuk mewujudkan hal tersebut. Penjualan yang maksimal ini tidak terjadi begitu saja. Diperlukan branding serta influence yang kuat untuk memikat calon pelanggan.

Baca juga : Pembukuan Keuangan Sederhana untuk Mengelola Usaha Kecil

5. Pahami risiko yang ada

Beberapa action yang Anda lakukan mungkin tidak akan sejalan dengan ekspektasi atau harapan. Untuk itu, Anda harus memahami risiko operasionalnya sejak awal. Jangan sampai, ketika dalam proses implementasi financial planning tersebut, Anda kaget lantaran tidak mempertimbangkan risiko yang ada.

Risiko ini dapat berupa seperti sumber daya yang digunakan tidak efektif dalam mencapai tujuan atau strategi pemasaran yang Anda lakukan kurang tepat sehingga hanya membuang-buang uang. Nah, setelah mengetahui bahwa terdapat risiko tersebut, Anda juga harus menyediakan opsi rencana cadangan untuk mengatasinya.

Cara Membuat Financial Planning untuk Bisnis

Cara membuat perencanaan keuangan

1. Hitung secara menyeluruh anggaran operasional 

Tahap awal, Anda harus menghitung secara menyeluruh biaya operasional yang dibutuhkan. Mulai dari modal untuk menjalankan bisnis, gaji karyawan, biaya promosi atau pemasaran, sewa tempat, listrik dan masih banyak lagi lainnya.

Tujuan dari menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis ini agar Anda dapat melakukan perhitungan estimasi nominal balik modal.

2. Buat perkiraan penjualan

Selanjutnya, Anda juga harus menentukan atau membuat perkiraan penjualan dari hasil operasional yang dilakukan. Sebut saja Anda menggunakan strategi pemasaran menggunakan media digital dengan budget Rp 10 juta. Nah, dari total budget tersebut berapa kira-kira penjualan yang dihasilkan? Apakah sudah cukup untuk menutup modal atau malah sebaliknya?

3. Susunlah laporan penjualan setiap periode

Laporan keuangan menjadi salah satu komponen penting dalam pembuatan financial planning. Anda harus menyusun laporan ini dalam satu periode waktu tertentu untuk melihat di mana kondisi keuangan bisnis Anda saat ini serta mengukur seberapa efektif strategi pemasaran yang dijalankan.

4. Proyeksi arus kas

Cash flow atau arus kas merupakan salah satu tolok ukur apakah kondisi keuangan bisnis tersebut cukup sehat. Hal ini biasanya dilihat dari kepemilikan uang tunai dalam bisnis tersebut. Sebuah usaha kecil akan sangat membutuhkan uang tunai dalam operasionalnya untuk melayani pelanggan. Sehingga arus kas yang buruk atau tidak memiliki cukup uang tunai dapat sangat mengganggu perjalanan sebuah bisnis.

5. Perkiraan neraca

Selanjutnya, ada proyeksi atau perkiraan neraca yang harus Anda perhatikan juga. Misalnya dalam satu periode waktu tertentu, setelah bisnis Anda berhasil dirilis atau diluncurkan ke publik. Lakukan pencatatan terhadap seluruh aset kekayaan bersih bisnis Anda mulai dari aktiva (aset perusahaan), pasiva (kewajiban/utang) dan ekuitas (selisih antara aktiva dan pasiva). 

6. Tentukan titik impas (break even point)

Ketika Anda memulai sebuah bisnis, penting untuk melihat ke depan mengenai seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk balik modal. Tentunya hal ini bisa dilakukan dengan Anda membuat target penjualan setiap bulan atau periode waktu tertentu.

Misalnya, untuk modal awal operasional Anda mengeluarkan budget senilai Rp 250 juta. Dengan perkiraan omset bersih perbulan adalah sekitar Rp 30 juta. Artinya, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun untuk balik modal. Proyeksi ini perlu dibuat agar tujuan financial planning Anda terstruktur dengan lebih jelas.

Baca juga : Mengenal Istilah SSE Pajak dan Cara Membuatnya

Kesimpulan

Setelah membaca artikel di atas, dapat diketahui bahwa financial planning memegang peran cukup penting dalam operasional sebuah bisnis atau perusahaan. Tak hanya bisnis berskala besar saja yang membutuhkan perencanaan ini. Bagi Anda pelaku usaha kecil yang baru merintis juga membutuhkannya. Dengan demikian, arus kas keuangan dalam bisnis Anda bisa terkontrol dengan baik dan risiko kerugian pun dapat lebih ditekan.

Untuk memudahkan operasional bisnis dalam hal penggajian karyawan. Gunakanlah PayrollBozz, software payroll yang memiliki berbagai macam fitur penunjang HR Online secara lengkap. Aplikasi ini tak hanya dapat digunakan untuk mempermudah cara Anda dalam menggaji karyawan. Namun juga dapat memudahkan Anda untuk mengelola absensi, reimbursement, perhitungan laporan pajak, kalkulasi BPJS dan masih banyak lagi lainnya. Menarik, bukan?

So, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan PayrollBozz dan permudah cara Anda dalam mengelola operasional keuangan bisnis.

Pembukuan Keuangan Sederhana untuk Mengelola Usaha Kecil

Pembukuan Keuangan Sederhana untuk Mengelola Usaha Kecil

Istilah pembukuan keuangan mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian orang. Terutama bagi para pelaku usaha, baik dalam skala kecil maupun yang sudah besar sekali pun. Sebab, keberadaan komponen yang satu ini memegang peranan penting dalam operasional sebuah bisnis.

Lewat pembukuan keuangan ini, Anda dapat mengetahui di mana letak kondisi keuangan bisnis Anda hingga berapa banyak untung atau rugi yang Anda alami. Dengan demikian, strategi pemasaran bisnis pun dapat ditentukan juga lewat hasil laporan dari pembukuan yang sudah dijalankan.

Nah, bagi Anda yang mungkin belum tahu mengenai pembukuan dan beberapa istilah yang ada di dalamnya. Pada artikel kali ini, PayrollBozz akan mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh tentang pembukuan keuangan yang biasa dilakukan dalam sebuah bisnis. Harapannya, lewat artikel ini Anda bisa memahami pentingnya pembukuan keuangan hingga mengimplementasikannya dalam usaha atau bisnis yang Anda jalankan. 

Definisi Pembukuan Keuangan dalam Bisnis

Definisi Pembukuan Keuangan

Sepenting apa sih peran pembukuan keuangan dalam operasional sebuah bisnis? Pertanyaan itulah yang sering muncul di pikiran banyak orang. Karena bisa dibilang masih ada banyak pelaku usaha yang menyepelekan eksistensi dari pembukuan ini.

Secara garis besar, dengan membuat pembukuan keuangan untuk sebuah bisnis atau usaha, Anda dapat mengontrol seluruh anggaran dengan porsi yang tepat. Dengan demikian, kondisi keuangan usaha Anda pun akan jauh lebih terkontrol. Risiko seperti bangkrut atau gulung tikar di tengah jalan bisa dihindari lewat membuat pembukuan yang tepat ini.

Tingkat efektivitas pembukuan pun tercermin dari laba yang diperoleh. Untuk mendapat pembukuan yang baik, pengusaha umumnya menggunakan jasa profesional, seperti akuntan.

Dalam prakteknya, pembukuan sendiri memiliki 2 sistem nyata yang masih berlaku hingga saat ini. Pertama, pembukuan masukan tunggal yang efektif diaplikasikan pada bisnis atau usaha kecil. Jenis pembukuan ini memanfaatkan kas primer atau buku kas utama dalam penyusunannya. Setiap data transaksi, seperti pengeluaran dan pemasukan dimasukan dalam catatan.

Berbeda dari pembukuan masukan tunggal, perusahaan bervolume besar lebih cocok menggunakan pembukuan berpasangan. Disini, pembukuan dibuat dalam 2 akun berbeda, yakni debit dan kredit. Sistem pembukuan ini efektif untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran pada perusahaan besar. Dengan demikian, pengusaha lebih mudah mendata laba dan rugi yang didapat dalam satu periode tertentu.

Unsur dalam Pembukuan Keuangan yang Harus Anda Ketahui

Unsur pembukuan keuangan dalam bisnis

Dalam prakteknya, pembukuan keuangan sebuah usaha terdiri dari beberapa unsur. Nah, masing-masing unsur ini harus Anda pahami agar dapat menyusun pembukuan yang baik dan sesuai dengan standar sebuah usaha. Jika Anda masih belum mengetahui apa saja unsur yang ada dalam sebuah pembukuan, berikut kami paparkan beberapa di antaranya:

1. Aktiva

Unsur pertama yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan sebuah pembukuan adalah aktiva. Dalam akuntansi, aktiva berarti sebuah aset atau harta kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau bisnis dalam operasionalnya.

Seluruh sumber ekonomi perusahaan ini harus didata dengan jelas, sebab keberadaannya akan dibutuhkan di masa mendatang. Misalnya saja untuk menopang operasional perusahaan ketika terjadi defisit. Lebih lanjut, aktiva atau yang kerap disebut juga dengan aset ini dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni, aktiva lancar, tetap dan aktiva tetap tak berwujud.

2. Pasiva

Tak hanya memiliki aset atau aktiva saja, sebuah usaha biasanya juga memiliki pasiva atau kewajiban yang berwujud utang dan harus segera dibayarkan. Utang ini biasanya digunakan sebagai modal awal atau untuk menggerakkan operasional sebuah usaha. Selain itu, utang juga biasa digunakan oleh para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya entah untuk ekspansi atau membuka cabang di tempat lain.

Pembayaran utang ini umumnya melibatkan aset atau sumber ekonomi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Itulah kenapa sebuah perusahaan harus melakukan pendataan secara berkala mengenai aktiva atau aset yang dimilikinya.

Dalam prakteknya, pasiva yang ada di sebuah perusahaan terdiri dari dua jenis kategori yang harus Anda ketahui. Yakni, meliputi utang jangka pendek dan juga jangka panjang. Utang jangka pendek biasanya harus segera dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. Sedangkan untuk utang jangka panjang biasanya memiliki jangka waktu jatuh tempo 5 hingga 20 tahun lamanya.

3. Modal

Unsur berikutnya ialah modal. Dalam operasional sebuah usaha, modal menjadi komponen terpenting yang harus ada. Komponen yang satu ini digunakan sebagai permulaan atau awal untuk memulai operasional perusahaan.

Tanpa adanya modal, tentu Anda tidak akan bisa memulai produksi atau bahkan menjual produk hingga sampai ke tangan pelanggan. Maka dari itu, penting bagi para pelaku usaha untuk lebih bijak dalam mengelola dana modal yang dimilikinya. Dengan demikian, seluruh modal usaha dapat disalurkan untuk biaya operasional yang lebih tepat dan efisien.

Dalam pencatatan modal sendiri, sebagai seorang pelaku usaha, Anda harus mendata setiap aset pembiayaan maupun produk/barang yang akan digunakan dalam operasional. Selama usaha Anda beroperasi, modal inilah yang akan memegang peran penting dalam pembukuan. Anda hanya dapat mengetahui seberapa besar keuntungan maupun kerugian yang dialami oleh perusahaan jika mengetahui secara pasti besaran modal yang digunakan.

Fungsi Pembukuan Keuangan dalam Bisnis

Fungsi pembukuan keuangan

Setelah mengetahui beberapa unsur pembukuan yang telah disebutkan di atas. Anda mungkin bertanya-tanya apa saja sih tujuan dari pencatatan atau pembukuan keuangan dalam bisnis? Benarkah hanya sebatas untuk mengetahui keuntungan dan kerugian yang dialami sebuah perusahaan?

Jawabannya, tentu saja tidak. Pembukuan tak hanya berfungsi sebagai penunjuk berapa banyak keuntungan atau kerugian yang Anda alami. Lebih dari itu, komponen yang satu ini juga dapat digunakan sebagai landasan pembuat keputusan. Dengan mengetahui di mana letak kondisi keuangan bisnis Anda saat ini dan berapa banyak keuntungan atau kerugian yang Anda dapatkan. Anda bisa menyiapkan strategi pemasaran yang sesuai dan tepat dengan kondisi keuangan bisnis.

Selain itu, transaksi masuk dan keluar yang dicatat dalam pembukuan keuangan juga memudahkan Anda melacak atau mengetahui kemana saja perginya modal Anda tersebut. Jika digunakan untuk implementasi strategi pemasaran, Anda bisa mengukur seberapa efektif strategi tersebut.

Lewat pembukuan ini, Anda juga bisa lebih mudah mendapatkan akses permodalan hingga suntikan dana dari investor. Tentunya, arus kas bisnis Anda harus menunjukkan angka yang positif alias menghasilkan profit. Bisnis Anda pun akan jauh lebih mudah berkembang ke depannya dengan membuat catatan pembukuan keuangan dalam setiap operasionalnya.

Penutup

Itulah tadi informasi singkat mengenai definisi pembukuan keuangan, manfaat hingga unsur-unsur penting yang ada di dalamnya. Sekali lagi perlu diingat bahwa pembukuan memegang peran yang cukup penting dalam perjalanan sebuah bisnis. Jika Anda menginginkan sebuah usaha yang maju dan terus berkembang maka perlu membuat pembukuan ini secara rutin. 

Selain pembukuan, Anda juga memerlukan sistem penggajian yang lebih efisien agar dapat menghemat waktu Anda untuk mengerjakan hal-hal lain. Salah satunya adalah dengan menggunakan software PayrollBozz

PayrollBozz merupakan aplikasi pengelola absensi, gaji dan HR Online yang dapat Anda gunakan untuk membantu pengelolaan bisnis agar lebih efisien. Dengan aplikasi ini, Anda tak perlu khawatir lagi soal urusan absensi, cuti hingga izin karyawan karena semuanya dapat dilakukan dengan mudah dalam genggaman. Perhitungan gaji pun juga bisa dilakukan dengan mudah dengan hasil yang akurat.

So, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan PayrollBozz dan permudah cara Anda dalam mengelola operasional dalam bisnis.